Terima kasih untuk para senpai yang sudah review
kkhukhukhukhudattebayo : Terima kasih review nya senpai, memang tidak menampilkan romance disini, untuk pair saya minta maaf kmrn ngantuk ngepublish-nya...Hehehehe #ngeles ah.!
Kurama : Ya benar...idenya dari situ dengan sedikit perubahan..! Terima kasih senpai sudah review..!
Iria-san : Terima kasih sudah review..hehehe...
Konoha no Shinobi
Naruto bukan milik saya
Genre : Adventure, Friendship, and Humor (Maybe)
Rated : T
Summary : Namikaze Naruto, Uchiha Sasuke, dan Shimura Sai adalah murid-murid ninja di sebuah perguruan ninja, bagaimanakah kisahnya.
Inilah kisahnya..!
Chapter 2 : Latihan Ninja Part 1.
Akhirnya hari pertama latihan menjadi seorang ninja dimulai, bagaimanakah Namikaze Naruto, Uchiha Sasuke, dan Shimura Sai menjalani latihannya menjadi seorang ninja.
"Perhatian anak-anak, sekarang kita akan latihan memanjat tebing, seorang ninja harus lincah dalam hal apa saja tidak terkecuali memanjat tebing." ucap Kakashi-sensei.
"Caranya.?" tanya Naruto kepada Kakashi-sensei.
"Baiklah sensei akan beritahu caranya, Naruto, Sasuke, dan Sai maju kedepan." ucap Kakashi-sensei.
"Baik sensei." ucap mereka bertiga.
"Ikat tali ini di badan kalian, kalian akan terikat satu sama lain, yang memanjat pertama Sai lalu di ikuti Naruto dan Sasuke selanjutnya, lalu Sai gunakan cakar pemanjat ini untuk memanjat yang pertama." ucap Kakashi-sensei sambil menyerahkan cakar pemanjat kepada Sai.
"Siap sensei." ucap mereka bertiga.
Akhirnya Sai memanjat pertama, lalu di ikuti Naruto dan Sasuke di bawahnya, dan tiba-tiba.
"[Clack]" suara cakar pemanjat menacapkan cakarnya ke tebing batu.
"Ugh,,ugh,,," desah Sai yang sudah tak kuat naik lagi.
"Sai, jangan menyerah." ucap Naruto memberi semangat Sai yang berada di atasnya.
"Ayo Sai, kami ada disini bersamamu." ucap Sasuke menambahkan ucapan Naruto.
"Aku tahu tapi..ughh..ughh..aku sudah tidak tahan lagi." ucap Sai yang sudah tidak tahan lagi dan melepaskan cakar pemanjat dari batu tebing.
"Sai..!" teriak Naruto kepada Sai.
"Dobe." ucap Sasuke sambil memegang tali agar Sai tidak jatuh kebawah.
"Ughh." desah Naruto yang mencoba bertahan agar tidak ikut terjatuh juga.
"Sai, bertahanlah." ucap Sasuke kepada Sai.
"Aku tidak bisa, aku tidak mau kalian jatuh bersamaku, kumohon potong talinya." ucap Sai kepada Naruto dan Sasuke memohon.
"Jangan bodoh Sai, kami adalah temanmu" ucap Naruto yang masih mencoba bertahan agar tidak ikut terjatuh.
"Benar kata dobe, kami adalah temanmu, kami tak akan membiarkanmu jatuh" ucap Sasuke menambahkan.
"Teman?" tanya Sai singkat.
"Kita adalah teman selamanya." jawab Naruto yang masih mencoba bertahan agar tidak ikut terjatuh.
"Ah..Naruto, Sasuke...kalian..." ucap Sai dengan wajah bahagia.
"Anak-anak" ucap Kakashi-sensei sambil menepuk kepala Sai.
"[Plak]" suara tangan menepuk kepala Sai.
"Simpan sandiwara kalian setelah kalian sampai diatas." ucap Kakashi-sensei kepada mereka bertiga.
"Baik, sensei." ucap mereka bertiga yang masih bertahan pada posisinya.
"Sepertinya kamu bener Sai, aku sudah tidak bisa menahannya lagi." ucap Naruto melepaskan pegangannya dari batu tebing dan jatuh dia atas tubuh Sai.
"[Bugh!]" suara tubuh Naruto jatuh di atas Sai.
"Itte." ucap Sai kesakitan karena Naruto menindih tubuhnya.
Akhirnya latihan memanjat tebing selesai, kemudian murid-murid kembali ke kelas untuk berlatih dengan Iruka-sensei.
"Baiklah anak-anak kita akan belajar tentang bahan peledak (shell), apakah ada yang ingin berbicara terlebih dahulu?" tanya Iruka-sensei kepada murid-murid.
"Saya sensei." jawab Naruto sambil mengangkat tangannya.
"Ya, silahkan Naruto." ucap Iruka-sensei mempersilahkan.
"Kesemek tidak punya cangkang (shell) tapi punya kacang di dalamnya, ada banyak jenis kesemek tapi tidak ada satupun yang punya cangkang (shell)." ucap Naruto sambil mengeluarkan buah kesemek dari dalam balik baju ninjanya.
"Bukan itu Naruto." ucap Iruka-sensei menjatuhkan buah kesemek yang di pegang Naruto.
"Lalu apa sensei." ucap Naruto bertanya.
"Yang kita pelajari sekarang adalah tentang bahan peledak, ada 250 jenis bahan peledak dalam dunia ninja, salah satunya adalah ini." ucap Iruka-sensei mengeluarkan sebuah bola yang ada sumbunya.
"Apa itu sensei." ucap seluruh murid-murid.
"Ini namanya adalah bola-api atau di sebut geranat." ucap Iruka-sensei menjelaskan tentang apa yang di pegangnya.
"Huoo.." kagum seluruh murid-murid.
"Bola-api ini tidak akan berguna jika kalian membuangnya seperti ini." ucap Iruka-sensei sambil membuang bola-apinya ke depan para murid.
"Eh...Eh..Kyaa" teriak seluruh murid sambil berlari menghindari bola-api tersebut.
"Itu tidak akan meledak, kecuali kalian membakar sumbunya." ucap Iruka-sensei menjelaskan.
"Sensei, maksudnya seperti ini." ucap Sasuke memegang bola-api nya dan membakar sumbunya.
"Hah..Sasuke-san." ucap Iruka-sensei kaget karena sumbu bola-apinya terbakar.
"[DUAR!]" terdengar suara ledakan di dalam kelas.
"Tidak!" teriak Sasuke yang sudah terbang keluar jendela kelas akibat ledakan dari bola-api.
"[DUGH..!]" suara benturan kepala yang terbentur pohon halaman gedung ninja.
"Itte...sakit sekali." ucap Sasuke yang terbentur kepalanya dan langsung pingsan.
"Sasuke." teriak Sai meninggalkan kelas untuk memeriksa keadaan Sasuke.
"Teme." teriak Naruto yang mengikuti Sai yang meninggalkan kelas.
Akhirnya pelajaran hari pertama selesai, Naruto dan kawan-kawan kembali ke asrama.
"Akhirnya kita selesai juga berlatih hari Ini." ucap Naruto sambil tiduran di futonnya.
"Itte." ucap Sasuke memegang kepala yang masih sakit akibat terbentur pohon.
"Gimana keadaan kepalamu Sasuke?" tanya Sai kepada Sasuke.
"Coba saja kamu merasakannya Sai." jawab Sasuke singkat yang masih tetep pada posisi semula.
"Coba membakar sumbu bola-api maksudmu." ejek Naruto kepada Sasuke.
"Urusai dobe." kesal Sasuke.
"Hahaha.." tawa Sai melihat kelakuan dua sahabatnya.
"Apa yang kau tertawakan Sai, lain kali jangan melepaskan cakar tebingnya, aku tak tahan menahan talinya." ucap Sasuke kepada Sai.
"Iya..iya..lain kali tidak akan seperti itu lagi." ucap Sai terdiam seperti anak kecil.
"Sudah-sudah kita tidur sekarang, besok kita akan latihan kembali." ucap Naruto yang langsung tidur.
"Dasar, langsung main tidur saja si Naruto itu." ucap Sai kesal.
"Yah, mau gimana lagi kita sudah capek hari ini." ucap Sasuke "Ya sudah aku tidur dulu Sai, selamat malam." ucap Sasuke menambahkan.
"Ya, selamat malam." ucap Sai yang langsung ikut tidur juga.
Bagaimanakah kelanjutannya..tunggu chapter berikutnya ya..
To Be Continued.
Terima kasih sudah membaca silahkan kritik dan sarannya..!
