LeChi's project proudly presents
.
.
.
CAFEIN for SKIES : Pick Up Line
.
.
.
Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi
Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.
Pick Up Line:
.
.
Warning: OOC, Typo, AU, shounen-ai/Boys Love
.
.
By Anin Napaled
"Jadi, fungsi menawarkan racun itu ada di hati?" tanya Kouki kepada Seijuuro. Mereka kini sedang belajar berdua di sebuah perpustakaan umum. Sebentar lagi musim ujian.
"Iya," Seijuuro menyahut. "Namun ada satu peran penting hati yang tidak tertulis di buku manapun di perpustakaan ini."
"Hah? Apa itu?"
Seijuuro mendekat. Merapatkan tubuhnya ke sisi tubuh Kouki. Nafasnya menggelitik tengkuk hingga telinga. Lalu berbisik disana. "Untuk menyimpan cintamu di jiwaku."
By Nurrafa Aprilia
"Kouki. Bisa minta tolong?"
Furihata yang sedang membaca buku menoleh ke arah sang kekasih, Akashi Seijuurou.
"Boleh. Mau minta tolong apa?" tanya Furihata
"Aku mau minta tolong jaga anak-anak kita kelak."
Furihata langsung pingsan.
By Cindy Safira Setiawan
Disaat sedang jalan bersisian di tepi pantai, Akashi tiba-tiba berlutut diatas pasir sambil memegangi perutnya. Kouki segera menghentikan langkahnya dan mensejajarkan diri dengan Akashi yang berlutut. Raut wajah Kouki yang tadi sumringah senang, sekarang berubah auranya memancarkan sirat khawatir yang mendalam.
"Se-Sei…kau kenapa?" Ujar Kouki sembari menyentuh bahu Sang kapten Rakuzan itu. Matanya menjadi berkaca-kaca. Oh dia sangat cemas.
"Sepertinya aku tidak kuat berjalan lagi Kouki." tutur Akashi dengan guratan di kening menandakan ia tengah menahan sakit, itulah kelihatannya.
"Mau ku papah?" Kouki mengulurkan tangan kearah Akashi dengan perlahan.
Namun Akashi menggeleng, Akashi menolaknya dengan cara non verbal. Kouki dilanda bingung luar biasa, ia harus bagaimana sekarang?
.
.
"Aku mau nya jadi papah dari anak-anak kita nanti." Akashi tersenyum miring, Dia menggombal!
Kouki berdiri dengan wajah yang sudah seperti dimasukan ke panci dengan air mendidih, Panas, merah, membakar sampai keulu hati.
"SE-SEI NO BAKA!" Kouki berlari meninggalkan Akashi yang makin mengembangkan senyum ganteng nya.
Dia harus mendatangi rumah Kouki malam minggu nanti, minta restu dari ayah dan ibu Kouki. Akashi ingin melamar Kouki segera!
By Nicchan Nima
Pagi hari, tanggal 8 November.
Kouki terbangun dari tidurnya. Hari ini hari spesialnya. Dia segera mengecek hp kalo-kalo udah ada yang ngucapin ultah.
Hp sepi.
"Jangan-jangan tidak ada yang ingat kalo aku ultah. Hiks." Kouki bergelung kembali ke dalam selimutnya.
Tring
/Dedek Kouki, pagi.../
Kouki baca sms yang baru msuk, itu dari pacarnya. Muka Kouki udah semerah tomat sekarang.
/Pa..pagi Akang./
Di seberang sana, si akang Akashi sedang menjalankan rencana gombalannya untuk ultah Kouki.
/Dedek lagi apa sekarang?/
Akashi nunggu jawaban Kouki.
/La..lagi di kasur./
Akashi lanjut ngetik.
/Selamat ultah ya dedek. Akang selalu cinta sama dedek/ Pasti kena! Dan Kouki-nya pasti sudah merah.
/Ma..makasih ya akang. Akang selalu jadi orang yang pertama buat dedek. Akang juga orang pertama yang ngucapin ultah./
Akashi yang kena serangan jantung. Epilepsi.
/Dedek bisa aja deh. Masih di kasur? Ngapain?/
Akashi rencananya ingin gombal lagi ke Kouki.
/Dedek mau bobo lagi aja kang, biar bisa mimpiin akang./ Jantung Akashi gak kuat. Ini kenapa malah dedek tercintanya yang ngegombal. Ini cuma kebetulan kan?!
Kembali ke Kouki. Setelah mengetik sms barusan dan terkirim seketika Kouki blushing parah. "Eh...iihh aku kok gitu sama akang. Ak..aku kan gak bermaksud gombal. Tapi aku memang ingin mimpiin akang Sei. Uugghhh."
Dua sejoli itu akhirnya cuma bisa sama-sama kena serangan jantung dan epilepsi mendadak.
~Fin~
Special thanks: Anin Napaled, Nurrafa Aprilia, Cindy Safira Setiawan, Nicchan Nima
Readers and Reviewers, mind to give review? ;)
