[[FF YunJae] YAOI| M| MPreg| Threeshoot|Chapter 2|"Eksperimen! How to Make Little Changmin"]
Main Cast: Yunjae & 2Min Yoochun dan Junsu. Other cast.
Gendre: Drama & Romance
Rate: M
Leght: 2/3
Warning:
Typo(ss), EYD berantakan. Bahasa me'kladuk'kan(?)
YAOI(boysxboys)
By:
Author: RedBalloons5
(a/n: maafkan Red_B bila mempunyai ide yang sama persis. Tapi cerita ini bukan hasil palgiat. Sungguh. Red_B membuatnya langsung dengan kerja keras. Jika saja ada yang menganggap Red_B plagiator. Katakan langsung. Caci maki diterima. Kritik dan saran adalah cinta readers pada Red_B) B)
.
.
.
"Appo.. Yunnie appo." Jaejoong masih belum berhenti merintih. Walaupun sudah 30 menit berlalu sejak obat peredam rasa sakit masuk dalam tubuhnya melalui suntikan.
Yunho begitu tersiksa melihat Jaejoong. "Sabar sayang. Nanti sakitnya pasti akan hilang." Yunho menguatkan Jaejoong dengan mengelusi perutnya sayang. Menatap dua buah bola mata yang berkilat-kilat bak manik mutiara hitam yang berkilauan.
"Yunnie. Jonggie ingin tidur dipeluk Yunnie.." Manja Jaejoong menarik-narik ujung kaos Yunho.
Puppy eyes attack yang di lancarkan Jaejoong hampir meluluhkan Yunho. Menghasilkan ringisan tak tega dari sang suami.
Yunho mengedarkan pandangannya ke sekitar dimana para suster dan dokter terlihat berlalu lalang. Pasien-pasien darurat sedang terbaring lemah di atas ranjang. Pula keriuhan entah kepanikan atau kesedihan dari keluarga pasien.
Yunho mengela napas. Menimbang apa yang harus ia lakukan.
"Jae. Istirahatlah. Yunnie akan menjaga Jonggie disini." Senyum tulus Yunho meyakinkan Jaejoong.
'Tidak' bukan kata yang tepat untuk menolak permintaan Jaejoong sekarang.
Yunho bukannya menolak secara penuh. Hanya saja keadaannya yang memang tidak memungkinkan saat ini.
Jaejoong seolah tak mengerti. Berakhir dengan Jaejoong memalingkan wajahnya mengambek dan alhasil ambekannya tak membuahkan hasil.
Yunho bahkan pergi meninggalkannya sendirian. Walaupun tanpa lupa meninggalkan kecupan di kening sang kekasih.
"BERUANG PABOOOO!" lantang teriakan Jaejoong membuat fokus perhatian orang-orang di ruang perawatan tak terkecuali tukang sapu tertuju padanya.
Jaejoong menangis memegangi perutnya yang sudah terasa lebih baik. "Hiks.. Yunnie Jahat.."
"HYUNG!"
Gema suara teriakkan itu kembali membuat ruangan menjadi makin kacau. Seorang namja dengan tutup kecap di tangannya berlari kesetanan ke arah Jaejoong.
Begitu menerima telepon dari Yunho, ia langsung melesat secepat kilat ke rumah sakit. Ingin melihat langsung keadaan Hyungnya yang katanya baik-baik saja.
Lupa dengan acara memasaknya,
Terlebih lupa jika digengamannya masih ada tutup botol kecap asin.
"Hyungie Waeguraeyo?" Namja berambut biru itu panik meneliti tiap inchi tubuh Jaejoong dari ujung ke ujung. Mencari letak sumber kesakitan sang Hyung tercinta.
"Appo Su-ie yah.." Aku Jaejoong pada dongsaengnya dan mengelusi perutnya agar Junsu tahu dimana letak rasa sakit itu muncul.
"Wae? Kenapa bisa sakit? itu bukan sakit yang parah kan? bukan kanker kan Hyung? Hyunggie~" Parno*paranoid* Junsu. Ia membuka kaos Jaejoong, hingga mempertontonkan kulit putih mulus Jaejoong dengan pusarnya yang imut berada tepat di tengah-tengahnya.
Perut itu bergerak naik turun seirama dengan tarikan napas Jaejoong. Kontaksi otot-otot diafragmanya mengalirkan udara lebih banyak menuju paru-parunya.
Junsu mengelusinya dan menutup mata, selayaknya bisa melihat memalui mata batin apa yang ada di dalam perut rata itu. Menerka dan menyimpulkan sepihak dari gejala-gejala yang dirasakan Hyungnya. Dan jelas Ia mengingat-ingat kejadian 4 hari lalu, ketika teman lamanya meninggal karena kanker rahim yang gejala awalnya adalah sakit perut berlebihan. Mengaitkannya dan menarik hipotesis. Bahwa Mungkin sakitnya sama seperti yang Jaejoong rasakan.
"Hyunggie." Junsu memeluk erat Hyungnya dengan air mata yang mengalir deras. Rasa bersalah dan sedihnya beraduk-aduk jadi satu. Ia benar-benar tak mau, tidak akan pernah mau jika hyungnya yang paling ia sayangi akan segera meninggalkannya dengan cara seperti itu. ia belum siap jika nanti tiba-tiba saja Hyungnya meninggal. Jaejoong belum melihat Junsu menikah. Junsu tak akan pernah rela.
Tubuhnya terasa tercekik dan paru-parunya sangat sesak. "Su-ie, Hyung tidak bisa bernapas." Jaejoong mendorong tubuh Junsu untuk melepaskan pelukannya, namun berakhir dengan sebaliknya. Junsu bahkan mengeratkan pelukannya kian kuat.
"Hyungie. Jangan tinggalkan Su-ie. Hiks Huweee.." Tangis meraung-raung Junsu, tak salah menciptakan kerut iba bagi orang yang melihatnya.
Seorang keluarga pasien di ranjang sebelah berbisik pada keluarganya yang lain. "Mungkin usianya tinggal beberapa bulan lagi. Kasihan sekali."
.
.
.
Yunho berjalan dengan wajah kusut menunduk selepas bertemu dengan dokter.
Ia tak habis pikir kenapa Dokter Choi memberitakan hal buruk menimpa istrinya dan seketika meluluh lantakkan masa depan yang baru saja hendak Yunho bangun bersama istri cantiknya.
"Hyungie. Jangan tinggalkan Su-ie. Hiks Huweee.."
"Appo Su-ie yah.."
"Su-ie, Hyung tidak bisa bernapas."
Mendengar keluhan, Yunho menoleh ke sumber suara.
Mendapati istrinya sedang berteriak-teriak kesakitan.
Yunho berlari menghampiri Jaejoong. Melihat sesosok tubuh tengah tengkurap menindih tubuh Jaejoong. Seseorang dengan celemek unggu bunga-bunga yang masih melekat indah ditubuh kecilnya.
Ia ikut meringis melihat Jaejoong yang mencoba melepaskan keratan namja yang sedang asik menangis meraung-raung.
"Su-ie. Lepaskan Hyungie. Appo Junsu-ah." Jaejoong masih berusaha sekuat tenaga lepas dari Junsu.
Yunho menarik lengan Junsu. "Su-ie. Lepaskan Jaejoong."
"Andwee~ Su-ie tak mau kehilangan Hyungie. Hyung tidak boleh mati secepat itu." Tolak Junsu mentah-mentah. Tetap saja membasahi baju Jaejoong dengan air matanya dan menenggelamkan kepalanya di dada sang Hyung.
Yunho dan Jaejoong saling balas menatap. Tahu apa yang sudah ditafsirkan Junsu.
MATI?
NUGU?
"Su-ie..Jaejoong hanya terkena diare."
"MWO?!"
.
.
.
"Hyung. Sebaiknya Hyung lebih mengurangi intensitas bermain kalian…
…Selain karena memang Jaejoong hyung salah makan. Kadar antibodi tubuhnya yang menurun drastis akibat kelelahan juga salah satu faktor Jae-hyung mengalami diare…
…Satu lagi…
…aku menemukan banyak sekali cairan semen*sperma* di dalam Jae-hyung.
Yak..HYUNG MAU MEMBUNUH ISTRIMU?!"
Kata-kata amukan Minho di rumah sakit mengiang-ngiang terus di telinganya hingga kini. Ditambah geblakkan meja yang ditunjukan Minho membuat Yunho kian tecangang. Apakah separah itu perbuatannya?
Ia salah menerapkan strategi. Jika rencana menciptakan anak hanya akan membuatnya kehilangan Jaejoong, sebaiknya ia memikirkan ulang cara agar ia berhasil membuat Jaejoong hamil.
Yunho menoleh ke Jaejoong yang sedang tertidur pulas di pelukannya. Napasnya yang teratur menunjukan betapa lelapnya ia di dalam tidurnya.
Sepulang mereka dari rumah sakit. Jaejoong memohon agar Yunho libur beberapa hari untuk menemaninya di rumah. Manja sekali. Walaupun harus dengan merengek-rengek sebab mengingat Yunho punya pekerjaan yang sangat banyak di kantor. Ia Derektur. Setidaknyanya ia harus menjadi contoh bagi anak buahnya.
Namun sakit yang diderita Jaejoong juga akibat kesalahannya juga. Jadi apa mau di kata. Yunho berkewajiban untuk mempertanggungjawabakannya.
.
.
.
Di dalam remang-remangnya kamar Yunjae. Tubuh tak berbalut selimut Yunho dan Jaejoong sedang terbaring melekat. Tangan kanan Yunho menjadi bantalan kepala Jaejoong yang sudah menutup matanya. Sedangkan Yunho masih setia manjaga malaikatnya. Memperhatikan wajah sang pujaan hati yang amat cantik dimatanya.
Sebuah rencana licik melintas dipikiran Yunho, menciptakan seulas senyuman evil.
Fuhhh..
Yunho meniup helaian bulu mata lentik Jaejoong.
Terganggu tidurnya. Jaejoong mengerang dan menggeliat. Mengubah posisinya makin merapat pada Yunho. Kakinya yang semula berada di samping kaki Yunho berubah posisi menindih perut Yunho.
Yunho menutup mulut dengan tangan lalu terkikik oleh ulahnya sendiri, juga akibat tingkah lucu Jaejoong yang sedang menghisap-hisap jempol kanannya.
Liur Jaejoong yang membasahi jemarinya.
Bergerak sesuai dengan irama isapan dan genjotan Jaejoong. Naik turun. Naik Turun. Licin dan mengiurkan.
Slurppp
Bibir plum itu menghisap dengan begitu kuat dan ketat.
Ahhh…
Fantasi Yunho mendadak berubah liar.
Bagaimana jika jempol itu berubah menjadi…
.
.
.
Ahhh…
Fantasi Yunho berubah liar.
Bagaimana jika jempol itu berubah menjadi…
"Andwee~"
Yunho mengultimatum dirinya. Sekuat tenaga menahan agar akal sehatnya tetap berjalan lurus.
Meskipun tubuhnya sudah berkelok-kelok. Terbukti dengan kerasnya sesuatu di bawah sana. Membuat celananya mengembung seperti balon yang baru saja usai ditiup.
Huhh..
Hahh..
Huhh..
Yunho mangap-mangap coba mengatur napasnya agar stabil.
Sekaligus untuk menguragi panas dan detak jantungnya yang mulai berdetak bak tetabuhan genderang perang.
Tidak boleh. Tidak boleh.
Ingat pesan si mata kodok. Puasa setidaknya minimal hingga Jaejoong sembuh. 1 minggu. Hanya 1 minggu my little Yunnie.
Sabar nak.
Yunho mengelusi bagian bawahnya yang sudah berkedut-kedut mengamuk minta di bebaskan.
Ya Tuhan sesungguhnya Yunho bukan namja yang kuat. Hanya saja demi kelangsungan masa depannya, ia harus menguatkan diri dan lebih bersabar.
Jaejoong pasti sembuh. Jaejoong akan secepatnya sembuh untukmu my little Yunnie.
"bear.. ahhhh.." Dalam mimpinya Jaejoong tiba-tiba mendesah. Tubuh bagian bawah Jaejoong bergesek-gesekan langsung dengan little Yunnie Yunho menciptakan rasa terbakar pada bagian bawah perutnya. Membuat Yunho harus mengeratkan giginya. Sekuat tenaga menahan hasrat dan gairahnya yang sedang menuju puncak.
Yunho dengan sangat hati-hati melepaskan pelukkan Jaejoong.
Mulai dari tangannya lalu kakinya. Yunho harus mengeratkan matanya untuk tak melihat tubuh erotis Jaejoong yang bergerak-gerak seolah mengodanya.
Setelah Yunho merasa bebas.
Ia lantas sekuat tenaga melesat kesetanan menuju kamar mandi.
Brakkk..
Pintu kamar mandi terbanting dengan keras.
Sedetik kemudian terdengar alunan erangan dan desahan kenikmatan Yunho.
Tak tahu jika Jaejoong sekarang sedang tertawa terbahak-bahak. Merasa menang telah mempermainkan suaminya.
Dasar beruang mesum.
.
.
.
Jaejoong berjalan menuruni tangga menuju pantri. Di sana Yunho tengah asik menyesap kopi hangatnya sendirian. Melepas jenuhnya sejenak oleh bermap-map pekerjaan di kantor.
"Yunnie. Mworagoyo?" Tanya Jaejoong basa-basi. Tahu sesungguhnya sang suami sedang menikmati minuman pekat bercambur susu tersebut.
"Joongie. Sini sayang." Panggil Yunho lembut dengan bahasa tubuh memanggil.
Yunho menyeret kursi di dekatnya merapat menyakinkan Jaejoong untuk duduk di sana.
Hap
Jaejoong duduk dengan begitu antusias. Menikmati empuknya sesuatu yang menganjal pantatnya. Menopang dagu santai sembari menghirup aroma manis dari kopi Yunho.
Yakin Jaejoong duduk di kursi yang ditunjukan Yunho? Benar saja. Jaejoong benar-benar istri pintar. Ada tempat yang lebih empuk dari kursi kenapa disia-siakan?
Jadilah paha Yunho jadi tempat persinggahan pantatnya.
Yunho hanya terdiam membiarkan Jaejoongnya nyaman di pangkuannya. Yunho menyangga tubuh Jaejoong agar tak terjatuh menggunakan pelukannya di perut Jaejoong. Sesekali mengelusi perut nakal membuat Jaejoong tak rela bergerak-gerak mengeliat karena geli.
Jaejoong menaikkan cangkir kopi Yunho menuju bibir cerrynya hendak meminum minuman itu. "Yunho-ah."
Ehhmmm..
Yunho hanya berdehem di punggung Jaejoong yang bersandar pada wajahnya. Bukan hanya Jaejoong yang merasa nyaman dengan posisi mereka saat ini. Yunho pula, ia sangat menyukai jika Jaejoong bermanja-manja bersamanya.
Jaejoong meminum kopi itu dengan sangat perlahan. Seolah menikmati setiap tetes kopi yang mengalir ke tenggorokkanya. "Malam ini kita pergi ke rumah Taemin?"
"Tentu sayang. Yunnie kan sudah Janji." Jaejoong memiringkan kepalanya kekiri, mengapit kepala Yunho yang sedang asik mengendusi lehernya. Membuat bulu kuduknya merinding kegelian.
"Yunnie-ah."
"Wae?"
"Yun."
"Waeyo Jonngie."
"Ap.. apakah nanti kita perlu bertanya pada Taemin bagaimana cara agar cepat membuat anak Yun." Jaejoong membalikkan wajahnya melihat wajah sang suami yang sedang terpejam nyaman.
"Ehm.." Yunho hanya berdehem ringan. Tidak ingin tergangu. Asik memeluki tubuh sang istri yang sesungguhnya lumayan membuat pahanya kesemutan.
Jaejoong terdiam saat otaknya sedang sibuk menyiapkan seribu list pertanyaan yang hendak ia tanyakan pada sepupu Yunho yang baru berumur 23 tahun, namun telah memiliki 4 orang anak. Jaejoong sunguh ingin tahu kenapa dalam waktu sekejap Taemin bisa melahirkan anak sebanyak itu. 2 tahun, genap umur pernikahan Taemin. Namun ia sudah dapat melahirkan 2 kali.
Jaejoong yang sudah menginjak usia pernikahan yang ke 4 belum satupun anak yang dapat ia lahirkan. Berjuta-juta kali ia memikirkannya namun hasilnya akan selalu sama. Nihil.
Sebab tak sabaran ingin menimang bayi, ia sempat melakukan cara extrem, meminum obat penyubur kandungan terlebih-lebih 10 butir sekali teguk. Parsah saja Jaejoong harus segera dibopong sang suami menuju rumah sakit terdekat.
Kali ke-2, Jaejoong menyuruh Yunho meminum obat kuat. Berakhir dengan mereka harus mengalami kelelahan berkepanjangan. Yunho itu sudah terlampau kuat. Plus obat kuat? Bisa dibayangkan secara langsung apa yang menimpa Jaejoong kita yang malang.
Ke-3 Jaejoong memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya tetap sama, si Minho akan mengatakan hal yang sama, "Sabar saja Hyung. Mungkin belum waktunya. Berdoalah, Tuhan pasti merencanakan sesuatu untuk Hyung dan Yunho-Hyung."
Sesungguhnya jika saja ia bisa berteriak. Jaejoong pasti sudah melakukannya bahkan tepat di depan wajah Minho. Hanya saja akal sehatnya tetap mengendalikannya di arah yang benar.
Sekali dua kali Jaejoong dan Yunho bisa menabahkan hati untuk menekan keinginan mereka itu. Hanya saja perlahan-lahan ketabahan itu terkikis dan kian menipis.
Mungkin kali ini adalah titik akhir dari kesabaran mereka.
.
.
.
-TBC-
Special thanks for Nauly yang Yeppo-yeppo. Bogoshipo..buat unnie kinara fairisia(?) yang tiba-tiba ganti nama jadi Cassieopeia Yunjae Nara, mian aku ngak tahu kalo unnie udah 22 tahun. aku pikir unnie masih di bawah aku. Mian. Mian. Mian. Aku baru belasan tahun Unnie. . Buat iche cassieopeia Jaejoong yang selalu tak lupa komentator(?), jempolers(?), favoritor(?), and followers. Gomamta. Gomowoyo.
Mian nelantarin nie FF selama sebulan. Sibuk Cuie.#plakksss
Finally. Pai-pai and annyeong./lambai-lambai/
