Demi menuntaskan fic saya, akhirnya saya ngetik fic ini langsung tanpa ada rencana untuk bikin fic ini. Huft.. saya pegaaaal~ *meregangkan badan*

Disclaimer: Masashi Kishimoto

[There's No] The End of This Story

Angin lembut menerpa wajahku tanpa permisi. Membuat rambut ini menutupi sebelah mataku, mengganggu pandanganku. Walaupun aku tidak suka, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Angin ini terus saja datang kepadaku. Seolah ingin mengusirku dari sini. Menyuruhku pulang karena sudah 3 jam aku berdiri disini. Lelah? Tidak. Aku tidak akan pernah lelah untuk terus berdiri disini menatap batu nisan itu. Satu-satunya akses agar aku bisa merasakan sang kekasihku tengah tertidur dalam damai disana. Andai dia masih bersamaku, aku rela tidak tidur ribuan malam hanya demi menatap wajah damainya saat tidur.

Aku merogoh kantong jaket hitam panjangku, mencoba mengambil sesuatu yang rapuh disana. Dengan hati-hati aku membawa benda itu keluar dari sana. Benda itu sudah lumayan kusam dibandingkan dengan saat aku menerimanya pertama kali. Ini adalah surat dari dia, yang tertidur dalam damai, Naruto. Paman Iruka yang memberikannya padaku, tepat di saat aku mengunjungi makam si pirang untuk pertama kalinya. Perlahan, aku baca kembali tulisan yang tidak akan pernah membuatku bosan membacanya.

Hai, teme! Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan padamu. Aku terlalu takut untuk melihat wajahmu di saat-saat seperti ini, jadi aku menulis surat ini untukmu. Aku tahu masalah penyakitmu, bahkan aku juga tahu kalau kau sebenarnya sudah sulit untuk bernafas. Karen dari itu, aku ingin menolongmu. Itulah tujuan awalku pindah ke Konoha. Aku mendapatkan sebuah benda suci dari paman. Katanya itu warisan dari ayahku. Dan kalau aku ceeritakan semuanya padamu, kertas ini tidak akan muat, jadi tidak usah saja ya, teme.

Jangan marah, jangan menganggap dirimu lemah karena hal ini. Aku kuat karena dirimu, dan kau pun sebaliknya. Aku akan selalu bersamamu. Tiap udara yang kau hembus, akan menjadi nafasku. Tiap kata yang kau ucapkan adalah kata-kataku. Tataplah masa depan untukku, agar aku bisa tersenyum dalam bukan karena membencimu. Justru ini menyatukan jiwa kita berdua dalam satu raga, dan kita takkan pernah bisa terpisah.

Oh iya, satu lagi! Sai itu terlalu cemburu padamu karena kau lebih hebat darinya. Jika kau mau sedikit saja memahami perasaannya, kalian pasti bisa menjadi teman yang baik. Sampaikan padanya bahwa aku sangat menyayanginya, dan juga teman-teman di sekolah. Walau hanya sebentar aku mengenal mereka, tapi bagiku mereka adalah orang-orang yang menyenangkan.

Ingatlah aku lebih lama, kalau bisa kau harus terus hidup agar terus mengingatku. Maaf kalau aku egois, tapi jangan pernah lupakan sedikitpun kenangan tentang aku ya, Uchiha Sasuke.

n.b. : Maaf kalo aku terlalu puitis, teme! (=.=)a

Aku ingat waktu pertama kali aku membaca suratnya ini. Kesedihan, penyesalan, marah semua hilang seketika. Semua itu tergantikan dengan perasaan yang indah. Memenuhi relung hatiku saat itu juga. Aku tersenyum membacanya, tanpa kehendakku. Bibir ini langsung melekuk sempurna, menggambarkan sebuah senyuman tulus di sana. Hal itu membuatku menyadari bahwa apa yang ia tuliskan itu benar. Kusentuh dadaku, ya, memang ada sesuatu yang hangat disana. Bukan kehangatan yang biasa aku rasakan. Kehangatan ini adalah kehangatan seseorang yang seolah memelukku, namun tidak dapat kurasakan kehadirannya. Terima kasih, Naruto. Kau selalu ada untukku, sekalipun aku melupakanmu. Tidak, aku tidak akan pernah melupakanmu. Itu janjiku padamu. Kisah kita tidak akan pernah berakhir. Akan terus mengiringi bumi ini berputar sampai akhir.

Today, i wander in my memory

I'm pasing around on the end of this way

You're still holding me tightly, even though i can't see you any more

I'm losing my way again

I'm praying to the sky i want see you and hold you more

that i want to see you and hold you more

It can't be if it's not you

i can't be without you

it's okay if i'm hurt for a day and a year like this

it's fine even if my heart's hurts

yes because i'm just in love with you, dobe..

TamaT

Akhirnya~~~ maap ya, makasih ya udah baca fic abal shira ini..

Sampai jumpa di fic shira selanjutnya..m(_ _)m

(gini doang kalimat akhirnya! Dasar author koplak!)