'Aku bersyukur Leeteuk hyung mau merawatku di Sapphire Blue House dan aku berterimakasih pada hyungdeul yang juga menjagaku selama ini. Seandainya hidupku bisa bertahan lama, aku pasti akan membalas semua kebaikan kalian semua. Gomawo jeongmal hyungdeul'
Kimey Present
a brothership of Super Junior Fanfiction
Inspired: 'Surat Kecil Untuk Tuhan's Novel
Surat Kecil Kyuhyun untuk Tuhan
Chapter 2 Tears
Hari ini adalah hari bersantaiku. Tidak ada pekerjaan rumah untukku. Setelah pulang sekolah, berganti pakaian dan makan siang, aku langsung bersantai sambil memainkan PSP kesayanganku.
"Kyu, kotak p3k Sungmin dimana?"
"akan kuambilkan hyung" segera aku bangkit dan mengambil kotak p3k milik Sungmin hyung. "ini hyung" aku menyerahkan kotak p3k pada Siwon hyung, "memangnya untuk apa?"
"ada obat tetes mata kan?"
"sepertinya ada. Buat apa? Siapa yang sakit mata?"
Siwon hyung tidak menjawabnya. Setelah mendapat yang ia mau, ia langsung pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaanku. Daripada penasaran mending ikutin saja. Aku mengikuti Siwon hyung hingga ke kamarnya.
Oh, ternyata Kangin hyung sedang sakit mata. Matanya merah.
"teteskan ini cepat. Biar cepat sembuh hyung" Siwon hyung menyerahkan obat tetes matanya pada Kangin hyung. Kangin hyung menurut dan langsung meneteskannya pada matanya.
"aku harus ke kampus siang ini. Tapi lihatlah, mataku merah menyala seperti ini. Aku malu" keluh Kangin hyung. Kemudian terbesit satu ide di kepalaku, "Siwon hyung, kau punya banyak koleksi kacamata hitam kan?" tanyaku.
"buat apa? Di laci situ, ambil saja" sesuai perintah Siwon hyung, aku langsung mengambilnya di laci yang ia tunjukkan tadi.
"Kangin hyung, pakai ini" aku menyerahkan kacamata hitam milik Siwon hyung untuk diginakan Kangin hyung. Terlihat ekspresi bingung dari Siwon hyung dan Kangin hyung.
"kau ingin ke kampus kan hyung? Terus biar gak merasa malu, tutupi matamu dengan kacamata ini. Siwon hyung tidak keberatan meminjamkannya kan?"
"aku mengerti sekarang. Pakai saja, aku tidak keberatan sama sekali. Mungkin nanti kau akan dipuji nantinya hyung. Pakai pakai" akhirnya Kangin hyung menurut dan memakainya.
"apa tidak kelihatan aneh?" tanya Kangin hyung.
"ani, malah kau kelihatan keren hyung" pujiku dan mengacungkan 2 jempolku.
"ne, kau keren hyung" timpal Siwon hyung dan ikut mengacungkan 2 jempolnya. Kangin hyung tersenyum puas, "gomawo dongsaengdeul. Aku pergi dulu ne. Jaga rumah baik-baik" Kangin hyung berlalu setelah berpamitan.
"kau tahu Kyu, sebenarnya aku merasa Kangin hyung tidak ada keren-kerennya" cetus Siwon hyung tiba-tiba, "masih keren aku saat menggunakan kacamata itu" lanjutnya.
"aku tahu itu hyung. Tapi mau bagaimana lagi, jika kita tidak begitu dia akan bolos kuliah. Kan sayang itu hyung" kalau boleh jujur, Kangin hyung tidak cocok menggunakan kacamata hitam milik Siwon hyung tadi. Tapi mau bagaimana lagi? Daripada bolos. Bolos itu kan tidak baik.
Siwon hyung mengganggukan kepalanya, "kau baik sekali sampai memikirkan perkuliahan Kangin hyung. Kau dongsaengku yang sangat baik" pujinya. Ah~ menurutku itu biasa saja. Siwon hyung berlebihan.
"kau terlalu berlebihan hyung. Oh, ya Kibum hyung kemana?"
"dia ada di halaman belakang. Masih dalam pekerjaan rumahnya"
"oh, arraso. Aku ingin menemuinya. Aku kesana dulu ya hyung" setelah berpamitan pada Siwon hyung, aku keluar kamar dan menuju halaman belakang. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan, mumpung ingat. Hehe.
Sesampainya di halaman belakang, aku melihat Kibum hyung berdiri terdiam sambil memegang sapu. Dia bukan menyapu tapi sedang memikirkan sesuatu yang berat. "Kibum hyung" sapaku dari kejauhan. Terlihat Kibum hyung tersenyum padaku. Namun bukan senyum yang biasa dia tunjukkan.
"kau kenapa hyung? Seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat" tanyaku dan hanya dijawab dengan helaan nafasnya saja. "ceritakan saja padaku. Pasti aku akan menolongmu hyung" lanjutku.
Lagi-lagi Kibum hyung hanya menghela nafas, "aku..." Kibum hyung benar-benar terlihat seperti orang yang sedang frustasi. "aku terpilih jadi salah satu siswa yang ikut pertukaran pelajar di Jepang. Sekolah hanya membiayai tiket pesawat pergi pulang, sedangkan biaya hidup disana ditanggung masing-masing. Jika aku menyetujui pertukaran pelajar ini, maka aku akan pergi selama 6 bulan. Dan uang tabungan serta uang hasil privat hanya cukup paling lama 2 bulan saja dan 4 bulan selanjutnya mungkin aku hanya minum air putih tanpa makan. Tapi jika aku diizinkan mencari kerja sampingan, sedikit demi sedikit kebutuhanku bisa terpenuhi walaupun tidak full. Jika tidak diizinkan, maka aku tidak bisa makan apapun disana nanti. Itu menurut perhiunganku yang akurat. Sepertinya aku akan menolak tawaran ini, biarkan murid lain yang menggantikanku" tutur Kibum hyung.
Setelah mendengar semua ceritanya, aku merasa bangga karena Kibum hyung yang menjadi perwakilan pertukaran pelajar di Jepang. Namun aku merasa kasihan soal biaya hidupnya jika di sana. "kapan kau akan pergi hyung?"
"minggu depan"
"baiklah, aku akan membantu hyung. Aku akan memberikan sebagian uang tabunganku dan aku akan mencari dana lagi dengan bekerja paruh waktu"
"tidak perlu begitu Kyu. Kau tidak seharusnya bekerja seperti itu. Keputusanku sudah bulat untuk menyerahkannya pada yang lain"
"andwae! Kesempatan seperti ini sangat langka yang datangnya hanya sekali. Jika kau menerima tawaran itu, aku kan jadi ikut bangga. Dan semoga tahun depan aku bisa terpilih jadi wakil pertukaran pelajar sepertimu. Pokoknya kau harus berangkat minggu depan. Arrachi?"
Kibum hyungpun akhirnya mengangguk menyetujui rencanaku. Ini semua kulakukan demi kebaikan Kibum hyung juga. Seisi rumah ini pasti akan bangga memiliki seorang Kibum yang amat teramat cerdas dan patut ditiru. "percayakan saja padaku hyung. Oke?"
Kibum hyung langsung menerjangku memelukku erat, "gomawo Kyu. Gomawo jeongmal"
"tidak perlu berterimakasih begitu hyung. Aku ini dongsaengmu, dongsaeng harus membantu hyungnya jika sedang ada masalah" ucapku sambil mengelus punggung Kibum hyung.
Aku berjanji hyung, akan membantumu. Aku janji!
~Kyuhyun Pov End~
Hatimu begitu mulia Kyu. Dongsaeng yang berhati mulia. Aku bangga padamu. Tidak sia-sia jika aku meneteskan air mata ini mendengar semua kebaikan yang akan kau lakukan untuk Kibum. Hyung juga akan membantumu menggapai kebaikan yang akan kau lakukan itu. Perlu kau ingat Kyu, bukan hanya hyung yang akan bangga melihat kebaikanmu tapi semua hyungmu dan juga ddangkomaku ini. Hyung janji akan membantumu! Hyung janji!
~Yesung Pov End~
~~Surat Kecil untuk Tuhan~~
Hari telah berganti malam. Saatnya makan malam. Kami sudah berkumpul di meja makan dan bersiap untuk makan malam. Siwon hyung selalu bersemangat jika disuruh berdoa. Jika diurutkan, dia peringkat pertama dalam hal keagamaan.
Selesai berdoa, kami menyantap makan malam yang dibuat oleh Ryeowook hyung.
"Kyunnie, apa ada kegiatanmu setelah pulang sekolah besok?" tanya Yesung hyung padaku. Aku berpikir sejenak, "tidak hyung. Waeyo?" tanyaku.
"setelah pulang sekolah, temui aku di kafe tempat kubekerja. Kami kekurangan penyanyi untuk menghibur pengunjung. Dari semua yang kupelajari di kampus, suaramu cocok untuk mengisi kekosongan di kafe. Kau mau?"
Huh? Yesug hyung mengajakku bernyanyi? Memang sih dia mengambil jurusan seni tarik suara, tapi masa' iya aku cocok untuk bernyanyi? "aku? Aku belum pernah bernyanyi hyung. Aku tidak yakin aku bisa melakukannya dengan baik"
"aku yakin kau bisa melakukan dengan baik. Aku yakin pasti itu"
Ottoke? Terima atau tidak ya? Ah~ aku baru ingat, aku berjanji pada Kibum hyung untuk membantunya, "aku akan mencobanya hyung. Aku mau jadi penyanyi di kafe tempatmu bekerja hyung" inilah satu-satunya jalan untuk membantu Kibum hyung.
Makan malam telah usai. Sekarang waktunya belajar untuk besok. Sebenarnya ini jadwalku berguru dengan Kibum hyung, tetapi karena Ryeowook hyung akan melaksanakan ulangan harian besok maka aku harus mengalah pada Ryeowook hyung. Jadinya aku belajar sendiri di kamar. Sungmin hyung sedang beres-beres, Heechul hyung dan Hankyung hyung sedang menonton televisi diruang tengah.
Cekleeekkk...
"Kyu, apa besok kau tidak kecapekan? Pulang sekolah langsung ke tempat Yesung hyung?"
"tidak hyung. Aku kan anak yang kuat" cengirku pada Leeteuk hyung. Leeteuk hyung tadi tiba-tiba saja membuka pintu kamar.
"tapi untuk apa kau mengambil pekerjaan itu? Kau masih terlalu dini untuk bekerja. Apa uang bulanan yang hyung kasih kurang untukmu?"
"tidak. Uang yang hyung berikan itu cukup kok. Malah lebih. Aku melakukan ini untuk membantu Kibum hyung, hyung" setelah aku berkata seperti itu, Leeteuk hyung langsung masuk ke kamar dan menutup pintu. Kemudian dia duduk di tempat tidur milik Heechul hyung, "memangnya Kibum kenapa? Bukankah uang sekolahnya sudah dibayar?" tanya Leeteuk hyung dengan muka serius.
"tidak, bukan begitu hyung. Kibum hyung akan menjadi perwakilan dalam pertukaran pelajar di Jepang..."
"bagus kalau begitu. Terus masalahnya apa?" potong Leeteuk hyung. Leeteuk hyung tidak sopan sekali sih, aku kan belum selesai berbicara sudah main potong saja.
"pihak sekolah hanya membiayai tiket pesawat pergi pulang saja, sedangkan biaya hidup disana selama 6 bulan ditanggung sendiri. Kibum hyung bilang, uangnya hanya cukup dipakai sampai 2 bulan saja. 4 bulan selanjutnya jika diizinkan dia akan mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhannya, jika tidak diizinkan kemungkinan dia tidak akan makan apapun" jelasku. Terlihat Leeteuk hyung menggangguk-angguk mengerti, "makanya aku menolongnya dengan bekerja besok dan sebagian uang tabunganku akan kuberikan padanya untuk membantunya" sambungku.
"kau sangat baik Kyu. Hyung bangga padamu. Arraso, hyung akan ikut membantu membiayai Kibum. Jangan bilang pada yang lain, hyung tidak ingin mereka merasa terbebani karena ini. Jika perlu kau tidak usah bekerja, biar hyung yang membiayai penuh"
"tidak hyung. Aku sudah berjanji pada Kibum hyung untuk membantunya. Janji harus ditepati" ucapku lantang.
"arraso. Hyung izinkan kau bekerja, tapi ingat jangan sampai kelelahan. Istirahat harus cukup. Kau mengerti Kyu?"
"aku mengerti hyung. Gomawo mau membantu juga"
"belajar yang rajin ne" Leeteuk hyung mengusap rambutku lembut kemudian dia keluar dari kamar. Aku bukan anak kucing yang selalu dielus-elus hyung. Huh...
~~Surat Kecil untuk Tuhan~~
Seperti yang aku janjikan, aku akan datang ke kafe tempat Yesung bekerja setelah pulang sekolah. Maka disinilah aku, menunggu bus untuk kesana. Nah~ itu dia busnya. Perjalanan ini ditempuh sekitar 20 menit.
20 menit perjalanan telah kutempuh. Aku turun dari bus dan akan berjalan sedikit menuju kafenya. Classic Cafe, itu dia kafenya. Aku langsung masuk dan kulihat Yesung hyung sedang bernyanyi menghibur pengunjung kafe. Suaranya merdu sekali, aku tidak pernah mendengar suara Yesung hyung yang bisa semerdu ini dirumah. Dia lebih banyak diam daripada bernyanyi.
Aku duduk disalah satu meja sambil menunggu Yesung hyung. "Selamat datang di kafe kami, ada yang ingin anda pesan tuan?" seorang pelayan tiba-tiba mendatangiku membuatku sedikit terkejut. "huh? Tidak. Aku sedang menunggu pria yang sedang bernyanyi itu. Aku ada janji dengannya" jawabku.
"oh, baiklah. Jika anda ingin memesan sesuatu, panggil saja" aku menggangguk dan tersenyum pada pelayan itu. Pelayan itu tadi wanita, cantik sekali parasnya. Wah, aku baru kali ini melihat wanita secantik itu. Disekolahku saja tidak ada yang begituan. Ya iyalah, sekolahku kan sekolah khusus para pria. Hohoho..
Tak berapa lama kemudian, Yesung hyung selesai dan langsung menemuiku, "Kyu, lama menunggu ya? Mianhae"
"tidak kok hyung. Suaramu merdu sekali, kau sampai membuatku merinding hyung" pujiku. Ini jujur lho, dari hatiku yang paling dalam.
"ah~ jangan seperti itu. Ayo, kuantarkan pada bosku" Yesung hyung mengajakku menemui bosnya. Apa ada semacam tes juga? aku jadi deg-degan.
"annyeong sajangnim. Ini orang yang kuceritakan tadi, namanya Kyuhyun"
"oh, jadi ini. Masih cukup muda dan tampan" wah, aku jadi malu dikatakan tampan. Lagian bosnya Yesung hyung juga cantik. Aku jadi malu ah~
"bernyanyilah" Huh? Belum apa-apa sudah disuruh bernyanyi? Aku belum ada persiapan sama sekali. Mau menyanyikan lagu apa ini?
"... ne salmi haru haru kumel kunen godchorom nowa hamke machubomyo saranghal su iddamyon dasi ilosol goya naehege sochungheddon giogsogei hengbogdel himden sigan sogesodo doug taseheddon heimanhen negen jamdelji anen kom..."
"cukup" potong sajangnim, "suaramu buatku merinding. Besok kau bisa bekerja disini menggantikan Yesung jika dia kuliah. Besok kau akan bekerja sampai pukul 5 sore saja karena kau masih seorang pelajar. Selamat bergabung di Classic Cafe Kyuhyun" sajangnim menyalamiku hangat. Aku hanya membalasnya dengan senyum. Setelah penerimaanku disini, kami langsung keluar dari ruangan sajangnim.
"daebak! Suaramu membuatku merinding Kyu. Suaramu bagus sekali" puji Yesung hyung.
"ah~ masih bagus suaramu hyung. Habis ini kau akan kuliah kan?"
"ne. kau pulanglah dahulu. Hyung masih mau beres-beres dulu. Berhati-hatilah" setelah aku berpamitan, aku keluar kafe dan langsung menunggu bus di halte. Saatnya pulang kerumah.
Sesampainya dirumah, ada yang aneh. Terlihat sepi sekali, seperti tidak ada orang. Biasanya Donghae hyung dan Eunhyuk hyung selalu berteriak-teriak jika sudah dirumah. Apa mereka sudah tobat?
"hyung?" panggilku ketika memasuki rumah.
Jegeerrrr... Prriiiittttt...
"Chukae Kyuhyunnie" teriak pada hyungku. Huh? Ada apa ini? Bahkan hari ini bukan ulangtahunku.
"waeyo hyung?" tanyaku pelan.
"chukae Kyuhyunnie, kau penyanyi berbakat selanjutnya. Chukae" Eunhyuk hyung memelukku sambil mengucapkan Chukae? Ommo, aku kan hanya bekerja disana bukan menjadi superstar. Hyungku semuanya berlebihan, "aku kan Cuma diterima kerja, bukan berubah menjadi penyanyi terkenal seperti ditelevisi-televisi itu hyung"
"kami tidak peduli. Pokoknya kami akan merayakannya. Kajja" Eunhyuk hyung dan Donghae hyung langsung mengamitku menuju meja makan.
"tadaaaaa" Sungmin hyung dan Ryeowook hyung keluar dari dapur. Membawa sebuah kue tart mini. Kapan mereka buatnya? Tidak mungkin secepat ini. Ini namanya menghabiskan uang. Huh...
"ini spesial dariku Kyu, kau tahu kan sifatku bagaimana jika menyangkut uang. Tapi ini kuberikan spesial untukmu. Makanlah" wooaaaa... Eunhyuk hyung tak kusangka sebaik itu hatinya meskipun kadang suka pelit. aku sampai terharu.
"hyungdeul. Gomawo, jeongmal gomawo"
"seharusnya aku yang berterimakasih padamu Kyu. Gomawo, jjinja" ucap pelan Kibum hyung yang berada disebelahku dan masih dapat kudengar. Aku tersenyum padanya. Aku tidak sabar untuk memakan kue tart ini, "karena kalian semua sudah membuatku kejutan. Aku akan menyuap kalian satu persatu. Di mulai dari Eunhyuk hyung. Cha, gomawo sudah memberikanku kue ini hyung"
"aaaaaaaaaaaa" Eunhyuk hyung membuka mulutnya dan aku langsung menyuapi kue tart ini. Dilanjutkan Donghae hyung, Kibum hyung, Siwon hyung, Sungmin hyung, Ryeowook hyung dan sisanya kusantap sendiri. Aku benar-benar bahagia memiliki hyung seperti kalian semua. Saranghae hyungdeul~~
~~Surat Kecil untuk Tuhan~~
Tidak terasa aku sudah bekerja di Classic Cafe selama 6 hari. Aku sudah mendapatkan yang kubutuhkan. Besok Kibum hyung bisa berangkat ke Jepang.
Sebelum ke kafe, aku meminta izin datang terlambat karena aku ingin menemui Kibum hyung terlebih dahulu, "Kibum hyung?" sapaku ketika melihat Kibum hyung sibuk merapikan semua barang-barangnya. Kibum hyung hanya noleh dan tersenyum padaku. Aku masuk ke kamarnya dan mendekatinya, "ini" aku menyodorkan sebuah amplop, "ini sebagian uang tabunganku dan juga gajiku bernyanyi di kafe. Aku sengaja meminta gaji di awal untuk membantumu dan juga aku sudah menukarkannya dalam bentuk mata uang Yen. Kuharap ini cukup untukmu hyung"
Kibum hyung menerimanya dan langsung memelukku, "gomawo, jeongmal gomawo. Pasti kau yang menyeritakan kepergianku pada Leeteuk hyung, ia memberikanku sedikit dana untukku hidup disana. Gomawo Kyu. Kau dongsaeng yang baik" ucapnya masih memelukku.
"ne, aku adalah dongsaengmu dan dongsaeng harus membantu hyungnya yang sedang dalam kesusahan" kami berpelukkan agak lama. Ya sebenarnya aku juga sedih, besok tidak ada lagi namja cerdas berwajah datar berkulit seputih salju dirumah ini. Ia akan pergi menuntut ilmu di Jepang. Semoga kau sukses hyung.
~~Surat Kecil untuk Tuhan~~
Hari ini Kibum hyung berangkat. Keberangkatannya membuatku seperti orang merenung seakan-akan aku ditinggal yeojachinguku pergi. Hyung-ah, belum ada sehari kau pergi, kau sudah membuatku seperti orang merana.
"K-kyunnie.. hidungmu. kau mimisan"
Huh? Kulihat bukuku sudah bercucuran darah segar dari hidungku.
"sonsengnim, izinkan kami ke UKS" teriak Changmin. Sonsengnim langsung merespon ketika melihatku. Cepat-cepat aku dan Changmin menuju UKS.
~Kyuhyun Pov End~
Hal yang aneh tiba-tiba tidak sengaja terlihat dari ujung mataku. Aku seperti melihat tetesan. Ommo, itu darah dari hidung Kyuhyun. Apa dia tidak sadar? Aku jadi panik sepanik-paniknya.
"K-kyunnie.. hidungmu. kau mimisan" cepat-cepat aku berteriak memanggil sonsengnim, padahal sonsengnim tersebut galak sekali, "sonsengnim, izinkan kami ke UKS" cepat-cepat aku membopong Kyuhyun ke UKS.
Di UKS, aku hanya diperbolehkan menunggu diluar. Hey, sahabat sendiri kenapa tidak boleh masuk sih? Cepat-cepat aku mengirim pesan pada Sungmin hyung.
To: Sungmin hyung
Hyung, tiba-tiba Kyuhyun mimisan. Darahnya banyak yang keluar. Sekarang sedang di UKS. Cepat kemari!"
Tak selang berapa lama, Sungmin hyung tiba di UKS. Wajahnya sama sepertiku, wajah panik, gelisah dan cemas.
"bagaimana keadaannya?"
"mollayo. Aku tidak diizinkan masuk" Sungmin hyung terlihat begitu cemas. Ia tidak bisa diam. Aku juga sama cemasnya. Tidak biasanya Kyuhyun mimisan seperti ini apalagi dengan darah yang banyak sekali keluar.
~Changmin Pov End~
Sesampainya di UKS, aku diperiksa dan diobati. Darahku juga lama sekali berhentinya, bisa-bisa aku kehabisan darah. Kenapa tiba-tiba begini sih? Aku mulai cemas.
Setelah darahku berhenti mengalir dari hidungku, dokter yang berada di UKS meninggalkanku dan menyuruhku berbaring sejenak. Wajahnya tidak tergambar dengan jelas, seperti wajah cemas, ketakutan atau khawatir.
Memangnya aku kenapa? Ini tidak berdampak buruk kan?
~Kyuhyun Pov End~
Panik? Jelas! Cemas? Tentu! Khawatir? Pasti! Aku khawatir dengan Kyuhyun, dongsaeng kesayanganku.
Cekleekkk...
Dokter yang memeriksa Kyuhyun keluar dengan wajah yang sulit diartikan, "apa terjadi sesuatu pada Kyuhyun sonsengnim?" tanyaku.
Dokter itu menatapku, "bawalah dia kerumah sakit. Bawa dia pada Profesor kenalanku, ini kartu namanya dan berikan ini padanya. Bawa sekarang juga" dokter itu memberikanku kartu nama serta sebuah amplop coklat.
Rumah sakit? Kenapa harus rumah sakit? "memangnya Kyuhyun kenapa?"
"kita akan tahu nanti. bergegaslah" dokter itu masuk kembali. Mengetahui Kyuhyun harus kerumah sakit, membuatku semakin cemas. Ya Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa dengan dongsaengku.
"Changmin-ah, tolong bawa barang-barang Kyuhyun kemari. Aku mau membereskan barang-barangku dulu. Cepat"
"ne hyung" setelah memberi mandat pada Changmin. Segera, secepat mungkin aku membereskan semua barang-barangku.
~Sungmin Pov End~
Setelah dokter itu keluar, ia masuk kembali dengan wajah yang sama. Tidak berubah.
"sonsengnim, aku kenapa?" tanyaku memberanikan diri.
Dia tersenyum padaku dan mendekat, "tidak apa-apa Kyu"
"tapi kenapa wajah sonsengnim begitu murung?"
"jangan khawatirkan sonsengnim" ucapnya dan berlalu kemejanya. Aku semakin bingung. Beberapa saat kemudian, Sungmin hyung masuk. Kenapa ada Sungmin hyung? Dan kenapa juga dia membawa tasku?
"Kyu, kau pergi sekarang" huh? Baiklah. Aku turun dari tempat tidur. "gamsahamnida sonsengnim. Annyeong" kemudian aku menghampiri Sungmin hyung dan keluar dari UKS.
"kita mau kemana?" tanyaku sambil memasang tasku.
"rahasia. ayo, kita pergi sekarang. Aku sudah mendapat izin keluar" jawab Sungmin hyung. Hey, ada yang aneh dengannya. Dia tampak murung. Aku harus mengikutinya, mau tidak mau.
Di dalam bus, Sungmin hyung begitu diam. Tidak biasanya, aneh.
"apa kau merasakan sakit Kyu?" tanyanya dan akhirnya dia membuka suara juga.
"aku hanya merasa aneh dengan hidungku hyung dan juga sedikit pusing" jawabku jujur.
"apa kau masih kuat berjalan? Jika tidak, akan kugendong setelah kita sampai nanti"
"tidak usah. Aku masih kuat hyung"
Bus berhenti dan kami pun turun. Lho? Ini kan halte di depan Seoul International Hospital. Apa kita akan kesana hyung? Dan ternyata benar, Sungmin hyung menggandengku masuk kedalam rumah sakit ini. Hey, aku sedang tidak sakit hyung.
Kami memasuki rumah sakit ini dan melewati setiap lorong sampai akhirnya berhenti di depan sebuah pintu dengan tertera Prof. Dr. Jang Jae Hyun? Professor? Mau apa kita kesini hyung.
Sebelum masuk keruangan ini, aku mendengar Sungmin hyung menghela nafas sejenak, "annyeonghaseyo" ucap Sungmin hyung.
"mari, silahkan masuk" kami masuk setelah dipersilahkan masuk oleh seorang suster. "kalian masih SMA ya. Wah kalian tampan dan imut" puji suster itu. Ah~ selalu begitu. Aku jadi malu. Aish, lupakan rasa malu itu, yang terutama adalah apa tujuan Sungmin hyung mengajakku kesini.
"ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter Jang.
"kami berdua dari Genie High School. Kim sonsengnim menyuruhku memberikan ini pada anda" Sungmin hyung memberikan sebuah amplop berwarna coklat. Hey, amplop apa itu? Dokter itu membaca isi dari amplop itu dengan seksama.
Sesekali dia menganggukkan kepala, "Kyuhyun?"
"ne?"
"ikut saya yuk sebentar saja" huh? Mengikutinya? Kemana? Aku hanya menggangguk dan mengikutinya dibelakang.
"ini tempat apa?" tanyaku ketika dokter itu berhenti disuatu tempat yang tidak kuketahui.
"ini laboratorium. Gantilah pakaianmu setelah itu duduklah disini sebentar. Ini tidak sakit kok" Aku hanya menurut ketika disuruh berganti pakaian dan duduk disebuah alat yang canggih. Kemudian mataku ditutup dengan penutup mata terbuat dari kain. Setelah itu, aku hanya merasa hangat oleh sebuah sinar merah yang terus bergerak atas bawah kepalaku. Ah~ mungkin ini yang namanya ronsen. Proses ini sangat singkat. Akhirnya aku selesai menghadapi alat canggih ini. Kemudian aku berganti pakaian lagi. Kami kembali keruangan semula.
Di dekat ruangan yang semula kami datangi, ada seorang anak laki-laki kecil sedang duduk sendirian, aku jadi kasihan melihat anak itu, "dokter, apa boleh aku diluar saja? Aku ingin menemani anak itu. Dia terlihat kesepian"
"oh, silahkan. Dia salah satu pasien disini yang memiliki perilaku paling baik, namanya Gi Tae. Temani saja dia" kemudian dokter itu masuk sedangkan aku duduk disebelah namja kecil ini. Gi Tae.
~Kyuhyun Pov End~
Perasaan cemas, khawatir dan takut menyelimuti hatiku. Aku takut Kyuhyun kenapa-kenapa. Satu yang membuatku semakin takut adalah Kyuhyun di bawa dokter Jang ntah kemana. Kenapa harus dibawa kesuatu tempat? Kenapa tidak periksa disini?
Cekleeekkk...
Aku menatap pintu terbuka itu. Hanya dokternya saja? Kemana Kyuhyun?
"kyuhyun sedang menemani salah satu pasien anak-anak disini. Tidak perlu khawatir jika Kyuhyun hilang" untung saja. Kukira Kyuhyun hilang atau kabur atau apalah.
"bagaimana dengan Kyuhyun dok?"
"anda siapanya Kyuhyun? Orangtuanya dimana?"
"saya hyungnya, Sungminiyeyo. kami tinggal bersama anak-anak yang dilantarkan orangtuanya di Sapphire Blue House. Kami dirawat oleh seseorang yang bernama Leeteuk. Orangtua Kyuhyun tidak diketahui keberadaannya, tidak pernah diketahui"
Dokter itu mengangguk, "kau harus kuat jika aku mengatakan diagnosaku" aku mengangguk pelan, "Kyuhyun, positif terinfeksi penyakit Rabdomiosarkoma"
"mwo? Rabdo..." penyakit apa itu namanya saja susah. Tidak mungkin Kyuhyun terinfeksi penyakit, dia selalu kelihatan sehat.
"Rabdomiosarkoma. Penyakit ini tergolong kanker" aku sedikit tercekat mendengar penuturan dokter Jang, "atau dalam bahasa lokalnya kanker jaringan lunak"
"tapi.. tapi.. saya kira dia hanya terkena flu. Di perjalanan tadi dia hanya mengeluh kepalanya pusing dan hidungnya seperti gejala flu. Apa itu bisa diobati?"
"kanker jenis ini tergolong langka sekali dan berkembang lebih cepat. Satu-satunya jalan adalah dengan mengoperasinya. Operasi yang harus dilakukan adalah memotong tulang pipi lalu mata dan terakhir mengangkat setengah dari wajah Kyuhyun. Bisa dikatakan, Kyuhyun harus kehilangan mata kirinya dan sebagian wajahnya akan cacat" jelas dokter Jang sambil menunjukkan copy scene tengkorak wajah Kyuhyun.
Ya Tuhan, kenapa Kyuhyun harus terserang penyakit seperti ini? Kyuhyun yang memiliki wajah tampan harus kehilangan sebagian wajahnya? Kenapa Kyuhyun harus menderita penyakit ini langka seperti ini? K-kyuhyun dongsaengku~
~Sungmin Pov End~
Anak kecil ini manis sekali. tapi sayang dia malu-malu. Dan kenapa juga Sungmin hyung lama sekali.
Cekleeekkk...
Akhirnya penantianku berakhir juga. Kulihat wajah murung milik Sungmin hyung, "hyung-ah, waeyo? Apa kau habis menangis?"
"aku tidak menangis Kyu. Ayo, kita pulang"
"Gi Tae-ah, aku pulang dulu ne. annyeong" anak kecil itu tersenyum kemudian melambaikan tangan padaku. Aku membalas lambaiannya.
Lagi-lagi Sungmin hyung hanya diam, "hyung, apa kata dokter? Aku tidak kenapa-kenapa kan? Aku sehat-sehat saja kan? Huh, kenapa aku harus diperiksa dengan alat canggih seperti tadi. seharusnya tidak perlu kan hyung?" Sungmin hyung hanya tersenyum, "sampai rumah beristirahatlah. Besok jangan sekolah dulu sampai kesehatanmu pulih" jawabnya.
"tapi hyung, aku kan sehat"
"sudah, menurut saja ya Kyu. Hyung mohon" aku menggangguk. Ada yang berbeda dari Sungmin hyung. Benar-benar berbeda.
Sesampai dirumah, sesuai perintah Sungmin hyung, aku langsung berganti pakaian dan beristirahat.
~Kyuhyun Pov End~
Hari menjelang malam dan semua hyungku sudah berada dirumah. Aku sengaja membiarkan Kyuhyun masih dalam keadaan tertidur.
Aku sengaja mengumpulkan semua hyung dan dongsaengku terkecuali Kyuhyun -masih tertidur- dan Kibum -berada di Jepang- di ruang tengah, "aku ingin bicara. Ini menyangkut Kyuhyun" semua mata kini tertuju padaku tajam, "aku dan Kyuhyun tadi kerumah sakit memeriksakan keadaan Kyuhyun atas anjuran Kim sonsengnim. Setelah diperiksa, Kyuhyun.. Kyuhyun.." jujur, aku tidak kuat menahan air mataku, rasanya air mata ini akan tumpah.
"Kyuhyun kenapa?" Leeteuk hyung menunjukkan ekspresi tidak sabarnya.
"Kyuhyun terinfeksi penyakit kanker jaringan lunak. kanker ini berkembang lebih cepat dibanding kanker lain dan tergolong langka" saat itulah air mataku tidak terbendung lagi. Ryeowook dan Eunhyuk ikut terisak sedangkan yang lain menampilkan ekspresi tidak percayanya. Semua kalut dalam kesedihan ini. Kenapa Kyuhyun harus menderita seperti ini?
~Sungmin Pov End~
Kanker? Jadi ini yang membuatmu murung daritadi hyung? Kanker langka. Perasaan sedih dan sakit menjadi satu dalam benakku. Ya Tuhan, aku tidak ingin semua hyungku sedih. Aku ingin mereka tidak mengkhawatirkanku. Aku tidak mau mereka menangis karenaku. Kumohon, sembuhkanlah aku!
TBC
Readers, gomawo sudah mereview.
Maaf jika feelnya kurang dapet, author sudah buat semampunya author. Dan inilah hasilnya.
Oh, ya yang sama dalam FF hanya beberapa adegan saja yang sama dengan SKUT bukan secara menyeluruh ya. Hehe..
Sekali lagi terimakasih sudah mau membaca dan mereviewnya.
Jangan lupa reviewnya ya readers.
Gamsahamnida ^^
Next or End?
