Tittle: Horror Class Chapter 1
Cast: Kyuhyun, Kibum, Siwon, Yesung, Ryewook, abd other.
Genre: Horror, friendship, mystery
.
.
Warning: Typos, alur membingungkan, membosankan dan kekurangan lainya
.
.
.
Happy reading^_^
.
.
"What the hell! KITA AKAN MENEMPATI KELAS ITU HYUNGDEUL?!" Ya benar, suara merdu nan memekakan telinga itu berasal dari pekikan seorang namja bertubuh tinggi dengan rambut ikal kecoklatan miliknya. Kyuhyun memandang keempat sahabatnya itu ngeri.
Sahabat? Lalu mengapa ia memanggil semuanya dengan sebutan hyungdeul? Mudah saja, Kyuhyun adalah murid terlampau pintar hingga ia sudah menempati kelas 11 pada tahun ajaran baru ini.
"Diamlah Kyunie! Kau membuat kita malu! Kau tidak ingat kita masih berdiri dihalaman sekolah?" Suara dengan nada dingin itu terlontar dari bibir seorang Kim Kibum, seorang namja dengan sifat dingin melebihi es batu di kutub selatan. Mereka berlima nemang sedang berdiri di halaman sekolah, menghadap sebuah kelas yang akan mereka tempati. Sebuah kelas yang membuat mereka merinding. Sebuah kelas yang dianggap paling angker seantero sekolah, bahkan setiap murid yang mendapat tempat dikelas itu akan lebih memilih keluar sekolah setelah mencoba menempati kelas itu selama seminggu. Lalu mengapa kelas itu tidak dikosongkan saja? Itu karena keterbatasan kelas, jadi mau tak mau kelas itu harus dipakai.
Ini terjadi karena mereka terlalu semangat untuk masuk sekolah dihari pertama pasca libur panjang. Mereka berlima yang kebetulan tinggal bertetangga sepakat untuk berangkat bersama di pagi-pagi sekali berharap mendapat bangku paling depan di kelas baru mereka nanti. Dan ketika sampai di kelas baru mereka, cukup banyak memang siswa yang sudah datang, tapi tak ada satupun diantaranya yang berani memasuki kelas, mereka hanya diam di depan kelas itu.
"Aku tidak mau masuk..." Kim Ryewook, namja paling pendek diantara mereka berlima memundurkan langkahnya takut. Namja yang satu ini memang sangat penakut sekaligus suka parno.
"Tenanglah Wookie! Tuhan akan selalu melindungi kita" namja tampan dengan lesung pipit indah itu memang sangat alim dan religius hingga ia tak takut apapun selama tuhan bersamanya. Choi Siwon, si anak dari konglomerat nomor satu di Korea yang selalu baik hati dan tak pernah sombong.
"Aku...juga tidak mau kesana..." hah, bertambah satu lagi si penakut diantara mereka. Si kepala besar, Kim Yesung. Namja ini memang seorang indigo, ia bisa melihat semua hal yang tak kasat mata, kecuali tuhan dan malaikat tentunya.
"Yesung hyung! Memang apa yang aku lihat?" Si magnae diantara mereka kembali bersuara.
"Ada aura kelam dan jahat disana. Ada seorang wanita berpakaian seragam, wajahnya..."
"CUKUP! Jangan katakan apapun. Aku takut..." Ryewook kembali ketakutan mendengar Yesung yang tengah menjelaskan apa yang dilihatnya.
'Teet' 'Teet' bel jam masuk kelas berbunyi. Para siswa yang sejak tadi berdiri didepan kelas itu dengan terpaksa masuk. Bagaimana dengan kelima sahabat itu?
"Aku tidak mau! Aku tidak mau!" Ryewook berteriak-teriak sambil memeluk sebatang pohon yang berada disampingnya. Ia mencoba bertahan dari Kyuhyun dan Kibum yang menarik-nariknya, memaksa masuk ke kelas. Apalagi...
"Hya! Wookie hyung, ayolah, lihat seongsaengnim akan memasuki kelas!" Kyuhyun melihat seorang guru yang bersiap memasuki kelas. Sebagai siswa pintar dan teladan, tentu saja Kyuhyun tak mau mendapat image buruk di hari pertama ini.
"Wookie! Masuk ke kelas sekarang juga atau kau akan kukunci di kamar mandi?!" Si dingin Kibum yang sudah kesal hingga memutar otak yang tak kalah jeniusnya dari Kyuhyun untuk mengancamnya.
"Baiklah..." Ryewook akhirnya menurut.
"Ayo..." Mereka bertiga menolehkan kepalanya menatap Siwon dan Yesung. Nampaknya mereka juga tengah berdebat, terlihat Siwon yang menarik-narik tangan Yesung agar namja itu mau masuk.
"Kau tidak bisa melihatnya Siwon-ah, wanita itu menatapku, wajahnya sangat mengerikan! Aku tidak mau masuk!" Jelas Yesung.
"Tidak akan ada apa-apa selama tuhan bersama kita. Kau tenang saja, ayo!" Dengan sekuat tenaga Siwon yang memang bertubuh lebih kekar di banding Yesung, menarik namja berkepala besar itu.
"Kajja semua, kita masuk ke kelas"
.
Pelajaran pertama hari itupun dimulai. Sayangnya kelima sahabat itu tidak duduk saling berdekatan. Kyuhyun dan Kibum satu bangku mendapatkan bangku dibaris pertama.
Ryewook bersama Siwon duduk satu bangku paling belakang, dan Yesung yang duduk sendiri di bangku paling belakang pula sekaligus di pojok dikarenakan jumlah siswa disini ganjil.
Pelajaran yang berlangsung di jam pertama adalah pelajaran fisika. Otak yang masih segar karena masih pagi sehingga mudah mencerna pelajaran benar-benar dimanfaatkan oleh para staff TU dalam membuat jadwal untuk menaruh pelajaran yang memerlukan banyak pemikiran di jam pertama.
Semuanya masih berjalan seperti biasa, tak ada penampakan, tak ada gangguan apapun dari makhluk yang katanya menghuni kelas ini. Membuat semua siswa, kecuali satu orang yang menempati kelas ini menjadi tenang, setidaknya mereka berpikir jika kelas yang katanya angker ini tidaklah benar adanya.
Hingga bel pulang berbunyi 'Teet' 'Teet' para siswapun segera berkemas dan pulang kerumah masing-masing.
Begitupun 5 sahabat ini, mereka berjalan bersama menuju rumah masing-masing, maklum saja jarak rumah mereka dengan sekolah tak terlalu jauh. Apalagi beramai-ramai seperti sekarang, jarak yang jauh pun tak akan terasa karena mereka larut dalam obrolan.
Namun seperti tidak kesemuanya yang terlarut dalam pembicaraan menyenangkan itu. Ada seseorang, seorang diantara mereka yang nampak resah tak tenang. Matanya bergerak liar kemana-mana. Ia masih terus melangkahkan kakinya hingga ia merasakan sesuatu didalam dadanya berdetak tak normal. Ia tahu sensasi apa ini. Ia menghentikan langkahnya dan terdiam hingga ada seseorang yang menyadarinya tertinggal di belakang.
"Yesung-ah! Ada apa?" Tanya Siwon yang menyadari bahwa 'dia' Yesung menghentikan langkahnya sehingga teetinggal dibelakang.
Kyuhyun, Kibum dan Ryewook yang sejak tadi terlarut dalam pembicaraan mengenai pertandingan sepak bola semalam juga ikut berhenti dan menoleh kebelakang.
Sedetik kemudian mereka berempat menghampiri Yesung yang tampak memejamkan matanya erat. Tangan kanan milik namja berkepala besar itu terulur ke atas, seperti hendak menggapa atau menangkap sesuatu mungkin.
"Yesung hyung! Kau merasakan sesuatu?" Tanya Kyuhyun yang menyadari benar gelagat yang ditunjukkan Yesung yang saat ini mulai mengambil napas dengan terengah-engah. Namja ini selalu begini jika sesuatu yang tak kasat mata mencoba berkomunikasi dengannya atau sekedar menampakan diri disekitar Yesung. Berdiri kaku, tak bisa diajak bicara dengan sebelah tangan terulur keatas, merasakan sinyal-sinyal keberadaan si makhluk tak kasat mata.
"Yesung-ah!"
.
.
.
"Hyungie! Kau sudah bangun?" Suara dari bernada cemas itu langsung menyapa indra pendengaran Yesung saat ia tersadar dari tidurnya. Tidur? Kapan ia tidur?
Yesung mengerjap-ngerjapkan mata sipitnya. Sedetik kemudian, mata itu menatap sebuah objek yang tengah berdiri disampingnya dengan berkacak pinggang, nampak raut kesal sekaligus khawatir di wajah yang memiliki kemiripan dengannya itu.
"Jongin-ah..." gumamnya pelan meyebut nama sang dongsaeng.
"Astaga hyung! Kau membuatku khawatir saja, kenapa kau bisa pingsan segala huh?" Ah, namja ini. Dia akan benar-benar menjadi cerewet bak yeoja jika penyakit brother complex yang diidapnya kambuh.
"Aku tidak apa-apa. Dan bagaimana aku bisa pingsan?" Tanya Yesung kebingungan. Ia sama sekali tak ingat jika dirinya...
"Mana aku tahu! Siwon hyung, Kibum hyung, Ryewook hyung dan Kyuhyun hyung mengantarmu yang dalam keadaan pingsan ke rumah. Mereka sempat menungguimu sadar untuk memastikan keadaamu, namun sudah hampir 3 jam kau tidak sadar juga, jadi mereka memutuskan untuk pulang. Ah kau pasti laparkan, akan kuambilkan makanan untuk hyung"
'Blam' Jongin menutup pintu dengan keras. Yesung hanya bisa menghela napas, adiknya benar-benar tak bisa lembut.
Sepeninggal Jongin, Yesung mulai mengingat-ngingat apa yang dialaminya tadi.
'Flashback'
Saat itu semua siswa tengah diam, terlarut dalam soal yang mereka kerjakan dengan serius. Tak ada yang menyadari keganjilan yang ada di kelas ini. Hanya Yesung yang menyadarinya, tentu saja hanya dia satu-satunya anak indigo disini. Membuatnya sama sekali tak bisa berkosentrasi mengenai pelajaran yang di terangkan guru.
Dalam pengelihatannya, kelas ini nampak begitu mengerikan. Ia dapat melihat beberapa tetesan darah mengalir melalui celah tembok, hidungnya mencium bau busuk yang sangat menyengat, tak tau dari mana asalnya..Beberapa tubuh tanpa kepala bersimbah darah berjalan kesana-kemari disela para siswa yang tengah belajar.
'Tes' Yesung merasakan ada sesuatu yang menetes dari langit-langit. Kemudian Yesung mendongak, mencoba memastikan cairan apa yang menetes tepat didahinya.
'Splassh' sedetik kemudian mata sipit itu tertutup rapat, di sana, dilangit-langit itu, tempat lampu yang menggantung, ada kepala putus dengan rambut panjang yang terikat di sana. Kepala dengan wajah mengerikan, mata terbuka lebar berwarna merah denga kulit wajah membusuk. Itukah yang membuat disini begitu bau di penciuman Yesung. Mulut yang sudah robek hingga ke telinga itu terbuka dan mengeluarkan kelabang, belatung dan hewan-hewan menjijikan dari sana. Bahkan beberap hewan itu terjatuh di atas meja Yesung.
Perlahan Yesung membuka matanya, di alihkannya pandangnya ke bawah. Ia lebih memilih melihat tubuh tanpa kepala itu dari pada melihat wajah buruk rupa itu.
Semua menggelap kemudian sebuah cahaya berpendar perlahan menerangi kelas ini hingga tampak seperti semula saat ia memasuki ruangan. Suasana masih sama. Teman-temannya masih berkonsentrasi dengan pelajaran mereka. Bersih, tak ada sisa apapun dari yang dilihatnya tadi.
'Gsapp' dapat dirasakannya ada sebuah bayangan lewat dengan cepat didepannya. Bayangan yang menebarkan aroma wewangian yang begitu harum membuatnya terlena hingga matanya mencari-cari obyek sumber bau yang begitu sedap itu.
Ketemu! Ada seorang gadis sangat cantik duduk disampingnya, tak jauh darinya. Gadis yang nampak mengunakan seragam yang sama dengannya. Wajahnya begitu lembut dan ayu, membuat Yesung ingin mengenalnya lebih jauh.
Rambutnya tergerai indah menutupi telinganya yang nampak semakin cantik dengan adanya anting itu.
Tunggu dulu, anting itu, anting yang dikenakan seorang gadis berwajah mengerikan yang menatapnya tajam tadi pagi.
Dan lagi, bukankah ia duduk sendiri? Lalu siapa sosok yang tengah duduk disampingnya. Dalam sekejapan matanya, Yesung tak lagi menemukan sosok gadis cantik yang beberapa waktu lalu menemaninya.
Matanya berkeliling, mencari-cari keberadaan gadis itu. Dan...
'Sssshhh...' ada sensasi panas si bagian belakang punggungnya. Apa ini? Bukankah ia sedang menyandar sandaran kursi. Tapi ini? Aroma wewangian yang ia cium terasa sangat dekat, bahkan menempel dibelakangnya. Ada sepasang lengan berkulit pucat pasi keriput hendak melingkari tubuhnya. Dan ketika ia menolehkan kepalanya kebelakang...
"Aagghhh..." Yesung beeteriak sekuat yang ia bisa. Namun anehnya tak ada seorangpun dikelas ini yang bereaksi atas teriakannya barusan. Semua masih tenang, terfokus pada papan tulis. Ia merasa teriakan keras tadi hanya ia yang bisa mendengar, tubuhnya meronta-ronta kuat menimbulkan suara berisik akibat benturan kursi dengan lantai. Tubuhnya mulai menggingil saking takutnya. Ia tak berani melakukan apapun selain memejamkan mata dan berdo'a pada tuhan, berharap semua kengerian ini segera berakhir.
Ia sangat ketakutan, ada sesuatu yang sangat jahat disini. Dia yang bahkan sudah terbisa melihat hal-hal tak kasat mata saja bisa menggigil ketakutan, tak bisa dibayangkan jika teman-temannya yang ada dikelas ini melihat apa yang ia lihat.
Flashback end
"Hyung!" Jongin nampak mengguncang-guncang kasar tubuh hyungnya yang terpaku seperti patung.
"Eh,wae?" Tanya Yesung seakan nyawanya baru kembali pada tubuhnya.
"Hyung yang kenapa?! Ini makananmu, bisakah aku tinggal sekarang, aku ada les. Atau mau ketemani dulu? Kusuapi?" tanya Jongin bertubi-tubi.
Yesung mempoutkan bibirnya sebal "Aku bukan anak kecil Jongin-ah. Aku yang hyung disini, tapi kenapa kau memperlakukanku seperti anak kecil huh?"
"Wajahmu terlihat lebih lemah dibandingkan aku. Terserah kaulah hyung. Jja! Aku pergi!"
Sepeninggal Jongin, Yesung hanya terdiam. Dipangkuannya ada sepiring makanan yang diantarkan dongsaengnya tadi. Namun entah kenapa ia tak selera makan.
Otaknya mulai berputar lagi, mengingat kejadian yang ia lewatkan "Apa yang membuatku pingsan tadi?" Tanya Yesung pada dirinya sendiri.
Flashback
Saat pulang sekolah Yesung merasa ada yang aneh, ia merasa ada sesuatu yang mengikutinya. Berulang kali ia menengok kebelakang dan tak menemukan hal yang mencurigakan.
'Sreek' ada suara seseorang terjatuh dideannya. Ia melihat keempat sahabatnya yang tengah berbicara ria didepannya. Tak ada yang aneh. Ia tadi berpikir diantar sahabatnya ada yang terpeleset atau apa.
Tak mau ambil pusing Yesung terus melangkahkan kakinya menyusul keempat sahabatnya itu.
'Wushh' desiran angin yang lembut mengantarkan bau wangi. Wangi yang sama seperti yang ia cium di kelas.
'Kau...akan...mati...' suara bisikan dengan nada berdesis tajam menyapa indra pendengarannya.
Yesung menghentikan langkahnya. Tubuhnya mulai terasa aneh. Ia tahu, ada arwah yang sedang ingin berinteraksi dengannya. Perlahan ia tutup matanya dengan tangan kanan terulur keatas.
Ada, seorang gadis berwajah buruk bersimbah darah dengan sebagian tubuh yang remuk dapat ia lihat berdiri dihadapannya meski dengan mata tertutup. Semakin dekat, semakit dekat wajah yang benar-benar buruk itu kearahnya.
Sosok buruk rupa itu mulai berdesis tajam 'Kau akan mati...kau akan mati...Kim Yesung...bersamalah denganku...BERSAMALAH DENGANKU!" suara-suara itu berdenging terus-menerus membuat napas Yesung terengah-engah
'AAKKHHHH..." Jeritan memilukan dari sosok yang sekarang mulutnya terbuka lebar hingga rahangnya tebelah menakutkan itu membuatnya hilang kesadaran.
.
TBC...
.
Note: Mianhe jika lammmaaaa sekali. Reader jangan marah ne! Jujur aja, saya kan pulang sekolah udah sore, belum lagi ngerjain tugas dulu. Dan malam hari saya nggak berani ngetik ff horor hehe, suka merinding sendiri. Thanks a lot buat yang udah review, waah nggak nyangka yang suka ff horor banyak ya.
Sebagian yang ada di chap ini adalah kejadian nyata. 2 teman saya ada yang indigo dan melihat...hihihi...yaahh begitulah. Nggak usah dideskripsikan, saya merinding sendiri. Itu kelas benar-benar menakutkan, pas lagi MOS, anak baru aja nggak diperbolehin deket kesana waktu malam hari, dan kelas itu nggak dipake buat tidur, biasakan kalo MOS nginep di sekolah, nggak dipake ya gara-gara itu. Ok deh, yang penting jangan lupa review ne, di ff ini saya bakal nyantumin beberapa kejadian nyata yang terjadi. So, jangan merinding sendiri. Ok, see you bye bye!
