STORY ABOUT YOUR MOM (Season 2)

.

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin aka Cho

Sungmin, Cho Sunghyun, dan chara lainya...

Warning : BL / BOY LOVES.

.

AKAN LEBIH SERU JIKA BACA

"STORY ABOUT YOUR MOM"

yang Season sebelumnya

.

.

TYPOOOOO...!

DON'T LIKE, DON'T READ..! ARASEO ?

.

" AUTHOR HANYA MEMINJAM NAMA

KYUHYUN DAN SUNGMIN SEBAGAI CAST,

TANPA ADA MAKSUD APAPUN "

WELL,

..

happy readiiiiiiig...

.

.

.

(Chapter 2)

.

.

"Euuunghh" lengguhan lirih terdengar lirih dari bibir namja cantik ini

"Chagi-ah..?"

"Sungmin-ah, kau sudah sadar sayang ?"

Heechul dan Kyuhyun langsung menghampiri Sungmin. Sungmin yang baru sadar akan keberadaannya kini berusaha duduk bersandar di kepala ranjang.

"Hati-hati chagi..." Kyuhyun reflek membantu sang istri duduk. namun tangannya ditampik lemah oleh Sungmin dan hal ini membuat Kyuhyun terkejut

"Chagi-ah, ada apa...?"

Kyuhyun bertanya akan sikap istrinya padanya tapi Sungmin malah memalingkan wajahnya kearah lain. Wajahnya mengariskan aura kesedihan, Sungmin tampak berusaha menahan genangan air matanya. Hal ini membuat Kyuhyun semakin bertanya-tanya. Sementara Heechul yang melihat keadaan inipun ikut bertanya-tanya dalam benaknya

"Sungmin-ah...ada ap-"

"Jangan Sentuh aku!"

lagi-lagi ditampiknya tangan suaminya yang berusaha meraih lengannya.

"Kau kenapa ? apa kau masih merasa sakit hmm?" tanyanya penuh kelembutan lagi pada istrinya

"..."

tidak ada jawaban, setetes air mata jatuh dari mata foxy istrinya. Diraihnya segera wajah Sungmin, hal ini semakin membuatnya merasa terheran-heran

"hei-hei, kau kenapa sayang ? ceritakan padaku "

Kyuhyun memandangi wajah istrinya yang semakin berderai air mata

"AKU BILANG JANGAN SENTUH AKU CHO KYUHYUN !" teriak Sungmin emosi tepat diwajah suaminya. Ini membuat Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

"hisk...hisk...hisk.."

tangis Sungmin semakin pecah, Cho Kyuhyun masih berusaha meraih Sungmin kedalam pelukannya, Sungmin malah meronta ingin dilepaskan

"Sungmin-ah, dengarkan aku..."

"Lep-paskan aku...hisk..hisk"

"Sungmin-ah..." Kyuhyun masih berusaha mengajak istrinya bicara, namun Sungmin masih menangis

" Kyuhyun-ah, biar eomma saja yang bicara padanya. Kau keluar saja dulu..." ucap Heechul pada anaknya

"tapi aku harus bicara padanya eomma..." jawab Kyuhyun, matanya masih memandang Sungmin yang sudah meringkuk kembali dalam selimutnya saat setelah lepas dari pelukan suaminya, masih menangis.

"kau turuti saja kataku, temui Appamu dan Sunghyun diluar juga...bayi itu"

"bayi ?...Oh tuhan, apakah ini yang membuatmu menangis Min ?" Ucapnya setelah sadar akan keadaan sekarang, dia hampir saja lupa bahwa mereka menemukan bayi. pertanyaannya membuat tubuh Sungmin semakin bergetar hebat akibat tangisannya

"Ming..." selalu berusaha mendekati Sungmin-nya

"Kyu, turuti saja kata eomma. Masalah ini kau jelaskan saja nanti, sekarang kau keluar kamar dulu" ucap Heechul lagi, dengan berat hati Kyuhyunpun menuruti perkataan ibunya. diapun melangkahkan kakinya keluar kamar.

setelah kepergian Kyuhyun,

"Sungmin-ah...ini eomma..." Heechul berusaha mengajak menantunya bicara. Perlahan Sungmin mengangkatkan kepalanya menatap Heechul

"Kau baik-baik saja ?"

"Eomma.." segera dipeluknya Heechul menangis dalam pelukkan mertuanya itu. Heechul mengusap pelan punggung Sungmin

"ceritakan pada eomma ada apa sebenarnya.."

"Kyu hisk...dia..hisk..."

.

.

Flashback On

"eomma, ini apa? terjatuh dari keranjang" ucap Sunghyun memberikan sebuah benda yang berbentuk "surat" kepada Sungmin. Di bacanya surat itu,

"Aku minta maaf jika hal ini akan membebanimu, tapi bagaimanapun dia adalah anak kandungmu...anak kandung kita. Percayalah bahwa Hyunmin adalah anakmu, karena tak ada orang lain yang kucintai selain dirimu. Aku tahu bahwa aku ibu yang jahat, jadi dia aku percayakan padamu. Aku sangat mencintaimu dan anak kita, tapi keadaan ini tidak memungkinkan. Suatu hari nanti aku akan menemuinya, kuharap kau bersabar dan mau menungguku demi Hyumin dan cinta kita".

baris demi baris dibacanya, hatinya serasa dijatuhi berton-ton baja, terasa remuk redam. matanya terasa panas, nafasnya tercekat seketika.

dialihkannya pandangannya ke Kyuhyun yang sibuk menggendong bayi itu memberi kehangatan. tampak kilatan dimata Sungmin,

"Chagi, isinya apa ? ada petunjuk ?" tanyanya berusaha menenangkan bayi yang tak berhenti menangis ini. Sungmin hanya diam, lalu berdiri meninggalkan Kyuhyun.

Namun, baru beberapa langkah Sungmin sudah hilang kesadarannya. badannya yang sudah sakit ditambah kejutan batin yang luar biasa membuatnya semakin lemah hingga hilang kesadarannya.

Flashback of_

.

.

Kyuhyun yang kini sedang duduk termenung disofa hingga datang Sunghyun dengan wajah mengantuk menghampirinya.

"Appa...Sunghyun mau minum susu" sang anak minta dibuatkan susu sebelum tidur karena kebiasaannya sebelum tidur adalah minum susu yang selalu dibuat oleh eommanya. Kyuhyun memandang wajah putranya sekilas lalu tersenyum tipis diusapnya kepala Sunghyun lembut

"Sunghyun tunggu sebentar ne, appa akan membuatkanmu susu" jawabnya pada putra semata wayangnya. apakah Sunghyun masih bisa disebut anak semata wayangnya ?

"ne appa...hooaaamm" jawab Sunghyun sambil menguap, lalu mendudukan tubuhnya disofa. Kyuhyunpun melangkah kedapur membuatkan segelas susu untuk putranya.

5 menit kemudian,

"Sunghyun, ini minum dulu susunya" ujar Kyuhyun pada putranya yang sudah hampir tertidur disofa, dengan kesadaran yang masih tersisa Sunghyun mengambil gelas yang berisi susu hangat dari tangan appanya

"pelan-pelan dan habiskan ne " ucapnya lagi, Sunghyun hanya mengangguk kepalanya.

"aaahh..." lengguh Sunghyun setelah menghabiskan segelas susu coklat hangat buatan appanya.

"sekarang waktunya kau tidur, ini sudah malam" ucap Kyuhyun lalu menggendong putranya membawanya kekamar tidur milik Sunghyun.

.

.

.

"Sungmin-ah...sungguh eomma terkejut akan hal ini, tapi eomma percaya bahwa bayi itu buk-bukan bayi Kyuhyun" Heechul masih belum bisa berkata banyak mengenai masalah serius dalam rumah tangga putranya

"aku...tidak tahu lagi eomma, aku tidak mengerti kenapa aku tiba-tiba seperti ini rasanya sangat kacau disini eomma" jawab Sungmin sambil memegang dada kirinya, dia masih menangis hingga matanya benar-benar bengkak sekarang.

"kau percaya pada suamimu ?" tanya Heechul lagi

"aku sangat mempercayainya, tapi..."

"Kyuhyun hanya butuh kepercayaanmu sekarang, eomma yakin kau adalah satu-satunya yang dicintainya. kau sekarang istirahat saja, dokter Kim sedang menuju kemari untuk memeriksa keadaanmu. dan mengenai bayi itu...kita bahas lagi nanti" ujar Heechul lagi dan membantu Sungmin kembali membaringkan tubuhnya ditempat tidur. Sungmin hanya menggangguk, menuruti perintah Heechul.

.

.

.

Kyuhyun baru saja keluar dari kamar Sunghyun, dia kini berjalan menuju kamar tidurnya hendak menemui langkahnya terhenti saat sang ayah Cho Hankyung

"Kyuhyun.."

"appa..."

"ada yang ingin appa bicarakan padamu sekarang" jawab Hankyung

"ne, tapi aku harus menemui Sungmin terlebih dahulu"

"Eommamu bilang untuk sekarang jangan menemuinya, nanti saja. Kajja ikut appa sekarang" ucap Hankyung lagi lalu berjalan menuju ruang keluarga. Di ruang keluarga sudah ada Heechul yang mengendong bayi yang mereka temukan beberapa saat lalu. Tatapan Kyuhyun jatuh dan nanar pada bayi yang sedang dalam gendongan eommanya.

"eomma, bagaimana keadaan istriku sekarang ?" tanyanya pada ibunya

"eoh ?, Sungmin sedang istirahat sekarang kalau ingin bicara dengannya nanti saja, dan dokter Kim mungkin akan datang sebentar lagi" jawab Heechul, dia masih menimang-nimang bayi perempuan yang menampakkan wajah yang hendak menangis kembali

"aigoo, aigoo...anak ini menangis lagi, sepertinya dia kelaparan"

ooeeeeek...ooeeeeek...ooeeeek

"cup...cup...cup...jangan nangis lagi ne, Halmonie tahu kalau kau lapar. Appa-mu akan membelikanmu susu dulu. jangan menangis lagi nee.." Heechul masih berusaha menimang bayi berusaha menghentikan tangisannya

"Apa yang kau lakukan, cepat belikan dia susu Formula sekarang!" seru Heechul pada Kyuhyun yang malah melamun sejak tadi karena pikirannya penuh oleh Sungmin.

"Mwo ?, kenapa harus aku. Shireo !"

"kau tega melihat anakmu kelaparan hah ?! cepat berangkat sana !" bentak Heechul yang kesal akan kelakuan putranya. Sementara Kyuhyun semakin bingung akan arah pembicaraan ibunya.

"anak ? anak siapa ? aku tidak pernah memiliki anak selain Sunghyun!" Kyuhyunpun tak kalah keras pada eommanya. Sungguh, dia kini sudah dikuasai oleh emosi.

"CHO KYUHYUN!, kau sadar kau sedang bicara dengan siapa ?!" Hankyung pun akhirnya mengeluarkan suaranya dia tidak tahan melihat keadaan anak dan istrinya.

"Miane...appa.." ucap Kyuhyun setelah bisa tersadar akan sikapnya tadi.

"kau turuti saja perkataan eommamu, belikan susu untuk bayi itu kasihan dia menangis terus dari tadi"

"ne, araseo..." jawab Kyuhyun akhirnya, dengan langkah gontai dia meninggalkan ruang tamu lalu berangkat membeli susu formula untuk bayi kecil itu.

.

.

.

"bagaimana keadaan menantu saya dokter ?" tanya Heechul

"anemia-nya kambuh mungkin karena terlalu capek ditambah lagi syok berat yang dialaminya sehingga semakin memperburuk keadaannya. Saya sudah menyiapkan obat dan vitamin untuknya, berikan secara teratur. biarkan Sungmin istirahat beberapa hari dan jangan membebaninya pikiran yang berat."

"baiklah dokter Kim, kami ucapkan terima kasih banyak"

"ne, sama-sama. kalau begitu saya pamit dulu" ucap dokter Kim lalu keluar kamar, namun dia bertemu dengan Kyuhyun yang baru saja pulang setelah membeli susu.

"Dokter Kim, bagaimana keadaan Sungmin ?" Kyuhyun segera bertanya keadaan Sungmin pada dokter muda tersebut

"Sungmin hanya butuh istirahat banyak, anemia-nya kambuh. pesan saya jangan terlalu membebani istri anda banyak pikiran, biarkan dia tenang untuk sementara"

"..." Kyuhyun hanya diam mendengar penuturan dokter Kim

"kalau begitu saya pamit dulu, selamat malam"

"hm..selamat malam"

.

.

.

Malam sudah menunjuk waktu dini hari. Kini mereka benar-benar berkumpul untuk membicarakan masalah ini. Bayi perempuan itu sudah tidur di kamar tamu setelah diberikan susu oleh Heechul.

Semuanya diam, terutama Kyuhyun. Raut lelah dan kantuk sangat kentara diwajahnya mengingat dia baru saja pulang dari Thailand.

"bisa kau jelaskan ini ?" ucap Hankyung akhirnya memulai pembicaraan mereka malam ini. di letakkannya surat berwarna kuning gading di depan anaknya. Kyuhyun menatap surat itu dengan wajah yang penuh tanda tanya.

"surat apa ini appa...?"

"Surat itulah yang dibaca Sungmin sebelum dia pingsan. Surat ini ditemukan di keranjang bayi itu" ucap Heechul dengan tatapan tajamnya kearah Kyuhyun. Dan Kyuhyunpun semakin tidak mengerti, apa isi surat ini benaknya. Diambilnya surat itu lalu dibacanya.

#

"Aku minta maaf jika hal ini akan membebanimu, tapi bagaimanapun dia adalah anak kandungmu...anak kandung kita. Percayalah bahwa Hyunmin adalah anakmu, karena tak ada orang lain yang kucintai selain dirimu. Aku tahu bahwa aku ibu yang jahat, jadi dia aku percayakan padamu. Aku sangat mencintaimu dan anak kita, tapi keadaan ini tidak memungkinkan. Suatu hari nanti aku akan menemuinya, kuharap kau bersabar dan mau menungguku demi Hyumin dan cinta kita".

#

Kyuhyun terperanjat saat selesai membaca surat itu. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Apa-apaan ini pikirnya.

"bagaimana Kyu.." tanya Heechul dingin

"eomma...sungguh aku tidak mengerti akan ini, demi tuhan bayi itu bukan anakku. percayalah..." Kyuhyun berusaha menjelaskan kepada kedua orang tuanya. Ia tidak bisa membayangkan jika Sungminlah yang membaca surat ini terlebih dahulu sehingga membuat keadaan Sungmin yang sudah sakit semakin sakit.

"lalu itu bayi siapa ?" tanya Hankyung

"mana aku tahu ?, kenapa Sungmin semudah ini percaya...oh Tuhan" Kyuhyun menjatuhkan kepalanya disandaran sofa.

"tapi jelas-jelas bayi itu diletakkan dirumah kalian, dan dia juga meninggalkan surat untukmu" lagi-lagi Heechul semakin membuat keadaan menjadi keruh

"eommaaa...percayalah, aku sungguh hanya mencintai istri dan anakku. tidak ada yang lain eomma.." ucapan Kyuhyun terdengar semakin lemah

"lalu bagaimana dengan bayi itu ? aku tidak tega melihatnya" lirih Heechul

"kita serahkan saja kepihak yang berwajib"

"Shireo!"

"kenapa eomma ?, bukankah bayi itu biang masalah disini" Kyuhyun kalap

"kau tega membiarkannya seperti itu ? kau itu punya anak juga, bagaimana jika hal ini terjadi pada Sunghyun. Kau mau anakmu seperti itu hah ?!"

"Sudah-sudah, yeobo...ini sudah malam nanti mereka bangun" Hankyung kembali menengahi

"dan kau, untuk sementara bayi itu tanggung jawabmu. kita bahas ini besok lagi" ujarnya lagi lalu membawa istrinya meninggalkan Kyuhyun sendirian di ruang tamu.

.

.

.

Malam sudah berganti pagi, seperti biasa Sunghyun bangun untuk siap-siap berangkat sekolah. Dengan keadaan yang masih sangat lemah, Sungmin berusaha bangun dari tempat tidur. ia berjalan menuju dapur ingin menyiapkan sarapan untuk keluarganya.

TRAAANG

Sesuatu yang jatuh pecah didapur, sontak membuat Kyuhyun yang tidur disofa langsung terbangun, Ia yakin bahwa Sungmin sedang berada didapur.

"Chagi-ah...apa yang kau lakukan ?" Kyuhyun langsung menghapiri Sungmin yang sedang memungut pecahan gelas yang jatuh tadi.

"aahh!" Sungmin meringis akibat jarinya terkena pecahan kaca, ini semakin membuat Kyuhyun luar biasa panik.

"Sungmin-ah!" diraihnya tangan Sungmin yang berdarah lalu dibawanya ke westafle. mengaliri air diluka Sungmin agar darahnya hilang. dengan segera dia mengambil kotak P3K yang ada diatas kulkas kemudian mengobati luka Sungmin.

Setelah lukanya selesai diobati, barulah terlihat kelegaan diwajah Kyuhyun. Sementara Sungmin sedari tadi hanya menatap Suaminya dalam diam, tanpa sadar air matanya jatuh.

"hei..kenapa menangis, lukamu masih sakit ?" tanya Kyuhyun setelah meraih wajah Sungmin dengan kedua tangannya. Ibu jarinya menghapus air mata di wajah pucat Sungmin. Sungmin menunduk, dia tidak sanggup menatap wajah Kyuhyun.

"pagi ini kau tidak usah membuatkan sarapan, kau istirahat saja. kajja kita kekamar" ajaknya, namun Sungmin tidak bergeming.

"Sungmin-ah...kau pikirkan saja kesehatanmu sekarang, ayo kita kekamar"

"aku bisa sendiri" jawab Sungmin dingin, Kyuhyun hanya menarik nafas panjangnya.

"haaah...baiklah, kau istirahat saja. Sunghyun biar aku yang urus" ucapnya lalu mengacak rambut hitam Sungmin. dan Sungminpun meninggalkannya sendirian didapur.

Tap

Tap

Tap

"Appa! Sunghyun lapar, Sunghyun mau sarapan" Celoteh Sunghyun yang membuyarkan lamunan Kyuhyun.

"ne, kau duduk dimeja makan dulu biar appa menyiapkan sarapan untukmu dulu"

"ne appa!"

...

"Appa, eomma mana?"tanya Sunghyun dengan mulut penuh roti

"eomma sedang sakit, cepat habiskan rotimu dan segera berangkat kesekolah"

"ne"

Setelah menyelesaikan sarapannya Sunghyunpun berangkat diantar sendiri oleh Cho Kyuhyun.

.

.

.

"Kau sudah bicara dengan Kyuhyun ?" tanya Heechul pada Sungmin dan dijawab gelengan kepala oleh Sungmin

"belum eomma..."

"eomma mengerti perasaanmu, tadi malam kami sudah membicarakan hal ini. Kyuhyun sudah mengatakan bahwa bayi itu bukan anaknya. Eomma dan appa percaya itu" jelas Heechul,tapi Sungmin masih diam.

"Sungmin-ah, kasihan dia jika kau diamkan terus begini. Hari ini dia tidak kekantor dan keadaannya sangat berantakkan dia pasti tidak tidur semalaman" ucapnya lagi lalu mengelus rambut menantunya.

"kau istirahat saja, Kyuhyun akan marah jika keadaanmu tak kunjung sembuh. kasihan anakmu juga sejak tadi malam dia belum bertemu denganmu"

"ne, eomma...araseo.." jawab Sungmin lemah.

"ya sudah, eomma keluar dulu memasak untuk mungkin untuk beberapa hari kedepan kami akan terus disini. Kasihan bayi itu tidak ada yang merawatnya. eomma keluar dulu ne.."

"hmm"

Heechulpun melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sungmin.

.

.

.

Hari Sudah siang, Sunghyun juga sudah pulang dijemput oleh appanya. Sunghyun yang sudah rindu dengan eommanya langsung menemui Sungmin dikamar.

"Eomma !" teriaknya saat masuk kedalam kamar eommanya. Sungmin langsung tersenyum melihat putranya menghampirinya

"eomma..Sunghyun kangen eomma, sejak tadi malam Eomma tidak menemui Sunghyun" ujar anaknya yang sudah dalam pelukan Sungmin

"ne, maafkan eomma sayang. eomma masih sakit" jawab Sungmin

"eoh ?, eomma masih sakit ?" tanyanya lalu meletakkan tangan kecilnya didahi Sungmin.

"badan eomma hangat, eomma sudah minum obat ?" tanyanya lagi

"Sudah, Sunghyun sudah makan ?" kini Sungmin yang bertanya

"belum, Sunghyun tidak lapar"

"kau harus makan, ayo kita makan sekarang" ucap Sungmin lalu membawa anaknya ke meja makan

"Appamu mana ?" tanya Sungmin sambil mengambil makanan dari atas meja ke piring Sunghyun

"setelah mengantarku appa dan halmonie langsung pergi tadi"

"pergi ? pergi kemana ?"

"molla, adik bayi juga ikut " jawab Sunghyun

"adik bayi ?"

"hmm, eomma adik bayi itu jadi adik Sunghyun kan ?"

"dia bukan adikmu"

"tapi Sunghyun mau punya adik eomma, Halmonie juga bilang Sunghyun boleh memangilnya yeodongsaeng"

"eomma bilang dia bukan adikmu, cepat habiskan makananmu dan cepat tidur siang" ucap Sungmin dengan nada sedikit membentak.

"kami pulaaaang..."

Suara Heechul terdengar saat memasuki rumah mereka.

"Kau sudah baikan ?" tanya Kyuhyun yang melihat Sungmin duduk dimeja makan menemani Sunghyun makan siang.

"eomma dari mana ?" Sungmin malah bertanya pada Heechul tanpa peduli pada Kyuhyun

"eoh ? eomma baru saja dari rumah mengambil beberapa pakaian untuk kami disini. Kau sudah baikan ?"

"hmm, sudah lebih baik dari pada kemarin" jawabnya. Kyuhyun hanya diam melihat sikap Sungmin yang seolah menganggapnya tidak ada

"eomma, Sunghyun selesai " ucap Sunghyun yang sudah menghabiskan makan siangnya

"ne, sekarang kau kekamarmu" perintah Sungmin pada putranya. Sunghyunpun turun dari kursi lalu berjalan menuju kamar tidurnya.

.

.

.

CEKLEK,

Kyuhyun memasuki kamar mereka, dilihatnya Sungmin sedang berbaring memunggunginya. Kyuhyun duduk disisi ranjang sebelah Sungmin

"Chagi-ah...aku tahu kau belum tidur, maaf aku belum menjelaskannya padamu. ini semua aku lakukan agar tidak membebanimu. Tapi percayalah...bayi itu bukan anakku, aku sendiripun tidak tahu dia anak siapa dan siapa pula yang meletakkannya didepan rumah kita"jelasnya pelan pada Sungmin. Sungmin sebenarnya tidak tidur hanya memejamkan mata saja, Kyuhyun tahu itu

"jika kau tidak percaya padaku, kita bisa melakukan Test DNA" ucap Kyuhyun lagi, Sungmin dapat mendengar keyakinan dari ucapan Kyuhyun

"Kalau begitu aku keluar dulu, kau istirahat saja" ucapnya lalu beranjak meninggalkan Sungmin.

Namun, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Sungmin dengan segera dia memeluk pinggang Kyuhyun.

"Hisk..." satu isakan lolos dari bibirnya. Kyuhyun tersenyum tipis lalu membalikkan badannya menatap wajah Sungmin yang meringkuk diperutnya.

"Miane..miane..Kyu..karena aku sempat tidak mempercayaimu..hisk...miane.." Tangis Sungmin semakin pecah

"mana mungkin aku tidak memaafkan istriku sendiri heuh ?" jawab Kyuhyun. Didudukannya dirinya mempermudah Sungmin memeluknya.

"kau marah padaku..hisk..?" tanya Sungmin,

"aniyo, aku mencintaimu" jawabnya dengan Senyuman lebar

"Kenapa kau malah tertawa ?"

"mukamu jelek jika menangis...dan itu. membuatku tertawa..hehehe" jawab Kyuhyun lalu menghapus air mata Sungming

CHUUP

diciumnya sekilas bibir Sungmin, lalu memeluk Sungmin erat.

"Sudah, berhentilah menangis. Sekarang kau istirahat saja" ujar Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya. tapi dijawab gelengan oleh Sungmin.

"wae ?"

"aku mau kau disini menemaniku..." tersenyum sekilas

"ne, aku akan menemanimu...kajja.."

dibawanya Sungmin berbaring di tempat tidur, lalu memeluk Sungmin erat. Sekilas diciumnya pelipis istrinya.

"selamat tidur...saranghae..."

.

.

TBC

.

Mian jika masih ada Typo...ngetiknya di hape soalnya...heheee

.

Wuiiiih...reviewnya kemaren pada semangat semua pengen tahu lanjutannya...heheh...makasih ne...

.

.

Mian kalau Chapter ini tidak memuaskan.. tapi saya tetap butuh Review..

Review...Review...Review...Review

.

CU next Chap...anyeoooong..