Kamar 510

Disclamer : Fujimaki Tadatoshi

Genre : romance (maybe), humor (maybe)

Warning : BL! YAOI! Rated M!, OOC (banget) Dan lain-lain

A/N : hollaaaaa chapter 2 udah muncul XDD

Terima kasih review dan followny XD

Sedikit pemberitahuan, disini Teiko berperan sebagai sekolah asrama cowok XD

Dan saia memasukan karakter yang saia tahu dari Kurobas XD

Oh iya, ada perubahan pair XD

Pair : AoKi, KagaKuro, MidoTaka, AkaFuri dan seme lain yang nyusul buat ngerape Kise XD *plak*

Kise : Hidoi-ssu, Rincchi! XO

Rin : *grin*

Summary : Kise pindah sekolah. Sekolah macam apa ini? Dimana-mana ada pemandangan yang membuat Kise begidik! Bukan hantu, bahkan lebih buruk!

Tertarik? Silahkan review :D

Tidak Tertarik? Silahkan klik tombol 'Back'

Tertarik, tapi gak mau review? Silahkan 'Fav' XD

Tidak tertarik tapi mau review ? Ampun jangan Flame DX

Reader and Silent Reader, welcome :D

Enjoy Reading Minna :D

"Maaf bisa kau lepaskan pelukanmu, aku benar-benar tidak nyaman." Pinta Kise mencoba sabar. Tubuhnya daritadi masih berada didekapan pemuda yang bahkan belum dia kenal.

"Hmmm~ aroma seorang gadis, tidak salah lagi." Batin pemuda itu sambil sesekali menyesap kuat aroma badan Kise. Hal itu semakin membuat Kise risih.

"Aku bilang tolong lepaskan aku." Kise yang awalnya sabar kini mulai meronta-ronta minta dilepaskan. Ia berusaha melepaskan kedua tangan pemuda yang terus saja memeluknya dengan erat.

Namun, tampaknya pemuda tan itu tak menggubris ucapan Kise. Justru ia semakin mengeratkan pelukannya seolah Kise adalah barang yang rapuh yang harus dipegang dengan erat agar tidak jatuh dan pecah.

Bagi Kise berpelukan dengan seorang laki-laki itu adalah hal biasa. Tapi tidak dengan kali ini. Saat ini mereka hanya berdua dikamar, bahkan satu ranjang. Dan dalam kondisi tidak sewajarnya. Ini benar-benar gila! Tapi apa yang didapatnya?

Pemuda berambut biru itu malah membubuhi leher Kise dengan sebuah tanda merah."He-hei! Apa yang kau lakukan! Aku bukan gay, kau tahu!" teriak Kise keras. Dia benar-benar tak habis pikir dengan pemuda tan itu.

Hampir saja ia melayangkan pukulan pada laki-laki -yang ntah siapa namanya-, namun ia urungkan mengingat laki-laki berambit biru lebih besar darinya.

Pemuda tan itu menyeringai. Mencoba menunjukkan ketidak peduliannnya, terhadap kata 'Aku bukan gay'."Apa peduliku, siapa yang masuk kekamarku akan menjadi mangsaku,"

"Ka-kamarmu, pasti maksudmu kamar KITA." Kise menekan ucapannya. Sementara teman sekamarnya hanya mendengus.

Dengan sekuat tenaga Kise mendorong pemuda yang lebih besar darinya itu. Untung usahanya tak terlalu sia-sia."Minggir! setidaknya beri kesan baik pada teman barumu!" omel Kise saat pemuda bermata biru itu melepaskan pelukannya.

"Kau! Kupastikan akan menjadi gadisku!" menunjuk wajah Kise setelah itu meninggalkannya.

"Oh kamisama, aku bisa gila." Keluh Kise. Sepertinya hari-hari diasrama akan menjadi hari yang sungguh 'sesuatu' untuknya.

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu.

Kise yang tengah merebahkan tubuhnya kini merasa terganggu dengan si pengetuk.

"Siapa yang bertamu ditengah malam begini mengganggu saja!"

Tok Tok Tok

"Hai-hai aku datang," Teriak Kise. Sesaat setelah pintu terbuka dan ia mendapati seorang pemuda mungil berambut coklat, yang tengah menunduk dan memainkan kuku-kuku jarinya."Ada yang bisa aku bantu?" tanya Kise saat mendapati pemuda didepannya ini tak kunjung berbicara.

Ragu-ragu pemuda itu mengucapkan maksud kedatangannya."Su-sumimasen, a-ada ba-barangku yang tertinggal disini, su-sumimasen!"

"Oh ambil saja." Kise mempersilahkan tamunya masuk. Pemuda berambut coklat itu dengan kikuknya mengambil sebuah benda yang tergeletak disamping tempat tidur si pemuda tan. Kise mengamati benda itu dan seketika badannya menjadi merinding. Tak dia sangka remaja berwajah polos ini berbuat 'iya iya' dengan teman sekamarnya.

"Su-sumimasen mengganggumu, emm_"

"Kise Ryouta, yoroshiku." Kise tersenyum kikuk.

"Sumimasen, aku belum memperkenalkan diriku, sumimasen Sakurai Ryo yo-yoroshiku."

Lagi-lagi pemuda itu menunduk-nunduk.

'Dia kenapa sih meminta maaf terus?' pikir Kise.

"Yoroshiku ne Sakuraicchi."

-Time Skip-

"Hari ini sensei akan mengenalkan teman baru untuk kalian, silahkan masuk."

Kise berjalan memasuki kelas barunya.

"Perkenalkan dirimu."

"Hai, Kise Ryouta desu, bla bla bla, yoroshiku minnacchi." Kise tersenyum manis kearah teman-teman sekelasnya.

Blush

Senyuman Kise sukses membuat semua yang ada dikelasnya merona. Asal kalian tahu, semua teman baru Kise itu laki-laki. Waw.

"Dia cantik sekali."

"Senyumnya menawan."

"Jarang-jarang ada ikemen secantik dia."

"Aku ingin mencium bibirnya, sepertinya manis."

Ok, gumaman mereka sangatlah gila bagi Kise. Sekolah ini benar-benar gila. Baru dua hari disini dia sudah dibuat bingung bukan main. Apa ini benar-benar sekolah gay?

Kise hanya tertawa canggung sambil menggaruk-garuk belakang telinganya."Apa ada pertanyaan teman-teman?"

Kise POV

Seseorang mengangkat tangan."Apa kau sudah punya pacar?"

Gila! Aku menatap laki-laki itu dengan pandangan tak percaya.'Pertanyaan macam apa itu.' Pikirku.

"Belum." Jawabku mencoba bersikap biasa saja. Dan tak kusangka respon yang kudapatkan adalah senyuman yang sama sekali tak ku mengerti.

'Apa jangan-jangan dia menyukaiku?' pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul dalam otakku.'Ah tidak-tidak, dia kan laki-laki dan aku seorang laki-laki.' Batinku tanpa sadar kugelengkan kepalaku sendiri.

"Ada apa Kise?" tanya sensei padaku

"Tidak ada apa-apa sensei." Jawabku.

"Baiklah ada pertanyaan lagi, minnacchi?"

Lagi ada yang mengangkat tangannya."Boleh aku jadi pacarmu?"

Apa dia bilang? Pacar? Bunuh aku sekarang juga! Ini benar-benar gila! Kaa-san anakmu sudah ternodai dengan hal-hal yang berbau tidak normal. Aku ingin pulang sekarang!

"Maaf aku normal." Ucapku cepat dan kuberikan sedikit tatapan setanku. Semoga saja ini bisa mencegah murid-murid lain untuk bertanya yang tidak-tidak lagi. Tapi malah tawa terbahak-bahak yang kudengar.

"Normal? Kau yakin?" seorang pemuda berambut keabu-abuan mendekatiku. Menarikku dalam pelukannya.

Glup

Aku menelan ludah dengan susah payah. Wajah pemuda ini sangatlah dekat. Kurasa pipiku mulai memanas."Lihat, bahkan wajahmu tak setuju kalau kau itu remaja normal."

Wajahnya benar-benar dekat denganku. Sampai-sampai aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Astaga ada apa denganku?

Aku masih normalkan? Pikiran aneh mulai berkecambuk diotakku. Untuk beberapa saat kami saling beradu pandang. Sampai sebuah suara membuyarkan lamunanku.

Kise POV End

"Haizaki kembali ketempatmu, dan Kise duduklah dibangku kosong itu." perintah Sang sensei, dan pelajaranpun dimulai.

-Time Skip-

Waktunya pulang. Semua murid berhamburan keluar. Kecuali pemuda pirang yang masih menekuk wajahnya. Kenapa? Karena dia tak habis pikir kenapa dia tak memilih sekolah militer saja. Jangan-jangan setelah keluar dari sini, Kise akan menikah dengan laki-laki. Ah itu membuat Kise frustasi. Kise menggelengkan kepalanya kuat kuat. Menepis pemikiran absurdnya itu.

"Yoroshiku, Kise-kun, Kuroko Tetsuya desu." Seorang pemuda berambut baby blue tiba-tiba muncul dihadapannya.

"Huwaaa kau mengagetkanku!" teriak Kise yang hampir saja terjungkal kalau tak ada yang menahan kursinya.

"Kuroko berhenti mengagetkan seseorang." Tegur seseorang dibelakang Kise. Pemuda blonde itu menoleh dan mendapati mata merah dengan alis cabang sedang memandanginya.

"Ka-kagamicchi."

"Kagamicchi panggilan macam apa itu aneh sekali." Dengus Kagami.

"Jadi Kise-kun, kenapa kau pindah kesini?" tanya Kuroko yang entah sejak kapan sudah duduk didepan bangku Kise.

"Emmm karena aku lebih memilih asrama daripada sekolah militer." Jawab Kise antusias. Setidaknya masih ada orang dengan pertanyaan normal disini, batin Kise.

"Sekolah militer? Memangnya ada apa dengan sekolahmu yang dulu?" sepertinya Kagami mulai tertarik dengan pembicaraan ini.

"Aku home schooling." Jawab Kise singkat.

"Bukannya home schooling lebih bagus, dan juga tak usah berangkat ke sekolah dan berada dirumah terus seharian ?" Kagami menyeret sebuah kursi mendekati bangku Kise, dan mendudukinya.

"Karena itu ibuku menyuruhku sekolah biasa, katanya dia takut aku kurang sosialisasi,"_menghela nafas lemah."Tapi kenyataannya malah seperti ini, sebenarnya ini sekolah apa sih?"

"Sekolah gay." Jawab Kuroko datar. Kagami menjitak kepalanya."Ittai Kagami-kun." Merasa sakitpun ekspresinya tetap datar.

"Jangan bicara seenaknya Kuroko!" bentak Kagami.

"Fakta Kagami-kun, buktinya jelas." Sanggah Kuroko.

"Tak sepenuhnya kau benar Kuroko! Mungkin beberapa sih tapi tidak semuanya, itu semua karena tak ada murid perempuan disini, jadi ehem wajarlah mereka jadi bermetamorfosis(?)." Jelas Kagami panjang lebar. Kise hanya mengangguk antara bingung dan canggung.

Kriiet

Pintu kelas terbuka. Menampilkan pemuda yang sangat familiar dengan Kise."Hoi BaKagami ayo one-on-one denganku,"

"Berhenti memanggilku BaKagami, Ahomine!"protes pemilik nama. Sementara Ahomine alias Aomine tak peduli. Matanya melirik ke mata emas Kise. Aomine menyeringai. Kise begidik ngeri dan segera mengalihkan pandangannya dari Aomine.

"Ara Kurokocchi, apa kau mau menemaniku ke kantin?" pemuda berambut biru itu mengangguk pelan dan mulai berdiri dari duduknya. Berjalan keluar kelas dan diikuti Kise.

Disepanjang perjalanan Kise harus berjuang mati-matian melawan suara-suara aneh yang membuatnya mual.

"Akh Shin-chan more…more!"

Dia melirik pemuda yang berjalan diam disampingnya.

"Kurokocchi, kau dengar sesuatu?" Kuroko mengangguk.

"Sudah biasa." Jawabnya seingkat.

Sudah biasa?

'Apa maksudnya sudah biasa? Suara itu? Atau dia sendiri sudah biasa 'melakukannya'?' batin Kise ketika berjalan, sambil sesekali melirik Kuroko. Tak jarang Kise memberi jarak untuk tidak terlalu dekat dengan pemuda pendek itu.

"A-akashi-kun~…Akh!"

"Panggil namaku Kouki."

"Sei-seijuuro-kun, lebih cepat Akh!" Terdengar lagi suara-suara aneh diruang UKS. Kise masih merinding saja mendengarnya. Dia melirik kearah Kuroko, masih diam dan tak menunjukkan respon yang berarti.

Setelah telinga polosnya mendengar suara-suara penuh cobaan. Akhirnya sekarang mereka berdua sampai di kantin.

"Err…Kurokocchi entah kenapa aku jadi kehilangan nafsu makanku." Kise menelan ludah dan sedikit menutup wajahnya yang mulai memerah. Pemandangan didepannya benar-benar waw waw waw! Dan ini mungkin adalah surga dari fujoshi dan fudanshi(plak).

Author tidak perlu menjelaskannya, bukan? Baiklah akan Author jelaskan sedikit. Di kantin itu banyak pasangan manusia tengah beromansa-romansa ria. Entah hanya pegangan tangan, atau yang lebih lagi. Tidak tidak , tidak sampai bercinta kok. Mereka masih paham situasi dan kondisi. Tapi mungkin kalau ditempat yang lebih privasi entahlah, lain lagi ceritanya (plak).

"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita ke gym?" tawar Kuroko.

Tak jauh berbeda dari sebelumnya. Disepanjang perjalanan menuju gym pun banyak suara-suara orang yang sedang melakukan 'this and that'. Sebenarnya tak butuh waktu lama untuk ke gym, sekitar lima menit saja. Namun bagi Kise lima menit sangatlah lama. Ketika lagi-lagi dia harus menahan rasa mualnya.

Duk Duk Duk

Bola orange itu memantul dilantai gym dengan semangat(?). Permainan one-on-one yang terlihat sangat sengit, dengan aura biru tua dan merah yang sangat pekat.

"Kagami-kun." Panggil Kuroko. Si pemilik nama reflek menoleh.

Jduuk

Kepala Kagami sukses berciuman dengan bola. Membuatnya terpental(?)."Ahomine kenapa kau melempar bola kearahku!" bentak Kagami. Sedangkan si pihak bersalah kini telah menghilang."Ck, dasar Ahomine!"

"Err…bisa tidak kau menjaga jarak denganku…Ahomine?" Kise gugup seketika saat Aomine berada didekatnya.

"Aomine Daiki, bukan Ahomine, ikemen." Tegas Aomine.

"Kise Ryouta, ikemen ja nai!" Kise yang tak mau kalah, membentak Aomine.

Dan keributan kecil pun terjadi antara Kise dan Aomine. Gym yang awal-awalnya ramai dengan suara duel one on one kini ramai dengan duel Aomine dan Kise dalam hal adu mulut.

-Time Skip-

"Hari ini melelahkan-ssu, padahal aku tidak ingin ikut tim basket tapi mereka memaksaku." Gumam Kise yang sedang mengeringkan rambutnya. Kise merebahkan badannya yang lelah diatas ranjang. "Sebaiknya aku tidur sekarang saja."

Benar, hari ini Kise resmi menjadi anggota tim basket Teikou Accademy. Dan dia memiliki banyak teman. Dan sedikt-banget- dekat dengan teman sekamarnya. Yang faktanya dia memang mesum. Kise merasa terteror. Takut kalau dia akan merape Kise kapan saja.

Pemuda cantik itu mulai memejamkan matanya. Baru sekitar tiga puluh menit berlalu. Ia merasa ada yang mengikat kadua tangan dan kakiknya. Perlahan mata Kise pun terbuka. Dan benar saja tangan dan kakinya memang terikat disudut-sudut ranjang, sehingga tubuhnya membentuk huruf 'X'. kise berusaha menggerakkan tangan dan kakinya, siapa tahu bisa melonggarkan tali pengikatnya. Sehingga ia bisa lepas dan segera kabur sebelum terjadi sesuatu padanya. Namun usahanya sia-sia saja. Ikatan itu terlalu kuat, yang ada tangan dan kakinya memerah karena bergesekan dengan tali.

Yang membuatnya bertambah bingung adalah sejak kapan ia tanpa busana? Dan siapa yang telah menelanjanginya? Sadar dalam kondisi berbahaya.

Kriiiet

Pintu terbuka. Muncul pemuda yang sangat ia kenal. Pemuda yang membuatnya merasa terteror kalau dia lengah tanpa pertahanan(?). Dan yang paling mencengangkan, dia tanpa busana! Polos seperti Kise.

"Are you ready?" pemuda berambut biru itu naik keatas ranjang samping kiri. Memperhatiakan lekat wajah Kise. Pemuda itu sukses membuatnya merona.

Aomine mencium paksa bibirnya. Kise hanya diam tak berniat menganggapinya. Aomine tak kehabisan akal. Digigitnya bibir Kise.

"Akh!" pekik Kise. Tanpa menyia-yiakan kesempatan, Aomine menelusupkan lidahnya kedalam rongga mulut Kise. Lidah Aomine mengajaknya untuk berperang lidah dengannya. Namun Kise sama sekali tidak meresponnya."Mph! Ahn…mmmph."

Kise mulai kehabisan nafas. Tapi dia tak bisa mendorong Aomine. Ingat tangannya diikat. Tak ada cara lain. Kalau dia diam saja dia akan mati konyol. Masa iya mati gara-gara kehabisan nafas saat berciuman. Akhirnya Kise menggigit lidah Aomine membuat si pemilik menggerang."Sialan!" Aomine dengan paksa melepas ciuman panjang mereka.

"Hah…hah..hah." Kise segera menghirup oksigen banyak-banyak.

Disisi lain, Aomine mulai mengambil alih leher Kise."Akh! Aominecchi itu menggelikan."

"Aominecchi, eh?" Aomine terkekeh dengan panggilan barunya. Dia mulai melanjutkan perkerjaannya. Menjilati nipple merah muda Kise. Sementara tangan kanannya memilin dada kecil Kise yang terabaikan. Tangan kirinya memainkan batang yang sudah menegang ditengah selakangan Kise.

"Akh…" seketika Kise menjerit nikmat begitu selakangannya mendapat sentuhan tangan.

'Sial, kenapa ini nikmat? Aku tidak boleh mendesah!" batin Kise, pikiran dan tubuhnya berkata lain. Pikirannya menyuruhnya berhenti, namun tubuhnya meminta lebih.

Kise berusaha sekuat tenaga menahan ransangan yang terus menerus diberikan oleh Aomine.

"Jangan ditahan." Bisik Aomine ditelinga Kise, diakhiri dengan sebuah jilatan lembut.

"Argh…" lagi-lagi jeritan Kise menggema, saat tiba-tiba kejantanannya diremas kuat oleh Aomine. Belum selesai ia mengatur nafasnya tiba-tiba Aomine memasukkan kejantanannya itu kedalam mulut.

"Hah…mmmhhn…" desahan nikmat Kise akhirnya lolos juga.

Mendengar desahan Kise, seringaian muncul dari bibir Aomine.

"Akhh… aahh..Aominecchi." Kise terus mendesahkan nama laki-laki yang tengah memberinya kenikmatan.

"Aominecchi…more…faster." Kise benar-benar kehilangan akalnya. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah rasa nikmat yang ada pada kejantanannya.

"Aominecchi aku keluar…ARRRGGHH!" bersamaan dengan teriakan itu Kise membuka matanya, nafasnya terengah-engah. Bukan, bukan karena ia telah klimaks. Tapi karena ia baru saja terbangun dari mimpi nikmatnya(?).

"Huft untunglah cuman mimpi." Desah Kise. Namun sialnya perkataannya didengan oleh laki-laki diranjang sebelahnya. Siapa lagi kalau bukan Aomine.

"Mimpi? Aku baru tau kalau orang normal bermimpi bercinta dengan seorang pria." Sindir Aomine yang masih setia memandang Kise.

"Heh? Tidak ! Tidak kau salah dengar." Kise mencoba mengelak.

"Salah dengar? Benarkah? Bagaimana kalau kita melakukan seperti yang ada dalam mimpimu?" ucapan itu bagai sebuah film yang mengingatkan Kise pada mimpinya. Seketika tubuhnya menegang sempurna. Sedangkan Aomine kini mulai menghampiri Kise.

"Apa yang kau lakukan!" teriak Kise mulai panik.

"Apa ya? Hmmm hanya sedikit bersenang-senang denganmu." Bisik Aomine dengan suara rendah.

"Tidaaammph…" teriakan Kise langsung dibungkam dengan ciuman panas Aomine.

-To be Continue-

Sampai disini aj dlu yaakk XDD

Ahahaha setelah diedit ini dia chapter 2 XD

Thanks to my editor Cho_Dragon, tengkyu so much dah, udah mau jadi editor ku, disela-sela kesibukanmu, dirimu masih mau mengoreksi epep BL gueh XD besok next chapter editin lagi yaaakkk XDD *peluk cium*

Balasan buat review Readers-san :D

To Yacchan : Arigatou reviewny :D

Serem? Maji? OwO XD

Disini saia makeny MidoTaka hehehe XD

To PrincessHeartfillia : Arigatou reviewny :D

Keren? Benarkah?XD, terima kasih kalau begitu XD

Saia usahakan update terus, meskipun g' rutin XD *plak*

To Bola Oranye : arigatou reviewny :D

Saia merasa senang karena anda penasaran (?) XD

To : arigatou reviewny :D

Untuk semeny Kise masih rada bingung, siapa seme finalnya(?) XD *plak*

To Freak Lines : arigato reviewny, keren? Terima kasih XD

To Rin-Hisagi : arigato reviewny :D

Hai-hai akan saia lanjutkan sampe tamat XD *semoga g' banyak molorny*

Hahaha itu karen saia sedang frustasi dengan soal-soal SBMPTN jadi buat refresing otak bkin deh fic BL plus nista ini XD

To Sinister : arigato reviewny :D

Sudah terjawab kah pertanyaan anda?XD

Arigatou minna-san, sudah membaca apalagi mereview fic debut BL pertama saia di Kurobas XD *peluk cium readers-san*

To Yuki Amano : arigato reviewny :D

Sebelumny gomen chap dua saya ganti yang ini hehehe XD

To Chesee-ssu : arigato reviewny :D

semoga chap ini lebih baik dari chap sebelumny dan semoga beberapa keterangan tambahan sedikit membantu XD

To Ryuukaze Hikari : arigato reviewny :D

ini udah lanjut XD

To Nata-chan : arigato reviewny :D

ini udah lanjut :D

To Kiriohisagi : arigato reviewny :D

Ah gomen chap 2 perlu pengeditan hehehe, semoga chap ini memuaskan XD

Akhir kata terima kasih sudah membaca XD

Oh iya kami ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan :D

Kemungkin saia akan UPDATE habis puasa XD

Dan saia akan HIATUS selama puasa juga (penting?) XD

Jangan kangen ya minna-san XDD (enggak)

Review please? :3