*Note ini tertempel di sebuah pintu cafetaria rumah sakit*

*Engsel pintu itu terikat dengan tambang dan belasan selang infus*

.

NOTE :

16 Maret 17

Apapun yang kau lakukan, Jangan buka pintu ini. Aku tidak bisa menghitung berapa dari mereka yang ada di dalam. Sebagian besar dokter dan perawat ada di dalam saat semuanya terjadi.

14 Maret Kemarin, siang hari berjalan seperti biasanya. Aku adalah mahasiswa magang yang kebetulan mendapat shift bekerja siang.

Diawali dari listrik yang tiba-tiba mati, semua dokter yang tengah makan siang dikagetkan dengan seseorang yang tiba-tiba masuk dan muntah darah. Dia berteriak minta tolong.

Aku yang kebetulan adalah mahasiswa magang dokter Shizune yang merupakan dokter spesialis luka dalam tentu langsung diajak untuk memberikan pertolongan pertama.

Namun belum sempat aku beranjak keluar untuk mengambil peralatan dokter Shizune. Orang itu sudah mengamuk dan mengigit dokter Shizune dengan keras. Membuat dokter Shizune berteriak nyaring dan meronta kesakitan. Membuat seisi cafetaria terkaget dan sebagian memuntahkan makan siangnya

dua dari tiga orang yang ikut membantu dokter Shizune mencoba melepaskan gigitan orang itu dari leher dokter Shizune.

Aku masih ingat dengan sangat jelas dokter Tazuna hanya memarahiku karena aku tak membantu namun malah mematung seperti orang tolol.

setelah tergigit, tubuh dokter Shizune mengalami kejang hebat. Dan itu adalah awal dari kegilaan yang terjadi.

Semua yang ada disana berlari kocar kacir saat dokter Shizune bangun dan mulai mengigit dokter Tazuna. Sialan. Mengingatnya membuatku paraniod tentang apa yang terjadi di luar rumah sakit ini. Aku harap semua baik baik saja.

Aku mengingatkanmu. Bagi siapa saja yang menemukan catatan ini. Pokoknya jangan buka pintu ini! Aku tidak tau kenapa lorong begitu kosong. Namun yang aku tau, di balik pintu ini ada belasan, ah tidak.. mungkin sudah puluhan sekarang. Aku yang menyegel pintunya, bahkan sebelum mereka semua berubah menjadi 'zombie'

tapi.. biarlah sejarah mencatat ini sebagai dosaku

Hanya itu yang dapat kulakukan.

Setelah, merantainya kemarin, aku bersembunyi di dalam lemari sapu selama kurang lebih dua hari.

Namun aku berniat keluar rumah sakit hari ini. Aku juga mengikatkan beberapa selang infus untuk berjaga-jaga.

Siapapun kau.

Semoga tuhan selalu melindungimu

.

.

ttd.

Uchiha Sasuke