Title: Sorry, Wrong Number!
Rate: T
Pair: CubaSey = WOOHOO(?)
Summary: "Halo? Bisa bicara dengan Thomas?" 'Suaranya Seksi~' Ujar Cuba dalam hatinya.
Warning: seperti biasa ajalah~ abal, cacat, gaje, culun, jelek, hancur, nista, typo~
Disclaimer: Hidekaz Himaruya, right?
INI APDET O3O AKHIRNYA SAMPAH DI FFN NAMBAH LAGI, WOOHOO=penyumbang sampah terbesar
WELL, SAYA LAGI NGANTUK#bacotlulattip JADI ENJOY~
Cuplikan sebelumnya:
Scene 1:
"Halo? Bisa berbicara dengan Thomas?" suara seorang wanita terdengar dari ujung telpon.
'Hmm... suaranya seksi juga..' batin Cuba dalam hati.
Scene 2:
"Suaranya sih lumayan seksi, mudah mudahan dia lagi."
"Besar di hutan kau ya?" Ledek America
Scene 3:
"Eh, Sey, hmmm... boleh ndak? Kalo misalnya Sey ndak keberatan, saya nelpon kamu besok besok?"
"Boleh.."
.
.
.
.
.
"Mohon bantu inyong, senpai!" sang tokoh utama dalam fic kali ini, Cuba, bersujud didepan kaki temannya, personifikasi dari Prancis, negara cinta, yang sudah sangat handal dalam hal gombal menggombal seperti ini, abang France, ya itulah panggilannya.
"Ohohon~ kawanku Cuba~ jadi begini.."
Cuba menelan ludah, siap mendengarkan instruksi dari abang France.
"...berapa jumlah yang sedang kita bicarakan?" Francis menggesekkan jari telunjuk dan jari tengahnya, membuat Cuba sweatdrop
'Kampret bocah ini..' umpat Cuba dalam hati, ya, dia bukan tipe yang bisa berkata mutiara layaknya Arthur, atau Lovino, perkataan indah bak firman tuhan dari Distortion World, tidak, dia masih bisa menjaga mulutnya.
"Jadi?"
"10.000 euro?" tanya Cuba pasrah.
"Ohohohohon~ Cuba kawanku~ ...kurang."
"Ayolah France, inyong udah ndak ada duit lagi, tinggal buat bayar kosan.." Cuba memelas, berharap temannya yang berjenggot itu mau memberikan diskon untuknya.
"Pren is pren, bisnis is bisnis~ ohohon~"
"Ayolah France.." Cuba memelas.
"Oke deh~ diskon khusus akan afiliasi kita malam itu~" Sahut France yang bodohnya mengatakan hal itu dengan /kelewat/ jujur.
"Afiliasi? Apa? Afiliasi apa?" tanya America curiga sambil menyipitkan matanya.
"Ohon? Mon cher tidak tahu~? Waktu itu, aku dan Cuba ber— hmmmpphh!"
"—Main gaplek bareng." Kata Cuba sambil menyekap mulut France, mencegah agar supaya ia tidak mengatakan hal yang bukan bukan (walau dia hampir mengatakannya), kemudian membawa(1) mayat France yang malang itu pergi.
.
.
.
.
.
"Ohohon~ Cuba kawanku~ sudah siap untuk memulai pelajaran~?" Tanya France yang sudah masuk ke mode guru yang siap menebar keadilan bokepers di muka bumi, lengkap dengan kacamata dan rambut yang dikuncir, dia terlihat cukup *cough* tampan *cough*.
"Siap, guru!" Cuba pun tak mau kalah, dia pun memakai seragam anak SD, lengkap dengan tas bergambar Dora, botol minuman kecil, buku Mari Belajar Matematika untuk kelas 1 SD, dan ditambah dengan tampangnya yang suram, maka dia sudah lengkap tercap sebagai Jin Ifrit yang dikenal di masyarakat luas dengan MKKB (Baca: Em Ka Ka Be) atau taklain tak bukan dapat disebut dengan Masa Kecil Kurang Bahagia, yah, bagaimana tidak? Tampangnya yang terlalu Imut(2) dilengkapi dengan Tas bergambar Dora, mungkin dia bisa dinobatkan sebagai Jin nyasar dari neraka, dan menyamar menjadi anak SD, lalu, WASPADALAH! WASPADALAH!
"Jadi Cuba kawanku, cara terbaik untuk masuk ke dalam hati wanita adalah..."
Cuba menjadi tegang, benar benar tegang sekarang.
"Berapa jumlah yang kita bicarakan tadi?" sekali lagi, France menggesekkan Telunjuk dan Ibu jarinya, membuat Cuba merasa ingin mengulitinya saat itu juga.
"10 ribu euro bang!" Ujar America tak santai.
"Ohon? Oke~ oke~ mari kita lanjutkan~" France mulai kembali angkat berbicara, suasana kembali tegang.
"...jumlah tadi sudah termasuk PPN tidak?"
Satu pukulan telak dari America berhasil membuat France tersungkur di detik selanjutnya.
.
.
.
.
.
"Sekarang serius, git!" kata England sambil mengawasi France dari belakang, ditemani dengan America dan pawang boneka beruang, untuk jaga jaga agar jika salah seorang dari mereka kabur, Beruang bisa dilepas dan berubah wujud menjadi pedobear.
"Ohon~ iya mon cher~ nah, Cuba kawanku~ sampai mana kita tadi?"
"Sampeyan pikir ndewek!" Cuba ngambek, seperti anak kecil, yang menyeramkan.
"Oke~ jadi cara terbaik untuk masuk kedalam hati wanita adalah dengan cara masuk secara teratur kedalam jadwal dan agenda keseharian dalam kehidupan si perempuan malang yang kawanku incar ini~ buat mereka terbiasa dengan kehadiran ente dengan bertemu atau menelepon secara teratur, jangan terlalu sering, jangan terlalu jarang~" kata France kepada Cuba yang mencatat semua nasihatnya dengan antusias.
"Ohon, dan satu lagi, beri mereka perhatian~ salah satu cara paling mengena di hati mereka adalah dengan menanyakan How was your day mereka, rata rata dari para wanita sih suka ditanya seperti itu, tapi itu semua juga dengan asumsi jika mereka menyukai kau juga, kawanku Cuba~"
"Kalo ndak?"
"Ya, apes aja lu sono, ohohon~"
'Kadal, 10 rebu yuro inyong abis Cuma buat beginian..' Cuba menyesal dalam hatinya sekarang, kenapa dia harus memilih France? Err.. tapi kalau dipikir baik baik, memang hanya France yang paling ideal, minta kepada Austria hanya akan mendapat kursus Musik, dan kepada Prussia akan mendapat kursus memasak sayur ASEM, tapi dia memang harus pikir dua kali kalau ternyata France sama Kadalnya dengan Swiss.
"Roger deh bang, makasih ya.." Cuba tersenyum pahit(3) sambil memberikan 10 ribu euro nya kepada France (dan yang dimaksud hanya senyum senyum sendiri sambil membayangkan daftar belanjaan nya nanti)
Malam itu, sebuah tangisan kencang terdengar dari kamar Cuba.
.
.
.
.
.
"Halo.." Cuba berkata dengan nada penuh kecanggungan, layaknya seseorang yang sedang menahan kentut.
"Halo? Cuba Ya~?" Suara merdu yang dia tunggu itu akhirnya menjawab dari seberang sana, ah, dunia terasa makin sempit saja bagi mereka berdua yang sedang dikawal asmara.
"Iya, Hey.."
"Hey.."
"Sey apa kabar?"
"Baik.."
"Lagi ngapain?" Cuba yang tidak jago atau mungkin bisa dianggap dalam rangka belajar untuk meluluhkan hati seorang wanita itu menanyakan pertanyaan standar, lebih baik daripada tidak ada.
"Lagi tiduran, baru pulang kuliah~" Sey menjawab dengan suara merdu yang membuat Cuba nyaris Impoten.
"Wah? Masih capek dong? Mungkin Inyong telpon neng Sey nanti sajo, yo?"
"Oh gak apa apa kok~ nggak apa, ada apa?"
"...hmmm ndak ada apa apa sih, aku Cuma lagi kepingin denger kabar kamu aja, Sey.. dan suara kamu, kalo boleh.." sebuah kalimat sederhana yang dapat meluluhkan hati seorang personifikasi negara Seychelles itu.
Tawa dan canda beraroma sedikit asmara yang ternyata ada sedikit bau kecut mengudara, dan tak terasa satu jam sudah mereka lewatkan bersama, puluhan koin 1 sen yang sudah disiapkan oleh Cuba (Butuh sedikit perjuangan tentunya) perlahan sudah mulai menipis, tinggal berapa menit lagi akan habis, Cuba dengan terpaksa dan berat hati menyudahi percakapan mereka.
"...Atau.. Cuba mau Sey aja yang gantian telpon ke Cuba~?" Jantung(4) Cuba berdegup cepat, hingga rasanya mau lepas, kemudian sang jantung ajaib tersebut pergi ke kantin dan membeli mie rebus.
Kembali ke Bumi, Cuba tidak mempercayai apa yang dia dengar dari perkataan Sey barusan, untuk pertama kali dalam hidupnya, ada seseorang yang akhirnya menaruh perhatian kepadanya, tanpa harus dijodohkan oleh ibunya yang galaknya luar biasa, yang selalu terlebih dahulu memberikan ancaman hukuman dikurung didalam kandang Ular Sanca yang sedang kelaparan.
Percakapan masih berlangsung ketika Cuba melihat waktu telah menunjukkan pukul 10 lewat 16 malam, sedikit kurang sekitar 3 Jam lewat lamanya mereka telah bercakap cakap dan saling bertukar asmara dan pengalaman, Sey harus mengakui bahwa dia memang agak Melting dengan pria misteri idamannya, karena menurutnya Cuba adalah pria yang cukup humoris.
"Sey.."
"Ya Cuba~?"
"Kita kan udah 4 hari telpon telponan nih.."
"Iya.."
Cuba mengumpulkan nyali, sebelum akhirnya berkata "Boleh ndak, kalo... mm.. k-kita, kamu sama aku, ketemuan?" Cuba akhirnya memberanikan diri untuk melangkah lebih jauh, Cuba tak sanggup menahan rasa ingin bertemu dengan suara merdu yang membelai hatinya setiap hari, di sisi lain, dia juga memiliki sedikit rasa takut jikalau bagaimana Sey tidak seindah yang dia bayangkan, atau yang lebih parah lagi, bagaimana jika DIA tidak seindah yang Sey bayangkan.
Hening terdengar di seberang telpon, yang pada klimaksnya terpecah oleh perkataan Sey
"Hmmm... aku lebih ingin seperti ini saja,Cuba.."
"...o-oh" sebuah 'oh' kecewa keluar dari mulut Cuba, dia merasa Kecewa(5).
"Aku lebih ingin seperti ini saja, melewati via telpon, setidaknya untuk beberapa waktu deh, oke Cuba?"
"Tapi saya nggak tau paras kamu seperti apa.."
"Apakah itu penting?"
Check, sekarang Cuba berada dalam posisi yang tergolong sulit, jika ia menjawab 'Tidak', maka ia akan terkurung dalam permainan telpon dengan suara merdu untuk setidaknya 1 Minggu atau 1 Bulan ke depan, yang sudah pasti tidak dapat dia tahan.
Sebaliknya, jika dia menjawab 'Ya', maka dia akan dicap oleh Sey sebagai manusia yang hanya mementingkan fisik.
"Ndak penting bagiku untuk melihat rupa parasmu, walau agak penasaran, tapi menurut asumsiku, penting bagi kamu untuk melihatku." Ujar Cuba.
"Kenapa? Saya rasa saya sudah cukup mengetahui paras gagah kamu cukup dari deskripsi kamu."
Oh iya, Cuba telah melakukan kesalahan fatal, benar benar fatal, dengan memberitahu dan sedikit berimprovisasi tentang penampilan dan parasnya, Kulit sehitam jin kadut dia deskripsikan sebagai 'Kulit Coklat Matahari', rambut keriting gimbalnya dia deskripsikan sebagai 'Cukup bergelombang tergantung dengan kadar air yang terdapat di dalamnya', sementara deskripsi yang diketahui oleh Cuba tentang Sey adalah bertubuh agak pendek, kulit coklat manis, dan berkuncir dua.
.
.
.
.
.
Empat Minggu setelah percakapan pertama kedua insan itu, di sore itu setelah terbenam matahari, atau tepatnya sekitar jam 18.21, tampak pemandangan seorang Personifikasi negara Cuba terlihat panik dan kalang kabur di rumah kos kosannya, sekali lagi tanpa celana(6), dikarenakan Sey pada akhirnya setuju untuk bertemu, lokasi ditetapkan di Jalan Camp Elysses, Paris , Prancis.
"Parfum inyong mana? Parfum inyong mana ya tuhaaan~?" barang mahal yang dibelikan oleh sang Mamah yang pada faktanya tidak berdampak besar untuk menutupi cacat aroma sang Mutan Kaktus yang satu ini, tapi seminimal minimalnya, bertemu dengan seorang gadis idaman hati harus memakai parfum.
France, America, Canada, dan England atau yang dikenal dengan FACE Family saat itu datang dengan sangat sengaja ke kos Cuba untuk melepas hajat besar ini melakukan suatu daya dan upaya yang terbilang ekstra keras untuk mengacuhkan fakta dan kenyataan bahwa Cuba berlari lalang tanpa celana, mereka sudah duduk di ruang tamu kos sedangkan Cuba sudah kembali masuk kamar untuk melanjutkan ritual(7) dandanannya lebih lanjut, mereka bertiga setiap hari telah diberikan ulasan dan rangkuman singkat oleh Cuba mengenai proyek hatinya.
Ah? Apa saya salah hitung barusan? Sudahlah, kembali ke Bumi.
"Semoga dia inget pakai celana sebelum ketemu Sey ya, France?"
"Ohohon~ iya~ bisa tamat riwayatnya~ tapi.. sensual sedikit tidak masalah sih~"
Selesai berdandan, Cuba keluar dari kamarnya dan berkata "Nah, Gimana? Bagaimana penampilanku? Wangi kan?"
Ketiga sahabatnya itu menatap padanya dan berbohong.
"Wangi dude, mantap!"
"Dandy, ohohon~"
"Lebih cakap kau dari seorang Syah Bandar, Git!" England menambahkan, Ketiga temannya telah membuktikan kepada dunia bahwa orang yang bertanggung jawab atas kegagalan seseorang sering kali adalah para sahabat terdekat sendiri.
"Tapi.. lebih sopan kalau Cuba pakai celana sebelum ketemu dia, da yo~" ...serius deh, siapa yang ngomong ini?
"Ah, barusan ada suara dari langit, mungkin tuha, tuhan bilang aku harus pakai celana dulu.." Cuba kembali ke kamar dan memakai Celana, sementara Canada.. siapa? Entahlah siapa ini, hanya pundung sambil memeluk boneka beruangnya.
-TBC-
Footnote:
(1) Dalam kasus kali ini, MENYERET.
(2) Standarisasi diukur di Distortion World.
(3) Dan kali ini, sukselah, Kadar keimutannya hilang.
(4) Organ tubuh bagian dalam, diincar oleh para lintah darat.
(5) Semacam tidak ngena, rupanya dia lupa memakai celana untuk kesekian kalinya.
(6) Tuhan, kapan pornografi ini berakhir?
(7) Tanpa sesajen, tidak berjalan mulus.
SYABI MAGZ SYABI MAGZ SYABI MAGZ, SELESAI CHAPTER 2
RIPIU~? OJOb
