Summary: Nagato hanya bisa heran melihat Naruto yang terus memikirkan kekasihnya entah siapa, yang bikin Nagato heran kenapa Naruto menyukainya dan apa alasanya? Bagaimana Naruto bisa mengenal Sasuke?

.

.

.

MY HEART

DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO

SasuFemNaru , NagaFemNaru

WARNING: OOC, Gaze, TYPO BERTEBARAN, Alur Kecepatan, Hentai, Rate M

DON'T READ , DON'T LIKE

.

.

.

16 Juli

Nagato datang kerumah Naruto dan membawa banyak makanan.

'Ini pertama kalinya kerumah Naruto. Salah gak ya kerumah cewek bawa makanan.' Batin Nagato gugup.

Baru berniat memecet bel, pintu rumah Naruto terbuka lebar dan Nagato melihat Naruto yang membuka pintu.

"Nagato?" Kata Naruto. "Ayo masuk." Lanjutnya mempersilahkan Nagato masuk kedalam rumah.

Wajah Nagato seketika memerah dan menduduk mengiyakan lalu perlahan berjalan masuk kerumah Naruto.

"Waahhh baru kali ini ada teman yang datang kerumahku, aku senang sekali." Kata Naruto riang.

Nagato yang menutup pintunya perlahan kaget bukan main. 'Ja-jadi ini pertama kalinya ada teman yang datang kerumahnya. La-lalu aku harus bagaimana.' Batin Nagato yang masih berdiri.

"Duduklah dulu, aku buatkan minum. Oh ya lama-lama saja disini orang tuaku gak ada dirumah." Kata Naruto santai lalu pergi kedapur.

Nagato tanpa sengaja menjantuhkan kantongan plastik yang berisi makanan.

'I-ini mimpi kan? Apa dia bodoh mempersilahkan seorang laki-laki masuk kerumah dan dirumah ini tak ada orang.' Batin Nagato wajah memerah padam lalu segera mengambil kantongan plastiknya dan meletakannya di meja.

Naruto berjalan keruang tamu sambil membawa dua botol air aqua.

"Maaf dirumah cuma ada ini. Gak papa kan?" Kata Naruto yang terlihat senang.

"E-etto bagaimana kalau kita nonton film?" Kata Nagato.

"Eh benar juga. Kita nonton film horor yuk, aku takut nonton sendiri." Kata Naruto.

Naruto segera mengambil dvdnya dan menyetelkan film horor.

"Oh iya aku bawakan cemilan." Kata Nagato. 'Sepertinya aku tak perlu mikir yang engga-engga.'

"Asyikkk ada cemilan. Makasih nagato." Kata Naruto duduk disamping Nagato di sofa.

"Naru, kenapa kau bisa mengenal Sasuke?" Kata Nagato yang mulai penasaran.

"Umm di Line. Terus dia orangnya romantis sekali. Naru suka." Kata Naruto yang membuka bungkusan cemilan taro.

"Souka." Kata Nagato diam.

Tak berapa lama Naruto dan Nagato mulai sibuk menonton sampai ada adegan ranjangnya.

"Gak nyangka ya film horor jaman sekarang banyak pornografi." Kata Naruto.

"Hn, lalu kau lupa apa yang terjadi dua hari yang lalu?"

"Umm ahh ingat, kau hampir memperkosaku." Kata Naruto enteng.

"Lalu kenapa kau mempersilahkan orang yang hampir memperkosamu masuk kerumahmu." Kata Nagato penasaran.

"Karena aku tahu kau bukan orang jahat, jadi aku mempercayaimu." Kata Naruto riang.

Sampai ponsel naruto berdering dengan nada sms.

"Bentar ya Nagato." Kata Naruto lalu membaca sms tersebut.

"Hei... Asrama iwagakure dimana ya?" Kata Naruto sambil menatap Nagato.

"Asrama itu dekat jalan pasar lama." Kata Nagato santai sambil ikut memakan cemilan.

"Kau tahu siapa pemilik asrama?" Tanya Naruto.

"Tentu aku tahu, pemiliknya ayahku. Memang kenapa, Naru?" Tanya Nagato yang mulai penasaran.

"HONTOU!" Kata Naruto semangat.

"I-iya." Kata Nagato mulai bingung.

"Bisakah kau buat aku jadi murid disana?" Kata Naruto sambil menatap Nagato berbinar-binar.

"APA! Aku tahu kau bodoh ini udah kelewatan batas! Itu asrama laki-laki!" Kata Nagato dengan terkejut.

"Aku mohon nagato, ini permintaanku sekali seumur hidup padamu! Kumohon kau boleh mengataiku apapun sesukamu atau apapun permintaanmu bakal kuturuti tapi tidak lebih! Kumohon." Kata Naruto sambil memelas.

"Aku mau nanya apa alasanmu mau masuk asrama itu, kalau alasanmu aneh-aneh kau tahu akibatnya." Kata Nagato sambil menatap tajam Naruto.

Naruto hanya bisa merinding melihat tatapan Nagato, lalu Naruto memperlihatkan isi smsnya.

"Sa-sasuke katanya masuk asrama ini." Kata Naruto.

'Jadi dia ada diasrama itu? Jadi itu alasanmu?' Batin Nagato agak kecewa.

"Baiklah aku akan membantumu masuk asrama disana, dan kau harus mematuhiku." Kata Nagato.

"Makasih Nagato, aku senang sekali. Kau memang sahabat baikku." Kata Naruto lalu perlahan memeluk Nagato.

'Aku memang lemah terhadapmu, naru.' Batin Nagato.

"Siapkan saja barang-barangmu besok aku akan menjemputmu tapi kau harus berdandan seperti laki-laki. Kau paham!"

"Iya Nagato. Aku janji akan berdandan seperti laki-laki."

Nagato perlahan memeluk naruto dan memeluk pinggang Naruto pelan.

"Syarat perjanjian aku membantumu masuk kedalam asrama. Ka-kau bilang janji menuruti apapun perkatanku." Kata Nagato sambil memalingkan wajahnya dari Naruto.

"I-iya tentu. Aku akan menuruti apapun perkataanmu tapi tak lebih ya nagato." Kata Naruto dengan wajah memerah padam.

Sampai Nagato melihat ponsel Naruto yang terus berkelap-kelip dan menggambil ponsel Naruto.

Nagato segera mengecek siapa yang mengirim pesan di grub Line Naruto.

"Tch, lagi-lagi biang onar." Kata Nagato kesal.

"Biarkan saja, nanti dia capek sendiri."

"Kau punya bigo?" Tanya Nagato pada Naruto.

"Tentu punya."

Nagato yang mendapat jawaban segera mengirim chat di grub Line dan segera live streaming di bigo Naruto.

"Siang semuanya." Kata Nagato dengan senyum manis. "Sebenarnya Naru sudah punya pacar, yaitu aku. Aku pacarnya." Kata Nagato sambil tersenyum.

Naruto yang pemilik ponsel tersebut hanya wajah memerah dan kaget.

"Nagato apa yang kau lakukan." Kata Naruto dengan wajah memerah.

Nagato langsung memeluk pinggang Naruto dan mencium keningnya.

"Naruto bukanlah seorang pembohong kami memang sepasang kekasih. Berhubung kami mau lebih intim kami off dulu ya, karena takut kena banned. Bye." Kata Nagato lalu menghentikan main bigonya.

"Apa yang kau lakukan, Nagato!" Kata Naruto lalu perlahan menjewer pipi Nagato!

"Aakkhh sakit Naru, ampun!" Teriak Nagato kesakitan.

"Kau ini! Kau sengaja ya!"

"Tapi apa kau lupa perjanjian kita? Ini kan gak lebih." Kata Nagato.

"Geezz." Kata Naruto yang sepertinya menyesalinya.

"Aku pulang dulu ya, besok bersiap-siaplah." Kata Nagato berdiri lalu berjalan keluar rumah Naruto.

Naruto segera mematikan dvd dan tvnya lalu mengelus rambutnya pelan.

"Uhh sayang banget rambutku yang susah payah kupanjangkan buat cosu sailormoon harus kupotong. Ini demi bertemu Sasuke." Kata Naruto lalu segera mencari gunting dan memotong rambutnya dengan wajah sedih.

.

.

.

17 Juli

Naruto duduk di teras depan rumah dengan santai menunggu Nagato datang.

"Nagato kok lama ya?." Tanya Naruto pada dirinya sendiri.

Hingga beberapa menit kemudian Nagato datang menjemputnya dengan sebuah mobil.

'Anak orang kaya rupanya.' Batin Naruto.

Nagato keluar dari mobilnya, "Naru, ayo masuk kedalam." Kata Nagato yang melihat Naruto.

Naruto segera berdiri dan menggambil kopernya, dan berjalan masuk kedalam mobil Naruto.

Naruto segera duduk disamping Nagato. "Aku baru tahu kau anak orang kaya, kukira kau bawa mobil sendiri." Kata Naruto.

"Aku gak bisa nyetir, jadi tak apa kan ada sopirnya." Kata Nagato. "Apa kau merasa terganggu."

"Tidak, justru aku bersyukur dengan gitu kau tidak menyentuhku." Jawab Naruto.

"Aku gak menyangka kau memakai wig. Sangat cocok untukmu." Kata Nagato.

"Eh ini? Ini bukan wig, tapi rambutku kupotong sampai jadi jabrik gini." Kata Naruto dengan mata berbinar-binar.

"APA! Kau bodoh ya! Bukankah kau sangat suka rambut panjang!" Bentak Nagato.

"Bagaimana lagi? Kalau pakke wig takut copot, dan kita tinggal diasrama laki-laki. Aku takut penyamaranku terbongkar." Kata Naruto.

Nagato hanya bisa memijit dahinya yang mulai agak pusing memikirkan kelakukan Naruto.

"Yah mau gimana lagi." Kata Nagato lalu memeluk pinggang Naruto lalu perlahan menusuk-nusukkan lidahnya di cuping Naruto.

Naruto hanya diam dengan wajah memerah menerima perilaku Nagato tersebut dan memejamkan pelan matanya. 'Apapun akan kulakukan agar bisa bertemu denganmu, Sasuke.' Batin Naruto.

.

.

.

Sesampainya diasrama Nagato membawa Naruto untuk mencari kamar asramanya.

"Sekamar ada 3 orang. Kita akan sekamar Naru." Kata Nagato.

"Eh 3 orang? Kita sekamar? Memang bisa?"

"Tentu saja bisa nar. Apa sih yang gak bisa buatku?" Kata Nagato.

"Anak orang kaya belagu." Kata Naruto tanpa sadar ceplas-ceplos dan langsung menutup mulutnya. "Ma-maafkan aku." Kata Naruto menyesal.

"Tak apa." Kata Nagato lalu perlahan melihat kearah dada Naruto. "Seingatku payudaramu sedikit besar. Kok jadi rata kayak triplek ya?" Kata Nagato yang merasa agak penasaran.

"Kya!" Teriak Naruto lalu menutupi dadanya dengan tangannya. "Ga-gak sopan! A-aku memakai tambahan pad agar terlihat sedikit besar, memang salah?" Kata Naruto dengan malu.

"Sudah kuduga."

Sampai Nagato membuka sebuah pintu kamar dan Naruto melihat ada 3 lemari. Meja dan 3 buah ranjang.

"Eh ini kamar kita Nagato?" Tanya Naruto.

"Iya."

Naruto perlahan masuk kedalam kamar asrama tersebut dan melihat ada seseorang yang berbaring diranjang sambil memainkan game online di laptop.

"Sa-sasuke..." Kata Naruto yang kaget melihat wajah Sasuke.

"Hn?" Kata Sasuke yang duduk diranjang lalu melihat Naruto.

"Dare?"

"A-aku kamar sekamarmu na-" belum selesai Naruto melanjutkan perkataannya suara Nagato lebih dulu memotong perkataan Naruto.

"Namaku Uzumaki Nagato dan dia sepupuku, Uzumaki Naruto. Kita aan jadi teman sekamar mulai sekrang." Kata Nagato.

"Hn." Kata Sasuke lalu beralih memandang laptopnya dan kembali memainkan game online.

Naruto dan Nagato segera merapikan barang-barangnya yang dibawanya di koper.

.

.

.

Selesai merapikan isi kopernya Naruto melihat Sasuke keluar dari kamar.

"Akhirnya selesai Naru, kita jalan-jalan mengelilingi asrama yuk." Kata Nagato.

"Habis itu beliin aku makanan, aku lapar." Kata Naruto.

"Ha'I ha'I... Pikiranmu gak jauh-jauh amat dari makanan persis kayak author yang bikin fic ini." Kata Nagato.

"Eh? Ngomong apa barusan?" Tanya Naruto bingung.

"Bukan apa-apa." Balas Nagato lalu mengulurkan tangannya kearah Naruto.

Naruto yang melihatnya segera menerima uluran tangan Nagato.

Nagato segera berjalan dengan mengandeng tangan Naruto dan membawanya pergi keluar kamar asrama dan menujuk beberapa tempat agar Naruto tak nyasar kelak.

"Naga, aku lapar." Kata Naruto.

"Iya ikan buntal, sabar dikit napa."

"Naru bukan ikan buntal. Eh itu ada Sasuke! Nagato kita gabung kesana ya ya Nagato." Pinta Naruto lebih tepatnya merengek.

Nagato hanya bisa menuruti perkataan Naruto, dan terus menggenggam erat tangan Naruto lalu menghampiri Sasuke.

"Hai boleh gabung gak?" Kata Nagato pelan.

"Silahkan, tapi kalian normal kan?" Kata Sasuke penasaran melihat Nagato terus menggandeng tangan Naruto.

"Tentu saja kami normal." Kata Normal.

"Kalian mau ikut kami ke diskotik gak? Dijamin seru deh." Kata seorang dengan rambut putih dan gigi taring. "Perkenalkan namaku suigetsu. Yang rambut orange itu Juugo, yang pake kaos hitam itu Sai dan yang rambut diikat itu namanya Shikamaru."

"Aku Uzumaki Naruto, dan ini sepupuku Uzumaki Nagato."

"Sepupu tapi kalian tidak terlalu mirip." Kata Suigetsu.

"Terus kalian suka cewek kayak gimana?"

"Aku gak suka cewek aku sukanya cowok dengan roti sobek, putih, mulus. Tatapan matanya tajam" kata Naruto yang masih memandang Sasuke terpesona.

Sasuke dan teman-temannya hanya menatap Naruto horor lalu kompak menyebut Naruto itu "HOMO!"

"Eh?" Kata Naruto bingung sampai akhirnya sadar ini asrama laki-laki, tempat sarang para lelaki berkumpul dan Naruto merasa malu dikatain homo. "A-aku normal!"

"Bohong tadi kau bilang suka cowok!" Kata Juugo.

"Gak! Aku normal aku suka ro- eh suka cewek beroppai besar."

Nagato hanya diam menahan tawanya.

"Maaf teman-teman dia memang gak normal karena dia ini incest denganku yang lelaki ini. Kami adalah pasangan homo dan dia adalah ukeku." Kata Nagato sambil memeluk Naruto erat.

"Kuharap Sasu chan gak bakal kenapa-kenapa karena satu kamar dengan kami, dan semoga gak terjerumus seperti kami." Kata Nagato.

"Hiii! Gak! Aku gak mau jadi homo enakkan juga sama cewek!"

Naruto sesaat berdiam diri lalu mengigit tangan Nagato.

"Aakkkhh NARU!" Kata Nagato lalu menjauhkan diri ke Naruto. "Kau menigigitku memang kau ghoul apa!"

"Sempat-sempatnya bercanda, aku gak homo, aku gak incest karena aku sukanya sama Sasuke." Kata Naruto yang justru membuat Sasuke segera berlari.

"Tidaakk! Jangan suka aku! Aku suka perempuan! I don't like pelangi! I don't like homo!" Kata Sasuke berlari.

'Fuh baru hari pertama sudah bikin kegaduhan. Ternyata hanya bersamamu aku bisa sesenang ini, Naruto.' Batin Nagato yang melihat Naruto mengejar Sasuke yang bermaksud menjelaskan kalau Sasuke salah paham dengan perkataan Naruto barusan.

"Nah itu namanya film uttaran." Kata Sai menujuk Sasuke dan Naruto yang berlari.

"Oh seperti itu ya film india." Kata Suigetsu.

TBC OR FIN

gomen telat publish... Maafkan author abal ini...

Kiha: baiklah lanjut tapi author gak janji naruto bisa bersama sasu karena alur ceritanya kadang selalu berubah-ubah.

DizZylish1: aku gak nyangka ada yang tahu kalau cerita ini seperti jaman sekarang. Author setuju dengan semua pendapatmu. Tapi cerita author juga ada satu makna tersembunyi dibalik cerita ini, itu pun kalau ada yang paham maksud dari cerita author.

Moku-Chan: author senang sekali, makasih moku-chan.

Miszshanty05: gak bisa berkkata-kata lagi emang ceritanya dari awal garing, dan juga fic pertama hentaiku.

Hellscythe007: yupzz sudah lanjut.

Devilojoshi: dari dulu udah mesum, ahahaha kau baru menyadarinya ya. Andai balik lagi bulan puasa pasti seru tu... Seru harap-harap cemas apakah ceritanya bakal di publish atau gak walu udah berapa tahun baru aja misa publish.

Kalau masalah Naru dibilang pemaksa yah itu mah alasan aja tu

Ya tu sasu mainin naru tu eehh kalau bikin masalah so sweet misa kabur duluan dah.

Sayangnya aku tak takut dengan teror anak manis n_n

Phoenix Emperor NippleJae: iya nih Sasu... Oke udah lanjut

Oh Dhan Mi: yupzz udah lanjut

Raved: okeee lanjutkan

- mizuky . Chan : iya nih sasu kenapa jadi kejam ya

Kisu-chan: author mah hobi bikin Naru menderita.

Ajibana7777: ini udah lanjut

Makasih sudah membaca dan meriview arigatou gozaimasu.

Maaf ceritanya kayak buku diary, karena author paling payah bikin cerita dalam penetapan awal paragraf, tempat dan waktu. Ide terus keluar dalam kepala tapi memulai awal paragraf ini yang sulit dan akhirnya jadilah seperti ini. Harap dimaklumi.

Thanks for read and riview.