A/N : ow ya ada satu yang lupa di jelasin di chap satu, Sai itu sebenarnya tetangga Sasuke.
Disclaimer : Masashi Kishiomoto
***
Hantu
"Ha-hantuuuu!!" jerit Sasuke ketakutan, tubuhnya duduk terjengkang dan kakinya gemetar saking takutnya.
"Hantu? Mana hantu? Mana? Jangan nakut-nakutin gue donk!!" wanita berambut pink itu ikut-ikutan menjerit sambil kepalanya celingak-celinguk kanan-kiri.
"Kamu hantunya tahu!!" sahut Sasuke yang nyaris pipis di celana.
"Hah? Gue hantu? Stress lo ya? Mana ada hantu secantik gue!!" narsis wanita berambut pink itu sambil menyibak rambutnya.
Sasuke menatap wanita itu sejenak, memang benar penampilan wanita itu sangat berbeda dengan hantu yang selama ini dideskripsikan film-film horor yang pernah ditonton Sasuke.
Wanita ini memang diakui Sasuke sangat cantik, belum lagi gaya pakaiannya yang modis, menggunakan t-shirt berwarna pink dan celana jeans pendek, sangat berbeda dengan hantu-hantu wanita di film horor yang biasanya berwajah menyeramkan dan memakai pakaian putih panjang. Tapi tangan Sasuke menembus tubuh wanita itu dan hal itu membuktikan kalau wanita itu hantu.
"Kamu itu hantu!! Buktinya tanganku bisa menembus tubuh kamu!!" teriak Sasuke.
"Tangan lo nembus tubuh gue? Jangan-jangan, lo hantunya!!" balas wanita itu dengan ekspresi takut.
"Berisik! Mau bukti kalau kamu tuh hantu? Coba kamu pegang gelas yang ada di meja itu!" ujar Sasuke sambil menunjuk sebuah gelas di atas meja yang berada di depan sofa hitam yang diduduki wanita itu.
Wanita itu menatap gelas yang ditunjuk Sasuke, lalu dia mengulurkan tangannya kegelas itu dan ternyata, tangannya menembus gelas itu.
Menyadari hal itu, wanita berambut pink itu menjadi shock, dia menatap kedua tangannya dengan tatapan sedih, "gue, hantu?" ujarnya lirih.
"Iya kamu tuh hantu! Baru nyadar?" ujar Sasuke sambil bangkit berdiri, tampaknya dia sudah tidak setakut tadi.
"Ka-kalau gue hantu, kapan gue mati? Kenapa gue bisa mati?" tanya wanita itu lirih, seolah-olah bertanya pada diri sendiri.
"Mana aku tahu kapan dan kenapa kamu mati dan aku juga nggak peduli! Yang jelas kembalilah ke alam-mu jangan mengganggu orang yang masih hidup!!" sahut Sasuke, sinis.
Baru saja wanita itu akan membalas perkataan Sasuke tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
TOK TOK TOK
"Hm, sebentar." Sasuke menatap wanita hantu itu sejenak lalu dia melangkah menuju pintu.
"Sasuke!! Aku kangen!!" seru sang tamu ketika Sasuke baru saja membuka pintu dan sang tamu langsung di sambut tonjokan Sasuke.
"Jangan bicara begitu Naruto! Membuat ku jijik saja!" seru Sasuke pada tamu yang ternyata temannya sendiri, Naruto.
"Adaw, gue kan cuma bercanda jangan pake acara nonjok donk!" Naruto memegang kepalanya yang ditonjok Sasuke.
Sasuke tak menghiraukan Naruto, dia langsung melangkah kembali ke ruang tamu, di ikuti oleh Naruto.
"Wow, Sas apartemen baru kamu bagus banget!" Naruto mengedarkan pandangan matanya kepenjuru ruang tamu.
"Bagus sich bagus tapi berhantu tahu!" ujar Sasuke sambil melirik wanita berambut pink yang duduk di sofa.
Naruto lantas menatap Sasuke dengan tatapan ketakutan, "Hantu? Yang bener lo? Mana hantunya?"
"Tuh hantunya!! Masa segede itu kamu nggak lihat?" sahut Sasuke sambil menunjuk ke arah sofa tempat wanita hantu duduk.
Naruto lantas mengarahkan pandangannya ke arah sofa namun dia tidak melihat siapa pun di sofa itu. Naruto lalu menoleh kepada Sasuke dengan tatapan heran, aneh dan kasihan.
"Mana ada apa-apa kok, stress lo ya?" ejek Naruto yang disambut anggukan tanda setuju dari wanita hantu dan hal itu membuat Sasuke kesal.
"Udah lah Sas, lo jangan stress kayak gini, mentang-mentang di tinggal kawin sama Anko." sambung Naruto.
Sasuke diam sejenak, dia memang masih sakit hati karena di tinggal nikah oleh kekasihnya, Anko, enam bulan lalu.
"Jangan ingatkan aku." ujar Sasuke dengan nada kesal.
Naruto tertawa kecil lalu dia melihat jam yang berada di lengan kirinya, "Maaf deh maaf, ya udah gue mau kerja dulu nich, oh ya Sas, gue sekarang kerja di diskotik baru di daerah Kyubi, kapan-kapan lo datang ya?"
Sasuke mengangguk, "Ya kalau sempat aku akan datang, sekarang pergi sana!!"
"Huh! Ngusir lo! Ya udah gue pergi dulu, jaa!"
Naruto lalu melangkah ke pintu dan pergi dari apartemen Sasuke.
***
Sasuke duduk di sebelah wanita hantu yang masih duduk di sofa, dia kembali melanjutkan acara menonton televisinya.
"Kenapa Naruto tidak bisa melihat kamu?" tanya Sasuke sambil terus menonton tanpa menatap wanita hantu yang duduk di sampingnya.
"Entahlah, udah nasib lo kali." jawab wanita itu, enteng.
"Hm!" dengus Sasuke sambil terus menonton.
Suasana menjadi hening sejenak, yang terdengar hanya suara televisi.
"Eh kepala ayam, gue boleh minta tolong gak?" tanya wanita hantu pada Sasuke, tiba-tiba.
"Minta tolong apa?"
"Tolong bantu gue cari tahu kenapa dan kapan gue mati." jawab wanita hantu dengan nada merayu.
"APA?! Maaf aku gak mau! Merepotkan! Minta tolong orang lain saja!" sahut Sasuke sambil mematikan televisi.
"Tapi cuma lo yang bisa lihat gue, jadi cuma lo yang bisa nolongin gue!" balas wanita hantu.
Sasuke berdiri dari sofa, "Huh, maaf saja aku tidak mau membantu kamu!! Sekarang aku mau tidur, good night and sweet dream." ujar Sasuke sambil melangkah menuju kamarnya.
Dan ketika akan membuka pintu kamar, Sasuke menoleh ke arah wanita hantu yang masih duduk di sofa.
"Oh ya maaf, hantu kan tidak tidur jam segini, kenapa aku pakai sweet dream segala? Muahahaha!!" tawa Sasuke, mengejek. Lalu Sasuke masuk ke kamar dan tidur.
"Cowok kepala ayam brengseeeeek!! Lihat saja mau nggak mau lo bakal gue buat bantuin gue!!"
***
Dan hari-hari berikutnya adalah neraka bagi Sasuke, bagaimana tidak? Dia terus-terusan mendapat gangguan dari wanita hantu itu.
Ketika Sasuke mandi, wanita hantu itu ikut masuk ke kamar mandi dan melototin Sasuke mandi, membuat Sasuke malu setengah mati.
Saat Sasuke sedang menonton, wanita hantu itu menutupi pandangan Sasuke dengan berdiri di depan televisi hingga membuat Sasuke menonton.
Dan ketika Sasuke sedang tidur, wanita hantu itu berteriak-teriak, membuat keributan sehingga Sasuke tidak bisa tidur.
Dan banyak gangguan-gangguan lainnya dan lebih gawatnya lagi ternyata wanita hantu ini bisa menampakkan diri juga di siang hari!!
"CUKUP!! jangan ganggu aku lagi!!" jerit Sasuke pada wanita hantu dengan nada frustasi.
"Makanya kalau nggak mau gue ganggu, bantuin gue donk!!"
"Sekali gak mau tetap gak mau!!" teriak Sasuke, lalu dia masuk ke kamarnya.
***
Sasuke merebahkan diri di atas ranjang. Matanya menerawang ke atas langit-langit, sedangkan otaknya berpikir, bagaimana menyingkirkan si wanita hantu.
Tiba-tiba, sebuah ide terlintas dalam otak Sasuke.
"Ow ya! Kenapa aku gak pakai cara itu saja?" gumam Sasuke.
Bersambung..
***
A/N : fict ini sangat cepat di update karena yah emang fict ini susah dari jauh-jauh hari kami pikirkan plotdan ending nya heheheh
