Note Kecil Penulis : hohoho maaf , author lagi lagi dengan usilnya nge delete semua document dan mengulang repost , sebenarnya kan author masih baru di bagian ini jadi author masih bingung gimana cara agar penulisan nya setidaknya sama dengan di microsoft word tapi malah ancur , jadi ya terpaksa lah sedikit begini hancur , jan marahi author please. dan juga ff ini setidaknya stok untuk di post banyak . mungkin sekarang dan seterusnya lebih cepat post nya , jadi staytune aja yaaa

GreenChuda A.k.a PCYNC new present story

Fear Of Losing

Main Cast : Park Chanyeol , Do-Byun Daekhyun

Byun Hyemi , Byun Baekhyun , And others

Genre : Romance , Marriage Life , Angst /? , Abstark

Rate : PG 15 +

Length: Chapter

Typo(s)

This Is Story

.

.

.

.

.

.


Ch 1 :


"Kau benar ingin melakukan itu ? Tidak menyesal akan melepaskan lelakimu ini, eoh ? "Goda malaikatnya , ya dia adalah malaikat yang dikirim untuk daekhyun , lelaki yang tiba tiba menyekapnya, ah salah memungutnya dari panti saat umurnya menginjak 18 tahun lalu memberikan kehidupan layak seperti kebanyakan manusia sekarang, memberikan semua kebutuhan wanita itu dengan lengkap dan fasilitas yang sangat sangat hebat.

Tapi tidak dengan wanita itu dia lebih memilih menyendiri, di flat mewah yang di beli chanyeol untuknya. Flat mewah yang memiliki fasilitas lengkap bahkan bermerk tersedia .

seorang lelaki tampan , bahkan jika melihat dari sisi keseluruhan lelaki itu tidak ada celah kerusakan sedikitpun. Bagaikan pada saat membuat namja itu tuhan sedang bahagia sekali.

Dan saat umurnya masuk ke dalam 20 tahun chanyeol akhirnya turun tangan menyekapnya ke mansion besar mewah yang bahkan bisa disebut istana itu . Dan sebulan setelah itu chanyeol menikahinya, dan menepati marganya di depan marga gadis itu. Chanyeol yang saat itu selalu tersenyum padanya membuatnya tidak dapat melihat sisi gelap chanyeol, sampai akhirnya dia menyadari ada yang tidak beres dengan namja itu .

Saat menikah dengan daekhyun ,chanyeol menginjak umur 24 tahun dan memegang status pria muda terkaya , dan jenius . Oh tidak ada nama daekhyun didalam berita apapun itu. Karena chanyeol menyembunyikan wanita itu takut wanitanya masuk kedalam dunia kejamnya

"YAK! Aku tidak melepaskan mu, hanya mengizinkanmu untuk saat ini, "ujarnya kesal bagaimana suami yang sudah dicintainya itu berani mengklaim pernyataannya itu . dia berjalan mendekati sang suami yang sudah duduk diatas kursi kayu yang berada di tengah taman , mendudukkan dirinya diatas pangkuan paha besar sang suami, sesekali membuang muka dari lelaki tampan itu ,

"Aish , ternyata kau begitu mencintai suami mu ini heum? "Godanya seraya mengecup pelan pipi tirus wanita yang didepannya , dan sepertinya sudah semakin tirus. Lalu tangannya memeluk pinggang sang wanita dan mencoba membuat wanita itu lebih rapat dengannya seperti tidak puas walaupun wanitanya itu sudah berada dipangkuannya.

"Apa kau rela membiarkan aku membagi diriku pada yang lain? " Goda nya lagi seraya mencolek dagu sang istri yang sedari tadi diperhatikannya . dan sepertinya dugaannyasalah ketika melihat sang istri nya berbeda , oke ! kali ini sepertinya kekesalan daekhyun yang sudah ditahannya meledak sendirinya

" Yak! Kau sendiri yang menginginkan keturunan PARK! Kenapa bisa bisanya mengatakan itu padaku, kau jahat " teriaknya seraya mengeluarkan isakannya juga, bagaimana mungkin seorang daekhyun bisa membagi chanyeolnya dengan wanita lain yang lebih jelas dapat mengalahkanya jika dibandingkan glamor dan kekayaan .

Chanyeol merengkuh wanitanya dalam pelukan hangat karena sangat merasa bersalah telah melukai hati sesosok tak berdosa itu, walaupun itu hanya sebuah godaan belaka , dia tak menyangka bisa menyebabkan hal ini terjadi

"maaf aku ,, hanya menggoda mu, aku tidak tau dapat melukai hatimu seperti ini , hyun-ah . Aku tidak akan mencintai perempuan lain, hanya kau , hanyakau , kau tau itukan ? " Kata kata chanyeol meyakinkan dan pelukan hangat itu membuat sang wanitanya berhenti menangis dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang chanyeol lalu menutup pelan matanya

Hei ini masih pagi, kenapa dia tidur lagi? Akhirnya mau tak mau lelaki yang punya reputasi sebagai Devil itu berubah menjadi malaikat pagi itu di rumah besarnya, dengan talenta nya dia mengangkat sang istri dari kursi taman membawanya menuju kekamar untuk menaruh istrinya tidur ditempat yang layak

Fear Of Losing

Malam ini kediaman Park dipenuhi dengan keluarga besar chanyeol , ah iya hanya keluarga besarnya saja, sang eomma, appa, Noonanya, jangan lupakan satu lagi dirinya, Chanyeol . Apa aku sudah menceritakan bahwa sosok devil yang pantas sebagai malaikat ini mempunyai seorang kakak perempuan? Baiklah aku akan menceritakannya sedikit

Park Yoora,, anak pertama keluarga yang selalu di agung agung kan -park -sekaligus kakak satu satunya seorang yang arogan dan keji itu, siapa lagi kalau bukan chanyeol . Memiliki seorang anak perempuan yang memiliki wajah tampak terlihat dominan ke sang ayahnya .

Yoora punya masa kelam tentang pernikahannya pertama maka dari itu chanyeol tidak ingin merasakan hal yang sama dengan kakaknya , kehilangan dan tidak ingin membuat sang istri juga lebih merasakan hal yang sedih , penyiksaan .

Nama anaknya adalah KIM NA RA ! Keponakan cantik sekaligus anak seorang chanyeol, salah , maksudku chanyeol memang menganggap Nara adalah anaknya, dan nara memang memanggil chanyeol appa, tapi tentu itu juga karena sang istri yang diyakini tidak bisa memberinya sesuatu yang dia inginkan sehingga membuatnya mengikuti perkataan sang appa –TUAN BESAR-, dan berakhir di rumah besar ini lah akhirnya

"Daekyun, perkenalkan , ini Hyemi , dialah yang akan mengandung anak chanyeol nanti, tak apa kan ? " Ujar Tn Park padanya menyadarkan bahwa setelah hari ini dia akan kehilangan chanyeol-nya . Tidak apa dia bilang? Bahkan jika boleh memilih daekhyun memilih untuk bercerai dari chanyeol daripada seperti diduakan nantinya .

Mengandung anak chanyeol ? Apa dirinya tidak cukup? HEI,, kenapa rasanya rumah ini seperti neraka saat ini, bahkan bisa membakar tubuh daekhyun . Tapi tentu saja ada tempat berteduhnya, yakni eommanya chanyeol, sosok yang memang selalu mendukung daekhyun dari awal sampai sekarang tapi kali ini dia tidak bisa membela menantu yang teramat disayanginya itu

"Ah , perkenalkan , Aku Do daekhyun " sapa daekhyun terlihat ramah , tentu saja ramah diluar, didalam jangan tanyakan itu , bahkan dia bisa menghabiskan air disungai han untuk meredakan kepanasan hatinya yang sedang membara , mengulurkan tangan sebagai formalitas kepada tamunya , iya tamu keluarga mereka nantinya .

Dia tidak boleh egois , seharusnya memang dialah yang memberikan chanyeol keturunan mengingat dia sudah berapa kali gagal dalam kesempatan yang bertubi tubi itu membuat kepala keluarga park turun tangan dan mengambil solusi ini.

"Park Daekhyun " ujar chanyeol menegaskan bahwa nama depan istrinya adalah marganya seorang bukan marga lainnya . Karena istrinya adalah miliknya. Saat melihat hyemi juga membalas uluran tangan istrinya

"Senang bekerja sama sedangmu hyemi -ya,, terimakasih bantuan mu untuk chanyeol "ujar daekhyun pelan , akhirnya perbincangan itu mulai panas dengan perkataan dan percakapan khayalan ketika chanyeol akan memiliki anak dari hyemi nanti pastinya . Bahkan ayah chanyeol menyuruh anaknya menikah lagi.

Menikah lagi? itu terserah chanyeol, yeoja itu bisa apa ? Yeojaitu memang istri tak berguna , dia juga ingin menimang bayi, tapi bayinya sendiri . Yeoja itu sangat menginginkan hal itu

Tapi bayangannya masih jelas teringat sedikit percakapannya dan chanyeol dua bulan yang lalu tentang menentang daekhyun sikap chanyeol itu , melarangnya hamil. Dan mau tidak mau dia mengikuti semuanya , dia tidak ingin DEVIL Chanyeol mendekat kearahnya saat itu . Chanyeol memang tidak menginginkan anak darinya, lagi pula chanyeol pasti sudah bosan dengan daekhyun sekarang .

"Hyemi -ya ikutlah pulang ke rumah chanyeol mulai hari ini, "perintah sang kepala keluarga seakan tidak ada yang dapat menentangnya . menahan daekhyun tadi sebentar dan bilang bahwa semua akan baik baik saja .

Tenanglah ma, semua akan baik baik saja , dan chanyeol akan semakin baik setelah itu , batin seorang gadis Kecil itu melihat pemandangan yang mulai membuat matanya sedikit berair , bahkan Tn Park menyuruh hyemi duduk disamping chanyeol di jok belakang sedangkan dia di samping supir .

Itu adalah tempat ku , jangan mengambilnya , teriakan pilu batin daekhyun . dia bisa apa ? ini juga untuk masa depan suaminya , dia harus mencoba bersabar sekarang dan waktu seterus

" Yeobo, kenapa diam saja ?"Tanya chanyeol memecahkan keheningan mobil itu, oh tidak bahkan sang istri hanya diam menatapi jalan , dia tidak bergeming , bahkan bergerak sedikitpun dari tempat duduknya, membuat chanyeol mengira sang istri sudah tertidur

"Pak, apa dia tertidur ? " Tanya chanyeol dengan suara di pelankan , takut jika istrinya terbangun mendengar suaranya , supir itu menggeleng membuat chanyeol diam sejenak , dan mengatupkan kedua rahangnya

"YAK! Daekhyun kau ,, seperti apa jika begini terus bahkan aku berbicara padamu kau mengabaikannya , itu ajaran siapa "desis nya membuat hyemi terdiam, ya mungkin devil chanyeol akan keluar setelah ini . Benar sekali karena hyemi akhirnya tau bahwa sosok disampingnya sama seperti beberapa artikel yang pernah dibacanya, kejam , tegas.

"PARK DAEKHYUN" kali ini dia tersulut emosi , bahkan yang dipanggil pun hanya diam , masih mulai mencerna apa yang terjadi , mencerna apa yang hari ini dia alami , ketika chanyeol tiba tiba mendapat perempuan untuk mengandung anaknya , lalu melihat chanyeolnya sudah sangat jauh dari gapaiannya dan lainnya –kejadian dirumah utama-

"Nyonya, tuan sepertinya ingin nyonya menjawab sesuatu " ujar supir itu takut takut, daekhyun hanya diam masih diam dalam pemikirannya

"Kau berisik sekali PARKCHANYEOL, aku lelah " lirih daekhyun tapi tentu saja terdengar di telinga semua orang di mobil itu, dengan rasa tidak bersalah nya dia menyandarkan kepalanya kejok mobil dan menutup matanya perlahan , walaupun airmata itu sudah menumpuk

Wajar saja menumpuk, dia sudah sangat bergantung pada lelaki itu , lelaki itu yang membuatnya selalu bergantung dan sekarang dia harus mencoba melepaskan suaminya itu dari ketergantungan yang bisa berakibat fatal nanti, menyiksa dirinya dan hatinya .

" Aku lelah, bolehkah, aku menyandarkan kepalaku dibahumu " tanya hyemi yang sudah menyenderkan kepalanya di bahu tegap chanyeol , dan memejamkan mata merasakan wangi maskulin yang keluar dari tubuh namja yang akan bersama nya dalam masalah ini, mungkin terlihat akan sangat singkat tetapi dia akan berusaha keras mendapatkan yang diinginkannya, iya dia menginginkann chanyeol nanti akan jadi miliknya seutuhnya , tanpa perjanjian apapun terikat . chanyeol menatap tajam wanita disampingnya karena sebelum menjawab pertanyaan wanita itu ,dengan enaknya langsung menyambar bahunya , bahunya hanya untuk seorang daekhyun

"Tidak akan pernah , sebelum kau menandataangi surat perjanjian " ujar chanyeol menjauhkan kepala yeoja itu dari sisi tubuhnya dan menatap tepat wajah samping kanan sang istri , dia ingin menidurkan istrinya itu sekarang tetapi apalah dayanya

" STOP" seru chanyeol membuat supir itu menepikan jalan , namja jangkung itu membuka pintunya dan keluar lalu beralih kearah pintu yang dibagian daekhyun dan membukanya Menarik tangan daekhyun keluar lalu memesan taksi untuk mereka, berlalu dengan cepat

"Tuan chanyeol memang begitu "desah supir taksi itu panjang, oh tidak kilatan di wajah hyemi berbeda , wajah itu wajah penuh kebencian , dan apapun itu.

"Apa chanyeol memang begitu jika bersama istrinya ? " Tanya hyemi terpaksa supir itu mengangguk dan melajukan mobil mereka ke tempat tujuan utamanya tadi.

Fear Of Losing

"Arrrghh chan tanganku sakit " ujar daekhyun meringis memegang pergelangan tangannya lalu menatap nanar ke arah namja tukang perintah itu . Chanyeol malah diam dan mendorong tubuh daekhyun masuk kedalam taksi dan memasukkan dirinya juga . hey bahkan daekhyun tadi sempat terkejut akan perlakuan suaminya tersebut, membangunkannya , menariknya dan mendorongnya masuk kedalam taksi ini akhirnya.

"Kediaman PARK, " ujar chanyeol pelan , lalu terus menatap sang istri

"Tapi tuan, bagaimana bisa taksi masuk kesana ,? Pasti tidak di ijinkan " ujar supir takut takut, oh benar saja memang ! Sejak kapan taksi bisa masuk ke daerah itu, hey salahkan namja arogan di jok belakang karena dialah yang membuat peraturan tak berarah seperti itu

"Jalankan Saja mobil Ini ! Atau kau tidak selamat setelah ini "perintah nya tegas, entahlah disisi ke kejaman nya, sang supir taksi bisa merasakan kelembutan dari tatapan namja itu ketika melihat wanita di sampingnya.

"B-baiklah tuan "

"Aku lelah " rengek seorang park chanyeol, ingat ! Park Chanyeol, sejak kapan dia bisa merengek seperti ini ? Oh itu hanyalah di hadapan sang istri dan itu berjalan dua minggu yang lalu . Liatlah dengan manjanya dia menyandarkan kepalanya dikepala wanitanya, dengan lembut dan menutup wajahnya

Sang wanita tidak bergeming , dan hanya menikmati apa yang dirasakannya itu, lagi lagi dia menyesali bahwa seharusnya dia berusaha keras menjaga bayi bayinya agar tidak keguguran , tapi hasilnya apa ? , tanpa sadar air matanya perlahan turun dan mengenai wajah suaminya

"Uljima" suara berat tapi penuturan dengan lembut membuat daekhyun memalingkan wajahnya dari prianya , tapi bukan chanyeol namanya jika wanitanya tidak menatapnya . Tangis wanitanya pecah , oh tidak itulah membuat hatinya sakit .

"Waeyo? " rengkuhnya sang wanitanya kedalam pelukan dan mengecup puncak kepala wanitanya pelan

"Aku mulai besok ingin tingal di mansion taman belakang " ujar daekhyun pelan, oh bahkan tidak terdengar , hey , jangan sebut nama chanyeol jika ia tidak mendengar hal itu dengan telinga yang cukup lebar untuk mendengar apa saja, bahkan detak jantung wanita disampingnya

"Andwae, tinggal tetap bersamaku, kau istriku, aku hanya akan menjalankan perintah abeoji, lalu setelah itu aku kembali padamu, " dia mencoba menenangkan yeoja kecil itu, dia seperti merasakan sakit hati istrinya pasti teramat dalam .

Tanpa sadar mobil yang mereka tumpangi sudah di berhenti dengan alasan ditadang beberapa bodyguard, dan melihat gerbang besar itu masih tertutup tidak rapat mungkin mengingat sepertinya supir chanyeol sudah datang lebih dahulu kesini.

"Tuan, bagaimana ini ? Kita tidak bisa masuk "ujar supir taksi itu takut takut, chanyeol hanya diam dan ingin merasakan pelukan itu lebih lama dan terganggu karena ucapan sang supir .

Lihatlah bahkan empat bodyguardnya yang bertubuh kekar sudah mengelilingi empat sisi mobil, supir taksi itu semakin ketakutan . Lalu membuka jendelanya pelan

"Kau sepertinya masuk di area yang salah tuan " ujar salah satu dari mereka , supir taksi itu terdiam dan sangat ketakutan , karena ia tau itu adalah area terlarang, bahkan sebenarnya saat mendengar kata kediaman park dirinya menegang , bagaimana mungkin dia bisa sampai kesini akhirnya .

Oh jangan lupa bahwa supir taksi itu mengetahui siapa PARK CHANYEOL . Bahkan dia mendengar namanya saja membuat supir merinding mengingat teman temannya pernah sesekali bercerita tentang namja yang hampir seantero korea menceritakan kesuksesan dan kepribadiannya yang kejam.

Tentu saja dia tidak tau bagaimana wujud asli park chanyeol mengingat dia belum pernah bertemu dengan pria itu. Bahkan jikapun akan bertemu dia pasti tidak bisa yang mana seorang park chanyeol asli, karena kata beberapa temannya yang sempat bertemu dengan park chanyeol, chanyeol bahkan sepuluh kali lebih sempurna dari pada yang digambar , membuatnya tidak yakin jika bertemu dengan chanyeol akan langsung mengenalinya , seperti saat ini .

Dia belum menyadari siapa penumpangnya saat ini , dan masih dengan ketakutan bapak tua itu menjawab perkataan bodyguard tadi

"Maaf saya hanya mengantar pelanggan saya , tidak lebih tuan " ujarnya ketakutan wajar saja ketakutan melihat kebengisan diwajah para bodyguard itu .

"Menyebalkan , ini lama sekali "desis chanyeol dan Daekhyun berhenti melakukan aktivitasnya yang tengah direngkuh chanyeol tadi lalu menurunkan jendela mobil .

"Aku pelanggannya , pengawal Kim " ujar chanyeol sebelum sempat dijawab dengan istrinya itu , bodyguard itu langsung meminta maaf dan berlari cepat untuk membuka gerbang besar itu. Yang lainnya hanya menunduk membuat sang supir itu terdiam dan mulai memasuki perkarang rumah yang terlihat jelas ada air mancur ditengah tengahnya .

Dia masih tidak mengerti, kenapa pengawal tadi bisa bisanya langsung membuka gerbang itu, padahal mungkin saja salah satu dari anggota rumah ini, tapi setau supir itu chanyeol tinggal sendiri dirumah megah itu . Semua pelayan dan pengawal berdiri dikarpet merah dan menunduk , melihat mobil taksi itu datang , sang supir taksi masih tak bisa mencerna penglihatannya .

"Ini uangnya, ambil saja kembaliannya " ujar chanyeol memberikan seratus ribu won, oh itu terlalu banyak, bahkan perjalananya hanya membutuhkan dua puluh ribu limaratus delapan won, tidak sampai seratus ribu won itu . Pelanggannya itu pasti sangatlah kaya sehingga mau menghamburkan uang sebanyak itu

Tetapi supir taksi itu bersyukur lalu memanjatdoa dan mengangguk, satu pelayan itu membuka pintu taksi dan langsung membuat penumpangnya turun dengan anggun.

Lalu sebelum meninggalkan kediaman itu dia melihat bagaimana pelanggannya tadi diperlakukan , dia tidak menyangka , bak putri dan raja .

Rasa penasaran sang supir itu terjawab dengan cepat ketika dia menanyakan siapa pelanggannya itu sebenarnya kepada salah satu bodyguard yang bertugas di gerbang

"Dia , Tuan kami, PARK CHANYEOL, dan adiknya . " Menegang , itulah yang dirasakan supir itu , tak menyangka seorang park chanyeol bisa menaiki taksi murahan seperti taksinya, dan lagi pula

Semua yang diceritakan teman temannya tampak semu ketika dia menyadari bahwa chanyeol itu tidak sekejam yang dibilang orang, dan chanyeol itu bahkan memang sangat tampan, tapi tetap tak membuat supir dapat mengenalinya .

dia melihat chanyeol yang berbeda hari ini, berbeda dengan pendapat orang, melihat tatapan lembut untuk wanita disampingnya, memeluk wanita itu dengan kelembutan , bahkan dia menahan amarahnya dengan wanita itu agar sang wanita tak ketakutan jika bersamanya . Dan hari itu dia belajar bahwa dalam penilaian untuk seseorang , orang itu harus mencari tau kepribadian seorang bukan hanya menatapnya dengan julukannya yang mengerikan

Dan dia menyadari bahwa chanyeol yang bertemu dengannya sedang berubah wujud untuk wanita disampingnya

Fear Of Losing

" Baca dan tandatangani perjanjian ini, aku tidak ingin berlama lama,istriku sudah tidur mendahuluiku ."Ujarnya dengan tatapan tajam kearah yeoja yang akan mengandung anaknya nanti. Dan dia berjanji bahwa dia melakukannya tidak lebih dari dua kali, dan itu harus berhasil

Hyemi menelan ludahnya lalu membaca peraturan yang tertera disitu

"Tidak boleh mencintai satu sama lain ? " Ujar wanita itu menciut karena dia sudah terlanjur mencintai lelaki sempurna dihadapannya itu

"Tentu saja , aku sudah mencintai istriku, bagaimana mungkin aku bisa mencintaimu "

Rasa sakit hati menusuk kedalam hatinya , bahkan sangat dalam , tunggu dulu, kenapa dia bisa begini, perjanjian tetap lah perjanjian kenapa hyemi harus merasakan sakit seperti ini

"Hanya kau yang boleh meminta dan menyentuhku? "

Mata hyemi memanas melihat setiap peraturan tertera dia tidak menyangka hal itu , tak menyangka dia sepertinya sudah terlanjur mencintai chanyeol itu

"Heum "

"Aku tinggal serumah dengan mu? Shireo "tolaknya, wajar karena pasti dia merasa bersalah dengan istri chanyeol karen sudah hampir mengambil kepunyaaan nya yang pasti teramat berharga

"rumah ? Apaterment ? flat ? pilih saja yang mana kau mau ,, "suara bahkan nada begitu arogan

"Baiklah aku meminta apaterment"ujarnya sedangkan lawan bicaranya mengangguk seakan menyetujuinya

Dengan cepat dia menandatangi surat itu , dan memberikannya pada chanyeol . "Ah jam 12 malam nanti aku akan melakukannya, aku akan kamar belakang, karena aku ingin cepat bebas darimu dan kembali ke istriku " chanyeol berjalan begitu arogan dan meninggalkan sesosok hyemi yang masih beberapa kali mengerjapkan mata

Fear Of Losing

"Maaf aku akan menyakitimu ,, aku akan mempercepat semuanya,, aku janji akan hal itu "ujarnya mengecup pelan kening sang istri yang telah tertidur lelap . tidak sebenarnya istrinya itu bukan tertidur melainkan hanya menutup mata dan menunggu kedatangan sang suami , hanya seakan baru teriris sebilah pisau mendengar perkataan sang suami tadi. Apa dia akan melakukannya secepat mungkin , atau sekarang ? entahlah dia ingin sekali di peluk sang suami saat itu juga , akankah roda kebahagiaannya akan mulai turun kebawah , ketempat awal ?. dia menggeliat dari tidurnya membuat spontan chanyeol memeluknya , karena dia yakin chanyeol tidak akan membiarkan istrinya itu tidur tak nyaman disampingnya , hanya pelukanlah yang bisa membuat kenyamanan untuk sang istri .

"Kau tidak nyaman ya ? maaf ya "lirihnya dan memeluk sang istrinya lebih erat. Dan benar saja istrinya itu langsung tertidur lelap setelah itu

Fear Of Losing

Daekhyun terbangun melihat disekelilingnya tidak ditemukannya sang suami , membuatnya hanya terdiam lalu berjalan pelan menuju dapur utama , dia sangat haus mengingat hampir tadi malam dia tidak makan dan minum sedikit pun.

Telinganya mendengar suara yang membuat hatinya langsung menciut , suara lenguhan itu , membuat daekhyun memegang erat gelasyang ada ditangannya , dia tidak tau apakah chanyeol sengaja tidak menutup pintu saat ini , tetapi liatlah bahkan dia bisa mendengar suara desahan sahut menyahut saat itu juga . bukankah rumah ini penuh kedap suara? Setiap ruangan pasti ada kedap suara.

Hatinya menciut tangannya bergetar , semuanya melemas membuatnya terduduk dilantai dapur itu , walaupun masih beberapa pelayan dan pengawal menjaga rumah itu , mengingat ini bahkan jam satu dini hari

"nyonya , anda tidak apa apa?" suara yang sudah sangat familiar didengarnya , ya itu adalah suara yunho yang seepertinya sedang berkeliling rumah untuk malam ini , daekhyun menggeleng lemah lalu mencoba berdiri tapi sia sia saja semuanya bahkan terasa mati rasa

"saya akan membantu nyonya kekamar"ujar yunho membantuh memapah daekhyun yang bahkan sudah mulai menangis , dia tau betul daekhyun seperti itu pasti karena ulah tuannya yang tidak tau tempat melakukannya . walaupun itu dikamar belakang , tetap saja dia harus salah karena tidak rapat menutup pintu kamar belakang yang sangat dekat dari dapur

Saat sampai dikamar utama, daekhyun di baringkan lalu yunho beranjak meninggalkan nyonya nya itu tetapi daekhyun menarik tangan yunho dan menyuruhnya duduk sebentar

"terimakasih sudah menyelamatkanku kedua kalinya , ah mungkin sudah ke beberapa kalinya , tapi kumohon. Tetaplah seperti biasa sampai dia lahir , jika pun dia akan mati nanti lagi , aku ikhlas setidaknya bantu aku untuk membuatnya bertahan lebih lama "

"ini sudah lumayan lama nyonya , tenanglah aku akan selalu memberikan vitamin bukan obat yang di kasih oleh dokter kaparat itu , aku juga ingin melihat keturunan park hidup " ujar yunho, lalu daekhyun menghapus airmatanya

"jangan beritahu siapapun mengenai perihal ini , ah iya jangan juga kasih tau aku menangis hari ini "ujar daekhyun lemah dan dibalas anggukan mantap dari yunho

Lalu setelah itu daekhyun kembali terlelap..dan berusaha melupakan apa yang ia dengar tadi sebelum tadi yunho meninggalkan ruangan itu dengan cepat

Disisi Lain

Chanyeol terengah engah , entahlah ini masih klimaksnya yang kedua tetapi dia sungguh lelah , tadi dia hanya ingin memancing perempuan jalang menurutnya itu , tetapi malah dia terpancing dengan gerakan erotis perempuan tak tau malu itu .

Tapi chanyeol merasakan ada kelegaan di didirinya karena sudah hampir dua bulan penuh ini tidak bisa melepaskan hasratnya karena mengingat istrinya yang sudah mengalami keguguran karena meminum obat yang dokter 'andalannya ' itu beri , membuatnya enggan menyentuh sang istri lagi takut akan mendapat berita yang lumayan membuat hatinya menciut, kehamilan.

"Apa kau yakin tidak akan menyesal nantinya jika kembali kekamar mu ?" bisik hyemi membuat chanyeol terdiam dan terengah , apakah mungkin akan seperti itu ah iya dia berjanji pada dirinya hanya melakukan tidak lebih dari dua kali , dan kesempatannya sudah terpakai sekali malam ini

Dia ingin segera kembali kekamarnya dan melanjutkan tidur dengan wanitanya yang udah di klaimnya sebagai miliknya. Dan dia memang langsung memakai bathrobe dan berjalan menuju kamar nya sesungguhnya , dia sedikit heran dengan hyemi karena wanita itu sudah tidak perawan lagi , membuatnya sedikit curiga , tapi dia mencoba menepis semua itu dan yang hanya dipikirannya memiliki park kecil di keluarganya dan membesarkan anak itu dengan istrinya , daekhyun.

Fear Of Losing

"Pagi Tuan muda , Nyonya Muda , nyonya hyemi " sapa yunho melihat ketiga majikan nya , ah tidak sebenarnya hanya dua tetapi ditambah satu lagi dengan yang baru saja , mencoba ingin memikat hati tuan mudanya , tapi sepertinya tebakannya benar karena tangan hyemi mencoba meraih tangan chanyeol walaupun chanyeol akan memilih diam dan membuang mukanya

"pagi "sapa daekhyun lembut , memang itulah daekhyun sebenarnya . dia akan selalu ramah pada siapapun dan tidak memandang status seseorang

"ah iya , aku akan rapat hari ini . mungkin akan lembur , maka berbaik hatilah hyun-ku kau harus bersedia makan malam nanti "ujar chanyeol disela sela makan seraya menatap mata daekhyun , daekhyun meresponnya dengan sangat baik dan mengangguk riang sepertinya .

"arraseo , devil park "ujar daekhyun menekan kata devilpark , seperti melupakan keberadaan hyemi disini.

"aku ingin ikut "ujarnya manja pada chanyeol , panas? Siapa yang tidak panas jika seorang wanita yang baru dikenalnya tiba tiba bergelayut manja dengan MILIKNYA.

"terserahmu saja "ujar chanyeol lalu merapikan kemeja nya dan mengambil jaz lalu berdiri meninggalkan dua orang wanita yang seperti memperebutkannya

"Ah aku lupa, morning kiss , "seru chanyeol berlari kecil kearah istrinya dan mengecup pelan istrinya , dan mengecup kening istrinya "na khanda " gumannya membuat seukir senyuman berada di wajah manis daekhyun

Suasana di situ jadi tampak lebih canggung menurut hyemi tapi tidak dengan daekhyun yang berjalan menuju taman belakang, yang setidaknya dia pasti akan sering bermain dengan kucing waktu itu lagi . tetapi hasilnya apa ? nihil , lagi dan lagi

"Ahhh"desahnya kencang membuat yunho melirik sekilas kearahnya , lalu mengerti apa maksud dari pergerakan s ang majikan itu , dia mencari kucingnya , kucing yang selalu menemaninya selama hidup bersama namja super sibuk itu

"mencari sesuatu apa nyonya?"tanya yunho mendekat ke nyonya mudanya itu , tentu dengan tampan yang tidak mencurigakan sedikitpun. Membuat sang nyonya hanya sekilas meliriknya

"kucingku, kemana dia ,, oh tidak "kali ini dia mulai sedih dan menatap yunho dengan tatapan kumohon carikan dia untukku

Drrrttt..

Drrrttrt

Drrrtt

"nyonya permisi dulu" ujar yunho meninggalkan sang majikan lalu mengangkat teleponnya itu dan mendengarkan semua perkataan dari sebrang telpon , wajahnya menegang . pucat dan tangannya bergetar.

Berarti selama kehamilan sang majikan itu , ada sesosok penghambat maka dari itu dia sering mengalami keguguran . untung saja dengan sikap bijaknya dia bisa membuat kehamilan sang majikan bertahan lebih lama. Dan dia belum berani mengungkapkan hal itu pada sang majikan nya sekarang setidaknya dia akan berusaha mencoba kembali berangkting demi kebaikan keluarga park itu!

Fear Of Losing

Sudah beberapa bulan setelah kejadian itu dan waktu bukankah berlalu begitu cepat sekarang ? bahkan daekhyun sudah mengandung anak chanyeol berusia 7 bulan , oh tentu saja sejak tagedi 6 bulan yang lalu saat mengetahui sang istri hamil chanyeol tidak menyentuh istrinya sama sekali membuat daekhyun merindukan sentuhan dan dimanja manja oleh chanyeol . tapi usia kandungan yang muda itu ditubuh daekhyun bahkan tidak menampakkan sesuatu yang aneh seperti perut membuncit atau bahkan badan bisa menggendut karena hormonnya bekerja lebih kuat. Hanya sedikit perut daekhyun membuncit , tentu saja itu malah membantunya untuk tetap mempertahankan anaknya walaupun chanyeol tidak mengetahuinya bahkan mungkin tidak mengharapkan nya

Oh jangan lupakan fakta bahwa wanita chanyeol , wanita yang sudah benar benar mengambil alih hatinya setengah untuk wanita itu yang sedang mengandung anak chanyeol selama 4 bulan 2 minggu , bukankah itu sedikit ada yang mengganjal ? bahkan chanyeol menyentuhnya empat bulan yang lalu bahkan hanya 3 bulan 3 minggu bukan empat bulan.

Chanyeol memang menepati janjinya pada dirinya sendiri untuk menyentuh wanita itu tidak lebih dari dua. Bahkan dia mengatakan itu didepan istrinya dengan lantang , apa dia tidak tau bahwa istrinya sedang berusaha untuk tetap tegar menghadapi itu .

Dan yunho selalu berusaha mengalihkan pembicaraan ketika daekhyun menanyakan perihal kucingnya . dan lagi pula dia memang berusaha keras membantu nyonya mudanya itu untuk membuat keturunan park tumbuh. Dan jangan salahkan dia belum berani mengatakan apapun pada chanyeol maupun daekhyun perihal penyebab keguguran itu terus menerus . dan dia sekarang iba melihat daekhyun karena chanyeol bahkan tidak mementingkannya lagi

"Aku akan menikahi hyemi "ujarnya membuat sang asisten itu pengarah dan menatapnya tidak percaya , ini tidak bisa di toleransi lagi , apa majikannya itu tidak puas membuat istrinya menderita melihat kedekatan chanyeol dan hyemi di luar perkiraan .

"Maksudmu tuan ?"tanya yunho akhirnya angkat bicara , dia sudah tidak tahan melihat tuannya berubah menjadi iblis bahkan untuk orang yang pernah mengembalikan malaikat ketubuhnya . dia tidak tau entah kenapa sejak kedatang hyemi semuanya berubah . bahkan chanyeol berubah sikap dengan daekhyun tentu saja tidak dengan asistennya itu . dan ke iblisannya mulai keluar

"Iya Aku akan menikahi hyemi " seraya memengangi pelipisnya , itulah permintaan sang ayah . mau bagaimanapun dirinya juga sudah mulai bisa menerima hyemi dan sedikit mencintai perempuan itu , jadi apasalah nya mengikuti permintaan sang ayah ?

"Tuan bagaimana dengan nyonya daekhyun ?"tanya nya sedikit enggan membuat chanyeol menatapnya dengan kilatan api dimatanya

"aku tidak mementingkannya lagi yang penting aku akan menerima anak dan akan membesarkannya sebagai penerus yang hebat "ujar tuannya itu seraya mengkhayal bagaimana nanti jika ia sudah menimang anak , dan membesarkan anak itu sesuai keinginannya

"Apa anda yakin tuan ? apa anda memberikan jatah batin anda untuk yonya daekhyun , apa anda tidak merindukannya . sepenglihatan saya bahkan anda jarang tidur bersama , atau saling menunggu satu sama lain lagi akhir akhir ini "

"itu bukan urusanmu!"

"Apa anda tau bagaimana melihat ekspresinya nanti saat mengetahui kau akan menikahi hyemi " entah kenapa yunho juga merasakan perih membayangkan wajah manis sang nyonya muda tidak akan pernah terlihat setelah itu , tentu sekarang yunho bukan berlagak sebagai asisten melainkan sebagai sahabat

"dia yang salah dia tidak memberikanku keturunan" teriak chanyeol diruang kerjanya seraya melempari semua barang di meja nya itu , dia frustasi , dia juga sangat merindukan istrinya itu tetapi dia bingung kenapa sikapnya malah seperti ini

"anda sendiri yang menyuruhnya mengggugurkan kandungannya " ujar yunho dengan rahang yang mengeras , dia sudah tidak sanggup lagi dia harus meluruskan semuanya sekarang

"Dia lemah , bahkan dia tidak bisa mengandung anakku , kau tau itu "erangan frustasi akhirnya dilolongkannya dan berhasil membuatnya menangis dan tersedu sedu dia bahkan tidak tahan dengan sikapnya sendiri , mengacuhkan istri yang dia cintai.

"dia tidak lemah , melainkan ada sesuatu yang menghambat dirinya untuk bisa mempunyai anak. Bahkan bisa membuatnya kemandulan "ujar yunho menetralkan suaranya dan mulai menjelaskan perlahan , chanyeol tidak mengerti maksud asisten bahkan yang sudah dianggapnya sahabat bahkan keluarga itu hanya terdiam

"kau tidak mengerti ya ?selama kau bekerja , apa kau mengetahui apa yang dia lakukan selama menunggumu pulang kerumah , ? "

"tidak "

"dia bermain dengan kucing liar di taman belakang atau dihalaman depan rumah , itulah cara agar dia tidak bosan menunggu dirumah besar itu sendiri, mengingat bahwa dia tidak seperti orang berada sepertiku , yang mungkin bisa mencari kegiatan lain agar menghilangkan kebosan, seperti berbelanja , atau berjalan jalan ."

"dan mengingat bahwa dia tidak suka di perlakukan bak puteri raja di rumah itu . maka dari itu selama usia pernikahan kalian dia selalu bermain dengan kucing yang dipanggilnya dengan sebutan chanie itu " sambung yunho melihat reaksi majikannya itu , terdiam dan sedang mencerna perkataan sang asisten dengan sangat cepat

"kucing liar ? kenapa dengan kucing liar ? kenapa tidak dengan ckucing anggora atau dengan kucing persia , bahkan dia bisa membeli itu jika dia mau , bahkan se kandang besar aku akan membelinya " ujar chanyeol membuat yunho menggeleng lemah dan menatap nya lagi

"sudah kubilang dia itu sudah terbiasa hidup dengan keserdehanaan mana mungkin dia mau membeli kucing kucing itu , bahkan bajunya pun dia tidak pernah membelinya selalu kau kan yang memberikannya terlebih dahulu " chanyeol menggangguk mendengar itu , itu benar . dan memang sangat benar, daekhyun tidak pernah meminta apapun darinya selalu dialah yang membelikan maupun memberikan hal itu

"Lanjutkan " yunho sedikit berdehem lalu mengangguk dan melanjutkan ceritanya lagi

" awalnya aku juga biasa saja dengan kucing itu tetapi seiring berjalannya waktu , membuatku penasaran dan rasa penasaranku itu terbukti ketika appa memeriksakannya langsung untuk ku , memang ada yang salah dengan kucing itu , bukan berada di diri daekhyun , dan juga karena keegoisanmu yang selalu memberikan makanan setengah matang padanya adalah salah satu faktor membuatnya keguguran " Kali ini tatapan chanyeol melemah bahkan dia berguman maaf sedari tadi dia tidak menyangka salah satu faktor penyebab istrinya keguguran itu murni kesalahanya , dan seenak jidatnya dia bilang bahwa istrinya lemah.

"kucing itu kenapa ?"

"mempunyai virus yang dapat membuat kemandulan bahkan bisa membuat kejang kejang , atau lebih parah lagi, seperti kematian mungkin "ujar yunho akhirnya mulai melemah , dia tidak sanggup menceritakan hal itu lagi sampai selesai .

"HENTIKAN !"suara yang tidak pernah diduganya , menahan tangis sepertinya sudah sedari tadi mendengarkan topik pembicaraan itu , dia memang menyembunyikan dirinya dan akhirnya dia keluar, daekhyun keluar dari tempat persembunyiannya

"nyonya, hyun-ah "suara terkejut bersamaan keluar dari mulut dua namja itu .

"lanjutkan"

Hening

Hening

"Lanjutkan kubilang "teriak chanyeol , dia ingin tau semuanya agar lebih jelas dia tidak ingin seperti ini lagi seperti lari dari keadaan

.

.

.

...

.

.

.

.

Dan Akhirnya TBC


KOAR KOAR AUTHOR

HOHOHOHO ottheoke ? jelek ya ? gak ada yang minat ? mian mungkin aku memang penulis amatiran ,, tapi kira kira ada yang tau penyakit apa yang di derita daekhyun ?

hohoho menurutku sih ya ,, aku itu memang kurang cocok masuk kebagian penulisan lebih kesastra semacam novel atau apapun itu yang menyangkut kata sastra .. karena aku memang lebih bisa nulis itu kebagian jurnalis .. jurnalis itu semacam Artikel atau berita . bahasaku memang lebih baku


PAI -PAI SALAM SAYANGNACA

PCYNC :*


dimohon review yeth .. setidaknya review mungkin aku bisa mengubah beberapa atau aku minta kritikan kalian aja deh ..

sama aja intinya review baik itu minta kritik atau saran . mungkin sekalian pendapat . apa bedanya?