Warning : Rate T, contain incest, yandere chara, siscon/brocon, twisted

Genre : Slice of life/psychology/Tragedy

No Pair

Disclaimer Masashi Kishimoto

Story by DarkGrin

.

POSESIF

You Belong To Me : 2

Chapter 1

.


Sunagakure University


Beberapa hari kemudian...

"Selamat pagi Sakura!" seorang gadis cantik yang memiliki rambut kemerahan menyapa Sakura dengan senyuman yang manis.

"Pagi, Sara," balas Sakura pada gadis yang bernama Sara itu.

"Etto... Sakura... " Sara tampak celingak-celinguk melihat sekitar.

"Gaara hari ini tak masuk kuliah, Sara. Dia sedang ada urusan di Kumogakure." Dengan cepat Sakura dapat membaca situasi dan seperti sudah paham sekali apa yang sedang dicari oleh Sara.

"Hehehe... Sebenarnya itu juga termasuk tapi... A-aku hanya takut kalau ada Temari." Sara terlihat ketakutan saat menyebutkan nama Temari. Bahkan dia sampai berbisik pelan saat mau mengucapkan nama tersebut.

"Ya, ampun Sara. Jangan takut seperti itu! Temari-nee itu orang baik! Dia tidak akan memakanmu hanya karena kau mengucapkan namanya!" Sakura hanya bisa geleng-geleng.

Disaat keduanya tengah asik berbicara tiba-tiba datang seseorang yang muncul di belakang Sakura dan tanpa permisi lagi langsung memeluk pinggang langsing gadis tersebut.

"Siapa bilang aku tidak datang, hm?" bisik pemuda itu dengan mesra di telinga Sakura.

"Ni-Nii-san!" Sakura langsung gelagapan dengan perlakuan Gaara.

"Sudah berapa kali kubilang, panggil Gaara saja." Gaara mendengus dan memasang wajah kecewa.

"Mana bisa begitu? Kau itu kan—" baru saja Sakura ingin melakukan protes pada Gaara, tapi jari telunjuk pemuda itu sudah menempel tepat di bibir merah muda pucat milik Sakura.

Sementara itu tingkah laku keduanya sekarang menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar, termasuk Sara yang melihat keduanya dengan bingung.

"Jangan kaget seperti itu, Sara," sambar seorang pemuda yang tiba-tiba saja mendekati Sara dan berbisik kepadanya agar tak terdengar oleh Sakura dan Gaara yang sepertinya sudah tenggelam ke dalam dunia mereka berdua sendiri.

"Apa maksudmu?" Sara mengernyit tak mengerti.

"Jadi kau tak tahu gosip yang beredar?" balas pemuda berambut coklat itu dengan tatapan kaget saat melihat Sara menggeleng pelan.

"Gosip apa?" sambar Sara dengan antusias dan langsung berbalik ke arah pemuda tersebut.

"Ssst, jangan keras-keras. Nanti mereka dengar!" pemuda itu menyuruh Sara untuk memelankan suaranya. Tapi terlambat karena perhatian Gaara dan Sakura kini teralih pada mereka.

"Apa yang kalian berdua sedang bicarakan?" tanya Gaara dengan dingin. Tatapan matanya begitu intens tertuju pada keduanya.

"E-eh... Jangan melihatku dengan tatapan seram seperti itu, dong!" pemuda itu berusaha mengelak dari Gaara, "lagipula, kau seperti tak tahu saja. Aku sedang usaha, nih!" tanpa kompromi dulu dengan Sara, pemuda itu langsung merangkul bahu gadis itu.

"Ayo Sakura kita pergi." Gaara hanya memutar kedua bola matanya dan menarik Sakura berjalan keluar kelas.

"Fiuh... Untung saja mereka pergi... " pemuda tersebut langsung bernapas lega sambil mengelap keringat pada keningnya.

"Kau itu kenapa Utakata?" Sara hanya menatap aneh pada pemuda yang dipanggilnya Utaka itu.

"Jadi begini. Menurut rumor yang beredar kedua Sabaku bersaudara itu memiliki hubungan yang terlarang!" ucapnya menjelaskan maksud yang ingin ia katakan sebelumnya.

"Hubungan terlarang bagaimana maksudmu?" tanya Sara lagi dengan penasaran.

"Maksudnya adalah mereka itu diam-diam pacaran! Kau paham? P-A-C-A-R-A-N!" Utakata mempertegas maksudnya secara blak-blakan pada Sara.

"Bohong. Aku tak percaya dengan kata-katamu. Lagipula mereka berdua itu Kakak dan Adik!" Sara terlihat jelas tak percaya dengan apa yang dikatakan Utakata. Menurut sepengetahuannya Sakura itu adiknya Gaara dan Sakura sendiri yang bilang begitu, jadi rasanya mustahil kalau keduanya menjalin kasih.

"Kalau tak percaya ya sudah." Utakata langsung bersiul dan menyandarkan tubuhnya ke bangku. "Semua anak-anak kampus juga sudah tahu kemesraan mereka sejak hari pertama, jadi lupakan saja kalau kau ingin mengejar Gaara!" sambungnya lagi.

'Apa benar yang dikatakan Utakata? Masa iya Sakura dan Gaara... ' Sara tampak diam berpikir, 'Aku harus cari tahu soal ini,' ucapnya lagi dalam hati.


Sore Harinya


"Sakura, kamu mau pulang bersamaku?" tawar Sara kepada Sakura untuk pulang bersama.

"Tentu saja aku—" belum selesai Sakura menjawab pertanyaan Sara, tiba-tiba ada seseorang yang kembali merangkul pundaknya. Tapi kali ini yang merangkul Sakura bukanlah Gaara, melainkan Temari.

"Maaf ya, Sara, tapi Sakura harus pulang bersama dengan kami," kata Temari sambil melemparkan pandangan sinis kepada Sara.

"Te-Temari... " entah apa yang terjadi pada Sara tapi setelah melihat Temari gadis itu seperti ketakutan. Tangannya bahkan sampai gemetar dan keluar keringat dingin.

'Sebenarnya apa yang terjadi pada Sara? Kenapa dia selalu kelihatan aneh setiap kali bertemu dengan Temari-nee... ' Sakura menatap curiga pada Sara yang selalu bersikap aneh kepada Temari.

"Ayo Sakura kita pulang!" ucap Temari dengan senyum lebarnya.

Keduanya berjalan keluar gedung dengan riang. Temari terlihat begitu lengket dengan Sakura. Senyum lebar tak henti-hentinya mengukir wajah gadis berusia 19 tahun itu. Sepanjang jalan keduanya juga jadi pusat perhatian. Maklum saja, Temari cukup populer dan diincar banyak pria di kampus tersebut.

"Temari-nee... Gaara-nii dan Kankuro-nii kemana?" tanya Sakura yang heran tak melihat keduanya. Sebenarnya dia tak terlalu peduli dengan Kankuro yang senang menyendiri, tapi biasanya pemuda itu selalu mengekor pada Temari, sementara Gaara dia biasanya selalu datang ke kelasnya untuk mengajaknya pulang bersama Temari.

"Gaara ada urusan makanya dia pulang duluan, sementara Kankuro kau sudah tahu, kan anak itu bagaimana?" Temari menghela napas pasrah begitu membahas masalah mengenai Kankuro.

Saat keduanya naik ke mobil ada sesosok bayangan yang mengintai keduanya dari balik tembok.

TBC


A/N : Di cerita ini Temari merupakan senior bersama Kankuro di kampus sementara Gaara dan Sakura baru masuk. Anak-anak di dalam kampus tak ada yang mengetahui identitas Sakura yang sebenarnya bukan merupakan keluarga Sabaku asli. Yang mereka tahu Sakura adik paling bungsu di keluarga Sabaku. Maaf masih pendek, next dipanjangin.