Title : Get Out
Writer : Nickey Jung Rae Suk
Rating : T
Cast : Kim JaeJoong (21) , Jung YunHo (21), Tiffany Hwang (20), yg lain nyusul.
Pairing : YunJae, YunFany (-_-)
Genre : YAOI, Bi, Romance, Hurt, MPreg, Little bit Angst.
Disclaimer : YunHo MILIK JaeJoong, JaeJoong MILIK YunHo, Cerita ini ASLI MILIK saya.
Lenght : 2 of 10
Warning : YAOI, BOY x BOY, Boys Love, Typo(s), Ide pasaran, EYD kacau, Judul ga sesuai dg cerita, No Majas, alur lambat- kadang cepet(?) TIDAK SUKA JANGAN BACA, NO BASH.
Chapter 2
Yunho mendekap tubuh mungil Jaejoong dari belakang. Balkon apartemen memang menjadi tempat yang pas di malam hari untuk bercengkrama. Semilir angin malam dan cahaya bulan purnama menambah suasana menjadi semakin romantis.
Seminggu yang lalu Yunho dan Jaejoong telah resmi menjadi sepasang 'suami istri'. Mereka mengikat janji sehidup semati di sebuah Gereja yang sederhana di pinggir kota Seoul.
Tidak banyak orang yang hadir, hanya beberapa orang yang menjadi saksi pernikahan mereka, mengingat Yunho menikah dengan status masih suami orang. T_T
Yunho membelikan apartement baru untuk istri pertamanya itu.
Well, bukankah Jaejoong ingin menjadi istri pertama Yunho, walaupun sebenarnya secara waktu namja cantik itu adalah istri kedua Yunho?
Biarlah yang penting Jaejoong bahagia.^^
Dan Yunho memilih apartement yang sedikit jauh dari apartement lamanya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. *Bilang aja Appa takut ketauan kawin lg XD*
"Bulannya sangat indah" Ucap Jaejoong seraya mengeratkan lengan Yunho ke lehernya.
"Tapi kau lebih indah Boo.." Sahut Yunho sambil mengendus leher jenjang istrinya itu.
"Tks..Gombal" Jaejoong menepuk tangan Yunho. "Kenapa kita tidak berbulan madu Yun? padahal aku sangat ingin" kesal Jaejoong mengerucutkan bibirnya. Memang, sejak mereka menikah seminggu yang lalu, Yunho dan Jaejoong hanya menghabiskan waktu berdua mereka di apartement baru itu. Yunho mengatakan pada Tiffany bahwa ia sibuk dengan proyek Hotel barunya, maka dari itu ia selalu bermalam di Hotelnya. Dan untungnya Tiffany percaya itu.
Jaejoong pernah meminta Yunho untuk berbulan madu. Namun namja tampan itu mengatakan belum saatnya, nanti jika ia dan Tiffany resmi bercerai baru ia akan mengajak Jaejoong berbulan madu, bahkan akan mengumumkan pada semua orang bahwa Jaejoong adalah istrinya.
"Bukankah kau sudah tau alasannya um?"
"Tapi itu masih tiga bulan lagi"
"Tiga bulan tidak lama Boo..Buktinya tiga tahun kita tak bertemu, kau bisa melewatinya aniya?" Yunho membalikan Tubuh Jaejoong menghadapnya. Ia menyibak poni Jaejoong yang sedikit menghalangi mata bulat itu.
"Baiklah aku akan bersabar" Ucap Jaejoong tersenyum seraya merangkul leher Yunho.
"Itu baru istriku.." Yunho mencubit gemas pangkal hidung Jaejoong.
"Nanti kau ingin berbulan madu ke mana?"
"Terserah kau saja. Yang penting ada kamar romantis untuk kita bercinta." Jawab Yunho.
Tiba-tiba saja Yunho mengangkat tubuh Jaejoong hingga kini Jaejoong lebih tinggi darinya.
"Yya!" Kaget Jaejoong, ia segera memegang pundak Yunho agar tidak terjatuh.
"Saatnya aku mengaulimu, istriku." Ucap Yunho menyeringai. Kemudian namja tampan itu membawa Jaejoong masuk ke kamar dan melemparkan tubuh Jaejoong ke ranjang.
BRUKK!
"Mau apa kau? malam ini tidak ada jatah!" Jaejoong mengambil selimut dan dengan segera menutupi tubuhnya.
"Kau tak mau berdosa 'kan sayang?" goda Yunho. Dan dengan cepat ia ikut masuk ke dalam selimut.
"Andweeeemmphh...mmhckkppp.."
"Mmmhckkpp.. Ahh..Yunh.. jangan digigit..."
Sepertinya besok Jaejoong harus mengganti seprainya lagi. Padahal tadi pagi ia baru saja mengganti seprai itu.
Hmmm...seminggu tujuh kali mengganti seprai? Rekor yang bagus ;)
~*TVXQ_YunJae*~
Ting~Tong~ Ting~Tong~
Cklek
"Annyeong.. Apa Nyonya Jung ada?" Tanya Jaejoong pada seorang maid yang membukakan pintu.
"Beliau sedang ada di taman. Anda?"
"Kim Jaejoong, beliau pasti tahu." Jawab Jaejoong ramah.
"Ah, ye...Kalau begitu silahkan masuk.." Suruhnya pada Jaejoong. Jaejoong mengikuti maid itu, ia melihat sekeliling ruangan. 'Ternyata tidak banyak berubah.' batinnya.
Jaejoong berkunjung ke rumah orangtua Yunho, atau mungkin sekarang harus dipanggil mertuanya. Ia juga sangat merindukan Bumonim suaminya itu.
Jaejoong memang sudah menganggap Nyonya dan Tuan Jung sebagai orangtuanya juga, begitu pula sebaliknya, Tuan dan Nyonya Jung juga sudah menganggap Jaejoong seperti anak kandungnya, meningat persahabatan Yunho dengan Jaejoong yang cukup dekat.
"Jung Umma.." Panggil Jaejoong pada wanita paruh baya yang sedang menyiram bunga. Nyonya Jung menolehkan kepalanya.
"Joongie..? Ommo..kau Kim Jaejoong ani? Aigoo...kapan kau pulang dari Prancis nak?" Nyonya Jung sedikit terkejut melihat kedatangan Jaejoong. Yeoja paruh baya yang terlihat masih cantik itu segera menghampiri Jaejoong yang tengah tersenyum. Lantas ia memeluk Jaejoong erat.
"Dua minggu yang lalu..Mianhae aku baru berkunjung ke mari.." Ucap Jaejoong dengan wajah menyesalnya.
"Gwaenchana..yang penting kau sehat." sahut Nyonya Jung melepaskan pelukannya. "Kau semakin cantik saja Joongie~" imbuhnya menggoda Jaejoong.
"Umma~~ Aku tampan!" Sergah Jaejoong keberatan.
"Ne..kau tampan sekaligus cantik."
"Umma~~!"
"Arratta, arratta.." Nyonya Jung terkekeh melihat Jaejoong yang merajuk, kemudian ia mengajak Jaejoong keruang keluarga.
"Duduklah.." Suruhnya pada Jaejoong. "Berarti kau sekarang sudah menjadi seorang Arsitek, aniya?" Tanya Nyonya Jung lagi, ia pun duduk di hadapan namja cantik itu.
"Ne, bahkan aku sekarang bekerja di Hotel kalian, membantu proyek baru Yunho."
"Kau sudah bertemu dengannya? Aigoo..kenapa anak itu tak bercerita kalau kau pulang? Aish..dasar Jung Yunho." Rutuk Nyonya Jung.
Jaejoong yang mendengarnya hanya tersenyum. Nyonya Jung tidak tahu saja jika ia bukan hanya sekedar bertemu dengan Yunho, tapi ia juga sudah menikah dengan anaknya itu.
"Apa kau tahu kalau Yunho sudah menikah?" Tanya Nyonya Jung lagi.
"Um, aku juga sudah bertemu dengan Tiffany-ssi." jawab Jaejoong.
"Jeongmal? Aigoo...Jung Yunho, jinjja~~"
"Sudahlah Umma, ini.. kemarin aku membuat cake, semoga Umma dan Appa suka" Jaejoong menaruh paper bag yang dibawanya di meja.
"Ternyata Uri Joongie masih pintar memasak eoh? Benar-benar calon suami dan menantu idaman" Puji Nyonya Jung. Jaejoong yang mendengarnya hanya terkekeh.
'Lebih tepatnya istri, dan menantumu Umma..' Batinnya tersenyum.
Kemudian 'mertua dan menantu' itu saling melepas rindu dengan bercerita banyak. Tapi tentu saja Jaejoong tidak menceritakan pernikahannya dengan Yunho. Ini belum saatnya pikirnya. Lagi pula yang Nyonya dan Tuan Jung tahu, ia dan Yunho hanyalah bersahabat, tidak lebih.
~*TVXQ_YunJae*~
"Apa jadwalku selanjutnya?" Tanya Yunho pada sekretarisnya Kim Soo Eun.
"Tidak ada, tapi besok anda harus datang ke acara Ulang tahun Perusahaan Shim Corp." Jawab Soo Eun.
"Baiklah, kau boleh pergi.."
"Ye.."
Soo Eun hendak membuka pintu namun seseorang telah lebih dulu membukanya.
"Ah, mianhamnida Soo Eun-ssi" Ujar Jaejoong meminta maaf. Ia menggeser sedikit tubuhnya memberikan jalan untuk Soo Eun keluar.
"Gwaenchanseumnika Jaejoong-ssi." Soo Eun membungkukkan sedikit tubuhnya. Kemudian yeoja cantik itu berjalan ke meja kerjanya.
"Yunnie..." Riang Jaejoong menghampiri Yunho.
"Waeyo baby?" Yunho bangun kemudian mengecup bibir ranum Jaejoong. Namun saat namja tampan itu akan menjauhkan wajahnya. Jaejoong menahan tengkuknya dan melumat bibir hati itu.
"Mmmckkkpp..."
Yunho tersenyum di tengah ciumannya. Ia memang sangat menyukai keagresifan istri 'pertamanya' itu. Bibir mereka saling bertautan cukup lama, hingga tak menyadari seseorang yang menganga melihat pemandangan di depannya.
Kim Soo Eun, buru-buru menutup pintunya dengan pelan, niatnya yang ingin membawa berkas yang tertinggal di ruangan Yunho terpaksa diurungkannya.
"Ommo.. Apa yang baru saja ku lihat?" gumamnya. "Mereka... berciuman?"
~*TVXQ_YunJae*~
Sebulan berlalu, Pembangunan Evergreen Hotel cabang baru di daerah Incheon sudah berjalan. Jaejoong yang menjadi Arsiteknya sangat bersemangat. Pasalnya ini adalah proyek pertamanya. Meski begitu, ia optimis hasilnya akan memuaskan.
Yunho juga percaya pada kemampuan Jaejoong. Karena Yunho mengenal Jaejoong sejak mereka duduk di bangku Junior High School, jadi ia sudah tahu jika Jaejoong sangat pintar, terbukti namja cantik itu bisa menyelesaikan kuliahnya dan menjadi seorang arsitek dengan waktu hanya Tiga tahun.
Begitu pula pernikahannya dengan Yunho, meskipun dirahasiakan, membuat tak lantas membuat hubungannya keduanya merenggang. Mereka bahkan terlihat mesra meskipun sedang berada di tempat kerja.
Dan hal itulah yang sekarang menjadi bahan gosip hampir semua karyawan Hotel. Menurut mereka kedekatan Yunho dan Jaejoong sangat tidak wajar, mengingat Yunho sudah mempunyai istri.
Seperti sekarang di ruangan Yunho. Kedua sejoli itu tengah memadu kasih. Jaejoong yang duduk di atas meja kerja Yunho tak berhenti mendesah ketika Yunho menjilati telinga kirinya.
"Yunh..Sudah..ini di kantor..nghhh.."
Yunho tak bergeming, ia terus menciumi telinga Jaejoong, bahkan kali ini ciumannya beralih ke leher putih nan jenjang namja cantik itu.
Yunho menghisap leher istrinya itu hingga meninggalkan tanda kepemilikannya di sana. Dengan kasar ia membuka kemeja Jaejoong sehingga memperlihatkan dua titik merah yang selalu menggodanya.
Dengan lapar Yunho melahap nipple kanan Jaejoong dan meremas dada sebelah kiri istrinya itu.
"Ahhh...Yunnieehh..."Desah Jaejoong nikmat. Ia meremas rambut suaminya. Junior mereka yang masih terbungkus celana, saling bergesekan. Dan hal itu membuat birahi mereka semakin meningkat.
"Emhh..Boo..."
.
.
Sementara itu Tiffany berjalan dengan anggunnya di lobi hotel, senyumnya mengembang ketika beberapa karyawan menyapanya. Namun ia merasa sedikit aneh saat beberapa karyawan lainnya saling berbisik dan melihat ke arahnya. 'Apa aku terlihat jelek?' Pikirnya.
Tiffany mengangkat kedua bahunya tanda tak peduli. Kemudian ia memasuki lift dengan sedikit kesusahan. Perutnya yang besar –karena kandungannya sudah menginjak usia 7 bulan, ditambah dengan paper bag yang dibawanya, membuat ia sedikit kesusahan untuk berjalan. Namun senyumnya tak pernah berhenti ketika mengingat ia akan makan siang bersama suaminya.
Cling
Pintu lift terbuka, Tiffany langsung saja menuju ruangan kerja Yunho.
"Annyeong Soo Eun-ssi..Apa sajangnim ada di dalam?" Tanyanya pada Soo Eun.
"Ada Nyonya. Tapi—"
Belum sempat Soo Eun berujar, Tiffany sudah berjalan lagi hendak membuka pintu.
Cklek
"Andweee..." Soo Eun memejamkan matanya erat. 'Jangan sampai Perang dunia ke 4 terjadi Tuhan..' Do'anya dalam hati. Pasalnya ia sudah tahu apa yang sedang sajangnimnya dan Jaejoong lakukan jika mereka sudah berduaan di ruangan Yunho. Terlalu sering sekretaris Yunho itu memergoki keduanya yang sedang bermesraan. Namun hal itu tak lantas membuat Soo Eun membocorkan rahasia Bos nya pada orang lain, karena Soo Eun sendiri sangat mendukung hubungan Bos nya itu dengan Jaejoong, meskipun ia tahu Yunho sudah menikah.
"Oppa...!"
TBC
Makasih yg udah ninggalin jejaknya di Chap kemarin. Sebenarnya FF ini udah pernah dipost di FB,mgkn diantara readerdeul jg ada yg pernah baca :)
RnR lagi yah...^^
YUNJAE IS REAL...!
Always Keep The Faith...^^
Ps: Klo ada yg pengen berteman di FB dg saya, add aja,tp Pm dulu ya,cz saya ga langsung accept,soalnya banyak penyusup,kkkk~
