WARNING: AU. Typo bertebaran. Maybe OOC. Gaje. RATED T….

haii balik lagi dengan update'an fict abal ini.. \(^o^)/

yahh meskipun reviewnya msih bisa di hitung dengan jari. tapi saya tetaap senang melihat ada yang menyempatkan diri untuk menulis review: Kyosuke Anzen, Ken D Uzumaki, AN Narra, hime koyuki 099

saya sangat semangat update kilat dalam jarak waktu 1 malam saja pada chapter ini HaHa,, semua saya lakukan agar para Fans saya ini senang (^.^)v #diGetokAuthorsenior

okey tanpa menunggu basa dan basi lagi kita lanjuuutkan saja.. CEKIDOT

Disclaimer : Mr. MASASHI KISIMOTO - sensei

SUMMARY: Uzumaki Naruto adalah seorang pangeran yg hilang dan d temukan oleh petani yg hidup miskin. Semakin umur naruto bertambah maka tanda bahwa dia memiliki kekuatan yg hanya dimiliki oleh keturunan asli dari kerajaan muncul, konflik mulai bermunculan bersamaan munculnya sang pangeran.. langsung saja CEKIDOT….

o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o

MANTRA (The Lost Prince) – Chapter 2. The Gardener

Aku mengerang dahsyat saat tanganku tertembus oleh tombak ini aku terdorong ke belakang terjatuh dari tebing ini. Tubuhku melayang di udara dan melesat jatuh menuju dasar jurang ini hingga kesadaranku mulai hilang di telan oleh ke gelapan.

"hosh,hosh,hosh..…"

" hahhh,, mimpi itu lagi, entah sudah yang ke berapa kalinya mimpi ini terulang.."

Nafasku mulai ngos-ngosan dan peluhku bercucuran membasahi tubuhku,kuperhatikan keadaan di sekitarku, yang terlihat hanya lemari kayu dan sebuah meja kecil menghiasi ruangan ini. Yaaap, ternyata aku baru sadar bahwa aku berada di kamarku.

Kulangkahkan kaki ku menyusuri lantai rumahku,. Tujuanku saat ini hanya satu, ingin segera membasuh badan ku dari bekas keringat yang membuat badanku lengket. Kuberjalan dan memperhatikan keadaan rumahku dan hanya kehampaan yang ku temui.

" masih pagi begini rumah sudah sepi, kemana perginya ayah dan ibu? "

Badanku kini terasa lebih segar, peluh yang tadinya membuat badanku lengket telah hilang sepenuhnya. Ku langkahkan kaki ku menuju dapur mencari sesuatu agar bisa mengganjal perutku yang sudah sejak tadi memberontak karena belum pernah di isi sejak kemarin. Ku buka lemari tempat penyimpanan makanan mungkin saja ada sesuatu di dalamnya. Dugaanku tepat saat aku melihat beberapa potong Roti gandum berada dalam lemari ini.

Walaupun Cuma beberapa potong Roti gandum aku sudah sangat gembira dan bersyukur setidaknya aku tidak kelaparan lagi pagi ini.

oohh iya, kenalkan namaku Naruto Umino dan umurku sudah 16 tahun 2 bulan lalu. Yaaap, tepat saat usiaku menapaki angka 16 saat itu pula aku mulai memimpikan hal-hal aneh. Aku adalah anak pasangan suami istri dari 'Iruka Umino dan Haku Umino'. Kedua orang tuaku bekerja sebagai buruh tani di kerajaan dan aku sendiri ikut bekerja di kerajaan KONOHA sebagai tukang kebun kerajaan. Kalian tahukan walaupun umurku masih sangat muda aku juga harus membantu kedua orang tuaku mencari rejeki. Sudah sekitar 2 tahun aku bekerja di Istana kerajaan dan bukan Cuma aku sendiri yang kerja sebagai tukan kebun di sana, bahkan ada ada belasan orang. Yaaaah kalian tahulah pekarangan kerajaan itu luas sekali belum lagi hiasan tumbuhan dan bunga yang perlu di rawat.

o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O

Aku memakan sarapanku dengan lahap sekali hingga tiba-tiba mataku terbelalak saat pandanganku tertuju pada sebuah jam yang tertempel di dinding kayu rumahku. Aku tertegun sejenak hingga semua fungsi sel di otakku dapat mencerna angka yang di tunjukan oleh jarum jam tersebut. Pukul 10.43.

" AASTAGAAAAAAA, siaaaaall aku terlambat, kenapa tidak ada yang membangunkan ku sih? Aaarrrrgghh kacau…"

Kupacu mulutku untuk mengunyah semua isi dari mulutku, setelah menyelesaikan acara sarapan Siang, aku meneguk segelas air putih dan mulai berlari keluar rumah menuju Istana.

" ahh gawat, harus cepat - harus cepat…" terlihat seorang Pria Tua lewat di depanku.

" pagi naruto, sepertinya kamu ke siangan lagi? " sapa paman teuchi yang sedang mengantarkan makanan pesanan pelanggannya.

" pagi juga paman, haha iya nih " tawaku canggung dan menjawab sapaan paman sambil melambaikan tangan dan terus berlari.

Aku terus berlari hingga terlihat dari jauh sebuah gerbang Istana telah kelihantan oleh mataku, aku terus berlari hingga tiba di gerbang itu. Kulangkahkan kakiku dengan cepat menyusuri jalan istana menuju kebelakang Istana. Beberapa temanku sesama tukang kebun menyapaku dengan hangat. Tapi aku terus berjalaan dengan di iringi lari kecil.

Saat aku rasa tujuan ku sudah dekat akau mulai memperlambat tempo gerakan ku dan menghirup udara agar paru-paruku mendapat suplai oksigen lebih banyak.

Mungkin nasibku saat ini sedang sial. Saat mataku menangkap sosok Wanita berperawakan Kurus dengan keriput menghiasi kulitnya yang menambahkan kesan umur yang makin menua dari wanita ini. 'Nyonya Koharu'

'Nyonya Koharu' adalah kepala pelayan yang mengawasi kegiatan seluruh pekerja baik di kebun maupun dapur Istana.

" Na - ru - tooooo,, Kenapa kamu terlambat lagi? Sudah berapakali aku memperingatkanmu agar tidak terlambat lagi" kata wanita tua ini sambil marah padaku.

" Maafkan saya Nyonya, saya kesiangan karena mengalami mimpi buruk " jawabku memelas.

" saya sudah capek mendengar semua alasan kamu. Sebagai hukumannya jatah makan siangmu saya potong setengah kali ini. "

" bbb-baik nyonya ' jawabku lesuh.

" semoga itu bisa membuat mu jera. sekarang cepat kamu ambil semua peralatanmu dan bersihkan segera pekarangan di bagian barat Istana. " katanya lagi sambil melotot

" siap "

Setelah memarahiku, kulihat Nyonya. Koharu memasuki Istana, mungkin menuju dapur. Akupun memasuki tempat penyimpanan peralatan kebun dan mengambil peralatan yang kuperlukan nanti.

o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o

Aku mulai berjalan ke bagian Barat Istana sambil menikmati hembusan udara yang menerpaku. dari jauh aku sudah dapat melihat sebuah pohon yang sangat besar tinggi menjulang berada di sana, dan mulai terlihat juga banyak guguran dedaunan yang terlihat berserakan di mana-mana.

Aku mulai menyapu semua dedaunan kering ini. aku tak habis pikir, pekarangan ini setiap hari ku sapu tapi dedaunan ini tak ada habisnya. Aku mulai merutuk kesal saat melihat makin banyak daun kering yang berguguran jatuh ke tanah.

Sejenak aku melihat ke atas tepat kearah daun-daun yang berguguran ini sambil merutuk dalam hati. hingga saat wajahku teralihkan kearah Pintu samping Istana. Aku tertegun saat mataku menangkap sesosok wanita berjalan ke arahku. dengan rambut ponytail berwarna kuning cerah yang mirip dengan rambutku, Kulit yang putih dengan sebuah gaun berwarna ungu menutupi tubuhnya semakin menambah kesan anggun dari dirinya, dan mata secerah biru langit itu seperti menghipnotisku. Aku mulai tersadar saat sosok Bidadari itu mulai memanggil namaku.

" to… naru.. naruto " wanita itu memanggilku sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajahku.

" ahh, Iiii – iya nyonya yamanaka " jawabku sambil menunduk malu dan menyembunyikan rona merah di wajahku.

" hahhh,, naruto.. sudah berapa kali aku katakan padamu untuk memanggil nama bdepanku saja, INO! cukup panggil aku INO kamu mengertikan..!? " katanya sambil cemberut dan mengoceh kepadaku.

" mana bisa begitu? Kamukan Cucu dari Nenek Tsunade dan Kakek Jiraya? " jawabku sambil memasang wajah innocent.

" masa kamu bisa memanggil Kakek dan Nenek tanpa menggunakan kata Tuan dan Nyonya. Tapi kenapa tidak bisa kepadaku? " celotehnya sambil marah kepadaku.

" tapii kan, "

" tidak ada tapi-tapian! Panggil aku Ino ato mulai sekarang jangan anggap aku temanmu. " katanya marah sambil memotong ucapanku.

" baik nyo- ehh maksudku Ino " jawabku sambil mengeluarkan cengiran andalanku."

" HaHaHa,, begitu dong. Kan enak, masa kita udah berteman hampir 2 tahun tapi masih memanggilku Nyonya dasar payah. " celotehnya riang.

Aku benar-benar heran dengan semua sifat wanita. mereka dapat merubah moodnya hanya dalam sekejap. (INGAT semua wanita itu mengerikan jadi jangan macam-macam dengan mahluk yang berjenis kelamin perempuan!)

Kulanjutkan kegiatanku dengan penuh semangat 45 sambil mendengar celotehan dari sosok Malaikat yang duduk di bawah pohon besar dan rindang ini.

" aku merasa iri dengan bangku itu, bisa merasakan hangatnya di duduki oleh sang bidadari ini,, arrrgh apa yang ku fikirkan dia itu seorang cucu dari petinggi Istana dan Tabib terkenal dari seluruh kerajaan "

Ke asikan bercanda gurau dengan Ino aku sampai tidak merasa bahwa matahari sudah menjulang tinggi dan menandakan bahwa waktu sudah siang. Pekerjaanku untuk membersihkan pekarangan inipun sudah kelar. Aku mulai melangkahkan kaki ku menuju bangku yang berada tepat di samping Ino duduk. Kuperhatikan wajahnya yang cantik saat menghirup udara.

" udara di sini sangat menyejukkan yaaah Naruto " katanya sambil mengirup udara di sekitar kami.

" hmmm " jawabku seraya mentup mata dan mulai menikmati angin yang bermain di sekitarku.

" semoga kita bisa merasakan keadaan yang menenangkan ini selamanya " jawabnya masih dengan mata tertutup.

Kubuka mataku dan kupandangi wajahnya dengan rasa penasaran.

" apa maksudmu Ino? "

" tidak ada, hanya saja aku sangat menyukai suasana seperti ini " jawabnya riang sambil menatapku.

Aku kembali menikmati udara di sekitarku, ku kendorkan semua otot dan sendi ku agar bisa makin rileks. tiba-tiba ada seseorang mendekat tanpa ku ketahui.

" hey Ino "

Mataku yang semula terpejam kembali terbuka saat melihat seorang wanita berambut seperti bunga sakura berdiri di hadapan tubuh ino.

" ahh, sakura ada apa? " jawab Ino sambil tersenyum

" kamu di panggil oleh Tuan dan Nyonya untuk Makan siang di dalam "

" oohhh " jawab Ino lagi sambil membentuk bibirnya menyerupai huruf O.

" jangan Cuma Ohh saja Ino segera masuk. Aku tidak mau sampai di marahi oleh Tuan dan Nyonya . ohh, hey naruto apa kabar? " cerocos sakura sambil melihat dan menyapaku.

" Hai sakura, seperti biasa kamu semangat sekali HaHaHa " tawaku dengan cengiran khasku.

" begitulah, aku selalu di repotkan oleh Nyonya muda yang satu ini. Semua kelakuannya membuatku lelah, mungkin lebih baik kalau aku berhenti saja jadi asisten pribadinya. " kata sakura dengan menghela nafas yang dalam.

" heyyy,, jangan begitu doong sakura. Klo bukan kamu siapa lagi yang mau membantuku? Hanya kamu satu-satunya malaikat penolongku." Rajuk Ino kepada sakura dengan muka sedih.

" hahhh, sudahlah ayo masuk orang-orang sudah menunggumu. Aku duluan yahh naruto. " hela nafas sakura sambil menoleh kepadaku dan mulai melangkah meninggalkan kami berdua.

" hey, naruto ayo kamu juga ikut masuk, kita makan sama-sama di dalam " Ino berdiri di hadapanku sambil berbicara padaku.

" kamu duluan saja Ino aku belum merasa lapar. " jawabku sambil tersenyum lebar kepadanya.

" baiklah, klo begitu aku masuk dulu. Sampai jumpa. "

" sampai jumpa " sambil Ku perhatikan kedua wanita itu melangkah memasuki istana.

Sebenarnya Sakura dan Ino di tambah dengan sasuke bersahabat sejak kecil. Mereka bertiga mulai berpisah saat Sasuke mulai memfokuskan diri untuk menjadi Prajurit Istana. Dan sebenarnya Sakura bukanlah anak dari kalangan bawah sepertiku. tapi, karna permintaan dari Nyonya Tsunade yang merangkap sebagai gurunya di bidang penyembuhan, sakura ihklas menjadi pengurus segala keperluan Ino.

o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o

Kuperhatikan satu persatu sosok di hadapanku yang sedang menikmati acara makan siangnya. Yaaaap Semua pekerja dari Istana berkumpul di sini untuk melakukan ritual makan siang mereka. Aku mulai melangkah menuju menuju tempat kosong yang berada di sebelah pria dengan tanda segitiga merah terbalik di wajahnya.

" oiii, naruto. Dari mana saja kamu? Kenapa baru datang ke sini? " tanya pria dengan tanda segitiga merah terbalik di wajahnya.

" hoii Kiba,, biasalah daun-daun di bawah pohon sebelah barat Istana itu gak pernah bisa berkompromi denganku. " jawabku di sertai cengiran halusku

" HaHaHa, bisa saja kamu naruto " tawa kiba sambil memukul bahuku pelan

" tumben Akamaru tidak kamu ajak masuk ke sini? " tanyaku penasaran pada pecinta anjing ini.

" Aku gak mau di marahi terus-terusan sama nenek sihir itu? " hela nafas kiba sambil menjawabku.

" siapa yang kamu maksud nenek sihir kiba? " tanyaku penasaran.

" siapa lagi kalau bukan orang yang duduk di sana itu " jawab kiba sambil melirik kearah orang yang berada di ujung meja ini.

" ohh,, Nyonya Koharu HaHaHa " tawaku sambil melihat kearah yang kiba maksud danternyata di sana terlihat Nyonya Koharu.

" hmmm " jawab kiba cemberut

aku tertawa sambil memperhatikan kiba yang mulai cemberut. Dan tanpa kusadari Nyonya Koharu mulai memperhatikanku. Aku merasa kaget saat seseorang tiba-tiba membentakku.

" Narutoo… jangan berisik saat kita mau makan. " kata si nenek sihir membentakku.

" bb-baik Nyonya " jawabku sambil menunduk.

" dan ingat! Jatah makan siangmu kali ini dipotong setengah karena keterlambatanmu pagi ini. " sambungnya lagi dan kembali duduk.

" Hahhh " desahku sambil kulihat kiba di sampingku terkikik melihatku yang telah di marahin habis-habisan oleh nenek sihir itu.

" tidak kusangka kau juga dapat masalah dari nenek sihir itu " kata kiba sambil terkikik geli.

Setelah menyelesaikan ritual makan siangku, aku bersama kiba pergi ke belakang istana untuk sekedar bersantai di pekarangan belakang Istana. Terlihat Kiba membawa sebuah bungkusan di tangannya. Aku merasa penasaran dengan apa yang dia bawa.

" apa yang ada di tangan mu itu kib,? "

" ohh ini, sisa makanan yang di berikan oleh Chouji untuk Akamaru "

"oooh"

Sesaat setelah aku sampai di pekarangan Istana terdengar suara gonggongan anjing berwarna putih yang besarnya menyerupai seeko anak sapi. Kuperhatikan dengan seksama kiba member makan pada peliharaan kesayangannya itu. Memang ku akui kiba yang bekerja sebagai pengurus ternak kerajaan ini sangat sayang terhadap mahluk berbulu putih ini.

" Naruto, kamu di panggil oleh Tuan Jiraya di Ruangannya." Kata seorang pembantu kerajaan kepadaku.

" ada apa kakek jiraya memanggilku? " tanyaku penasaran padanya.

" aku juga kurang begitu tahu " jawabnya kemudian berbalik pergi meninggalkanku.

" aku ke ruangan kakek jiraya dulu yah kib, " sapaku pada kiba sambil berdiri memasuki Istana.

"okey"

Ku telusuri lorong demi lorong didalam Istana ini. Aku mulai melangkah menaiki tangga yang menghubungkan ku dengan lantai tingkat dua Istana ini. Aku berjalan dengan santai sambil merangkul kepalaku dengan kedua tanganku di belakang. dan sampailah aku pada sebuah tikungan yang menuju ke ruangan kakek jiraya. Aku kaget dan reflek terdorong mundur ke belakang saat kurasa diriku menabrak seseorang.

" maafkan aku Tuan " kataku sambil menoleh ke arah orang yang aku tabrak tadi. Betapa kagetnya aku saat melihat orang itu. sesosok Pria yang berkuasa di antara seluruh petinggi Kerajaan ini. Aku mulai kalut, takut, dan cemas karena telah menabrak orang ini...

" Tuan Danzo "

TOBE CONTINUED...

o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o

yaa cuuuuuttt...

Chapter 2. The Gardener. (akhirnya selesaiiiii...)

huaaahhhh, masih pendek kah? maaf-maaf (^.^)v ini sudah hasil maksimal dari kerja kerasku menggunakan iPad, jadi tolong di maklumi mengetik menggunakan keyboard sangat beda jika mengetik menggunakan layar sentuh HaHa. jadi mohon di maklumi wahai Fanskuu \(^o^)/ #diLemparSendal..

Pemerangnya akan bermunculan satu persatu jadi sabar saja yahhh, kan masih awal cerita,, daaaaaaaan sesuai review dari para author yg cakep dan cantik. aku memasukkan Naru - Ino sebagai pairnya. haha

jangan lewatkan chapter selanjutnya beberapa hari lagi...

AND nowwwww...

V

V

V

PLEASE REVIEW