The Devil Ninja © New Akatsuki
.
Disclaimed:
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichiei Ishibumi
.
Warn : typo, abal-abal, gaje, OOC, and many more
.
.
.
Enjoy it
.
Padang rumput yang luas, dengan langit biru dengan awan yang indah, dan sebuah air terjun yang sangat indah. Kini ditempat yang sangat indah itu, ada seekor makhluk raksasa yang sedang berbaring di padang rumput. Makhlik tersebut memilki sisik berwarna hitam mengkilap dengan ekor yang panjang dan besar serta sepasang sayap dipunggungnya. Makhluk tersebut juga memilki satu tanduk dikepalanya dan satu permata berwarna merah didahinya. Didahi makhluk tersebut atau lebih tepatnya di permata makhluk tersebut kini berbaring seorang pemuda memakai baju kaos berwarna hitam. Pemuda tersebut memilki rambut berwarna kuning cerah yang acak-acakan, mata pemuda tersebut yang awalnya terpejam kini terbuka menampilkan mata biru yang indah. Dia adalah Uzumaki Namekaze Naruto sang legenda ninja.
"Ryuga. " Naruto memulai pembicaraan kepada makhluk yang dipanggilny dengan Ryuga. "Aku sangat merindukanmua. "
"Aku juga Naruto. " Ryuga membalas perkataan Naruto. "Sudah lama kita tidak bertemu ya. "
"Ya. Kurasa begitu. Tapi.. " Naruto mengubah posisinya yang awalnya berbaring menjadi duduk. "Bagaimana kita tidak bisa bertemu selama ini? "
"Kurasa itu karena cakramu. " Ryuga memejamkan mata. Kelihatannya dia sedang memikirkan sesuatu, tak lama setelah itu dia membuka matanya. "Seluruh titik cakramu selama ini tertutup sehingga kau tidak bisa menggunakannya. "
"Tertutup? " Naruto membelalakan matanya ketika mendengar perkataan dari Ryuga. "Kukira selama ini cakraku menghilang. "
"Itulah kenyataannya Naruto. " Ryuga kembali berbicara.
"Tapi kalau kita tidak bisa bertemu karena cakraku_ " Naruto tersadar akan sesuatu, Kemudian dia melihat kedua telapak tangannya. Sekarang dia dapat merasakan cakra yang mengalir dalam tubuhnya, walaupun lemah tapi Naruto masih bisa merasakannya."Itu artinya sekarang cakraku_ "
"Ya. Cakramu sudah kembali. " Ryuga terkekeh mendengar nada dari ucapan Naruto.
"Tapi_ " Naruto masih tidak percaya dengan semua ini, Masih banyak pertanyan yang ada dalam pikirannya. "Bagaimana bisa? "
"Sebenarnya aku juga tidak tau. " Ryuga menyahut dengan suara yang sepertinya sedang berpikir. "Tapi, kurasa itu karena energi baru yang berada ditubuhmu. "
"Energi baru? " Naruto semakain bingung dengan pembicaraan ini. Dia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Ryuga. "Apa maksudm_ " Naruto membulatkan matanya setelah sadar apa energi baru tersebut. Energi baru itu adalah Demonik Power, energi yang dia dapat setelah dia menjadi iblis.
Naruto sadar bahwa dia sekarang bukan lagi seorang manusia melainkan seorang iblis. Dia sadar bahwa sekarang dia adalah bagian dari peerage-nya Sona, seorang iblis dari keluarga Sitri. Sekarang dia adalah pelayan Sona yang akan mengabdikan hidupnya hanya untuk Sona.
"Jadi sekarang. " setelah lama diam akhirnya Naruto berbicara. Dia menatap kedua telapak tangannya. "Cakraku sudah kembali. "
"Tidak juga Naruto. " Naruto mengalihkan perhatiannya kepada Ryuga. Ryuga dengan suaranya yang khas menyampaikan satu kenyataan lagi. "Cakramu tidak kembali secara utuh, tapi dengan bertahap. " Perkataan dari Ryuga membuat Naruto terkejut, tapi Ryuga terus melanjutkan perkataannya. "Itu karena kau sudah lama tidak menggunakan cakramu dan juga selama ini, aku masih menggunakan cakramu sebagai sumber energiku. "
"Kurasa itu tidak terlalu penting. " Naruto tersenyum dengan lembut kepada Ryuga walaupun Ryuga tidak dapat melihat senyumnya tersebut. Kemudian dia mengosokan tangannya kekepala Ryuga. "Yang terpenting sekarang kita dapat bertemu kembali. "
Ryuga tersenyum mendengar ucapan Naruto. Dia tidak menyangka sifat Naruto itu tidak hilang. Sifat yang membuat dirinya menyukai Naruto sebagai temannya. Tapi masih ada satu hal lagi yang ingin dia sampaikan. "Satu hal lagi Naruto, sejak kejadian itu, Segel yang berada ditubuhmu rusak. Itu membuatku tidak bisa memberikan kekuatanku kepadamu. Jadi kau harus cepat memperbaiki segel tersebut. "
"itu tidak masalah. Aku akan memperbaikinya nanti. " Naruto teringat sesuatu ketika dia mengucapkan perkataannya tadi. "Oh iya. Apa kau tau apa yang terjadi pada kejadian itu? "
"Kejadian waktu itu ya. " Ryuga kembali memejamkan matanya. "Sayangnya aku juga tidak tau apa yang terjadi pada saat itu. "
Kemudian terjadi keheningan. Kedua makhluk tersebut sama-sama tidak mengeluarkan suaranya. Naruto kemudia merebahkan badannya kembali dikepala Ryuga, dia memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus diwajahnya dengan lembut. Begitu pula dengan Ryuga dia juga memejamkan matanya menikmati semua kenyaman yang ada disini.
"Naruto. " Setelah sekian lama tidak ada yang berbicara, akhirnya Ryuga kembali bicara pada Naruto. Dengan masih memejamkan matanya, Ryuga bertanya kepada Naruto. "Apa yang sedang kau pikirkan saat ini? "
"Tidak ada. " Dengan santai Naruto menjawab pertanyaan dari Ryuga. "Aku hanya sedang bersantai. "
"Lalu. " Dengan mata terbuka sebelah, Ryuga kembali berbicara. "Apa yang akan kau lakukan Nanti. "
"Aku akan melakukan apa yang adikku lakukan. " Kedua mata Naruto terbuka. Disana dapat terlihat sebuah tekad yang sangat kuat. "Yaitu membuat perdamaian didunia ini. "
Ryuga kembali tersenyum mendengar perkataan Naruto. Dia dapat merasakan tekad yang sangat kuat dari perkataan Naruto, dan dia yakin kalau Naruto akan berhasil melakukan hal tersebut. "Aku siap untuk membantumu Naruto. "
Naruto kemudian berdiri dan melompat dari atas kepala Ryuga. Dia mendarat dengan mulus dipadang rumput kemudian dia berbalik menghadap Ryuga. Dia tersenyum lebar begitu pula dengan Ryuga, dia juga tersenyum. Kemudia Naruto menyodorkan kepalan tangannya kedepan Ryuga. Seakan mengerti maksud dari Naruto, Ryuga juga menyodorkan cakarnya kepada naruto kemudia kepalan tangan dan cakar tersebut bertemu.
"Terima kasih Ryuga "
"Sama sama Naruto "
.
.
.
Seperti biasa, Naruto berjalan ketempat dia menuntut ilmu yaitu Akademi Kuoh. Saat dia memasuki gerbang sekolah seperti biasa Naruto mendapatkan hinaan dari beberapa murid yang melihatnya. Naruto terus berjalan seolah dia tidak memperdulikan hal tersebut yang sekarang dia tuju saat ini adalah kelasnya.
Saat dia menaiki tangga, ada seseorang yang menunggunya. Naruto kenal orang itu dia pernah melihatnya saat dia berada di ruang OSIS, orang itu adalah Shinra Tsubaki.
"Naruto-san " Ketika Naruto berada didepannya, Tsubaki mulai berbicara. "Setelah pulang sekolah, kau harus pergi keruang OSIS. Ini perintah Kaicho. "
"Baiklah senpai " Naruto sedikit gugup saat berhadapan dengan wakil OSIS ini sebab dia sama sekali tidak mengeluarkan ekspresinya saat dia berbicara.
Setelah berpamitan, Naruto kemudian meneruskan perjalanannya menuju kelasnya.
Skip time
Diruang ruang OSIS.
"Permisi. " Pintu ruang OSIS terbuka menampilkan seorang pemuda berambut kuning yang disisir dengan rapi.
Seluruh pasang mata yang berada didalam ruangan tersebut melihat kearah orang yang saat ini berdiri didepan pintu.
"Kau! " Seorang pria yang berada didalam ruangan tersebut berucap sambil menunjuk Naruto. "Untuk apa kau datang kesini lag_ "
"Saji. " Ucapan saji terhenti ketika Seorang gadis yang menjadi ketua dari OSIS yaitu Sona angkat bicara. "Aku yang memanggil dia kasini. "
"Naruto-kun silahkan masuk " Naruto kemudian masuk setelah dapat persetujuan dari Sona. "Silahkan duduk. "
Setelah Naruto duduk, Sona mengalihkan pandangannya kepada seluruh orang yang berada didalam ruangan OSIS ini. Kemudian dia berdehem sebentar untuk mendapat perhatian dari seluruh anggotanya. "Mulai sekarang Naruto akan menjadia keluarga kita. "
Semua orang yang berada didalam ruangan kecuali Sona dan Naruto membulatkan matanya dengan sempurna. Salah satu dari mereka yang bernama Tomoe Meguri maju kedepan. "Itu artinya dia sekarang adalah iblis. "
"Ya benar. Sekarang kenalkan diri kalian kepada keluarga baru kita! " Perintah Sona yang saat ini duduk dimeja kerjanya.
"Hajimemashite. Watasi wa Momo Hanakai desu, kelas B2 dan aku adalah Bishop." kata seorang gadis manis dengan surai putih panjang poni rata didepan dan iris mata berwarna blue-green
"Hajimemashite. Watasi wa Reya kusaka A3 dan aku juga Bishop." Lanjut seorang gadis cantik dengan surai merah ke coklatan dan irismata berwarna brown
"Hajimemashite. Watasi wa Tomoe Meguri desu. kelas B2 dan aku adalah Knight,salam kenal Uzumaki-kun." Sapa ceria gadis bersurai coklat dan iris brown dengan senyum lebarnya.
"Hajimemashite. Watasi wa Bennia desu. Kelas B1 dan aku adalah knight, salam kenal." Sapa ramah gadis bertudung ia mempunyai iris mata sewarna gold dan surai berwarna dark purple, seraya senyum lembut yang mempesona.
" Hajimemashite. Watasi wa Tsubasa Yura, Aku adalah Rock, " kata Yura dengan sinis,sepertinya ia masih marah dengan Naruto.
"Hajimemashite. Watasi wa Nimura Ruruko desu. kelas 1B dan aku adalah Pion,salam kenal Naruto senpai " kata gadis loli dengan surai coklat dan iris mata green, parasnya cukup imut, namun ada beberapa kartu yang nagsang di surai coklatnya, dan itu terlihat aneh.
"Hajimemashite. Watasi wa Genshirou Saji desu. Kelas 2E dan aku adalah Pion, salam kenal." Sapa satu-satunya laki-laki disitu dengan arogan, ia mempunyai surai blonde dan iris mata berwarna grey. Dalam perkataannya itu ada sedikit nada sebal pada Naruto.
"Hajimemashite. Watasi wa Tsubaki Shinra desu. Kelas 3A dan aku adalah queen." Kata gadis berkacamata dengan suara dingin ia memiliki surai berwarna hitam panjang dan iris mata berwarna light-brown ia memiliki paras yang cantik namun tersembunyi oleh ekspresi datarnya.
"Hajimemashite. Watasi wa Sona Sitri desu. Kelas 3A dan aku adalah King dari tim ini,, dan kami semua adalah iblis!."
"Sekarang giliranmu Uzumaki-san!" perintah Sona pada Naruto yang masih memandang kagum pada semua anggotanya.
"Baiklah, Watasi wa Naruto Uzumaki desu, kelas 2A dan aku adalah Pion, salam kenal." Sapa Naruto dengan sedikit gugup karena dipandang oleh semua orang yang berada diraungan ini.
"Sekarang kau sudah resmi menjadi anggota OSIS sekaligua bagian dari peerage-ku. " Sona kembali mengeluarkan suaranya. "Jadi mulai sekarang kau harus memanggilku Kaicho. Mengerti? "
"Mengerti. Kaicho. " Naruto membalas dengan senyuman diwajahnya.
"Bagus. " Sona kemudian merapikan letak kaca matanya. Setelah itu pandangannya berubah menjadi serius. "Sekarang dengarkan….. "
Sona menjelaskan kepada Naruto tentang tugas seorang iblis, apa yang tidak boleh dilakukan seorang iblis, dan sebagainya. Semua penjelasan dari Sona, Naruto dengarkan dengan baik dan ia simpan diotaknya. Dia tidak mau membuat Sona kecewa dengan dirinya.
"Dan untuk hari ini. " Sona melanjutkan perkataannya kepada Naruto. "Kau akan berlatih cara bertarung dan bagaimana menggunakan kekuatanmu. "
"Baiklah. "
Dengan itu tim Sitri langsung pergi kesuatu tempat dengan lingkaran sihir yang di buat Tsubaki, karena tidak mungkin mereka melakukan latihan di lingkungan akademi.
Skip time
Saat ini tim Sitri termasuk Naruto telah berada di sebuah Dojo yang menurut info Saji berada di belakang mansion keluarga Sitri. Dojo tersebut bisa dikatakan sangat luas, berbagai senjata menghiasi dinding-dinding dojo.
"Baiklah. " Sona memulai pembicaraan. "Naruto. Apa kau mengetahui bagamanai bertarung. "
"Ya. " Naruto menjawab dengan cepat. Saat ini dia berdiri disamping Sona dan disampingnya lagi ada Saji. "Aku megetahui beberapa gerakan. "
"Kalau begitu kau akan bertarung dengan Saji. " Saji langsung menyeringai mendengar hal itu. Dia masih kesal dengan sikap Naruto kemarin. Mungkin dia bisa melampiaskan kekesalannya terhadap Naruto pada saat ini. "Dalam pertarungan ini, tidak boleh menggunakan kekuatan iblis kalian. "
Naruto dan Saji kemudian berjalan ketengah lapangan. Saat mereka berhenti, mereka hanya berjarak lima meter.
"Kau siap Naruto. " Saji memasang kuda-kuda bertarungnya. Dia sangat semangat akan pertarungan ini.
"Kapanpun " Naruto juga memasang kuda-kudanya. Kaki kananya dia kebelakangkan, tangan kirinya dia majukan kedepan sedangkan tangan kanannya dia letekan disamping pinggulnya, itulah kuda-kuda Naruto saat ini. Kuda-kuda yang selama ini tak pernah Naruto pakai lagi setelah dia berada didunia ini. Kuda-kuda yang dia pelajari saat dia menemukan gulungan peninggalan kedua orangtuanya sewaktu di Konoha.
"Hajime"
Setelah mendengar aba-aba dari Sona, Saji langsung maju memotong jarak dengan Naruto. Setelah dekat, dia langsung mengarahkan pukulannya kewajah Naruto.
Kaki kiri Naruto bergerak kebelakang dan dia memiringkan kepalanya menghindari pukulan dari Saji. Setelah pukulan Saji melewati kepalanya, dia menggunakan tangan kanannya untuk memukul perut Saji.
'duak! ' Saji terpental kebelakang setelah menerima pukulan dari Naruto. Tidak kehilangan semangat, Saji kembali menyerang Naruto dengan menambah sedikit tenaganya.
Kali ini Naruto hanya dapat menahan serangan Saji tanpa bisa membalasnya. Saat dia melihat Saji yang melakukan tendangan yang mengarah kedadanya, dia merubuhkan tubuhnya kebelakang melakukan posisi kayang menggunakan kedua tangannya sebagai tumpuan. Kakinya yang bebas menyerang wajah Saji dengan telak sehingga Saji terlempar kebelakang.
Saji dan Naruto masih terus adu pukul terhadap satu sama lain. Sedangkan dipinggir lapangan, Sona serta anggotanya menyaksikan pertarungan tersebut dengan serius.
"Dia hebat. " Salah satu dari mereka mengeluarkan memberikan komentar. Orang tersebut adalah Tomoe. "Dia dapat membuat Saji terpojok. "
"Dua juga memiliki gerakan yang bagus. " Kali ini Tsubaki yang memberikan komentar. "Dia tidak mengeluarkan tenaganya dengan berlebihan. Tidak seperti Saji yang menyerang secara membabi buta. "
"Kau benar. " Sona yang sedari tadi memperhatikan dapat memastikan kalau Saji tidak akan menang melawan Naruto. Jadi dia mengambil keputusan. "Tomoe. "
Seakan mengerti maksud Sona, Tomoe langsung menggunakan kecepatannya sebagia knight maju ketengah lapangan.
.
Saji kembali terpental kebelakang setelah menerima pukulan Naruto. Kemudian dia melihat Naruto maju ingin kembali memukulnya.
Naruto yang akan memukul Saji terpaksa melompat kebelakang saat ada sebuah pedang yang ingin menebasnya dari atas. Setelah dia mendarat, dia dapat melihat Tomoe berada didepan Saji.
"Sekarang lawanmu adalah aku Naruto-san. " Tomoe berkata sambil mengacungkan senjatanya kepada Naruto. "Kau boleh istirahat Saji. "
Saji berjalan meninggalkan lapangan. Baju seidkit kotor akibat pertarungan tadi, dia juga banyak mendapatkan luka memar dibagian tubuh. Sama halnya dengan Saji, pakain yang dipakai Naruto juga kotor sana sini. Kaca mata yang selalu ada diwajahnya kini tergeletak jauh darinya saat dia mendapatkan pukulan dari Saji. Walaupun hanya sedikit, tapi Naruto juga mendapatkan luka memar.
Naruto dapat melihat wajah kesal Saji saat meninggalkan lapangan. Kemudian dia mengalihkan pandangannya kepada Tomoe. "Baiklah. "
"Kau boleh memilih senjata yang ada disini. " Tomoe kembali berbicara. "Kita akan bertarung menggunakan senjata. "
"Kurasa itu tidak perlu. " Naruto menjawab dengan senyum tipis diwajahnya. "Aku sudah punya senjataku sendiri. "
"baiklah "
Tomoe langsung menghilang dan muncul dihadapan Naruto. Dia langsung menebaskan pedangnya yang berwarna hitam itu keleher Naruto.
'trang'
Naruto dapat menahan serangan tersebut dengan sebuah kunai bercabang tiga yang entah bagaimana sudah berada ditangan Naruto. Kemudian terjadi dentingan antara pidang milik Tompe dan kunai bercabang tiga milik Naruto.
Naruto awalnya membuat kunai ini hanya untuk pajangan dirumahnya tapi setelah dia menjadi iblis, dia berpikir bahwa dia akan membutuhkan kunai ini dan juga alat-alat ninja yang lainnya.
"Apa… itu kunai? " Tsubaki terus menatap Naruto yang saat ini bertarung dengan sengit dengan Tomoe. Dia sedikit bingung saat melihat senjata yang Naruto gunakan untuk bertarung dengan Tomoe.
"Kunai? " Saji sangat bingung dengan apa yang dikatakan oleh wakil OSIS tersebut. "Apa itu? "
"Kunai adalah senjata yang biasanya digunakan oleh seorang ninja. " Bukannya Tsubaki yang menjawab pertanyaan dari Saji, tapi Sonalah yang menjawabnya. "Tapi. Kunai yang digunakan oleh Naruto itu sedikit berbeda. "
Tsubaki hanya mengangguk ketika mendengar ucapan Sona. Kemudian dia menarik satu kesimpulan. "Jadi. Naruto-san adalah seorang ninja. "
"Aku juga tidak tau. " Sona kembali berbicara. Sebenarnya dia sedikit terkejut dengan apa yang Naruto lakukan saat ini. Dia tidak menyangka kalau Naruto memilki kemampuan sehebat itu. 'sebenarnya siapa kau Naruto. '
.
Bunyi memekakan telinga itu terus terdengar saat pedang Tomoe beradu dengan kunai Naruto.
"Hebat hosh,, tak kusangka hosh kau bisa mengimbangiku" puji Tomoe pada lawanya, tadinya ia berfikir bahwa Naruto tak akan dapat mengimbanginya, mengingat ia adalah iblis baru yang belum bisa mengunakan kekuatan iblisnya, namun ternyata ia salah besar.
"hosh kau juga hebat Tomoe-san hosh kau tadi hampir memisahkan kepala dari badan ku hosh" jawab Naruto disertai dengan senyum kecil
"Baiklah Naruto-san ayo kita naikkan levelnya"
Tanpa menunggu jawaban dari Naruto, Tomoe langsung melesat dengan sangat cepat menebaskan pedangnya secara mendatar, namun masih berhasil ditahan dengan kunai yang ada di tangan kanan Naruto, tidak hanya itu melihat seranganya gagal, Tomoe mengunakan kaki kananya untuk menendang perut kanan Naruto dengan cepat, namun masih dapat ditahan kembali dengan kaki kanan Naruto. Tak ingin terus terjepit Naruto menyentakan tangan kananya dengan keras yang menyebabkan pedang dan pemiliknya terdorong kebelakang, tidak membuang kesempatan itu Naruto langsung melesat maju menyabetkan kunainya kekiri dan kekanan secara terus menerus di bagian perut Tomoe dan itu membuat Tomoe harus melompat-lompat kebelakang untuk menghindar dari serangan brutal yang mengarah ke perutnya.
'trang' pedang Tomoe bersentuhan dengan Kunai Naruto. Menahan satu sama lain untuk bergerak.
"cukup " Suara tegas dari Sona memenuhi ruangan dojo itu. Mendengar itu Naruto dan Tomoe meenghentikan pertarungan mereka. Sona kemudain berjalan ketengah lapangan diikuti oleh anggota OSIS yang lain. "Latihan kita cukupkan sampai disini. "
.
.
.
"Aku tidak menyangka kalau kau sehebat itu senpai. " Naruto hanya tersenyum mendengar pujian dari Ruruka yang sekarang duduk disamping Naruto. Naruto dan anggota OSIS yang lainnya sekarang berada diruang OSIS untuk beristirahat.
"Kau sangat hebat saat pertarungan tadi. " Kali ini Knight dari Sona yaitu Tomoe yang memuji Naruto. "Kau bahkan dapat mengimbangi kecepatanku. "
"Kau bahkan dapat mengalahkan Saji. " Tsubaki ikut-ikutan bicara. "Walaupun itu adalah pertarungan yang pertama. "
Sedangkan Saji yang mendengar perkataan dari Tsubaki menundukan wajahnya. Dia masih tidak percaya bahwa Naruto yang baru menjadi iblis dapat mengalahkan dirinya yang menjadi iblis lebih dulu daripada Naruto. 'kenapaaa' teriaknya dalam hati.
Anggota yang lainpun juga ikut memuji Naruto. Naruto hanya tersenyum dan menggaruk belakang kepalanya, merasa salting menerima pujian itu. "Itu bukan apa-apa kok. "
"Naruto. " Semua pasang mata diruangan itu mengalihkan pandangannya kepada Sona yang saat ini duduk dimeja kerjanya. "Boleh aku bertanya sesuatu padamu? "
Setelah melihat anggukan dari Naruto, Sona kemudian meletakan kedua punggung tangannya kedagu memandang serius kepada Naruto. "Apa kau seorang ninja? "
Terjadi keheningan untuk beberapa saat. Naruto masih bingung bagaimana dia harus menjawab pertanyaan tersebut. Setelah beberapa kali mengambil nafas, Naruto akhirnya mengangguk. "Ya. Aku seorang ninja, atau lebih tepatnya mantan ninja. "
"Mantan? " Sona menaikan satu alisnya. "Apa maksudmu? "
"Ya. Aku hanya mantan ninja. " Naruto kembali berbicara menjawab pertanyaan dari Sona. "Semua ninja didunia ini sudah tidak ada lagi. "
Sona dapat merasakan adanya perasaan sedih dari Naruto. Dia juga melihat pancaran mata Naruto berubah. Dia tidak tau apa yang terjadi pada Naruto dimasa lalunya tapi apapun itu, pasti sangat sulit bagi Naruto . dia kemudian menghela nafas, dia tidak perlu memikirkan itu yang harus dia pikirkan saat ini adalah bagaimana membuat keluarga barunya itu bahagia sebagai keluarganya. Setelah itu mereka membicarakan hal-hal yang lainnya mulai dari kerjaan seorang OSIS samapi pengalaman hidup mereka masing-masing.
.
.
.
Cerahnya matahari siang kini telah digantikan oleh gelapnya malam. Orang-orang yang beraktivitas disiang hari kini mengistirahatkan tubuh mereka. Tapi ada juga orang yang tetap beraktivitas dimalam hari, baik itu bekerja, mengerjakan tugas, ataupun hanya untuk nongkrong dipinggir jalan.
Saat ini seorang pemuda sedang berjalan dijalan yang sangat sepi. Pemuda tersebut memakai jaket berwarna hitam dan celana sekolah kuoh. Rambut pirang yang dia sisir rapi sedikit bergoyang saat ditiup angin malam yang dingin. Dia adalah Uzumaki Naruto, siswa dari akademi Kuoh sekaligus iblis dari keluarga Sitri.
Setelah pertemuan diruang OSIS, Naruto langsung berjalan menuju tempat tinggalnya. Ketika dia berada ditengah perjalanan dia mendapatkan ingatan dari bunshin yang sengaja dia buat untuk menggantikan dirinya bekerja. Naruto terus berjalan sampai dia berada disebuah apartement tempat dia tinggal. Seperti biasa ketika dia pulang, Naruto akan membersihkan tubuhnya dan memasak untuk makan malamnya.
Setelah itu, Naruto pergi ketempat tidurnya dan merebahkan badannya disana. Naruto kemudian menutup matanya mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.
.
.
TDN
.
Skip time
Waktu istrirahat diruang penelitian ilmu gaib.
"Boucho. " Suara perempuan berambut hitam panjang yang dia ikat twintail kepada perempuan berambut merah. "Ku dengar kalau Sona-kaicho mempunyai peerage baru. "
"Ya. " Rias menyahut pertanyaan Akeno dengan santai. "Dia Naruto, murid kelas 2A "
"Si culun itu menjadi budak barunya Sona-kaicho? " Seorang pria yang mendapat gelar serkyuritei menyahut dengan suara yang meremehkan. "Apa Sona-kaicho buta. "
"Issei. " Rias menyela perkataan Issei. "Jaga ucapanmu Issei. "
"Ayolah boucho. Itu memang benarkan. " Issei tetap tidak merubah sikapnya. Dengan angkuh dia mengutarakan isi otaknya. "Si culun tidak berguna bagi peerage-nya Sona-kaicho. Dibandingkan denganku yang sejatinya adalah yang kaisar naga, dia tidak ada apa-apa. "
"Senpai. Pernah dengar pepatah jangan menilai orang dari sampulnya? " Seorang gadis yang mungil dengan rambut berwarna putih menyahut perkataan Issei dengan dingin.
"Tetap saja. Dia tidak akan berguna. " Issei tetap bersikeras dengan pendapatnya.
"Sudahlah " Rias kembali angkat bicara mencoba melerai. Dia tidak mau hanya dengan hal kecil ini terjadi pertengkaran antara anggota peerage-nya. "Sebaiknya kita membahas kontrak kalian minggu ini. "
Dengan itu wajah Issei menjadi muram karena hanya dia yang tidak mendapatkan kontrak minggu ini.
.
.
Diruang OSIS.
Naruto saat ini dengan serius memandang gulungan didepannya. Dengan perlahan dia mengoleskan kuas yang sudah dilumuri dengan tinta kepada gulungan tersebut. Dia saat ini sedang membuat fuin untuk memperbaiki segel Ryuga yang rusak.
"Aaargt " Naruto berteriak kesal ketika untuk kesekian kalinya dia gagal membuat fuin tersebut. Dia menjambak rambutnya untuk melampiaskan kekesalannya yang sudah sangat besar.
"Sebenarnya senpai sedang apa? " Seorang gadis yang bernama Ruruka mendekati Naruto. Dari tadi dia memperhatikan Naruto yang selalu mengoleskan tinta pada sebuah gulungan kemudian gulungan tersebut dibuang Naruto.
"Aku sedang membuat sebuah Fuinjutsu. " Naruto menjawab pertanyan dari Ruruka sambil tersenyum.
"Fuinjutsu? " Ruruka menaikan sebelah alisnya saat mendengar perkataan Naruto. "Apa itu? "
"Fuinjutsu adalah sebuah jurus ninja. " Ruruka semakin tertarik dengan penjelasan yang Naruto berikan. Naruto yang melihat itu dari pandangan Ruruka yang berbinar-binar. "Fuinjutsu dibuat dari sebuah rumusan yang rumit. Pada dasarnya Fuinjutsu digunakan untuk menyimpan benda, tapi semakin rumit rumusan yang dibuat maka akan semakin banyak kegunaannya. "
Untuk merealisasikan apa yang dia ucapkan, Naruto mengambil sebuah kertas kecil disakunya. Kertas tersebut memilki tulisan yang sangat susah untuk dibaca. Ketika Naruto meletakan jarinya tulisan tersebut, timbul asap kecil. Ketika asap tersebut menghilang, diatas kertas tersebut tersusun beberapa syuriken milik Naruto.
Bukan hanya Ruruka tapi semua orang terkejut melihat itu. mereka yang awalnya hanya mengerjakan kerjaan mereka masing-masing, ikut tertarik saat mendengar penjelasan Naruto kepada Ruruka.
"Waw " Ruruka dengan mata yang berbinar menatap kagum pada Naruto. "Kau hebat senpai. "
"Apa fungsinya sama dengan sihir penyimpanan? " Tsubaki yang ikut tertarik, kemudian bertanya pada Naruto.
"Bukankah sudahku bilang kalau semakin rumit rumusan yang dibuat, maka akan semakin banyak kegunaannya. " Naruto menjawab sambil tersenyum. "Jadi bukan hanya ini kegunaan fuinjutsu. "
"Lalu. " Kali ini Saji yang berbicara. "Apa yang ingin kau buat dengan gulungan tadi? "
"Itu rahasia. " Naruto hanya tersenyum lebar dan berkata dengan santai kepada Saji. "Kalau sudah selesai akanku berutahu. "
Skip time.
.
.
.
"Hanya inikah kemampuan dari adik seorang mou " Suara dari seorang pria yang saat ini terbang dengan menggunakan kelima sayapnya. Dengan rambut berwarna hitam yang panjang, mata yang berwarna merah, dan telinga yang lancip, memandang remeh terhadap dua orang yang berada dibawahnya.
Saat ini keadaan tim Rias ditambah dengan Xenovia sangat mereka hanya tiga orang yang masih sadarkan diri yaitu Rias, Akeno, dan Xenovia walaupun keadaan mereka tidak bisa untuk bertarung lagi.
Kokabiel mengangkat sebelah tangannya kemudian keluar tombak cahaya yang berwarna merah. "MATI KAU IBLIS. "
Tombak tersebut melesat dengan cepat menuju Rias yang hanya bisa melihat tombak tersebut.
"BOUCHOO! "
'trang'
Sebuah kunai bercabang tiga dengan cepat menghalangi tombak tersebut. Sehingga membuat tombak itu terpental keatas sedangkan kunai tersebut menancap ditanah.
Belum hilang dari rasa keterkejutannya, kokabiel harus menghindari berbagai syuriken yang datang entah dari mana. Setelah berhasil menghindari semua syuriken itu, dia menggunakan pedang cahaya yang dia buat untuk menahan sebuah tusukan sebuah kunai yang mengarah kedadanya. Dengan cepat kokabiel menendang dada sang pelaku yang menyerang dirinya.
Orang yang ditendang oleh kokabiel tadi dapat mendarat dengan sempurna tepat disebelah kunai bercabang tiga yang tertancap ditanah.
"Siapa kau? " Kokabiel menggeram marah pada orang yang berada dibawahnya saat ini. Dia sangat marah pada orang tersebut sebab telah mengganggu dirinya.
"Uzumaki Naruto. " Naruto menjawab dengan mantap kepada orang yang sedang melayang diatasnya. Dia kemudian mengambil kunai yang berada disampingnya dan mengacungkannya pada Kokabiel. "Dari keluarga Sitri. "
.
.
.
Bersambung.
.
.
Yo Saya kembali. Disini saya akan menyampaikan beberapa hal
Pertama : fic ini akan update setiap hari rabu atau kamis
Kedua : fic ini lanjutan dari cerita saya yang satunya yaitu the legend of ninja jadi Naruto disina tidak sama dengan Naruto yang ada di canon.
Ketiga : saya akan menitik beratkan kekuatan Naruto pada kenjutsu tapi nanti, dan juga Naruto disini tidak punya Secret gear.
Terakhir saya memang terinspirasi dari fic new live new war buatan Karasumaru.666-senpai. karena fic buatan dia sangat saya sukai
Saya mohon kritik dan saran dari kalian semua
Jadi mohon review-nya
