Lhyn Hatake present
Vrykolakas at First Meeting
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama, Mysteri.
Rate : M (for Save)
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, and Other member Suju.
pairing : sementara Kyuhyun X Sungmin aja.
Warning : Timeline, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
Sungmin melirik jam di tangannya sekilas. Tepat jam dua belas malam dan persiapan untuk perform besok baru selesai. Mata foxynya berkeliling, menatap satu persatu 'teman'satu grubnya, hampir semuanya tengah mengusap peluh dan menenggak air mineral dari botol-botol yang disediakan. Sungmin memang tak berpeluh, namun bukan berarti dia tidak haus. Dia haus!
Sudah seminggu dia tidak berburu karena ketua grub yang dengan konyol memperketat pengawasan pada membernya. Hah! Kalau begini percuma saja dia menjadi publik figure, padahal rencananya dia menjalani profesi ini agar bisa dengan mudah menarik mangsa seperti kata Minho yang kini tengah menjalani profesi serupa.
Bukan dia tak ingin menyelinap, tapi pengalaman setahun tinggal satu kamar bersama Donghae membuatnya paham bahwa namja itu akan segera bangun jika ada yang aneh sedikit saja dengan kamar mereka. Dan tentu saja dia tak mau menerima resiko dengan membuat Donghae menggegerkan dorm karena 'kegiatan' malamnya.
Sungmin berjalan pelan mendekati Eeteuk, Leader Super junior yang kadang terlalu perhatian. Dia mendekatinya dan mencoba mengambil perhatian dengan mendudukkan diri tepat di sampingnya.
"Teukie eomma..." Sungmin memanggil dengan nada merajuk.
"Hemm Minne, waeyo?" Eeteuk menyahut pelan sambil menutup botol air mineralnya.
"Boleh aku ijin keluar tiga puluh menit saja... aku ingin ice cream," namja aegyo itu masih berusaha merajuk.
"Besok kita ada Live TV Minnieya, kita tidak boleh kecapaian," Ujar Eeteuk pelan.
"Eung...aku tidak akan lama, cuma mau jalan-jalan ke toserba di ujung jalan membeli ice cream. Aku akan langsung pulang setelahnya, janji!"Sungmin mengangkat kedua jarinya membentuk huruf 'V' demi meyakinkan sang Leader.
"Ya sudah, jangan terlalu lama. Ish! Apa kau tidak bisa sebentar saja tanpa Ice cream? Dari kemarin kau terus merajuk meminta ice cream," gumam Eeteuk sambil lalu yang dibalas dengan cengiran khas Sungmin yang menampilkan deretan gigi kelincinya yang rapi.
Namja manis itupun segera meraih mantel hitam dan topi arminya, lalu segera berlalu dari Back Room khusus Super Junior yang telah di sediakan pengelola stasiun TV itu. Sungmin menarik reslating mantelnya tinggi-tinggi hingga mencapai dagunya, dan berjalan cepat keluar dari gedung Stasiun TV, menyusuri lorong-lorong dengan cepat tanpa mempedulikan kecepatan langkah kakinya yang mulai terlihat tak normal. Dia tak perduli itu, lagi pula gedung itu telah lenggang mengingat sekarang sudah lewat tengah malam dan dia tak bisa bertahan dengan tenggorokannya mulai terasa terbakar.
Denyut dantungnya pun terasa mulai menyakitkan. Sial, dia harus cepat-cepat mengisi tubuhnya dengan darah segar. Berjalan menembus malam dan udara dingin di akhir musim dingin, namja pucat itu mulai mendekati suara jantung yang terdengar paling dekat dengannya. Detakan teratur yang terasa mengundangnya.
Sungmin merogoh saku mantelnya, meraih sebuah pisau perak kecil dengan ukiran anggek, terlihat klasik namun berkilau sengit. Seakan siap merobek perut siapapun yang mencoba mengusik pemiliknya.
Tak butuh waktu lama hingga Sungmin mendapati sosok itu, seorang namja bertubuh kecil namun terlihat cukup berotot. Di tangannya terjinjing sekantong plastik bir dan beberapa camilan kecil. Mangsa yang begitu manis dengan usianya yang terlihat belia.
Sungmin tak ingin membuang waktu dengan memikat namja itu pada pesonanya. Yang dia butuhkan sekarang hanya melempar tubuh kecil itu kedalam sebuah gang...
"ARGH!" terdengar erangan saat Sungmin menghantamkan punggung namja itu dengan keras pada dinding di belakangnya.
Dan erangan lebih keras terdengar saat namja berkulit pucat itu menusukkan pisau kesayangannya tepat di jantung mangsa manisnya. Darah segar mengalir deras dan tak sedikitpun Sungmin sia-siakan. Menghisapnya dengan begitu rakus namun tetap terkendali, bagaimanapun juga dia tak mau ada sebercakpun darah yang mengotori tubuhnya.
Tenggorokannya terasa berbeda setelah liquid merah itu masuk perlahan, jantungnya mulai berdetak normal. Namun dia masih terus menghisap liquid merah sumber kehidupannya. Tapi, belum juga rasa puasnya akan darah segar itu terobati, tiba-tiba saja sesuatu yang keras menghantam tubuhnya. Membuatnya mundur beberapa langkah dari makanan manisnya berada.
Sungmin mengeram. Dia tak tahu benda apa yang mengusiknya dan siapa manusia bodoh yang berani menganggu kesenangannya.
"Gotcha!"
Sungmin menengadah mendengar seruan itu dan saat itu juga dia sadar akan keberadaan manusia itu. Tubuh tinggi kurusnya terlihat menjulang diatas atap bangunan sana. Sungmin mencibir mendengar betapa terkendalinya detak jantung namja itu. Ya. Makhluk diatas sana adalah seorang namja tanpa perlu Sungmin lihat wujudnya.
"Ssshhh..." Sungmin mendesis merasakan sebuah benda yang bergerak cepat kearahnya. Sebuah peluru. Namun bukan berarti hal itu membuat Sungmin bergerak karena ... peluru bukanlah hal yang bisa— "ARGH!" Sungmin mengerang. Sial!. Bagaimana bisa—
"Itu bukan peluru biasa,"suara bas namja itu seakan menjawab pertanyaan Sungmin yang kini mengerang sakit.
—peluru itu berhasil menggores lengannya.
"Dibuat khusus untum menumbus jantungmu, Lee Sungmin."
Sungmin tebeliak. Iris kelincinya membulat sempurna mendengar namja itu menyebut namanya dan... tentu saja, dengan keberadaan peluru yang mampu menggores kulitnya itu berarti namja di sana tahu persis siapa dirinya.
"Siapa kau?" Sungmin mendesis lirih. Jarak diantara mereka bisa terbilang cukup jauh, namun jelas sekali jarak bukan suatu yang nyata untuk membuat komunikasi keduanya terhambat.
"Your hunter, wanna be your master!"
Bersamaan dengan berakhirnya kalimat itu, desingan peluru kembali terdengar. Sial! Sungmin tak bisa berbuat apapun selain menghindarinya. Dia tak tahu lawan macam apa di depannya, Sungmin terus mencoba menghindar namun tanpa sedetikpun iris kelincinya terlepas dari sosok itu.
Sosok tinggi kurus dengan iris coklat yang terasa menusuk tepat di dadanya. Masih dengan gerakan luesnya melompat dari satu atap keatap yang lain, Sungmin mempersiapkan pisau perak kesayangannya. Sedikit berpikir sayang untuk membuang pisau itu tapi, hanya itu satu-satunya senjata yang dia miliki saat ini.
Sungmin menjejakkan kakinya dengan tepat sebelum berputar dan melempar lurus pisau peraknya ke depan.
"Argh!"
Sungmin tersenyum tipis mengdengar rintihan pelan itu dan segela menghilang saat perhatian namja sial itu teralihkan. Dia tak perduli pisaunya mengenai bagian apa dari namja sialan itu, tapi kalau boleh berharap... jantungnya, itu bagus!
.
.
"Masih sakit?" Ryeowook bertanya perhatian.
Sungmin menggeleng dan tersenyum tipis pada Magnae Super Junior itu. "Gomawo, Wookie. Tapi tolong jangan katakan hal ini pada siapapun," pinta Sungmin.
Ryeowook menatapnya lembut dan mengangguk. "Tapi hyung harus jujur padaku, dari mana hyung mendapatkan luka itu. Apa seseorang berniat merampokmu hyung? Bukannya hyung pintar martial art?"
Sungmin tersenyum kecut. Sejujunya dia benar-benar benci pada perhatian macam ini, perhatian yang justru membuatnya kerepotan. "Aku lengah Wookieya, tapi tidak apa-apa. Cuma luka kecilkan," memang benar hanya luka kecil. Tapi hampir seratus tahun ini Sungmin tak pernah mendapatkan luka sekecil apapun. Hal itu membuat luka yang seharusnya tak sakit ini jadi terasa berdenyut berlebihan.
Hei. Dia ini masih 'setengah'manusia, bukan hal yang aneh kalau dia merasa sakit.
Tadinya Sungmin berniat diam-diam mengobati lukanya, semuanya tampak sempurna ketika telinganya mendengar deru napas yang teratur dari seluruh kamar yang berarti semua penghuninya telah tertidur. Namun sialnya dia lengah dan tak sadar dengan keberadaan Ryeowook di dapur saat dia hendak meraih kotak obat dari kulkas.
Jadilah namja imut itu terpekik khawatir dan langsung membantunya. Sungmin menghela napas panjang dan sekali lagi berterimakasih pada Ryeowook yang telah mengobati lukanya. Namja manis itu segera berpamitan menuju kamarnya.
Dengan gerakan pelan dia merebahkan tubuhnya di atas single bad bersprai pink, tempat tidurnya. Sementara di sisi lain kamar itu seorang namja lain tengah mendengkur halus, Donghae teman satu kamarnya.
Sungmin diam, matanya menatap langit-langit kamar dengan menerawang. Pikirannya terpusat pada satu orang, namja itu... namja kurus bermata tajam yang telah meninggalkan luka di tangannya. Siapa dia? Dan apa yang diinginkannya dengan 'memburu' Sungmin?
Seharusnya semua 'opnum' yang tergabung dalam tim khusus pembuatan Ex terlarang itu telah Sungmin musnahkan beserta anak keturunannya sejak dulu. Seharusnya tidak ada lagi pemburu yang mengejarnya, mengejar kesetiaannya sebagai senjata terkuat.
Dan sepertinya, dia tahu segalanya tentang Sungmin. Dia tahu, element apa yang bisa menggores kulit Sungmin. Padalah seharusnya hanya Minho dan Junsu yang tahu hal— oh Tuhan! Minho!
Sungmin tersentak dari lamunannya, namja berpipi tembam itu segera bangun dan secepat kilat menekan speed dial dari ponselnya...
Tuut... tuttt...
Suara sambungan terdengar pelan dan membuat tak sabar.
Tuuttt...
"Jawab teleponnya, Minhoya~" Sungmin berujar pelan, entah pada siapa.
Tuut...
"Anny—"
"Kau baik-baik saja?" Potong Sungmin tak sabar begitu panggilannya terjawab.
"Tentu Minneya, waeyo? Gwenchanayo? Ada sesuatu yang terjadi?" tanya suara bass minho yang sedikit terdengar berat. Agaknya namja itu tengah tertidur sebelum menjawab teleponnya.
"Syukurlah, Gwencaha. Mianhe, menganggumu malam-malam. Beristirahatlah lagi," gumam Sungmin pelan.
Dia sedikit menghela napas lega, setidaknya namja sialan itu tidak ikut menyerang Minho. Dan merasa bahwa sebaiknya menceritakan hal ini pada Minho esok pagi saja. Sungmin meletakkan ponselnya di samping bantal, bersiaga agar bisa meraih benda itu dengan cepat. Kemudian memejamkan matanya, mencoba menumpulkan seluruh indranya.
Dia aman disini, dia aman di dorm ini. dia aman bersama keluarganya. Setidaknya, menusia-manusia itu menganggapnya keluarga meskipun dia tidak.
.
.
"Minnie hyung~ Minnie hyung bangunlah..."
Sungmin mendengar suara itu sayup-sayup, sebelum kemudian namja itu membuka iris foxynya.
"Bangunlah Hyung, Manager Kim sudah menungu kita di ruang tengah," ujar sosok yang belum Sungmin dsadari itu siapa.
Sungmin mengusap matanya dan mengedipkannya untuk mencoba fokus. "Hae...," suara Sungmin terdengar parau.
"Bangunlah, Manager Kim bilang ingin bicara penting," ulang Donghae dan dengan perlahan membantu Sungmin bangun dari tempat tidurnya.
Sungmin melangkah mengikuti donghae yang berjalan di depannya. Langkahnya akag terhuyung, dia masih butuh istirahat setelah pertarungan dengan namja 'sial' semalam. Dengan setengah sadar, Sungmin menjatuhkan pantatnya di lantai di bawah Kibum dan bersandar di kaki namja Snow white itu.
"Sudah berkumpul semuanya?" suara manager Kim terdengar agak keras.
Beberapa orang mengiyakan sementara beberapa yang lain hanya mengangguk diam, termasuk Sungmin.
"Seperti yang sudah Presiden Lee putuskan dan melalui pihak Management kabarkan pada kalian bahwa anggota terakhir Super Junior akan segera memulai debutnya, aku datang untuk memberi tahukan bahwa hari ini, adalah hari pertama dimana dia akan muncul bersama kalian," terang meneger Kim yang sebenarnya sama sekali tidak mengejutkan karena hal itu telah di ucapkan berkali-kali sejak sebulan yang lalu.
Namun tak urung beberapa diantara mereka pun mulai menyimak dengan baik ucapan Prince Manager itu, meski beberapa yang lain tetap tak berminat.
"Dan pagi ini, aku membawa The Last Member kesini untuk bertemu dan saling menyapa dengan kalian, para Hyungnya. Wookieya, kau mendapat seorang Dongsaeng," hampir semua mulai tertarik dan menyimak kalimat Prince Manager, termasuk Sungmin.
Kim Junghoon tersenyum tipis mendapati anak-anak asuhannya tampat tertarik dengan topik pagi hari ini. Dia meraih ponselnya dan menekan sebuah nomor, melirik satu per satu anak asuhnya. "Masuklah," ujarnya singkat pada benda di tangannya.
Super junior terdiam, Donghae meletakkan bola basket yang tengah di mainkannya, Siwon menghentikkan jemarinya yang mengusap rambut lembut Kibum, Hangeng meletakkan kava mata yang menjadi perebutannya dengan Heechul, semuanya mulai mengalihkan matanya ke arah pintu masuk ruang tengah.
Sungmin tak yakin, namun sepertinya memang benar bahwa jantungnya berdetak dengan tempo yang lebih cepat seiring dengan langkah cepat seseorang yang mendekat kearah mereka. Ada aroma mint tipis yang sepertinya pernah teraba indra penciumannya sebelumnya.
Sungmin menarik napas dalam, mencoba mengendalikan detak jantungny ayang entah mengapa jadi di luar kendali seperti ini. Tidak biasa. Seakan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.
"Annyonghaseyo."
Deg!
Jantung Sungmin seakan melompat ketika mendengar suara bass itu. Bukan suara yang akrab memang, tapi dia pernah mendengarnya.. dia pernah mendengar suara itu bicara...
"Your hunter, wanna be your master."
Sekelebat ingatannya tentang semalam kembali. Sungmin merasakan tubuhnya kehilangan bobot saat menatap figure itu. Sosok tinggi kurus dengan iris coklat yang seakan menghujam jantungnya langsung. Rahang tirus nan kokoh itu, rambut terikal kecil berwarna caramel yang terjatuh menyentuh keningnya dan seulas senyum tipis yang tampak seperti seringai di mata Sungmin
"K-kau?"
"Cho Kyuhyun imnida."
Ini gila. Dunia pasti telah berubah kotak saat ini. Bagaimana mungkin, dia... namja yang semalam datang dan menyerangnya kini berdiri begitu kokoh di hadapannya. Tersenyum begitu lugu seakan semalam hanya kelebatan mimpi dari sisi Sungmin saja.
_TBC_
Hay-hay semuanya... maaf ya lama fic ini apdet mana pendek pula, Lhyn emang sengaja *plak* soalnya Lhyn mau fokus di Fic 'After All' dulu, Mian... *bungkuk2*
Sediki penjelasan ya...
Minho di sini masih model dan artis, belum gabung ama SHINee. Karena SHINee kan debut tiga tahun setelah SuJu. Lalu MinniePpa masih sekamar ama Donghae, pembagian kamar yang lain sih sesuai Couple aja biar ga repot, tapi Donghae masih ama Sungmin dan Hyukie ama Shindong ya...
Vrykolakas memiliki arti yang tak jauh berbeda dengan Vampire, sebutan untuk (legenda) manusia penghisap darah yang berasal dari Mesir.
Makasih banyak buat :
MinMinie11, keytaELF, Kyuminnie05, Thania Lee, Dina LuvKyumin, BunnyMinnie, Kyuminlinz92, VainVampire, eunhee24, Hyeri, cloudify2kim, FARKHA, KyuLie Minnie, Mutsuchi, Kim hyunie, siticho, followers, E.L.F, park soohee, MegaKyu, genki zen, Rosa Damascena, 13elieve in KyuMin 7ove, sungyoungpark, Minniegalz, Princess Chintya, Ms. KMS, emyKMS, VampirMin, Archielf, bunny's Kyumin, it's me HMW, ChiKyumin, Akira, minnienyaevil9tha, Park Min Rin, ChoZhouHyun, Hikari, Takishika Rinku imnida, EvilBungsu KyuminBaby137, diitactorlove, ClaireAsMe, A14nightingale, Dincubie, Youngers, SparKyuAlan, Rhie sparKyu'min, Isena
Jawaban pertanyaan :
# Q : ngomong-ngomong judul teater yang siwon,Kyuhyun, Sungmin, sama seohyun nonton apaan?
A : Itu teather karangan Lhyn yang ada di Fic "After All" dan ga Lhyn beri judul.. hehehe... kalo ga salah ada di Chapt 10, silahkan di buka kalau penasaran.
# Q : Di Blade daywalker ga ngisep darah? Tapi Ming di sini ngisep darah?
A : Haha.. ini fic sebenernya Cuma minjem istilah ada dari ntu pelem, Ide dllnya dari otak ga waras Lhyn langsung jadi maklumin kalo beda jauh. Alasan Mingppa ngisep darah udah di jelasin kemaren lho.. itu karena jantung Mingppa yang menghisap darahnya sendiri, jadi kalau Mingppa pengen idup dia harus dapet darah dari orang lain :D
# Q : mang sapa yang bunuh orangtua min dan jadiin dy vampire? trus orang2 tu ga nyariin y?
A : Orangtua Mingppa + Sungjin mati saat perang berlangsung, dan yang membuat Sungmin jadi seperti itu adalah anggota kemiliteran korea (Sungmin sedikit menyebul clue 'Berseragam' di chap kemarin) dan mereka yang membuatnya seperti itu sudah di bunuh oleh Sungmin (Seharusnya semua 'opnum' yang tergabung dalam tim khusus pembuatan Ex terlarang itu telah Sungmin musnahkan beserta anak keturunannya sejak dulu)
# Q : ff ini, yaoi kan ya? Katanya lhyn gabisa bikin nc yaoi, jd ntar disini ga ada nc nya?
A : Wah.. kalo NC Lhyn emang belom yakin, tapi Bloody dan 'sedikit' hal dewasa mungkin ada *otak mesum ga bisa ilang* :D apa Lhyn salah Rating? Apa pindah ke T aja?
# Q : alasan umin masuk suju apa?kok umin bisa tahan sama anak suju? kenapa gak dihisap darah mereka? minho juga jadi member shinee dong
A : Sungmin masuk suju karena saran minho (ada clue di atas ^ ) supaya dia bisa menarik perhatian mangsa dengan mudah. Sungmin tahan ama anak suju? Sebenarnya ga juga... Cuma dia ga mau juga 'ilalang' tempatnya bersembunyi di makan sendiri dong *istilah apa ini?*
# Q : kayaknya ini plotnya lebih rumit ya?
A: Haha.. keknya emang Vian yang baru bangun tidur deh *digampar*, coz fic ini NIAT-nya ga bakal serumit After All... Lhyn udah botak mikirin fic yang satu itu.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... Untuk yang nge Fav ato Alert Story atopun Author... GAMSAHAMNIDA! jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini... Saranghaeyo!
_19_03_2012
