Tittle : Fallen Angel

Rate : Erm..

Genre : Romance, Hurt/Comfor, Angst(maybe)

Pair : KyuMin and other

Warning : Yaoi, abal, gaje, etc.

Disclaimer : I own nothing..

Enjoy ~

.

Kyuhyun POV

Hari ini... Hari ini tepat 5 tahun ia pergi, lima tahun lamanya aku tidak melihat senyum nya, tawa nya, dan juga diri nya sendiri. 5 tahun lamanya ia tidak berada di sini untuk... Mencintaiku...

Aku ingin ia kembali ke sisiku, aku amat sangat merindukan kehadirannya di sisiku. Tapi aku bisa apa? Aku hanya seorang manusia biasa bernama Cho Kyuhyun. Umurku pun baru akan menginjak 24 tahun.

Aku menghela nafas ketika sampai di taman, tempat ia meminta putus padaku karena aku telah berselingkuh dibelakangnya. Sungguh, jika ia masih hidup, aku rela membuang harga diriku untuk memohon padanya agar ia memaafkan dan menerimaku kembali.

Kulangkahkan kakiku menuju bangku taman yang biasa kami gunakan untuk menghabiskan sore sembari bergandengan tangan.

Aku duduk dan memejamkan mataku untuk menikmati semilir angin. Hari semakin sore, taman ini menjadi semakin sepi.

Aku mulai mengingat-ingat bagaimana kesalahanku awalnya dimulai.

Ah, iya. Mungkin sejak aku bertemu Seohyun, yeojya yang menjadi mantan selingkuhanku dan juga yeojya yang kubayar untuk berpura-pura menjadi kekasihku.

Kau tahu, saat itu hubungan sesama jenis masih tabu. Mungkin hal itulah yang membuatku merahasiakan hubunganku dengan Sungmin, kekasihku yang seorang namja.

Namanya Kim Sungmin, nama yang indah, bukan?

Semua berjalan dengan baik hingga orang tua ku bertanya hal yang selalu kuhindari selama ini.

.

"Kapan kau akan membawa kekasihmu, Kyu?" tanya Eomma ku ketika kami sedang makan malam.

Sungguh, pertanyaan yang sederhana seperti itu mampu membuatku membeku. Lidahku terasa kaku, otakku tak mampu memproses kata-kata selain, "Secepatnya akan kuperkenalkan pada kalian..."

Dan apa kalian tahu? Kata-kata itu adalah sesuatu yang paling bodoh yang pernah keluar dari mulutku! Aku sangat bingung waktu itu. Aku tidak ingin mengecewakan orangtua ku dengan mengatakan anak laki-laki mereka satu-satunya adalah gay.

Namun disatu sisi aku tidak mungkin mengatakannya pada Sungmin. Ia akan sangat sedih.

Karena itu aku mencari cara yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, menyewa seorang yeojya dan memintanya agar berpura-pura menjadi pacarku...

.

Aku memasuki caffé tempat janjian kami. Yeojya itu berkata bahwa ia duduk di bangku paling pojok yang jarang dilewati orang.

Bagus, pembicaraan ini akan menjadi sangat rahasia.

"Annyeong, apa benar kau Seohyun?" tanyaku begitu sampai.

Yeojya yang tadi sedang melamun itu tersentak sebentar lalu mengangguk, aku langsung mendudukan diriku di sofa.

"Annyeong, Seo Joohyun imnida. Panggil saja Seohyun. Bangapta, oppa." ia berujar pelan sembari menundukan kepalanya.

Jika boleh jujur, menurutku ia cukup manis. Namun dibalik wajah manisnya seperti tersimpan sesuatu dan aku tidak menyukainya.

"Cho Kyuhyun imnida. Aku mohon kerja sama mu, Seohyun-ah."

"Aku memang menyetujui untuk menjadi pacar pura-pura mu, oppa. Tapi aku tidak terlalu mengerti karena dijelaskan lewat e-mail. Bisakah kau menjelaskannya lagi, oppa?" tanyanya sembari meminum Orange juice. Suaranya seperti dibuat-buat agar menjadi imut. Eww...

"Jadi begini, aku menyewamu agar menjadi pacar pura-pura ku. Aku akan mengenalkanmu pada orang tua ku besok. Jangan berbicara hal yang tidak perlu, mengerti? Bayaranmu 1.000.000 won."

Matanya membelak kaget, kurasa ia terkejut karena mendapat sejumlah uang yang tidak sedikit dengan kerja yang mudah.

"Hanya itu?"

"Ne, dan ini cicilan pertamamu, jika ini sudah selesai, aku akan memberikan semuanya sekaligus." aku memberikan amplop berisi uang 250.000 won padanya.

Ia menerimanya dengan senang hati―tentu saja.

"Baiklah, kita bertemu lagi disini besok. Jam 11:00 kau bisa?" tanyaku. Ia menganggukan kepalanya.

"Baiklah, sampai jumpa besok. Kuharap akting mu tidak mengecewakan." ucapku sembari beranjak keluar dari caffé itu.

.

Awalnya semuanya berjalan lancar. Aku mengenalkan Seohyun kepada orangtua ku dan mereka menyukai Seohyun.

.

"Appa, Eomma, kenalkan, ini Seohyun, ke... Kekasihku." ucapku dengan tidak rela. Saat ini kami berempat sedang berada di ruang tamu.

"Aigoo... Benarkah ini kekasihmu, Kyu? Dia cantik." puji Eomma.

"Gomawo, ahjumma." Seohyun menundukan kepalanya.

"Sejak kapan kalian pacaran, Seohyun-ah?" tanya Appa.

"Sudah dari kami masuk SMA, ahjussi."

"Wah, kalian harus sering-sering berkencan jika begitu!" usul Eomma. Aku hanya tersenyum tipis.

.

Entah apa yang dilakukan oleh yeojya itu kepada ku sehingga aku selalu menemaninya setiap hari hingga aku mengabaikan Sungmin.

.

From : Minnie Chagi.

Sub : none

Kyu, bisakah kau menemaniku ke Dokter? Anemia ku kambuh.

Aku membaca setiap tulisan yang terpampang di handphone-ku. Anemia nya kambuh lagi. Aku ingin menemaninya, tapi aku harus menemani Seohyun belanja.

Dengan amat sangat menyesal aku membalas pesannya.

To : Minnie Chagi.

Sub : Mian.

Chagi, mianhae. Aku tidak bisa menemanimu ke Dokter. Aku sedang sibuk.

Kupencet tombol send. Kuharap ia bisa mengerti. Tak lama ia membalas pesanku.

From : Minnie Chagi.

Sub : Gwegencha :)

Gwegenchana, Kyu. Aku akan pergi dengan Hyukkie saja. Meskipun sibuk, jangan lupa makan, ne?

Aku menutup mataku. Sial, aku tidak tahu akan menjadi serumit ini.

To : Minnie Chagi.

Sub : none

Ne, kau juga. Jangan terlalu memaksakan diri. Saranghae.

Langsung kumasukan handphone ku ke dalam kantung celama dan masuk ke dalam mobil. Seohyun memintaku menemaninya belanja. Gezz, menyusahkan!

Aku mengendarai mobil dengan kecepatan maximal dan langsung sampai di depan rumah nya dalam 5 menit. Kulihat Seohyun sedang menunggu di depan rumahnya.

"Gomawo, oppa!" ia langsung masuk ke mobilku tanpa canggung. Dasar.

.

Ya, semuanya berjalan lancar. Hingga akhirnya masalah itu muncul...

Sungmin melihatku sedang berbelanja dengan Seohyuin. Ia mengikutiku yang sedang ditarik Seohyun ke butik. Hingga puncaknya ia melihat kami berciuman.

Entah setan apa yang merasuki ku hingga aku membalas ciuman nya. Saat menciumnya, aku membayangkan wajah Sungmin. Intinya aku mencium yeojya itu karena membayangkan wajah Sungmin, tidak lebih, sungguh.

Apa kau ingin melihat reka kejadiannya? Maaf, aku sudah jijik dengan ingatan itu. Jangan mengungkitnya lagi.

Malamnya saat aku selesai mandi, Sungmin mengirimiku pesan.

From : Minnie Chagi.

Sub : None

Kyu, bisakah kita bertemu? Di taman dekat rumahmu. Aku menunggu mu.

Aku menaikan sebelah alisku. Tidak biasanya Minnie meminta untuk bertemu malam-malam begini. Namun aku langsung menemuinya di taman. Dan kau tahu? Dia mengatakan hal yang amat sangat kutakutkan.

"Kyu, sebaiknya kita putus saja."

"Wa.. waeyo?" tanya ku gugup. Ini adalah kata-kata yang amat sangat ku tidak inginkan keluar dari mulutnya.

Bukannya menjawab, ia malah menengadah ke langit. "Yeojya tadi siang cantik, cocok denganmu." ucapnya.

"A... Aku..." ucapanku terbata-bata. Ia berjalan mendekatiku dan memelukku sekilas.

"Mi... Ming... Aku..."

"Shh... Aku bisa mengerti. Mulai sekarang, tolong panggil aku Sungmin-hyung, ne?" ia menempelkan jari terlunjuknya di bibirku. Ia lalu berlari pergi. Ia benar-benar pergi dari hidupku.

.

Sejak saat itu, aku meminta Seohyun menjauh dari hidupku. Dan sejak saat itu pula, aku hanya bisa memperhatikan Sungmin dari jauh. Memanggilnya dengan embel-embel 'Hyung', hanya bisa sakit hati ketika melihatnya tertawa dengan teman-temannya.

Awalnya, kupikir tidak apa-apa dengan keadaan seperti ini. Aku masih punya kesempatan mengambil hatinya.

Namun, semua itu berubah ketika ada murid baru di kelas kami. Ya, aku mendapat akselerasi hingga aku bisa langsung kuliah seperti Ming.

Anak baru itu bernama Choi Siwon, menurut hampir anak-anak kelasku, ia adalah sosok yang baik, tampan, dan juga sempurna.

Awalnya aku tidak peduli pada anak baru itu. Tapi akhirnya ia mulai mendekati Sungmin, aku tentunya tidak bisa tinggal diam.

.

"Min-Hyung!" panggil Siwon. Sungmin-hyung menoleh dan tersenyum lebar, senyum yang dulu ia tunjukan padaku.

"Ne? Ada apa, Siwonnie?" tanya nya. What the heck! Bahkan Minnie memanggilnya dengan panggilan kesayangan!

"Ada yang ingin kubicarakan padamu, hal yang penting."

"Boleh. Ayo kita cari tempat yang sepi." Minnie menarik tangannya dan berjalan menuju pintu.

Aku harus tenang, tidak boleh gegabah.

Setelah beberapa saat mereka keluar, aku langsung menyusul dengan tenang.

"Kyu! Mau kemana kau?" tanya salah seorang temanku, Lee Donghae.

"Toilet," jawabku singkat. Setelah cukup jauh dari kelas, aku langsung berlari dengan membabi buta.

Saat aku tiba di taman belakang, aku melihat Minnie menunduk dengan semburat menghiasi wajah manisnya.

"Erm... Aku mau menjadi namjachingumu, Siwonnie."

Mataku terbelak. Apa sudah terlambat?

"Gomawo! Gomawo, Sungminnie!" Siwon langsung memeluk tubuh Sungmin dan mulai menciumnya.

Shit! Aku tidak tahan! Aku langsung berlari, tidak mau melihat hal yang lebih jauh.

Aku berlari ke kamar mandi dan mulai membasuh kepalaku dengan air. Pasti itu hanya mimpi.

Ya, itu hanya mimpi. Aku meyakinkan diriku dan mulai pergi ke kelas dengan perasaan biasa.

Namun, kadang keinginanku tidak sesuai dengan kenyataan...

"Chukkae, Siwonnie, Sungminnie atas hubungan kalian!" teriak semua orang ketika aku memasuki kelas. Semua nya mengerubungi Sungmin dan Siwon.

"Gomawo, Chingudeul!" Siwon berteriak dengan bersemangat, raut kebahagiaan terlihat jelas di wajahnya.

Kuahlihkan mata ku kearah Sungmin. Wajahnya juga terlihat bahagia. Aku hanya bisa menangis dalam diam.

.

Air mataku mulai keluar lagi. Kuseka air mata yang keluar.

Tanpa kukehendaki, ingatan yang amat sangat menyedihkan menyeruak.

.

Saat itu aku sedang jalan-jalan karena sedang libur. Aku berjalan tanpa tujuan, sebenarnya.

Dan saat itulah aku melihat Sungmin sedang disebrang jalan. Dia memakai mantel berwarna putih bersih, cocok sekali dengan nya. Ia seperti peri, apalagi salju sudah mulai turun sekarang.

Ia sedang sibuk dengan handphone nya. Sehingga ia tidak menyadariku ada di sebrangnya.

Lampu sudah menjadi merah, ia mulai berjalan. Matanya masih saja memperhatikan handpone, ia lalu tersenyum malu. Kutebak pasti ada pesan dari Siwon.

Tiba-tiba perasaanku tidak enak. Kuahlikan wajahku ke sebelah kiri. Shit! Ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi!

"SUNGMIN! AWAS!" aku berteriak kalap. Aku berlari ketempatnya berdiri.

Ia kaget dan mendongkakan kepalanya. Wajahnya terlihat kaget. Aku berusaha menarik tangannya. Namun...

BRUK ―

Tubuhnya terpental oleh mobil sialan itu. Jantung ku serasa diremas, aku langsung menghampiri tubuh Sungmin yang terlempar beberapa meter dari tempat semula. Orang-orang sudah mengerubunginya.

Aku langsung menariknya ke pelukanku, "Shit! Cepatlah panggil Ambulance!" teriakku kalap.

"K... Kyu...?" ia berkata diantara nafasnya yang sudah tersenggal-senggal.

"Shh! Jangan bicara dulu! Ambulance akan datang sebentar lagi! Kumohon bertahan!" aku meletakkan jari telunjukku di bibirnya.

"Hah... Maafkan aku, Siwon. Aku tidak bisa menepati janjiku..." dan seketika itu juga matanya langsung terpejam. Aku menangis sejadi-jadinya.

Handphone Sungmin masih menyala, aku tidak sengaja membaca pesan yang terpampang di dalam sana.

From : Nae Siwonnie.

Sub : None

Min... Maaf, aku tahu jika ini tidak romantis. Aku terlalu gugup jika mengatakannya di depanmu.

Maukah kau menikah denganku?

.

Shit! Dada kiri ku terasa sakit sekali setiap kali mengingat hal itu!

Aku masih ingat dengan jelas, aku juga menangis ketika di pemakaman Sungmin.

.

Langit menangis seolah ikut merasakan kepedihan semua orang di areal pemakaman ini.

Aku ikut menangis bersamaan dengan hujan yang turun deras, disebelahku Siwon juga melakukan hal yang sama.

"Jangan menangis, Kyuhyun, Siwon. Sungmin pasti bahagia disana." Donghae menepuk bahuku dan Siwon. Aku tahu, ia juga sedang menangis.

Hei, siapa yang tidak menangis hari ini? Semua yang hadir disini menangis. Mulai dari Sunbae, Hobae, bahkan sampai seongsaenim.

Siapa yang tidak akan menangis untuk Kim Sungmin? Seorang pemuda yang baik hati dan juga murah senyum.

Sungmin, benarkah kau bahagia disana? Jika iya, kuharap kebahagiaanmu itu abadi. Maaf, aku tidak bisa memberikan kebahagiaan untukmu.

.

Aku menutup mataku dengan rapat. Ingatan yang menguar itu bisa membuatku menangis histeris.

Aku menghela nafas dalam keadaan mata yang masih terpejam. Kabar terakhir yang kudengar Siwon sudah pindah ke Jepang. Ah, sudahlah. Itu tidak penting.

Suasana sangat tenang di taman ini. Ya, aku memang sedang membutuhkan ketenangan.

Bruk―

'Apa itu!'

Aku membuka mata dan melotot melihat pemandangan di hadapanku.

Seseorang sedang tengkurap di tanah, baju nya putih bersih, dan rambut nya berwarna kecoklatan yang lumayan panjang.

Namun, bukan itu lah yang menarik perhatian ku. Melainkan…

Ada sepasang sayap yang menempel di punggung orang yang jatuh itu.

Sayap berwarna putih bersih yang seperti asli.

Orang yang jatuh itu mendongkakan wajah nya keatas, memperlihatkan wajah yang amat sangat kurindukan dan selalu menghiasi malam-malamku.

"Su… Sungmin!"

.

Tbc

.

Ngomong-ngomong, untuk para KMS, tolong jangan bantai Shu karena terlah memasukan lumayan banyak adegan Soun sama Papi Kuyu. ( /\ )

Shu janji, dia cuma bakal muncul di chap ini doang. Kalo muncul lagi palingan cuma nama atau numpang lewat doang. Sekali lagi, jeongmal mianhae! *bow*

.

Special thanks for : 137MinnieEvil, Gyurievil, MegaKyu, park soohee, Park Min Rin, Chikyumin, Fujiwara Roronoa.

#kecupbasahsatusatu

Akhir kata, RnR? 8D