Chapter 2

Wookie POV

Ah, akhirnya kuliah hari ini selesai juga. Hari senin rasanya seperti neraka, lelah sekali. Sejak jam delapan pagi sampai jam enam sore tidak ada waktu luang sedikitpun. Semua waktu harus kugunakan untuk mengkaji tiga buah mata kuliah yang tidak bisa diremehkan sama sekali. Belum lagi praktikum untuk membuat game-game yang sangat memusingkan itu. Ah, kenapa instruksi dari asisten praktikum itu sangat berbelit-belit. Aku jadi tidak memahami sepenuhnya. Apa jadinya nanti game buatanku saat tiba waktunya untuk dilaporkan perkembangannya. Tapi, kenapa manusia bernama Cho Kyuhyun itu tampaknya santai-santai saja. Seperti tidak menemukan kesulitan sama sekali. Huh, baiklah aku akan meminta imbalan darinya karena sudah mengenalkan Sungmin hyung padanya. Hahaha, kau pintar sekali Wookie. Harus dimanfaatkan temanmu yang satu itu. Kekeke~

Ah, kenapa Yesung hyung lama sekali. Sejak tadi aku menunggunya di parkiran mobil tapi ia tidak muncul juga. Sebenarnya aku ingin segera pulang saja mengingat segala peluh sudah menjalar di seluruh tubuhku, tapi ada hal yang ingin kubicarakan dengan namjachinguku itu. Bukan, ini bukan tentang masalah kami. Tapi tentang ucapan Kyuhyun yang mengatakan kalau Sungmin hyung sepertinya tidak ingin Kyuhyun bertemu ibunya..

"Chagiya, mianhae.." akhirnya dia datang juga. Keterlaluan sekali membiarkanku menunggu selama ini.

"Kenapa kau lama sekali hyung? Badanku sudah sangat lengket karena keringat. Ah, rasanya aku tidak kuat lagi untuk berjalan."

"Ah arasseo, aku minta maaf untuk itu chagi. Jadi sebenarnya kau ingin mengajakku kemana?" aku memang belum memberi tahu tujuanku mengajaknya, karena aku takut dia menolak duluan.

"Kita ke kafe dekat kampus saja hyung, ada yang ingin kubicarakan denganmu." Sepertinya aku harus menampakkan wajah seriusku dihadapannya. Biar dia sadar. Aku sudah sangat lelah saat ini. Biar saja dia berpikiran sesukanya.

"Chagiya, kau tidak akan minta putus denganku hanya karena hal tadi kan? Tadi aku harus bertemu dengan dosen terlebih dahulu jadi terlambat menemuimu." Huh, aku tahu dia tidak bersalah tapi aku sudah malas meladeninya. Segera saja aku masuk ke dalam mobilnya supaya kita segera berangkat.

Kami pun tiba di kafe dekat kampus. Ini kafe terdekat jadi wajar saja kalau pulang kuliah kami sering mampir ke sini. Kalau tidak bersama Yesung hyung, yah kadang bersama Kyuhyun. Atau kadang-kadang juga bertiga aku, Yesung hyung, dan Sungmin hyung. Itu jika Yesung yang mengajak Sungmin hyung, dari sanalah aku jadi dekat dengannya.

Aku memesan dua ice cappucino kepada pelayan. Sebenarnya aku tidak haus, tapi masa kami hanya numpang duduk saja di cafe ini. Lagipula mungin Yesung hyung sedang haus. Setelah pesanan tiba, aku pun memulai pembicaraanku.

"Hyung, sebenarnya aku ingin bertanya tentang Sungmin hyung. Kau itu kan sahabatya, jadi mungkin kau tahu bagaimana sifatnya."

"Tapi kenapa kau ingin tahu tentangnya Wookie-ah? Aneh sekali!" timpalnya padaku. Huh, aku dibilang aneh, justru yang aneh itu dia.

"Aku kan sudah bercerita padamu tentang Kyuhyun yang menyukai Sungmin hyung. Pagi tadi ia menjemput Sungmin hyung untuk berangkat kuliah bersama, tapi Kyuhyun bilang kalau Sungmin hyung seperti tidak mau ia bertemu ibunya. Ini janggal sekali, karena tidak mungkin Sungmin hyung langsung jatuuh cinta pada Kyuhyun dan tdak mau ibunya tahu," Aku bercerita panjang lebar tentang kejadian yang dialami Kyuhyun tadi pagi. Sepertinya Yesung hyung sedang mencerna ceritaku dan berpikir dalam dalam. Aku yakin ia pasti tahu sesuatu.

"Hyung, jebal.. tolong beritahu aku. Ada apa sebenarnya dengan Sungmin hyung, karena aku merasa ini bukan sesuatu yang biasa." Aku sudah memohon dengan sangat tulus tapi ia tetap tidak mau buka mulut. Huh, menyebalkan sekali. Membuang-buang waktuku saja. Baiklah ini jalan terakhir, demi temanku dan demi game-ku yang butuh bantuan Cho Kyuhyun.

"Baiklah, aku minta kita break dulu beberapa bulan ini. Sepertinya aku sudah mulai jenuh dengan hyung yang tidak mempedulikanku lagi. Aku akan kembali pada hyung jika hyung mau bercerita tentang Sungmin hyung padaku!" Sebenarnya sehari saja aku tidak bertemu dengannya, aku bisa uring-uringan. Biarlah, toh aku hanya mengancamnya.

"Apa maksudmu aku tidak peduli lagi padamu? Aku menolak untuk break. Apa-apaan itu. Itu artinya kita putus secara tersirat.." hahaha, kenapa ia bisa percaya begitu saja.

"baiklah, aku akan bercerita. Tapi janji kau tidak akan memberitahu pada siapapun.." ia seperti termakan ancamanku. Aku rasanya bahagia sekali, ternyata ia sangat mencintaiku.

"Aku janji, tapi kalau bicara pada Kyuhyun aku tidak janji. Karena menurutku ia harus tau segala hal tentang orang yang dicintainya." Yah, aku hanya minta ia tidak melarangku memberitahu Kyuhyun.

"Sungmin adalah anak tunggal. Ia tinggal bersama ibu dan ayahnya dengan bahagia tanpa kekurangan apapun. Ekonominya berkecukupan. Tapi sesuatu merubah kehidupannya. Ayahnya meninggal karena penyakit kanker yang dideritanya. Saat itu ia masih duduk di kelas 2 SMP. Perusahaan ayahnya tidak ada yang memegang karena ia sama sekali belum mengerti tentang itu. Ibunya hanyalah orang biasa yang lulusan SMP. Sampai suatu saat, perusahaan itu sampai ke tangan anak buah almarhum ayahnya. Tapi sayangnya, bukannya bertambah maju, perusahan itu jadi semakin terpuruk. Hutang-hutang perusahaan dijatuhkan pada keluarganya. Karena tak mampu melunasi, rumah mewahnya disita oleh pihak bank. Sejak saat itu Sungmin menjadi hidup sederhana dan berusaha mencari nafkah sendiri untuk ia dan ibunya. Ia menjual lagu-lagu yang ia buat tanpa mencantumkan namanya. Sehingga lagu-lagunya didaftarkan atas nama orang lain. Itulah yang membuatnya mendapat bayaran cukup, hingga ia bisa kuliah sampai saat ini.."

"Mengenai ibunya.. sejak rumahnya disita ia menjadi sakit-sakitan dan terus memikirkan bagaimana ia melanjutkan hidupnya. Tapi ia tidak bisa berusaha apapun karena kondisinya yang sudah tua. Ia terus saja memikirkan keadaan Sungmin. Mengkhawatirkannya siang malam, sampai tidak makan dan minum sama sekali. Ibunya sangat stress akan hal itu, ia masih tidak bisa menerima keadaannya. Jadi bisa dikatakan ibunya Sungmin sedang menderita penyakit jiwa.."

GLEK

Bola mataku membulat dengan lebarnya. Benarkah yang Yesung hyung katakan. Aku sama sekali tidak menyangka akan hal itu. Ya Tuhan, apa yang harus kuperbuat? Aku bingung sekarang. Aku tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun, bahkan hanya untuk mengomentari sekalipun.

"Sungmin hanya bercerita padaku, karena ia menganggapku sebagai sahabatnya sejak kecil. Semenjak rumahnya disita, ia pergi mencari rumah yang sesuai dengan ekonominya sehingga sangat jauh dari perkotaan. Butuh waktu dua jam untuk mencapai Kyunghee University."

"Aku sudah menawarkan apartemen untuknya tinggal dengan ibunya, tapi ia menolak. Ia tidak mau berhutang budi padaku.." Yesung hyung terus melanjutkan ceritanya, dan sukses membuatku menitikkan air mata.

"Sebaiknya kita pulang chagy, kau sudah mendengar semuanya. Aku harap kau bijaksana dengan cerita itu." Ia tersenyum padaku dan beranjak dari tempat duduknya sambil meraih tanganku. Aku yang masih terpaku jadi kaget dibuatnya.

Setiba di rumah aku masih saja memikirkan perihal Sungmin hyung. Jujur aku sangat iba padanya. Dibalik keceriaan wajahnya dan kebaikan hatinya, ternyata ia menyimpan kesedihan yang teramat sangat. Kuakui, ia sangat pandai menyembunyikan kesedihannya itu. Aku rasa Kyuhyun harus tahu tentang hal ini.

Author POV

Di kampus, Wookie pun menceritakan semua yang ia dengar dari Yesung pada Kyuhyun. Sontak namja tampan itu membelalakan matanya lebar-lebar. Persis seperti saat Wookie baru mendengarnya juga. Shock, itulah yang dialami Kyuhyun saat ini. Bagaimana mungkin orang yang dicintainya memiliki pengalaman hidup yang sedemikian rumitnya.

"Kyu, aku harap kau akan tetap mencintainya dengan latar belakang keluarga yang seperti itu. Sungmin hyung butuh seseorang yang dapat menghiburnya dan mengisi hari-hari kosongnya. Ia butuh teman, tapi bukan hanya Yesung hyung dan aku saja. Ia juga butuh cinta." Wookie sangat berharap pada Kyuhyun.

"Aku tetap mencintainya, apapun keadaannya. Tapi masalahnya adalah apakah dia mencintaiku atau tidak. Bagaimana kalau ia bukan gay seperti aku?" Kyuhyun tertunduk lemas mengingat status dirinya dan Sungmin adalah seorang namja.

"Hey! Kenapa kau tidak mau mengejar cintamu? Taklukan dia hm?" Wookie kembali menyemangati Kyuhyun untuk tidak menyerah mendapatkan cintanya. Ia tahu kalu Sungmin adalah cinta pertama bagi sahabatnya itu.

"Tentu saja. Aku tidak akan melepaskannya walau sedetik pun. Akan kulakukan berbagai cara agar ia mau melihatku." Kyuhyun mengeluarkan smirknya yang sangat tersirat itu. Mungkin evil dalam dirinya sedang bekerja kembali.

"Kyuhyun-ah, bantu aku menyelesaikan tugas membuat game ku. Aku mengalami sedikit kesulitan. Bukankah aku sudah membantumu sejauh ini? Kau bersedia kan?"

"huh, arasseo.. arasseo.. kau tetap saja meminta imbalan. Kapan kau mendapat nilai sempurna kalau begini terus!" decak Kyuhyun sebal, tapi Wookie malah tersenyum-senyum bahagia.

Pukul 5 sore, sudah waktunya pulang bagi seluruh mahasiswa Kyunghee University. Kecuali bagi mereka yang ada kuliah tambahan atau harus mengikuti kegiatan-kegiatan lain seperti rapat organisasi atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).

Tentu saja Wookie pulang bersama namjachingu yang sangat dicintainya itu. Jarang sekali ia pulang bersama Kyuhyun kecuali Yesung memang berhalangan untuk mengantarnya pulang. Di sisi lain, Kyuhyun sudah stanby di depan gerbang universitas dengan berdiri menyender pada mobil sport biru kesayangannya itu. Sepertinya ia sedang menunggu seseorang.

Saat orang yang ditunggu muncul dan berjalan ke luar gerbang, dengan segera Kyuhyun menarik lengan orang itu,

"Hyung, ayo pulang bersama!" Kyuhyun berseru sambil memberikan senyuman terbaiknya. Orang yang diajak bicara itu sepertinya kaget setengah mati. Hanya tidak menyangka bahwa Kyuhyun akan mengajaknya pulang bersama.

"Tidak Kyu, terima kasih. Aku bisa naik bus saja. Kau sendiri kan tahu rumahku begitu jauh, nanti kau lelah jika harus bolak-balik." Ya, orang itu adalah Sungmin. Ia menolak ajakan Kyuhyun dengan sangat halus.

"Justru karena rumahmu jauh hyung, aku tidak tega melihatmu naik bus. Kalau kau naik mobilku, kau akan lebih cepat sampai." Kyuhyun kembali meyakinkan Sungmin dengan nada sedikit pemaksaan dan mendorong tubuh Sungmin agar masuk ke dalam mobilnya. Sungmin yang sudah duduk dengan manis hanya bisa pasrah dengan tindakan Kyuhyun.

Selang beberapa waktu, mereka pun tiba di kediaman Sungmin. Kyuhyun dan Sungmin keluar dari mobil secara bersamaan. Kyuhyun seperti sedang mengekor Sungmin untuk ikut masuk ke dalam rumahnya.

"Kyu, kau boleh pulang sekarang. Terimakasih sudah mengantarku." Sungmin berhenti di depan pintu rumah yang tertutup. Ia tidak ingin Kyuhyun ikut masuk bersamanya.

"Tapi hyung, aku ingin bertemu keluargamu. Memberinya salam dan mengenalkan diriku sebagai teman barumu." Kyuhyun kali ini agak ragu mengucapkan kata-katanya.

"Kau tidak perlu bertemu mereka, karena ayahku sudah meninggal."

"Kalau begitu ibumu saja.." Kyuhyun beranjak menyingkirkan tubuh Sungmin dari depan pintu dengan tangannya lalu ia masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa seijin yang empunya. Sungmin terlihat sangat kesal dibuatnya. Ia pun kemudian ikut masuk juga.

Karena rumah itu hanya sepetak, saat membuka pintu rumah maka tampaklahlah pintu lain yang menandakan sebuah kamar.

"Hyung, apa ibumu ada di dalam?" Kyuhyun bertanya pada Sungmin.

Belum sempat Sungmin menjawab, ia sudah membuka pintu kamar didepannya. Dan tampaklah di hadapan Kyuhyun sosok wanita paruh baya yang sangat berantakan. Wajahnya pucat dan rambutnya seperti sudah lama tidak disisir. Meski setiap hari Sungmin membantunya menyisir rambut, tetap saja rambut itu akan kembali diacak-acak lagi olehnya sendiri. Sosok itu duduk di lantai dengan tubuh tersender pada dinding di salah satu sisi kamar itu. Lututnya ditekuk dan tangannya melingkar pada lutut itu. Wanita itu hanya seperti itu setiap harinya.

"Kyu, sekarang kau tahu kondisi ibuku. Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi padamu."

"Hyung, jadi kau ingin menyembunyikan ibumu dariku? Apa kau malu padaku? Aku bukan orang dengan wibawa tinggi yang akan meremehkanmu karena memiliki ibu seperti itu!" Kyuhyun tidak bisa mengendalikan emosinya lagi. Ia membentak Sungmin dengan nada tinggi, membuat wanita di kamar itu ikut terkaget dibuatnya. Sungmin pun tak bisa menahan air matanya untuk keluar. Merasa bersalah Kyuhyun pun merengkuh tubuh mungil dihadapannya dan memeluknya dengan erat.

"Kau tidak perlu malu padaku hyung.." Kyuhyun berucap sambil memeluk Sungmin. Setelah itu dilepaskannya tubuh mungil itu dan beranjak kepada wanita yang ada di pojokan.

"Bibi, kenalkan namaku Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Aku teman baru Sungmin hyung. Kami baru berteman selama seminggu ini. Maafkan aku karena telah membentak anakmu dan membuatmu kaget juga. Aku benar-benar minta maaf.." Kyuhyun berkata selembut mungkin tidak ingin menyakiti ibu dari orang yang dicintainya itu.

"Senang bertemu denganmu, Bibi.." Kyuhyun pun tersenyum dan berdiri untuk keluar dari kamar itu.

Di luar kamar, Sungmin menceritakan semua kejadian yang menimpanya pada Kyuhyun. Awalnya ia memang tidak mau bercerita, tapi Kyuhyun memaksanya. Ia hanya tidak ingin Kyuhyun membentaknya lagi karena ia sangat tidak suka jika dibentak orang lain. Menurutnya Kyuhyun sudah tau kondisi ibunya, jadi tidak masalah kalau ia juga tahu tentang pengalaman hidupnya.

"Kau bisa mengandalkanku hyung.." seru Kyuhyun rsenyum sambil tsebelum ia pergi meninggalkan rumah Sungmin.

Hari minggu, Kyuhyun berencana menyambangi rumah Sungmin. Ia masa bodo dengan tugas-tugas kuliahnya yang menumpuk. Selain ia ingin lebih dekat dengan ibunya Sungmin, ia juga merindukan sosok mungil dengan senyum ceria itu.

Kyuhyun pergi ke swalayan membeli buah-buahan untuk ia berikan kepada ibunya Sungmin. Ia berpikir mungkin Sungmin dan ibunya jarang sekali makan buah. Lagipula ia tidak ingin datang dengan tangan kosong.

Kyuhyun sudah tiba di rumah Sungmin, ia mengetok pintu rumah itu dengan semangat lalu terlihatlah kepala Sungmin yang menyembul dari balik pintu. Terlihat ia sedikit kaget sambil menyebut nama orang di hadapannya "Kyuhyun?"

"Apa aku boleh masuk Hyung?" tanya kyuhyun pada Sungmin..

Sungmin mempersilakan Kyuhyun untuk masuk dan kemudian menutup kembali pintu rumahnya.

"Aku ingin bertemu dengan bibi, jadi aku boleh ke kamarnya kan hyung?" Sungmin hanya diam dan mengikuti Kyuhyun dari belakang.

Kyuhyun mendekati ibunya Sungmin dan berkata, "Bibi, ini aku Kyuhyun. Kau masih ingat kan? Aku membawakan buah-buahan untuk bibi, semoga kau suka. Makanlah ini bersama Sungmin hyung. Aku akan sering-sering kemari untuk menjenguk bibi. Bibi harus sehat karena keluarga Sungmin hyung hanya tinggal kau saja." Kata-katanya diakhiri dengan senyum tulus dari Kyuhyun.

Orang yang dipanggil bibi oleh Kyuhyun hanya bisa diam terpaku. Matanya memang menatap ke wajah Kyuhyun, tapi tubuhnya tidak berkutik sama sekali. Namun bisa dilihat, ada pancaran kebahagiaan dari bola mata wanita itu.

Setelah merasa sudah cukup lama berada di rumah Sungmin, Kyuhyun akhirnya berpamitan untuk pulang. Tidak hanya pada Sungmin tapi pada ibunya juga..

Waktu berjalan begitu cepat. Tiga bulan sudah persahabatan antara Kyuhyun dan Sungmin terjadi. Kyuhyun lah yang berinisiatif untuk meminta Sungmin agar mau menjadi sahabatnya, dan diterima dengan anggukan manis dari Sungmin. Sungmin senang karena kini ia punya tiga orang sahabat di sisinya. Yesung, Wookie, dan kini bertambah dengan adanya Kyuhyun.

Kini Sungmin tidak pernah lagi berangkat kuliah dengan ahjussi tetangga rumah. Dan kalau pulang kuliah pun Kyuhyun selalu setia menunggunya untuk mengantar pulang. Walau awalnya Sungmin keberatan, tapi lama-lama ia terbiasa juga. Sebenarnya bukan hanya Kyuhyun yang berniat untuk antar jemput kuliahnya, tapi Yesung juga. Namun Sungmin selalu menolak ajakannya karena ia tidak mau mengganggu momen berduanya bersama Wookie, walau sebenarnya Wookie tidak pernah keberatan. Kalau Kyuhyun berbeda, ia juga selalu menolak ajakan Kyuhyun. Tapi memang dasar sifat Kyuhyun yang keras kepala dan pemaksaan, ia jadi menurut saja. Lagipula ia tidak akan mengganggu momen siapapun karena Kyuhyun belum mempunyai kekasih. Sempat terpikir di benak Sungmin, seandainya nanti Kyuhyun mempunyai kekasih pasti ia akan merasa kehilangannya.

Pagi ini seperti biasa, Kyuhyun menjemput Sungmin di rumahnya untuk berangkat kuliah bersama. Dengan santai ia menjalankan laju mobilnya menuju Kyunghee University.

"Hyung, apa kau pernah jatuh cinta?" tiba-tiba Kyuhyun bertanya pada sungmin sambil matanya terus melihat kedepan, takut menabrak mobil lain di depannya. Dan pertanyaannya itu malah ditanggapi biasa saja oleh Sungmin.

"Hahaha, tentu saja Cho Kyuhyun. Saat ini aku sedang jatuh cinta pada seeorang. Tapi kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?" Sungmin tertawa renyah mendengar pertanyaan Kyuhyun itu.

DEG

Seperti ada baja yang menghantam dada Kyuhyun.

"Apa orang itu mencintaimu juga?" Kyuhyun tersenyum miris mendengarnya.

"Molla. Aku tidak tahu. Aku tidak berani mengungkapkan perasaanku pada yeoja yang kucintai. Karena aku merasa tidak akan ada yeoja yang mau dengan namja sepertiku yang memiliki latar belakang seperti ini."

Kyuhyun merasakan jantungnya bergetar hebat. Dugaannya benar. Cintanya tidak akan terbalas. Karena Sungmin mencintai seorang yeoja. Ia masih normal. Mana mungkin ia bisa mencintai Kyuhyun. Meskipun Kyuhyun sangat baik padanya, sangat perhatian, dan sangat peduli padanya, ia tetap tidak akan mendapat cinta dari Sungmin.

Kyuhyun menyadari kalau perasaan yang dimilikinya adalah salah. Ia telah menentang kodratnya sebagai makhluk Tuhan. Tuhan menciptakan makhluknya untuk berpasangan, tapi bukan ini tentunya. Bukan seperti Kyuhyun yang mencintai sesama jenis. Tapi Kyuhyun juga tidak bisa menyalahkan dirinya, ia tidak pernah meminta untuk diciptakan sebagai seorang gay. Yang ia tahu bahwa ia sama seperti yang lainnya, yaitu memiliki perasaan cinta pada seseorang. Perasaan yang akan membuatnya merasakan suka maupun duka.

"Sudah sampai hyung, kajja!" Kyuhyun mengingatkan Sungmin yang sedang melamun di mobilnya. Entah memikirkan apa. Lalu mereka pun turun dari mobil.

"Ne, gomawo.. kau sudah bersedia mengantarku." Sekali lagi Kyuhyun mendapatkan senyuman termanis dari Sungmin. Senyuman yang selalu membuat Kyuhyun terasa melayang di udara.

"Sampai ketemu pulang kuliah hyung!" Kyuhyun membalas senyuman itu dengan senyum tulusnya juga.

Kyuhyun POV

Jujur aku sangat terluka, Sungmin hyung tidak akan pernah memandangku. Mungkin ia hanya menganggapku sebagai sahabat. Tapi bagaimana aku menyingkirkan perasaan ini dari hatiku. Ini sangat sulit bagiku. Di saat aku baru merasakan adanya cinta, tapi aku harus membuang jauh-jauh cintaku itu. Ya Tuhan, tolong bantu aku. Apa yang harus kulakukan. Jelas-jelas Sungmin hyung mencintai seorang yeoja. Tapi, siapa sebenarnya yeoja yang dicintainya itu?

"Kyu.. Kyu! Apa kau melamun? Hey Cho Kyuhyun!" Huh, kenapa ia membentakku begitu keras

.

"Eh, mianhae.." tapi aku harus minta maaf karena sudah mengacuhkan panggilannya.

"Apa yang terjadi padamu? Kau baik-baik saja kan? Apa kau sedang sakit?" ia meletakkan tangannya di keningku.

"Aniyo, aku tidak sakit.." sedetik kemudian, "Wookie-ah, Sungmin hyung sedang mencintai seorang yeoja saat ini.." aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Hanya itu yang bisa kujelaskan padanya.

"Mwo?" sontak Wookie terkejut mendengarnya. Lalu suasana hening sesaat.

"Kyuhyun-ah.. aku mengerti, cinta tidak bisa dipaksakan. Begitu juga cinta yang dialami Sungmin hyung. Kau tidak bisa memaksakannya. Mianhae, aku tidak bermaksud untuk melukai perasaanmu.." ia melanjutkan lagi perkataannya.

Yah, Wookie benar. Aku tidak bisa memaksa Sungmin hyung mencintaiku. Tapi bagaimana dengan perasaanku? Bagaimana? Dadaku begitu sesak saat ini.

"Kyu, nyatakanlah cintamu padanya. Itu lebih baik daripada kau memendamnya. Setidaknya ia akan tahu perasaanmu. Lalu keputusannya nanti, kau terimalah dengan bijak."

Kepalaku semakin sakit rasanya. Satu sisi aku tidak mau merelakan sungmin hyung untuk orang lain. Tapi di sisi lain, aku juga ingin melihat Sungmin hyung bahagia. Baiklah, aku akan mencoba apa yang Wookie sarankan. Sepulang kuliah nanti, akan kunyatakan cintaku padanya. Aku tidak peduli jawabannya nanti. Aku hanya ingin segera meluapkan perasaanku, agar sesak di dadaku bisa berkurang.

End Kyuhyun POV

Author POV

Sudah jam pulang kuliah. Kali ini Kyuhyun tidak langsung mengantar Sungmin pulang. Ia mengajak Sungmin ke taman utama Universitas Kyunghee. Sudah jelas tujuannya, ia akan menyatakan cintanya pada Sungmin.

Seperti hari-hari lainnya, taman Universitas Kyunghee tidak pernah sepi dikunjungi mahasiswa. Ada yang duduk-duduk sambil membaca buku, ada juga sedang bermesraan dengan kekasih masing-masing. Tidak ketinggalan mahasiswa yang hanya sekedar melewati taman itu untuk ke tempat tujuannya masing-masing. Kyuhyun membawa Sungmin ke suatu sisi di taman yang luas itu. Sisi yang mungkin terlihat agak sepi dari kerumunan orang. Dan jauh dari jangkauan orang yang hanya sekedar lewat.

"Kyu, kenapa kau mengajakku kesini? Kalau kau ingin mengajakku jalan-jalan, seharusnya kau membawaku ke taman hiburan. Hehehe.." Sungmin hanya bermaksud bercanda dengan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman. Ia sadar, Sungmin pasti belum pernah pergi ke taman hiburan lagi semenjak kejadian yang menimpanya.

"Aku.. hanya ingin mengatakan sesuatu padamu." Kyuhyun menarik napas sejenak.

"Aku.. aku mencintaimu hyung!" lanjutnya lagi dengan kepala sedikit tertunduk. Sungmin terlihat sangat kaget mendengarnya.

"Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu terhadapku. Aku tahu kau mencintai yeoja lain. Meski aku berharap kau membalas perasaanku, tapi aku tidak akan memaksamu. Kau berhak menentukan pilihan hidupmu."

Meski sangat kaget, Sungmin berusaha menanggapi ucapan Kyuhyun.

"Kyuhyun.. Aku..."

.

.

.

.

TBC

MiNa ucapin terima kasih banyak untuk temen2 n author2 senior yang udah sempetin untuk review ff MiNa. MiNa cuma author baru di sini, jadi mohon bantuannya ya.. Mianhae, MiNa gak bisa bales review reader semua. MiNa cuma bisa bales review untuk YukiLOVESUNGMIN : gomawo udh jadi reader pertama Mina di fandom ini, hehe.. Iya MiNa KMS akut dan paling ga suka sama crack pairnya Kyu or Min. Klo menurut MiNa gak usah khawatir sm Mimi n Siwonie, mereka justru KMS jg sm kyk qt. Kyu itu Cuma cintanya sm Min. KyuMin gak mau menampakan kemesraan karena mereka itu bener2 real, sedangkan crack pair mereka selalu mesra krn emang ga ada hubungan spesial di antara mereka. Jadi mereka gak perlu khawatir ama tanggapan publik. Itu si menurut Mina, hehehe.. Makasi juga buat kritikannya yang sangat membangun, MiNa bener2 berterima kasih. Kalo masih ada kesalahan juga tolong kasih tau MiNa lagi.. ^^