My Teacher My Husband

II

By

Arisa Adachi

a.k.a

U-Know Boo

Pairing :: YunJae

Disclaimer :: They are not mine, tapi Changmin forever mine!

Warning :: YAOI, OOC, gaje, typo(s)

xxx

Jaejoong membuka matanya perlahan dan mengerjap-ngerjapkannya guna membiasakan mata indah itu dengan cahaya lampu yang tiba-tiba menusuk matanya. Namja itu berusaha menggerakkan kepalanya untuk mengenali dimana dia berada sekarang.

Data yang berhasil Jaejoong kumpulkan adalah dia berada di atas sebuah kasur karena dia bisa merasakan sesuatu yang empuk menempel nyaman di punggungnya. Karena ada kasur maka otomatis kini Jaejoong berada di dalam sebuah kamar. Tepatnya kamar yang tidak ia kenali. Mata bening namja itu menangkap jarum pendek jam pada dinding menunjuk ke sembilan. Dan ketika Jaejoong melirik ke jendela yang ia lihat adalah jendela itu memvisualkan kalau saat ini sedang malam.

Jaejoong menghela napas, tangannya terulur memijit keningnya yang terasa pening. Namja cantik itu mulai mengingat-ingat. Hemm, terakhir dia berada di upacara pernikahannya dengan Yunho dan kini dia terbaring di kamar-entah-siapa pada pukul sembilan malam.

Mendadak mata namja itu membulat.

Menikah dengan Yunho.

Terbaring di ranjang.

Pada malam hari.

'Oh God!' batin Jaejoong. Segera ia melompat dari kasurnya dan meloncat-loncat di lantai. Well, dia tidak merasa sakit pada bagian bawah tubuhnya. Tak sengaja mata Jaejoong melirik sebuah kaca besar di kamar itu. Ia pun menghampiri kaca itu dan melepas kaosnya. Helaan nafas lega keluar dari bibirnya ketika mendapati tubuhnya masih putih mulus dari bercak-bercak merah mencurigakan.

Tunggu…

Jaejoong melirik apa yang tadi ia lepaskan dari tubuhnya. Kaos? Bukankah tadi dia pakai jas dan kemeja? Lalu celana panjang yang tadi dipakainya kini berubah menjadi celana pendek selutut.

Jaejoong meremas rambutnya frustasi. Siapa yang mengganti pakaiannya?

'cklek'

Jaejoong membalikkan badannya dan mendapati sosok Yunho dengan kaus hitam lengan panjang dan celana selutut berwarna krem. Namja tampan itu tampak membawa nampan berisi makanan di tangannya.

"Kau! Apa yang kau lakukan?" ujar Jaejoong frustasi sambil menunjuk-nunjuk Yunho.

"Aku? Aku membawakanmu makan malam" gumam Yunho seraya sedikit mengangkat nampannya.

"B-bukan itu maksudku! Maksudku kenapa aku bisa ada disini dan kenapa bajuku berganti?"

Yunho menghela napas dan meletakkan nampan berisi makanan itu di meja, "tadi kau mendadak pingsan, jadi aku membawamu kemari. Ini rumahku. Dan soal bajumu aku yang menggantinya karena kupikir tidak akan nyaman kalau tidur mengenakan jas"

"A-apa? Kau yang mengganti pakaianku? Kenapa harus kau? Berarti kau sudah menelanjangi aku?"

"Lalu kenapa? Kau ingin ingin umma-mu yang mengganti pakaianmu, begitu? Kita sama-sama namja 'kan? Dan lagi aku suamimu, jadi masalahnya dimana?"

"Mwo?" Jaejoong meremas rambutnya frustasi begitu mendengar kata suami. Ia masih tidak mempercayai kalau namja di depannya ini adalah suaminya. Kemarin Jaejoong masih memanggil Yunho dengan sebutan soensaengnim dan kini dia akan memanggil namja brunette tampan itu dengan sebutan 'suamiku' atau 'chagiya'.

Yunho tersenyum ketika menyadari raut panik pada wajah cantik siswanya itu. Selama ini dia mengenal Jaejoong sebagai sosok yang angkuh dan tidak pernah takut pada siapapun. Namun kini semua itu seolah menghilang, yang Yunho lihat kini adalah Jaejoong yang dengan raut cemasnya entah kenapa terlihat manis sekali di matanya.

Tanpa sengaja mata kecil Yunho jatuh pada tubuh Jaejoong yang tidak mengenakan kaus. Tubuh itu terlihat cukup proporsional dan sangat indah. Sebuah ide jahil melintas di kepala Yunho.

Namja berstatus suami itu mendadak menarik tangan istrinya dan merebahkannya di kasur. Tubuhnya berada di atas tubuh sang istri dan tangannya menahan tangan istrinya. Sedangkan sang istri a.k.a Kim Jaejoong err… maksud author Jung Jaejoong terlihat terkejut dengan kondisi mereka saat ini.

Sekuat tenaga namja cantik itu menggeliatkan tubuhnya. Berusaha lepas dari kungkungan sang suami. Namun namja bertubuh tegap di atasnya tampak tidak bergeming sedikitpun.

Yunho merendahkan wajahnya dan mengecup ujung hidung bangir Jaejoong lembut, "aku tidak pernah tahu kalau kau ternyata memiliki wajah yang sangat cantik dan tubuh yang begitu indah, BooJaejoongie…"

Mendadak tubuh Jaejoong bergetar hebat mendengar suara suaminya yang terdengar lebih berat, begitu manly. Belum lagi desahan halus yang ditambahkan Yunho menambah efek yang begitu luar biasa bagi Jaejoong. Jaejoong yakin, jika para fans Yunho mendengar suara idola mereka yang seperti ini, maka dipastikan Dong Bang akan banjir darah.

"L-lepas!" teriak Jaejoong sambil terus menggeliatkan tubuhnya. Namun sekali lagi namja yang diatasnya tidak bergeming sedikitpun.

"Sst, Changmin sedang menonton di ruang depan. Apa kau mau mengundangnya kemari dan melihat appa dan eomma-nya melakukan ini, hm?" bisik Yunho sambil mengusap bibir cherry Jaejoong lembut.

"Brengsek! Lepaskan aku!"

Yunho tidak menjawab. Mata kecil namja itu tertuju pada bibir cherry Jaejoong. Sejak menyentuh bibir itu saat upacara pernikahan tadi, Yunho jadi ingin merasakannya lagi. Namja itu merendahkan tubuhnya dan sekali lagi ia tersenyum ketika melihat Jaejoong memejamkan matanya erat.

Jaejoong yang merasakan bahwa ini detik-detik terakhir bagi keperawanannya memejamkan matanya erat. Perlawanan runtuh sudah ketika menyadari wajah Yunho mendekat secara perlahan ke arahnya. Bisa dirasakannya nafas hangat Yunho beraroma mint menerpa tubuhnya. Namun yang ia rasakan berikutnya bukanlah sentuhan lembut pada bibirnya, namun ciuman gemas pada pipinya dan selanjutnya terdengar suara tawa Yunho.

"Hahahaha… seharusnya kau lihat bagaimana lucunya wajahmu tadi" ujar Yunho sambil bangkit dari atas tubuh Jaejoong.

"Sial! Kau memainkanku, brengsek!"

Tiba-tiba saja Yunho menatap Jaejoong dengan pandangan dingin dan datar. Entah kenapa hal itu membuat Jaejoong merasa tidak nyaman.

"A-apa?" tanya Jaejoong takut-takut. Baru kali ini ia melihat Yunho menatapnya seperti itu.

"Dengar Jaejoong, mulai sekarang aku tidak ingin mendengar umpatan keluar dari mulutmu. Mengerti?"

"Ha? Apa hak-mu mengaturku?"

"Kuingatkan saja, saat ini kau adalah eomma-nya Changmin. Dan karena kau adalah eomma-nya maka kuharap kau mau memberi contoh yang baik pada Changmin"

Jaejoong tertegun. Benar juga. Saat ini dia bukan hanya istri dari seorang Jung Yunho, dia juga merupakan eomma dari si kecil Jung Changmin. Huft, si evil kecil itu mungkin akan sangat merepotkan.

"Yah sudahlah, aku mau menemani Changmin. Kau makanlah dulu" ujar Yunho sambil menunjuk nampan berisi makanan dengan dagunya. Namja manly itu kemudian keluar dari kamar meninggalkan Jaejoong seorang diri.

Dengan ogah-ogahan Jaejoong mengambil nampan yang diletakkan oleh Yunho tadi. Sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi dan air putih. Namja cantik itu kemudian menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. Rasanya tidak terlalu buruk. Namun baru beberapa suap Jaejoong sudah menghentikan makannya. Makan sendirian ternyata tidak enak.

Jaejoong kemudian keluar dari kamar. Begitu membuka pintu Jaejoong di hadapkan dengan pintu lain. Pada pintu itu terdapat gantungan kamar berbentuk mobil dengan tulisan 'Kamar Changmin'. Tulisan itu terlihat bagai cakar ayam, sudah pasti Changmin yang menulis itu. Jaejoong kemudian mengalihkan kepalanya ke arah kiri dan mendapati sebuah anak tangga.

Namja cantik itu kemudian menuruni anak tangga itu dan berakhir pada ruangan yang sepertinya dapur sekaligus ruang makan. Karena di ruang itu terdapat sebuah meja dan empat buah kursi yang mengelilingi meja itu. Dan tidak jauh dari situ terdapat kuali dan beberapa barang yang merupakan peralatan dapur.

Tidak sengaja Jaejoong mendengar sayup-sayup suara lain. Sepertinya suara Changmin. Namja itu kemudian membiarkan kakinya melangkah menuju arah suara. Setelah keluar dari dapur, Jaejoong mendapati ruangan lain yang sepertinya ruang menonton. Karena di ruangan tersebut terdapat sebuah televisi berukuran besar dan di depan televisi itu terdapat sofa yang lumayan besar. Sedangkan kalau berjalan lurus ke depan maka kau akan menemukan ruang tamu. Antara dapur, ruang menonton dan ruang tamu semuanya di batasi sekat berupa tembok.

Jaejoong kemudian mendapati sosok Changmin yang tengah bermain puzzle dengan Yunho di lantai yang dilapisi oleh karpet berbahan lembut. Namja cantik itu kemudian mendudukkan dirinya di sofa depan televisi dan melanjutkan makannya.

"Kaa-chan!" teriak Changmin lalu bangkit dan duduk di samping Jaejoong. Bocah kecil itu menyorongkan badannya dan membuka mulutnya lebar, "Aaaa~"

Mengerti akan isyarat itu Jaejoong kemudian menyendokkan nasi goreng ke mulut Changmin. Setelah mendapat apa yang diinginkannya kembali Changmin duduk di lantai dan menyelesaikan puzzle yang berukuran cukup besar itu bersama Yunho.

Namja cantik bermata bening itu menatap Changmin yang kembali sibuk dengan mainannya. Changmin memanggilnya apa tadi? Kaa-chan? Huuft… kehidupannya benar-benar berubah sekarang.

Jaejoong masih terus makan namun makannya tidak begitu tenang. Betapa tidak, Changmin bolak-balik berjalan ke arahnya dan minta disuapi. Merasa kasihan akan Changmin yang bolak-balik begitu akhirnya Jaejoong mendudukkan dirinya di lantai bersama Yunho dan Changmin.

Namja itu masih terus makan sambil matanya melirik ke puzzle yang dimainkan oleh Yunho dan Changmin. Sambil masih tetap menyuapi Changmin sesekali.

"Nee~? Yang ini tempatnya dicini ya?" gumam Changmin sambil menunjuk sekeping puzzle yang baru saja di letakkan Yunho.

"Memang letaknya disitu 'kan?" sahut Yunho.

"Bukan" Jaejoong kemudian meletakkan piringnya. Tangannya terjulur mengambil kepingan puzzle itu dan meletakkannya pada tempat yang menurutnya benar. Changmin yang melirik piring yang diletakkan Jaejoong dan menyendokkannya banyak-banyak serta memasukkannya ke mulutnya. Tentu saja itu menyebabkan beberapa butir nasi goreng berceceran di lantai dan sebagian lagi menempel di mulut Changmin.

Jaejoong yang menyadari hal itu membersihkan mulut Changmin pelan, "aigoo, kalau makan jangan sampai berserakan dong"

Yunho yang melihat itu hanya tertegun. Melihat sosok Jaejoong yang membersihkan mulut Changmin membuatnya merasa tenang. Namja tampan itu tersenyum tipis, sepertinya Jaejoong memang bisa menjadi eomma yang baik untuk Changmin.

.

Jam menunjukkan pukul sebelas ketika Yunho kembali ke ruang televisi setelah menidurkan Changmin di kamarnya. Namja tampan berusia 24 tahun itu agak terkejut ketika mendapati Jaejoong yang sudah mengganti pakaiannya dengan piyama tengah duduk di sofa sambil menonton televisi.

"Kenapa masih menonton? Sana tidur" perintah Yunho.

Jaejoong hanya melirik sekilas. Lalu kembali menonton. Melihat itu Yunho hanya menghela napas, tentu saja dia masih ingat karakter seorang Kim Jaejoong yang susah di atur itu. Walau marga Kim-nya sudah berganti dengan Jung.

"Ini sudah malam, besok kau bisa terlambat ke sekolah" gumam Yunho lagi dengan nada lembut.

"Terus kenapa kalau aku terlambat? Kau mau menghukumku, soen-saeng-nimm~?"

Kembali Yunho menghela napas, sepertinya akan sulit baginya untuk mengatur istri cantiknya ini. Daripada buang-buang waktu untuk bertengkar dengan Jaejoong, Yunho lebih memilih untuk mendudukkan dirinya di samping Jaejoong dan ikut menonton film yang ditonton Jaejoong.

Sesaat ruangan itu hening. Hanya terdengar suara dari televisi yang menayangkan film barat bergenre action itu. Yunho melirik Jaejoong sekilas, namja cantik itu terlihat serius menonton televisi sambil memeluk bantal. Sosok Jaejoong yang seperti itu terlihat sangat cute dimata Yunho dan author.

Yunho kembali melayangkan pandangannya ke film barat itu. Namun yang namanya film barat walau bergenre action, tetap saja ada adegan-adegan mesumnya. Dan adegan mesum itulah yang kini terpampang jelas di layar televisi berukuran besar itu.

Memperlihatkan seorang wanita yang dicumbu oleh teman prianya. Semuanya ditampilkan begitu jelas kecuali bagian bawah tubuh kedua pemain yang tidak diperlihatkan. Namun tetap saja adegan itu terlihat cukup 'mengerikan'. Suara desahan dari kedua pemain terdengar begitu jelas, untung Changmin sudah tidur.

Suasana masih hening. Namun kali ini heningnya beda. Mungkin lebih tepat kalau suasana disebut kaku. Yunho mengubah duduknya, agak gelisah juga menonton film seperti ini. Well, jangan kira Yunho mesum atau apa, Yunho adalah namja dewasa yang sehat. Wajar 'kan kalau 'yunnie'-nya bereaksi di saat seperti ini?

Yunho kemudian melirik ke arah Jaejoong. Namja cantik itu memeluk bantalnya lebih erat. Bibirnya cherry indahnya terlihat digigit oleh giginya lalu rona merah muda yang memenuhi wajah cantik itu. Melihat itu membuat ide jahil terselip di otak Yunho.

"Jae…" panggilnya dengan suara seberat dan se-sexy mungkin.

"AKU TIDUR! BESOK AKU MAU SEKOLAH!" pekik Jaejoong sambil berlari secepat mungkin menuju kamarnya. Yunho tercengang melihat reaksi namja cantik itu, namun kemudian ia tertawa kecil.

Jaejoong benar-benar lucu, pikirnya.

.

Begitu sampai di kamarnya namja cantik itu segera mematikan lampu dan bergulung di balik selimutnya.

Jantungnya berdetak begitu kencang mengingat kejadian tadi. Bukan karena adegan mesum pada film tadi, Jaejoong sudah cukup sering menonton film semacam itu. Namun kali ini berbeda, tadi Jaejoong menontonnya dengan Yunho dan itu membuat segalanya terasa berbeda. Belum lagi suara Yunho yang begitu… err… menggoda…

'krieet'

Jaejoong memejamkan matanya rapat –atau gampangnya pura-pura tidur- ketika mendengar ada yang membuka pintu. Yunho tentu saja. Mereka sudah menikah, wajar 'kan kalau tidurnya sekamar.

Namja cantik itu membuka matanya sedikit. Hanya untuk mengantisipasi kalau Yunho tidak akan menyerangnya secara tiba-tiba.

Sementara itu Yunho tampaknya tidak menyadari kalau Jaejoong belum tertidur. Namja bermata sipit itu menghidupkan lampu tidur di meja dekat sebuah cermin besar. Cahaya dari lampu tidur itu berwarna kuning dan tidak terlalu terang. Menjadikan suasana kamar itu remang-remang. Yunho kemudian melepas kaus hitamnya, memperlihatkan tubuh sexy dengan kulit kecoklatan miliknya. Dengan santai Yunho membuka lemari dan mencari kaus yang nyaman untuk tidur.

Berbeda dengan Jaejoong yang kini tidak lagi membuka matanya sedikit, melainkan membelalakkannya sempurna. Ia tidak tahu kalau gurunya yang menyebalkan itu mempunyai tubuh demikian sexy. Belum lagi efek dari lampu tidur membuat sosok Yunho terlihat… erotis?

Setelah menemukan kaus yang tepat dan memakainya, Yunho kemudian berjalan menuju tempat tidurnya. Tentu saja hal itu membuat Jaejoong kembali memejamkan matanya erat. Namja bermata bening itu bisa merasakan sisi kasurnya di samping terasa berat. Yang itu artinya Yunho sudah membaringkan tubuhnya di samping Jaejoong.

Padahal baru kemarin mereka hanya berada di kelas yang sama. Namun siapa sangka kalau kini mereka justru tidur di tempat yang sama.

Jaejoong menghela napas, sepertinya dia akan sulit tidur malam ini.

==tbc==

a/n :: jeongmal gomawo buat yang meripiu chap 1 dan saia seneng banget karena rata-rata readers pada minta di sambungin ni fict… gomawooo~

sebenernya chap ini mau saia panjangin lagi, tapi saia takut kalo readers bosan bacanya jadi saia tbc-in aja disini… hehehe~

Ne, in the end… ripiu pliss?