Fanfic ini terinspirasi dari komik yang kubaca yang ditulis oleh Tsukimi Papiko, beberapa Chapter jalan cerita nya akan terkesan sama seperti dikomik asli nya. Namun setelah nya tidak lagi karena aku akan melanjutkan nya sendiri dengan jalan cerita ku.
Disclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto
Rate : T - M
Warning : ItaSaku, SasuSaku, ItaIno, OOC.
Normal POV
"Tadaima!"
"Okaeri!"
Seorang pria baru saja pulang kerumah nya dan dikejutkan oleh suara seorang gadis yang menyambutnya. Gadis itu tengah berdiri beberapa meter dari pintu dan menyembut nya dengan senyuman. Gadis itu berlari dan menggenggam tangan pria yang lebih tua di depan nya.
"Aku Sakura Haruno, hari ini mohon bantuan nya!" gadis yang bernama Sakura tersebut menatap bersemangat kearah Itachi, pria dihadapan nya.
"Sasuke, ada apa ini?"
Pria yang bernama Sasuke itu menoleh dan menjawab pertanyaan yang ditujukan pada nya.
"Dia mau ikut ujian masuk ke SMA aniki... Jadi dia minta diajari..."
Pria itu Sasuke, menjawab dengan wajah yang-entahlah-suram mungkin?
"Aku mengerti satu jam saja ya!"
Itachi menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal sama sekali akibat mendengar permintaan Sakura, gadis yang baru di temui nya kemarin.
Sakura POV
'Yeay, berhasil! Berdua saja dengan Itachi-kun seperti yang selalu aku lihat didalam mimpi-
"Ayo , Sasuke juga!"
-bersama Itachi-kun dan Sasuke..'
"Eh? Bukan nya seharus nya kita berdua saja?" aku mencoba menolak agar Sasuke tidak ikut.
Itachi-kun menepuk puncuk kepala Sasuke-"Kamu tidak mau berdua dengan cowok yang gak kamu kenal kan?"-seketika ayangan ku hancur menjadi butiran debu.T_T
'Tapi Aku Sangat Mengenal Mu!' batin ku berteriak.
"Baiklah, kalau Aniki memaksa, aku akan ikut mengajari Sakura bersama mu!"
'Dasar bocah sialan! Itu melenceng dari kesepakatan!'
Aku ingin menendang nya bersama senyum menjengkelkan nya itu. Padahal ini kesempatan berdua saja dengan Itachi-kun.
Disinilah kami berada di sebuah ruang tamu, rencana ku adalah aku akan belajar berdua dengan Itachi-kun. Itachi akan menatap ku selama ia mengajari ku. Tapi, mengapa bocah ayam ini yang mengajari ku?
PLAK PLAK
"Maka nya berapa kali sudah kubilang, pake rumus dasar bodoh!"
Aku mengusap kepala ku yang terkena pukul dari tadi.
"Apaan sih Sasuke? Kau kan cuma anak SD emang bisa ngerjain soal anak 3 SMP?" aku mencoba merengek kepada Itachi-kun agar ia mau mengusir Sasuke.
"Ehehem..."
Itachi-kun mendengus geli mendengarkan pertanyaan ku, mengapa?
Sasuke POV
'Gawat aku bisa ketahuan!'
Aku berusaha sebaik mungkin menyembunyikan kegugupan ku.
"Aniki kalau tidak niat mengajar keluar sana!"
Aku segera mengusir aniki agar meninggalkan kami berdua. Bisa gawat jika ia berbicara yang tidak-tidak!
"Sasuke, anak Ayam!"
Setelah kepergian aniki, Sakura kesal dan mangut-mangut pada ku.
"Apa anak ayam?"
"Sasuke bodoh! Seharus nya aku berduaan saja dengan Itachi-nii!"
Aku menatapnya dengan tidak suka.
"Seharus nya kau berterima kasih padaku, bagaimana mungkin aniki ku mau kepada cewek bodoh sepertimu?"
'Dasar super bodoh!'
"Kamu tahu gak standar nilai di sekolah aniki ku? Dengan keadaan mu yang begini menyentuh pagar nya saja sudah mustahil bagi mu!"
Gadis itu berjongkook di atas tatami sambil menundukkan kepala nya frustasi, ia terus bergumam tidak jelas. Tiba-tiba saja ide cermerlang muncul di otak ku agar aku dapat terus bersama Sakura.
"Hey, dungu! Aku ada ide yang bagus!"
Gadis itu, Sakura hanya mengangkat kepala nya atas respon dari perkataan ku.
"Aku akan mengejari mu, bagaimana?"
"Huh? Hahaha..."
Gadis itu melompat dari posisi nya tadi dan tertawa mendengar perkataan ku.
"Tidak mungkin bocah SD mengajari ku!"
"Dari tadi emang nya siapa yang mengajari siapa? Kalau kau tidak mau lupakan saja untuk mengejar Itachi!"
"Apa boleh buat, tolong ajari aku!"
Gadis itu mengalih kan muka nya pertanda ia malu.
"Tolong ajari aku Tuan Sasuke!" aku tersenyum mengejek kepada nya.
"Apa boleh buat... Tolong ajari aku Tuan Sasuke!"
Ia menyembah-nyembah ku hingga cetakan garis pada tatami ikut tercetak di jidat nya.
Normal POV
"Terima kasih tuan Sasuke!"
Seorang gadis membungkuk hormat pada pria yang terlihat lebih muda dari nya, dan segera berbalik menuju pintu.
"Tunggu! Aku akan mengantar mu!" sahut pria itu.
"Huh? Meskipun kau laki-laki, bukankah lebih bahaya jika bocah SD keluar malam-malam?"
Pria yang dibilang bocah SD itu pun berjalan mendekati gadis yang lebih tinggi beberapa centi dari nya.
"Meskipun kau bodoh, tapi kau tetaplah perempuan!"
Malam ini begitu indah, bulan tengah bersinar sebisa nya, bintang-bintang bertebaran seperti debu di langit kelam menemani dua insan yang tengah asik menikmati kesunyian yang mereka ciptakan. Hingga sang pria membuka suara nya.
"Kau akan datang lagi besok kan?"
"Mengapa kau bersusah payah ingin mengajari ku? Ini semua tidak ada untung nya bagi mu kan?" sang gadis bertanya balik.
"Ada tahu!"
"Eh?" gadis itu menajamkan telinga nya takut ia salah dengar.
"Jangan berpikiran macam-macam! Aku hanya khawatir karena kau begitu bodoh! Mulai besok datang setiap hari mengerti?"
Wajah pria itu memerah akibat perkataan nya sendiri. Entah apa maksud dari perkataan nya hingga ia sendiri malu mengatakan nya. Malam ini kembali mereka habiskan dengan kesunyian hingga mereka sampai dirumah sang gadis. Sang pria pun pamit meninggalkan gadis itu di depan rumah wasih dengan wajah nya yang bersemu.
Sakura POV
28 Oktober
Harus nya belajar bareng Itachi-kun. Entah mengapa jadi diajari sama anak SD...
Tapi... Tidak seburuk yang kubayangkan. Aku jadi gampang mengerti.
Sejak hari itu, setiap hari aku diajari oleh Sasuke.
3 November
Hari ini dipukul sampai 10 kali. Suatu saat akan kubalas.
15 November
Aku menggambar coretan di muka Sasuke yang sedang tidur, karya besar. Bahkan lebih baik dari sekedar pukulan, tak lupa pula aku memotret nya dan membuat salinan untuk berjaga-jaga.
18 November
Sedikit demi sedikit aku lebih mengerti peljaran berkat Sasuke.
23 November
Belakangan ini waktu pulang bersama Sasuke menjadi menyenangkan.
Kalau dipikir-pikir buku harian tentang Itachi-kun berubah menjadi pengamatan terhadap Sasuke. Aku menulis apa sih?
Normal POV
Di hari yang cerah ini, tampak seorang gadis berambut musim semi merenggangkan tubuh nya, mencoba mengambil alih tubuh nya yang tidak ingin beranjak dari tempat tidur. Gadis itu melirik jam pukul 08:30 A.M. Gadis itu pun bangun dari tempat tidur nya, mengambil handuk dan bersiap melakukan ritual pagi nya.
Dibangdingkan keadaan nya saat bangun tidur tadi, kini ia tampak elegan dengan short dress nya yang bewarna merah muda senada dengan rambut nya, ditambah lipgloss bewarna pink alami sempurnalah penampilan nya.
"Hari ini aku mau belajar bersama Itachi-nii, tanpa diganggu..." ucap gadis itu setelah sampai ditempat tujuan nya.
"Makanya hari ini nggak ada belajar bersama, cepat pulang!" pria yang ada dihadapannya tampak mengusir kehadiran nya.
"Kau kenapa sih Sasuke? Kata nya disuruh datang hari ini?" gadis itu bertanya kesal mungkin karena ia sudah berdandan pagi ini.
"Situasi berubah!" jawab pria itu.
Gadis itu tidak menanggapi ucapan pria tersebut dan memilih masuk sendiri. Baru jalan beberapa langkah gadis itu berhenti melihat seorang gadis yang duduk di depannya.
'Ah...'
Gadis itu tampak sangat menggemaskan menggunakan hoodie dipadukan mini skirt bewarna biru. Pakain yang biasa sekali namun cukup untuk membuat nya menciut. Mengalahkan semua yang ia kenakan saat ini. Tidak perlu berdandan karena gadis itu sudah sangat cantik dipadukan kesan manis.
Ia bertanya padaku, "Apa kau temannya Sasuke-kun?"
'Orang ini siapa?'
.
.
.
TBC
A/N : Udah ketebak kan itu siapa?
Kritik & Saran akan selalu aku terima!
Atau kalau kalian gak tahu mau nulis apa, kalian bisa tulis "Next!" "Up!" "Fighting!" Dan sebagai nya itu udah berarti banget buat aku!
Sampai Jumpa di Chapter Selanjut nya! ^~^
Jangan lupa review~
