Fic ini author persembahkan untuk semua author yang senior dan para readers sekalian yang mau menunggu M-_-M
dan tidak lupa kepada Nisa-chan yang sudah membuat fic ini :)

Happy reading ^O^/ XD

Desclaimer : Masashi Kishimito

Rate : T

Pair : SasuXNaru

Genre : Romance, hurt

Warning :Alur cepat yang aneh , OOC ,out of caracter, Typo(s),gg nyambung alurnya, EYD abal, dll.

Yang gk berkenan, lebih baik gk lihat :(


sebelumnya :

" Naru-chan~ nanti buat coklat sama-sama Kaa-san yuk! Besokkan Valentine!" Kata Kushina pada Naruto. Naruto hanya mengangguk mengiyakan.

" Bagus! Ehehehe, " Kata Kushina senang. Sembari menyantap sarapannya.

" Aku ikut" Kata Kyuubi tiba-tiba, membuat orang2 yang mendengar itu, termasuk para Mid dan Butler keluarga Namikaze langsung diam dan melongo. Dalam pikiran mereka terbesit sebuah kata ' Ada apa dengannya? Apakah akan terjadi badai yang sangat hebat setelah ini?!'.

" Ada apa? Apa aku salah jika ingin membuat coklat?" Tanya Kyuubi sedikit membentak. Dan langsung saja semua orang tersadar dari pemikiran mereka.

CHAP 2

"Ti-tidak kok Kyuu-chan, Nanti kita buat sama-sama ya?" Kata Kushina sembari tersenyum paksa, karna masih syok dengan apa yang tadi di dengarnya.

"Hn" Jawab singkat Kyuubi. Dan Deidara langsung merespon semua setelah ia sadar dari alam pikirnya yang sedang melamunkan hal-hal yang tidak bisa ditebak . *mungkin mikirin author yang sekarang lagi sakit, dan berencana utuk njenguk author sambil bawa coklat :P*

"A-aku juga mau buat un!" Kata Deidara sembari menutupi wajah merahnya dengan tangannya.

"Waahh! Kayaknya kok kalian pengen banget buat coklat sihh! baiklah! Ayo kita buat sama-sama!" Kata Kushina bersemangat, Naruto hanya bisa menghelan nafas.
' Memangnya kalo aku sudah buat terus Sasuke mau makan gitu?! Hell no! gak mungkin!' Batin Naruto.

"Hu'um un!" Kata Deidara, Sembari memankan makananya yang sempat tertunda tadi.

"Aku sudah selesai makan, lagian ini sudah mau jam setengah 7" Kata Naruto sembari berdiri dari bangkunya.

"Kau, tak mau Tou-san antarkan?" Tanya Minato sembari menatap anaknya itu.

"Tak usah. lagian aku janjian dengan Kiba kok!" Jawab Naruto sembari mengangkat tasnya.

"Baiklah. hati-hati dijalan yaa, Naru!" Kata Kushina hangat. Naruto hanya membalas dengan tersenyum.


Tak berapa lama Naruto berjalan, di pertigaan ia berhenti untuk menunggu sahabatnya, Kiba. Ia melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.

" Telat" Gumam Naruto. Tapi tak berapa lama kemudian terlihatlah seorang anak laki-laki yang berlari kearah Naruto.

" Na-Ru-Tooo! Maaf aku telat!" Kata anak laki-laki itu ketika ia sudah sampai di dekat Naruto. Naruto hanya mendengus.

" Kebiasaan mu Kiba! Sudahlah ayo! Kalo tidak kita bisa makin telat!" Katanya, setelah itupun mereka berlari untuk mencapai sekolah. mereka berlari kencang, karna bila tidak bisa-bisa mereka telat! Tapi sial ketika mereka sedang berlari-lari di koridor dengan tidak elitnya Kiba menabrak seseorang!

" Waaa!" Teriak Kiba ketika terbentur lantai. Naruto yang melihat itu langsung menolong Kiba. Dan mendongak pada orang yang telah menabrak Kiba. Dan Ternyata yang menabrak Kiba adalah….

" Waahh, hai ehm… Kiba?" Katanya ragu. Naruto manatapnya sinis. Dia, gadis berkuncir empat dan orang yang selama ini sangat-sangat-sangat manja dan dekat ( menurut Kiba dan Naruto).

" Ada apa?" Tanya Kiba sedikit galak, moodnya yang awalnya baik tiba-tiba menjadi buruk ketika bertemu dengan orang ini.

" Tidak apa-apa kok, namaku Temari. salam kenal!" Kata perempuan itu-Temari- dengan lembut, seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa. * emank apa yang terjadi ?*

"Hahhh, sudahlah. Ayo Kiba, Bisa-bisa kita telat!" Kata Naruto sembari menyeret Kiba pergi Tanpa berpamitan dengan Temari. Temari hanya bengong.


Tak berapa lama, mereka sampai di kelas mereka. Dan terdengarlah suar bel masuk berbunyi. Semua kegiatan pun di mulai. Pelajaran yang di ikuti Naruto dan Kiba pun berjalan dengan damai. *sebelum negara api menyerang :P*

-Skip time!-

Istirahat pun tiba, semua orang yang lapar berhamburan untuk pergi ke kantin. Tak terkecuali Naruto dan Kiba. Mereka pun juga begitu. Setelah memesan makanan mereka duduk di salah satu tempat yang dekat dengan lapangan sepak bola, Ketika Naruto sedang memerhatikan Sepak bola secara tak sengaja Naruto melihat Sasuke tepat di hadapannya.

"Hoi, Dobe?!" Teriak Sasuke tepat di depan wajah Naruto, Naruto yang melihat itu langsung memerah dan membulatkan matanya.

"Hwaaaa!" Teriak Naruto kaget. Kiba hanya bengong saja saat melihat itu semua. Sasuke? Langsung saja dia menutup telinganya.

"Cih! Diamlah Dobe!" Kata Sasuke tepat di depan Naruto sembari duduk di depan Naruto.

"Ke-kenapa kau ada di sini Te-teme!?" Kata Naruto gugup.

"Tidak apa-apa kan?"Jawab Sasuke singkat sembari memakan roti isi tomat yang baru ia beli. * emangk ada?!*

" Tidak apa-apa sih, Cuma kaget aja" Kata Naruto pelan. Dan suasana sunyiii, Kiba pun tak berani mengoceh seperti biasanya. Dan tak berapa lama pun, pesanan Kiba dan Naruto datang.

" Owh, ya sa-sasuke-san, ehm, apa kau kenal dengan Shikamaru?" Tanya Kiba mendadak saat mereka sedang makan. Sasuke yang mendengar itu hanya menggumam.

"hn" Jawab Sasuke. Kiba langsung melirik Sasuke dalam.

" Ga-gadis, yang selalu di sampingnya, itu anoo., yang berkuncir 4 itu si-siapanya Shika yaa?" Tanya Kiba dengan wajah merah nan gugup.

"Aku tidak tau, karna aku tidak dekat dengannya. Memangnya ada apa? Lagian, itu tak ada hubungannya denganku kan ?" Jawab Sasuke dingin, sedingin hatinya * XD gomen2*

"Hahhh, sia-sia aku bertanya padamu. Oh ya, ada urusan apa kau kesini Uchiha?" Tanya Kiba to the point pada Sasuke dan memanggilnya dengan marganya langsung, sedangkan Naruto sedang memakan ramen kesukaanya dengan khidmat. Saking khidmatnya ampe blepotan kemana-mana kuahnya.

" Aku hanya ingin menyapa si Dobe ini saja kok, memang ke-" Kalimat Sasuke terpotong,

Brusssh!

Kuah yang tadinya Naruto minum tiba-tiba keluar dengan tidak elitnya dari mulutnya karna mendengar alasan Sasuke tadi.

" Cih, Dobe. Tak bisa kah kau pelan-pelan saja saat makan?!" Bentak Sasuke pada Naruto yang sedang meminum air yang tadi ia pesan mendadak.

" Ugh, Habisnya… kata-katamu, membuatku kaget Teme!" Sangkal Naruto dengan wajah merah. 'apa-apan kata-katanya tadi, seperti memberi harapan saja!' batin Naruto.

" Hhhh… ck, nih" Kata Sasuke sembari menyodorkan sapu tangan ke Naruto. Naruto hanya terperangah.

" Haah?" Kata Naruto kaget,.

" Ini!" Bentak Sasuke sembari mengusapkan sapu tangan tadi pada wajah Naruto dengan kasar.

" U-uwaah! Sa-sakit Teme! Pelan-pelan dongkk" Rengek Naruto pada Sasuke. Sasuke tetap melakukannya dengan kasar.

" Hn." Jawab singkat Sasuke yang masih mengusapkan sapu tangan itu di muka Naruto. Kiba yang melihat itu semua hanya geleng-geleng kepala. Tapi, saat matanya tak sengaja melihat Shikamaru dan temari yang datang ke kantin bersama, secara spontan Kiba menutup mukanya dengan daftar menu yang tergeletak tak jauh dari tangannya. Naruto yang melihat gelegat Kiba yang aneh hanya menaikkan satu alisnya.

" Ada apa Kib?" Tanya Naruto sembari menyingkir dari Sasuke. Sasuke hanya diam saja. Kiba menatap Naruto khawatir, dengan gugup Kiba menatap Naruto dan mengalihkannya pada Shikamaru. Naruto mengkerutkan dahinya dan mencoba mengikuti arah mata Kiba dan saat itulah Naruto tau alasannya apa…

"Te-teme, aku dan Kiba akan pergi. k-kau m-mau ikut?" Tanya Naruto gugup. Sasuke melirik Naruto dan mengangguk. Entah kenapa Naruto sangat senang akan jawaban Sasuke itu. lantas Naruto pun tersenyum manis,

" Baiklah, ayo!" Kata Naruto sembari tersenyum manis. Kiba pun ikut senang saat melihat Naruto tersenyum manis.*-croott- (author dan nisa langsung nose bleed)*

" Hn."Jawab Sasuke, merekapun pergi. Hari yang begitu indah, Naruto pun juga memancarkan hawa yang begitu cerah, secerah matanya begitu menggoda. Kiba? Dia bisa melupakan sejenak tentang Shikamaru.

-Skip time-

Tak menyangka bahwa bel pulang telah berbunyi. Naruto dan Kiba pun membereskan barang-barang mereka, dan siap untuk pulang. Tapi ketika mereka sampai di ambang pintu kelas mereka, mereka di cegat oleh Sasuke, Sekali lagi Naruto memerah saat melihat Sasuke yang seakan menunggunya untuk pulang bareng. * GR ihh Naruuu :P -plakk- (nisa digampar naru)*

" Eh, Uchiha? Apa yang kau lakukan disini?!" Kata Kiba pada Sasuke yang ikut jalan bersama Naruto dan Kiba.

" Tidak boleh? Aku hanya mau pulang bareng sii Dobe itu. apa salah?" Tanya Sasuke. Sekali lagi, jawaban itu membuat Naruto memerah. 'A-ada apa dengan Sasuke?! A-apa di-dia juga jatuh cinta padaku?! ARGH! Kenapa aku jadi berharap gini?!' Batin Naruto.

" Hehh?! Apa, kau… suka…. Nar-"

" Ki-kiba! Ayooo pu-pulang!" Teriak Naruto dengan spontan sembari menarik Kiba dengan kencang.

" Hwaa! Aduh Naru sakit tau!" Kata Kiba memelas. Sasuke melihat itu langsung mendekat dan memutuskan genggaman Naruto dan Kiba. Dan bergumam.

" Naruto Dobe milikku!" Gumam Sasuke. Naruto tak mendengar karna saat itu lewat motor yang sangaatt berisik. Tapi cukup bisa di dengar oleh Kiba.

" A-apa?!" Pekik Kiba kaget. Sasuke hanya memutar bola matanya tanda bosan.

" Sudahlah ayo Dobe!" Kata Sasuke sembari menggandeng tangan Naruto. Naruto langsung saja berbluusing ria dan tetap melongo. Kiba hanya melongo. Dan setelah beberapa detik kemudian langsung tersadar dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

" Dasar." Gumam Kiba. Setelah itu Kiba menyusul Sasuke dan Naruto yang sudah duluan. Setelah mereka berjalan dengan sunyiiii senyappp… akhirnya hampir sampai di pertigaan antara rumah Kiba dan Naruto.

" Kiba, kau mau kerumahku?" Tanya Naruto pada Kiba yang sejak tadi menatap mereka iri.

" Hu'um!" Jawab Kiba. Dan Naruto mengagguk. Setelah itu menatap Sasuke.

" Ehh! Kiba! Aku baru ingat! Nanti aku ada janji dengan Kaa-san untuk membuat coklat!" Kata Naruto sembari menepuk keningnya. Sasuke yang mendengar itu menaikan satu alisnya.

" Wahh! Boleh kah aku ikut?!" Tanya Kiba antusias. Naruto langsung menjawab.

" Mungkin boleh! Kau kan sahabatku!" Jawab Naruto dengan senyum khasnya. Sasuke langsung mendekat pada Naruto dan membisikkan sesuatu.

" Aku, Harap. kau besok memberiku!" Bisik Sasuke tepat di daun telinga Naruto. Setelah itu Sasuke pulang. Dan ternyata jalan rumah Naruto dan Sasuke berlawan. Terpaksa Sasuke kembali kearah sekolah. Naruto langsung menatap punggung Sasuke yang lama-lama menghilang, dengan muka merah dia tersenyum bahagia! 'Apa aku boleh berharap?! Ku harap, Sasuke juga mencintai aku!' Batin Naruto senang.

" Apa yang dia bisik,kan?" Tanya Kiba. Naruto hanya menggeleng.

" Sudahlah ayo!" Kata Naruto sembari mengajak Kiba untuk pergi ke rumahnya.


Sasuke's POV

Aku berjalan sendiri kembali ke sekolah untuk mengambil mobilku yang ku parkirkan di sekolah. Entah apa yang aku pikirkan dengan seenaknya mengikuti si Dobe itu. ada perasaan aneh yang datang. Mataku tak bisa lepas darinya Rasanya marah saat dia di gandeng oleh laki-laki lain. Dan… aku benci perasaan ini, dan aku percaya bahwa aku… sudah jatuh cinta padanya… dan besok.. aku mungkin, akan menyatakan perasaanku padanya. * sejak kapan Sasuke se autis ini -_-a -plakk- (nisa digampar sasuke) *

Setelah beberapa menit aku berjalan kesekolah, akhirnya aku sampai di tempat parkiran. Ku rogoh saku celanaku untuk mencari kunci mobilku Dan… ahh… dapat.. setelah itu ku buka pintu mobilku, dan mulai menyalakannya.

Normal POV

Ketika Sasuke perjalanan pulang, lain halnya dengan Naruto dan Keluarga plus Kiba yang sedang membuat coklat. Mereka bersama-sama membuatnya. Ketika eksperimen pertama gagal, mereka langsung membuat eksperimen ke 2. Tapi tetap saja gagal. Kushina yang sudah hampir frustasi hanya geleng-gelang melihat hasil ke 3 yang ternyata juga gagal.

" Aduhh! Kalian ini niat gak sih buatnya!?" Bentak Kushina Frustasi. Semuanya yang mendengar itu langsung diam. terutama Kyuubi yang sejak tadi mengumpat.

" Hheh! Kushina! Kami ini niat kok! Buat ini untuk orang yang kita sayang! Tapi! Yaahh! Mau gimana lagi! Gagal sih!" Jawab Kyuubi kasar. Kushina langsung menatap tajam anaknya itu.

" Kalo kalian niat, kenapa dari tadi gagal mulu! dan kau Kyuubi, sudah kubilang bukan, jika kau harus memanggilku dengan sebutan Kaa-san ?" Kata Kushina tak mau kalah ditambah dengan death glarenya.

"Ba-baiklah Ku- eh Kaa-san. dan Mana kami tau jika ternyata coklat buatan kami gagal ?" Jawab Santai Kyuubi. Kushina hanya menghela nafas…

" Baiklah, Kita lakukan lagi. Tapi ini yang terakhir.." Kata Kushina. Setelah itu mereka membuat lagi dengan sungguh-sungguh dan teliti. Dan….. jadilah coklat masing-masing… punya Naruto tak terlalu manis, punya Kiba apalagi,, punya Deidara juga tak manis, dan untuk Kyuubi sedikit manis. Kushina tersenyum senang dengan hasil yang telah mereka buat itu, dan setelah itu mereka membungkus coklat-coklat itu dengan rapi.

Dan setelah membungkus mereka beristirahat dan menonton Tv di ruang keluarga.

" Itachi, apa dia akan mau nerima coklat ini?" Gumam Kyuubi pada dirinya sendiri. Begitupun dengan Deidara, ia Khawatir bila coklatnya itu tak dimakan oleh dannanya alias Sasori.

" Yahh, mungkin di terima! Nee, Naru Chan aku pulang ya?" Pamit Kiba pada Naruto. Naruto mengangguk dan mengantarkan Kiba sampai di depan rumah Naruto yang tak lupa Kiba membawa coklat yang mereka buat tadi.

" Kuharap, Shika mau makan ini!" Kata Kiba sedih. Naruto hanya melihat dengan tatapan kasihan.

" Pasti mau!" Semangat Naruto. Dan Kiba menatap Naruto, setelah itu Kiba mengangguk .

" Baiklah, Bye Naru!" Kata Kiba setelah itu ia pergi. Naruto tersenyum melihatnya. Iapun juga berharap, Coklatnya akan dimakan oleh Sasuke.


Keesokannya, Naruto bangun dari tidurnya dengan senang dan segar! Naruto sedang berjalan ke sekolah tapi dijalan ia bertemu Kiba dan Shikamaru. Kiba terlihat seperti orang yang sehabis menangis, Naruto langsung menghampiri Kiba.

" Kiba!" Panggil Naruto. Kiba menoleh dari pelukan Shikamaru. Shikamaru hanya melirik Naruto sekilas.

" Ada apa?! Kenapa kau menangis?" Tanya Naruto Khawatir. KIba menggeleng dan tersenyum.

" Naru, aku gak papa kok. Tadi… Shikamaru Cuma memberitahuku tentang siapa itu Temari-san. " Jawab Kiba sembari memeluk erat Shikamaru.

" OWH,, jadi seperti itu,… awas yaa! Shika! Ku bunuh kau kalau kau berani menyakiti Kiba!" Ancam Naruto pada Shikamaru. Shikamaru hanya memutar bola matanya.

" Hn" Jawab Shikamaru. Naruto mengehela nafas berat.

" Temari-san itu adalah saudara dari Gaara-kun , dan saat iu Temari-san berencana untuk menembak Hidan-san yaitu sepupu Shikamaru jadi mereka kemarin itu hanya berdiskusi tentang apa yang akan Temari-san berikan kepada Hidan-san, dan yang tentang Temari-san yang memeluk Shikamaru itu ternyata saat itu Temari-san yang galau saat melihat Hidan-san yang sedang berakrab2 ria dengan para gadis. jadi antara Temari-san dan Shikamaru tak punya hubungan apa-apa." Jelas Kiba dengan menggandeng tangan Shikamaru.

" Baiklah! Aku mengerti! Ehh,, yaaa sudah ayo ke sekolah! Kita bisa telat!" Kata Naruto pada Kiba dan Shikamaru. Mereka ber2 mengangguk dan akhirnya berangkat bersama!


Ketika sampai di sekolah, Naruto di sambut oleh pandangan Sasuke yang di kerubungi oleh wanita-wanita yang siap dengan coklatnya. Naruto yang menatap itu, tiba-tiba saja Naruto merasa minder. Berfikir bahwa, tak mungkin coklatnya di terima oleh Sasuke. 'Lihatlah… semua coklat wanita-wanita itu saja di tolak apa lagi punya ku..' pikir Naruto.

Segeralah Naruto kabur ke kelasnya, saat dikelas dia menatap coklat yang sudah susah payah ia buat pikirannya kalut memikirkan ini itu, 'hahhh.. ' dan tak beberapa lama kemudian suara bell masuk terdengar. Semua anak langsung kembali ke bangku masing-masing tak terkecuali Kiba yang tadi berbicara dengan Shikamaru di depan pintu. 'hahh…' sekali lagi Naruto menghela napas iri.

Dan pelajaran dimulai, semua tentang materi-materi yang biasa di bicarakan. Hingga suara bell istirahat berbunyi…

-Skip time-

Tak terasa istirahat telah tiba, Naruto langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu kelas tapi sayangnya ia di tarik seseorang yang membuat Naruto terkaget-kaget! Orang itu menyerat Naruto ke taman sekolah. Dan ia membawa Naruto ke pojokan tembok. Naruto di ratapkan di tembok itu.

" Mana?!" Tanya Orang itu. Naruto membuka matanya untuk melihat wajah orang yang telah menariknya itu, dan ternyata dia… Sasuke…

" Eh? Apanya?" Jawab bingung Naruto.

" Coklat!" Kata Sasuke tegas. Mata Naruto membulat tak percaya.

" Ehh? Me-memang ke-kenapa dengan coklat?" Tanya Naruto yang jelas-jelas dia sudah tau jawabanya.

" Dobe, aku menyukaimu!" Kata Sasuke tegas. Naruto yang sekali lagi kaget hanya mampu menutup mulutnya dengan tangan, ia tak percaya dengan ini semua. Sasuke? Sasuke yang sangat Naruto sukai akhirnya menyatakan perasaanya!. Sungguh tak bisa di percaya!

" A-aku, aku.. aku… ju-juga,, me-me-"

" kau tak perlu mengatakannya, aku tau kau juga mencintaiku Dobe.." potong Sasuke, sembari mengelus muka Naruto dengan lembut.

" Eng,… Ss-sasuke.." Gumam Naruto dan bibir mereka semakin mendekat, yang akhirnya menyatukan hati dan bibir mereka. Dari detik inilah, mereka akan hidup untuk melengkapi dan melindungi…

setelah kecupan yang lembut itu berakhir, langsung saja bell tanda pelajaran dimulai berdering, Sasuke pun mengantarkan Naruto kekelasnya, dan Naruto menyerahkan coklat hasil buatanya kepada Sasuke, dan mulai saat itu Naruto dan Sasukepun telah resmi menjadi sepasang kekasih . 3

Owari!

Omake!

ItaKyuu :

Di Universitas Konoha

" Ka-kau ma-mau menerima coklatku?!" kata Kyuubi pada Itachi. Itachi tersenyum.

" YAHH, tentu saja.. karna aku mencintaimu…" Kata Itachi lembut…

" Kau gombal Keriput!" bentak Kyuubi dengan semburat merah yang menghiasi pipinya.

" HIHIHI, tapi.. kau suka kan?!" Tanya Itachi sembari merangkul pundak Kyuubi mesra.

" Hwaa! Apa-apa'an sih!" Sergah Kyuubi. Sembari melepas rangkulan Itachi.

" Hahahahaha" Tawa Bahagia Itachi… sembari itu, Itachi memakan coklat dari Kyuubi. Kyuubi masih saja cemberut.

SasoDei :

Angin berhembus dengan semilirnya, berhembus dengan tenang kepada dua pemuda yang saling berhadapan satu sama lain.

" Dan-na un, ak-aku mencintaimu… mau nerima coklat dariku un?" Tanya Deidara Gugup, sedangkan Sasori masih biasa-biasa aja.

" Hahhh.. baiklah-baiklah, aku terima. aku juga menyukaimu Dei, harusnya.. aku yang menembakmu.. bukan kamu yang nembak aku.." Kata Sasori sembari mengambil coklat dari tangan Deidara., Deidara tersenyum manis saat mendengar jawaban itu. sungguh bahagia!

" lah! Buat Tobi mana!?" Kata Tobi yang tiba-tiba muncul.

" Ehm, besok ya… aku lupa bawa un!" Kata Deidara tanpa dosa.

" Huwaaa! Senpai jahat! Tobi kan anak baik! Kok gak di kasih sih!" Rengek Tobi.

" Hyaa,, udah! Gak usah nangis!" Kata Deidara panic, sedangkan Sasori Cuma duduk-duduk tenang.

" HWAAAA!" Rengekan Tobi semakin kerasss.

" Diam!" Bentak Sasori sadis. Deidara dan Tobi pun terdiam karna takut. Setelah itu Sasori memakan coklat dari Deidara dengan cueknya, Deidara yang melihat itu langsung ber bluush ria. Tobi masih menangis, tapi pelan.

END OMAKE

author: bagi para readers , gomen ya, karna gag bisa update cepet, karna melia lagi sakit dan perlu di infus, jadi belum boleh ngetik untuk sementara.
dan untuk nisa, aku sakit kenapa gag ada yang mau jenguk :'(

naru:sudah, nanti aku datang sambil bawa colat yaaaaa

author :oh naru, kamu baik sekali *sambil meluk naru

sasu : heh ngapain lo ? *sambil nrebut naru*

author: gag ko sas

sasu : hn

author : readers, arigato ya, kalian mau mengikuti fic yang gaje ini :'( dan bagi para pe review, arigato yaa, dan gomen karna gag bisa update cepet, dikarenakan author yang sedang sakit :'(

Author + Nisa :

ARIGATO MINA-SAN KARNA KALIAN SEMUA MAU MEMBACANYA, APA LAGI KALAU KALIAN MAU NGE REVIEW !, ARIGATO MINA-SAN !

DAN UNTUK MINA YANG UDAH NUNGGU FIC NYA TEME'S CAKE DAN ALL THE MEMORIES THAT YOUR GIFTS DARI MELIA, GOMENNASAI, KARNA BUKANYA UPDATE CHAP BARU, MALAH NGLANJUTIN FIC BARU DULU.

POKOKNYA ARIGATOOOO + GOMEN BGT DECH :3

M-_-M

DAN UNTUK FIC KALI INI, MAAF, KALAU MELIA DAN NISA BELUM BISA MEMBERIKAN FIC YANG MEMUASKAN.

DAN BAGI PARA MINA YANG MERAYAKAN : HAPPY VALENTINE'S DAYS YAAAAAAA
JANGAN LUPA UNTUK MENJENGUK MELIA, SUKUR2 MAU SAMBIL BAWA COKLAT *AUTHOR NGAREP*

ARIGATO GOZAIMASU MINAAAAA :O :*