Main Cast : YeWon slight KyuSung

Disclaimer : Cerita ini milik saya sepenuhnyaaaa~~~^^

Genre : Hurt/comfort, Angst

Rate : T

Summary : Akankah Yesung kembali mendapatkan kebahagiaannya setelah sekian lama ia merasakan perubahan pada diri Siwon?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC, death chara.

Sebelumnya mau meminta maaf karena rencana akan selesai di Chap 3 mundur 1 chap lagi ^~^ *nyengir* jadi akan selesai di chap 4... semoga tidak membosankan ^~^.

.

Jangan dibaca jika tidak tertarik!


DON'T LIKE? DON'T READ! DON'T BASH! ^^

.

_The_Fault_

.

"Aku harus pergi baby, Eunhyuk sudah menungguku diluar."

Ketika Siwon kembali melangkah, tangannya tertahan oleh genggaman erat tangan Yesung, "Jangan pergi..."

Siwon mencoba tersenyum tipis sembari melepaskan genggaman tangan Yesung, mengusap lembut surai hitam Yesung dan mengecupnya lembut. "Istirahatlah..."

Ia memutar tubuhnya, melangkah mendekati pintu apartemen ketika lagi-lagi tertahan oleh suara Yesung.

"Ketika kau benar-benar keluar dari pintu itu, aku...

- akan meninggalkanmu."

DEG_


.

Cloudhy3424_Present ©2013 YeWon Fanfiction

The_Fault Chapter 2

Happy Reading

.

Seperti sebuah kalimat yang syarat akan aliran listrik yang mematikan, obsidian namja tampan itu terbuka sempurna, tangannya yang meraih knop pintu kaku seketika.

"Aku serius dengan ucapanku, aku sudah lelah Siwon, aku akan benar-benar meninggalkanmu ketika kau memutuskan melangkah keluar dari pintu itu dan kau akan menerima sebuah surat perceraian secepatnya." Ujar Yesung mantap walau ia harus berusaha kuat menahan getaran suaranya.

Membiarkannya lagi-lagi terlihat lemah dihadapan namja tampan itu. melihat bagaimana Siwon tidak merespon ucapannya, ia berharap bahwa Siwon tidak akan melangkah keluar dan ucapan Yesung tidak akan pernah terjadi. Tapi ternyata apa yang Yesung takutkan benar-benar terjadi.

Siwon membuka pintu itu, melangkah keluar tanpa mengucapkan apapun, membuat tubuh Yesung merosot kelantai dengan mencengkram kuat dadanya. "Siwon..."

Namja tampan itu terus melangkah cepat melewati lorong panjang apartemennya, mendengar bagaimana sosok yang ia cintai terus berteriak memanggil namanya.

"SIWOOONNNNN!"

.

~The_Fault~

.

Kyuhyun menatap miris sosok yang sejak tadi malam terus dalam posisi itu. meringkuk diatas ranjangnya dengan memeluk erat bantal, memandang keluar jendela dari apartemen namja tampan itu.

Ia memang membiarkan Yesung untuk sementara waktu, karena ia tahu bahwa namja manis itu membutuhkan waktu untuk sendiri setelah tadi malam ia melihat Yesung tidak sadarkan diri didepan pintu apartemennya dengan membawa sebuah koper.

Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sosok itu, tapi ia mungkin bisa mengerti sedikit apa yang membuat Yesung seperti ini. Tidak ada lagi yang bisa membuat Yesung sehancur ini kecuali sosok Siwon, sosok yang sangat dicintai oleh Yesung.

Berulang kali ia mendengar suara isakan lirih yang berasal dari orang yang sama, kalau saja ia bisa dan mampu, ia ingin sekali memeluk erat tubuh itu dan berusaha untuk menenangkan. Tapi nyatanya ia tidak bisa, ia tidak mampu melakukannya dan memutuskan untuk tetap diam.

Sedang namja manis yang tidak henti-hentinya meneteskan bulir-bulir kesakitan itu tanpa lelah menatap setiap tetes salju yang turun diluar sana. Walau ia cukup hangat berada didalam kamar itu, tapi hatinya tidak bisa begitu saja dihangatkan untuk saat ini.

Kenapa sosok yang sangat ia cintai harus bersikap seperti ini? Kenapa sosok itu harus membuatnya hancur berkeping-keping layaknya sebuah puzzle yang tidak bisa lagi disatukan?

Terkadang kenangan dulu ketika ia bersama Siwon, menghabiskan waktu berdua dengan sosok suaminya itu membuatnya semakin sakit. Kenangan yang harusnya mendatangkan sebuah kebahagiaan sekarang hanya bisa mendatangkan sebuah perih dan kesakitan.

Ia sedikit menyesal dengan keputusannya, semua itu terucap begitu saja saat hatinya tidak bisa lagi menahan apa yang selama ini ia coba tahan. Ia sudah menyerah dengan apa yang Siwon lakukan padanya.

Ia mencengkram kuat dadanya, menangis lagi hingga ia membungkam wajahnya dengan bantal agar isakannya tidak terdengar keluar walau sebenarnya sosok yang ia takutkan akan mendengar tangisannya sudah menatap miris didepan pintu.

"Siwon..."

.

~The_Fault~

.

Siwon hanya tersenyum ambigu ketika melihat sosok Eunhyuk dan pasangannya yang tak lain adalah saingan dalam bekerjanya, Donghae, kini tampak bermesraan didepan matanya.

Bukan ia tidak memikirkan apa yang diucapkan Yesung kemarin, namun kenyataannya saat ini sudah berubah. Ia sendiri yang memutuskan untuk melangkah keluar dan menyanggupi ucapan Yesung, lalu kenapa saat ini ia merasa begitu menyesal?

Kepalanya tiba-tiba berputar hebat, ia berpegangan pada sisi meja hingga kedua sosok namja yang ada didepannya itu menatap cemas kearahnya.

"Siwon gwaenchanayo?"

Siwon memang mendengar suara cemas Eunhyuk, namun matanya tidak bisa terbuka dengan mudah, rasanya sungguh sulit hingga ia merasakan sebuah cairan meluncur keluar dari hidungnya.

"Hyukkie apa yang terjadi pada Siwon?"

Saat ini Siwon juga mendengar suara Donghae, ia menyandarkan tubuhnya kebelakang dan mengangkat kepalanya, berharap sebuah cairan yang terus keluar dari hidungnya akan tertahan.

Eunhyuk dan Donghae ikut khawatir melihatnya, bagaimana bisa keduanya tenang jika saat ini cairan berwarna merah itu tidak berhenti mengalir dari hidung Siwon, bahkan kemeja yang dikenakan Siwon sudah berganti warna dengan cairan yang terus turun tanpa henti.

"Kita bawa saja kerumah sakit!" Donghae bangkit mencoba untuk memapah tubuh Siwon, tapi seketika tangan kekar Siwon menahannya.

Obsidian itu mulai terlihat terbuka diiringi sebuah tetesan bening yang keluar dari sudut mata itu. Donghae menatap Eunhyuk heran, berbeda dengan Eunhyuk yang sudah tahu apa yang sedang terjadi.

"Aku tidak apa-apa, tidak usah khawatir." Dimple itu terlihat sejenak, tersenyum walau saat ini ia merasakan rasa sakit yang mendera tubuhnya. "Aku... hanya butuh... istirahat."

.

"Buka mulutmu hyung, kau harus makan!" Kyuhyun menyuapkan sesendok bubur hangat kearah namja manis yang masih terdiam diatas ranjang. Onixnya memang kini tengah menatap Kyuhyun, namun terlihat begitu kosong ketika bertatapan dengan caramel kyuhyun.

"Yesung hyung-"

"Apa keputusanku benar?" akhirnya ia membuka suara, kembali mengumpulkan jiwanya yang beberapa hari ini menghilang.

Kyuhyun tersenyum tipis, mencoba membuat suasana kembali kondusif seperti sebelumnya. "Jika kau memang tidak kuat dengan keputusanmu ini, aku akan membantumu kembali bicara dengannya."

Yesung menggeleng kaku, "Aku... mencintainya, tapi aku tidak bisa bertahan lagi Kyu." Ia menunduk dan memejamkan matanya cukup erat. "Rasanya sangat sakit."

Kyuhyun menghela napas, meletakkan mangkuk bubur itu keatas meja dan memutuskan menarik tubuh Yesung masuk kedalam pelukannya.

Yesung tenggelam dibalik dada hangat Kyuhyun, mencengkram selimut yang menutupi kakinya, kembali menangis setelah beberapa hari ini ia berhenti untuk mengeluarkan liquid itu.

"Aku tahu kau mencintainya hyung, aku tahu itu."

Yesung menggeleng kaku didalam dada Kyuhyun, ingin menyampaikan bahwa sampai kapanpun Kyuhyun tidak akan pernah tahu bagaimana perasaannya saat ini, perasaan hampa karena mungkin mulai saat ini tidak akan ada lagi sosok Siwon dihidupnya, sosok yang sangat ia cintai.

.

~The_Fault~

.

Sosok tampan yang kini berada didepan ruang TV sendiri, ya... sendiri, tidak ada lagi sosok manis yang menemani hari-harinya itu terlihat menatap miris sebuah amplop berwarna coklat yang ia sudah bisa menebak apa isi didalamnya.

Tersenyum tipis sembari membuka perlahan isi didalam amplop tersebut, melihat setiap kata yang terangkai sempurna dikertas putih itu, sebuah kalimat yang saat ini membuatnya ingin menangis.

Melepaskan orang yang sangat ia cintai adalah hal yang bodoh, namun ia mungkin percaya bahwa apa yang ia lakukan adalah benar. Bukankah sudah sejak lama ia menunggu hari ini?

Surat perceraian yang dilayangkan Yesung, bukankah ia harus secepatnya menandatanganinya? Dengan begitu sosok tersebut akan terlepas dari kekangannya, terlepas dari ikatan yang selama ini membuat sosok istrinya sakit.

Ia berpikir cukup lama sembari mengenang bagaimana bahagianya ketika dulu ia berhasil menaklukkan Yesung, bagaimana ketika namjanya itu berlari memeluknya, mengatakan cinta, menciumnya, bersikap manja padanya dan melakukan hal-hal yang membuatnya tertawa.

Dan saat ini ia hanya bisa melihat kenangan itu terputar dilayar persegi cukup besar didepan matanya. suara Yesung, nyanyian Yesung, tawa Yesung, semua begitu membuatnya tenang.

Tapi apa yang ia lakukan pada Yesung beberapa tahun ini? Apa? hanya sebuah rasa sakit yang membuatnya harus kehilangan sosok yang ia cintai.

Dan ini semua bukan keinginannya, ia melakukan semua ini untuk kebahagiaan Yesung. bukankah ia akan semakin menyakiti Yesung jika nantinya ia harus meninggalkan Yesung? bukankah lebih baik jika Yesung yang meninggalkannya?

Ia mengambil pena yang ada diatas meja, meletakkan kertas yang ia bawa keatas meja dan memberikan sebuah coretan berarti yang mulai detik ini akan merubah kehidupannya.

.

"Kau benar-benar mengirimnya hyung?" Kyuhyun berdiri diambang pintu, menatap sosok Yesung yang berdiri didepan jendela yang tertutup, menatap lagi-lagi salju yang tidak berhenti membuat seluruh jalanan tampak beku.

Sosok tersebut hanya mengangguk, tidak bermaksud menatap Kyuhyun yang kini berdiri disampingnya.

"Kau mau bermain salju?"

"Aku tidak suka salju." Sahut Yesung tanpa berpikir panjang.

Kyuhyun terkekeh lirih, ia memang sangat memahami jika Yesung sangat membenci salju, tidak menyukai hal-hal yang dingin seperti ini, tapi ia bertanya seperti itu bukan karena tidak ada alasan.

Kyuhyun mempunyai alasan kuat mengatakannya, ia tidak ingin Yesung terus berdiam diri seperti ini. Ia merasa begitu hampa tanpa ada senyuman Yesung yang selalu menenangkannya.

"Kalau begitu aku akan membuatmu suka akan salju." Tanpa banyak bicara ia menarik tangan Yesung keluar dari apartemen walau Yesung terus saja memberontak untuk tidak mau melakukannya.

"Kyuhyun-ah lepaskan aku!"

Kyuhyun akhirnya melepaskan tangan Yesung saat akhirnya mereka berdua berdiri diatas tumpukan salju yang menggunung, membiarkan salju bertaburan dan mengenai kepala mereka.

"Apa yang kau lakukan huh?" Yesung menatap kesal Kyuhyun yang masih terkekeh melihatnya. "Tidak ada yang lucu dan kau tidak perlu terus tertawa!"

Kyuhyun semakin ingin tertawa melihatnya, ketika ia melihat Yesung memutar tubuhnya ingin segera masuk kembali kedalam apartemen, buru-buru namja tampan itu membuat bola salju yang tidak terlalu besar dan melemparkannya kearah Yesung.

Bugh_

Disambut tawa yang keras dari Kyuhyun ketika melihat bagaimana wajah Yesung memerah karena dinginnya salju yang mengenai tengkuk dan rambut bagian belakangnya.

Yesung menatap geram sosok Kyuhyun, ia berlari mengejar namja tampan itu dan Kyuhyun tidak membiarkannya dengan mudah tertangkap oleh Yesung. keduanya berkejar-kejaran hingga akhirnya saling melemparkan bola salju buatan mereka.

"Rasakan ini!"

Bugh_

"Ya! Hyung awas kau ya!"

Bugh_

Mereka berdua masih belum berhenti melemparkan bola salju. Dan tanpa sadar pula senyuman dan tawa Yesung yang sempat menghilang kini terlihat lagi diwajah manis itu. bahkan Kyuhyun melihat bagaimana Yesung menggembungkan pipi dan mempout kesal ketika ia basah oleh salju yang leleh diatas kepalanya.

Kyuhyun begitu bahagia ketika berhasil membuat sosok Yesung kembali seperti sebelumnya walau ia tidak seberapa yakin apa yang masih dirasakan Yesung. namun setidaknya ia berhasil membuat Yesung mendapatkan kembali sedikit kebahagiaannya.

Ya... sedikit kebahagiaannya.

.

Dua sosok namja yang berada dibelakang sebuah pohon besar cukup jauh dari sebuah taman belakang apartemen itu terdiam. Namja tampan berdimple itu tersenyum tipis, menatap bagaimana sosok tampan bersurai hazzel membuat orang yang ia cintai kembali tersenyum bahkan tertawa.

Melihat kedekatan kedua namja yang berada cukup jauh dari pandanganya. Melihat bagaimana namja tampan itu membuat wajah sang namja manis memerah setelah menempelkan sebuah salju dikedua pipi manis yang begitu ia sukai.

Hal yang sama sekali belum pernah ia lakukan dengan mantan istrinya itu, ya... mantan istrinya.

"Apa sakit?" tanya seorang namja bergummy smile seraya menatap miris sosok namja disampingnya.

Sang namja tampan tersenyum lebih lebar, menatap intens manik kembar namja yang bertanya padanya itu. "Tidak apa-apa, aku harus membiasakannya, aku rasa... aku akhirnya tahu bagaimana rasa sakit yang dia rasakan saat bersamaku."

"Kenapa kau melakukan semua ini? Bukankah lebih baik dia tahu yang sebenarnya?"

Ia menggeleng sebelum akhirnya menjawab, "Aku akan lebih menyakitinya ketika nanti aku meninggalkannya. Bukankah mereka berdua terlihat sangat serasi?"

"Aku mohon jangan memaksakan diri."

"Aku tidak memaksakan diri, semua ini memang sudah aku rencanakan jauh-jauh hari." Obsidiannya melayang keatas, menatap bulir-bulir salju yang turun dari atas sana,

-Demi kebahagiaannya..."

.

~The_Fault~

.

"Jadi pesta dansa temanmu itu diundur hari ini?" Yesung tengah fokus pada tatanan rambut dan pakaiannya didepan cermin, melihat bagaimana sosok namja tampan bersurai hazzel dengan tuxedo abu-abu sudah berdiri dibelakangnya.

"Ne, oleh sebab itu aku bahagia karena akhirnya kau bisa datang bersamaku keacara dansa ini."

Yesung mengangguk, memutar tubuhnya dan menatap Kyuhyun didepannya.

"Kita pergi sekarang?" Kyuhyun tersenyum lebar sembari mengangkat tangan kirinya, meminta Yesung untuk melingkarkan tangan kanannya masuk kedalam tangan kiri Kyuhyun.

Yesung hanya membalasnya dengan senyuman sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan hal yang diminta Kyuhyun dan berjalan keluar dari apartemen, menuju kesebuah pesta dansa yang sudah lama ia nantikan.

.

Pesta yang begitu megah, dengan banyak pasangan yang berjalan dan berdansa disekitarnya. Yesung sedikit gugup karenanya, tapi setelah ia merasakan Kyuhyun menggenggam erat tangannya, ia merasa sedikit tenang.

Setelah bertemu dengan teman Kyuhyun yang mengadakan acara tersebut. Akhirnya Kyuhyun meminta kepada Yesung untuk melakukan dansa bersamanya diiringi dengan musik yang selalu berganti setiap saat, ditambah dengan pasangan-pasangan yang ikut turun kelantai dansa.

Yesung tertawa ketika tanpa sadar melakukan kesalahan dengan Kyuhyun, menginjak kaki, salah berputar, salah memegang tangan atau apapun itu, kejadian yang benar-benar tidak pernah diduga Yesung sebelumnya.

Dan Kyuhyun sama sekali tidak kecewa karena dansa yang cukup terlihat gagal itu, ia tetap merasa bahagia karena sekarang ini ia bisa bersama orang yang ia cintai.

Sedang tidak jauh dari mereka yang masih berdansa tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya. Sepasang obsidian lagi-lagi harus menatap sakit pemandangan itu. walau terkadang harus tertutupi beberapa pasangan yang juga ikut berdansa, tapi ia masih bisa dengan jelas melihat siapa dan bagaimana kedua orang itu tersenyum bahagia.

Ia hanya bisa tersenyum lagi dan lagi, merasa kecewa karena ia tidak bisa melakukan hal tersebut dengan sosok yang masih sangat ia cintai.

"Sabarlah..."

Lamunannya menghilang saat merasakan sebuah usapan dibahunya, ia menatap namja yang berdiri disampingnya tersenyum miris seperti memintanya untuk tidak tersenyum memaksa seperti itu.

Ia mengangguk dan menatap lagi pemandangan didepannya, tidak peduli seberapa sakit hatinya saat ini.

Tapi tiba-tiba ia mengernyitkan dahinya saat melihat sosok bersurai hazzel itu menekuk satu lututnya didepan sang namja manis. Merogoh sesuatu disaku jasnya, awalnya ia tidak mengerti apa yang akan dilakukan namja tampan itu, tapi ketika ia melihat sebuah kotak berwarna merah, ia tersenyum lagi.

Yesung begitu terkejut melihat apa yang dilakukan Kyuhyun saat ini. Bahkan sekarang keheningan menerpa pesta itu, alunan musik yang awalnya membuat ramai pesta itu terhenti seketika. Seluruh tatapan kini fokus pada keduanya.

"Kyuhyun-ah apa yang kau lakukan?" lirih Yesung, meminta Kyuhyun untuk segera berdiri karena ia begitu malu menjadi pusat perhatian seperti ini.

"Kim Yesung, jadilah milikku, menikahlah denganku." Ujar Kyuhyun seraya menyodorkan sebuah cincin yang berada didalam kotak berwarna merah itu.

Sedang Yesung melebarkan matanya, benar-benar tidak menyangka bahwa hal yang begitu tidak pernah ia pikirkan bisa terjadi. Ia masih terdiam dan membiarkan Kyuhyun berlutut didepannya.

"Aku mencintaimu... sejak lama, dan aku ingin menjagamu selamanya dengan menjadikanmu istriku. Maukah kau?"

"K...Kyu... a...apa yang kau katakan huh? Ayo cepat bangun!" Yesung menarik tangan Kyuhyun tapi namja tampan itu masih tetap berlutut seakan akan tidak mau berdiri sebelum mendapatkan jawaban dari Yesung.

Yesung menatap sekeliling tidak menyadari bahwa tidak jauh darinya ada sosok yang terus menatapnya miris antara bahagia dan sedih.

"Kyu-"

"Iya atau tidak?" sahut Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah aku tidak-"

"Aku mohon!" lagi-lagi Kyuhyun menyela, membuat Yesung harus berpikir keras. Ia menutup matanya cukup lama, memfokuskan apa yang ingin ia katakan dan tidak ingin lagi menyesal dengan apa yang akan ia ucapkan selanjutnya.

Mengenang bagaimana Kyuhyun bisa membuatnya tertawa bahagia, tersenyum, membuat wajahnya merah, memberinya kehangatan dan ketenangan yang juga pernah ia rasakan ketika bersama dengan mantan suaminya dulu walau sejujurnya ia masih ragu akan perasaan ini.

Memang tidak terlalu lama ia merasakan rasa ini bersama Kyuhyun, tapi saat ini ia ingin berusaha melupakan Siwon, melupakan orang yang ia pikir sudah melupakannya, melupakan masa lalu dan menggantikannya dengan lembaran baru bersama Kyuhyun.

Ia pikir pasti Kyuhyun akan bisa membahagiakannya, ya... itulah yang sedang ia pikirkan matang-matang.

Onixnya perlahan terbuka setelah cukup lama ia berpikir, ia tersenyum dan menerima cincin yang diberikan Kyuhyun.

"I do." Ia tersenyum lembut, membuat lengkungan bulan sabit dikedua onixnya. 'Maafkan aku Siwon...'

Prok... Prok... Prok...

Tepuk tangan orang-orang yang berada disana menyadarkan Kyuhyun bahwa apa yang ia inginkan akhirnya tercapai. Ia tersenyum lebar seraya bangkit dan lantas memeluk tubuh mungil itu sangat erat.

"Gomawo hyung, gomawo kau telah menerimaku, aku mencintaimu..."

Yesung tenggelam dibalik pelukan Kyuhyun, membalas erat pelukan namja yang mulai saat ini akan menjadi yang terpenting dalam hidupnya. "Nado... Kyu..."

Sosok obsidian yang masih terpejam itu tersenyum dibalik suara tepuk tangan dan sorak sorai orang-orang yang berada didalam pesta itu. akhirnya apa yang ia inginkan tercapai, dan saat ini adalah saatnya ia pergi dan tidak perlu lagi mengkhawatirkan orang yang ia cintai itu.

Ia membuka matanya, sejenak menatap kedua sosok yang saling berpelukan hingga tak lama setelahnya ia melihat dengan mata kepalanya sendiri sosok yang sangat ia cintai berciuman dengan orang lain yang mulai saat ini akan menggantikan sosoknya.

Ia memutar tubuhnya, melangkah keluar dari kerumunan orang-orang yang memenuhi tempat itu, membuat lagi-lagi namja bergummy smile tersenyum ambigu menatap punggungnya. "Siwon..."

.

~The_Fault~

.

Hari ini pesta pernikahan Yesung dan Kyuhyun digelar begitu besar mengingat siapa Kyuhyun saat ini. Yesungpun tak henti-hentinya tersenyum didalam ruang gantinya, menatap malu penampilannya saat ini, mengenakan gaun pengantin layaknya seorang yeoja, memakai sebuah wig untuk menyamarkan sosoknya yang sebenarnya adalah seorang namja.

Namun ketika terbayang sosok Siwon didalam cermin itu, senyumannya sedikit memudar, ia merindukan sosok itu, memang Siwon sudah bukan orang yang terpenting baginya, tapi sampai saat ini ia masih mencintai Siwon, walau sudah ada seorang Kyuhyun disisinya.

Ketika ia melihat seseorang yang masuk dari balik pintu, ia harus kembali tersenyum, karena setelah ini semuanya akan berubah, sosok yang akan bersamanya setelah ini bukanlah Siwon, melainkan Kyuhyun.

Ya... Cho Kyuhyun.

.

"Kau tidak mau menghadiri pernikahannya?"

Kedua namja yang sama-sama duduk disebuah bangku ruang tunggu itu menatap fokus kedepan, melihat bagaimana orang-orang berjalan dengan sebuah koper ataupun tas ransel berbondong-bondong memasuki gate-gate yang tersedia.

Namja tampan tersenyum, menatap kearah jari manisnya, sebuah benda yang tidak pernah ia lepas walau nyatanya benda itu tidak lagi mengikatnya dengan sosok yang ia cintai.

"Tidak, aku tidak mau dia sedih ketika melihatku."

"Lalu kau akan kemana? Kau akan kembali ke Korea secepatnya?"

Siwon mengangkat kepalanya, sejenak menatap Eunhyuk dan menatap lagi kedepan, "Hanya menghabiskan sisa hidupku sendiri disuatu tempat yang ingin sekali dia kunjungi."

"Kau tidak mau memberitahuku?"

Ia menggeleng, menggenggam erat tangan sahabatnya itu, "Kau harus menjaga baik-baik perusahaan Hyukjae, aku percaya kau pasti bisa melakukannya."

"Siwon-"

"Aku harus pergi." Siwon berdiri dan meletakkan lagi tas ranselnya dibelakang punggungnya. "Jaga dirimu baik-baik." Ia melangkah maju meninggalkan Eunhyuk.

"Siwon!"

Sejenak ia berhenti dan menatap lagi sosok Eunhyuk, "Aku akan merindukanmu Hyukjae, terima kasih selama ini kau sudah membantuku."

Eunhyuk tidak bisa lagi mengatakan apapun kecuali terdiam dan melihat Siwon menghilang setelah ia mendapatkan sebuah lambaian tangan dari Siwon.

"Kau benar-benar bodoh Choi Siwon!

Tes_

Dan ia akhirnya tidak bisa menahan liquid yang selama ini ia tahan. Eunhyuk menunduk dan mengenakan kacamata hitam untuk menyamarkan bahwa dirinya kini tengah menangis dalam diam karena sebuah luka yang ia rasakan pada diri sahabatnya.

.

~The_Fault~

.

1 bulan berlalu semenjak pernikahan Kyuhyun dan Yesung digelar, selama itu pula keduanya selalu bersenang-senang setiap saat. Yesung tidak lagi merasa kesepian karena Kyuhyun selalu berada disisinya, membuatnya tertawa, menemaninya tidur, menemaninya makan bahkan selalu bersamanya setiap saat walau Kyuhyun mulai menjalani jadwalnya sebagai artis di Korea.

Kini keduanya tengah berada didapur untuk menyiapkan sebuah makan pagi untuk mereka sebelum Kyuhyun harus menjalani jadwalnya hari ini.

"Hum... rasanya begitu menggoda, aku tidak sabar memakannya." Kyuhyun melingkarkan tangannya possessive dipinggang Yesung, menyandarkan dagunya dibahu kanan Yesung.

"Kyunnie lepaskan, aku sedang memasak."

"Hanya ingin memelukmu, apa tidak boleh huh? Kau jahat sekali." Bibirnya mengerucut dan Yesung tertawa melihatnya, ia menoleh kearah dimana wajahnya berada cukup dekat dengan Kyuhyun dan mencium bibir suaminya itu.

"Bukankah setiap saat kau bisa memelukku huh?"

"Tapi setiap detik aku merindukanmu Cho Yesung, apa kau tidak merasakannya?"

Yesung memutar bola matanya dan melirik kearah Kyuhyun, melihat suaminya yang merajuk seperti ini sungguh membuatnya tidak bisa mengatakan apapun.

"Ne... arraseo honey." Ia menarik ujung hidung Kyuhyun dengan tangan kirinya yang bebas.

Ting... Tong...

"Hng? Ada tamu pagi-pagi?" Yesung dan Kyuhyun sama-sama mengernyitkan dahinya sebelum akhirnya Yesung mematikan tungku api dan melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar dipinggangnya. "Kau tunggu disini saja, aku akan membukakan pintu."

"Tunggu!" Kyuhyun meraih pinggang Yesung dan memutar tubuh mungil itu menghadap kearahnya, melumat sejenak bibir tipis istrinya hingga membuat wajah manis itu memerah. "Kau lupa melakukan ini baby."

"Nappeun!" Yesung memukul dada Kyuhyun dengan menggembungkan pipinya.

Ting... Tong...

"Ne!" Seru Yesung kemudian berlari menuju pintu, membiarkan Kyuhyun terkekeh karena sekali lagi berhasil membuat istrinya malu. Ia bersandar pada pilar kecil yang berada ditengah-tengah antara meja makan dan dapur.

"Kyunnie, apa kau menyuruh orang mengirimkan bunga ini untukku?" sosok Yesung terlihat dengan membawa sebuah buket bunga baby breath yang cukup besar.

"Hng? Tidak." Kyuhyun menggeleng, "Jika aku mau, aku bisa langsung memberikannya padamu baby, memang kau tidak tahu siapa yang mengirimnya?" ia duduk dikursi meja makan lalu menarik tubuh Yesung untuk duduk dipangkuannya dengan sebelumnya meletakkan buket bunga baby breath itu keatas meja.

"Orang yang tadi berada didepan pintu tidak tahu siapa yang mengirimnya, dia hanya mengatakan bahwa bunga ini untukku." Ia memutar-mutar buket bunga itu hingga matanya menangkap sebuah kertas yang bersembunyi ditengah-tengah bunga yang terlihat begitu indah itu.

"Ada surat? Cepat buka dan baca baby, aku ingin tahu, mungkin dari fansmu."

Yesung mengangguk lalu mengambil sebuah amplop merah dan mulai membukanya.

"Dari seseorang yang sangat mencintai peri kecil Kim Yesung."

Deg_

"Aku mencintaimu peri kecil, kau adalah milikku, peri kecil Kim Yesung hanya milik seorang malaikat tampan Choi Siwon."

Ucapan itu langsung terputar dalam ingatannya, ia sangat ingat bahwa hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu.

"Kenapa? Terjadi sesuatu?" Kyuhyun melihat sikap aneh Yesung, sosok istrinya itu seperti membatu ketika mengatakan awal dari kalimat disurat itu. "Baby..."

Yesung menggeleng dan berdiri, memutuskan untuk duduk sendiri dikursi samping Kyuhyun.

Hai baby... eungh mian, maksudku Yesung-ah, kau baik-baik saja bukan? Ah... pertama-tama aku ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu dengan Kyuhyun, aku harap kau akan bahagia tidak seperti saat kau bersamaku.

Maaf jika baru kali ini aku mengirimkan sebuah bunga yang kau ingin sejak dulu, maaf karena selama ini aku selalu mengacuhkanmu, maaf selama ini aku selalu membiarkanmu sendiri. Dan aku tahu semua permintaan maafku tidak pernah berguna karena semua telah sia-sia.

Kyuhyun hanya diam serasa ia mengerti siapa yang membuat Yesung seperti ini, ia tetap fokus kepada Yesung yang membaca serius surat ditangannya.

Aku adalah seorang namja pecundang yang tidak berani menunjukkan batang hidungku, maaf karena aku tidak bisa menghadiri acara pernikahanmu, tapi selama ini aku selalu melihatmu. Melihatmu tertawa, melihatmu tersenyum, melihat wajahmu memerah hingga melihatmu melompat-lompat bahagia dan semua itu terjadi ketika kau bersama Kyuhyun.

Aku tahu aku bukan lagi siapa-siapa bagimu, aku sudah menyia-nyiakan orang yang sangat berharga seperti dirimu, aku sudah dengan bodohnya membuat namja yang aku cintai terus terluka, maafkan aku.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya melihat onix Yesung mulai berkaca-kaca, seperti akan mengeluarkan sesuatu yang masih ia coba tahan.

Tapi aku melakukan semua ini bukan karena keinginanku, aku hanya ingin melihatmu bahagia bersama orang lain, karena aku tahu aku tidak akan bisa membuatmu bahagia untuk waktu yang lama. Dan hanya dia, Kyuhyunlah yang bisa membuatmu bahagia untuk waktu yang sangat lama.

Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu Yesung-ah, tidak peduli jika kau sudah tidak menganggapku lagi, tidak peduli jika nyatanya aku bukan lagi suamimu. Aku merasa bahagia karena pernah memiliki hatimu walau tidak untuk waktu yang lama.

Kyuhyun menggenggam erat tangan kanan Yesung yang terlihat terkepal erat, sedang tangan kirinya yang membawa surat itu mulai bergetar.

Dikehidupan ini aku memang tidak bisa memilikimu seumur hidupku, tidak bisa terus menjagamu karena aku tidak mau kau akan hancur ketika aku aku berharap dikehidupan kedua kelak, aku bisa memilikimu sepenuhnya.

Sekali lagi selamat atas pernikahanmu dan hanya bunga baby breath ini yang bisa aku jadikan kado pernikahanmu dengan Kyuhyun. Semoga kau bahagia dengan Kyuhyun dan...

-sampai bertemu lagi dikehidupan kedua nanti.

Yesung melebarkan matanya, ia sama sekali tidak mengerti kalimat terakhir yang ditulis Siwon. ia menatap Kyuhyun seraya menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak mengerti Kyu, aku sama sekali tidak mengerti."

Tes_

Kyuhyunpun tak kala terkejut melihat onix itu mulai mengeluarkan liquid, ia meraih kertas yang dibawa Yesung dan membacanya dengan cepat, membiarkan untuk beberapa saat Yesung menangis dalam diam tanpa mengeluarkan isakan.

"Datanglah secepatnya ke korea Kyu, aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Hanya kau yang bisa aku percaya untuk menjaganya."

Kyuhyun melebarkan matanya tak percaya, ia menggelengkan kepalanya menepis pemikiran buruk yang masuk kedalam otaknya saat ini. Mengingat bagaimana saat itu Siwon memintanya untuk segera kembali ke Korea dengan alasan yang belum ia mengerti sampai saat ini, dan sekarang Kyuhyun seperti mulai mengerti apa maksud alasan Siwon.

"Aku harus mencari tahu!" Yesung bangkit dan berlari menuju kamarnya, meraih mantel dan kunci mobil.

"Baby kau mau kemana?" Kyuhyun menahan pergelangan tangan Yesung saat namja manis itu berlari menuju pintu keluar.

"Aku harus mencari Siwon, aku ingin dia menjelaskan apa maksud dari surat itu!"

"Kau tidak boleh sendirian, salju masih tebal diluar sana."

"Tapi aku harus mencari Siwon! aku mohon!" ia mengusap kasar airmatanya, memohon kepada Kyuhyun agar melepaskan genggamannya. Dan namja tampan itu masih membatu melihat bagaimana istrinya mencoba mengusap airmata yang tidak pernah berhenti mengalir.

"Jebal Kyu, lepaskan aku! Aku ingin mencari Siwon..."

Kyuhyun menghela napas sejenak sebelum akhirnya berkata, "Baiklah, aku akan bersamamu."

.

~The_Fault~

.

Keduanya berjalan cukup cepat menuju apartemen yang ditempati Yesung dan Siwon dulu, tapi ketika mereka sudah berdiri didepan pintu, ia melihat pintu itu tidak tertutup sempurna. Mereka akhirnya memutuskan masuk dan melihat apartemen itu sudah kosong tidak seperti sebelumnya.

"Kalian siapa?"

Yesung dan Kyuhyun terkejut melihat seorang namja yang berdiri diujung ruangan. "Dimana Siwon?" tanya Yesung secara langsung.

"Siwon?" namja tersebut mengernyitkan dahinya hingga kemudian menjentikkan jari, "Ah.. maksud kalian namja yang dulu membeli apartemen ini?" Yesung mengangguk cepat. "Bukannya dia sudah pindah 1 bulan yang lalu, dan apartemen ini sudah dijual, aku disini hanyalah orang yang diminta untuk membersihkan apartemen karena ada orang yang akan menyewa apartemen ini."

Lagi. Yesung membatu, tidak pernah ia sangka bahwa apartemen yang menyimpan begitu banyak kenangan manis dan pahit bersama Siwon kini akan ditempati oleh orang lain. Seluruh hiasan, pajangan hingga gambar-gambar yang mereka lukis dulu kini hilang entah kemana.

"Tidak mungkin." Yesung menggeleng, tersenyum miris seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan namja tersebut.

"Baby, Siwon tidak ada disini." Kyuhyun menyentuh bahu Yesung dan langsung ditepis oleh namja manis itu.

"Aku harus kekantornya!" Yesung kembali berlari keluar diikuti Kyuhyun dibelakangnya.

Didalam perjalanan menuju kantor Siwon, Yesung terus mengepalkan tangannya, tidak lagi menangis seperti sebelumnya namun Kyuhyun tidak bisa banyak bicara mengingat keadaan Yesung yang seperti ini.

Hingga akhirnya mereka berdua sampai disebuah gedung yang menjulang tinggi. Berjalan cukup cepat menuju kesebuah ruangan yang dulu sering Yesung datangi. Kebetulan sekali tidak ada seseorang diluar pintu tersebut yang biasanya menjaga ketat ruangan Siwon.

Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Yesung mendorong pintu besar itu dan ia begitu terkejut melihat siapa yang ada diruangan itu.

.

.


"Because it's my fault, you see. I did it. And you must always clean up your own messes, even when your messes look just like you and curtsy very viciously when what they mean is, I am going to make trouble forever and ever." – Catherynne M. Valente


.

To be Continued

.

Chap 2 selesai ^~^ tidak banyak bicara.. langsung tinggalkan comment saja bila ada yang menginginkan lanjut ^~^

Gomawo #hugs_Rae


.

Big thanks to :

Nierin | | missjelek | yeon | Guest | Won | szasza harnis | wonnie | Nakazawa Ryu | Yewonshipper | Cloud246 | TrinCloudSparkyu | 24 | pricilia3424 | yeyepapo | ucuclouds | yesunghyunggue90 | Jy | Guest | Kim Raein | Asha lightyagamikun | yebaby07 | nhyed'Agista | chokimlatte15 | mukhaclouds | Guest | tamamaChan23 | r3diavolo89 | yesungismine | CloudsYesungie | mitha3424 | cloud3024 | nin nina | ajib4ff | Ukyesung xD | | cloudalones | magieapril | jaedy | Ayyes | CloudsYeskie | InaaCloudsejatie | spfly3024

Thank so much for you guys ^~^