Fanfiction

Title : Blue World

Cast : All Member Super Junior, F(x) and Other

Warning : Don't Like Don't Read, Just Fanfiction Just Imagination. Typo (s). Saya hanya meminjam nama dari karakter yang ada didalam.

Genre : Brothership, Friendship, Fantasi.

Enjoy ^^

.

.

.


.

.

.

Chapter 2

Heechul berdehem kecil seraya memperbaiki Jas dan dasinya. Ini pertama kalinya ia akan melamar pekerjaan dan Rasanya benar-benar mendebarkan. Lebih menakutkan ketimbang menghajar orang sampai babak belur.

Dengan langkah berat ia memasuki sebuah mini market yang cukup ramai jika dilihat dari hilir mudik pelanggan yang masuk dan keluar dengan membawa barang belanjaan. Dia sempat mengerjab hingga akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam mini market dengan langkah yang luar biasa percaya diri.

Pesona nya mengalihkan pandangan semua orang. Wajah tampan kebanggannya membuatnya sedikit sombong dan berjalan dengan wajah angkuh dan Jika ada yang mengenalnya pasti ingin mencakar wajah yang membuatnya sombong tersebut.

Pletakkkk

" Aw~~~Yak"

Heechul memutar kepala ketika ada yang memukul kepalanya dengan sangat keras. Matanya membulat karena Si pelaku itu adalah..

" Kau kesini untuk melamar pekerjaan. Bukan tebar pesona dasar bodoh"

Ingin sekali Heechul merebus Hidup-hidup namja yang memiliki wajah Cantik yang tengah memegang keranjang belanjaan itu. Siapa lagi jika bukan namja yang selalu ia sebut Kakek tua ' Appanya'

Ketika Heechul hendak berteriak langsung saja sang appa menyumpel mulut Heechul dengan Roti Selai yang baru saja hendak ia masukkan kedalam keranjangnya " Jangan berisik" Desisnya " Disini kau tidak bisa berteriak sesuka mu seperti dirumah"

Dengan kasar Heechul mengeluarkan sebungkus Roti yang tersumpal dimulutnya lalu ia lempar dan tepat masuk kedalam keranjang belanjaan appanya " Apa yang kau lakukan disini Kakek tua" Balasnya berdesis dan berbisik.

" Hanya ingin memastikan saja. Kau benar-benar melamar pekerjaan atau tidak?"

Heechul mendesah malas dan bergerak meninggalkan appanya tanpa sopan-santun sama sekali " Dasar kakek tua kurang kerjaan" Inernya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis fikir. Saking tidak percayanya harus sampai mengikutinya seperti ini, bukankah rasanya benar-benar ingin membenamkan Kakek tua itu ke neraka fikirnya kejam.

.

.

.

.

" Eungh~~~" Yesung merasakan nyeri didadanya. Sepertinya dia mendapat firasat buruk tentang keluarganya.

" Tuan Gwenchana?" Luna langsung berubah wujud dan membimbing yesung yang ia lihat seperti tidak dalam keadaan baik-baik saja. Membimbing yesung untuk duduk dan menjentikkan jarinya hingga muncul cahaya kehijauan bersamaan dengan segelas air yang berasal dari sihirnya. Ia angsurkan air itu untuk yesung minum.

Yesung menerimanya untuk melegakan perasaannya yang mulai tak karuan. Dia masih belum tau pasti ini perasaan apa tapi yang jelas ini benar-benar menggangganggu. Padahal ia baru saja sampai di Asrama kampusnya.

" Luna" Panggilnya setelah menghabiskan segelas air penuh.

" Ne tuan?"

" Perasaanku tidak enak sama sekali. Kau pulanglah, Lihat keadaan Appa dan Heechul Hyung" Permintaan yang lebih kearah perintah menurut luna " Aku tidak apa-apa"

" Tapi tuan. Sudah ada Suli disana dan~~ tugasku adalah menjaga tuan disini"

" Tidak luna~~ cepat pulang dan lihat keadaan hyung dan Appaku" Yesung semakin meremas dadanya karena sesaknya terasa sangat berbeda. Namja manis itu bergerak ke atas ranjang untuk membongkar isi tas nya untuk mencari sesuatu hingga ia menemukan ponselnya. Dengan cepat ia mencari nomor keluarganya yang bisa ia Hubung dan ketika tersambung hatinya benar-benar terasa lapang.

Tu~~t

Klek

' Yeoboseyo yesung-ie'

Yesung membuang nafas ketika suara Hyungnya terdengar begitu ceria dan~~sepertinya tidak ada seuatu yang buruk terjadi pada hyungnya tersebut.

" Hyung~~" Sapa yesung.

'Yesung-ie~~ baru sebentar berpisah aku sudah sangat merindukanmu'

Yesung tersenyum dan sudah pasti hanya luna yang bisa melihat senyumnya disini " Aku juga sangat merindukanmu dan Appa hyung. Appa mana?"

' Kakek tua itu sedang memberi makan anaknya'

" Anak?"

' Pedang Angel!' Yesung mendegar dengan sangat jelas helaan nafas hyungnya ' Semenjak pulang tadi kulihat dia begitu asik membelai-belai pedang pusaka itu'

Dahi yesung berkerut karena sepertinya tak hanya dia saja yang merasakan firasat buruk tapi Appanya juga. Namja manis itu tercenung yang membuatnya melupakan Heechul sejenak.

' Yesung..' Panggil heechul namun yesung masih diam dalam posisinya, fikirannya kacau dan melayang entah kemana ' Yesung-ah! YESUNG'

Yesung terlonjak karena lengkingan Heechul yang membuat kupingnya menjadi sakit " Ya! Aku masih disini hyung" Kesalnya seraya mengusap telinganya yang berdengung dan menyakitkan " Menyebalkan sekali"

' Dasar bodoh, siapa suruh kau tak menghiraukanku! Ah iya, kau baru sampai ya? Pasti sangat melelahkan?'

" Tidak juga hyung! Sudah dulu ne hyung~~ sampaikan salamku pada Appa. Katakan aku mencintainya" Dan tersenyum lagi diakhir kata yang ia ucapkan " Aku juga mencintaimu"

' Iya Dongsaengku yang paling manis sedunia~~ aku juga mencintaimu. Jaga kesehatanmu arrachi'

" Ne Hyung, kau juga"

Setelah menutup line telponnya, Yesung memandang Luna yang sejak tadi begitu asik memperhatikannya.

Peri cantik itu tersenyum lembut " Tidak ada apa-apa kan tuan?" Tanya nya dan dibalas senyuman paling tulus oleh Yesung " Ya sudah sebaiknya tuan beristirahat biar aku sa"

Klek

Zrrinnnnggggg

Luna langsung berubah wujud ketika ada yang membuka pintu dan masuk kedalam kamar Yesung. Sepertinya Yesung akan mendapatkan teman baru.

" Hi!" Sapa Seseorang itu, tersenyum manis dan~~ dilihat-lihat dan semakin dalam dilihat parasnya sangat cukup untuk dikatakan (?) Tampan " Lee donghae Imnida" Sambungnya seraya meletakkan barang-barang bawaannya diatas ranjang yang kosong, tepat disebelah ranjang Yesung.

Tapi~~ tunggu dulu. Dikamar ini ada 3ranjang dan, berarti ada seorang lagi yang belum datang.

" Anyeong, Donghae-sshi. Kim Yesung Imnida" Senyum Yesung membalas sapaan Donghae " Huh?" Perhatian Yesung teralih pada sebuah benda pajang yang berbalut sutra berwarna Biru.

Donghae mengikuti arah pandang Yesung dan tertawa kecil " Ini" Ia angsurkan benda panjang itu kewajah Yesung " Ini pedang warisan Harabeojiku dan akan kugunakan untuk melindungi Kerajaan Blue World suatu saat nanti"

" Blue World" Beo Yesung dan Wajahnya berubah menjadi serius " Kau?"

" Aku masuk kesekolah ini untuk menjadi Prajurit Kerajaan Blue World yang sekarang dikuasai Oleh Ratu Victoria." Potong Donghae dan mengembalikan Benda panjang bersarung sutra nya ke atas tempat tidurnya " Aku Yakin Yang Mulia Raja Jungsoo suatu hari nanti akan merebut kembali Kerajaan Blue World dan mengembalikannya seperti dulu, Seperti saat Harabeojiku masih menjadi prajurit setianya"

Nafas Yesung tercekat mendengar Celotehan Donghae yang pasti segalanya itu sangat erat berhubungan dengan dirinya " Ta-tapi aku tidak pernah tau di Universitas ini ada pelatihan Seperti itu?"

" Heum~~ Sebenarnya itu rahasia dan sangat tertutup untuk orang-orang yang terpilih saja. Tapi karena kau temanku, aku tak ingin diantara kita ada rahasia" Donghae duduk disisi Yesung dan merengkuh lembut bahu Yesung " Kita berteman kan?"

" Teman?"

" Ne, teman"

Yesung tersenyum manis hingga menenggelamkan mata sipitnya " GamsahThankyu, Hae-ya!"

" Heuh? Bahasa apa itu?"

" Haha! Appaku sering mengatakan itu jadi ya aku ikuti saja hohoho" Merekapun tertawa bersama

Tapi dalam tawa itu ada sesuatu yang menari-nari diatas kepala Yesung. Prajurit, pelatihan Khusus. Kenapa dia sama sekali tidak tau tentang itu dan Appa nya juga tak pernah mengatakan apapun tentang itu.

Klek

Tawa Donghae dan Yesung terhenti saat ada seorang lagi yang masuk kedalam kamar yang mereka Huni. Namja yang tak kalah tampan dari Donghae. Wajahnya datar, tanpa senyum dan terlihat sangat dingin. Hidung mancung dan rahang yang begitu tegas membuatnya terlihat begitu mempesona. Donghae dan Yesung hanya mengikuti namja itu dengan mata mereka saat namja itu melangkah ke arah ranjangnya tanpa memandang mereka, mungkin dia bukan seperti donghae yang terlalu ramah terhadap orang yang baru ia kenal.

Srrrreeett

" Tak perlu memandangku seperti itu" Namja tampan itu berkata sambil mengeluarkan barang-barang dari dalam tasnya " Kalian berdua terlihat bodoh" Ia palingkan wajah untuk melihat ke arah Donghae dan Yesung, matanya tajam dan berkilat.

" Kau~~ Kibum ya?" Donghae beringsut bergerak dari posisi duduknya, menghampiri namja yang ia sangka bernama Kibum tersebut " Wah! Kau tidak ingat aku? Kita kan waktu itu mengikuti Tes pertarungan bersama-sama"

Namja tampan berwajah dingin tadi melirik donghae dengan ekor matanya " Oh" Sahutnya pelan

Yesung hanya mengerjab memperhatikan kedua namja itu ' Apa dia juga akan menjadi Prajurit Khusus' Inernya.

' Akan ada 3prajurit lagi tuan' Suara bathin Luna dan sudah pasti hanya Yesung saja yang mendengarnya ' Aku dengar dari Kristal kalau Akan ada 5 Prajurit Khusus yang akan melawan Ratu Victoria bersama dengan Dua pangeran jika waktunya sudah tiba nanti'

' Kenapa aku sama sekali tidak tau?' Yesung membalas Suara bathin Luna dengan suara bathinnya juga

' Belum saatnya untuk tuan tau, tapi~~ waktunya sudah dekat dan'

'Huh?'

'Maaf tapi Bukan Hak Hamba mengatakan hal itu pada tuan, biar Yang Mulia Raja Jungsoo yang menyampaikan pada Tuan ketika waktunya telah tiba'

" Yesung-ah?"

" N-ne?" Yesung terlonjak karena teriakan donghae yang sesungguhnya tak terlalu keras.

" Apa kau bukan salah satu Mahasiswa yang Juga akan melakukan pelatihan menjadi Prajurit Khusus Blue World?"

" I-itu"

" Cih, namja sepertinya tentu tidak bisa menjadi prajurit dasar bodoh" Potong Kibum seraya menjitak keras kepala donghae " Kau lihat saja badannya kecil, tangannya juga kecil. Ck, yang ada nanti dia akan merepotkan saja" Namja tampan itu berucap dengan sangat sombong.

Donghae meringis tidak enak ketika melihat raut wajah Shock yang Yesung perlihatkan. Bukankah ucapan Kibum terdengar seperti Sebuah Hinaan?

Klek

Pintu kembali terbuka hingga perhatian mereka semua kembali teralih pada seseorang yang mengenakan pakaian yang kalau bisa ditebak sepertinya dia bukan salah satu dari mereka. Terlihat lebih Formal.

Namja yang cukup tampan diusianya dan terlihat cukup dewasa. Ia bersandar di didinding memperhatikan namja-namja yang sebentar lagi akan menjadi anak didiknya " Kalian bertiga Ikut aku" Perintahnya.

" Aku juga?" Yesung bertanya dengan seribu kebingungan karena dia masuk kesini bukan untuk menjadi prajurit tapi belajar seperti manusia-manusia normal pada umumnya " Ta-tapi aku tidak seperti mereka"

" Yesung-sshi! Kau spesial disini, tidak hanya menjadi mahasiswa umum tapi kau juga harus ikut pelatihan Khusus"

" Heuh?" Donghae dan Kibum langsung menatap Yesung tidak percaya. Mereka salah dengarkah? Special maksudnya apa? Bahkan namja ini sama sekali tak pantas untuk dijadikan prajurit. Dia pasti sangat lemah, ckckck.

" Kita tidak punya banyak waktu. Ikut aku sekarang" Perintah Tegas dari pembimbing mereka.

" NE!" Sahut mereka bertiga Kompak.

.

.

.

Heechul mendesah karena Bosan. Dia tidak diterima bekerja karena ketika dihari pertama bekerja ia malah membuat keributan di Mini Market ditempat dia melamar pekerjaan kemarin dan~~ dengan sangat tidak hormat dia langsung didepak dari pekerjaannya.

Tidak ada adik yang bisa ia jahili. Bahkan Appanya pun terlihat tidak terlalu ceria beberapa waktu ini membuatnya benar-benar hampir mati karena bosan.

Sreeeeiinnggggg

Mendengar suara pedang yang dikeluarkan dari sarangnya membuat perhatian Heechul teralih kebelakang. Lagi-lagi pedang itu yang jadi bulan-bulanan Appanya. Kenapa? Sebenarnya apa yang mengganggu fikiran Appanya sekarang.

" Ini aku serahkan padamu"

Heechul menerima pedang Appanya dengan ragu " Untuk Apa?" Tanya nya bingung " Bukankah ini milik appa?"

' Cih, tumben sekali kau memanggilku dengan manis seperti itu"

Heechul memutar bola matanya malas mendengar gerutuan Appa nya.

" Aku serahkan padamu dan Kewajibanmu adalah menjaganya. Menjaga dengan sepenuh hatimu, menyerahkan separuh hatimu padanya, dan jangan pernah biarkan dia terlepas dari genggamanmu mengerti"

" Ta-tapi"

" Aku percaya dengan kekuatan yang kau miliki, Anakku"

Heechul memandangi pedang yang diselimuti dengan Cahaya Biru yang begitu indah, pedang ini benar-benar mempesona fikirnya " Sebenarnya apa yang akan terjadi?"

Zlasshhhhhhhhhhhhhhh

Angin bertiup dan muncul seorang peri dengan balutan Cahaya Merah muda yang sangat cantik, dia peri Bumi.

" Yang Mulia, Saya disini untuk melindungi Anda dan Pangeran" Peri itu berlutut hormat dihadapan Jungsoo " Seperti yang diperintahkan pada Saya"

" KYA~~SULLY! Apa maksudnya kau akan menguntitku setiap hari, Oh NO! Heechul berteriak Heboh, matanya berkilat dan berubah warna menjadi kebiruan " Aku tak memerlukan perlindungan dari siapapun"

Peri yang bernama sully itu menatap malas tuan mudanya yang memang sangat menyebalkan ini. Sesungguhnya dia pun malas berurusan dengan Heechul dan tentu saja jika boleh ia lebih memilih bertukar posisi dengan Luna.

Appa Heechul menggeleng-gelengkan kepala " Heechul-ah, aku tau kau sangat kuat. Tapi kau tetap harus berada dalam pengawasan Sully selama kau menjalani pelatihan Khusus"

" Pelatihan Khusus?" Beo Heechul

" Sully akan mengantarkanmu ke Saphire Blue!" Appa Heechul menatap sulli dan Peri cantik itu membalas tatapan Appa Heechul dengan anggukan mantap " Kupercayakan dia padamu, Sulli"

" Ne, Yang Mulia Raja Jungsoo" Patuh Sulli.

Boooomhhhh

Peri Cantik itu merubah wujudnya menjadi Seekor Kucing raksasa yang memiliki sayap " Naiklah. Tuan. Sulli akan mengantar tuan sampai ke tujuan"

Heechul masih belum bisa mencerna segalanya. Diwariskan pedang, mengikuti pelatihan Khusus dan~~ ke Saphire Blue. Bukankah tempat itu? " Appa, Saphire Blue?"

" Kau akan bertemu dengan Yesung dan menjalani pelatihan Khusus bersamanya! Tapi tak ada seorangpun yang tau siapa kalian berdua kecuali, Kim Youngwoon. Dia prajurit setia yang sekarang memimpin Saphire Blue menjadi Kepala Rektor disana"

"Ta-tapi bukankah Yesung?"

" Dia special, menjadi Mahasiswa umum dan Ikut pelatihan Khusus untuk mengendalikan kekuatan yang ada didalam dirinya. Berbeda denganmu dan beberapa orang yang hanya menjalani pelatihan Khusus saja"

" Lalu kau disini dengan Siapa? Aku takut kalau kau sendirian akan sangat berbahaya" Baru kali ini Heechul bertanya tentang keselamatan Appanya dan itu tulus karena sesungguhnya ia menyayangi orang tua tunggalnya tersebut.

" Aku Raja kau ingat? Dan lagi pula yang Victoria incar adalah kalian, Pangeran Blue World, anak-anakku yang nanti salah satu dari kalian akan jadi pengantinnya. Ikutilah pelatihan itu dengan Baik dan rebut Blue World kembali ke tangan Kita"

Heechul menggenggam pedang Angel dengan sangat erat " Ne Appa!" Angguknya mantap lalu ia putuskan untuk naik ke atas punggung Sully " Kajja, Sulli kita berangkat" Ucapnya seraya menepuk kepala sully dengan sarung pedangnya " Kau sekarang dibawah perintahku haha"

Ha~~h! Masih suka seenaknya Fikir Sulli

Zwwwwiinnnggggggggggg

Secepat Kilat Sulli membawa Heechul terbang.

" Yiha~~~~~ Aku terba...ng!" Teriak Heechul kegirangan.

.

.

.

.

" Kim Yesung, Lee Donghae, Kim Kibum, Amber, Lee Hyukjae, ShindongHee" Sang pembimbing menyebutkan nama para anak didiknya satu persatu. Orang-orang terpilih yang akan menjalani pelatihan Khusus yang nantinya akan mendampingi para Pangeran untuk merebut kembali kerajaan yang telah lama di Kuasai oleh seorang Ratu dari Ratunya Iblis, Ratu Victoria.

" NE SEONSAENIM!" Sahut mereka antusias

" Kalian adalah orang-orang terpilih yang akan menjadi Prajurit untuk Melawan Ratu Victoria bersama Dua Pangeran Blue World yang kini telah menginjak Usia 17tahun!" Seonsaenim itu membuang arah pandangannya ke arah yesung " Kalian nantinya akan bertugas melindungi para pangeran dari Incaran ratu Victoria dan akan bertarung bersama Kedua pangeran untuk merebut kembali kerajaan Blue World"

" Ta-tapi aku tidak pernah ikut ujian tes masuk untuk menjadi Prajurit" Sahut Yesung membuat semua yang berada disana mengalihkan perhatian padanya.

Seonsaenim mengernyit " Tapi Rektor Kim Bilang padaku kau salah satu yang akan mengikuti pelatihan Khusus dan Ada satu lagi yang belum datang. Dia juga akan melakukan pelatihan Khusus tanpa mengikuti ujian tes masuk menjadi prajurit"

" Cih, mana bisa begitu!" Timpal Kibum tak suka " Kami mengikuti tes masuk dengan mempertaruhkan nyawa dan seenaknya saja mereka masuk tanpa ujian masuk sama sekali"

" Tapi ini sudah menjadi keputusan rektor Kibum-sshi" Sahut seonseinim.

Mata Kibum berkilatanan ketika memandang yesung. Dia benar-benar tidak terima dengan keputusan yang tidak adil tersebut. Namja tampan itu mengeluarkan sesuatu dari pergelangan tangannya yang membuat mata para siswa yang mengikuti pelatihan Khusus termasuk yesung membelalak. Sebuah Samurai besar yang sangat kilat dan tajam.

Srekkkk

" Tunjukan padaku kehebatanmu sehingga kau bisa dengan mudah masuk pelatihan Khusus tanpa mengikuti ujian tes masuk sama sekali" Ia sampirkan samurainya dileher Yesung.

'Tuan muda' Ucap Luna membathin

' Jangan Khawatir, aku bisa mengatasinya' Balas Yesung ikut membathin.

" Hae-ah, bolehkah aku meminjam pedangmu?" Yesung menoleh dan tersenyum pada donghae yang sontak membuat donghae merona ketika melihat senyum itu, benar-benar manis fikirnya.

" I-itu. Bo-boleh Yesung-ah" Donghae menyerahkan Pedang Warisan harabeojinya pada Yesung.

" GamsaThankyu ne" Ceria Yesung yang lalu menerima pedang milik donghae dan membuka sarangnya dengan begitu pasih, seperti sudah terbiasa memegang senjata seperti itu.

Klek

" Ne Kibum-sshi" Tantang Yesung memasang kuda-kuda.

Dan pertarungan benar-benar terjadi. Seonsaenim dan yang lainnya hanya memperhatikan saja pertarungan itu. Bunyi denting besi yang salit bersahutan, gerakan lincah mereka yang benar-benar seimbang.

Kibum tak pernah menyangka Yesung yang terlihat lemah bisa mengimbangi kekuatannya. Apa ini, dia bahkan kewalahan membalas setiap serangan yesung yang bertubi-tubi padanya. Shit, aku salah menganggap namja ini lemah, iner Kibum.

Srriiiiiiing, ting, ting, ting.

Yesung masih mampu tersenyum manis saat ia membalas samurai kibum dengan pedang yang ia pinjam dari Donghae. Dan entah sihir apa yang membuat Kibum lengah hingga samurainya terpental ketika berusaha menahan serangan Yesung, dan ia pun ikut jatuh namun tak sejauh samurainya.

Sreeeekkkkkkkkkkk, Traannnkkkkkkkkkkkkkk, tek, tek

" Hosh, hosh, hosh~~"

Tepuk tangan Riuh mengiringi kemenangan yesung membuat namja manis itu meringis seraya mengusap tengkuknya lalu ia ambil semurai Kibum dan mengembalikan pada pemiliknya " Ini milikmu, Kibum-sshi" Senyum yesung.

Kibum merebut samurai miliknya dengan sangat kasar dan mengembalikan samurai itu kedalam pergelangan tangannya " Kali ini aku kalah, tapi lain kali tidak akan" Desisnya tajam.

Yesung tersenyum lagi yang lalu mengulurkan tangannya berniat membantu Kibum untuk berdiri " Ne! Aku akan menunggunya" Sahut Yesung ceria. Namja manis itu menghampiri donghae dan mengembalikan pedang donghae tanpa melepaskan senyuman dibibir pulmnya " Ini donghae-sshi. Gomawo ne!"

" Yesung kau hebat sekali" Pekik donghae girang " Aku tidak menyangka ternyata kau sehebat itu dan tadi aku lihat bola matamu berubah kehijauan sebentar"

Degh

" Ka-kau melihatnya"

" Hanya sebentar saja dan kau benar-benar luar biasa. Kapan-kapan ajari aku Oke" Donghae merengkuh bahu yesung dan mengguncangnya pelan.

" N-ne Donghae-ah. Hehe"

Kibum melirik dua sahabat barunya itu dengan ekor matanya. Ini bukan hal yang bisa ia sepelekan, namja ini kelihatannya saja lemah tapi dia bisa mengelabui semua orang fikir kibum. Siapa dia? Dan donghae benar, tadi Kibum sempat terpaku karena bola mata yesung yang berubah menjadi kehijauan walaupun hanya sebentar saja.

" Kibum-ah?" Yesung memiringkan wajahnya tepat dibawah wajah Kibum yang tertunduk membuat namja itu terlonjak dan mundur beberapa langkah dari posisi berdirinya " Kau juga sangat Hebat~~ kapan-kapan kita latihan bersama Arrachi"

Wajah Kibum memerah karena malu dan namja tampan itu mencoba menarik sudut bibirnya membentuk ukiran senyuman yang tengah ia paksakan " N-ne" gugupnya.

" Semuanya sudah selesai dan~~ Kibum-sshi, kau harus lebih merendahkan hatimu untuk tak terlalu meremehkan Orang lain" Seonsaenim kembali angkat bicara karena semua perhatian sempat teralih darinya " Aku pembimbing kalian mulai hari ini. Tidak hanya aku, ada dua Seonsaenim lagi setiap harinya. Cho Seonsaenim pembimbing kalian dalam menggunakan Senjata, Lee Seonsaenim pembimbing kalian dalam pengendalian kekuatan bawaan kalian masing-masing."

" Seonsaenim sendiri pembimbing apa?" Sela Amber.

" Aku pembimbing~~"

Ke enam mahasiswa itu menunggu dengan was-was jawaban dari seonsaenim mereka ini

" Aku pembimbing kalian dalam hal mengendalikan perasaan, lebih bisa menahan diri dan amarah. Membuat kalian menjadi petarung yang tak hanya mengandalkan emosi kalian tapi harus dengan kekuatan yang dibarengi dengan hati yang tenang dan lapang. Kim Ryeowook imnida " Senyum seonsaenim yang bernama Ryeowook tersebut " Usiaku sebenarnya beberapa tahun dibawah kalian, tapi aku telah lulus pelatihan Khusus pada usiaku yang ke 13 tahun"

" MWO?" Teriak keenam namja itu bersamaan.

" Hehe! Dan yang tadi membawa kalian kesini adalah Appaku, Rektor Kim Youngwoon"

" Seonsaenim lulus di usia ke 13, wah Daebagg" Sahut donghae bertepuk tangan diikuti Mahasiswa yang lainnya juga " Mohon bimbingannya Seonsaenim"

" Ne! Kalian semua harus bekerja sama, demi kerajaan Blue World" Yakin Seonsaenim muda itu.

Semua mahasiswa yang memiliki senjata menggenggam senjata mereka masing-masing dengan sangat erat " NE SEONSAENIM, DEMI KERAJAAN BLUE WORLD!" Sahut mereka antusias.

Yesung tersenyum seraya memandangi seluruh teman barunya ini. Dia yakin dengan kekuatan mereka semua bisa merebut kembali apa yang telah direnggut dari mereka. Kelima Prajurit yang sangat tangguh dilihat dari senjata yang mereka pegang.

.

.

.

Drapp drapp drapppp

Pluk

Seseorang menepuk pundak Yesung membuatnya terlonjak dan langsung menoleh kebelakang " Eh, Amber-sshi. Gwenchana?" Tanya nya pada amber yang masih mengatur deru nafasnya yang terengah-engah karena habis berlalri mengejarnya.

Amber menjentikkan jemari hingga muncul sesuatu seperti senjata yang biasa kita sebut Pistol " Ini, ada yang menitipkan ini padaku tadi dan harus kuberikan padamu karena kau tidak memiliki senjata apapun untuk bertarung"

Yesung menerima dua pistol itu dengan bingung. Siapa yang memberikan ini padanya? Baik sekali fikirnya " Nuguya?"

" Cho Seonsaenim!"

" Huh?"

" Dia bilang tidak ingin ada satupun mahasiswanya yang tak memegang senjata ketika dia memberikan bimbingan nantinya makanya ia berikan ini untukmu"

Yesung menganganggukkan kepalanya " Oh begitu"

" Ne! Dan ini properti pribadi miliknya jadi kau harus menjaga nya Arrachi" Amber tersenyum manis dan tentu yesung membalas senyuman amber dengan senyum paling manis yang ia miliki

" Ne! Gomawo"

" Ya sudah aku kembali kekamarku dulu! Sudah malam, beristirahatlah" Amber berbalik dan kembali berlari meninggalkan yesung.

Namja manis itu menimang-nimang senjata barunya ' Cukup menarik' Fikirnya ceria " Pistol yang sangat bagus! Kuberi kau nama Guixian, hehe" Yesung mencium dua pistol itu lalu ia putuskan untuk kembali kekamarnya.

Tanpa ia tau ada yang mengintipnya dari balik pilar " Syukurlah kalau kau menyukainya pangeran" Lirih orang itu lalu ia pun ikut pergi dari sana.

~TBC~

Wooawwww Dikit Amat Reviewnya~~ #getok kepala sendiri. Ya ia lah udah pada Koment di fb wkwkwkwk.

Semoga Chap duanya gak membuat kecewa ya huhuhu