Yippiyee... chapter 2 udah update ca-yeu... Ini fic terpanjang yang pernah Mel buat…let's enjoy it! No flame please! *Flame itu kan nama kakakku di novel buatan aku?* *Readers: Gak nanya!*

By the way, Sorry banget di chapter 1 gak ada Ichigonya… hehe… ^_^ *angel smiling*. Emang niatnya bakal muncul di chapter 2… plus gak kepikiran tentang Ichigo di chapter 1… *digeplak fans Ichigo*

Title : SMA Shinigami vs SMA Arrancar

Desclaimer : Bleach © Tite Kubo

Genre : Friendship,Humor

Cast : Hampir semua tokoh-tokoh Bleach-walau belum muncul semua , tapi tokoh utamanya tetap Ichigo, Renji, Rukia, Grimmjow dan Ulquiorra

Chapter 2

Hari berikutnya, dengan matahari yang memancarkan sinar yang penuh kehangatan di kota Karakura. Adalah hari pertama siswa-siswi baru bersekolah di SMA tercinta, terkenal, tereksis, terbaru, terhebat, ter-ter-ter-terrr... ya segala-segalanya yang bikin semua orang yang denger bilang "Waww, Weew, Woow, Kyaa, Gyaaa, Hebaat, Uedaan!" dengan nada yang tidak sama rata alias ada yang bariton, ada yang alto, bahkan ada yang screaming nyampe suara cempreng melengking plus frekuensi diatas normal hampir memecahkan telinga disertai gempa berskala ritcher di atas 7 *ngeek*.

Tanpa disadari oleh setiap siswa-siswi baru kedua SMA tersebut, hmm… let's we see! Para guru nampaknya sibuk merencanakan sesuatu. Whoa! Apa ya?

Rencananya sama, tujuannya sama, dan waktunya juga sama *musuhan kok sehati sih?*. Para guru punya plan dan kisi-kisi menghadapi UN-eh alias FIGHTING TO GET A BLEACH CUP! Oops! Masalah ini tidak diketahui siapapun kecuali para guru sendiri dan tentunya oleh YME *udah pasti*. Bakal jadi kejutan besar-besaran yang bakal bikin siswa-siswi jaw drop. *olala, segitu kejamkah?*

We start from Shinigami Senior High School.

Seorang pemuda berambut oranye berlari ke arah kelas barunya dengan kecepatan super sonic, bahkan mungkin emang udah menyaingi kecepatan cahaya *gak mungkin!*. "Aku telat, aku telat, aku telat!" ujar pemuda itu seolah-olah kata-katanya terpatri di dalam hati plus yakin seyakin-yakinnya sepenuh hati segenap jiwa raga, malah mirip dzikir versi berlari.

Perlahan-lahan ia mendekati sebuah kelas yang letaknya amat biadab dari gerbang SMA Shinigami. Ya, kelas X.7! Gimana gak biadab? Para murid mesti berjalan melewati tangga spiral, jembatan taman stroberi, taman bunga, deretan kelas Reguler, masjid, nyampe tempat parkiran. Kalo dihitung, nyampe tuh 250 meter. Bisa dibayangkan, para murid bakal terus berkicau selama perjalanan untuk memproklamirkan keluhan yang diderita oleh kakinya.

Pemuda itu melangkah, dan melompat! "HUP!" dia beraksi mirip pemain sirkus yang lompat dari tiang ke tiang. Disambarnya knop pintu… lalu—BRAK! Pemuda itu malah terjatuh dan menimpa pintu kelas yang terbilang mahal karena dicat mengkilap. Kelas baru yang diidamkan para pelajar angkatan baru mesti berkabung karena harus kehilangan pintu!

Spontan murid sekelas yang lagi asyik ngobrol kaget setengah mati. Mereka lebih takjub lagi liat seorang cowok berambut oranye jeruk yang nampak lusuh diatas pintu yang baru saja rusak karena dihantam oleh pemuda itu.

"Kurosaki-kun enggak kenapa-napa kan?" tanya seorang gadis berambut senja, yang tak lain adalah Orihime Inoue.

"E-enggak apa-apa kok" jawab Ichigo terbata-bata saking pusing sekaligus sakit luar biasa yang dirasakan oleh seluruh tubuhnya. Di hatinya ia masih menyimpan rasa kesal dan dendam. Gimana gak kesal? Tiap pagi di kliniknya alias rumahnya, ia jadi bahan pukulan, lawan tinju, korban tendangan, tangkisan dan smack down sama ayahnya. Moment itu juga jadi perhatian tetangga-tetangga dan dianggap sebagai kekerasan dalam rumah tangga. Belum lagi ributnya yang sangat mengganggu tetangga-tetangga yang tidak berdosa. Hadooh! Sampai-sampai ia lupa waktu dan kesiangan ke sekolahnya. Tapi… ketika ia melirik kearah jam sekolah, GRRR! Amarahnya menjadi-jadi karena ia ditipu sama jam di rumahnya! Dia berangkat jam 7, ternyata di sekolah masih jam tujuh kurang 10 menit. "AARRRGHHH! SIALAAAAN!" amuknya berkoar-koar.

"Ichigo! Kamu ini kenapa sih? Cepetan duduk! Pelajaran pertama bakal dimulai" kata Tatsuki.

Ichigo gak bicara sedikitpun. Ia berdiri, lalu membersihkan seragam barunya dan merapikan tasnya yang semraut itu. Kemudian ia mengangkat pintu yang ia tabrak tadi dan mencoba memperbaikinya ke keadaan semula. Tapi itu gak mungkin! Meski dia udah menaruh pintu ke keadaan semula, pastinya sang pintu bakal miring terus jatuh ke dalam kelas atau ke luar kelas. Dan itu bikin dia naik pitam, dibarengi sama teman-teman sekelasnya yang sweatdrop liat tingkahnya.

TENG! TENG! TENG! Bel masuk berbunyi. Tapi bersamaan itu, seorang guru berambut putih panjang dan berjas hitam—yang tak lain adalah Juushiro Ukitake, berjalan menghampiri kelas X.7. "Semuanya, ayo kita ke aula! Jangan lupa bawa tasnya, ya!" pintanya dengan lembut dan ramah tamah. Spontan murid sekelas kaget, tapi ya-apa boleh buat, mereka turuti saja perintah guru itu.

…Dan sesampainya di aula SMA Shinigami, semua murid kelas X.7 kaget. Ternyata emang gak cuma mereka yang kumpul disana. Siswa-siswi baru dari kelas lain ngumpul disana dan duduk santai.

Gak lama kemudian setelah semuanya kumpul, datang seorang guru memakai sebuah topeng sehingga wajahnya tidak diketahui siapapun. Baru aja dia berdiri di atas podium, dia udah nyengir iblis. Hal ini membuat para murid terbengong-bengong. "Semuanya, perkenalkan! Nama saya Kurotsuchi. Nah, sekarang keluarkan buku kalian!" serunya ganas.

Gak ada satupun yang ngeluarin buku, dan itu bikin pak Mayuri ngamuk. "HEY! KELUARIN BUKU!" amuknya mengguntur dan bikin semua murid merinding. Spontan semua murid langsung narik buku baru yang masih bersih and rapi dari tas dengan gaya kasar.

Mayuri senyum iblis. "Nah gitu dong! Sekarang udah duduk sesuai kelasnya masing-masing kan?" Siswa-siswi disana ngangguk-ngangguk. "Siiip! Kalo gitu tulis nama, kelas, alamat, nomor handphone, nama orangtua, e-mail, facebook, twitter, dan lipat kertas yang ditulisin tadi!" perintahnya kayak mertua galak. Para murid cuma bisa pasrah kepada YME, karena mau gimana lagi? Namanya murid baru dan masih polos gak tau apa-apa. Paling cuma bisa nurutin yang diperintah pak guru.

"Pertanyaan pertama!" seru si pak Mayuri semena-mena dan bikin para murid memproklamirkan protesnya hingga aula itu mendadak jadi radio rusak. "DIAM! GAK USAH BAWEL!" amuk pak Mayuri. Otomatis keadaan jadi hening kembali. "Langsung ngacung yang tau! Gak boleh menurun, searching di google, atau nanyain orang lain! Nih pertanyaannya… siapa penemu lampu?"

"Bukan saya paak!" celetuk sosok cowok botak sambil tertawa terbahak-bahak. Dan itu bikin teman-teman sekelasnya sweatdrop.

JEDUGH! Renji nabok kepala sang botak. "Ikkaku begoooo!" serunya ngamuk. Ia melirik kearah pak Mayuri yang kepalanya udah keliatan panas kayak kebakaran. "Ikkaku Madarame pak. Kelas X.5 absen 17!" sambungnya.

"Sialan lo! Gue kan cuma bercanda, babbon!" protes Ikkaku.

"Ikkaku kelas X.5 absen 17!" seru pak Mayuri sambil nyontreng absen kelas X.5, eh ternyata dia gak ngampuni Ikkaku yang Cuma bercanda. Matilah kau Ikkaku! *Author di Hozukimaru sama Ikkaku, kabur!*. Spontan Ikkaku diam seribu kata, Renji sendiri jadi bisu gak bisa ngomong apa-apa.

Tiba-tiba, "Penemu bola lampu adalah Thomas Alva Edison!" seru Uryu.

"BETUUL!" teriak Pak Mayuri kegirangan tingkat dewa. "Namamu siapa?"

"Uryu Ishida. Kelas X.7 absen 20" jawab Uryu sambil membetulkan posisi kacamatanya. *gaya Uryu nihh*

"Oke. Pertanyaan kedua, siap-siap semuanyaaaaa!" seru si guru bertopeng ini untuk kesekian kalinya. "Sebutkan rumus massa jenis!"

Seorang perempuan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. "Rumus massa jenis adalah ρ=mv dengan satuan kg/m3 " ujar Nemu Kurotsuchi.

"HEBAAAAAAT!" sekali lagi guru abnormal ini berteriak dengan girang, cuma yang satu ini sambil jingkrak-jingkrakan. Otomatis para murid sweatdrop.

"Itu sih anaknya" bisik Yumichika ke Renji dan Ikkaku.

"Huh, curang!" komentar Renji ketus.

"Baiklah, kepada Uryu Ishida dan Nemu Kurotsuchi harap ke depan dan mengumpulkan data pribadi kalian!" ujar pak Mayuri. Uryu dan Nemu maju ke depan dan menyerahkan data pribadi yang baru ditulisnya. "Nah, nanti pulang sekolah kalian berdua temui aku di Labolatorium sekolah!" perintahnya. Uryu dan Nemu mengangguk saja. "Oke anak-anak, sampai jumpa lagi!" sambungnya dan menutup acara yang gak jelas di mata para murid.

Disaat itu pula, datang seorang guru yang sama anehnya dengan yang tadi. Kalo pake topeng sehingga wajah aslinya tidak diketahui siapapun, yang satu ini kayak cewek. Pake topi ditempelin bunga melati, dan sang guru sendiri megangin terus setangkai bunga mawar merah. Para siswa sweatdrop lagi. 'Ini acara apaan sih? Geje banget!' batin mereka.

"ANAK-ANAK, SELAMAT DATANG DI SHINIGAMI MUSIC IDOL…!" seru guru aneh beraroma bunga-bunga dengan genitnya. "Perkenalkan! Saya guru music di SMA ini. Nama saya Shunsui Kyoraku. Ya, sekarang saya minta perwakilan kelasnya masing-masing untuk menyanyikan sebuah lagu di depan! Kalau tidak ada…." Kali ini tatapannya serius. "SEMUANYA BAKAL DISKORS SELAMA 1 BULAAN!"

"HAAAAAH?" para siswa jaw drop plus sport jantung. Nyanyi? Gak salah nihh? Otomatis di setiap kelas langsung main tunjuk ke teman-temannya yang dianggap jago nyanyi, ya walau ada yang belum dikenalinya sih. 'Kamu aja, kamu yang bisa, aku gak bisa' ya bisa dibayangkan gimana ributnya.

"Ayolaah Momo! Kamu pasti bisaaa!" seru Ikkaku ngasih semangat.

Momo bener-bener udah pengen pingsan, malah pengen cepet mati di moment yang tidak menyenangkan seperti itu. Mukanya udah merah, semerah kepiting rebus. "Aku gak bisaa!" ujarnya yang kepengen nangis itu.

"Maju aja deh kalo bisa!" celetuk Hitsugaya dengan muka judesnya. Momo blushing denger Hitsugaya bicara. "Cobain aja, kamu pasti bisa kok!"

Kata-kata Hitsugaya bener-bener udah terpatri di dalam hati Momo. Ternyata dia ngasih semangat buat dirinya. Oh My God! Betapa senangnya Momo, kayak pingin terbang ke bulan. "I-iya, Shiro-chan" kata Momo terbata-bata.

"Ssst! Kayaknya ada cinlok nih" bisik Renji pada Ikkaku.

"Hehehe… asik dong!" komentar Ikkaku dengan evil smile.

"AKU, PAK SHUNSUI!" seru Momo mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.

"Wah, sip sip sip! Ayo sini maju! Tunjukkan bakatmu pada dunia!" kata Pak Shunsui.

Momo berdiri di depan semua teman-teman barunya. Waktu pegang microphone, dia udah gugup setengah mati. Tapi pas liat Hitsugaya senyum dari kejauhan, semangatnya yang terkubur sedalam-dalamnya itu muncul seketika kembali. Bangkit!

"Hi no atari basho ni dete

Ryoute wo hirogete mita nara

Ano sora koete yukeru ka na?

Nante omottanda

Tobitatsu tame no tsubasa

Sore wa mada mie nai

KANTAN ni ika nai kara ikite yukeru"

(Yui – Life)

Setelah Momo bernyanyi, sontak semua penonton bertepuk tangan dan berteriak "HOREE!". Suaranya bagus banget and mirip banget sama suara Yui yang asli. Momo sendiri bisa merasa lega kalo ternyata DIA BISA! Horaay!

"Wah, bagus banget" puji Pak Shunsui yang amat terharu. "Namamu siapa nak?"

"Momo Hinamori, kelas X.5" jawab Momo dengan senyum manis di bibirnya.

"Oke" ujar pak Shunsui sambil menulis nama Momo di catatannya. "Kamu boleh kembali ke tempat" sambungnya. Momo pun berlari ke tempatnya dimana berkumpul teman-teman gilanya seperti Ikkaku, Renji dan Yumi. "Selanjutnya…!"

"ORIHIME INOUE…!" seru Ichigo, Uryu, Tatsuki dan teman-teman kelas X.7 lainnya bersamaan. Spontan Orihime langsung kikuk, disertai wajahnya yang mulai memerah, jantungnya yang dag-dig-dug gak beraturan, whoaaa… NERVEOUS!

"Ehh…aku gak bisa!" Orihime berkali-kali nolak.

"Apaan sih? Kamu udah 8 kali menang lomba vocal. Maju aja! Kamu pasti bisa" gerutu Tatsuki.

Ichigo dan Tatsuki menarik Orihime secara paksa ke depan. Dan tentu itu bikin Orihime terisak, pengen nangis, sakit hati… tapi apa boleh buat, demi teman-temannya sendiri akhirnya ia pasrah pas udah ada di depan. "Ehh…aaa" nampaknya dia mulai gagap tingkat tinggi.

"ORIHIME! ORIHIME! ORIHIME!" anak-anak kelas X.7 ngasih semangat dengan cara-aduh malu-maluin banget. Ada yang lompat-lompat ala cheerleaders, ngibar-ngibarin bendera bertuliskan ORIHIME atau WIN atau MENANG, ada yang nyanyi MAJU TAK GENTAR, pukul-pukul botol, wah aneh-aneh deh. Bikin Orihime geli plus keki ngeliatnya.

Karena kepaksa, mau gimana lagi Orihime mulai nyanyi.

"Nani mo te ni tsukanai shirokuro no hitomi de

Watashi wa tada hitasura

There is nothing I can do for you

Ano goro no watashi wa

Nani ni kandou shite

Nani ni manzoku shite

Jibun o rikai shiteita no

Doko ni mo ikanaide

Please don't go anywhere"

(Chatmochy – Dai Dai)

"HOREEEEE!" semuanya memberi tepuk tangan meriah untuk Orihime.

"Orihime Inoue dari X.7 ya. Hmm… baguus!" komentar Pak Shunsui. "Kamu boleh kembali ke tempatmu, nak" sambungnya. Orihime berlari ke kerumunan teman-teman sekelasnya dengan wajah yang hampir menangis. Untung dengan segera Ichigo, Uryu, Tatsuki dan Chad menghiburnya pake balon *Author di Zangetsu, ditembak panah, ditendang dan di El Directo*.

"Oke anak-anak. Kayaknya cukup 2 orang aja deh" kata Pak Shunsui. Tiba-tiba semua siswa menghela nafas lega. "Ntar pulang sekolah, Momo dan Orihime ditunggu di Ruang Musik ya!" sambungnya. "Dadaaaahhh!" beliau melambaikan tangannya dan berlalu dari podium.

Setelah Pak Shunsui menghilang *emangnya hantu*, tiba-tiba datang lagi guru yang paaaling aneeh! "HAHAHAHA" baru aja datang dia udah ngakak mirip iblis di neraka. Tentunya, ini mimpi buruk bagi siswa-siswi baru. "SEMUANYA, GANTI PAKAIAN KALIAN! PAKE BAJU OLAH RAGA, CEPAAT!" perintahnya dengan suara volume FULL, bahkan bikin merinding, sweatdrop, dll. "CEPAAAAAT!"

Mau gak mau, apa boleh buat. Otomatis para murid berlarian ke toilet, pojok kelas, dll pokoke tempat sepi n' tertutup buat ganti baju OR. Syukur semuanya bawa seragam OR, kalo gak bawa bisa ditendang, dihajar, ditonjok mungkin dibunuh *para murid ngasih death glare ke Author* sama guru tampang killer tadi.

Setelah semuanya kumpul, "Saya Kenpachi Zaraki. Guru Olah Raga disini. Nah, sekarang kalian bakalan di tes Basket. Setiap kelas dari absen satu nyampe akhir bikin kelompok masing-masing 5 orang dan tanding sama kelompok lain. Yang menang langsung tanding sama yang menang dari kelas lain. Bapak bakal ngasih bonus gede buat yang mainnya bagus" oceh si bapak dengan tutup mata plus wataknya yang dikenal buas, liar, galak, ganas-ya gak kalah kayak setan *dipelototin Ken-chan*. Berhubung semua murid udah tau itu guru sebuas Tyrannosaurus Rex yang lagi kelaparan di taman Jurrasic Park *Author langsung kabur* dalam pandangan pertama, akhirnya mereka cuma nurut.

Pertandingan basket yang gak jelas dan gak diketahui asal-usulnya terlaksana dengan sukses. Dalam insiden ini *weleh* bisa dilihat para pemain-pemain yang punya taktik hebat, style cool, keren, dan cara bermain yang sooo-amazing. Aksi mereka di lapangan ini pula yang membuat para cewek terpukau dan punya minat buat bikin Fans Club. Siapakah cowok-cowok tersebut?

Ichigo Kurosaki si rambut jeruk, Renji Abarai si rambut nanas merah, Ikkaku Madarame si botak kinclong nan seksi, Yumichika Ayasegawa si banci tapi mak-nyos, Yasutora Sado si muka besi, Izuru Kira si tampang madesu, Shuhei Hisagi cowok keren tapi waweh *N/A : innocent*, Toushirou Hitsugaya cowok pendek *Author dibekuin Hyourinmaru* tapi keren plus tajir dan Tetsuzaemon Iba cowok anti sinar ultraviolet nyampe kacamata hitam dipake tiap hari, menit n' detik. Nama mereka sering disebut sama anak-anak cewek. Toh bakat di bidang Olah Raga selalu gemilang, nilainya diatas Sembilan puluh, dan gak pernah dapet angka merah.

"KALIAN TERPILIH JADI ATLEEET!" seru si guru seganas itu dan menebarkan tawa iblisnya.

Murid-murid melongo dan gak ngerti sama sekali maksud perkataan guru liar itu.

"Sebenernya ada acara apaan sih?" tanya Rukia dengan muka masamnya.

Sang guru liar alias Kenpachi Zaraki itu tetap pada pendiriannya, alias mempertahankan nyengir dan tawa iblisnya dari segala ocehan para murid. Itu bikin semua murid cenga cengo and bingung. What's going on here?

Now, we go to Arrancar Senior High School…!

SMA Arrancar keliatan lebih adem ayem dari SMA Shinigami. Hari pertama gak ada insiden-insiden gak jelas kayak di SMA Shinigami dimana Ichigo tiba-tiba bisa berlari dengan cepat menyaingi Sonic atau mungkin melampaui kecepatan cahaya *kalo seandainya bisa, ajaib!*. Semua murid baru kompakan pake kaos Olah Raga bekas SMP masing-masing. Ada yang masih wangi, bagus, cerah, halus, ada juga yang udah luntur, bau ketek, bau burket, yang celananya ngatung, yang sobek, yang kekecilan, yang masih kebesaran gara-gara gak tumbuh-tumbuh mungkin gak minum susu, ya macem-macem.

Pas bel berbunyi, lalu terdengar suara pengumuman di speaker-speaker yang berjejer depan setiap kelas. Suara halus, keren dan cool itu bicara, "Kepada siswa-siswi baru SMA Arrancar diharapkan segera berkumpul di aula!". Serentak semua murid baru itu bergegas melangkahkan kaki mereka ke aula SMA Arrancar yang jaraknya ada ditengah-tengah sekolah.

"Ngapain sih kita kesini?" tanya Grimmjow, cowok bermata biru langit itu dengan nada kesal.

"Aku sendiri gak tau" jawab cowok pinky bernama Szayel disampingnya.

Setelah mereka berkumpul di aula tersebut, mereka disambut ramah oleh seorang pria yang sejak tadi berdiri dan tersenyum lebar di atas podium. Wajah rubahnya nan gantengnya itu bikin para cewek cenat-cenut. "Minna, selamat pagi" sapanya ramah. "Selamat datang di SMA Arrancar!"

"Selamat pagii…" kata semua murid dengan nada malas. Tapi ada juga yang semangat banget kayak Nelliel, cewek berambut hijau toska dari kelas X.2.

"Perkenalkan, namaku Gin Ichimaru. Aku wakasek di SMA Arrancar ini" kata pria bertampang rubah yang selalu tersenyum itu.

"KYAAAA" entah kenapa anak-anak cewek pada screaming kompakan nyampe bikin anak-anak cowok ikut screaming minta diam. Otomatis suasana di aula jadi kayak Radio Rusak, plus suara screaming yang didominasi oleh suara cempreng para wanita telah melampaui batas wilayah Teritorial yaitu masuk ke kelas-kelas senior yang lagi anteng-antengnya belajar. Sementara Gin jadi ilfil ngeliat tingkah siswa-siswi barunya itu.

"Semuanya diam dulu yaa!" pintanya dengan lemah lembut dan senyuman ramahnya. Pas cewek-cewek akan melakukan aksi screaming untuk kedua kalinya, Gin buru-buru ngasih death glare (?). Dan akhirnya para cewek hening. Para cowok jadi merasa tentram dan damai lagi. "Nah semuanya, aku akan mengadakan acara cerdas cermat tentang ilmu pengetahuan alam. Ayo ayo! Siapa cepat dia dapat nilai bagus lhoo!". Tentu aja cara yang disajikan Gin beda jauh sama . Habis, kalo gurunya seganteng Gin plus baik dibedain sama Mayuri yang ganas, pake topeng segala…waduh… semua murid bakal langsung milih Gin tanpa ngedip mata sekalipun.

"Bagaimanakah bunyi Hukum Archimedes itu?" kata Gin mengajukan pertanyaan.

Anak-anak cewek ngacung semua meski di otaknya itu jauh banget jawabannya kayak dari matahari ke Pluto. "AKUU!" seru mereka dengan suara cempreng dan saling berebut. Untung gak nyampe insiden tarik-menarik rambut atau cakar mencakar.

Udah banyak anak cewek yang jawab tapi salah. Malah ada yang ngelantur pertanyaannya, melesat jauh dari topik. "Pak Gin udah punya pacar belum? Pak Gin masih single kan? Pak Gin minta nomor Hapenya! Pak Gin alamatnya dimana? Pak Gin, tipe cewek bapak yang kayak gimana?" ya semua cewek bertanya hal-hal yang gak penting. Gin pusing dibuatnya.

Sampai-sampai, Szayel dengan nyengir iblisnya ngacung tinggi-tinggi dan teriak pake toa yang digaculnya dari Posyandu dekat dengan rumahnya dan entah itu toa punya ibu-ibu yang mana. "PAK GIN! AKU TAUUU!" teriak si pinky itu nyampe temen sekelasnya yang ada disekitarnya hampir tuli.

"Benda di dalam zat cair akan mengalami pengurangan berat sebesar berat zat cair yang dipindahkan" ujar Szayel. "Ya kan, pak?" sambungnya dan berharap pak Gin setuju sama jawabannya.

"Betul sekali" kata Gin tersenyum dengan nada genitnya. "Namamu siapa?"

"Szayel Aporro dari kelas X.3" kata Szayel dengan so.

"Baik terima kasih, Szayel" kata pak Gin. Ia melanjutkan ke pertanyaan ke dua. "Siapa yang bisa menjelaskan teori kapal mengapung!"

Lagi-lagi para ladies ngacung dan screaming gak jelas minta diakui.

Tiba-tiba seorang pemuda berkulit putih pucat mengangkat tangannya dengan tenang. Entah kenapa anak-anak ladies jadi hening. "Ulquiorra Schiffer kelas X.7. Jawabannya, karena pada bagian dalam kapal dibuat cekungan besar sehingga mengurangi massa jenis dan berat kapal. Sehingga kapal bisa mengapung di atas air" ujar pemuda bernama Ulquiorra itu datar.

"Pendapat yang bagus" komentar Gin masih senyum begitu lagi.

TENG TONG! Tiba-tiba bel di aula berbunyi. "Ah, maaf. Nampaknya aku harus segera pergi" kata Gin terus terang.

Spontan para ladies memancarkan wajah kekecewaan mereka dengan kompak n' sama rata. "Yaaaaaahhh…" keluhnya. Ada yang nangis, manyun, cemberut, dll. "Pak Giiin"

"Maaf ya! Aku pergi dulu. Sampai jumpa besok semuanya!" kata Gin mengakhiri acara. Ladies bisa pasrah doang. Toh besok mereka ketemu lagi sama Pak Gin yang ganteng itu. Nyampe ada yang minat bikin Fans Club, coklat, kado segala macem. *Gin yang asli terbang, awas Rangiku marah! Author kabur dulu kalo Rangiku datang*

Setelah Gin pergi, tiba-tiba datang seorang guru lagi ke aula tersebut. "Siapkan mental kalian! Pertarungan segera dimulai!" seru guru berkacamata itu. "Aku Tousen Kaname. Perlihatkan padaku kemampuan kalian dalam bertanding!" sambungnya sambil melempar bola basket kearah pemuda berambut biru yang tak lain adalah Grimmjow Jeagerjaquez. "Bentuk tim dalam kelas kalian! Dan bertandinglah! CEPAAT!"

Mau gak mau, apa boleh buat. Mereka-para murid langsung mengikuti perintah pak Tousen. Ya, bapak yang keliatan jutek, judes naudzubillah itu punya gaya bahasa yang kasar, orangnya diam-diam menghanyutkan gitu plus pedes kata-katanya. Pas murid bertanding, dia gak ngasih komentar apa-apa, tapi kalo udah liat yang salah… wah dihantam, dicerca, diledek, digituin lah bikin sakit hati. *Kasian*. 'Mending sama Pak Gin', batin para cewek.

Tapi pas udah ketemu pemenang n pemenang, kali ini keliatan anak-anak cowok yang the best *rata-rata cewek kalah n gagal total dalam permainan basket melawan anak cowok. Abis cowoknya garang kabeehh. Grimmjow : Author bego lu! Ya iyalah anak cewek lawan cowok kayak gue malah ada banyak yang kayak gue, bakalan mampus! Author : gimana lu aja deh!*

Grimmjow Jeagerjaquez pemuda berambut biru dan bermata biru sebiru langit, Ulquiorra Schiffer pemuda berkulit putih pucat sang pemilik bola mata emerald, Coyote Starrk cowok bertampang pemalas tapi gesit, Nnoitra Jiruga lelaki jangkung yang terlihat liar, Tesla Lindocruz cowok kalem tapi keren juga, Zommari LeRoux cowok blasteran negro entah papua yang strong, dan Aaroniero Arrurueire cowok yang punya senyum manis. Mereka bikin para ladies ngejerit yang suaranya lebih parah diatas ketemu pak Gin tadi. "KYAAAAA! GYAAAA!" ya, bikin satu sekolah cenat cenut kepalanya.

Setelah pertandingan selesai, tim yang menang adalah tim dari kelas X.7 dan kelas X.4. "Kalian atlet-atlet hebat. Maka kalian akan terpilih untuk kompetisi 6 bulan ke depan" kata Tousen.

"Kompetisi apa ya?" tanya Nnoitra dengan nyengir iblis yang selalu menghiasi bibirnya itu.

Disaat itu pula, Bapak Kenpachi Zaraki di SMA Shinigami dan Bapak Tousen Kaname di SMA Arrancar mengatakannya secara kompak walau beda tempat. *Author bingung ngejelasinnya*

"SMA kami sedang menyeleksi murid terbaik dari kalian untuk menjadi atlet di ajang kompetisi bergengsi BLEACH CUP!" kata Kenpachi dan Tousen kompak, pake tanda seru lagi berarti menegaskan tuh!

"BLEACH CUP!" tersentak seluruh siswa-siswi baru SMA Shinigami dan SMA Arrancar kompak.

To Be Continued

Hmm… Persiapan atlet dalam bidang IPTEK, Olah Raga yaitu Basket dan Menyanyi sudah siap. By the way, SMA Arrancar belum memilih atletnya dalam bernyanyi. Disebabkan Kepsek Aizen, pak Gin dan pak Tousen lagi pikun *Author dibekep* juga tuh SMA kekurangan tenaga kerja *sekolah elit gurunya dikit*. Karena itu atlet menyanyi akan dipilih secara mendadak. Siapakah yang akan terpilih? Siap atau tidakkah? Belum lagi 3 hari sebelum lomba dimulai baru datang kabar baru kalo lomba masak sama dance bakal diadain. Persiapan kedua SMA ini kacrut, belum oke! Gimana caranya mereka siap dalam waktu yang amat singkat? Sedangkan Akademi Visored yang mengadakan ajang Bleach Cup ini gak mau tahu menahu sebab dikepalai sama Shinji Hirako yang menyebalkan minta ampun *nyampe Author pengen ngigit*

Whooaaa…! Akhirnya selesai juga fic kedua ini… Maaf banget ya kalo aneh plus ya gajelas gitu!

Panjang banget? Iya… hehehe… Sang Author sedang pusing sama tugas Kimia dan Biologinya yang ternyata harus dikumpulin besok tapi tetap keras kepala pengen bikin fic *udah mendarah daging soal bikin cerita, haha*.. tenang kok tugasnya udah dibantu ingatan fotografis *Readers : gak nanya, :P*

Chapter 3 segera diupdate… Pairing-pairing akan segera hadiiir! Ada yang cinta sesame murid disekolah ada juga yang kejebak cinta lokasi…

Don't forget to Review this story! ^_^