TWO OF US 2
.
.
.
Cast: Chanbaek,Hunhan,Kai,dll
.
.
Rating:M(18+)
.
.
Summary (summary ini berupa potongan-potongan kata dari ff ini) :
"Selamat. Anak anda berjenis kelamin laki-laki."/ "Aku menyayangimu,yeollie./"Tak bisakah kita lupakan saja semua masalah yang terjadi pada keluargamu?!"/"Mian,Baek. Aku tlah membuatmu seperti ini."/"Eomma,apa maksud dari kata kata mereka?"/"Kejadian yang sudah terjadi,tetap harus dibalas sebagaimana mestinya,Chan-yeol."
.
.
Tanda ' ' merupakan kata batin suatu tokoh
-Previous Chapter-
*NGEEEK*
Suster itu memasuki suatu ruang untuk mengambil bayi Chanyeol dan Baekhyun. Namun,dari arah yang berlawanan,ada dua namja yang berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut.
"Hei!Sedang apa kau?!Yakk!"
-CHAPTER 2-
Suster itu menahan bahu salah satu namja itu lalu membalik balikkan tubuhnya.
"Nugu-"
"Kami berdua pegawai baru disini. Tadi kami ingin menaruh bayi yang baru saja dilahirkan."
Wajah suster itu masih bingung,namun kedua namja itu langsung meninggalkannya.
"Heuhhh.. ada ada saja orang itu. Aigoo.. aigo.. mian telah membuatmu menunggu.. hehe.." senyumnya sambil menggendong bayi Chanyeol dan Baekhyun ke ruangan dimana orang tuanya berada.
...
...
*duk**duk**duk**duk*
Terdengar suara langkah kaki dari seorang namja yang imut.
"Kenapa dia tidak menghubungiku juga?Apa dia sudah gila?"
"Wae-yo?"
"Sehun-nie-"
"Sehun wae?"
"Kemarin... Aku mengabaikan pertanyaannya. Aeuhh! Jinja.."
"Hehe."
"Eotteokhae,Minseok hyung?"
"Hmm. Kha.. temui dia."
"Mwo?!" Luhan memasang muka terkejut dengan nada yang dilebih-lebihkan.
"Mwo?!Hahaha.. Kaja.."
Xiumin menarik tangan Luhan keluar cafe miliknya. Mereka berangkat menuju rumah Sehun dengan mobil Xiumin yang berstiker hello kitty berwarna hitam.
...
...
"Hehe. Annyeong.."
"Aishh jinjaa... kau lama sekali. Wae-yo?Apa ada sesuatu?"
"Ani."
"Aigo... illuwa... uri aegyi... uuu...gyiyowo.." Baekhyun mengambil bayinya dari gendongan suster itu dan suster itu meninggalkan ruangan mereka.
Chanyeol hanya diam sejak suster memasuki ruangan tersebut sambil menggendong anak mereka. Entah apa yang dipikirkan,namun pasti ada hal yang menjanggal di hatinya.
"Ai- wae,Chan-yeol?"
"..."
"Chagi-ya.. huh?"
"A-a.. ani."
"No gwenchana?
"Gw-gwenchana,Baekkie.. hehe. Aigoo... Dong-Yul-laaa.."
"D-dong, Dong-Yul?" Baekhyun yang sedang menepuk nepuk bayinya dan menggoyang goyangkan badannya langsung berhenti.
"W-wae?" Chanyeol kaget melihat Baekhyun yang langsung menatapnya dengan sangat serius.
"No..." Baekhyun menunjuk wajah Chanyeol sambil berjalan pelan mendekati wajah Chanyeol.
"Mwo?"
"No..." Baekhyun menekan sedikit suaranya.
"Nega,wae?" Chanyeol mulai panik.
"Noo!" Baekhyun menunjuk Chanyeol dengan sedikit membentak.
"Wae?!wae?!wae?!"
"Apa kau tidak tahu apa arti dari nama itu?!"
"Yaak... kau... Apa kau tak tahu?"
"Nan molla." Baekhyun memalingkan wajahnya.
"Dong yul itu berarti 'nafsu'."ucap Chanyeol dengan membisikkan ke telinga Baekhyun dengan sangat pelan yang membuat Baekhyun sedikit geli.
Baekhyun tetap memalingkan wajahnya,tak peduli apa yang dikatakan namja di sebelahnya itu.
"Kau tak mau?"
"Shirreo."
"Jinja?"
"Yak!Apa yang kau pikirkan memberi nama seorang anak dengan arti 'nafsu'. Apa yang kau harapkan dengan itu,hah?Kau ingin dia menjadi playboy sepertimu, yang selalu bergairah dengan wanita mana saja?!"
"Haha.. Ne,aku menginginkannya."
"Heuhhh... Aigooo... Geurae. Terserahmu saja."
"Jinja-yo?"
"Ne,yeollie."
...
...
"Ada apa?"
"Miyan."
"Hm."
"Igo.."
"Untuk ku?"
"Nee."
"Shirreo."
*BRAK*
Sehun menutup kencang pintu kamarnya. Luhan hanya bisa bersabar dan menunggu Sehun mengerti perbuatannya kemarin.
*20detik kemudian*
"Masuk."
Luhan yang mendengar suara itu langsung bergegas masuk ke dalam kamar Sehun.
Sehun tak berbicara apa-apa,dia hanya berjalan dengan santai mengambil sebuah minuman dari kulkas dan meminumnya.
"Ss-se-hun."
Sehun mengabaikan panggilan itu,ia malah berjalan sangat santai menuju ruang tamunya. Luhan yang melihat itu hanya mengikuti kemana arah Sehun melangkah. Sehun duduk di sebuah sofa sambil menonton sebuah acara dengan mengangkat satu kaki di atas sofa itu.
"Ss-se-sehun."
Sehun langsung berdiri dan berjalan menuju meja makan. Ia mengambil makanannya dan memakannya.
Luhan mulai kesal,ia ikut duduk di kursi meja makan dan menatap Sehun kesal. Ia merasa dipermainkan oleh namja yehet itu.
"Nyam.. nyam.. nyam.."
"Sehun-na!"
"Mwo?!"
"Wae-yo?Setelah kau ku panggil beberapa kali,kau baru menjawab sekarang?Aku tahu aku salah kemarin,Mian. Aku pergi."
Luhan meninggalkan sebuah kotak yang ia bawa dan berlari menuju ke luar kamar Sehun. Sehun yang melihat itu langsung melempar sendoknya asal,ia berdiri dan berlari mengejar Luhan dengan nasi yang semena mena menempatkan dirinya di sekitar wajah Oh Sehun.
"Yak!yak!yak!Luhan-nie!"
'Wae?wae?wae?Kau merindukanku kan?Haha. Teruss.. kejar.. aku.. Sehun..'
"Yak!" Sehun hendak berlari keluar dari kamarnya. Luhan langsung berhenti. Ia sengaja melakukan itu agar ia bisa menghabiskan waktunya dengan Sehun.
"Luhan-nie.." Sehun memeluk Luhan dari belakang.
"Mwo?" ucap Luhan dengan aktingnya.
'Kena,kau!Oh Sehun.'
"Oh. Ani. Luhan. hyung.. Hahahaha..."
"Yak!Anak kecil!"
"Aak!Appo... "
"Lepas!" Luhan langsung melepas pelukan Sehun. Ia berlari ke lobby apartemen dimana Sehun tinggal.
Luhan memang sangat sensitif,apalagi jika dibanding bandingkan. Tentang umur,jenis kelamin,wajah,apapun itu. Asal ada yang meledeknya,ia pasti langsung tersinggung.
"Oh!Lu-ge!Kenapa kau begitu lama di atas?Apa semuanya berjalan dengan lancar?"
"Hah... Lancar apanya.. Bahkan dia memanggilku dengan panggilan.. Ah!Ani. Ayo kita pulang."
...
...
"Heuh.. Aku masih terus bertanya tanya. Mengapa?Mengapa kau sedendam itu dengannya?Apa karena aku pernah berhubungan dengannya?Mengapa kau sampai tega melakukan itu padanya?Jika memang ini alasannya.. Lagi pula aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi."
"Apa?Siapa yang sudah tidak berhubungan lagi?"
"Ani-yo. Aku sedang melatih kemampuanku untuk kompetisi akting bulan depan. Hehe.."
"Jinja-yo?Aku sangat bangga dapat memilikimu. Oh.. keugae.. kau tetap harus memakan makananmu,Kyungsoo."
"Hehe.. arrayo."
...
...
"Aeuhh.. aak.. badanku.. sakit sekali rasanya."
"Gwenchana,Baekhyun-nie?"
"Aak,nee.."
"Kau yakin?Sini biar aku saja yang menggendongnya..."
"Arrase-"
"Sudah.. aku saja.."
Baekhyun dan Chanyeol sudah pulang ke rumah mereka. Oh iya,dengan bayinya juga. Mereka membereskan dan merapihkan kembali semua barang yang mereka bawa,walau cuma Chanyeol saja yang bisa mengerjakannya.
"Huh.. kenapa kau tidur terus,Dongyul-la?Padahalkann... aku ingin melihat wajah tampanmu.."
"Kau ingin melihat ketampanannya?"
Baekhyun mengangguk sok imut.
"illuwa... Pali..."
"Bagaimana,Chanyeol?Beritahu aku..."
"Kau tutup mata..."
"Ne..."
"Hana... dull.. set..."
"Aish!"
"Am I cute?" ucap Chanyeol sambil bertingkah laku seperti anak kecil.
"Ani."
"Haha.. "
...
...
"Aigo. Ige mwo-ya?Uuk!uuk!Bubble tea?Chocolate?"
'Sehun-na.. Mianhae. Aku telah bersikap egois denganmu.. aku tidak menjawab pertanyaanmu dengan benar,aku tahu aku salah. Geundae.. aku ingin makan ramen malam ini. Kekekeke~~'
"Yak,Sehun.. lihat. Kau sudah melewatkan kesempatanmu. Harusnya kau menjaga mulutmu yang tak terarah itu. Tak ada lagi yang bisa ku lakukan... Kecuali... Ah iya!"
...
=Messages=
Oh Sehun: Tak sabar.. makan malam denganmu,Luhannie.
"Mwo?!Jinja-yo?"
*TINTIN*
"Aishh... pria itu.."
Luhan bergegas mandi. Setelah itu, ia memilih pakaiannya.
"Igo?Ani.. Igo?Hmm.. terlalu pendek. Hmmmm... Igo?"
...
"Huh?Aku tak mengerti dengan jalan pikirannya. Aku harus bagaimana lagi?Mengerti,salah. Tidak,apalagi. Baiklah."
*DUK**DUK**DUK**DUK*
*NGEEEKK*
"Sehunnn!Sehunn-nie!Tunggu aku!"
"Hah?Suara apa itu?Eih?"
"Hah... hah.. hah.."
"Masuk."
...
"Yak!Mengapa-"
"Igo. Kau mengirimnya sendiri padaku."
=Messages=
Luhan hyung: Apa kita sudah membuat janji sebelumnya?
"Ah itu..."
"Sudahlah. Lupakan saja."
"Kita mau kemana,Sehun?"
"Lihat saja."
...
...
"Kyungsoo-ya.."
"Ne?"
"Apa makanannya enak?"
"Oh. Massitta..."
"Kyungie. Aku ingin memberitahumu sesuatu."
"Mwo?"ucap Kyungsoo sambil memakan makanannya.
"Aku.. sangat senang bisa bersamamu. Haaahh... entah kenapa.. hidupku menjadi lebih dan leebih indah,jika aku selalu di dekatmu."
"Kai-ya. Kali ini apa,huh?Meminta aku membayarkan makananmu?Aish jinja.. miskin sekali."
"Yak!Aku bicara serius denganmu tanpa ada maksud atau tujuan tertentu."
*NGEEEK*
Ada seorang namja mendekati meja Kai dan Kyungsoo. Dengan memakai kacamata hitam,menggunakan kupluk,dan pakaian yang sangat rapi.
"Kau?"
"Maaf,Tuan. Jika kami menganggumu,kami bisa pindah ke meja yang lain."
"Diam kau!"
ANNYEONGGG!Aku sedih nih... aku lagi uts soalnya *bodo* hiks. Tapi gapapa buat kalian apa sih yang nggak *dih*
Makasih yaaa udah luangin waktu buat baca ini dan ff ini,makasih juga yang udah ngasih review!lopyu^-^
Buat yang mau ngasih review boleh kokkk boleh banget,apalagi kritik saran,bakal kutrima.
Huruf di atas tebel tebel yak?sengaja haha supaya dibaca... *kasianamatampesegitunya*
Lanjut?Lanjut gakkkk?! *woleswey*
