Ballerina Ghost
Author : Damien Cho
Genre : Horror, Romance.
Rating : T
Cast : Oh Sehun and Xi Luhan
Warning : BL. Boy Boy. Typo(s).
Sebelumnya pernah saya post di salah satu FP di Facebook.
DON'T LIKE, DON'T READ.
THIS STORY PURE OF MINE. NO PLAGIAT.
APABILA ADA KESAMAAN, ITU MURNI KEBETULAN.
.
..
...
a/n : Mulai chapter ini, ada beberapa tanda (*) yang artinya itu nyata. Kisah ini sendiri, kuambil dari kisah temanku di sekolah. Dia bisa ngelihat. Dan untuk beberapa, itu pernah kualami sendiri
Enjoy The Story
Chapter 2
Tubuh Luhan menegang seketika. Dia perlahan melepaskan cengkraman sang kekasih dan menatapnya tak percaya.
"Kenapa kau baru bilang sekarang, Sehun? KENAPA!?" Sehun tersentak mendengar pekikan Luhan. Dia lihat kekasihnya itu yang kini mulai menangis histeris. Tubuhnya bergetar hebat menandakan bahwa dia sangat ketakutan. Dengan lembut, Sehun membawa Luhan kedalam pelukannya.
"Akan aku jelaskan semua..."
SKIP TIME
"Aku mulai melihat hal seperti itu saat umurku yang ke-13. Waktu itu, banyak sekali roh-roh yang memiliki fisik normal layaknya manusia hidup, sehingga aku masih belum bisa membedakan mana yang masih hidup dan mana yang sudah mati." Kini mereka berdua tengah berjalan kaki sepulang sekolah. Luhan menatap Sehun yang sesekali tersenyum miris mengingat masa lalunya. Sehun balas menatap Luhan dan tersenyum seolah mengatakan 'Aku-baik-baik-saja'.
"Saat itu juga aku menangis dan tidak menerima semuanya. Tapi Ibuku yang seorang medium selalu mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja..." Luhan menaikkan sebelah alisnya bingung. "Ibumu seorang Medium? Medium itu apa?" Tanya Luhan tak sabaran.
"Ada orang yang bisa melihat arwah atau semacamnya. Tapi mereka berhak memutuskan ingin terlibat atau tidak. Dan aku adalah orang yang tak ingin berurusan dengan 'mereka'..." Jawab Sehun. Luhan meneguk air liurnya kasar mendengar penjelasan kekasihnya. "Jadi intinya, Ibuku bisa melihat arwah. Dan dia adalah orang yang membantu beberapa arwah penasaran untuk kembali ke tempat dimana seharusnya mereka berada. Itu medium. Sedangkan aku bisa melihat, tapi mungkin bukan arwah. Yang kulihat adalah..."
"...hantu." Lanjut Sehun. Luhan menutup mulutnya tak percaya. Dia masih tak mempercayai bahwa kekasihnya adalah seseorang yang seperti itu.
"Ballerina...?" Sergah Luhan ragu-ragu. Sehun balik menatap Luhan serius. Lalu dia mulai fokus memandang jalanan di sepan.
"Ballerina? Dia cantik hyung. Sangat...cantik. Aku pikir senyumnya manis. Hanya saja... mulut robeknya itu yang terlihat mengerikan. Yang anehnya, dia suka sekali berlari-lari di dalam kelas. Bahkan sesekali menari Ballet. Tapi yang aku bingungkan, dia selalu muncul saat pelajaran Bahasa Inggris. *"
"Benarkah!? Apa yang dia lakukan...!?"
"Dia hanya berdiri di samping Cho saem...dan memperhatikannya menulis. Terkadang,dia menghilang begitu saja*." Jawab Sehun sambil meminum colanya. Luhan terdiam. Dia terlihat memikirkan sesuatu. "Dia juga sering berdiri di samping meja Kai dan mengamati Namja Tan itu lho..." Goda Sehun membuyarkan konsentrasi Luhan. Laki-laki imut itu melototkan mata dan menggigit bibir bawahnya takut.
"Tadi kau bilang... kau bisa memanggilnya?*" Sehun mengangguk mengiyakan pertanyaan Luhan.
"Mau mencobanya...?" Goda Sehun lagi. Luhan mengalihkan pandangannya dan segera berjalan mendahului Sehun. "Tidak. Terimakasih. Hantu itu tidak ada!" Tegas Luhan berjalan cepat. Tidak menghiraukan Sehun yang sibuk menertawakan dirinya dari belakang.
~oOo~
Luhan POV
Kurebahkan tubuhku di kasur yang nyaman dan menutup mataku sejenak. Begitu banyak kejutan yang kuterima hari ini.
'Sehun memang gila.' Pikirku berkali – kali. Kalian percaya hantu? Arwah? Roh? Tidak! Jujur. Aku tidak percaya yang seperti itu.! Kutegaskan sekali lagi.!
'HANTU ITU TIDAK ADA!'
Kudengar eomma menyuruhku turun untuk makan malam. Segera aku membersihkan tubuhku dan turun ke lantai 1. Kebetulan untuk sampai ke dapur, aku harus melewati pintu utama. Tapi, tiba – tiba...
Tok
Tok
Tok
Kudengar seseorang mengetuk pintu utama. Aku sebenarnya ingin langsung membuka, tapi aku ragu. Eomma selalu berpesan untuk tidak sembarangan membuka pintu. Tapi kupikir, mungkin itu teman Appa. Akhirnya, aku memutuskan untuk membuka pintu utama. Tapi saat kubuka-
...tak ada seorang pun*
Apa!? Padahal aku mendengar dengan jelas ada orang yang mengetuk pintu rumahku.
"Luhan sayang... cepat kemari...!" Suara Eomma memenggilku. Tiba – tiba seluruh saraf dalam tubuhku menegang. Tanpa berlama – lama, kubanting pintu dan menguncinya rapat – rapat. Aku segera lari ke ruang makan tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.
.
.
.
.
.
Sebuah suara terdengar di kegelapan malam. Berangsur – angsur menghilang seiring berhembusnya angin.
"Hantu itu ada Luhan..."
~oOo~
At School.
Kulihat Sehun berdiri di depan papan tulis, sambil mengetukkan spidolnya.
' Tumben, dia datang cepat...' Batinku.
" Sehun - ah...? Kaukah itu?" Sehun sontak membalikkan badannya kaget mendengar panggilanku. Dia menghampiriku dan merangkulku.
" Waah... Tumben, hyung datangnya cepat..?" Kekeh Sehun. Aku meninju pelan lengannya. " Kau sendiri? Datang cepat..!" Aku mengedarkan seluruh pandanganku ke arah kelas. Kelas masih sepi. Karena ini memang baru jam 06.45. Tapi entah kenapa, suasana disini, errr...
Sedikit mencekam.
Luhan POV end
Sehun melepaskan rangkulannya dan kembali ke depan papan tulis. Luhan menghampiri kursinya dan memandang Sehun yang sepertinya sedang menuliskan sesuatu. Kemudian dia membalikkan badannya dan balas menatap Luhan. Tapi tatapan Sehun, seperti...
... 'kosong'.
" Hyung bilang bahwa hantu itu tidak ada kan...?" Luhan mengangguk ragu.
" Sudahlah Hun, cukup sampai kemarin saja kita membahas hal itu..."
" Bagaimana kalo 'mereka' memang benar - benar ada...?" Suara Sehun terdengar menggema di dalam kelas. Luhan memutar bola matanya kesal.
" Lakukan saja sesukamu... " Sehun tersenyum aneh mendengar jawaban luhan. Kemudian, dia menatap tulisan yang tadi dia sempat tulis. Perlahan dia memejamkan matanya. Luhan mengerutkan dahinya melihat tingkah sehun. Posisi duduk Luhan bisa dibilang cukup dekat dengan posisi sehun. Jadi dia bisa melihat dengan jelas, apa yang dilakukan oleh namjachingunya itu.
Sehun membuka matanya perlahan. Kali ini, sebuah raut datar menghiasi wajah tampannya. Tatapannya Kosong. Luhan bahkan harus menahan nafas melihat tatapan kosong sehun yang terus saja fokus pada tulisan di depannya.
" Ini... Siapa yang nulis...?*" Lirih Sehun pelan sambil mengetukkan spidolnya.
" Bukan... Aku yang nulis...*" Sehun terus mengulang 2 kalimat itu, seolah - olah itu adalah lagu pemanggil arwah. Terus seperti itu, seolah - olah itu adalah lagu yang pantas untuk dinyanyikan. Sampai akhirnya──
" CUKUP...! HENTIKAN Oh Sehun...!" Sehun membalikkan badannya dan menatap Luhan kaget.
" Waeyo... Bukankah hyung mengatakan kalau hantu itu tidak ada...?" Luhan menghampiri Sehun dan menghapus tulisan di papan tulis itu dengan cepat dan menatap Sehun tajam.
" Aku bilang tidak percaya, bukan berarti kau boleh melakukan hal aneh seperti tadi...!" Bentak Luhan kasar.
Sehun spontan membuang spidolnya kesal. " Hyung takut kan!? Berhentilah bersikap seolah - olah kau itu tidak takut hyung...! Seolah - olah hyunglah yang paling benar disini...!" Balas Sehun sarksastik. Luhan menatap Sehun tak percaya. Hatinya sakit melihat Sehun berbicara dengan nada seperti itu untuk pertamakali.
" K─Kau... Membentakku Hunnie...?" Sehun mengusap wajahnya kasar. Dia sadar, bahwa seharusnya dia tidak perlu bicara keras. Luhan itu sangat sensitive. Sehun mencoba meraih tangan Luhan. Tapi Luhan dengan kasar menepis tangannya dan berlari meninggalkan Sehun sendirian di kelas. Dia mengalihkan pandangannya ke sekitar tempat duduk. Mungkin, bagi orang normal, kalian akan melihat bahwa tempat itu kosong. Tapi bagi Sehun,...
Seorang gadis kecil tengah menari sembari tersenyum mengerikan kepadanya. Sebelum akhirnya, dia menghilang seperti angin...
SKIP TIME
Semenjak pertengkaran tadi, Luhan tidak mau bicara sedikitpun pada Sehun. Dia mengacuhkan Sehun dan sibuk berbicara dengan Kyungsoo
" Hannie hyung... Mianhe..." Luhan menatap datar Sehun yang kini tengah berdiri di hadapannya dan Kyungsoo.
" Kyung-ah, ayo ke kantin. Aku lapar..." Kyungsoo menatap 2 orang di depannya ini bingung. " Kalian bertengkar...?" Tanyanya. Luhan tanpa mau menjawab menarik tangan Kyungsoo dan membawanya pergi. Sehun menghela nafasnya kasar.
" Bukan aku yang nulis... " Terdengar suara lirihan di belakangnya. Sontak dia membalikkan badannya dan menemukan si Ballerina tengah berdiri di depan papan tulis sambil menggelengkan kepalanya pelan. Seolah - olah, lehernya akan putus jika dia melakukannya terlalu keras.
HanSoo Side
Luhan POV
" Kau tunggu disini ya Kyung? Aku akan segera kembali.. " Kyungsoo menganggukan kepalanya polos. Aku segera melangkahkan kakiku menuju kantin dan meninggalkan Kyungsoo sendirian di taman belakang. Setelah membeli semua makanan yang aku butuhkan. Aku lekas kembali karena aku takut meninggalkan Kyungsoo sendirian. Dia itu sepupuku. Dan dia itu sangat POLOS. Jadi, jangan coba - coba mencemari pikirannya ya...
Kulihat dari jauh, kyungsoo tengah tertawa senang sambil menatap sampingnya. Dia terlihat...
Sedang berbicara... Tapi, dia hanya sendiri disana.! Tak ada orang yang bersamanya kecuali aku!
" Kyungsoo... Kau kenapa...?" Dia mengalihkan pandangannya dan menatapku riang.
" Hyung...! Aku punya teman baru...!"
" Teman...? Dimana...?" Aku menatapnya bingung.
" Dia disampingku hyung..."Pekiknya senang dan menunjuk tempat di sebelahnya.
Oh! Aku khawatir sekarang. Nyatanya, tak ada siapapun di samping sepupuku. Aku semakin bingung. Menyadari kebingunganku, dia memperjelas ucapannya " Aku berbicara dengan bayanganku hyung. Dia disampingku... !Hyung tidak melihatnya...?*"
DEG!
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
p.s : Apa ada yang mau mencoba memanggil? Itu caranya... temanku sendiri yang mengajariku. Review please...
