Yo! Author pemalas ini kembali! Maaf lama, soalnya Auhtor tiba-tiba saja dilanda kehilangan mood untuk ngetik #kebiasaan# semoga chap absurd bin gaje en lebay ini dapat menghibur kalian.
Yosh! Tanpa banyak bacot lagi silahkan menikmati!
Warning : BL, OOC, Typos, dan teman²nya
Kuroko No Basket : © Tadatoshi Fujimaki
Bully? NO! Its Love! : © Hiria-ka
Douzo~
Chapter 2
ˁˀ HaremKiseˁˀ
Cuaca pagi ini terlihat benar-benar cerah, secerah sosok pemuda pirang berwajah tampan bak pangeran dari negeri dongeng. Yeah.. siapa lagi kalau bukan tokoh utama kita. Kise Ryouta.
Pemuda itu berjalan riang gembira sambil sesekali melompat-lompat ceria saat memasuki gerbang sekolahnya. Tak heran jika semua orang yang ada disana memperhatikannya. Sebagian wanita dan pria juga ada yang memandangnya dengan tatapan kagum, seolah-olah mereka baru saja menyaksikan pemandangan indah seorang malaikat yang turun dari surga dengan semerbak keharuman segar dari buah lemon yang menguar setiap ia lewat.
Tapi, akan lain lagi hal nya kalau semua itu berkaitan dengan 'tukang bully' Kisedai.
Seperti saat ini,
"Pagi 'ssu~ ~" Kise memasuki ruangan basket dengan gembira sambil menebarkan senyum sejuta pesona miliknya pada sekelompok orang(bejad) dengan warna rambut yang berbeda-beda, —dan tentu saja— bukannya mendapat balasan yang pantas, Kise justru malah mendapatkan deathglare dari teman-temannya sebagai balasannya.
Akibatnya ia langsung salah tingkah dengan menundukan wajahnya sambil tersenyum kecut.
"M-maaf 'ssu..."
Andai saja Kise sedikit 'Peka'
Ya, Peka. Dan menyadari kalau tatapan teman-temannya itu bukanlah tatapan tajam yang menakutkan melainkan tatapan yang mensiratkan ketertarikan untuk— mengobservasi 'objek manis' —yang sangat memikat di hadapan mereka— dengan lebih intens.
"Ryouta. Cepat kemari"
Bersyukurlah pada Akashi yang segera memanggilnya. Sehingga Kise dapat menghindari hujanan tatapan tajam dari teman-temannya yang lain.
"Ha-hai..." pemuda kuning itu mengangguk gugup sedikit kecewa dengan perlakuan teman setim nya.
Mengangkat wajah dan kembali menampakan senyum kecil yang agak dipaksakan, Kise pun segera melangkah mendekati para cecunguk Kisedai itu sebelum dirinya disalahkan lagi.
Tapi...
Sepertinya masalah lain datang saat ia tengah berada disana. Entah mengapa, hanya perasaan Kise atau memang benar kalau tatapan teman-temannya langsung berubah menjadi lebih dingin padanya plus aura yang mencekam di sekitar mereka?
Pemuda kuning itu sedikit meneguk ludah saat merasakan dengan jelas perubahan atmosfir disekitarnya yang langsung membuat dirinya ikut membeku akibat dinginnya aura disekeliling. Bayangkan saja, bagaimana ia bisa tenang saat semua tatapan tajam mengarah padanya?
Dan tak lupa ada satu hal penting yang sangat disayangkan, Kise tidak tahu kalau sebenarnya teman-temannya itu memandangnya tajam karena bau segar dan manis parfum yang kebangetan wangi(?) menguar dari tubuhnya dan menyeruak ke dalam indera penciuman para Kisedai yang seolah-olah mengundang— lebih tepatnya— menggoda birahi para lelaki bejad yang ada disana— untuk melakukan pem'bully'an lebih lanjut padanya.
Walau kenyataannya hal itu hanya sempat membuat Kisedai(minus Kise) terdiam sesaat menikmati sensasi harum dan segar yang memanjakan hidung mereka. Dan untunglah hal itu tak berlangsung lama karena Midorima si pemuja aliran sesat Oha Asa(#ditimpukMidorima) segera memecahkan keheningan tersebut.
"K-Kau harum sekali, nodayo! —bukan berarti aku menyukainya! Hanya saja wanginya terlalu menyengat! Sangat mengganggu! Kau baru pertama kali pakai parfum ya, nanodayo!"
JLEB
Celetukan datar(namun pedas) dari Midorima yang tak lupa sambil menaikan kacamatanya yang sebenarnya tidak melorot— membuat pemuda kuning itu syok, serta sekaligus membangunkan anggota Kisedai dari pikiran mereka masing-masing.
Kise yang sadar tengah mendapat tatapan tajam oleh si rambut hijau disebelahnya yang— ketahuan banget bo'ongnya(kalau dia(Midorima) sebenarnya menyukainya(wangi parfum Kise)— hanya bisa diam mengulum senyum maklum atas kata-kata si tsundere akut berkacamata itu.
"Eh? Be-benarkah 'ssu?" Kise langsung sweatdrop saat dilihatnya Midorima tengah memakai sebuah masker berwarna putih yang di yakini adalah benda keberuntungannya hari ini.
"Iya. Kau wangi sekali Kise-kun" dengan tiba-tiba dan entah bagaimana, Kuroko sudah mengendus-endus disekitar tubuh Kise. Membuat si pemilik surai pirang sontak melompat kaget.
"HUWAAAH! Kurokocchi! Kau mengagetkanku 'ssu!" teriaknya sambil mundur-mundur karena Kuroko masih mencoba mengendusnya.
BUKH...
Merasa menabrak sesuatu yang 'besar', Kise pun berbalik. Raut wajahnya seketika berubah menjadi horror saat melihat sosok titan ungu yang berada di belakangnya.
"Kise-chin... bau mu... *sniff sniff..* manis..." terlihat Murasakibara yang sudah ngiler seperti titan yang ingin melahap manusia— dan untungnya Kise langsung menghindar sebelum tangan panjang milik raksasa ungu itu memegang kedua bahunya.
"Kyaaahh! Murasakibaracchi! Jangan makan aku 'ssu! Aku bukan makanan 'ssu yo!"
Tapi mungkin memang hari ini(atau memang setiap hari) ia sedang sial atau apa, karena baru saja Kise menghindar dari titan ungu yang rakus itu, entah bagaimana, dirinya sekarang malah terseret oleh Haizaki yang menarik kerah bajunya dengan kasar.
"Oi Ryouta! Kau ingin menggoda ku ya? *sniff sniff*" Haizaki yang memanglah berandalan kurang ajar, dengan santainya langsung mengendusi sekitar tengkuk Kise yang tentu saja membuat aura disekitar Akashi dan anggota Kisedai lainnya yang tadinya biasa saja langsung jadi memburuk.
Nah lho!
Sedangkan Kise sendiri yang tidak terima dengan perbuatan dan perkataan buruk Haizaki pun langsung mendorong kesal kepala silver itu menjauh darinya.
"Jaga bicaramu, Shougo-kun! Aku tidak pernah memiliki niatan menjijikan seperti itu 'ssu!" protesnya sambil menatap tajam Haizaki yang hanya memutar bola matanya bosan. 'Dia pikir aku takut apa dengan pelototan murahan seperti itu. cih' pikir pemuda silver itu pada Kise.
Sekarang kita beralih ke pojokan...
Dapat kita lihat, pemandangan super gak elit seorang cowo 'ganteng' penuh daki— plak— sedang menahan sesuatu yang sudah 'mengeras' dicelananya— yang... ternyata oh ternyata... adalah akibat dari imajinasi otak bejadnya yang sangat berlebihan hanya karena aroma manis dari tubuh Model seksi berambut kuning yang menjadi idola satu sekolah— yang juga— sukses membuatnya jadi berpikir macam-macam. Dasar kau Aomine!
"OI KISE! INI SEMUA SALAHMU! TANGGUNG JAWAB! KAU SUDAH MEMBUATNYA BANGUN!" teriak Aomine frustasi sambil menunjuk-nunjuk 'juniornya' yang sudah menonjol dalam celananya tanpa pikir panjang akan keselamatan nyawanya sendiri.
Dan...
SLEB!
Seketika itu juga... sebuah gunting 'keramat' menancap tepat di dahi lebarnya.
Malang.
Beralih pada Akashi, ia yang tidak suka melihat segala keganjilan yang ada disana pun segera mengambil tindak lanjut dengan memainkan gunting kesayangannya.
CKRIS
Semua orang terdiam dan menoleh pada Kapten merah mereka dengan perasaan was was.
"Bisa kita lanjutkan urusan kita sebelumnya? Atau kalian memang mau berkenalan dengan gunting kesayangan ku ini?" Akashi melotot dengan seringaian sadisnya pada semua temannya.
Semua anggota Kisedai pun langsung bergidik ngeri melihatnya dan segera merapat seperti semula.
Pemuda sadis psikopat itu menatap 'budak-budaknya' satu persatu dengan pandangan dingin "Aku memiliki hal penting yang harus ku katakan. Tapi sebelum itu," mata merah tajamnya tertuju pada Kise.
"Ryouta"
Kise tersentak dan meneguk ludah gugup sambil meremas jari-jarinya di belakang. "Ha-Hai!" jawabnya takut-takut.
"Kau akan mendapat hukuman saat latihan nanti karena kau telah menyebabkan kekacauan dengan parfum bodoh mu itu" lanjutnya datar, walau pun sebenarnya ia juga sempat terpikat oleh aroma parfum yang menghanyutkan itu.
"Ehh?! Tapi— A-Akashicchi! Tunggu sebentar 'ssu! Ini bukan salahku! Aku hanya kebetulan memakai parfum baru yang diberikan oleh manager ku 'ssu!" bantah Kise tidak terima "Dan aku juga tidak menyebabkan kekacauan!" lanjutnya, tapi langsung diam seketika saat melihat perubahan ekspresi yang lebih dingin dari biasanya di wajah Akashi.
"Jadi kau sudah berani menentangku?"
Dan, Kisepun hanya bisa menundukan kepala sambil lagi-lagi tersenym kecut "Su-sumimasen... Akashicchi"
_o_o_
Pemuda kuning itu mengerutkan wajahnya sebal. Sebal dengan Akashi dan juga teman-temannya yang lain. Senyuman yang bisanya terpampang diwajahnya kini sirna digantikan oleh wajah yang menekuk kesal. Bagaimana tidak? Ia kira ia akan mendapat hukumannya seperti biasa. Tapi, ternyata tidak! Dan lagi hukuman yang ia jalani saat ini sangatlah memuakkan baginya! Karena Akashi yang dengan pemikiran anehnya memberikan hukuman yang sedemikian anehnya juga padanya. Yah.. walau memang sudah seharusnya begitu. Tapi, Kise akui, hukuman yang ia jalani saat ini memang jauh lebih ringan dari pada biasanya. Tapi juga yang paling menyebalkan baginya! Mungkin lari 100 lap jauh lebih baik dari pada ini. Pikirnya.
Jadi kalau kalian ingin tahu mengapa saat ini Kise sangat membenci hukumannya, itu karena— Kaptennya yang memiliki kepribadian ganda(?) tidak memperbolehkannya untuk mengikuti latihan hari ini sebagai hukumannya, dan malah menjadikannya babu untuk melayani segala keperluan Tim reguler. Ditambah lagi ia juga harus membersihkan ruangan basket setelah mereka usai latihan. Oh.. Kise benar-benar berterima kasih atas hadiah(parfum) pemberian dari managernya yang ternyata membawa keberuntungan(?) baginya.
Nista. Ya. Memang nista. Salahkan juga Akashi yang semena-mena padanya. Atau memang... Akashi memiliki maksud lain? Entahlah!
Masih dengan wajah yang cemberut, Kise berjalan cepat membawa dua kantong plastik yang berisi beberapa botol minuman ion. Dan tentu saja uang Kise juga terkuras untuk membeli semua minuman itu. Ini juga termasuk salah satu dari hukuman yang diberikan oleh Akashi. Bahkan, itu sudah sangat keterlaluan bukan? Sudah menindasnya, dan sekarang ia malah terkena pemerasan dari kucrut-kucrut Kisedai itu? Akh! Benar-benar!
"Mou... tanganku sakit 'ssu..." Kise berhenti sejenak dan meletakan plastik belanjaannya di bawah. Ia melihat telapak tangannya yang mengecap merah karena membawa plastik berisi kaleng dan botol yang cukup berat.
"Uhh.. Akashicchi jahat 'ssu... mereka semua juga..." Ia pun mengangkat kembali plastik belanjaan putih itu dengan lesu dan kembali berjalan.
Hari sudah mulai gelap, dan Kise menyadari betapa lamanya ia berlenggang-kangkung saat membeli minuman di mini market tadi sampai-sampai melupakan kalau nyawanya bisa saja melayang oleh gunting pusaka milik Akashi kalau ia tak segera kembali. Mengingat akan hal itu, Ia pun langsung buru-buru berlari memasuki gerbang sekolahnya.
Tapi.., memang ya. Yang namanya Kise, tetaplah Kise. Ceroboh. Sangking cerobohnya sampai-sampai ia terjatuh karena menginjak minuman kalengnya yang terlempar keluar dari plastik belanjaannya yang terhempas kedepan-belakang saat ia berlari.
Dan hasilnya... semua minuman ion itupun berhamparan di tanah dan bergelinding kemana-mana. Sungguh bodoh.
"AGH! Itte 'ssu yo!..." dengan kesalnya Kise berdiri lalu memunguti semua botol dan kaleng minuman yang terhampar sambil mengoceh.
"Menghambatku saja 'ssu! Ini semua gara-gara Akashicchi! Ah! Bukan! Gara-gara parfum sialan pemberian manager! Aku tidak mau hukumanku bertambah gara-gara ini juga 'ssu..." pemuda kuning ceroboh itupun langsung pundung dengan gajenya sambil memeluk lutut saat membayangkan wajah teman-temannya yang menyeramkan, terutama Kaptennya.
"H-Hei... Apa kau baik-baik saja?"
Tiba-tiba suara berat milik seseorang membuat Kise mengangkat kepalanya dengan cepat, takut kalau-kalau orang itu adalah hantu(?)
"Si-siapa kau 'ssu?" tanyanya gugup dengan wajah horror seraya menyilangkan kedua tangannya seperti ultraman yang sedang memasang kuda-kuda berlindung. Karena setahu Kise hari ini tidak ada ekskul lain yang latihan disekolah kecuali basket. Sedangkan ia sudah hapal semua anggota basket keseluruhan, tapi pria itu bukan salah satu dari mereka. Atau jangan-jangan... dia memang Hantu?
Kise menepis pikiran itu jauh-jauh saat dilihatnya pemuda yang memiliki surai merah tua— yang menurut Kise cukup tampan— Sibuk memasukan botol dan kaleng yang berserakan ke kantong belanjaan tanpa mau menjawab pertanyaannya.
"Ini." Pemuda berambut merah itu memberikan kedua plastik belanjaan yang penuh dengan satu tangannya sambil menatap Kise lurus dan membuat pemuda kuning itu merasa terpana sekaligus terharu(?), terpana karena pemuda dihadapannya ini memiliki wajah yang yah... lumayan 'ganteng' dan terharu karena baru kali ini ada seseorang yang mau bersikap baik padanya. Yah... maklumi saja, selama ini kan Kise hanya selalu dan selalu mendapat perlakuan buruk dari teman-temannya, jadi... ya wajar kalau dia terharu.
Kembali dengan Kagami— nama pemuda itu, yang langsung panik saat dilihatnya wajah pria pirang di depannya tiba-tiba memerah dan mengeluarkan air mata. Ck! Mudah sekali si bodoh itu menangis! Tak heran kalau teman-temannya selalu mengatainya cengeng.
"E—Ehh? Oi— Kau tidak apa-apa? Apa perlu aku membantumu juga membawa belanjaan ini?" tanya pemuda surai merah asing itu dengan panik takut-takut kalau ia tak sengaja berbuat kesalahan pada sosok didepannya.
Mengetahui kepanikan orang yang telah menolongnya Kise pun langsung menghapus air matanya cepat-cepat lalu menatap Kagami dengan ragu, dan kemudian senyuman manis pun terkembang di wajahnya, hal itu sempat membuat Kagami terdiam dengan rona merah tipis di pipinya.
"Terimakasih 'ssu... kau orang yang baik" kata Kise tulus, masih dengan senyuman manisnya yang sukses membuat Kagami jadi salah tingkah.
"Ah.. eh.. y-ya, sama-sama" Kagami memalingkan wajahnya yang memerah sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
Lalu setelah itu Kise pun mengambil belanjaanya dari Kagami dan meminta izin untuk pergi duluan dan meninggalkan pemuda berambut merah yang sekarang masih terdiam disana karena dilanda Doki Doki JDER di hatinya.
_o_o_
"Kisechin... kenapa kau tidak membelikanku snack?" wajah Murasakibara terlihat suram sangking kecewanya.
Sedangkan Kise hanya bisa menggaruk kepalanya gugup dengan perasaan was was "Maaf 'ssu.. aku lupa"
Midorima yang melihat kalau Kise telah datang langsung menghentikan kegiatannya yang sedang latihan menembak untuk menghampiri si pemuda kuning itu "Apa saja yang kau lakukan nodayo! Hanya membeli minuman saja sampai memakan waktu dua jam! Bukan berarti aku peduli padamu! Hanya saja kami disini sudah hampir mati kehausan, nanodayo!" celetuknya sambil mengambil minumannya dari tangan Kise.
Kise langsung tersenyum canggung sembari membungkukan badannya "Aku benar-benar minta maaf 'ssu!"
"Kise-kun aku haus"
"Ah! Baiklah Kurokocchi" kise berlari menghampiri Kuroko dengan semangat.
"Oi Ryouta! Mana minumanku!" teriak Haizaki pada Kise yang sedang memberikan minuman pada Kuroko.
"Sabar 'ssu!" Kise berlari ke tempat Haizaki dengan kesal "Ini!" ucapnya sebal sambil memberi sebotol minuman pada Haizaki.
Kise hendak melangkah ketempat Akashi yang dilihatnya belum mendapatkan jatah. Tapi dengan cepat Haizaki menahannya dan menariknya kembali "Hei, hei, hei! Siapa bilang kau boleh pergi? Kau belum selesai melayani ku bodoh!" ujar Haizaki yang langsung di balas tatapan kesal oleh Kise.
"Huh! Apa lagi 'ssu!"
Haizaki tersenyum nista, "Heh... pundak~" jawabnya licik sambil menepuk-nepuk pundaknya.
Mendengar hal itu, Kise pun menggerutu kesal "Aku bukan pembantu mu 'ssu! Lakukan saja sendiri!" yang tentu saja membuat Haizaki menyeringai lebar.
"Geh! Kau lupa ya? Ini kan memang hukumanmu, melayani kami semua"
"Ugh, tapi 'ssu.."
Haizaki menatap tajam, hal itu pun sukses membuat Kise bungkam dan mau tak mau melakukannya. Walau sesekali ia memijat Haizaki dengan kencang karena emosi.
Tapi.. tak lama kemudian...
"Kise! Handuk!" Kini giliran suara Aomine yang menggema di lapangan dan membuat Kise yang sudah terlampau sebal karena memijati Haizaki menjadi tambah dongkol. Oleh karena itu ia pun langsung melemparkan handuk ke wajah Aomine dengan kesal.
"Huh! Jangan berteriak padaku seperti itu! Ahominecchi!" lontarnya.
"HAAHH? APA KAU BILANG TADI?" Aomine yang tidak terima di katakan 'Aho' protes.
"Ahominecchi! Ahominecchi! Ahominecchi! A-ho-mi-ne-cchi!" akhirnya kesabaran seorang Kise Ryouta pun meledak dan malah menumpahkan semua kekesalan yang ada dihatinya pada Aomine. Nah lho!
"YAROOO! Kemari kau Kiseeee!" Aomine berlari mengejar Kise dan berakhir dengan kejar-kejaran ekstrim seperti penjahat mengejar korban(?).
Aomine menyeringai senang saat mendapati 'korban bully'nya sudah terpojok karena kelelahan berlari. Pemuda dim itupun dengan cepat menghampiri Kise(yang memang sudah memasang tameng dengan tangannya seperti power rangers) dan hendak memukul wajah model didepannya itu kalau saja tidak ada seseorang yang tiba-tiba menahan tangannya.
Aomine menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati sosok pemuda berambut merah yang tingginya hampir sama dengannya.
"Geh! Siapa kau teme?" Aomine mendengus sambil menghempaskan tangannya dari genggaman pemuda merah dengan alis aneh yang menahannya.
Kise yang menyadari kalau Aomine tak kunjung memukulnya pun menurunkan kedua tangannya untuk melihat apa yang terjadi. Dan dirinya sedikit tersentak saat melihat pemuda dengan surai merah tua yang kini berdiri di dibelakang Aomine.
"Ka-kau kan..." Kise tercekat saat merasakan perubahan atmosfir disekitar pemuda merah yang diketahui adalah Kagami.
Kagami?
Ya, Kagami. Jika kalian bertanya kenapa pemuda berambut merah dan beralis cabang itu bisa ada disana, jawabannya adalah, karena dia penasaran dengan pemuda manis yang baru saja— telah mencuri hatinya. Dan akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti Kise secara diam-diam karena merasa penasaran dengan apa yang dilakukan pemuda Kuning itu di sekolah saat hari mulai gelap. Dan, tak pernah ia menduganya kalau pemuda manis dan lugu itu bisa menjadi korban bully ditempat ini.
"Apa kalian selalu melakukan hal buruk seperti ini padanya? Ku perhatikan dari tadi, kalian hanya menindasnya terus menerus"
Semua anggota Kisedai yang ada disana kecuali Aomine dan Kise langsung melemparkan pandangan mereka pada sosok asing yang sekarang tengah beralih berdiri di depan korban bully mereka.
"Siapa kau nanodayo?" Tanya Midorima sembari menaikan kacamatanya.
"Kagami. Taiga. Ingat namaku baik-baik. Mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkan kalian mengganggunya lagi" jawab Kagami lantang sambil mengamankan Kise yang dibelakangnya— yang tentu saja langsung di tertawakan oleh Aomine.
"BWAHAHAHA! Jangan bercanda! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan? Mau berlagak menjadi pahlawan? Bwahahaha! Bodoh sekali!"
Sedangkan anggota kisedai yang lain hanya bisa terdiam. Kise yang menyadari perubahan aura disekitar teman-temannya terutama saat melihat Akashi yang masih duduk di kursi sambil menundukan wajahnya— merasakan firasat buruk akan kesalah-pahaman Kagami yang mengira kalau ia tengah menjadi korban bully(walau pun itu benar).
"A-ano 'ssu, kurasa kau salah paham—" Kise mencoba menjelaskan tapi keburu di potong oleh Kagami.
"Tenang saja, kau tak perlu takut menutupinya, tak akan kubiarkan mereka menyentuhmu" ucapnya polos. Tak tahu kalau peristiwa yang sebenarnya Kise hanya sedang bermain kejar-kejaran(?) dengan Aomine.
"Eh— tapi 'ssu—"
Kata-kata Kise pun terpotong saat melihat Akashi yang sedari tadi hanya diam saja, Kini berdiri dan mendekati Kagami.
Pemuda dengan mata heterochrome itu pun menyeringai licik "Oh.. Apa dia kenalan mu Ryouta?" tanya nya sinis sambil menatap dingin Kagami. Sedangkan yang ditatap hanya diam dan membalas tatapan Akashi dengan tajam. Tapi hal itu tak berlangsung lama ketika ia merasakan sesuatu yang kuat dari mata Akashi yang membuatnya sempat membeku di tempat.
"Em— Bukan 'ssu—" kata Kise kembali terpotong sebelum ia sempat menyelesaikannya.
"—Mau mencoba jadi pahlawan ya? Kalau begitu Ryouta,"
Kise tiba-tiba merasakan firasat buruk.
"Besok hukumanmu ku tambah, lari 500 lap. Jangan sampai terlambat" lanjut Akashi dengan seringai licik pada Kagami seperti menantangnya secara tidak langsung seakan-akan mengatakan 'coba saja kalau kau bisa menolongnya dari hukumanku!' dan Kaisar neraka itu pun merasakan kemenangan dalam hatinya saat melihat wajah gugup Kagami.
Sedangkan Kise yang mendengar itupun langsung melotot dengan wajah pucat! Firasatnya benar, dan reflek ia langsung menarik baju belakang Akashi yang hendak pergi "A-apa maksudmu Akashicchi?! Kenapa kau malah menambah hukumanku 'ssuuuu! Aku kan sudah menuruti semua yang kau perintahkan 'ssu yo!" protesnya yang tidak terima. Tapi sepertinya percuma saja karena Akashi hanya menatapnya dingin "Salahkan saja pahlawan barumu itu" ucapnya dengan nada yang sangat rendah seolah-olah saat ini ia tengah menahan gemuruh yang ada dihatinya.
Kise mengerutkan alisnya "Eh? tapi— Akashicci— aku benar-benar tidak mengenalnya 'ssu! Sungguh!"
Namun Akashi yang memang tak mau repot-repot mendengarkan penjelasan Kise langsung pergi begitu saja. Dan setelahnya Kagami sempat mendengar peringatan-peringatan dari 5 orang lainnya sebelum ikut pergi menyusul Akashi.
"Kagami... aku akan mengahncurkanmu jika kau terus mendekati Kisechin..."
"Hoi teme, kalau kau masih sayang dengan nyawamu, lebih baik kau jauhi dia"
"Kau punya nyali juga! Ingin berkelahi dengan ku HUH?"
"Menyerahlah! Semua usahamu akan sia-sia nanodayo, kau malah membuatnya mendapat hukuman tambahan. Bukan berarti aku peduli! Tapi, kau bahkan tidak bisa menolongnya nanodayo!"
"Aku hanya ingin memperingatkanmu Kagami Taiga-kun, kalau Kise-kun adalah milik kami."
Kagami terdiam. Bukan karena ia takut, tapi karena ia merasa geram dengan orang-orang sombong itu.
"Ah! Tunggu! Kurokocchi! M—Midorimacchi! —Aominecchi! — Murasakibaracchi— Shougo-kun juga!"
Kise sudah ingin menyusul teman-temannya kalau saja Kagami tidak menahan tangannya.
"Oi! Tunggu dulu!"
Kagami langsung mendapat sebuah deathglare gratis dari Kise yang sudah sangat sebal.
"Uh! Lepaskan aku 'ssu! Lihat, gara-gara kau aku jadi mendapat hukuman! padahal aku kan tidak mengenalmu! Aku membencimu 'ssu!" alih-alih berterimakasih pada Kagami yang sudah mau berbaik hati padanya, Kise malah marah-marah pada orang yang telah berniat baik untuk menolongnya (walau pun hasilnya malah tambah parah).
Kagami yang merasa bersalah karena telah membuat keadaan sang pencuri hatinya malah tambah mengenaskan pun sedikit kebingungan "He-hei! Tenanglah, aku tidak bermaksud seperti itu, sungguh! Aku hanya berniat untuk membantumu" tenangnya. Tapi tak digubris oleh Kise yang malah mulai menangis sembari menghapus air matanya sendiri.
"Ternyata... kau bukan orang baik 'ssu... Aku membencimu!" Kise menghentakan genggaman Kagami yang masih menahan tangannya dan langsung berlari menuju ruang loker dimana tempat yang tadi juga di tuju oleh teman-temannya.
Kagami hanya bisa menghela nafas setelahnya sambil meratapi kepergian si pemuda pirang. "Tenang saja, kan sudah kubilang. Aku tidak akan membiarkan mereka menindasmu lagi.." gumamnya sambil tersenyum lalu pergi.
_o_o_
Pagi ini Kise hanya bisa diam membatu seribu bahasa saat melihat Kagami didepannya— yang tengah berbicara dengan Nijimura— sang pelatih sekaligus Senpainya. Kise juga tambah syok dan tak percaya saat Momoi yang saat itu juga ada disana langsung menghampirinya dan memberitahunya kalau anak itu— Kagami— adalah anggota tim baru mereka yang langsung di tempatkan di tim reguler entah bagaimana. Bahkan setelah kejadian kemarin, Kise tak pernah berpikir kalau Kagami akan bergabung dengan tim basketnya.
"Kau kan... yang kemarin 'ssu..."
Kagami menoleh mendapati Kise yang mematung tak jauh darinya. Tak ragu-ragu lagi si Bakagami itu pun langsung memberikan senyuman terbaiknya pada sosok pemuda pirang itu seraya menyapanya.
"YO! Sepertinya mulai sekarang kita akan selalu bertemu!"
TBC
Sampai jumpa Chapter depan, nanodayo!
Bagimana selanjutnya? Apakah Aomine akan merasa tersingkir oleh Kagami yang sepertinya akan lebih sering one on one dengan Kise?
Dan bagaimana dengan Akashi, Kuroko, Murasakibara, Haizaki, dan Midorima yang mendapat saingan baru yang cukup tangguh?
A/N : maaf ya, disini saya belum bisa nonjolin karakter mereka yang sesungguhnya, chap depan baru bisa karena masih awal. Oke sebelumnya terimakasih untuk para pembaca yang sudah bersedia mereview ff gaje milik saya. Untuk segala request akan saya usahakan. Maaf juga kalau ada kesalahan soalnya belom sempet meriksa ulang. Terlalu malas#plak
Thanks to : babymeicchi :: Yuu 007 :: jesper.s :: BlueBubbleBoom :: Kiri Shota :: gifha aulia :: Akashiki Kazuyuki :: Septaaa :: Renna :: Kise-nyan :: You-know-what :: Kise-cin :: Rune Of Darkness :: yukiya92 :: Rea :: kyoya misaki :: Qn ::
Author sangat berterimakasih kepada yang sudah bersedia mereview. Hontou ni Arigatou ^^
