Kuroko No Basuke © Fujimaki Tadoshi.

.

.

Mayuzumi Chihiro x OC (Readers)

Ranting : T.

Warn : Banyak!

Enjoy!


Chapter 2 : Harapan!

Chu~

Kau mengerjap kaget saat adik sepupu mu mencium kening mu, dirimu tidak mengerti apa yang di fikirkan sepupu mu ini. Akashi menjauhkan bibirnya dari kening mu. Iris crimson Akashi melirik kearah Mayuzumi yang mengepalkan tangannya dengan kuat, sudut bibir Akashi terangkat membentuk seringaian kecil, sepertinya rencana mu berhasil Akashi Seijuurou. kening mu berkerut heran saat melihat seringaian Akashi.

"Sei-chan.." Bisik mu, Akashi mengelus kepala mu dengan gemas. wajah mu memerah menahan malu mendapatkan tingkah laku Akashi.

Hei, bagaimana tidak malu! Teman dekat mu, adik kelas mu dan orang yang kau sangat sukai melihat dengan berbagai ekspresi yang susah di tebak, dan, apalagi, ekspresi Mayuzumi, dia sangat-sangat susah di tebak, dia mengepal tangannya dan tatapannya masih datar, tapi tersirat kejanggalan yang tidak kau mengerti.

"Sepertinya, kau sakit (Name).." Jeda Akashi, kau membuka mulut mu sedikit karena kaget mendengar ucapan Akashi. jika bisa berteriak, kau langsung berteriak dan bertanya kepada sepupu mu, apa yang di pikirkan mantan kapten kisedai ini. dia langsung menoleh kepada teman teamnya dan menatap mereka dingin. dan, juga menunjukan seringaian kepada mereka yang tepatnya kearah Mayuzumi.

"Latihan sampai disini!" Lanjut Akashi dengan nada memerintah, Nebuya, Mibuchi, Hayama dan Mayuzumi. mereka langsung berjalan keruangan ganti, kecuali. Mayuzumi, ia mengambil sesuatu di beach. Iris kelabunya melihat dirimu.

kau masih terpatung karena memikirkan ucapan sepupu mu, ahh! sudahlah, kau nanti akan pergi ke rumah sepupu mu yang suka memerintah ini agar memberitahu apa maksud tingkah anehnya. dan, Memang, kau tinggal sendirian di sebuah apartement yang terbilang sederhana tapi nyaman untuk kau tinggali. kedua orang tua mu tinggal di Tokyo dan, dirimu yang ingin hidup mandiri. memutuskan tinggal di Kyoto dekat dengan keluarga adik laki-laki ibu mu, keluarga Akashi. Ya walau, kakak laki-laki mu dan Akashi sering menginap di apartement mu.

"tunggu disini. Onee-chan." bisik Akashi lembut di telinga mu. Ouh! wajah mu bersemu memerah mendengar panggilan Akashi pada mu. sudah lama sekali, kau tidak mendengar panggilan itu, semenjak jiwa yandare adik sepupu mu bangkit.

"H-Ha'i, Wa-Wakatta.."

Mayuzumi Chihiro PoV's

Kenapa? kenapa Akashi mencium (Name)? apa yang di rencanakannya? atau, memang berita itu benar, kalau mereka sepasang kekasih, jujur saja. aku pernah melihat dia berjalan bersama (Name). tapi, bukan aku menstalker (Name), aku tidak sengaja melihat mereka yang berada di toko buku. mereka terlihat akrab sekali, Sial! dada ku terasa sesak sekali.

Iris ku melihat Akashi membisik sesuatu kalimat di telinganya. Aku menatap gadis ini datar, aku melihatnya yang bersemu saat Akashi meninggalkan nya. Hei, apa Akashi mengucapkan kata-kata manis di telinga mu? apa itu benar?, Aku berjalan keruangan ganti sambil membaca ligth novel, meninggalkan mu di tepi lapangan yang sedang menunduk.

"Mayuzumi-kun."

Aku tetap berjalan meninggalkannya, menghiraukan panggilannya pada ku.

"Kumohon, berhenti sebentar."

Langkah ku berhenti dan berbalik kearah mu yang masih menunduk wajah mu. aku bisa melihat mu yang tidak bersemu memerah seperti tadi.

"Apa yang mau ku bicarakan?"

"A-aku.."

Aku menatapnya datar, rasa kesal ku meluap saat mengingat Akashi menciumnya.

"Cepatlah bicaralah! jangan membuang waktu ku!" Dia terkesiap saat mendengar suara ku yang sedikit meninggi. dia semakin menundukkan kepala, dia tak berani melihat wajah ku.

"A-Aku harap.. ka-kau jangan salah paham.. aku dan Akashi-kun.. hanya sebatas teman.." Ucap nya gugup. aku hanya menatap dia datar. katanya hanya sebatas teman? apa aku bisa percaya pada mu?

"hanya itu? dengar, aku tidak peduli dengan hubungan mu dengan Akashi, dan juga kau sudah membuang waktu ku.." Dia langsung mendongak kepalanya dan menatap ku mungkin, karena aku berbicara sepanjang itu, dia terkejut saat melihat ku menatapnya datar, Atau.. aku menatapnya penuh.

(( Readers PoV's ))

Kebencian.. Mayuzumi-kun.. apa kau sebenci itu pada ku? bisa menatap ku seperti itu. ku kira kejanggalan di mata mu, adalah kecemburuan. tapi, ternyata aku salah. kau membenci ku. memang, dari dulu kau tak suka pada ku. aku hanya penggagu dalam waktu tenang mu, tapi.. Aku.

"Aku tidak akan menyerah.." Ya, aku tidak akan menyerah.. aku tidak akan menangis, kalau aku menangis, aku akan kalah, aku sudah janji pada diriku sendiri, bahwa aku tidak menangis di depan semua orang termasuk Sei-chan. Egois? memang aku egois membuat diriku tidak menangis.

Aku menunduk kepala ku, menatap lantai kayu Gym. suara derapan kaki terdengar di kedua telinga ku, tapi, aku tidak mau mengakat kepala ku. "(Name).." Suara berat terdengar dari gendang telinga ku. aku mendongak kepala ku dan melihat Nebu-kun sedang menatap ku dengan tatapan sulit mengerti.

"Aa, Nebu-kun.. Nani desuka?" Tanya ku tersenyum manis kearah Nebu-kun, seperti tidak terjadi apa-apa. untuk menutupi rasa sakit hati ku.

"Aku in-"

"(Name).. ayo pergi." Sela Sei-chan berjalan meninggalkan ruangan ganti dan berjalan kearah pintu Gym. aku mengaguk kecil dan menatap Nebu-kun untuk memintanya melanjutkan ucapan nya terpotong oleh Sei-chan.

"Aku ingin bicara apa ya.."

Gubrak!

Aku terjatuh mendengar ucapan Nebu-kun. aku beranjak dari terjatuh dan menatap Nebu-kun dengan sebal. "Mou! Nebu-kun jangan bercanda!" Tukas ku kesal.

"Jika aku ingat, aku akan mengirim email atau telephone. aku berjanji." Ujarnya, aku menghembus nafas kecil setelah itu mengaguk mengerti. diriku meninggalkan nya melambaikan tangannya, Ehh, itu? aku melihat pemuda bersurai kelabu yang meninggalkan Gym.

"Mayuzumi-kun?"

Normal PoV's

"Jadi.. kau bisa memberitahu ku, Sei-chan?" Tanya mu melipat tangan mu di depan dada.

Kau berada di kediaman Akashi yang sangat mewah ini. kau duduk di single sofa dan menatap Akashi yang sedang membaca novel dengan tatapan sebal. sepupu mu menutup novelnya dan menatap mu dengan datar.

"Hanya bermain." Jawabnya singkat. kau membuka sedikit mulut mu mendengar jawaban Sepupu mu tidak masuk akal, Iris ocean mu memandangi luar jendela sambil menyesap ocha hangat yang sudah di siapkan oleh Maid.

"Sei-chan.. Kau membuat mereka curiga.. kalau mereka tau, kita berdua sepupu, pasti mereka akan membuat mu risih, Kau tau itukan?" Tanya mu menatap Akashi yang tersenyum kecil pada mu.

"Kau tidak membuat ku risih, (Name).." jeda Akashi tenang. kau mengembung pipi mu sebal mendengar ucapan adik sepupu mu ini.

"Kau mengira tatapan janggal Chihiro itu cemburu, benar bukan?" Sambung Akashi. kau menunduk kepala mu saat mendengarkan ucapan Akashi.

"Ya, Kau benar.." Gumam mu singkat, Mood mu buruk saat kejadian di Gym tadi. Mayuzumi, ucapannya membuat mu menambah mood mu semakin suram, Helaan nafas pasrah terdengar dari mulut mu.

Akashi yang melihat mu seperti hanya mendengus kecil, ia tau, bahwa Mayuzumi berbicara hal yang membuat mood mu hancur, sungguh! dia ingin sekali membunuh pemuda bersurai langit musim dingin itu, dan, ia tau Mayuzumi mempunyai perasaaan yang hampir sama dengan mu, tapi, Sifat acuh dari Mayuzumi sudah melekat pada dirinya. tunggu, sepertinya dia mempunyai ide untuk kakak sepupu kesayangan tidak bersedih lagi.

"Bagaimana, kita ke Toko buku?"


Kau menggegam tangan Akashi dengan erat. wajah mu bersinar cerah, Mood mu sedikit demi sedikit membaik saat Akashi mengajak mu ke toko buku. Kau dan Akashi memasuki toko buku ini, Iris Ocean mu menelusuri rak buku yang bertuliskan Ligth novel, dengan riangnya. kau meninggalkan Akashi yang mendengus geli melihat mu seperti itu, sepertinya, tepat sekali membawa mu kesini.

"Jangan jauh-jauh (Name).." Nasehat Akashi sambil menyeringai kecil. Kau mendengus sebal mendengar nasehat Akashi.

"Aku bukan anak kecil lagi, Sei-chan.." Ucap mu mengembungkan pipi mu yang merona. Akashi mendengus geli melihat mu yang sudah meninggalkan nya.

kau melangkah dengan riang dan menelusuri judul ligth novel yang menurut mu menarik. Kau melihat buku yang bersampul biru muda, tunggu, biru muda? ahh, sepertinya kau mengenal sekali seseorang yang memiliki surai warna seperti ini. Hmm? dimana ya? sudahlah. Kau mengambil ligth novel bersampul biru muda ini tapi tangan seseorang juga ingin mengambil ligth novel ini juga.

"Ehh?!"


-Tsudzuku-


(A/ N) : "Akhir-akhirnya hiks-hiks*nangisgaje* feel di fanfic nya gak dapet banget. padahal Asia udah dengerin lagu Utada hikaru-san yang versi violin *buagh* *curcol* Gomen, kalau Feel, gak kena.. mungkin, chapter depan, akan asia buat kalian... ano, buat kalian apa ya *buagh* *ditabokReaders*

KANEITYO : "Ini udah di next kok, Arigatou udah mereviews Fanfic Asia."

Makuo Asuka :" Un, Asia gak lupa kok.. hehehe.."

Leafand Flowers :" Sumimmasen.. baru update*bungkuk* dan terima kasih udah memperhatikan typos yang selalu bertebaran ini.. *Senyum polos*

Makasih banyak buat semua yang fave, fol, review, dan membaca! Asia sangat senang Readers menyukai fanfic karya Asia yang aneh ini. dan maaf ada typos bertebaran dimana-mana..

(Asia Tetsu)