Go Go Married: It's SasuSaku!

.

Skaicards © the story

Inspiration from We Got Married © MBC

All character© Masashi Kishimoto

.

Sasu x Saku

.

Pardon, but its OOC or should not?._.

Typo.

.

Sorry if this story is not like what you expected before

.

Credit song: I Do (Cherish You) – 98 Degrees

.

Go Go Married! merupakan acara variety show milik sebuah stasiun TV ternama di Jepang yang ditampilkan setiap hari Minggu. Acara ini memasangkan seorang selebritis perempuan dan selebritis pria untuk menampilkan bagaimana kehidupan pernikahan mereka. Dalam penayangannya yang perdana ini, website milik stasiun TV tersebut melakukan acara voting sebagai salah satu sarana untuk menentukan pasangan yang diinginkan para pemirsa. Dan pada tanggal 28 Mei kemarin voting online ini dibuka secara resmi dan tiap netizen (pengguna internet) hanya dapat melakukan satu kali pemberian suara. Batas akhir dari ajang penentuan pasangan untuk G2M ini adalah hari ini tepat pukul dua belas malam. Dan setelah pengakumulasian suara pasangan Sasuke dan Sakura menduduki peringkat teratas dari dua kandidat lain.

Di setiap penayangannya, website stasiun TV tersebut yang telah menyediakan room untuk G2M (Go Go Married!) ini, memberikan kesempatan bagi khalayak luas untuk mengkritik maupun berkomentar. Di sini disediakan pula sebuah polling otomatis tiap episode penayangan agar diketahui kenaikan maupun penurunan rating. Dan tiap episode kelipatan 4 para pemirsa dipersilakan untuk memberikan misi pada pasangan G2M pada halaman 'Mission for G2M!' yang dipilih secara acak.

.

EPI

SODE

#1

Hello, Fleur de Cerisier!

.

Seorang perempuan berambut hitam tampak terburu-buru menuruni tangga. Ia bergegas menuju dapur untuk menyaut setoples cookies yang ada di atas meja dan sekaleng cola di lemari pendingin. Kaki-kaki jenjangnya kemudian berlari ke arah ruang TV. Gadis itu segera meletakkan cookies beserta cola tadi ke atas karpet berwarna biru laut. Telunjuk kanannya langsung menekan sebuah tombol yang tampak lebih besar dibandingkan tombol yang lain. Dan layar televisi berukuran 21 inch itu terlihat sedang menayangkan iklan komersil.

Setelah iklan tersebut selesai, layar TV tersebut berubah warna menjadi merah marun dengan desain hati di sana sini dan beberapa lekukan garis yang cukup dekoratif mengelilingi tulisan "Go Go Married: It's SasuSaku!". Perempuan itu segera mendekap toples bening berisi cookies tadi dan langsung membuka penutupnya. Ia mengambil sebuah cookies dengan taburan chocochips di atasnya bersamaan dengan dimulainya acara tersebut.

.

Seorang pria dengan kaos berwarna biru tua bertuliskan Check-list for This Man yang melekat pas di tubuh tegapnya berdiri di halaman depan sebuah gedung. Rambutnya yang berwarna raven ditutupi dengan sebuah topi sport yang membuatnya makin terlihat tampan. Sementara itu, sebuah tas ransel berbahan kain tampak menggantung di balik punggungnya. Laki-laki tadi sepertinya sedang mencari sesuatu, terlihat dari gelagatnya, hingga sebuah gabus berwarna merah muda menimpuk tepat di kepalanya.

"Aduh!" pekiknya sembari melirik sinis ke arah kamera yang langsung menunduk dan mengeluarkan sound effect seperti anjing yang habis dimarahi majikannya.

Laki-laki tersebut segera memungut gabus tadi dan mendapati amplop berwarna biru terikat dengan seutas pita merah. Ia langsung menarik amplop biru tersebut dan membukanya. Sebuah surat terselip di dalamnya dan tanpa pikir panjang ia bergegas menarik surat tersebut untuk kemudian ia baca.

"Selamat atas pernikahanmu, Sasuke Uchiha! Penasaran dengan pasanganmu?" pria bernama Sasuke itu sedikit menautkan alisnya, mengernyit kebingungan karena hanya dua kalimat tadi yang tertulis di kertas putih itu dan entah dorongan dari mana, Sasuke memegang salah satu ujung kertas dan menggoyang-goyangkannya. Berharap ada beberapa patah kata lagi yang turun. Tapi seidiotnya orang idiot itu tidak mungkin terjadi.

Dia kemudian menelengkan kepala ke arah kamera dan memasang raut wajah penuh tanda tanya. "Aku harus kemana?" tanyanya pada kameramen. Belum mendapat jawaban atas pertanyaannya tiba-tiba seseorang datang menghampirinya dengan mengendarai sebuah sepeda perempuan yang di bagian depannya terdapat sebuah keranjang rotan berisi sebuket bunga. Orang tersebut yang memakai topeng putih turun dari sepeda dan memarkirkan tepat di hadapan Sasuke membuat pria itu menggaruk belakang kepalanya kebingungan.

Orang bertopeng tadi memberinya sebuah kertas kecil seukuran kartu nama. Setelah Sasuke menerimanya orang tersebut langsung melenggang pergi meninggalkan pria berambut raven itu membaca kertas yang ia berikan.

"20A9+4(01)7x2. Alphabet sama dengan 26," Sasuke kembali menautkan alis. Ia merogoh saku celananya dan mengambil sebuah ponsel touchscreen. Segera ia membuka aplikasi doodle untuk mulai mengartikan pesan tersebut.

Tangan sasuke dengan lincah memecah tiap-tiap kode tadi dan dalam waktu yang relatif singkat, ia sudah bisa memecahkan kode tersebut. Wajah Sasuke menampilkan sebuah seringaian. Ia menoleh ke arah kamera dan menggoyang-goyangkan layar ponsel tersebut di samping wajahnya. Sasuke kemudian menyodorkan ponselnya itu ke hadapan kamera, mempertontonkan hasil coretan-coretannya tadi.

20A9+4(01)7x2

20 01 13 01 14

TAMAN

-Sasuke is always awesome :P

Tapi sungguh, kalimat terakhir di layar ponsel itu benar-benar di luar karakter Sasuke selama ini yang terkesan dingin apabila di layar kaca.

"Bukankah taman ada di daerah persimpangan sana? Kalau begitu aku akan menjemput istriku," ujarnya seraya menaiki sepeda tersebut dan mulai mengayuhnya menuju taman.

.

(INTERVIEW)

"Bagaimana bisa kau memecahkan kode itu dalam waktu singkat?" sebuah suara seorang yang tengah bertanya terdengar dari speaker TV tersebut. Layar itu kini menampilkan Sasuke di dalam sebuah studio dengan dirinya yang menggunakan kaos putih polos dirangkap sweater abu-abu .

Laki-laki itu terkekeh sesaat, "Ehm, aku hanya mereka-reka dan otakku entah mengapa bisa bekerja dengan optimal saat aku memikirkan siapa istriku itu," jawabnya.

"Apa kau sebegitu penasarannya dengan istrimu?" suara tersebut kembali bertanya.

Sasuke mendesah sesaat kemudian berujar, "Sungguh, aku bahkan tidak bisa tidur kemarin malam karena memikirkan siapa istriku," laki-laki itu tertawa singkat.

.

Sasuke memarkirkan sepeda yang ia kendarai tadi di sebelah pohon besar yang cukup rindang. Tidak lupa ia mengambil sebuah buket bunga yang ada di keranjang rotan sepeda. Dia kemudian berjalan, memulai acara berkelilingnya untuk mencari keberadaan si istri. Baru saja ia memasuki kawasan flower garden yang berada di bagian kanan taman apabila kita menghadap utara, seorang perempuan manis meghampirinya sembari membungkukkan badan.

"Selamat sore, Sasuke-san," sapa perempuan itu dengan nada riang. Sasuke langsung membalas sapaan itu dan sedikit memiringkan kepalanya. Ia meneliti dari bawah hingga atas sosok gadis di hadapannya ini.

"Eng, apakah kau…istriku?" tanyanya sembari tersenyum kikuk. Perempuan di hadapannya langsung terkekeh dan menggeleng. Ia kemudian menyerahkan sebuah kompas pada Sasuke.

"Misi untukmu, dengarkan baik-baik. Lihat kompas itu. Arah barat. Ke depan lima langkah. Samping kanan sepuluh langkah. Putar tubuhmu. Maju empat langkah," ucap gadis itu. Sasuke yang sedari tadi menyimak hanya bisa meneguk ludahnya menyadari betapa panjangnya penjelasan gadis pirang itu. Tapi tak urung ia melakukan misi tersebut.

Setelah melakukan semua perintah yang diucapkan gadis itu, Sasuke mendapati dirinya di kawasan arena permainan. Ia segera mengedarkan padangannya dan matanya tertuju pada seseorang yang tengah duduk di atas ayunan. Orang tersebut mengenakan sebuah hoodie putih yang bagian kupluknya ia gunakan untuk menutupi kapala serta rambutnya. Dia duduk di atas ayunan dengan posisi membelakangi Sasuke.

Dibakar rasa penasaran, laki-laki bermata onyx itu melangkah maju menuju orang yang menyedot atensinya. Ia menepuk pundak orang itu dan…

"Ah, selamat sore," ucap seorang perempuan berambut soft pink dan bermata emerald sembari membungkukkan badan setelah ia memutar tubuhnya untuk menghadap Sasuke sambil menurunkan kupluk hoodienya dari kepala.

Laki-laki itu sedikit melebarkan matanya. Ia kemudian tersenyum dan bertanya pada gadis itu, "Apakah kau istriku?" kali ini entah mengapa suaranya tidak terdapat rasa keraguan sedikitpun.

Perempuan itu tersenyum malu-malu hingga membuat kedua matanya menyipit seraya mengangguk. Sasuke langsung memberikan ekspresi lega. Ia kemudian memberikan buket bunga yang ia bawa pada istrinya itu. Sakura yang mendapati sebuket bunga terjulur ke arahnya segera menerima dan mencium semerbak harum bunga-bunga mawar.

"Terimakasih," ucap gadis itu pelan dengan senyum lebar yang menampilkan deretan giginya.

.

(INTERVIEW)

"Bagaimana kesan pertamamu saat melihat Sasuke-san, Sakura?" suara yang tadi menanyai Sasuke kini kembali terdengar. Seorang perempuan berambut soft pink menatap malu-malu ke kamera kemudian mulai buka suara.

"Ah, kupikir dia hebat karena bisa menemukanku," gadis itu menutup bibirnya sesaat untuk menahan tawa, "Dan dia cukup tampan untuk kesan pertama yang kutemukan," ujarnya.

"Apa kau senang akhirnya dia menemukanmu di taman?" suara itu kembali bertanya. Sakura mengangguk dengan senyum simpul terlukis di paras manisnya, "Ya, aku sangat senang."

.

"Jadi apa yang kau inginkan untuk hadiah pernikahan kita?" tanya Sasuke pada Sakura. Gadis itu berpikir sesaat sembari mengangkat wajahnya, menatap langit. Ia kemudian menjentikkan jarinya dan berujar, "Nyanyikan sebuah lagu," sembari tersenyum manis.

Sasuke berpikir sesaat. Setelah dirasa sudah menemukan lagu yang pas, laki-laki bermata onyx itu berdehem sebentar. Ia lalu menggenggam tangan kanan gadis itu dan mulai bernyanyi/

"All I am, all I'll be, everything in this world, all that I'll ever need, is in your eyes, shining at me…" Sasuke menatap kedua emerald di depannya dalam-dalam. Ia merasa perasaan hangat mulai menjalari dadanya. Melihat dua manik viridian yang balas menatapnya itu.

"When you smile I can feel, all my passion unfolding," ibu jari laki-laki itu bergerak mengelus sudut bibir Sakura membuat gadis itu bersemu merah. "Your hand brushes mine, and a thousand sensations seduce me 'cause I," laki-laki itu menggantungkan nyanyiannya. Ia secara tiba-tiba menumpukan salah satu lututnya pada tanah dan menatap wajah Sakura dari bawah, masih tidak melepaskan genggaman tangannya pada gadis itu.

"I do cherish you, for the rest of my life you don't have to think twice, I will love you still, from the depths of my soul," bibir Sasuke menyentuh permukaan punggung tangan Sakura sebentar.

"It's beyond my control, I've waited so long to say this to you, if you're asking do I love you this much, I do…" Sasuke perlahan-lahan mulai berdiri dan memeluk tubuh mungil Sakura.

.

(INTERVIEW)

"Mengapa kau memilih lagu itu dan di akhir lagu kau memeluknya?" Sasuke mengelus tengkuknya sebentar dan tersenyum canggung. Ia kemudian mendesah sesaat.

"Ah, karena lagu itu memiliki arti yang bagus kurasa. Lagu yang cocok saat kau akhirnya bisa menemukan istrimu. Dan untuk pelukan itu, aku hanya ingin mempertegas bahwa aku akan menyayanginya mulai hari ini," ucap Sasuke sambil meyunggingkan senyuman, berusaha menutupi perasaan malunya.

.

Setelah beberapa saat pelukan mereka pun merenggang dan akhirnya terlepas. Perasaan canggung sedikit melingkupi mereka hingga akhirnya Sasuke mencubit kedua pipi Sakura, "Kalau begitu sekarang giliranmu memberikanku hadiah," ia melepas cubitan itu. Diambilnya topi yang sedari tadi melekat di kepala ravennya dan memasangkan topi tersebut ke kepala Sakura.

Gadis itu menggembungkan pipinya sesaat, pura-pura sebal atas perlakuan Sasuke. "Sasuke-kun mau apa?" tanyanya.

Sasuke menyeringai jahil. Ia lalu menyeret gadis bermata emerald itu ke sepasang ayunan yang ada di dekat mereka. Didudukannya gadis itu di salah satu ayunan, sementara ia di ayunan yang satunya lagi.

Tangan kanan Sasuke menyaut tangan kiri Sakura dan menggenggamnya. "Katakan apa yang akan kau lakukan untuk pernikahan kita ke depan sambil kita bermain ayunan ini," tiba-tiba kedua ayunan itu sudah mengayun ke atas dan kemudian ke bawah secara berulang-ulang.

Sakura tertawa pelan, "Aku akan menjaga Sasuke dan mencintainya selamanya," ucap gadis itu dengan nada biasa. Sasuke yang merasa tidak puas meminta Sakura untuk berteriak.

"Aku akan menjaga Sasuke dan mencintainya selamanya," Sakura menaikan volume suaranya satu tingkat. Sasuke tampak menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kurang keras!" teriaknya.

Sakura mengambil nafas banyak-banyak lalu, "AKU AKAN MENJAGA SASUKE DAN MENCINTAINYA SELAMANYA."

Sasuke menyeringai kecil. Ia mengelus punggung tangan yang ia genggam dengan ibu jarinya membuat gadis itu menoleh ke arah Sasuke dan tersenyum malu dengan dua pipi memerah padanya.

.

(INTERVIEW)

"Bagaimana perasaanmu saat meneriakkan kata-kata itu?" Sakura yang diberi pertanyaan itu tertawa kecil dengan kedua mata menyipit.

"Aku merasa sedikit malu karena saat teriakan kedua orang-orang mulai berdatangan dan melihat kami, belum lagi Sasuke-kun sedang menggenggam tanganku," ucap gadis itu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan dan menunduk, agaknya benar-benar malu.

.

EPI

SODE

#1

END

.

A/N:

Ah, ya ampun, saya gak ngerti harus ngomong apa lihat tanggapan readers dan agak sedikit shock karena ini adalah multichap pertama saya dan lagi saya bukan orang yang pandai bikin sesuatu yang romantis. Ya ampuuuun saya bener-bener ambil resiko ini #hajar tapi saya benar-benar mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya untuk semua yang sudah mau men-support saya, memberikan sedikit perbaikan penulisan, dan yang meminta saya untuk update kilat. Huhu saya benar-benar terharu… T_T

Oh ya apa ada readers yang bingung dengan gaya penulisan ini?._. Jika ada bisa langsung bertanya di review, akan saya jelaskan nantinya^^

Dan mohon kritikan untuk episode pertama ini. Saya merasa sedikit kurang sreg saat membuat scene romance-nya. Berulang kali saya ketik, hapus, ketik, hapus #efek grogi._.v dan di sini sepertinya Sasuke terlalu menye ya ;_;

Oh ya untuk semua review tidak login akan saya balas di sini^^ dan untuk yang login saya balas via PM khukhu~

Uchiha Athena: harus bagus, harus lawak, harus manis… saya akan berusaha ya (^_^)/ heheh terimakasih supportnya, ngomong-ngomong suka pasangan siapa di WGM? Saya khuntoria lho hehehe :D

Xiao ji: iya suka Korea, tapi hanya musik dan beberapa variety shownya :D yap! Betul sekali WGM milik stasiun TV MBC^^

hime hime chan: iya saya lanjutkan (^^)/ tapi gomen ne kalo tidak memuaskan (;/\;)

hiruma hikari: iya ini sudah diupdate :) review lagi ya, tolong beritahu mana saja yang kurang dan perlu perbaikan hehehe

Mizumi UchiHaruno: terimakasih ya dukungannya^^ semoga episode 1 ini bisa membayar reviewmu yang menyemangati aku *kedip-kedip x3

Dhe: waduh, apa ini sudah sesuai dengan permintaan atau belum ya? kalau belum akan saya usahakan… karena agak rumit juga untuk membuat berbagai POV heheh gomen ne (/\)

R'fee: terimakasih dukungannya, saya benar-benar berterimakasih. Iya, saya akan semangat! Yosh!^^/

Justreader: ini sudah diupdate :D episode 1 ini bagaimana ya? apakah kurang feel? T_T

Lrynch Fruhling: ini sudah diupdate, terimakasih sekali ya penjelasannya sangat membantu :) dan chapter ini apakah ada yang perlu diperbaiki? Saya kadang suka lupa cara penulisan yang benar hehehe… oh ya maksud kini dan tengah menurut saya itu, kini menerangkan sekarang dan tengah menerangkan sedang :D jadi semisal ia kini tengah berduka maksudnya ia sekarang sedang berduka, apa salah?._. Saya belum begitu paham penulisan EYD hehehe. Mohon bantuannya ya (^^)/

Oke, selesai^^ dan duh saya bener-bener makin gak enak semisal episode 1 ini tidak begitu memuaskan, dan apa ini terlalu panjang?

Mohon kritik, saran, perbaikan minna~ :3 dan maaf sebesar-besarnya bila kurang memuaskan T_T serta untuk typo yang bertebaran!

REV

IEW