Les bersama cowok cowok tampan

.

.

.

.

Disclaimer : Diabolik Lovers © By Reject

Ehm, setelah Yuka-chan lihat lihat ternyata judul fanfic ini lumayan panjang yak

Halo semua, sudahkan kalian memuja paha ayam hari ini wkwkwkw. Kembali bersama saya Author Yuka Dewantari yang akan menemani hari kalian dengan fanfic buatan saya yang luar biasa apik dan keren ( Halah )

Kadang Yuka-chan ingin segera fanfic selesai mencapai ending yang sudah Yuka-chan tentukan sebelumnya namun entah kenapa selalu saja masih ingin mengembangkan cerita. Tapi tenang saja Yuka-chan tidak akan membuatnya sampai chapter belasan atau belasan. ( Karena masih ada fanfic yang antri lainnya juga waktu yang terbatas )

Semoga kalian menikmati new harem reverse disini yak

Oke itu saja sih yang bisa saya sampaikan langsung saja scroll kebawah guys

.

.

.

.


Sehari setelah melewati hari yang hampir membuat Yui serangan jantung karena dibuat jengkel oleh kehadiran Ayato di tempat lesnya.

Kalo tidak karena impiannya dan biaya yang sudah dikeluarkan oleh ayah dan ibunya mungkin Yui akan memilih kelas lainnya dibanding harus sekelas sama mantan gebetannya, Ayato yang pernah membuat menangis dan trauma.

Namun, Yui segera bepikir postif dan berusaha untuk tidak memikirkan mantannya tersebut dan mencoba fokus belajar disini untuk nilai UNnya nanti.

Saat Yui sedang melamun di kelas, Reiji-sensei akhirnya datang sambil membawa beberapa buku pelajaran dan tas laptop, "Baiklah karena kemarin saya lupa membacakan peraturan kelas ini pada Yui sebagai murid baru disini. Oleh sebab itu saya akan membacakan sekali lagi sekarang. Mohon diperhatikan baik baik" ucap Reiji-sensei sambil membenarkan kacamatanya.

Peraturan kelas, tentu saja hal ini membuat Yui penasaran. Ia kira tidak ada peraturan di kelas ini. Diikuti Shuu yang menguap dan tiduran di mejanya, Reiji mulai membaca...

"Pertama, para murid tidak boleh saling membully atau mengintimidasi teman sekelas di ruangan ini"

"Kedua, wajib membawa kartu pengenal khusus untuk dapat masuk ke kelas ini. Untuk Yui, saya akan memberikan kartu untukmu setelah selesai bimbingan ini" ucap Reiji memandang Yui diikuti anggukan gadis itu.

"Ketiga, disini tidak boleh mencontek saat test sedang berlangsung" Yui melihat kanan kirinya, mereka terlihat santai dengan peraturan ketiga.

"Keempat, kalian harus sopan dan santun terhadap tentor disini, jika menurut saya Yui bisa melakukannya dan semuanya, kecuali Ayato-kun" kata Reiji-sensei sambil menatap sinis ke arah Ayato yang membalasnya dengan senyuman usil.

"Kelima, disini boleh mengenakan pakaian bebas kecuali seragam sekolah"

"Keenam, harus menjaga fasilitas yang sudah disedikan sebaik mungkin"

"Ketujuh, peraturan baru dan sangat penting untuk kalian semua para murid kelas super" perkataan Reiji barusan membuat mereka semua memandang ke arah guru megane tersebut tanpa terkecuali.

"Berhubung sudah ada Yui disini, untuk dapat fokus belajar dan meningkatkan mutu kelas ini. Kalian semua tidak boleh pacaran di kelas ini. Apalagi kalian tahu sendiri kalau guru kalian ini masih jomblo, hehehehe" sambung Reiji lalu tertawa cekikik di belakang.

Awalnya suasana yang tadinya tegang berubah menjadi ricuh lalu guru berkacamata itu dihajar habis habisan oleh Ayato dan kawan kawan kecuali Shuu yang tidur, dengan bermacam macam sobekan kertas diremas dan alat alat tulis lainnya.

Lalu mengejek guru mereka tersebut dengan bermacam macam kata serapah, kecuali Yui yang hanya sweetdrop melihat tingkah teman teman lesnya tersebut. Ia berdoa agar ia bisa bertahan di tempat ini.

.

.


.

.

Yui bersiap menuju tempat lesnya, ia melihat jadwal lesnya hari ini pelajaran matematika. Ehm, ia penasaran siapa gurunya nanti. Sampai di kelas ia ditatapi oleh para pehuni kelas tersebut. Yui menghelas nafas sambil mengumpulkan keberaniannya dan dengan langkah cepat menuju bangku tempat duduknya.

Jujur ia merasa kurang nyaman, setelah mengetahui dirinya hanya perempuan sendiri disini. Jika tidak karena fasilitas yang luar biasa yang sayang jika tidak digunakan mungkin Yui akan memilih tempat les lainnya malahan kembali ke les privat di rumahnya seperti biasa.

Sambil menunggu ia memandang sekeliling, pertama ia memandang Kanato yang terlihat murung dengan wajah anehnya sambil membaca buku di meja membuat Yui yang ingin menyapanya menjadi canggung dan mengurungkan niatnya. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke kanan melihat Laito sedang bermain HP membalas chat sesekali tersenyum pada Yui.

Subaru sedang memandang keluar jendela sambil menikmati AC diatasnya sesekali membaca buku catatan, Shuu seperti biasa tiduran di sofa kelas dengan nyamannya. Sedangkan Ayato masih belum datang.

Yui merasa bahwa setelah peraturan baru tersebut, membuat para cowok ini berubah yang awalnya mengajak bicara terus sekarang menjadi diam seketika kelas ini menjadi suram. Gadis itu tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sehingga membuat kelas yang awalnya kemarin ricuh menjadi diam seperti tempat kuburan.

Sampai seseorang membukaan pintu dan masuk ke dalam kelas, terlihat seorang wanita cantik bertubuh semok, memiliki rambut ungu sama seperti Kanato digelung, dengan riasan di wajahnya.

"Baiklah anak anak, seperti janji kemarin, sekarang kita Ulangan matematika ya" seketika petir menggelegar di luar kelas. Hampir semua jantung murid di kelas tersebut berdegup kencang mendengar suara dari yang tidak lain adalah tentor mereka bernama, Cordelian Violent.

Wanita tersebut mengajarkan mata pelajaran matematika. Setelah berkata demikian Cordelia menyambut Yui dan berharap Yui bisa nyaman di kelas super ini. Meskipun terlihat liar namun Cordelian sangat ramah pada Yui, gadis ini bersyukur masih ada tentor cewek mengajar jadi ia tidak perempuan sendiri disini

Sebelumnya. Laito pernah berkata pada Yui bahwa ada satu guru kesayangan kami dengan senyuman dan memiliki pesona memukau dan guru itu bernama Cordelia-sensei. Kini Yui menjadi merasa aneh dengan laki laki disampingnya tersebut.

Yui tentu saja kaget mendengar ulangan Mat mendadak, meskipun Yui termasuk rajin namun jika dihadapkan dengan tes mendadak. Sepintar siapapun itu, akan merasa deg degkan. Malah semalam, Yui belajar IPA di rumah.

"Oh..., jadi mereka semua diam gara gara ini to" batin Yui menyadari alasan cowok cowok di sekitarnya mengeluarkan aura seram dan ketakutan gara gara Ulangan guru ini.

Beragam reaksi muncul setelah melihat kedatangan Cordelia-sensei tersebut dan mendengarkan bahwa hari ini ulangan matematika, Shuu masih memandang catatan, Laito memandang genit guru di depannya tersebut, Kanato menatap tajam ke arah depan dengan keringat bercucuran, sedangkan Subaru terlihat berpikir keras menghafal rumus di catatannya sambil emosi.

"Langsung saja kita ulangannya ya, tenang saja kok, soalnya cuman 50, dikerjakan semuanya dalam waktu satu setengah jam ya..." perintah Cordelia sambil mengambil kertas ulangan dari tasnya. Yui kaget lagi, ia membayangkan mengerjakan matematika 50 soal dalam waktu singkat seperti itu.

"Oh ya, hampir lupa, ulangan matematika ini KKMnya seperti biasanya 90 ya, kalau kurang nanti kalian tidak boleh pulang dulu dan harus menerima bimbingan tambahan dari sensei" sambung Cordelia sambil membagikan soal ulangan. Mata Yui langsung memutih seketika dengan mulut menganga sedangkan yang lainnya menundukkan kepala semuanya pasrah sedangkan Laito masih tersenyum.

Mereka masing masing melihat soal yang dipegangnya, ternyata soalnya modelnya dari gampang sampai terakhir sangat susah bahkan hampir mendekati materi SMA. Membuat Yui dan lainnya hanya bisa memoloti soal tersebut, kemudian mau tidak mau mereka harus mengerjakan soal neraka tersebut.

.

.


.

.

Setelah satu jam lebih 20 menit, Ayato akhirnya datang dengan gaya badboynya berjalan ke dalam kelas dengan santainya, kemudian Cordelia memberikan soal ulangan padanya.

Terlihat Ayato menghela nafas lalu langsung duduk di bangkunya. Yui melihat waktu yang sedikit, mantan gebetannya itu malah ingin mengerjakan ulangan padahal dirinya sendiri masih masih belum selesai mengerjakan semuanya.

"Gila amat tu anak, apa dia sengaja mau remedi?" batin Yui sambil terus menghitung di kertas orek orekan.

Selesai mengerjakan ulangan, semuanya langsung merebahkan badan mereka. Yui menaruh kepalanya diatas meja, Kanato sudah berkeringat banyak, Laito masih santai sambil bermain handphone, Subaru sudah tiduran di lantai, Shuu tidur lagi di sofa, sedangkan Ayato dengan senyum nakalnya terus mengejek Yui di depannya sambil bersiap siap pulang.

"Anak baru tidak akan mendapat nilai sempurna" ejek Ayato membuat Yui minder dan cuman pasrah dengan nilai matematikanya nanti. Ia sudah siap misalnya ia akan pelajaran tambahan

Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mencocokkan jawababan, Cordelia-sensei sudah selesai menilai hasil perkerjaan mereka. Kemudian Guru itu membacakan nilai nilai mereka.

"Nilai ulangan matematika kalian, Shuu 89, Laito 92, Kanato 90, Subaru 86, Yui 80, dan terakhir Ayato 100. Berarti Shuu, Yui, dan Subaru kalian harus mengikuti pembelajaran tambahan" Yui melirik Ayato tak percaya, ia mengira laki laki itu akan remedi sama dengan dirinya namun Ayato mendapat nilai sempurna disini.

"Aah hampir sedikit lagi" ujar Shuu lalu menghela nafas panjang

"Ciih.., Sialan tentor killer, kuhabisi kau. gara gara kau aku tidak bisa latihan lagi" batin Subaru jengkel, ia sebenarnya ada latihan untuk basket habis les ini namun harus tertunda lagi gara gara harus mengikuti pelajaran tambahan padahal ia sudah berusaha belajar agar diatas KKM.

Sesuai dengan peraturan Cordelia-sensei. Yui, Subaru, dan Shuu harus mengikuti pelajaran tamabhan lagi meskipun nilai mereka sudah sangat sempurna untuk anak SMP kelas 3 awal. Yui menyesali dirinya tidak belajar matematika kemarin.

Kemudian Ayato, Laito, dan Kanato pulang duluan.

"Sampai jumpa ya Yui-chan, semoga kau dapat mengerjakan materi tambahannya ya, juga sampai jumpa minggu depan Cordelia-sensei"pamit pulang Laito ke Yui dan tentor matematika tersebut. Yui hanya mengangguk sedangkan Cordelia hanya tersenyum tipis sambil melipat tangannya.

Kanato langsung keluar kelas, sedangkan Ayato masih terus mengejek Yui sampai dirinya keluar dari kelas tersebut. Kini suasana kelas menjadi hening kembali, tinggal tiga murid tersisa disini.

"Baiklah sekarang, yang duduknya belakang, mohon duduknya di depan ya" pinta Cordelia sensei sambil menuliskan rumus matematika di papan tulis.

Shuu bangkit berdiri dan duduk di samping kiri Yui sedangkan Subaru dengan ogah ogah duduk disamping kanannya. Sekarang Yui diampit oleh dua laki laki tampan berbeda warna rambut tersebut.

.

.

.

.

Bersambung Chapter selanjutnya

Berapakah nilai terendah nilai matematika kalian?

Kalau Yuka-chan sih, pokoknya jeleklah jangan ditanyalah.

Baiklah chapter 2 selesai juga, wah awal chapter sudah langsung disuguhi ulangan matematika sulit oleh tentor tersayang kita Cordelia-sensei. Dan akhirnya Shuu, Subaru, dan Yui harus mengikuti pelajaran tambahan karena nilai mereka belum mencapai KKM 90 ( Aduh susah amat yak )

Bagaimana mereka mengikuti pelajaran tambahan tersebut? Dan agak spoiler dikit, chapter selanjutnya udah mulai route salah satu dari Shuu atau Subaru. Jadi tunggu chapter 3-nya yak.

Oke Yuka-chan sudahkan dulu sampai sini. Jangan lupa favorite, follow, dan review nih fanfic biar makin berfaedah okee. Arigatou Minna.