Disclaimer : One Piece milik Oda Eiichirou, Detective Conan milik Goshou Aoyama

BACK FOR GOOD

DRAP...CKREK...

Dalam sekejap suasana dalam kereta laut itu berubah menjadi tegang, sekelompok orang berpakaian marinir dan seragam yang tidak pernah dilihat mereka itu mengarahkan senjata mereka pada seorang pemuda yang sedang berdiri sambil berpegangan pada salah satu pegangan tangan di kereta itu. Pemuda berumur sekitar 20an tahun yang memakai topi jerami itu menguap dan menggeliat, terbangun dari tidurnya. Dia lalu melepaskan topi jeraminya dan membiarkannya tergantung di belakang kepalanya. Pemuda itu memperhatikan sekitarnya, menyadari bahwa ia dikepung oleh sekelompok orang bersenjata.

"Hm..."

Tidak ada yang pernah menduganya dan tidak ada satupun dari mereka yang melihat. Hanya udara kosong yang ada dihadapan mereka, tak ada lagi pemuda bertopi jerami di hadapan mereka. Mereka lalu menurunkan senjata mereka dan menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keberadaan pemuda itu namun nihil, pemuda itu tak ada dimanapun sejauh mata memandang. Seseorang diantara mereka memerintahkan mereka untuk mencari pemuda itu.

"Hei! Apa kau mencariku?"

"Sial!"

Pemuda itu sudah melenggang pergi menuju pintu keluar stasiun, sementara sekelompok orang tadi masih di dalam kereta yang terus melaju entah kemana.

XXX

Pemuda itupun berjalan – jalan di kota tempat ia turun di stasiun tadi. Kota yang indah, pemuda itupun mengambil sebuah earphone kemudian mengutak-atiknya, dia menunggu sejenak namun tak ada respon. Ponsel satelit pemberian kakek profesor itu masih tetap bergeming, mungkin sinyal di kota tempatnya berada itu memang sulit sinyal. Sementara menunggu sambungan telepon dari sisi lainnya, ia pun berjalan-jalan menaiki Yagara. Matanya langsung berubah menjadi bintang ketika melihat Yagara, dia lalu menelusuri perairan disana.

"Kereenn... ini seperti naik gondola di Venesia. Yahooo!"

Pemuda itu kembali mengenakan topi jeraminya, dia mampir di sebuah stall penjual daging mizu-mizu. Dia membeli daging itu untuknya dan untuk Yagara tersebut. Setelah ia puas menelusuri perairan di seluruh kota tersebut, dia pun kembali ke penyewaan Yagara.

"Apa kau wisatawan asing?"

"Ya... bisa dibilang begitu."

"Oh Yagara itu sepertinya menyukaimu. Aku akan menghadiahkannya untukmu. Saat kau datang kesini lagi, kau bisa memakainya lagi."

"Terima kasih, Paman."

"Paman, apa kau tahu dimana aku bisa mendapatkan sebuah kapal?"

"Oh... kau bisa mendapatkannya di Dock 1."

"Terima kasih, Paman. Sampai jumpa, Rizu!"

Pemilik penyewaan yagara itu hanya tersenyum melihat pemuda bertopi jerami itu. Dia kemudian masuk kedalam bersama Rizu, dia mengambil sebuah poster buronan kemudian menaruhnya kembali menggumamkan sesuatu seperti dia benar-benar mirip dengannya bukan, Rizu. Rizu hanya bisa tertawa mendengarnya.

XXX

"Pasti disini tempat yang ditunjukkan Paman tadi."

"Permisi."

Pemuda itu mencoba masuk kedalam Dock 1 namun lagi-lagi dia mendapatkan perlakuan tak menyenangkan hingga ia berpikir apa ada yang salah dengannya atau orang-orang disana memang tidak menyukainya. Pemuda itu berdiri ditengah-tengah para pembuat kapal yang siap menyerangnya kapan saja. Pemuda itu lalu membuka topi jeraminya, namun ketika dia membuka topi jeraminya, secara serempak mereka menurunkan apapun senjata mereka kemudian salah satu dari mereka seperti menahan airmata. Mereka terpaku melihat pemuda itu hingga seorang pria tua yang memiliki hamster di salah satu kantong bajunya menghampiri mereka dan terkejut, begitupun dengan pria berambut biru ala Ace Ventura dengan baju hawai dan celana dalam torpedo, bahkan pria yang mirip Ace Ventura itu meneteskan airmatanya melihat pemuda itu. Pemuda itu berdiri mematung kebingungan.

"Apa kau pemilik tempat ini, Paman?"

"Ya. ada yang bisa kubantu, Mugiwara?"

"Mugi-... ah, aku kesini untuk menyewa kapal, Paman."

"Hei nak, disini bukan tempat penyewaan kapal." Sahut pria berotot yang mirip Rambo namun sudah tua.

"Kau bisa menaiki kapalku kalau kau mau." Ujar pria berambut biru itu.

"Benarkah? Syukurlah. Berapa harga sewanya Paman?"

"Tidak. Kau tidak perlu membayarnya, kapal itu sudah lama tidak digunakan jadi aku sangat senang kalau kau mau memakainya."

"Terima kasih, Paman."

"Ayo ikut aku."

XXX

"Paman, apa kau tahu dimana Marinford atau Impel Down?"

"*menaikkan kacamatanya* kenapa kau menanyakan tempat itu?"

"Karena tujuanku meminjam kapal untuk kesana, Paman."

"!"

XXX

"Apa ini kapalnya yang kau bilang itu, Paman?"

"Ya. Jangan khawatir, bahan bakar kapal ini hanya cola dan kapal ini akan menjadi suupeeer cool-a."

"Aku mau yang lain saja paman. Kapal ini terlalu berharga untuk kunaiki."

"Hmm... begini saja, aku akan mengantarkan kau kesana dengan kapal ini. Bagaimana?"

"Tapi..."

"Baiklah! Terima kasih, Paman."

XXX

"Kapten, kapal itu..."

"Arahkan seluruh mariam ke arah kapal itu! Bagaimana mungkin? Bukankah kapten mereka sudah dieksekusi dua puluh tahun yang lalu, bajak laut Topi Jerami!"

"Nak, apa kau mau me-" tanya pria berambut biru pada pemuda itu namun terpotong ketika dilihatnya pemuda bertopi jerami itu sudah mengambil alih meriam dan menyerang balik kapal marinir di hadapan mereka.

Pria berambut biru itu tersenyum kemudian mengubah kemudinya menjadi channel 0 dan meneriakkan "Coup De Bourst!" dan kapal yang dinaiki keduanya pun melaju di udara. Pemuda itu pun terkagum-kagum pada kapal itu. dia lalu mengatakan kalau kapal itu suuupeeer keren.

GROOOWLLL

"Kau tidak bisa memakan jeruk itu, Mugiwara!"

"Eh? Kenapa Paman?"

"Navigator kami tidak akan menyukainya. Dia akan marah kalau ada yang mengambil jeruknya tanpa seizinnya. Kau tak akan mau melihatnya, bro."

"Sayang sekali. Kalau begitu bagaimana ketika pohon jeruk ini panen, Paman?"

"Yuzu selalu datang untuk memanen jeruk-jeruk itu."

"Oh.. apa dia navigator Paman?"

"Bukan, dia anak navigator dan kapten kami. Navigator kami bernama Na-"

BLARR

"Oh, tidak! Marinir itu menyusul kita, Paman."

"Ya, karena kita sudah mendekati markas besar mereka."

"Putar balik, Paman. Aku ingin bertemu navigator Paman."

"Apa kau segitu inginnya jeruk itu?"

"Hehehe... ya. sebenarnya aku ingin meminta bibitnya...hehehe..."

XXX

"Fujitora-san, ada berita yang mengatakan kalau bajak laut Topi Jerami bergerak kembali dari Waterseven menuju Marinford." Lapor salah satu marinir.

"Hmm... biarkan saja dia kemari."

"Fujitora-san, kapal bajak laut Topi Jerami memutar balik kapalnya. kami belum tahu mau kemana mereka tapi kami terus mengejar mereka."

"Baiklah."

XXX

"Usopp-sama!"seru Piiman berlari menuju rumah Kaya.

"Ada apa Piiman?"

"Soka... Soka..."

"Ada apa dengannya? Apa dia bertengkar dengan Ninjin lagi?"

"Tidak. Tapi Soka berhadapan dengan marinir..."

"Kapten, Soka ditangkap marinir." lapor Tamanegi.

"Apa?! Kenapa?"

"Ayo... kapten!"

XXX

"Haah... latihan di dojo jadi membosankan kalau tidak ada Olvia-san dan Robin-sensei."

Dari belakang para murid dojo tersebut, mereka bisa merasakan aura mematikan yang membuat bulu kuduk mereka berdiri. Mereka pun berbalik dan...

"Waaa... Monster dojo sudah kembali."

"Siapa yang kalian bilang monster dojo?!"

"Hahahahaha... kau memang pantas mendapatkan julukan itu, Kuina. Monster dojo hahaha..."

"Diam kau, Namizou!"

"Oi! Namaku Zou bukan Namizou."

"Ya... tapi wajahmu itu seperti ibumu. Lola-obahan saja memanggilmu Namizou."

"Tch... dasar monster dojo."

"Ayo kita bertanding. Siapa yang kalah dia akan menjadi budak yang menang selama sebulan penuh. Deal?"

"Kau akan menyesal bertaruh denganku."

"Kita lihat saja nanti."

Sementara itu di suatu tempat di desa Shimotsuki, Zoro dan Robin sedang berhadapan dengan marinir yang mencoba menangkap mereka.

XXX

"Oi Sanji... marinir-marinir itu mencarimu. Jangan sampai merusak restoran lagi."

"Tch... ada apa dengan mereka kali ini?"

"Temui saja kalau kau penasaran."

"Dark Leg Sanji."

XXX

"Chopper, bersembunyilah. Marinir datang kesini untuk menangkapmu."

"Marinir!?"

"Tenang saja, kalian. Chopper tidak akan tertangkap dengan mudah."

"Um.. Dokter Kureha, Chopper baru saja tertangkap dan mereka membawanya pergi."

XXX

"Yohohoho... apa kau akan membawaku?"

"Soul King. Kau ditangkap."

"Hanauta Sancho Yahazu Giri."

XXX

"Paman, apa kau sering mengalami hal ini?"

"Ya, karena aku seorang bajak laut."

"Meskipun kau tidak berbuat kesalahan?!"

"Ya. Marinir tidak akan pernah membiarkan bajak laut berkeliaran."

"Itu benar tapi itu karena mereka salah."

Lagi-lagi mereka dikepung oleh kapal angkatan laut. Pria berambut biru dan pemuda bertopi jerami itu lalu saling membelakangi. Pemuda itu kemudian menjetikkan jarinya dan boom! Keduanya menghilang seperti asap. Para marinir itupun mencari diseluruh kapal namun tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Ditengah – tengah kebingungan itu, mereka kembali dikejutkan oleh kemunculan pemuda bertopi jerami dan pria berambut biru itu.

"Perhatikan baik-baik pakaian dan senjata kalian dan tada!" ujar Pemuda itu.

"EEHH? Ada apa ini?!"

"Bye bye!"

Ketika mereka sadar mereka sedang berdiri di udara, mengenakan pakaian wanita dan senjata mereka berubah menjadi bunga. Mereka pun jatuh ke laut. Pemuda itu tersenyum penuh kemenangan. Pria berambut biru itu hanya mengamati pemuda bertopi jerami itu namun jika kau melihat matanya, dibalik kaca mata hitamnya itu, matanya berubah menjadi bintang sejak pemuda itu menjalankan aksinya.

"Bagaimana kau melakukannya, Mugiwara?"

"Apa kau tidak pernah melihat sulap, Paman?"

"Sulap?"

"Ya. Paman Kaitou yang mengajariku."

XXX

"Paman, terima kasih atas tumpangannya. Paman pergi saja, aku akan mengalihkan marinir – marinir itu." ujar Pemuda bertopi jerami itu.

Ketika mereka kembali memasuki perairan Water Seven, tiba-tiba saja pemuda itu menghilang dan sudah berpindah ke kapal marinir tepat di belakang mereka. Tanpa saling mengetahui nama masing – masing, keduanya berpisah dan pria berambut biru itu pun menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri dari marinir – marinir tersebut. Dan ketika dia melihat ke arah pohon jeruk itu, seluruh jeruk yang sudah matang sudah lenyap. Hanya ada note disana yang berbunyi "Aku meninggalkan uang untuk pengobatan paman. *ikon jeruk bertopi jerami*"

"!"

XXX

"Waaa! Ternyata benar, dia masih hidup." Ujar salah satu prajurit marinir.

"Halo. Apa kau pernah melihat sulap?"

"?"

Pemuda itu tersenyum menyeringai, dia mengambil topi jeraminya kemudian memperlihatkan pada marinir tersebut. Para marinir itupun kehilangan fokus mereka, bahkan komandan mereka pun ikut melihat topi itu. Pemuda itu kemudian memegang topi jeraminya dan memasukkan tangannya kedalam topi jerami itu lalu dikeluarkannya lagi namun kali ini dalam topi terdapat saputangan, dia memberikan sapu tangan itu pada marinir – marinir tersebut dan menyuruh mereka untuk menarik saputangan itu. Saputangan tersebut terus ditarik hingga akhirnya sesuatu ikut keluar dari dalam topi jerami tersebut. Seketika para marinir tersebut menjadi panik karena di ujung saputangan terdapat bom waktu yang di-set untuk meledak dalam waktu lima detik.

5

4

3

2

1

BOOM!

Tidak ada ledakan, namun semua penghuni kapal kecuali pemuda itu merasakan kantuk yang teramat sangat. Bom waktu itu sebenarnya merupakan gas tidur, pemuda itu lalu tanpa sepengetahuan mereka pergi meninggalkan kapal marinir tersebut.

XXX

"Paman Chopper, kau tertangkap juga?"

"Olvia! Kenapa kau ada dikapal ini?"

"Aku tertangkap."

"Yohohoho... Chopper-san, ah Olvia-san, apa aku boleh tahu warna dalammu?"

"Oi!"

"Waa... Usopp!"

"Kalian tertangkap juga?"

"Marinir-san, apa yang terjadi?"

"Tidak ada apa-apa."

Para penjaga yang bertugas menjaga sel mereka pun berlarian ke arah dek kapal. Samar-samar mereka mendengar teriakan yang menyebutkan Mugiwara, dalam sekejap Usopp, Chopper, dan Brook menjadi tegang. Sudah berapa lama mereka tidak mendengar nama itu? setahun... dua tahun... tidak! Sudah dua puluh tahun sejak kapten mereka dieksekusi, mereka sudah benar-benar bubar dan kini setelah dua puluh berlalu, mereka ditangkap marinir dan dimasukkan penjara, diluar sana 'Mugiwara' sedang bertarung melawan marinir.

"Luffy/Luffy-san!" lirih Usopp, Chopper, dan Brook sembari menahan tangis mereka.

"Kau memanggil- waaa!" sahut pemuda bertopi jerami itu.

"Waaa!"

"*dag dig dug* aduh... kaget aku. Aku pikir hanya di Harajuku saja ada yang memakai cosplay, ternyata disini juga ada."

"Cosplay?"

"Apa kau benar-benar Luffy?" tanya Usopp memastikan.

"Ya. Bagaimana kau tahu namaku, Paman Pinokio?"

"Paman Pinokio? Siapa? Aku?"

"Ya. Siapa lagi? Hidungmu panjang seperti Pinokio, itu pasti karena kau terus berbohong, kan Paman."

"Chopper, Brook, dia ini sudah pasti bukan Luffy."

"Hahahaha... hanya karena dia mengatakan yang sebenarnya bukan berarti dia itu bukan Luffy, Usopp-san."

"Waaa... tengkorak yang bisa bicara. Menyeramkan!"

"Kau benar, Usopp-san, dia bukan Luffy-san."

"Hahaha... kalian berdua terlalu berlebihan,-"

"Wow... apa kalian sedang pesta halloween, tengkorak dan monster rusa yang memakai topi."

"Dia bukan Luffy!"

"Ah! Apa-apaan marinir itu, lancang sekali mereka memenjarakan nenek-nenek!"

"Nenek-nenek? Aku?!"

"Ah ketahuan! Sampai jumpa lagi, semuanya."

XXX

GROOWWLL

"Waaa... ada bau harum masakan."

Pemuda itu lalu berjalan menuju harum makanan yang ia cium. Di pulau yang tidak ia ketahui, dia akhirnya berhasil meloloskan diri dari kejaran marinir – marinir itu. "Fake Luffy!" ketika pemuda itu berbalik, para tahanan yang ia bebaskan sebelumnya itu lalu berlari ke arahnya. Pemuda itu pun menyapa mereka dengan panggilan paman tukang bohong, tengkorak menyeramkan, nenek-nenek cantik, dan monster rusa, namun bukanlah ucapan terima kasih yang ia dapatkan melainkan tembakan (?), telur berapi (?), tebasan (?), dan pukulan. K.O! pemuda itu terlempar dan tersungkur memuntahkan darah, para pelaku utama itu kemudian meninggalkannya disana tanpa belas kasihan. Dia terlalu lapar dan lemas untuk menghindar ataupun melawan balik mereka, dia pun berbaring di tanah sambil memegangi perutnya yang semakin perih karena kelaparan. Pemuda itu kemudian bangkit lalu mengikuti bau masakan yang tadi ia cium.

TOK TOK TOK

"Permisi..." lirih Pemuda bertopi jerami itu.

"Iya, sebentar." Sahut pemilik rumah.

CKREK

"Ah... maaf mengganggu, bi. Aku me- ke-kenapa bibi menangis?"

"..." pemilik rumah itu membekap mulutnya sendiri menahan airmatanya yang semakin deras.

"Waaa... Oh!"

Dalam panik, pemuda itu teringat saat ia masih kecil. Saat ia kecil, ia pernah menangis terisak-isak karena kelinci peliharaannya mati ketabrak sepeda roda tiga. Saat itu ayahnya memakaikannya topi jerami dan berkata, "berhenti menangis Luffy. Kau anak yang kuat, Usabi pasti sangat sedih jika melihatmu menangisinya. Kau ini benar-benar seperti ibumu, selalu menangis karena hal seperti itu." Pemuda bertopi jerami itu lalu melepas topi jerami miliknya dan memakaikannya pada pemilik rumah tersebut sambil tersenyum ia mengatakan kepada pemilik rumah tersebut "tenang saja, tenang saja, jangan menangis. Semua akan baik-baik saja." Tapi pemilik rumah tersebut semakin meneteskan airmatanya. Sebelah tangannya terangkat memegang pipi pemuda tersebut. Tangan yang tadinya membekap mulutnya karena menahan tangis, memegang pundak pemuda itu sambil menggumamkan "Ryuusei".

Pemuda itu hanya memandang wajah pemilik rumah tersebut dengan tatapan khawatir dan panik, dia memang tidak pernah bisa menenangkan wanita yang menangis selain menyeka airmata mereka seperti yang ia lakukan saat ini kepada wanita yang terlihat kurang lebih berumur 40an tahun itu.

GROOOWWLLL

"Maaf bi, sebenarnya..."

"*tertawa kecil* Apa kau lapar?"

"Iya... sebenarnya itu tujuanku kemari." Jawab pemuda itu menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Ayo masuk. Kebetulan aku sedang memasak bebek panggang dengan saus jeruk ala Bellemere-san."

"Terima kasih, bi. Maaf datang tidak diundang."

XXX

*Alarm berbunyi*

"Kepala sipir Magellan, orang itu mencoba membobol penjara lagi."

"Siapkan jebakan air laut hingga level 6. Tutup semua jalur melalui sel lain agar air tidak merendam mereka! Pastikan dia tidak bisa keluar dari Impel Down ini."

"Siap, laksanakan!"

"Kurohige...! tidak akan aku biarkan kau keluar seperti apa yang terjadi pada Shiki empat puluh tahun yang lalu."

XXX

"Jadi itu Kau?!"

Para kru cowok bajak laut Topi Jerami pun mengeroyok Franky secara serempak. Franky datang menemui nakamanya di restoran Baratie dan menceritakan semua kejadian yang ia alami hari itu, namun baru sampai di bagian para marinir mengejarnya karena dia menaiki Sunny, para kru pria Topi Jerami sudah mengeroyoknya.

"Kau harusnya melihatnya. Dia benar-benar suuupeeer!"

XXX

Di suatu tempat di Impel Down, salah satu sel di level tersembunyi. Penghuni level tersebut kedatangan tamu tak terduga, tahanan yang dipenuhi oleh rantai di sekujur tubuhnya dan rambut panjang menjuntai seperti sadako itu seperti memberikan tatapan tajam kepada tamu tersebut. Dia menggerakkan tubuhnya sehingga rantai tersebut berbunyi. Tamu tersebut kemudian membuka sel tersebut dan meletakkan makanan di dekat penghuni sel tersebut.

"Angkatan Laut sudah mengeksekusinya, Akagami no Shanks!"

"Shanks... bagaimana dengan nakamaku?"

"Mereka tidak tersentuh. Apa kau dengar kalau bajak laut Topi Jerami kembali muncul?"

"!"

XXX

BERSAMBUNG