Author's note : update kilat !
.
.
.
Aku memberanikan diri memasuki ruang ujian. Aku mengendap- ngendap dan membuka lemari tempat soal ujian siswa kelas 1 SMA berada. Tiba tiba..
"siapa disana ?"seru seseorang. Tamatlah riwayatku..
.
.
.
"maaf Lee seonsangnim. Maafkan kelakuan anak saya."ujar appa sambil membungkuk. Aku hanya bisa menundukan wajahku karena takut. Huh, sialnya aku. Aku ketahuan oleh Lee seonsangnim. Appa dipanggil. Dan mungkin, sebentar lagi wajahku akan hancur karena dipukuli Kangin, Heechul, dan Eunhyuk.
"sekali lagi saya minta maaf.."Ujar appa sekali lagi. appa menarik tanganku keluar ruang kepala sekolah. Appa menatapku marah.
"apa maumu hah? Apa kau tak cukup pintar sampai mencuri soal ujian ?"Ucapnya. aku hanya bisa menunduk. Kalau aku mengatakan semuanya, hyung dalam bahaya. "Jawab appa Park Kyuhyun !"Serunya lagi. aku hanya terdiam. Aku takut sekali kalau appa marah seperti ini. Sudah setahun aku tak berbicara dengannya. Jujur, aku merindukan suaranya. Tapi bukan suaranya yang sedang membentakku seperti ini. Appa menarikku pulang.
.
.
.
Appa menarikku memasuki rumah. Ia terlihat sangat marah. Didalam aku melihat Siwon hyung sedang duduk dimeja makan. Ia menoleh kearahku dan appa. "ada apa appa ?"Tanyanya bingung. "adikmu, ia berani mencuri soal ujian !"seru appa. Siwon hyung membulatkan matanya.
Tiba-tiba appa mendorong tubuhku sampai aku menempel dimeja makan. Lalu…
TAR ! "akh !"Aku merasakan punggungku dicambuk sesuatu. Aku menoleh kebelakang. Appa sedang mencambukku dengan ikat pinggangnya. TAR ! ikat pinggang itu sekali lagi menghantam kulitku. Aku menangis sekarang. Sakit hati yang kurasa sudah tak bisa kubendung. Sakithati ini lebih sakit dari punggungku.
"ini karena kau mengambil dokumen sekolah."kata appa dingin. TAR ! appa memecut tanganku.
"ini karena kau mempermalukan appa." TAR ! appa memecut punggungku lagi.
"ini untuk kematian ummamu." TAR ! appa memukul punggungku sekali lagi. ternyata appa masih marah soal hal itu.
"terserah ap-pa ma-mau memukulku berapa kali. Ya-yang penting ap-pa mau mendengarkan penjelasanku tentang um-ma."ucapku terbata- bata. "appa tidak membutuhkan penjelasanmu."ucap appa dingin. Habis sudah kesabaranku kali ini.
"APPA ! DENGARKAN AKU DULU !"bentakku dengan sisa sisa suaraku. Appa dan hyung terdiam. "Hyora umma ingin merebut kekayaan appa.."Kataku lirih. appa menoleh cepat kearahku. "kau kira aku bodoh ? aku tak percaya padamu !"bentaknya. "hyung, kau percaya padaku kan ?"Tanyaku. hyung hanya diam dan membuang wajahnya.
Aku terdiam. Tak ada satupun keluargaku sendiri yang mempercayaiku. Aku tersenyum lirih. semestinya aku sudah menduga kalau tak ada yang mempercayai ucapanku.
"terserah kalian saja. Anggap saja pembicaraan tadi tak pernah terjadi. Dan appa, terima kasih atas hukumanmu. Itu artinya kau masih menganggapku anak dan memperdulikanku."ucapku dingin. Aku bangun dari lantai yang dingin. Uhh.. sakit sekali punggungku. Aku berjalan kekamarku tertatih.
"kyu, punggungmu berdarah.."ucap Siwon hyung. Ia menghampiriku dan bermaksud membantuku berjalan. Aku menepisnya pelan. "tak usah hyung. Gomawo."ucapku dingin. Untuk apa ia membantuku kalau ia tak mempercayaiku. Yang sakit bukan hanya bekas cambukan appa, tapi hatiku juga sangat sakit.
Aku merebahkan tubuhku dikasur. Posisiku tengkurap saat ini. Tentu kalian tahukan apa yang barusan terjadi. Punggungku sangat sakit. tanpa kusadari air mataku mengalir begitu saja tanpa bisa kuhentikan. Aku memejamkan mataku yang semakin terasa berat. Lalu aku terlelap dan berharap esok hari menjadi hari yang lebih baik.
Kyuhyun POV end
.
Siwon POV
"appa…"aku memanggil appaku. Appa menoleh. "appa, sebaiknya kita mendengarkan penjelasan Kyuhyun.."pintaku. wajah Kyuhyun terus berputar dikepalaku.
"untuk apa kita mendengarkan penjelasannya lagi. sudah jelas dia yang mendorong ummamu dari balkon. Dan sikapnya kali ini, mengambil soal ujian, ini sudah keterlaluan."ucap appa. Aku menghela napas. Aku duduk disebelah appa yang sedang memijat keningnya. "aku tak yakin kalau Kyuhyun bisa membunuh umma.."Kataku.
Appa memelukku. "appa tak tahu kenapa appa bisa mencambuk adikmu seperti tadi. Ia terluka.. pasti itu sangat sakit.."ujar appa. Aku membalas pelukan appa. "ne appa.. ayo kita kekamar Kyuhyun.."ajakku. appa tersenyum dan mengangguk.
.
.
.
Aku membuka kamar Kyuhyun. Kamarnya gelap sekali. Aku melihatnya sedang tertidur di tempat tidurnya dengan posisi tengkurap. Ia tidak mengganti seragamnya. Seragamnya kini berlumuran darah dari luka di punggungnya. Tangannya juga memar. Appa mengelus kepala Kyuhyun.
"mianhae Kyuhyun-ah.."ujar appa. Kyuhyun menggeliat. Ia membuka matanya perlahan.
"appa, hyung.."Katanya lemah. Kyuhyun berusaha duduk. Aku membantunya. "Kyu.. maafkan appa.."Kata appa. Kyuhyun tersenyum. Appa kemudian memeluk Kyuhyun. "appa tak mempersalahkanmu atas kejadian umma dulu.. kita lupakan saja kejadian itu. appa akan tetap menyayangimu walau kau sudah membuat ummamu…. Em… meninggal."kata appa.
Tiba- tiba saja Kyuhyun mendorong tubuh appa. "tak usah kesini kalau kalian belum percaya padaku ! keluar !"Bentak Kyuhyun.
"Kyu.. kami.."
"Keluar !"Bentak Kyuhyun lagi. aku dan appa pergi dari kamar Kyuhyun. Sebelum aku menutup pintu, aku melihatnya menutupi wajahnya dengan bantal. Suara tangisan kecil kudengar. Adikku.. Kyuhyun.. menangis…
Siwon POV end
.
Kyuhyun POV
Aku bersiap pergi kesekolah. Punggungku memang sakit. tapi aku harus meluruskan semuanya. Aku tak mau menjadi budak Kangin lagi. sudah cukup ia menyiksaku selama ini. Untuk masalahnya mengancamku untuk menyakiti Siwon hyung, aku mungkin akan bernegosiasi dengannya.
Aku turun dari kamarku. Aku melihat appa dan hyung sedang makan dimeja makan. "Kyu, makanlah. Ayo duduk disebelah hyung."Ajak Siwon hyung.
"ani hyung. Aku tidak sarapan hari ini."ujarku dingin. Aku perjalan perlahan menuju keluar. Punggungku masih sangat sakit kalau digerakan sedikit saja. "biarkan Siwon mengantarmu Kyu.."Ujar appa halus. Suara appa yang selama ini kurindukan. Suara yang memanggilku halus. Tapi aku tidak mempedulikannya. Toh ia masih menganggapku pembunuh.
"Ani appa, aku berangkat naik sepeda saja."Jawabku. aku menaiki sepedaku dan melesat kesekolah.
.
.
.
Perjalanan kesekolah kali ini sangat jauh rasanya. Punggungku tak bisa diajak kompromi. Aku memasuki kelas dengan wajah lesu. "KYUHYUN-AH ! WHAT'S UP BOY ?"Teriak seseorang. Tak usah menengok aku juga tahu itu suara siapa. Shim Changmin. Aku sedang tidak ingin berdebat dengannya. Aku lelah.
"Kau kenapa Kyuhyun-ah ? oh iya, katanya kemarin appamu dipanggil ya ? Kangin itu keterlaluan sekali.. padahal itu bukan salahmu.."Kata Changmin iba. "Kau harus melawannya Kyu."Katanya. Aku mengangguk.
"aku mau meluruskan masalah ini sekarang. Aku sudah lelah dengan semua ini."Kataku. Changmin tersenyum lebar. "Itu baru Kyuhyun yang kukenal !"ucapnya sambil memukul kencang punggungku. "ARGH ! PABOYA MINNIE !"teriakku histeris. Changmin terlihat terkejut.
Changmin menyentuh perlahan punggungku. Aku sedikit meringis. "Kyu, punggungmu berdarah.. mianhae !"Seru Changmin seperti mau menangis. "bukan salahmu Min. kau kan tak tahu kalau punggungku sedang terluka."Ujarku pelan.
"memangnya punggungmu kenapa Kyu ?"Tanya Changmin. "appaku mencambukku dengan ikat pinggangnya karena masalah kemarin."ujarku. "MWO ?"Changmin berteriak histeris.
"Pelankan suaramu Minnie. Kau berisik sekali."ujarku.
"mianhae.. ayo kuobati lukamu.."ujar Minnie sambil menarik tanganku ke UKS.
.
.
.
Jam istirahat
Aku sedang menikmati makan siangku dengan Changmin. Tiba tiba Kangin dan teman- temannya datang. "bagaimana perintahku kemarin ? berhasil tidak ?"Tanya Kangin kasar. Aku bangun dari tempat dudukku. Changmin menatapku kuatir.
"aku gagal. Appaku kemarin dipanggil dan semua karena kau !"Seruku sambil menunjuk wajahnya dengan telunjukku. Kangin menggebrak meja. "Beraninya kau menantangku ?"Bentaknya. aku memasang wajah menantang.
"Aku tak takut padamu lagi !"Bentakku. ia menarik tanganku, aku menepisnya. Ia semakin marah. Tiba- tiba Heechul menonjok wajahku. Aku jatuh. Changmin membantuku duduk. Tapi Eunhyuk malah mendorong Changmin lalu menarikku untuk berdiri dan menyeretku.
.
.
.
Mereka menghempaskan tubuhku kelantai yang dingin. Sial.. punggungku..Mereka mengikatku disebuah kursi. "sebenarnya apa maumu ?"Tanyaku. kangin tertawa mendengar pertanyaanku. Apanya yang lucu sih ? Tanyaku dalam hati. "Hyuk, chul, keluarlah."Perintah Kangin.
Kangin mendekatiku dan membisikan, "aku ingin menghancurkan keluargamu."
TBC
Hello ! makasih yang udah baca chapter ini xD
Oh iya, banyak yang bilang kalo di setiap FFku Kyunya menderita.
Sebenernya bukan mauku sih, Cuma aku itu suka bikin FF yang 'nyess' (?) gitu. Nah.. kalo pake member lain, nyess nya tuh ga berasa. Kalo bayangin Kyu entah kenapa banyak ide muncul XD
Jadi untuk para SparKyu, mian yah kalo bias kalian aku siksa terus. Sebenernya aku juga SparKyu loh ! hahaha..
Maaf kebanyakan ngomong.
Ps : Jangan bosan RnR FFku ya ! gomawo xD
