-Lost Maze Memory-
Warning: New rated "semi M" (?)
CHAPTER 2~
~~DON'T READ IF U DON'T LIKE!~~
-ChikaFtNeiyhaPresent-
Tetesan air yang tumpah dari langit masih menguyur diluar jendela kamarnya. Luka yang berdiri didekat jendela menatap dengan seksama butiran air yang jatuh dikaca jendelanya. Tentu saja malam ini sangat sulit untuknya memejamkan mata sebab Luka masih belum percaya akan apa yang sempat didengarnya tadi. Apakah itu… Sebuah LAMARAN? LAMARAN? LAMARAN? Tunggu dulu, diakan masih 18 tahun? Kenapa tiba-tiba masa remajanya THE END dan harus jadi istri orang? Ok, menurutnya masalah yang sebenarnya bukan dari umur dia yang masih muda dan kenyataan bahwa Kaito umurnya 10 tahun lebih tua darinya. Tapi yang dia risaukan adalah alasan lelaki tersebut melamarnya.
-ChikaFtNeiyhaPresent-
Luka masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh lelaki yang sekarang sedang mengengkang kebebasan tubuhnya.
"Menikah ? Dia gila ya? Baru kenal aja tadi" kata-kata itulah yang pertama kali Luka pikirkan sesaat setelah Kaito melamarnya.
"Kenapa diam saja? Kau bisa menjawabkukan?" tanya Kaito yang daritadi sudah menunggu jawaban Luka.
"Tu.. tunggu sebentar! Kenapa tiba-tiba seperti ini? Kau tahukan apa artinya MENIKAH?" jawab Luka terbata-bata
"Tentu saja" balas Kaito sambil melepaskan tangannya dan duduk disamping Luka, "Kalau tidak untuk apa aku mengajakmu menikah"
"Dasar bodoh, kalau sudah tahu kenapa masih bertanya lagi" ujar Luka sambil menjauhkan posisi duduknya dari Kaito "Menikah itu harus dengan orang yang kita cintai, kalau tidak apa gunanya menikah! Pokoknya aku Cuma mau menikah sama orang yang aku suka, aku- "
"Bukankah kau tidak punya waktu untuk itu?" potong Kaito.
"…. Apa maksudmu? Haah, Sudahlah aku tidak punya waktu untuk obrolan tidak masuk akal seperti ini. Terima kasih telah menolongku tadi. Aku permisi" ucap Luka tegas.
Luka membungkukkan badannya dan membalikkan tubuhnya untuk bergegas keluar ruangan, tetapi belum sempat Luka melangkah, tangan Kaito tiba-tiba menarik tangannya, sampai tubuh Luka terjatuh tepat dipangkuan Kaito.
"A... apa-apaan kau? " teriak Luka panik karena tiba-tiba Kaito kembali memenjarakan tubuhnya dalam dekapan tangannya.
"Jangan berpikir yang macam-macam. Pikirkanlah semua ini sebagai TAKE N GIVE" kata Kaito berbisik ditelinga Luka sambil tangannya berusaha untuk menjelajah badan Luka yang berada dalam dekapannya.
"Ma.. maksudmu?" tanya Luka gemetar karena merasakan jari-jari Kaito mulai meraba suatu tempat yang paling berbahaya
"Kau tidak ada waktu untuk merasakan cintakan? Tadi aku dengar kok, kalau keluargamu sedang dalam krisis keuangan. Bagaimana kalau setelah menikah denganku, aku akan membantumu memperbaiki semuanya. Disisi lain aku juga beruntung, sebab media massa pasti akan menilaiku sebagai seorang yang dermawan. Bukankah itu sebuah TAKE N GIVE yang menguntungkan ?" jawab Kaito sambil mencoba membuat kissmark dileher Luka yang membuat gadis yang berada didekapannya itu mengeliat.
Tiba-tiba, Luka merasakan ada sesuatu yang menusuk hatinya. Lebih dari saat sang pria separuh baya itu menghina dirinya. Orang ini, orang yang sempat dia pikir adalah orang baik ternyata lebih kejam daripada pria yang tadi. Apa maksudnya menjadikan dia istri untuk menaikan citranya dimata orang lain? Dan kalau Luka menerimanya sama saja dia membenarkan dirinya bahwa dia hanyalah seorang perempuan yang bisa dibeli dengan uang.
"Lepas!"gumam Luka
"Hah? " Kaito yang mendengar Luka berbicara pun sejenak menghentikan aktivitas tangannya, "tadi kau bilang apa?"
"LEPASKAN AKU DASAR COWO NGGA BERPERASAAN!" teriak Luka
Gigitan Luka di tangan Kaito berhasil membuatnya lepas dari dekapan laki-laki itu. Kaito yang terkejut dengan reaksi Luka langsung melepas pelukannya.
"KAU PIKIR SEMUANYA BISA DIBELI DENGAN UANG, HAH? DASAR BODOH AKU BENCI ORANG SEPERTIMU!" isak Luka yang menangis karena merasa harga dirinya sudah diinjak-injak.
Luka langsung berlari meninggalkan Kaito yang masih duduk disofa panjangnya. Dalam perjalannya meninggalkan mansion Kaito yang megah, Luka tak henti-hentinya meneriakan sumpah-serapah kepada Kaito yang sejak kejadian tadi menjadi orang yang paling dibencinya. Tak terasa ketika sedang berlari itulah tiba-tiba hujan turun seakan merefleksikan keadaan hatinya yang kacau balau.
-ChikaFtNeiyhaPresent-
Pagi itu cuacanya kembali cerah. Sudah tidak terlihat lagi awan mendung dan tetesan air yang kemarin sempat turun dari langit. Yang tinggal hanyalah genangan air dan butiran air yang masih berada disekitar rumput dan pohon dihalaman. Luka yang baru bangun tidur langsung beranjak dari kasurnya. Dia berjalan menuju meja riasnya untuk menyisir rambutnya yang kusut. Diambilnya sisir yang terletak di meja rias. Sampai sesaat kemudian matanya terbelalak melihat sesuatu yang berbeda pada dirinya.
" Ba.. bagaimana bisa? Inikan KISSMARK?" pikir Luka yang menyadari bahwa dilehernya terdapat bekas warna pink yang sangat kontras dengan kulit putihnya
Mood Luka untuk membereskan rambutnya yang berantakan langsung hilang saat itu juga. Dia pun bergegas mencari plester untuk menutupi kissmark yang terlihat jelas dilehernya. Dia takut kalau-kalau ada seseorang yang melihatnya pasti akan ada gosip yang membuat dirinya semakin terpojok. Saat sedang sibuk mencari, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamarnya.
" Luka-sama, Nyonya besar memanggil anda. Katanya ada tamu untuk Luka-sama" kata seorang pelayan yang memanggi Luka.
"I..iya, tunggu sebentar ya" ucap Luka panik sambil mengambil jaketnya dan bergegas turun ke bawah untuk memenuhi panggilan ibunya.
Sesampainya dibawah, Luka bergegas menuju ruang tamu. Namun sebelum tempat tujuan, Luka sempat mendengar bahwa ibunya sedang bercakap-cakap dengan seseorang. Luka pun membuka pintu ruang tamu tersebut. Ibunya dan tamu itu pun berhenti mengobrol dan membalikan badannya untuk menyambut Luka yang baru datang.
"Luka, ini ada tamu untukmu. Ayo sapa dia, dia sudah sengaja datang pagi-pagi loh" ujar ibu Luka sambil tertawa pelan.
Luka tidak sempat mendengar kata-kata ibunya, sebab 5 detik setelah dia membuka pintu ruang tamunya. Yang terjadi adalah, dirinya mematung melihat tampang si tamu yang dengan rajinnya datang sepagi ini. Tampang yang begitu nggak pingin untuk dilihat seorang Luka saat ini. Tampang orang yang tadi malam dengan sukses mempermalukannya. Ya! Tamu tak diundang itu, nggak lain nggak bukan adalah KAITO SHION.
"Baiklah, sekarang saatnya meninggalkan kalain berdua. Silahkan Lord Kaito, anggap saja ini rumahmu" kata ibu Luka sambil meninggalkan Luka yang masih shock karena melihat penampakan yang ada di depannya.
"Pagi nona Luka" sapa Kaito denangn senyum ramah.
"Huh, untuk apa kau ke sini?" tanya Luka ketus mengingat bahwa sebenarnya Kaito adalah sosok yang kejam dibalik senyumnya yang lembut.
"Jadi begitu sikapmu terhadap korban yang kau lukai, hah?" balas Kaito yang tak terima dengan perlakuan Luka.
"Apa? Korban? Harusnya aku yang bilang begitu! Sudahlah aku sudah tidak mau berurusan denganmu! PERGI SANA!" hardik Luka.
"Baiklah, aku akan pergi. Tapi jangan kaget kalau besok tiba-tiba surat kabar dipenuhi oleh artikel 'PUTRI SULUNG KELUARGA MEGURINE MENYERANG PIMPINAN KAITO COORPERATION'" ancam Kaito sebelum meninggalkan tempat duduknya dan beranjak keluar.
"Tu.. tunggu dulu! Kau mengancamku? Kau tidak punya bukti untuk mengancamku" jawab Luka kesal.
"Tentu saja ada" Kaito mengulurkan tangan kanannya yang dibalut perban kehadapan Luka "Kau lihat? Ini hasil perbuatanmu tadi malam. Oh ya? Kalau berita itu kurang menarik, bagaimana dengan judul 'PUTRI SULUNG KELUARGA MEGURINE DIPERMALUKAN DI PESTA' pasti hal tersebut menjadi santapan hangat media massa" ancam Kaito sekali lagi sambil melepaskan plester yang ada dileher Luka.
"Ka... kamu! Apa yang kau lakukan hah? Kembalikan plesterku" teriak Luka panik sambil berusaha merebut kembali plester yang diambil oleh Kaito.
"Itu kissmark semalamkan? Haruskah aku membocorkannya?" ujar Kaito dengan senyumnya yang menyerigai.
Luka sudah tidak dapat mengelak lagi karena merasa dirinya dipojokkan akhirnya hanya bisa mengikuti semua permainan yang sudah Kaito rencanakan.
"Apa maumu?" tanya Luka dengan muka yang seakan ingin menonjok wajah tampan Kaito.
"Maaf, tadi kau bilang apa?" jawab Kaito pura-pura tidak mendengar.
"Aku tanya! Apa maumu? Aku akan menuruti semuanya!" ucap Luka kesal.
"Bagus" gumam Kaito sambil mengusap-usap rambut Luka "Ok, hari ini aku mau KENCAN, KENCAN! Cepat ganti bajumu" perintah Kaito dengan senyum piciknya.
-ChikaFtNeiyhaPresent-
N/A: Pasti kalian semua bertanya-tanya, kenapa perkembangan ceritanya seperti ini? Dan mana masa lalu Kaito, sepertinya hal itu kita simpan diakhir sajaaaaa ya. Mau tahu bagaimana kencan akhir kencan Kaito dan Luka? Tunggu chapter selanjutnya,, ditunggu comment, kritik, saran, dan reviewnya juga ya~
Sampai bertemu di chapter 3~ =w=b
