Preview
Tiba tiba ada yang menarik baju piyama tidurku . aku melihat kebawah , jesper . akhirnya dnegan cepat kau menghapus airmata itu lalu jongkok untuk menyamain tinggi kami, jesper memeluk ku erat
"uljimayo , eomma"ujarnya aku mengangguk. Kemudian dia melepaskan pelukannya dari ku kemudian dia memegang pipiku dan menghapus sisa airmata ku , aku mengangguk . entahlah ketika melihat wajah para malaikat kecilku aku merasa semua bebanku terangkat
"eomma, eonni … sakit "ujar jesper . langsung meninggalkan mesin cuci dan menuju kamar jeschel, tentunya dengan jesper yang setia menuntunku kekamarnya .
Benar kata jesper chelsea memang sedang sakit . bahkan dari wajahnya saja sudah memerah. Dan aku duduk di pinggiran kasur lalu mengelus kepala chelsea
"eomma, appo"ujarnya memegang kepalanya aku mengangguk lalu mencoba pelan pelan memijit kepalanya. Aku mencari kain dan mengambil sebaskom kecil air hangat lalu meletakkan di kepalanya.
"eomma,, appa , chelsea ingin bersama appa"ujarnya membuatku bingung harus bagaimana ? aku tau opa baekhyun pasti sangat marah padaku ,akan kejadian kemaren tapi chelsea ingin bersamanya .
"chagi . appa lagi sekolah. Nanti pas pulang appa yang akan menjagamu ne"ujarku tapi dia menggelng lalu memanggil nama appanya terus
"baiklah , eomma akan menghubungi appa,"ujarku akhirnya mengalah lalu menelpon oppa baekhyun,
Telpon itu tersambung, aku hanya meleadspeakerin percakapn itu
"wae, nami –ah ?"
"'…"
"yak ! kenapa kau menelpon ku jika kau tidak ingin bicara "ujarnya terdengar kesal
GreenChuda A.k.a PCYNC new present story
MNMA 'Uri Aegi'
Main Cast : Byun Baekhyun , Nami Chu , others
Genre : Romance , Marriage Life , Angst /? , Abstark
Rate : PG 15 +
Length: Chapter
Typo(s)
This Is Story
.
.
.
.
.
.
.
Ch2:
"yak ! kenapa kau menelpon ku jika kau tidak ingin bicara "ujarnya terdengar kesal
"appa , eonni chelsea sakit . pulanglah ,, eonni ingin bersama appa "
"mana eommamu jes? Tidak bisakah eommamu yang mengurus eonni mu itu ?, aish istri macam apa dia membiarkan annaknya sakit begitu" ujar baekhyun sedikit lebih keras. Aku tidak tau kenapa dia bisa menjadi orang yang suka membentak sekarang . aku langsung mengnonaktifkan speaker itu mendengar cacian oppa baekhyun itu hanya sendiri
"baiklah appa akan pulang , sekarang. Jagalah eonni mu disitu , arraseo"ujar oppa baekhyun. Aku langsung mematikan sambungan itu . kemudian hanya memegang kepalaku .
"eomma, mianhe "ujar chelsea, dia tau jika dia tidak meminta oppa baekhyun untuk bersamanya pasti aku tidak akan dimarahi seperti tadi , aku hanya menggeleng. Sedangkan jesper beranjak lalu mendekatiku dan memelukku.
Sekitar 10 menit kemudian
"yak ,, mana kimchi ku "teriakan dari luar kamar itu terdengar . lalu aku melepaskan pelukan jesper dan pergi keluar tanpa menutup pintu itu lagi. Aku menatapnya nanar
"apa kau tidak punya kaki ? apa aku harus membawakannya padamu? "ujarku kesal sambil terus menatapnya dia mengangguk meremehkan
"memang harus "
Kekesalanku sudah membuncah bahkan sudah satu minggu dia disini membuat hubunganku dengan oppa baekhyun tidak pernah akur. Aku akhirnya mengambilkan kimchi dan air untuknya, setelah memberikan kimchi padanya,
"mana airnya ?"ujarnya , entah siapa yang menggerakkan tanganku yang akhirnya membuat air itu sudah berada di wajahnya , ya aku menyiram nya dengan kasar. Aku sudah muak di perlakukan seperti ini .
Dan pada saat itu pintu apaterment kami terbuka, oppa baekhyun ternyata melihat gelas yang ditanganku lalu wajah jeongna yang sudah basah . tampak raut wajah marah terpancar dari oppa baekhyun, dia berjalan mendekatiku lalu mendorongku sedikit kuat membuatku terjatuh , sedangkan gelas itu sudah pecah. Dan tanganku menekan beberapa pecahan .
"kau ! kenapa kau begitu dengan sepupu ku ? dan apa kau memang benar benar tidak ingin menjadi ibu rumah tangga lagi. bahkan mengurus anak sakit saja kau tidak bisa."suara bentakkan yang paling tinggi yang pernah keluar dari mulut seorang Byun Baekhyun.
"oppa~ aku di siram air oleh eonni nami, sepertinya eonni nami tidak menyukaiku " adunya kepada baekhyun
Aku hanya menunduk karena tidak tau dia akan mengeluarkan emosinya seperti itu. aku menangkat tanganku yang menekan beberapa kepingan kaca itu lalu mencabutku kepingna yang sudah sangat menusuk kedalam. Bahkan darah sudha banyak keluar dari tanganku. Sakit ? memang tapi aku harus kuat didepan mereka . lalu aku tertawa keras membuat jeongna dan baekhyun terdiam . aku sudah lelah dengan tuduhan tidak bermutu yang keluar dari mulut jeongna itu dan aku membela diriku karena memang tidak melakukan yang tertera di tuduhan itu tapi tetap saja aku selalu salah dimata seorang byun baekhyun.
"iya aku, sangat tidak menyukaimu nami-ah. Dan benar selama ini oppa apa yang dibilang oleh nami, semua keburukanku itu . dan iya, benar aku memang belum bisa mengurus jesper dan chelsea sepenuhnya karna mereka sangat bergantung padamu , " ujarku seraya tertawa tapi airmataku juga ikut jatuh
"dan kau tau , aku hanya akan menunjukan sifat baikku padamu . oppa"ujarku lagi lalu berjongkok memunguti kepingan kaca itu , sedangkan jeongna tidak percaya dengan apa yang kubilang. oppa baekhyun diam seribu bahasa mendengar apa yang kukatakan.
Setelah membereskan kepingan itu aku menuju dapur dan terlihat olehku jesper dan chelsea terdiam didepan pintu. Ingin aku memeluk mereka untuk meredakan ketakutan itu tapi aku juga sudah bertingkah bodoh tadi. Sedangkan oppa baekhyun pergi menuju kamarnya dan jeongna juga pergi menuju kamarnya.
Bukannya aku tidak pernah bergaul dengan orang diluar hanya saja kau bergaul lewat sosial media. Selama seminggu penuh ini juga aku belajar home schooling, lewat dari email karena aku yang meminta kepada guru yang mengajarku untuk tidak datang ke rumah. Dan aku juga sering menceritakan semua yang kualami selama seminggu ini
Aku mencuci luka yang penuh darah itu lalu mengambil kapas dan betadine dari p3k dan meletakkanya ditanganku. Kesakitan itu tidak melebihi sakit yang kurasakan didadaku.
Disisi Lain_
Setelah membentak nami seperti itu, baekhyun malah merasa seperti orang yang sangat jahat, bahkan dia sudah tampak acak acakkan. Bukannya hatinya senang bisa mngetahui apa yng dilakukan oleh istrinya tapi dia malah merasa sangat terpukul
"kenapa aku melakukan itu padanya ?"gumannya lalu dia mengambil satu foto mereka berempat, airmatanya tak sanggup di bendung olehnya yang akhirnya jatuh ke pipinya. Dengan cepat dia menjatuhkan foto itu membuat kepingan kaca dari frame foto itu bertebaran dimana mana
Setelah beberapa menit dia tersadar tujuan awal dia pulang akhirnya dia keluar kamarnya dan menuju kamar jeschel. Tapi dia melihat yeoja yang selama ini menjadi belahan jiwanya sedang meringis kesakitan dan tampak banyak bekas airmata dibajunya . walaupun hati kecilnya memberontak ingin segera memeluk yeoja itu tapi badannya malah berkata lain dan akhirnya dia berhasil masuk kekamar jeschel .
Saat dia masuk kekamar itu dia tidak menemukan jesper dan chelsea membuatnya panik . setelah menelurusi kamar dia tidak menemukan jejak jejak jesper dan chelsea lalu dia mencari ke luar
MNMA-Baekhyun
"ada apa oppa?"tanya jeongna yang baru keluar dari kamarnya saat melihat raut khawatir dari wajah oppa baekhyun. Saat melihat raut kekhawatiran itu muncul dengan cepat . aku merasa seperti ada sesuatu yang tidak beres
"jesper dan chelsea tidak ada"
Jesper chelsea? Tidak ada. Aku hanya diam di tempat sedangkan oppa baekhyun bergegas menuju keluar apaterment
"opppa mau kemana ?"tanya nami mengekor kearah oppa baekhyun
"keluar mungkin mereka pergi keluar tadi "ujar baekhyun lalu di ikuti oleh jeong na.. dan pintu itu tertutup, aku menuju kekamar mereka melihat tidak ada satupun tanda tanda mereka
"jesper, chelsea . kalian dimana ?"ujarku pelan tiba tiba terdengar suara pintu dari lemari besar berwarna coklat itu . terlihat aegy ku yang sudah keluar lalu berlari menuju pelukanku
"eomma mianhae" ujar chelsea menangis aku hanya menggelng,
"kau tidak salah apa apa sayang "ujarku , kemudian dia melepaskan pelukannya padaku lalu memegang tanganku yang sudah ku kasih hansaplast.
"apa ini sakit eomma ?"tanya nya aku menggeleng . kemudia chelsea jesper mencium telapak tanganku lalu mengucapkan sesuatu tanpa bersuara .
"kalian sedang apa ?"tanyaku mereka masih fokus dengan apa yang mereka lalukan. Tak berapa lama kemudian mereka mencium pipiku
"kami berdoa semoga tangan eomma cepat disembuhkan oleh tuhan "ujar mereka lalu aku tertawa kecil . tampaknya mereka sudah semakin dewasa. Aku mengelus kepala mereka berdua
"kenapa kalian bersembunyi. Kasian appa kalian mencari kalian "ujarku mereka menggeleng lalu menuntunku menuju tempat tidur dan menyuruh ku tidur
"kami tidak mempunyai appa seperti yang sekarang eomma, appa kami adalah seorang byun baekhyun yang dulu "ujar jesper membuatku terdiam. Mereka lalu tidur dibadanku kiri dan kanan seraya memelukku.
"kami ingin tidur bersama eomma , jangan tinggalin kami disini "ujar chelsea aku hanya menganggk
Tak berapa lama setelah itu mereka tertidur di pelukanku. Aku sangat bersyukurmemiliki dan anak anak seperti mereka. Kemudian aku menutup mataku ..
MNMA-Baekhyun
"kau sepertinya tidak usah tinggal disini dulu. Pergilah .."ujar oppa baekhyun memberikan satu tas besar kepadaku , aku tau itu adalah barang barangku . aku mengangguk dan mengambil tas itu lalu pergi tanpa menoleh , sedangkan jeong na terlihat mengeluarkan senyum kemenanganya . sebelum aku pergi aku menuju kamar jeschel . jesper dan chelsea yang sedang tertidur pulas aku mengelus kepala mereka lalu mencium puncak kepala mereka satu persatu setelah itu aku pergikeluar meninggalkan rumah yang sudah 4 tahun menjadi rumah terindahku.
Aku menuju kebandara lalu memesan tiket untuk kembali kechina . aku ingin menenangkan diri disana. Untuk beberapa waktu Sampai saat nya tiba aku akan kembali , aku sudah menghubungi appa dan eomma ku untuk menjemputku di bandara
MNMA-Baekhyun
Disisi Lain
"eomma, "ujar jesper yang sudah mengelilingi kamar mereka itu untuk mencari keberadaan sang eomma, sedangkan chelsea masih terbaring lemas
Tiba tiba ada yang membuka pintu kamar mereka , menampilkan wajah yang tidak ingin mereka temui saat itu , langsung terduduk dan menjauh saat baekhyun mendekat dengannya. Sedangkan jesper makin terdiam disitu
"apa kalian ingin makan "tanya baekhyun kepada anak anaknya . mereka menggeleng cepat.
"eomma mana "tanya jesper yang mulai memberanikan diri berbicara. Baekhyun hanya diam dan duduk di tepi ranjang mereka
"apa kalian ingin mandi ?"tanya baekhyun mereka menggeleng bersamaan
"kami ingin mandi bersama eomma"ujar jesper , baekhyun meletakkan tangannya di kepala chelsea , hangat. Lalu dia melihat ada baskom di bawah tempat tidur membuat nya sedikit terkejut , ttak lama setelah itu dia mengganti air didalam baskom .dan mengompres kan chelsea lagi
"kenapa ini ada disini ?"tanya baekhyun membuat jesper angkat bicara
"tadi eomma yang memakaikan kompres untuk eonni ." jesper dan chelsea memang kembar tapi berbeda dengan cara ia menyayangi orang tuanya . jesper sangat menyayangi sang eomma sedang kan chelsea menyayangi sang appa.
Baekhyun yang baru sadar akan pernyataan dari jesper lalu mengingat kata katanya pada nami tadi siang "Istri macam apa dia yang tidak bisa mengurus eonni, mu". Itu pasti sakit jika di dengar oleh orangnya langsung
"apa eomma mu mengurus eonni mu tadi jes?"tanya baekhyun kepada jesper, jesper mengangguk cepat
"ne,, hanya saja eonni , ingin appa di sampingnya . bukan mengurusnya "ujar jesper lantang , kata kata jesper melayang di otak baekhyun , hanya ingin appa disampingnya , bukan mengurusnya
"oh iya appa . jesper baru ingat bahwa tadi eomma menyuci pakaian , mesin cucinya belum di matikan lagian pasti pakaian itu sudah kering "ujar jesper , lalu baekhyun keluar dari kamar itu lalu menuju kamar mandi yang tadi di sebutkan . akhirnya baekhyun mematikan mesin cuci dan memindahkan baju yang didalam mesin cuci ke keranjang baju. Alis baekhyun tampak saling menyatu
"kenapa lebih banyak baju jeongna , disiini? Bukankah kata jesper bahwa nami yang mencucinya ?" guman baekhyun lalu dia teringat kembali saat jeongna berbicara seperti ini
"bahkan eonni menyuruhku untuk mencuci semua pakaian oppa , eonni dan anak anak " . setelah setelah menjemur baekhyun pergi menuju dapur melihat semangkuk kimchi masih utuh mungkin karena tadi sedikit kemasukkan air. , baekhyun yang penasaran lalu mencoba menyicipi kimchi itu.
"kimchi ini terasa seperti kimchi yang sering di buatkan oleh nami untukku "gumannya
Tak berapa lama kemudian jesper dan chelsea yang sudah tampak semngat mengelilingi rumah sambil memanggil "eomma" membuat konsentrasi jeongna buyar karena kebisingin suara mereka itu .
"yak eomma kalian sudah pergi bisakah kalian diam "bentak jeongna kepada anak anak itu membuat baekhyun juga terkejut akan hal itu. dengan cepat jesper dan chelsea pergi menuju kamarnya
MNMA-Baekhyun
"eomma,,, "
"eomma,, jangan tingalin kami .. "
"eomma kalo pergi kenapa tidak membawa kami ?"
Perih . membuat baekhyun yang sedari tadi di balik pintu mereka hanya memegang dadanya, entah kenapa dia merasa sangat sakit jika mendengar tangisan sang anak. Perlahan baekhyun mulai masuk kedalam kamar jeschel lalu melihat mereka yang menangis di pojok menghampiri mereka lalu memeluk mereka berbarengan.
"mianhe , eomma pasti pulang kok . eomma bilang ke appa eomma hanya pergi sebentar "dusta baekhyun membuat isak tangis para anak anaknya itu mulai mereda sedikit demi sedikit
" appa akan membuatkan pasta , kalian mandi lalu kita makan bersama ya, arraseo? "ujar baekhyun seraya menghapus airmata anaknya satu satu . mereka mengangguk
"arraseo appa"ujar mereka berbarengan lalu mengikuti langkah baekhyun menuju kamar mandi.
Baekhyun mengidupkan air hangat untuk mengisi bath up itu , lalu pergi kelemari jesper dan chelsea untuk memilihkan pakaian. Setelah itu dia beranjak keluar menuju dapur untuk membuatkan pasta untuk para anaknya
MNMA-Baekhyun
"mokcha. "ujar baekhyun memerintah para anaknya dan jeongna untuk makan. Mereka hanya mengangguk dan memakan makanan masing masing , walaupun masih takut dengan baekhyun dan jeongna , chelsea jesper mencoba bersikap biasa saja.
"oppa,"ujar jeong na memulai percakapan malam itu , baekhyun hanya mengangguk lalu melirik jeongna sekilas.
"wae?"tanya baekhyun
"besok sahabatku ingin kesini . boleh kan ?"
"sudah berapa kali ku bilang , itu terserah mu"
"apa besok oppa dirumah ?"tanya jeongna . tampak raut berpikir di wajah baekhyun
"molla, "ujar baekhyun , lalu mereka melanjutkan makan tanpa suara , setelah selesai makan baekhyun merapikan meja makan , sedangkan jesper dan chelsea sudah pergi kekamar mereka masing masing.
Sedang kan jeongna setelah selesai makan langsung ngancir kekamarnya , saat ingin membuang sisa makanan ke tong sampah , mata baekhyun terfokus dengan satu hal , kepingan kaca dan ada beberapa bercak darah di kepingan itu.
Baekhyun kemudian kembali tersadar lalu melanjutkan membersihkan rumah , banyak kata kata yang melayang di otaknya. Kata kata yang terlambat dia sadari akan makna kata tersebut
Setelah Ia selesai membersikan rumah dia langsung menuju kamar jeschel terlebih dahul untuk memriksa anak anak itu . ternyata mereka sudah tidur. Lampu tidur sudah terpasang dan lampu utama juga sudah mati akhinya dengan gerakan pelan baekhyun menutup pintu itu lalu segera menuju kekamarnya
Setelah sampai dikamarnya, dia langsung mengganti pakaian lalu menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka lalu pergi menuju tempat tidur nya , dan mematikan lampu kemudian tertidur
Disisi lain -
"eonni, " bisik jesper yang duduk dari tidurnya . ya mereka melakukan akting pira pura tidur saat sang appa melihat mereka tadi, chelsea juga bangun dari tidurnya
"bagaimana jika kita membalas perbuatan aunty itu , "usul jesper chelsea lalu memanjat untuk mengidupkan lampu kamar mereka.
"maksud oppa ?"tanya chelsea yang duduk kembali di samping jesper
"iya oppa ingin , oppa dan eonni membuat aunty itu tidak betah dirumah ini . jesper masih ingin eomma kembali kesini , eonni "ujar jesper sedangkan chelsea yang baru mengerti hanya mengangguk ngangguk mengiyakan,
"besok kita akan buat aunty itu supaya tidak betah di rumah , "ujar mereka lalu mengangguk . setelah itu mereka tidur kembali tanpa mematikan lampu lagi.
TBC
KOAR KOAR AUTHOR :
HOHOHO maklumin ini tulisan tahun lalu ,, iyasih memang sedikit alay ya penulisannya ? lebih ke drama dari pada ke cerita , lebih banyak ke percakapan daripada narasi .. itu kata guruku dulu sih hohoho
ada yang mo tanya tanya ? tentang ff ini silahkan review hm apa lagi ya ? bingung karena gak ada bahan bicaraan ya udah deh sampai jumpa di chapter selanjutnya yaahh ..
sebisa mungkin aku post sampai end biar cepat cepat selesai
salam sayang naca :*
PCYNC
