Disklamer:Boboiboy tetaplah bukan milikku...selamanya
Gendre: mystery(gagal) and romance(kyknya gagal juga)
Rated: luar biasa sekali,ratednya M+
Warning:yaoi,shonen-ai/BL,lemon,Tsundere Fang,Yandere Seme(coba tebak siapa itu?),typo,BBBxFang,Middle School verson!,all chara 15+ years old,gak jelas,gak nyambung,ALUR KECEPETAN!(?) maybe?,dll
Yuktry:ahahahahaha gak nyaka ada juga yang mau minta sekuel fic nista nan gila ini! wkwkwkwkwk xD,wokeh lah siapakan tisu sebanyak mungkin agar tidak terjadinya pendarahan(?) maupun anemia(?) and selamat menikmati!
.
.
.
Enjoy~
.
.
.
.
.
.
Nafas terengah-engah tidak kuasa menahan rasa yang diberikan oleh dia yang kini telah mendominasi dirinya,tubuh tak berbalut apa pun penuh peluh juga wajahnyayang merah padam
"Fang..."desahnya sambil menjilat lalu mengigit bagian sentitif dirinya sensual bukan itu saja tangannya sibuk meremas keras miliknya,wajah sang pendominasi begitu lapar bagaikan hewan buas yang sudah lama tidak makan
"Ng...mphmmmmhhhh..."
Dua atau mungkin tiga jari dilumuri pelumas yang sebenarnya berasal dari dirinya,siap menusuk tajam dengan cepat ke dalam Pinky Hole-nya menbuat dirinya kembali menjerit sakit sekaligus nikmat
Trush! trush! trush!
"argh! Aaaahhhh…aaaahhhh…aaahhhh"
Menyeringai seram mendengar suara merdu yang begitu menggodanya keluar dari mulut mangsanya,setiap notasinya menbuat sang pendominasi semakin liar dalam memainkan temponya
"arghhhhhh..hhhhhh..."
Butiran bening keluar dari pelupuk matanya,tanda rasa yang diberikan sangat berlimpah hingga tak sanggup untuk menampungnya lagi,ingin rubuh namun sang pendominasi sepertinya tidak akan memberi ampun untuknya kali ini
TRUSH!
"AAAAAHHHHHH!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"AAAAAHHHHHH!"
BRUK!
"aw…sa-sakit…"
Ringisnya penuh derita saat dirinya baru mengalami mimpi untuk pertama kalinya tidak ia lupakan dalam sejarah hidup,well sebuah mimpi yang wajar terjadi untuk anak yang baru saja memasuki masa awal remaja,dan tidak lupa dengan pendaratan tak mulus juga tak elit,mengakibatkan rasa sakit pada punggungnya,jatuh dari tempat tidurnya sendiri
"ah...sial..."menggerutu lalu bangkit dari posisinya baru dia sadari saat melihat sesuatu yang ganjal dan hanya dirinya yang tahu itu dikasurnya sendiri lalu melirik jam dinding,masih ada waktu untuk menbersihkan kekacauan ini dan menpersiapkan dirinya ke tempat biasanya untuk menimba gorden jendela kamarnya guna menbiarkan sinar matahari pagi masuk menberinya nutrisi penting bagi kulit putih mulusnya,perasaan tak enak melanda hatinya
"kuharap hari ini tidak ada sesuatu yang buruk nantinya"
.
.
.
.
.
.
.
Namun sayang hal buruk yang kau takuti akan segera menjadi kenyataan
.
.
.
.
.
.
.
.
Seperti biasanya pagi-pagi sekali,anak berambut anggur ini selalu saja masuk lebih awal demi mendapat predikat contoh murid teladan dan juga meningkatkan popularitas dikalangan para calon pemikir lainnya atau sebut saja para pelajar,terutama yang perempuan umunnya paling mudah terpikat,perlu bukti? Lihat saja para fansnya yang bertebaran bagai pakan ikan di setiap lorong,mereka itu rela banget masuk pagi bahkan ada yang sampai pagi buta hanya untuk melihatnya saja .Ya namanya juga fans,akan melakukan apa saja hanya untuk memuaskan keinginan mereka yang tinggi apalagi fanatic fan's,oh bayangkan saja betapa tergila-gila mereka sampai menjadi stalker jadi-jadian
Meski begitu Fang tidak menperdulikannya yah walau ia tahu fans terutama perempuan merupakan unsur penting dalam menunjang kepopuleran,ah sudalah lebih baik menpercepat langkahnya menuju kelas,melakukan aktivitasnya rutin yang ia sering dilakukan atau lebih mirip seperti kebiasaan sejak dulu(yang sepertinya gak bakalan pernah hilang)ia lakukan namun tanpa duga dibelakang nya sesosok pemuda lumayan tinggi darinya kini tengah mengedap-endap berusaha untuk-
"Selamat pagi Fang!"
Mengagetkannya
Hampir saja terkaget langsung menghindar darinya,untung sekali ia menyadari keberadaan orang itu kalau tidak mungkin tubuhnya didekap olehnya,sebaliknya si pelaku sedikit tidak senang atas perlakuan anak yang dulunya dianggap menyebalkan kini telah menjadi temannya,alih-alih dihargai malah tidak dihargai sama sekali
"Ish...kau ni sentitif sangat"ungkapnya dengan dahi mengkerut dan wajah tak senang,Fang menghela nafasnya lega,lolos dari pelukan erat(baca:maut) darinya lalu menatapnya galak
"Bukan urusanmu,jijik tahu kalau kau bertingkah seperti itu"komentarnya agak pedas,peduli akan menyakitkan maupun tidak pokoknya ia ingin cepat ke kelasnya sekaligus menghindari orang itu
Walau tidak mengerti kenapa ia harus melakukannya
Mungkinkah karna mimipi itu?
Tidak,itu tidak masuk akal
Sudah cukup dengan kejadian dua tahun lalu yang diakibatkan oleh Ying secara tak langsung,membuat dirinya selalu menjauhi anak itu beberapa pun karena ia merasa takut akan mimpi buruknya yang mengerikan tidak terbayagkan jika isi dari sebuah novel(gila itu) bisa masuk kedalam alam mimpinya ia sangat bersyukur tak menjadi sang pemuda bertopi jingga dan berjaket merah itu hanya bisa memandang anak bersurai anggur setelah ia menghela nafas berat,pergi melewati dirinya tanpa ada balasan sama sekali
"Hpmh...dasar,masih saja mempelihara sikap malu tapi maunya itu"ia terkekeh pelan lalu tersenyum,memaklumi karakter teman sekelasnya sekaligus rival-nya itu
0o0
Kriek...
BUK!BUK!BUK!BUK!
"KYAAAAAAAHHHHHHH! APA INI?!"
Sebuah jeritan ketakutan tiba-tiba saja terdengar membuat para murid lain yang mendengarnya kaget sekaligus bingung asal suara tadi,ternyata berasal tepat diluar kelas mereka dengan rasa penasaran membuat seluruhnya berhamburan keluar ruangan masing-masing tanpa peduli akan jam pelajaran saat ini begitu pula Fang yang terganggu konsentrasi belajarnya,ingin tahu siapa pemilik jeritan cempreng itu
"...hiks...hiks..."
"Sudah..sudah...jangan menangis semua akan baik-baik saja"
"Hei apa dia baik-baik saja?"
"Ya ampun apa ini!?"
"Astaga...ini sungguh mengerikan"
"Hiii...seramnya"
Dan beberapa kalimat yang terlontar dari mulut mereka sukses disaring baik oleh telinga Fang,entah apa yang terjadi pasti ini buruk karena,sejak jam pertama Fang merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi meskipun dirinya kurang yakin namun setelah menyelami lautan manusia untuk melihat kejadian
Ternyata tepat sesuai dugaan
Dilihatnya kini loker seorang siswi yang ternyata menjerit tadi penuh kertas putih kotor oleh darah bangkai hewan seperti kucing,tikus,anjing dan lain-lain nya yang susah untuk disebutkan lagi,dalam kondisi termutilasi lengkap dengan organ tubuhnya,saking banyak benda menjijikan yang dimasukan hingga isinya berjatuhan mengotori lantai bukan itu saja ketas-kertas putih kotor tersebut bertuliskan huruf kapital besar 'FANG ADALAH MILIKKU! JANGAN MENDEKATINYA DIA LAGI ATAU KAU TAK AKAN PERNAH MERASAKAN YANG NAMANYA HIDUP!'atau ' JIKA KAU MASIH NEKAT MENDEKATINYA LAGI AKU MENERORMU HINGGA KAU MENANGIS DARAH!' dan ada juga bertuliskan'DASAR GADIS BUSUK LEBIH BAIK KAU MATI SAJA!',itu pun bertuliskan dengan tinta merah darah yang sepertinya berasal dari hewan-hewan termutilasi tersebut,dimatanya sendiri baginya,Fang agak mual melihat pemandangan yang tersaji tepat didepan matanya,tidak heran jika siswi itu menjerit ngeri hingga menanggis walau sudah ditenangkan oleh seorang siswi disebelahnya tetap saja tidak ada perubahan
"kau mau muntah ya Fang?"
Tersentak hampir saja kena seranagan jantungan meski dirinya tahu dia bukan pengidapnya,melihat kesamping kanan dan tatapan bertemu dengan pemuda yag ia temui tadi pagi,oh bukan dia saja ada juga teman yang mengaku dirinya teman baik pemuda itu sekaligus temannya sewaktu SD,tapi tunggu tadi dia bilang apa muntah? Fang memandang si topi jingga kesal,enak saja bilang dirinya mau muntah memang mentalnya sangat lemah apa?
"Heleh mana je aku muntah semudah itu,huh...gini-gini aku kuat tau"dengan sombongnya ia mengatakan walau sebenarnya tidak semua sih,jujur dia sedikit agak mual melihatnya
"udalah jangan jadi sok kuat,kau pikir tu muka pucatmu tak terlihat kah? Kan Gopal-eh?"tidak diduganya ternyata teman(sok baiknya)itu malah pingsan dengan mulut berbusa
"lebih baik kau urus Gopal saja"
"Eeeeeh? Tapi kau-"sebelum melengkapi kalimat,Fang sudah melengos pergi diantara lautan para pelajar dari kelas lain yang penasaranakan,meski tubuh anak surai anggur itu agak mungil tapi memiliki daya menyelinap yang hebat,memang tidak bisa dianggap remeh
"Hhhhh...pergi deh,ya sudah apa boleh buat"setelah itu ia langsung membawa tubuh temannya yang gempal itu susah payah kandang ia ragu,apa bisa dirinya menbawa tubuh temannya yang beratnya sampai 40 kg lebih? Semoga saja dia bisa menbawanya atau paling tidak menyeretnya ke ruang UKS
0o0
Selama Fang berjalan ke kantin,tidak ada habisnya dirinya mendengar desas-desus yang kembali berkumandang tanpa ada 'si biangnya'(yang kini telah dibawa atau mungkin diseret ke UKS saat ini)diantara murid kelas lain disekitar lorong menuju tempat bergossip tentang peneror siswi tadi kalau tidak salah nama penerornya adalah B-Blood,ciri khasnya yaitu saat menulis surat ancaman pasti selalu menggunakan darah hewan yang sudah ia bunuh,banyak berkata bahwa dia adalah salah satu fans fanatiknya tapi Fang seratus persen tidak mempercainya karena dia tahu para fansnya sekali pun yang paling fanatik,tak mungkin mereka melakukan hal sejauh ini sungguh dirinya yakin sekali,sebab ia sudah mengenal karakter mereka meski dari jauh tapi kemungkinan bukan mereka karena belum ada bukti yang jelas
Tap
"Fang,tunggu sebentar!"
Sebelum kakinya menyentuh lantai kantin,dari belakang sudah ada yang memanggilnya lalu Fang memutuskan untuk berbalik arah dan melihat sosok perempuan berhijab pink kini menghapirinya,tumben sekali biasanya dia selalu sibuk akan urusannya entah apa itu,yang Fang tau mungkin urusan OSIS juga ektrakulikuler saja
"ada apa Yaya?"dari tatapan serius si pengendali gravitasi itu sepertinya ada sesuatu yang mengharuskan dirinya harus terlibat di dalamnya,dahinya mengkerut
"kita harus bicara berdua,tidak keberatan kalau aku ambil waktu istirahatmu?"
Tepat sesuai dugaan,entah apa masalah yang melibatkan dirinya,ia sangat berharap ini tak akan menghabiskan jatah istirahatnya dan juga waktu berharga lainnya,sungguh
"baiklah,dimana kita akan bicarakan ini?"
0o0
Dan disinilah Fang,tempat dimana para murid jarang untuk kesini,sulit dipercaya jika tempat ini merupakan tempat mininnya jumlah murid yaitu taman belakang sekolah
"aku heran mengapa taman ini sepi sekali,dulu kan tidak"ia memandang sekelilingnya,padahal disekitar taman sangatlah bersih dan indah meski tak terlalu luas,tapi sangat nyaman jika menjadi tempat beristirahat maupun belajar
"sebab disinilah awal dia sebagai peneror bermula"jawabnya sambil melipat tangan,padangan masih sama dengan tadi tepat kearahnya
"maksudmu B-Blood?"Yaya mengangguk,Fang pun bepikir soal kejadian tadi mungkin itu sebabnya dirinya dipanggil kerena masalah ini berhubungan dengannya
"Yah sebenarnya ini terjadi sejak akhir semester satu,saat kita masih kelas satu,kejadian diawali dengan seorang siswi yang terus menerima pesan singkat di handphone-nya pada saat menjelang tengah malam isi berupa ancaman sama dengan ancaman yang diterima siswi tadi"ia menghela nafas sebentar lalu melanjutkannya kembali
"Awalnya hanya dianggap lelucon namun saat ditelpon dia mendengar suara kotak musik bersamaan dengan tawa khas seorang piskopat,si peneror itu berkata ia akan terus menerornya sampai dirinya mau menuruti perintahnya, yaitu menjauhimu.Hal tersebut terus terjadi hingga siswi itu terkena insomnia dan stress berat bahkan dia sampai dibawa oleh orang tuanya ke ahli piskolog dan nama siswi itu adalah Mei Ling,siswi kelas 1C"Jelas perempuan berhijab pink kepadanya,sungguh ia sangat terkejut sekarang dirinya tak perlu heran jika anak yang sering berbicara dengannya bahkan sampai menggodanya itu,kini telah pindah sekolah kemungkinan karna trauma diteror oleh orang yang tawanya sangat mirip piskopat
"kebanyakan yang diteror olehnya adalah orang yang ingin menyatakan cintanya padamu,siapa pun itu pasti dia akan menerornya hingga mau menuruti ancamannya itu dengan cara apa pun bahkan sampai melukai korbannya sekali pun,walau akhir-akhir dia lebih sering melukai mereka secara mental jarang sekali kalau soal fisik,sangat jarang"Wow kali itu juga Fang nyaris saja tak mampu mengucapkan sepatah kata pun,ternyata ada juga orang menyukainya hingga tidak rela dirinya direbut orang lain
Bangga sekaligus takut jika bertemu dengan orangnya langsung,tapi tunggu sejak akhir semester satu!? Oh ya ampun tidak terbayang banyak korban berjatuhan karna dirinya,mengingat awal semester dua hingga sekarang masih ada yang megirim surat cinta ke lokernya mau pun tempat lain yang berhubungan langsung dengannya dan lagi,kenapa ia baru mengetahuinya soal ini!?
"Mungkin kau akan bertanya kenapa kau baru mengetahuinya,tapi sebenarnya masalah ini sudah ditutupi rapat-rapat oleh para OSIS namun tidak ada yang menyangka jika dia akan menyebarkan berita ini lewat radio sekolah terjadi sebulan sebelum kejadian ini,anehnya walau ada CCTV rekamannya sama sekali tidak ada,bukan itu saja ditaman inilah ia menyebarkan surat-surat ancaman bertuliskan tinta darah yang berjatuhan dari atas setelah pengumuman diradio sekolah"kini wajah Yaya sedikit memucat
"Aku pun bingung kenapa ia melakukan ini semua? Hingga dia menyebarkan bangkai binatang busuk di taman ini,membuat para murid enggan kemari ? dan waktu itu kamu dirawat dirumah sakit kecelakaan karena bukan?"Fang terdiam,Yaya benar waktu itu dia masih dirawat dirumah sakit akibat menolong seorang anak kecil hampir tertabrak kendaraan makanya sekarang mengetahui hal ada suatu tanda tanya di dalam hatinya,mengapa dia ingin sekali menyebarkan berita tentang dirinya sendiri? Apa tidak beeresiko jika dia akan ketahuan? Meski itu sangatlah minin.
"ada juga desas-desus tentang dia,beberapa murid mengaku melihat sosoknya disekitar sini,masih belum jelas tapi untuk teror kali ini lebih parah dari sebelumnya,aku tidak mau ada korban lagi,jadi aku butuh bantuanmu juga Boboiboy untuk memecahkan masalah ini"ingin sekali ia membantu temannya ini namun kenapa Boboiboy harus terlibat juga? Bukan karena apa,tapi Fang masih ragu berdekatan dengannya itu pun karna bayangan mimpi buruknya meski sudah dua tahun,dirinya masih sedikit anti dengannya,apa tidak ada yang lain?
"Lalu bagaimana dengan Ying?"
"Uumm...dia sakit selama seminggu"bagus lengkap sudah,sepertinya tidak ada pilihan lain toh bukan hanya dirinya dan dia,toh Yaya juga ikut
"jadi kapan kita mulai?"
"oh...itu...kau tidak keberatankan jika malam minggu?"hah? malam minggu? Bukannya masih ada hari selasa atau pun hari lainnya? Kenapa harus hari itu?
"kenapa malam minggu?"tanya seolah dirinya punya janjian,dengan buku novelnya yang berjudul 'Marmut Merah Jambu'
"Kemungkinan dia akan muncul disini untuk meneror lagi dan targetnya adalah...aku"
"Oh.."lalu sedetik kemudian Fang langsung melotot kearah Yaya dengan bahasa wajah yang mengartikan 'apa kamu juga suka aku?' tentunya disanggah oleh yang dipelototi
"jangan terlalu berharap,mana mungkin aku suka dengan lelaki bertampang Uke sepertimu.."seketika Fang sedikit kurang terima perkataan Yaya disaat itu juga ia melotot kearah si hijab pink,jangan-jangan...
"dan jangan berpikiran tidak-tidak padaku atau kucatat namamu itu"ucap tegas supaya menyangkinkan Fang sambil menyembunyikan aib-nya sendiri,dasar Fujoshi*kau pun juga begitu Thor..plaaak! jangan bilang!*
"Oke,aku tunggu di depan gerbang sekolah"
0o0
TENG! TENG ! TENG!
Suara bel berbunyi tanda akhir jam pelajaran Fisika,buku-buku juga peralatan belajar sudah rapi dan lengkap tak ada yang tertinggal,semuanya sudah ada di dalam tas waktunya untuk pulang,pikir Fang sambil mengenakan tas bangku kedua,urutan ketiga yang merupakan bangku Boboiboy yang kini pemiliknya sedang menatap pemuda berwajah oriental tersebut,metatapnya intens
Merasa dipandang seseorang,Fang mengetahui siapa dia namun ia lebih memilih pergi meniggalkan kelas dari pada bertatap pandang dengannya,Boboiboy ingin memanggilnya namun dari mulutnya tak mengeluarkan sepatah kata pun,dirinya hanya memandangnya hingga ia pergi tetapi dirinya harus segera menyusulnya,Boboiboy ingin bicara dengannya
Drap…drap…drap
"Fang!"
Sengaja menulikan pendengarannya dari si pemanggil,dirinya tetap berjalan dengan langkah yang lebih cepat namun dari belakang Boboiboy dengan cepat langsung menarit tangan mungilnya dengan kasar,menyeretnya menuju tempat lain
"hei! Apa maksudmu ini?! Lepaskan aku bodoh!"
Melakukan hal yang sama dengan si surai anggur,menulikan pendengarannya dan menbawa pemuda itu ke taman belakang sekolah,kenapa tempat(mengerikan)ini lagi.
"apa yang kau inginkan?
"aku hanya ingin berbicara denganmu,kenapa akhir ini kau selalu menjauhiku?"sepasang mata hazel menatapnya,berharap dirinya mau menjawab
"bukan…apa-apa…"
"bukan apa-apa? Lalu yang kau lakukan tadi itu tadi itu apa hah!?"bentakan itu cukup menbuatnya kesal,walau sebenarnya dia tahu bahwa…
"kau ini mau mencari masalah denganku?!"
"aku tidak mencari masalah denganmu!"
Memang dirinya salah
"lalu apa mau-"
Gyuuuut~
Tunggu apaan ini? Itulah dibenaknya kini,tubuh ternyata dipeluk erat oleh Boboiboy akhirnya meski sekian lama anak bertopi jingga selalu berusaha untuk berdekatan dengan dirinya,semburat merah pun muncul dan andai saja bisa,ingin rasanya Fang menjerit
Sayangnya itu sangat memalukan
BRUK!
Dan memilih mendorong tubuh orang yang memeluknya ini,langsung berlari meninggalkan dia dengan wajah terkejut sekaligus bingung tanpa sepatah kata terus berlari tidak peduli akan menabrak orang atau pun ditabrak kendaraan,apa pun itu tak peduli hingga ia sampai di rumahnya dan langsung menuju kamarnya
Buk!
Fang merebahkan tubuhnya sendiri di kasurnya,menbiarkan wajahnya tenggelam dalam bantal,ia berpikir kenapa ia berbuat seperti itu? Apa ada yang salah dengan dirinya? Dan lagi setelah kejadian itu ia belum sempat untuk meminta maaf,semenit kemudian suara dering telepon terdengar berasal dari sakunya
To: Fang
Fang apa kau baik-baik saja?
Itulah isi pesan sikatnya tentu dari Boboiboy,Fang pun memijat tombol berukir angka atau pun huruf itu dengan cepat lalu mengirim pesannya
To:Boboiboy
Aku baik-baik jangan terlalu khawatir
To:Fang
Maafkan aku,tentang yang tadi itu tidak sengaja
To:Boboiboy
Tidak apa-apa,lagi pula aku juga berbuat salah,Aku juga minta maaf
To:Fang
Jangan minta maaf padaku,kau pantas melakukan itu karena tadi aku sudah berbuat keterlaluan
To:Boboiboy
Sudalah lupakan saja…juga apakah Yaya mendatangimu?
To:Fang
Hm? ...Yaya? ah iya sudah jadi malam ini kita akan ke sekolah lagi?
To:Boboiboy
Tentu saja bodoh! Kita bertiga sudah sepakat untuk kesana,menyelidiki tentang B-Blood! Apa kau sudah lupa?!
To:Fang
Iya aku masih ingat memangnya aku selupa itu? =_='
Lalu dimana kita akan bertemu?
To:Boboiboy
Jam 20:30 malam,tepat didepan gerbang sekolah
To:Fang
Oke sampai ketemu nanti malam
Klik!
Percakapan lisan berakhir seiringan helaan nafas,diliriknya jam dinding kamarnya,pukul 15:00 tepat mungkin ia harus menpersiapkan dirinya untuk malam nanti
0o0
Malam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba,Fang ternyata sudah ada disana tentunya yang paling pertama maunya terakhir tak sangka malah dirinya yang paling masih berkutat dengan memaikan ponselnya
"hei apa aku terlambat?"lima menit kemudian Boboiboy datang dengan Mode Taufan,Fang langsung menghentikan aktivitasnya lalu memandang anak berdominan biru itu
"tidak bisa jalan pakai kaki ya? Hingga kau harus menggunakan kuasamu itu?"sindirnya sebagai penyambutan yang membuat si pengendail angin cemberut,sialan kau Fang
"iya nih gak bisa jalan sampai-sampai aku harus menggunakan kuasaku,kamu mau gak gendong aku?"ujarnya sambil merangkul pundak Fang sebagai penyangga,membuat yang dirangkul merasa keberatan
"Eeeh?! Apaan nih?! Lepasin berat tau!"
"Heeeh? Benarkah ? kupikir aku tak seberat itu~"ujarnya jahil,ah inilah paling Fang tidak sukai dari Boboiboy dalam Mode Taufan,jika berwujub begini pasti selalu berbuat terdengar bunyi ponsel yang ternyata milik Fang,ada pesan dari Yaya
To:Fang
Maaf ya Fang! Aku tidak bisa kesana karena aku tiba-tiba saja diajak ke acara pernikahan kerabatku dan aku tak bisa menolaknya! Jadi tidak apa-apa kan jika kalian berdua saja yang mengurus disana kan? Kumohon kalian adalah harapan sekolah kita! Semoga berhasil!
P.S:dan jangan salah aku,ini semua diluar dugaanku sungguh ^^'v
Entah kenapa setelah menbaca pesan singkat Yaya itu,Fang merasa ditipu oleh seorang penjual kosmetik murahan sedangkan Boboiboy Taufan disampingnya bingung dengan tampang Fang yang agak aneh itu
"KAMPRET LOE YAYA! GAMPANG SEKALI KAU BILANG BEGITU PADAKU?!"
0o0
"Fang~ jangan cemberut terus dong~"Fang hanya menghela nafas untuk kesekian kalinya,kadang ia tak menyangka ujung-ujungnya akan berduaan dengan dia,sungguh rasanya gugup sekali berdekatan dengannya,ingin rasa menjauhuinya sekarang juga! Tapi kenapa berpikiran demikian? Hingga baru disadari...
"Boboiboy...?"
Hening tak ada jawaban
Bagus anak itu hilang sekarang entah kemana disekolah ini,aneh kenapa ia tak menyadarinya? Lupakan sekarang dia harus mencari anak bertopi dinosaurus namun secara tak sengaja Fang melihat siulet merah berkilat cepat yang baru saja melewatinya tadi ,langsung dikejar sosok itu hingga ia sampai di taman belakang sekolah untuk ketiga kalinya dalam sehari,oh tidak lupa dengan jatuh beberapa butiran air tak terhitung jumlah dari langit
Dalam tangkapan lensa matanya yang basah,ia melihat sosok berbaju hitam-merah disana,Fang sangat mengenalnya
"Boboiboy...Halilintar?"
Dia menoleh saat disebutkan namanya tapi tak diduga,wajahnya berlumuran darah bercampur air hujan tapi darah diwajahnya itu bukan miliknya melainkan seekor anjing liar yang tewas dalam tusukan pedangnya,dia menyeringai seram
Tidak mungkin
"ka-kau...ti-tidak.."
Drap...drap...drap…
Gyuuut~
Namun baru dua langkah ke belakang,mendadak dirinya didekap oleh orang yang seharusnya ia cari selama ini dan baru disadari olehnya saat melihat wajahnya,bahwa pupil mata biru milik orang itu meruncing bagai mata hewan buas sama seperti Halilintar,menatapnya dengan senyum lebar namun mengerikan
"Good Night...Baby~"bisiknya tepat di telinga pemuda bersurai anggur itu bersamaan dengan hilangnya kesadarannya sendiri
0o0
Matanya perlahan terbuka menperlihatkan iris yang begitu indah melihat sekitarnya untuk menstabilkan pengeliatan nya,Fang baru menyadari bahwa tadi ia dibuat pingsan oleh mereka berdua dan lagi dia berada di ruang UKS yang mengartikan dirinya masih ini persis seperti mimpi buruknya,dalam hatinya yang terdalam ia berharap ini hanyalah mimpi,sayang ini adalah kenyataan! Ia harus pergi dari sini! Fang langsung menbuka gorden putih yang menutupinya,lalu menbuka pintu namun ternyata tidak bisa dibuka
"sayang sekali...pintu terkunci"tiba-taba saja dikurung oleh Taufan dari belakang,tangan kirinya meraba lekuk tubuhnya hingga kebawah sampai kebokongnya dan mulai meremasnya
"A-aaahh!"
Taufan menyeringai mendengar suara indah itu lalu mengulanginya lagi,sementara Fang berusaha untuk tidak mendesah tapi gagal namun teringat akan jam kuasa miliknya,dirinya berpikir untuk melawan maka ia memulai menendang perut si pelaku meski tak kena tapi itu cukup membuat dirinya terbebas lalu menpersiapkan dirinya untuk menyerang tetapi
"kau tidak bisa menyerang jika jam milikmu ada ditanganku"dari sudut kanan ruang terlihat Halilintar bersadar disana dan ditangannya ada jam kuasa milikya,Fang terkejut
Grep!
Dekapan erat kembali menguncinya dan saat menoleh kebelakang,bibirnya bertemu dengan bibir milik Taufan,menciumnya penuh nafsu
"Mmmmhhhhh.."
Ingin masuk lebih dalam,Taufan langsung mengigit bibir bawah anak itu menbuat Fang menjerit tanpa tau bahwa cela yang diberikan bagi Taufan untuk menciuman lebih dalam,tak lupa memasukan lidahnya
"nghhhh...Mmmmhhhh..."
Namun seketika dagu Fang direngut paksa Halilintar sukses memutuskan ciuman mereka berdua,Taufan kesal namun setelahnya dia menyeringai dan mulai meraba tubuh bagian bawah Fang ,sedangkan Halilintar masih sibuk bertarung lidah dengan anak bersurai anggur yang kini wajah merona hebat
Sebenarnya Fang(sangat)takut dengan semua ini tetapi entah kenapa ia menikmati setuhan dan ciuman mereka bagai rangsangan,dia tahu ini melecehkan dirinya tapi meski begitu hati tidak menolak sama sekali dan jika akan berakhir seperti itu,Fang merasa tidak keberatan
Meski ia tidak megerti dengan apa yang dipikirkan tadi,tentang rela dicumbu
"AH!"
Sepertinya Halilintar berhasil menyelundutkan tangannya kedalam celana Fang,untuk memulai permainan ia memijat privasi anak bersurai anggur itu
"Nnnngaahhh...Hali-lintarhhhhh"seringai Halilintar semakin melebar dan menpercepat permainannya,dibantu Taufan dengan merobek celana(secara brutal)si pengendali bayang agar lebih leluasa sekaligus si pengendali angin bermain dengan dua bola terbungkus kulit juga menjilat dan menggigit permukaan putih punggungnya yang menghasilkan tanda kemerahan
"ngkh!...hahhhhhh...aaahhhhhh...hhhhhh"gerakan mereka berdua semakin beringas juga penuh nafsu,membuat Fang semakin menjadi-jadi lalu diakhiri dengan remasan keras pada privasinya oleh Halilintar
"AAAAAAHHHHHHHHH!"
Spluuurrrrrtttt!
Cairan putih merembes keluar darinya dan mengenai telapak tangan Halilintar lalu dijilat oleh si pengendali petir tanpa rasa jijik,Fang tertuduk lemas dalam pangkuan Taufan akibat klimas pertamanya namun ini baru dan baju yang menjadi penghalang dirobek oleh Taufan membuat anak ras cina itu tak tertutup sehelai benang pun,menperlihatkan tubuh yang indah terutama puting merah muda anak tersebut cukup menggoda Taufan untuk segera memilinnya
"Mmmmhhhhh...hhhhh...nghhhhhh..." Sementara Taufan sibuk bermain,Halilintar melumuri jarinya dengan cairan putih Fang yang masih tersisa setelah siap lalu ia membuka kedua kaki Fang yang tadinya tertutup dan langsung menancapkan ketiga jarinya kedalam Pinky Hole pemuda oriental tersebut
"ARRGGGGHHHHH! KELUARKAN! KELUARKAN!"Fang menjerit kesakitan dan itu menambah keganasan Halilintar untuk menusuk lebih dalam,butiran bening hampir keluar jika Taufan tidak menjilatnya setelah itu ia mencium kedua kelopak matanya,anak itu meremas jaket Taufan erat
"AH!" Keduanya menyeringai seram mendengar suara itu tanda bahwa permainan sesungguhnya akan segera dimulai,Halilintar menarik ketiga jarinya membuat Fang mendesah kecewa lalu dirinya menbuka celananya juga boxer-nya,memperlihatkan miliknya yang kini menegak sempurna
Fang yang melihat itu merona diwajahnya,ia tak mau menbayangkan rasa sakit yang akan dirasakan nya nanti semoga saja ia bisa melewatinya
TRUSH!
Satu sodokan yang keras nan mendadak membuat Fang menjerit keras namun jeritannya dibungkam oleh ciuman dalam Taufan dari atas,tubuh Fang sedikit merosot turun,lidahnya sekali lagi masuk untuk mengajaknya berdansa dan itu bisa mengalihkan rasa sakit Fang saat ini,tangannya menekan kepala Taufan untuk mendalami Halilintar terus menusuk dengan liarnya hingga ia akhirnya menemukan titik kenikmatan anak itu
"Mph!mmAAaaahhhhhh!...Ahhhhhh...Hhhhhh...hhhh"Fang mendesah nikmat bersamaan berakhirnya ciuman dirinya dengan Taufan,desahan itu semakin menjadi-jadi dengan tempo Halilintar yang semakin liar mendengar suara indah itu
"Ahk!...Aaaahhhhh...Hali-lintarrrhhhh...a-ahhhhku...mauuuhhh..."Halilintar yang masih menusuk titik itu juga merasakan hal sama dengan Fang,ia lalu menarik miliknya yang hanya menyisakan ujungnya saja dan dengan sangat cepat menberikan sodokan terakhirnya
TRUSH!
"AAaaahhhh! HALILINTAR!"Bersamaan suara Fang yang berkumandang penuh nikmat,rasa hangat mengalir deras memasuki tubuhnya sendiri,Halilintar menarik miliknya dan menbersihkan jaketnya yang terkena cairan putih si surai anggur,sesekali menjilati jari yang belumuran jus cinta itu
"Hmmmm...manis sekali..."
"iya manis sekali tapi kapan giliranku?"Taufan protes dan Halilintar memutar bola matanya,anak ini sungguh tidak sabaran batin Halilintar sedemikian rupa terhadap Taufan
"yahhh..baiklah sekarang giliranmu"mendengarnya hal itu Taufan langsung menbalikan tubuh Fang yang lemas itu dengan wajah yang senang"Hei menungginglah"
"haaahh…kehhhnahphahh…?"Fang terengah-engah(atau mendesah menggoda)akibat permainan liar Halilintar,Taufan menyeringai
"sudah menungging saja,masih punya tenaga bukan?"anak itu menuruti perintahnya mungkin sudah dimabuk sex oleh Halilintar,Taufan berpindah tepat dibelakangnya siap untuk memulai ronde kedua
"ngAaaaahhhh!...aaahhh...Tau-fanhhhh!"Fang mendesah kembali saat miliknya kembali mainkan oleh tangan kiri Taufan yang meminta cairan manis itu secara cepat,tubuhnya dikurung oleh sang Cyclone,yap gaya Doggy-Style
"Taufanhhh…aaAAAHHHHHH!~"
Spluuuuuuurrrrtttt!
Taufan pun menyeringai lebar karna sudah mendapatkan apa yang diinginkannya,ia pun menikmati cairan yang baginya manis dilidahnya(namun menjijikan bagi Author)lalu menggunakn sisanya sebagai pelumas jarinya
"Aaahk!"ketiga jarinya mulai memasuki Pinky Hole si pengendali bayang secara mendadak tanpa aba-aba,tepat mengenai titik nikmatnya
"Aaaahhh...Taufanhhh...langsung sa-jaaahhhh!"sedikit terkejut,ternyata anak ini benar-benar dimabuk sex oleh Halilintar,well sepertinya Taufan harus berterimah kasih padanya
"Alright Baby~ ...tapi jangan salahkan jika aku mulai menggila~"dia lalu membuka celananya juga boxer-nya langsung memasukan miliknya yang mulai tegak kedalam Pinky Hole-nya secepat kilat
"A-Argh!...ce-cepatlaahhhhh!"mendengarnya Taufan pun memulainya dengan tempo cepat,amat cepat hingga desahan Fang semakin menggodanya untuk menggila sekarang,mengeluarkan miliknya sampai sebatas kepala lalu menacamkannya kembali secara berulang-ulang tanpa ampun
"Aaaaarrrhhhhh!...Aaaahhhh...aaahhhh"tubuh Fang kini penuh peluh juga bergetar karna sensasi nikmat yang begitu merasang untuk mengikuti gerakan pendominasi,menghilangkan ke rasionalannya dan menbiarkan nafsu menguasainya hingga mendadak suatu yang padat dan panjang memasuki mulutnya
"cepat kulum itu"ternyata itu adalah Halilintar sedang memasukan miliknya kedalam mulut Fang,ngejutkan dia menuruti perintah itu,mengulum benda itu bagai es loli
Halilintar memejamkan matanya menikmati sensasi hangat goa milik pemuda oriental itu dan mendorong kepalanya untuk mengulum miliknya lebih dalam,sedangkan Taufan semakin menggila dalam permainan tanpa tahu memukul titik itu begitu keras,terus hanyut dalam permainan hingga sampai ke puncak klimas mereka secara bersamaan,Taufan mengeluarkan cairannya begitu banyak hingga memenuhi lubang,begitu juga cairan Halilintar yang menbanjiri mulut Fang sampai terbatuk-batuk saking banyaknya cairan yang memasuki,setelahnya Fang ambruk menbiarkan dirinya pingsan
~0O0~
Fang membuka matanya perlahan,pandangan sedikit buram sementara hingga ia menyadari dirinya masih ditempat yang sama,dan baru disadari tubuh telanjangnya telah dibalut kain putih
"baguslah kalau kau sudah sadar...Fang"tersentak langsung bangun dari kasur lalu melihat Boboiboy dalam Mode Gempa menatapnya saat ini,bukanlah lembut melainkan datar
Fang mengingat apa yang terjadi sebelumnya,dia ingat jika dirinya dicumbu oleh Halilintar dan Taufan habis-habisan tanpa ampun,lebih parahnya lagi dirinya menerima sentuhan itu tanpa perlawanan sama sekali bagus sekarang pasti mukanya sangat merona,Gempa menatap sinis setelah melihat reaksi itu
"Heh...kau bilang pelukan itu menjijikan tapi kenapa kau menerima sentuhan mereka yang tidak kalah menjijikannya itu...dasar pelacur"padangan merendahkan tertuju kepada anak bersurai anggur,dan tentu dia tak terima
"Tidak! aku tidak-"
"benarkah? Lalu kenapa kau menikmatinya?Aku penasaran..."potong si pengendali tanah langsung,Fang dapat melihat pupil mata Gempa meruncing sebelum ia mengatakan kalimatnya,ia menindih tubuhnya sambil membelai wajah hingga berakhir dengan setuhan jari pada bibir anak itu,kepalanya berada dekat dengan telinga Fang
"baik...kita lihat apa kau masih mampu untuk menolak?"dia memulai dengan sebuah gigitan pada lehernya hingga berdarah lalu menjilatnya sampai bersih,jilatannya berlanjut dari leher ke telinga dan diakhiri ciuman pada cupingnya
"NghhhhAaaakhhhh!...Gemphaaahhhhhh!"Gempa mendengar desahan itu lalu menberi jarak beberapa centi dirinya masih menindih Fang,menatapnya dengan seringai sesaat setelahnya kembali dengan tatapan sinisnya
"kau mendesah...artinya kau menyukainya bukan?"Fang tak bisa menpungkirinya lagi,yah dia menikmatinya dan itu membuatnya terlihat bodoh di depan Gempa saat ini,menyebalkan
Sebuah pemikiran muncul dalam benak Gempa,ia menyeringai lalu menarik tubuh Fang ke dekapannya membuat dirinya juga dia dalam posisi duduk dan berbisik tepat di telinganya"hei bagaimana kalau kita lakukan permainan kecil? Caranya kita akan bertarung untuk mendapatkan posisi dominasi,jika aku kalah kuakui B-Blood adalah aku tapi kalau kau kalah bersiaplah untuk memasuki ronde ketiga,bagaimana?"Fang kaget mendengar tawaran(atau jebakan)itu,belum sempat mensetujui nya suatu basah nan lunak ia rasakan dibibirnya
Ternyata itu bibir Gempa,lidahnya dikeluarkan untuk menjilat permukaan bibirnya yang tadinya kering,Fang yang masih belum siap ingin sekali mendorong tubuh orang yang kini memeluknya itu tetapi ia tidak bisa melepasnya karena dekapan dia telah menguci pergerakannya
"nghhppp..!"hampir mendesah,Fang yakin dia pasti sengaja menggunakan siku kakinya untuk menekan privasinya yang memang sentitif itu untungnya bisa ditahan,Gempa menyeringai tipis pun menlanjutkan rencana selanjutnya menurunkan tangan kirinya yang sedari tadi mendekap tubuhnya ke bawah meremas bokong anak itu gemas sesekali menyelundukan jarinya diantara belahan bokong itu untuk mencubit kulit yang mengbungkus dua buah Zakar-nya kadang menyetuh lubangnya,Fang tidak bisa menahannya lagi
"ngAaaakhhhhh!...Gemphhaaahhh!...henhhhtihhkhhaannhhh!"seringai si pengendali tanah semakin melebar tanda ia memenangkan permainan,Fang sudah pasrah untuk yang selanjutnya sekaligus kesal"kau kalah Fang jadi bersiaplah.."
Fang kembali tertindih olehnya,dia menatap bagai singa lapar yang baru menemukan mangsa dan Fang merasa merinding dengan tatapan itu,Gempa memulai dengan sebuah ciuman membuat Fang terkejut tanpa tahu bahwa dirinya telah menberikan celah ciuman dalam
"Mmmmhhhhhh...hhhhh...akh"bukan itu saja tangan kanannya juga memilin puting dada kiri anak itu setelahnya tangannya menurun ke miliknya Fang yang mulai tagak,ia langsung meremas juga mengocoknya cukup untuk Fang menjerit lalu Gempa berpindah kebawah untuk mengulum privasi itu tak lupa dengan jilatan sensualnya,oh kain yang menbalut tubuh Fang telah lepas lalu dilempar sembarangan oleh Gempa tanpa ia sadari
"Aaaarrghhhh!...Haaahhhh...Akhhhhh!..Gemphhaaahhhh a-aku mau...Akh!"tak menpedulikan peringatan Fang,Gempa tetap melanjutkan permainan hingga akhirnya anak itu mengeluarkan cairan kentalnya lagi,mengenai wajah si pendominasi
"Aaaahhh...kau ini terlalu banyak mengeluarkannya tapi..."jeda sementara menbersihkan wajahnya sesekali menjilat cairan itu lalu mendekati telingannya dan meniupkan nafas hangatnya
"tapi...aku menyukainya"pujinya sebelum menjilat daun telinganya,wajah Fang semakin memerah namun tiba-tiba sesuatu yang asing memasuki analnya,jari-jari Gempa
"A-a sa-sakit Gempa...sakit...pe-pelan-pelanhhhhh!"tidak butuh waktu lama untuk menemukan titik itu,Gempa lansung menarit ketiga jarinya lalu menbuka celana sekaligus juga boxer-nya,miliknya yang sudah menegak langsung dimasukan tanpa aba-aba mengenai titik itu
"ARGHhhhhhh!...Gemphhaaahhhh..Aaaahhhhhh!"Fang menjerit sekaligus mendesah,Gempa sedikit meringis karna miliknya dijepit dinding lubang ketat anak itu,heran padahal sudah dikoyak sebegitu kasarnya tetapi masih belum longgar? Mengingat yang mencumbu dengan dia itu satunya liar(Halilintar)dan satunya gila(Taufan)
"hei...apa benar kau sudah 'bermain' dengan mereka? kenapa kau masih keta-argh"medengarnya Fang tersenyum kecil dengan sebelah mata terpejam
"tapi setidaknya kau puaskanhhh?...akhh...nghhh"tangannya meremas kain kasur gemas karna rasa nikmat,sepertinya titiknya telah ditemukan
"Gem-Gemphhaaahhh...lebih...cepaaathhhh.."seringaian semakin melebar,ia cepatkan temponya dan tidak sengan untuk mengoyak lebih kasar dari sebelumnya hingga punggung Fang melengkung keatas juga tangannya kini meremas jaket anak itu
"Aaaaahhh...ughhhhhAhhhhh!...AaaaHhhhhh"tusukan demi tusukan diterimanya,Fang menitihkan air mata saking nikmatnya begitu pula desahan dan jeritan yang menjadi-jadi menggoda Gempa semakin sadis untuk menusuk titik itu tanpa ampun
"Aaaahhh...arghhhhAh! GEMPA! AAAAAAHHHHHHH!"
Dan suara itu sebagai tanda akhir permainan ini,tubuh Fang benar-benar lemas tak bertenaga,dirinya sekarang sudah terbang ke alam mimpi.B-Blood kembali ke wujub semula menatap orang yang paling(sangat)ia cintai kini telah menjadi miliknya dalam pelukan,dia tersenyum senang namun bukan senyum biasa melainkan senyum sadis seperti seorang Yandere
"You are Mine Forever...Fang"desisnya lalu bergabung dengannya untuk tidur,kini tidak ada yang perlu ia kawatirkan lagi jika ada yang merebutkannya,karena dia sudah menjadi miliknya
Tentu untuk selamanya
THE END
Hahahahah nista banget hasilnya*pundung* dah lagi semakin tidak nyambung lagi*makin pundung* well mau gimana lagi nih tangan udah geregetan untuk bikin adengan lemonnya sih~ oh abaikan sudah dan sungguh ini fic yang paling terpanjang(nan bertele-tele) pernah kubuat tentu tak luput dari perjuangan keras ^^'
Semoga fic ini tak terlalu mengecewakan kalian walau gak sesuai rencanaku dan kuharap kalian puas dengan adengan nista diatas hahahahahahaha*tawa sinting
RIVIEW PLEAAAASEEEEEE! :3
