Chapter 2

Disclaimer: Naruto itu punya-nya Masashi Kishimoto

Kalau this story its mine → Yamanaka Chuii Uchiha

Rating: T

Pairing: Sasuino, slight Gaaino and other

Genre: Romance, Crime (maybe)

Warning: OOC, Typo (s)


TIIIIIINNN…

BRUK…

Benda-benda yang berada di dalam tas Ino berceceran sampai kemana-mana. Ino merasakan dirinya terpelanting tapi, dia tidak merasa tertubruk benda keras seperti mobil maupun motor melainkan dekapan seseorang yang dirasanya. Orang-orang yang melihat kejadian itu sedikit shock bercampur dengan perasaan lega. Lalu mereka melanjutkan aktivitasnya.

"Dasar ceroboh!" kata seorang pemuda berambut raven.

Ino berdiri kemudian ia membungkuk tanpa melihat orang yang telah menyelamatkannya, "Arigatou gozaimasu, Gomennasai saya merepotkan anda."

"Hn," jawab pemuda raven tersebut. Ino langsung menyambar tasnya dan mengumpulkan barang-barang yang berceceran akibat insiden tadi.

"Biar kubantu!" kata pemuda berambut raven tersebut yang kemudian dengan cekatan mengambil barang-barang Ino.

"Ah… tidak us–, Sa-Sasuke-kun," kata Ino terkejut melihat siapa yang telah menolongnya tadi.

"Hn," Sasuke hanya menanggapinya dengan kata andalannya. Setelah Ino dan Sasuke selesai memberesi barang-barang Ino, mereka berdua duduk di bangku taman bermain sambil mengobrol (katanya ngobrol tapi kok hening,, #deathglare reader mode on…, nelen ludah).

"em… ano.. arigatou gozaimasu Sasuke-kun," kata Ino sambil membungkukkan badan sedikit.

"Hn," tanggap Sasuke. Hening menyelimuti mereka, Ino yang tak suka dengan situasi hening itu ingin memecahkannya (?) tapi Ino bingung harus membahas tentang apa.

"Etto… Sasuke-kun sedang apa di sini?" Tanya Ino.

"Bagaimana misimu?" tanpa menjawab pertanyaan dari Ino Sasuke bertanya pada Ino.

"Em.. aku tidak tahu," jawab Ino.

Sasuke mengerutkan keningnya, "makhsudmu?"

"Etto… saat aku sampai di tempat kejadian tak ada yang terjadi, mungkin ini alat error." Jawab Ino sambil menunjuk jam tangannya. Sasuke hanya menganggukkan kepala. Hening lagi.

"Eh.. Sasuke-kun aku harus membuat tugas musim panas jadi aku harus pulang sekarang." Kata Ino sambil bangkit dari tempat duduknya.

Sasuke memandang Ino kemudian mengangguk. Lalu Ino pergi menjauh.

.

.

.

INO P.O.V

Huh… capek, dari tadi aku jalan tak tentu arah. Sebenernya saat aku bilang ke Sasuke-kun tentang tugas musim panas itu hanya akal-akalanku aja biar aku bisa kabur. Aku merasa deg-deg 'an saat bersama Sasuke-kun yah walaupun ku akui aku cukup nyaman duduk berdua dengan Sasuke-kun. Tapi, ada perasaan janggal saat aku bersama Sasuke-kun.

Aku mendengar suara sirine polisi. Ku kerutkan keningku. 'Apa yang sedang terjadi?' tanyaku dalam hati. Aku melihat sesuatu yang berlari kearahku atau lebih tepatnya seseorang yang sedang dikejar oleh polisi.

Tiba-tiba saja, orang tadi mencengkeram tanganku kemudian menodongkan pisau di depan leherku. Sontak saja aku terkejut dan panik, tapi aku dapat menetralkan rasa panikku ini. 'Dasar, penjahat bodoh! Sepertinya kau salah orang. Memilihku sebagai umpan untuk para polisi agar tak mendekatimu? Sungguh bodoh! Aku lebih berbahaya dari para polisi itu, kau tahu? Oh.. tentu kau tak tahu ya?!' kataku dalam hati sambil mengukir seringai di wajahku.

"Berhenti! Jangan mendekat atau…" ancam penjahat ini sambil mengeratkan cengkramannya. Salah satu polisi berusaha mendekat dan penjahat ini menyadari gerakan polisi tadi dan ia langsung bergumam "Jangan mendekat atau gadis ini akan…". penjahat ini lebih erat mencengkramku.

Aku merasakan tangan penjahat ini gemetar aku tahu kalau pemuda ini hanya penjahat level teri. Aku menyeringai, kemudian aku memberikan kode pada polisi agar mereka tenang. Dapat kuliat wajah para polisi agak lega.

Aku mulai menggerakkan sedikit demi sedikit tanganku yang terbebas dari cengkraman penjahat ini. Lalu dengan cepat kilat ku cengkram tangannya yang membawa pisau. Kuputar kebelakang tangan itu lalu kukumpulkan energy di kedua tanganku dan…

BRUAK…..

CLONTANG…..

Kubanting tubuhnya dan pisaunyapun ikut terlepas dan jatuh ke tanah. Ku tunjukkan seringai kemenanganku, saat kulihat wajahnya sekilas aku melihat ia bergidik ngeri.

Para polisi segera mendekat dan menjabat tanganku. "Terima kasih atas kerjasamanya Yamanaka-san" kata salah satu polisi yang kuyakini pemimpin dari polisi yang lain setelah kuperkenalkan diriku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum lebar.

"Tadi itu sangat luar biasa Yamanaka-san. Saya salut pada anda, anda seorang gadis tapi dapat melakukan itu semua dengan baik. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih." Kata salah satu dari anggota polisi tadi.

"Ah.. jangan terlalu memuji, itu juga tugas saya untuk membantun polisi di sini" kataku merendahkan diri.

"Kalau begitu saya permisi dulu," kata polisi tadi dan aku mengangguk.

Lalu setelah mobil polisi itu hilang dari pandanganku akupun berjalan pulang ke rumah.

.

.

.

"Tadaima…" teriakku setelah aku masuk ke dalam rumah. Tak ada yang menjawab, itu wajarlah karena sewaktu aku berumur 4 tahun klan ku di bantai oleh klan… ah.. aku tak tahu siapa yang telah membantai klanku. Tapi setelah pembantaian itu aku diasuh oleh seorang nenek yang bernama Chiyo. Dia sangat baik padaku dan aku sangat behagia bisa hidup bersamanya tapi, kebahagiaanku tak berlangsung lama karena Chiyo baa-chan meninggal 3 tahun setelah dia menemukanku. Berarti tepat di umurku yang ke 7 tahun dan sekarang ini umurku 17 tahun. Jadi, aku sudah tinggal sendiri selama 10 tahun.

Aku merasa lelah dan sangat lapar. Akupun berjalan ke dapur dan membuka pintu kulkas. "Ah… bagaimana aku bisa lupa? Aku belum membeli bahan makanan. Berarti aku tidak makan dong malam ini" rutukku.

"Oh ya… sepertinya aku masih mempunyai makanan instan. Tak apalah untuk mengganjal perutku yang keroncongan ini." Kataku sambil mengelus-elus perutku. Akupun memask ramen itu untuk kumakan.

SLURRPP…

"Hem… memang di saat lapar begini apapun yang dimakan pasti rasanya enak" kataku. Saat aku sedang asyik dengan ramenku aku teringat jendela kamarku belum ku tutup sempurna. Lalu terpaksa aku meninggalkan makananku. Akupun berjalan ke kamarku dan menghampiri jendelaku lalu ku tutup jendela kmarku itu.

Aku kembali pada ramenku yang ku sayang (okey, ini berlebihan). Aku memakan semua ramen yang ada di dalam mangkuk itu menggunakan sumpit. Setelah ramenku habis, kurebahkan diriku di atas sofa ruang keluargaku. Kutunggu ramen ini sampai larut di dalam perutku.

Tapi…

KRUUUKKKK….

Perutku berbunyi dan tiba-tiba saja perutku sakit. Aku tak tahu apa yang terjadi, aku pontang-panting berlari menuju kamar mandi. Aku masuk, setelah rasa sakit itu reda aku keluar dari kamar mandi. Aku ingin kembali ke kamar tapi perutku tidak bisa diajak kompromi yah… terpaksa aku harus berlari ke kamar mandi lagi.

Sudah beberapa kali aku keluar masuk kamar mandi. Ah.. aku bingung apa yang terjadi dengan perutku ini. Aku pun mengecek bungkus ramen yang tadi ku makan. "Ah.. ternyata nih ramen udah expired to? Kenapa gak ngomong dari tadi?" kataku.

Aku balik ke kamar. Entah kenapa aku merasa gerah akupun berjalan ke arah jendela lalu, kubuka tirainya kemudian kubuka jendelanya.

Dapat kulihat bayangan hitam yang sedang meloncat melalui satu atap ke atap lain. Kusipitkan mataku, yah… aku tak dapat melihat wajahnya. Tapi sepertinya aku tahu tujuan orang itu. Ku perhatiakan, dia memasuki kantor Hyuuga corp. Kutunggu sampai dia keluar, "Aha… betulkan apa dugaanku!" kataku.

'Tapi siapa dia? Apakah dia sudah professional? setahuku penjagaan di Kantor Hyuuga corp itu cukup ketat. Yah… walaupun cukup tapi, selama ini tak ada yang bisa menerobos masuk ke Kantor Hyuuga Corp' kataku dalam hati.

'Okey.. sepertinya akan ada yang menarik nih..' aku mengusap-usap kedua tanganku dan berseringai.

Dengan cepat kuambil sweater hitam dan topi hitamku. Aku mengikuti bayangan itu lewat atap-atap penduduk. Sepertinya dia dapat merasakan hawa keberadaanku Karena tak sekali dua kali dia menengok kebelakang. Akupun sudah siap siaga.

Kualihkan perhatianku ke sebuah map yang di bawanya. Dengan jarak segini aku tak bisa melihatnya dengan jelas. 'Ck… sial, aku tak dapat melihat tulisan di permukaan map itu!' rutukku dalam hati.

Dia menengok ke belakang. Aku buru-buru bersembunyi di balik pohon. Aku sempat melihat seringainya 'Apakah aku sudah ketahuan?' tanyaku dalam hati dan pada diriku sendiri. Setelah kukira aku cukup bersembunyi kutengokkan kepalaku ke arahnya, dia sudah melanjutkan perjalanannya.

FIIYYUUUHHH….

Kuhembuskan nafas lega. Akupun berjalan mengikutinya kembali. 'Dia mau kemana sih? Jauh benar,' kataku dalam hati. Tiba-tiba…

KRUUUKKKK….

Perutku sakit kembali terpaksa aku beristirahat sebentar. 'Ah… kenapa pada waktu seperti ini?' kataku dalam hati. Setelah rasa sakit di perutku mereda akupun menengok kearahnya 'He? Kemana dia?' tanyaku dalam hati. "Ck…. Sial aku kehilangan jejaknya" kataku.

"Mencariku eh?"

DEG..

TO BE CONTINUE


Hallo minna-san aku kembali lagi nih. Meneruskan fic yang abal, gaje, membingungkan dan aneh ini. Hahhaha….. yah aku berharap semuanya dapat suka dengan fic ku ini ya? #puppy eyes

Nah terima kasih untuk semua yang udah me review fic abalku ini. Arigatou gozaimasu #bungkuk-bungkuk 135 derajat. Nah ini dia balesan buat semua yang udah me review akyu….

Yamanaka Hanny :

Hallo… salam kenal juga Hanny-san… iya kamu boleh kok panggil aku Chuii-chan. Hehhehe…..

Ini udah aku panjangin lho Hanny-san. Ne? ne? ne? ne? #PLAK… hah… review lagi ya?

Endy Mutiara:

Hallo juga Tia-san. Salam kenal juga…Tia-san agak bingung ya? Kalo gitu sama hahhaha… sebenernya saya sebagai author yang membuat fic ini aja juga agak bingung waktu baca fic pertama. Padahal makhsudku bukan kayak gitu lho Tia-san. Tapi.. akan aku usahain buat memperjelas fic ini. Ini tentang… apa ya? Ane bingung. Kalo gitu review lagi ya?

jenny eun-chan:

hahhaha… iya chap 1 dikit banget. Oh ya ini udah termasuk panjang belum? Pairingnya aku masih bingung, kayaknya…. Ah itu rahasia baca terus aja ya fic ini #maksa.. review lagi ya?

LaChocho Latte:

Iyah.. diwajarin aja ya? Nnt kayaknya mulai next chap gk bingungin yah doain aja. Hehhehe.. iya ini first fic ku. Ah ini udah aku perbaiki fic ini semoga kmu suka ya. Review lagi ya?

Iztii Marshall:

Iya chap 1 emang singkat banget. Ne.. sekarang udah aku panjangin. Gmn? Review lagi ya?

Kaname:

Siip dah… nih udah ane lanjut… review lagi ya?

Miyuki Hiruka:

Salam kenal juga Miyu-san… iya Ino itu kerja kayak detektif gitu. Kalo masalah pairingnya akan aku pikirkan matang- matang lagi. Review lagi ya?

RnR

Thanks..