Chapter 2

"Insiden Jamban Belphegor"

A/N:

, author lupa nulis intro di chap.1 :p

ga nyambung, maklumin author ga bisa nulis summary.

/flame ditunggu. Ato jangan-jangan ga ada yang peduli sama fic saya :'(

Velvet Room

"...Apa yang anda lakukan?" Theo mulai nanya Igor, karena dia udah berulang-ulang fuse Belphegor

"Hanya latihan biasa...untuk tidak mengulang kesalahan yang dulu" Igor jawab

"Kesalahan? Kegagalan Fuse dan menjadi Persona lain?" Theo cengok

"Lebih parah lagi" Igor mulai mendekat ke Theo (A:IIIIH), idungnya nusuk telinga Theo (JANGAN DIBAYANGIN). Oke, off-topic. Igor membisikkan sesuatu ke Theo

"...! Separah itukah..." Theo kaget, karena efeknya, menurut Igor, benar-benar parah

"Ya. Dan kalau itu terjadi lagi, Velvet Room akan hancur. HANCURRRRRRRR..." Igor mulai ngalay.

Velvet Room

"Ah...Kelihatannya Persona ini bagus juga..." Minato mendapati bahwa dia dapat menfuse Belphegor "...dan lucu juga".

"! Y-ya, baiklah" Igor kaget.

"?" Minato, yang stay cool selalu, bengong, kenape nih sesepuh Persona, kaget cuma gara-gara Belphegor

Velvet Room

Cahaya merah datang dari kartu yang akan menjadi Belphegor.

"A-a-a! G-g-gawat! Theo, kau panggil kakakmu! Minato, KELUAR!" Igor panik, gara-gara dia gagal fuse Belphegor

"Baik!" Theo lari ke belakang Velvet Room (emangnya ada? Adain aja, demi kepentingan fic)

"Kenapa?"

"Sudahlah! CEPAT!" Igor nge-sok ambil alih pimpinan

"Elizabeth! Keluar!" Theo teriak-teriak, tapi Eliz masih ngorok

"..." Theo nyeret Elizabeth keluar Velvet Room

Iwatodai

"Kenapa? Jelaskan terlebih dahulu!" Minato bingung+marah, karena kakek-kakek beridung (ke)panjang(an) narik-narik dia, sampe ingusnya meler ke Minato (JANGAN DIBAYANGIN)

"... Kau tahu? Apakah yang membuat Belphegor, menurutmu, terlihat lucu?" Theo mulai ngomong

"Jamban privat dibawahnya" Minato jawab

"Beberapa tahun lalu, Igor gagal men-fuse Belphegor..."

"Apa yang terjadi selanjutnya, dan berhubungan apakah ini denganku, dan kenapa kau bawa-bawa masker buat tutup idung?" Minato nanya lagi, karena Theo udah keliatan kayak petugas pembersih septic tank.

"...dan jamban beserta isinya, meledak"

"Wat...de...fak..."

Suara ledakan terdengar dari arah Paulownia Mall.

"MINATO!"

Sesuatu yang liat, berwarna coklat, hampir mengenai muka Minato, kalo ga ada Theo yang ngedorong Minato.

Velvet Limousine

Margaret berdiri sendirian di dalam Limo...dengan muka penuh tai (jangan dibayangin)

Margaret nelepon Theodore

"Theo?"

"Ya?"

"Omonganmu benar. Velvet Room dan Velvet Limousine saling terhubung"

"Tunggu, menurutku, sekarang mukamu penuh dengan benda liat berwarna coklat tersebut?"

"."

"...ya. Siapa suruh tidak percaya omonganku? Heheheh."

"TAWA LAGI LUH!"

Ditunggu repiu/flame/apalah dari pembaca sekalian!