Kebencian Menjadi Cinta
Chapter II "Terrible early summer"
Disclaimer: Hiro Mashima- Sama tapi fanfic ini punya saya :P
Genre: Romance, School life,
Rated: T
Warning: OOt, Alur gaje, abal-abalan, typo, de el el XD
Hora-hora ketemu sama saya lagi yang gaje ini (?)
sekarang saya lagi fokus-fokusnya nonton jadi maaf updatenya lama /.\
yosh sebelum lanjut chapternya, saya balas reviewnya dulu :3
makasih ya.. reviewers yang selalu review fanfic saya.. :3
The worst creature: dibaca lagi ya.. ada juga jam tidur erza yang berbeda XD
Marianne Gloria: Mungkin aja ya .. heheh, arigatou sobat sudah mau review :3
Himiki-chan: Ya lihat saja nanti, zeref ooc or ga, erza suka sama zeref ya mungkin saja, dan pertanyaanmu tentang tidur sama seperti jawaban saya pada the worst creature, arigatou
Hosh.. selesai juga membalas reviewnya, ngomong-ngomong kasih info ni kalau fanfic ini mungkin diupdate 1 minggu sekali, kalo saya tidak sibuk, hehhe..
ya sekarang mari reading, RnR please, karna itu semangat bagi saya untuk melanjutkan fanfic ini..
So, keep reading, tanpa review mungkin chapter baru ga keluar lhooo XD
Hate To Love Chapter 2
.
L
O
A
D
I
N
G
.
"Hidupmu sulit ya nak" Balas Lady yang tersentuh mendengarnya.
"Ya sensei tapi mau gimana lagi.. jalani aja, terkadang juga hanya tidur 3 jam karna aku membuat cake" Ucap Erza seraya tersenyum.
"Sugoii.. kalo kamu mau.. kamu bisa kerja sama sensei & tinggal sama sensei" Tawar Lady.
"Wah.. kerja apa sensei?" Tanya Erza yang tertarik dengan tawaran Lady.
"Kerja ngajarin anak sensei yang umurnya sepantaran denganmu" Jawab Lady.
"Ya sensei.. aku usahain.. tapi.." Kata Erza terbata ragu.
"Tapi apa nak?" Tanya Lady memastikan.
"Gimana dengan anak-anak les privatku..? mereka memerlukanku" Jawab Erza menunduk.
"Les di rumah sensei aja Erza" Balas Lady tersenyum.
"Yang bener sensei?" Tanya Erza, Lady hanya mengangguk.
"Yes.. arigatou sensei.. sensei memang T.O.P.B.G.T (?)" Seru Erza senang.
"Doita Erza" Jawab Lady.
"Eh.. sensei ngomong-ngomong anak sensei itu cewek atau cowok?" Tanya Erza.
"Cowok" Jawab Lady singkat.
"Pasti mirip sensei, baik" Balas Erza tersenyum tipis.
"Dia seperti ayahnya yang sudah meninggal. Suka tidur, keras kepala, cuek, namun sebetulnya anak sensei pintar, baik tapi entah kenapa dia berubah" Jelas Lady lalu menundukkan kepalanya.
"Maa.. maaf sensei, jadi buat sensei sedih.. aku akan berusaha buat anak sensei berubah" Seru Erza yang menyemangati Lady.
"Ya.. makasih Erza.. besok kan minggu jadi kamu bisa pindah ke rumah sensei.. ini alamat rumah sensei" Say Lady sambil menyerahkan kartu namanya.
"Ya sensei.. arigatou" Balas Erza yang menerima kartu nama Lady & membungkuk.
"Doita Erza..." Ujar Lady sambil tersenyum.
"Ya.. udah sensei Erza masuk dulu ya.. mau makan" Ucap Erza undur diri.
"Iya sensei tunggu ya.." Balas Lady.
"Yup sensei" Ujar Erza lalu meninggalkan ruangan Lady.
"Semoga kamu bisa merubah sifatnya nak Erza.." Gumam Lady di ruangannya.
Sedangkan Erza berpikir "Sifat anak sensei berlawanan ya" kemudian berlari menuju ke kelas. Sesampainya Erza di kelas, "Jellal mau ya jadi pacarku" Kata cewek ganjen (?) yang menyukai Jellal.
"Jellal milikku" Keluh wanita lain.
"Ahh.. Jellal kun punyaku" begitulah kata-kata kakak kelas yang menyukai Jellal yang berkerumunan di sekitar Jellal.
#Sakit mata author baca bait yang ini (?) -_- lanjut ke cerita#
Jellal adalah anak cowok baru populer di sekolah.. jadi wajar saja.
"Permisii.." Kata Erza menghampiri wanita-wanita yang menghalangi tempat duduknya.
"Saya ingin mengambil tas saya" Sambung Erza.
"Iya.. kamu duduk sama Jellal kun ya? awas saja ambil Jellal kun punyaku" Jawab seorang wanita yang duduk di bangku Erza.
Erza hanya menghela napas besar tak menghiraukan apa yang dikatakan wanita itu & langsung mengambil kotak bekalnya lalu ia berjalan ke bangku Zeref.
"Hashh.. berisik.. pergi kalian semua.. menganggu tidurku saja" Teriak Jellal.
#bagus Jellal kamu memang cman harus duduk sama si rese itu.. * digaplok Erza ma Jellal* lanjuutt#
Wanita yang semula mendekati Jellal langsung hening lalu bubar sedangkan Jellal melanjutkan tidurnya.
Sementara Erza, "Boleh aku makan disini?" Tanya Erza.
"Tentu diterima dengan senang hati"Jawab Zeref.
"Bekal apa Zeref?" Tanya Erza kepo seraya duduk sambil membuka kotak bekalnya sendiri.
"Sushi.. wah cake.. kayaknya enak tu" Jawab Zeref yang melihat kotak bekal Erza yang berisi Cheese Cake Strawberry.
"Mau coba? aku buat sendiri loohh.."Ucap Erza bangga.
"Boleh" Balas Zeref lalu ia mengambil sepotong kecil cake itu lalu ia masukkan ke mulutnya.
"mmmm..~" Zeref yang tertegun sambil menikmati cake Erza.
"Heii.. Zeref.. apa komentarmu?" Tanya Erza.
"Deliciouss~" Puji Zeref ke Erza.
"Hehehe" Tawa kecil Erza yang dipuji.
"Aku mau lagii" Say Zeref yang mulai ketagihan (?).
"Boleh.. ambil aja" Balas Erza lalu ia pun makan.
Sesaat kemudian mereka pun selesai makan, "Ah.. kenyangg" Ucap Zeref sambil memberikan tawa kecilnya dan menyandarkan punggungnya ke kursi.
"Iyaa.." Balas Erza
Bel berbunyi tanda istirahat telah berakhir.
"Dah dulu ya Zeref.." Say Erza yang bangkit dari tempat duduknya lalu ia berdiri.
"Iya Erza" Balas Zeref.
Erza pun duduk dengan Jellal tanpa berkata apapun kemudian membaca bukunya.
"Ay.. ah" Suara ngigau Jellal lemah & pelan.
"Ahh.. ni anak ngigau apaan?" Kata Erza.
Suara ngigau Jellal membuat Erza penasaran.
"Ngigau apa sih" Sambung Erza lagi lalu mendekatkan telinganya ke Jellal.
"Ya.. dia ga ngigau lagii.. padahal aku pengen tau" Gerutu Erza kemudian ia membaca buku lagi.
Kemudian Jellal terbangun & mengucek matanya.
"Ahh.. tidur mulu kamu pemalas" Say Erza.
"Mauku.. dasar berisik" Balas Jellal.
"Dasar pemalas... aku benci pemalas.." Keluh Erza kesal.
"Aku benci berisik" Balas Jellal kemudian ia keluar kelas.
"Dasarr baka~.. uhh.. menyebalkan" Ucap Erza kesal.
Sampai pelajaran berganti, dan bel berbunyi tanda pulang pun Jellal masih belum muncul di dalam kelas, "Tu anak belum balik juga.. nyusahin amat sih" Say Erza yang sekarang sendirian di kelas karna satu masalah.
"Hei nona kami sudah mau kunci pintunya" Ujar Satpam yang berada di depan pintu.
"Ah.. iya deh.. untuk terakhir kalinya" Say Erza sendiri lalu mengambil tas Jellal lalu keluar.
Erza pun duduk di kursi taman & berkata "Ni anak bawa apaan.. ringan banget".
Kemudian Erza membongkar tas Jellal & melihat isi tas itu sambil berkata "Cuman bawa buku tulis sama jaket doang.. dasar gimana bisa maju".
"Ahh.. apa ini" sambung Erza sambil memegang sebuah pigura.
"I..in.. ini little Jellal .. hhahaha.. lucu tu anak pemalas" Tawa Erza.
"Hei.. tasku.. jangan dibongkar harta yang ada di tasku dong.. ressee.." Say Jellal yang tiba-tiba datang & merampas tasnya dari Erza dengan kasar.
"Ya.. dasar cowok jelek,nyebelin.. udah aku ambilin biar ga kekunci.. malah aku dibilang rese.. dasar" Balas Erza lalu bangkit dari kursi taman & mengambil langkah pertama (?).
"Tunggu" Ujar Jellal seraya menarik tangan Erza.
"Apa?" Tanya Erza ketusnya.
"Makasih" Jawab Jellal kemudian melepaskan tangan Erza lalu out. (Author dimeteor sama Jellal XD)
"Eh.. hah.. dasar anak aneh" Ujar Erza mengernyitkan dahinya lalu pulang.
Keesokkan harinya, minggu, satu hari setelah musim semi berakhir "Uh.. untung aja aku udah kasi tahu anak-anak privat, udah pindah, kalo ga, pasti mereka pada kesini, untung aja ni hari minggu" Ucap Erza sendiri yang membereskan barangnya bersiap-siap untuk pindah.
Tiba-tiba "tritt-tritt..." Suara mobil angkutan yang berada di depan rumah Erza. Kemudian Erza pun keluar.
"Permisi.. benar ini rumah mbak Erza?" Tanya seorang petugas paruh baya berada di mobil itu.
"Iya saya sendiri..." Jawab Erza.
"Ini mbak.. saya ditugaskan oleh nyonya Lady untuk mengantar kepindahan mbak" Balas petugas itu.
"Owh.. iya saya sudah membereskannya.. tinggal dibawa saja" Say Erza.
"Baik mbak..."Jawab petugas itu kemudian mengangkat semua barang Erza naik ke mobil pemindahan.
Sementara Erza masuk ke sebuah ruangan "Mom, dad aku akan pergi.. aku akan jaga diri baik-baik.. kalau ada waktu aku pasti kesini.. Jadi mom dad jangan khawatir" Ucap Erza duduk sendiri di kamar orang tuanya yang sudah lama meninggal.
"Aku janji mom.. dad.." Sambung Erza.
"Mbakk.."Ucap petugas pemindahan yang mengangkut barang-barang Erza sambil mengetuk pintu.
"Kami sudah selesai mbak" Sambung petugas itu.
"Iya sebentar lagi.. kalian tunggu saja diluar" Balas Erza.
"Baik. mbak" Jawab petugas itu lalu menunggu di luar.
"Mom.. dad jaga diri baik-baik.. Erza pergi dulu" Sambung Erza kemudian keluar dan mengunci pintu rumah itu.
"Ayo kita berangkat" Say Erza yang selesai.
"Iya mbak.." Balas petugas itu.
Mereka pun berangkat, dalam perjalanan, Erza hanya melihat sekitar, sesekali ia mengusap keringat di keningnya, karna sedang dalam musim panas.
"Bentar pak.. berhenti" Ucap Erza yang melihat sesuatu dan membuat mobil ngerem mendadak.
"Kenapa mbak? saya jadi mengerem mendadak" Balas petugas itu.
Erza yang tak memperdulikan ucapan petugas itu & langsung keluar mobil lalu menghampiri seseorang lalu berkata "Dasar bodoh... beraninya ganggu ibu-ibu lawan aku".
"Anak cewek kurang ajar" Balas seorang pria mungkin berkepala 3 itu yang ternyata preman yang memaksa ibu-ibu.
"Kalau berani lawan aku.. walau kau lebih tua dariku.. tapi sifatmu menjijikkan" Keluh Erza yang membuat sang preman naik darah.
"Sinii.. biaar ku beri pelajaran kau bocah.." Balas preman itu kemudian menghajar Erza.
Lima menit kemudian, "Kau jangan berani-berani disini sekarang ini wilayahku" Gertak Erza.
"Ba.. baik.." Balas preman itu lalu terkabur-kabur melawan Erza alias kalah telak.
"I.. ibu... eh.. Lady sensei" Ucap Erza berbicara kepada wanita yang disergap oleh preman itu yang ternyata Lady.
"Wah Erza kok kamu ada disini.. bukannya kamu mau pindah" Balas Lady kebingungan.
"Iya ni sensei.. kebetulan lewat sini.. sensei kok bisa dicegat sama preman sih?" Tanya Erza.
"Ga tau tiba-tiba langsung dicegat sama preman tadi.. untung ada kamu Erza" Jawab Lady tersenyum.
"Iya sensei tapi sensei ga kenapa-napa kan? sensei mau kemana?" Tanya Erza khawatir.
"Iya ga kenapa-napa,, ini habis belanja" Jawab Lady yang memperlihatkan banyak belanjaannya.
"Owh.. ya udah sekalian aja pulang pakai mobil pindah" Ajak Erza.
"Iya.. nak" Terima Lady, mereka pun berjalan menuju mobil itu.
"Sensei duduk di dalam bareng petugas aja.. aku sama barang-barang pick up" Ujar Erza.
"Sensei ga mau" Balas Lady.
"Nee.. kenapa sensei?" Tanya Erza.
"Kamu aja yang di dalam... " Jawab Lady.
"Sensei lebih tua dariku jadi sensei di dalam aja" Balas Erza lalu naik ke belakang pick up.
Lady pun ikut naik sambil meletakkan belanjaannya.
"Lanjut pak" Perintah Lady.
"Eh tunggu pak.. sensei kenapa jadi ikutan? Udaranya panas, takutnya sensei sakit" Ucap Erza khawatir.
"Ga kenapa-napa sensei kuat kok" Balas Lady sambil tertawa lebar
"Iya deh.." Nyerahh Erza.
"Ne sensei biar ga kepanasan" Sambung Erza sambil meletakkan jaket yang dipakainya ke bahu Lady.
"Trus kamu?" Tanya Lady.
"Gpp sensei.." Jawab Erza.
"Iya deh.. ngomong-ngomong kamu hebat tadi nak" Puji Lady.
"Ah... sensei biasa aja.. hehehe" Balas Erza rendah diri.
"Belajar dari mana nak?" Tanya Lady.
"Ayah.. dulu ayah selalu ajarin Erza belajar & bela diri karena kata ayah itu buat jaga diri jika kita kesusahan" Jawab Erza.
"Owh... begitu pasti orang tuamu bangga nak" Balas Lady.
"Ya sensei.."Ucap Erza sambil memandang langit biru itu.
"Pasti orang tuaku melihat diriku di atas sana kan, sensei" Sambung Erza.
"Pasti nak" Jawab Lady sambil mengelus rambut Erza.
"Makasih sensei" Balas Erza sambil memeluk Lady.
"Ah.. iya nak.." Balas Lady memeluk anak perempuan berambut scarlet itu.
"Ya sudah.. kita sudah sampai.. yuk turun.." Ajak Lady lalu turun.
"Iya sensei" Jawab Erza turun dari mobil dilihatnya rumah komplek bertingkat 2 di hadapannya.
Lady pun membuka pintu & "pak turunkan di depan kamar itu saja" Perintahnya sambil menunjuk kamar itu.
"Baik" Ucap petugas itu, lalu mulai mengangkat barang-barang Erza.
"Ayo Erza masuk.. Erza duduk aja pasti capek" Ajak Lady.
"Ga apa-apa sensei.. Erza masih muda.. masih kuat.. sensei aja yang istirahat" Balas Erza.
"Ya sudah.. ini minum dulu.. sensei masih banyak urusan Erza jadi ga bisa istirahat" Ucap Lady sambil menyerahkan segelas air minum.
"Ya.. makasih sensei" Lalu Erza pun minum.
"Ma.. kenapa ribut sekali" Gerutu seseorang yang turun dari lantai 2.
Erza yang melihatnya langsung mengeluarkan semua air yang ada di dalam mulutnya.
Serentak Erza & orang itu berkata hal yang sama "KAU"
~To be continued..~
