Longing
By Leenahanwoo
Penguin bukannya tak menyukai hal ini. Bukan, tautan jemari itu sama sekali tak membuatnya heran. Tetapi, mengapa? Hanya jemari yang bertaut, mengapa terasa begitu hangat?
Di depan mata dia melihat sesosok pemuda bersurai keemasan, yang panjangnya mencapai paha. Pemuda itu tersenyum, begitu lembut, senyum yang lebih cerah dibanding mentari yang menyinari keduanya sore itu. Senyum selembut madu, yang berlanjut pada sebuah pelukan hangat yang melingkupi tubuh. Kontak seintim itu memaksa matanya mengerjap. Kebingungan yang dia rasakan seolah sirna, ketika bibir si pemuda berucap, "Aku merindukanmu." Bodoh sekali. Penguin-lah yang merindukannya setengah mati.
(Request by Naruchan11. Keyword: tautan jari, pelukan hangat)
