Chapter 2: Poor Kisame is update now!

Warning: Makin gaje, typo berserakan, kependekan, dll.

.

HAPPY READING!

.

"Zzz…"

Begitulah suara para anggota Akatsuki yang mewarnai malam kelam ini. Tampak mereka semua tertidur pulas terbuai di alam mimpi mereka masing- masing kecuali Kisame yang terbangun akibat rasa dahaganya. Sesekali ia melirik kearah partnernya, Itachi, yang sedang tertidur pulas. Ia ingin membangunkannya untuk menemaninya, namun ia juga tidak tega membangunkannya.

Dengan langkah gontai, Kisame keluar dari kamarnya dan mengambil segelas air dari dalam kulkas. Ia meneguknya hingga habis tak bersisa. Ia meletakan gelas ke meja dan hendak kembali ke kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya dan alangkah kagetnya melihat Itachi tak ada diranjangnya.

"JELGERRRR!"

Bersamaan itu, tiba- tiba suara petir terdengar dari luar markas, menandakan akan terjadi hujan. Dan benar saja, hujan pun mulai mengguyur permukaan bumi.

"Hiks..hikss…"

Samar- samar, Kisame mendengar seperti ada suara tangisan dari arah pojok ranjangnya. Ia memberanikan diri mendekati asal suara itu dan samar- samar terlihat sosok seperti Itachi yang sedang menenggelamkan kepanya diantara kedua dengkulnya. Kisame menyentuh pundak 'Itachi'. Sosok itu segera mendongak kearah Kisame. Dengan bantuan cahaya kilat, Kisame dengan jelas dapat melihat wajah sosok di depannya itu.

Ingin rasanya Kisame berteriak, namun entah mengapa ia tak bisa. Alangkah kagetnya ketika ia melihat wajah sosok itu RATA. "KYAAAA!" akhirnya Kisame pun bisa teriak sehingga berhasil membangunkan tetangganya, Sasori dan Deidara. Sasori dan Deidara segera berlarian kearah kamar Kisame dan Itachi untuk memastikan apa mereka baik- baik saja, namun…

'Sial! Pintunya terkunci!' umpat Sasori dalam hati. Namun ia tak kehabisan akal. Dengan itu, ia memanggil kugutsunya untuk mendobrak pintu itu. Dengan sekali dobrakan kuat kugutsu Sasori, pintu terbuka dan terlihatlah Kisame yang sedang terengah- engah mengatur napasnya akibat teriakannya tadi. Sasori segera mendekati Kisame yang sedang shock itu lalu berkata," Kis! Kamu kenapa?"

"I-itachi.."

"Kenapa dengan Itachi, un?" Tanya Deidara.

"Di- dipojok…" sambung Kisame sambil tergagap. Segera saja Deidara melihat kearah pojokan dan ia tak melihat apapun, kecuali sebuah…Surat? Ia memungut surat itu dan kembali menghampiri Sasori dan Deidara.

"Ini. Aku temukan dekat pojokan tadi, memang Itachi dimana, un?" Tanya Deidara sembari memberikan sebuah surat yang baru dipungutnya tadi. Kisame hanya menggeleng. Sasori menerima surat itu dan mulai membacanya.

.

From: xxxxxx

To: Akatsuki.

"Wahai para Akatsuki, kalian harus cepat menemukan sepasang cincin. Kalian akan diberi waktu 7 hari. Jika 7 hari itu kalian tak menemukannya, maka roh yang ada di markas ini akan meneror kalian selama belum bisa mencarinya. Kalian tak akan pernah bisa keluar dari markas ini jika kalian belum menemukannya, karena markas ini sudah disegel. Petunjuk tentang cincin itu ada didalam surat yang diterima oleh ketua kalian."

.

"Glekk!" Sasori, Kisame, dan Deidara menelan ludah.

"Itachi dimana, un?" Tanya Deidara sekali lagi. Tiba- tiba…

TBC TO CHAPT 3!

Notes: Sorry kalo kependekan, gomen banget ya…(*sembah sujud*), so review if u want…-mata blink blink -