Chapter 1


OXC adalah sebuah perusahaan fashion yang dapat dibilang cukup terkenal di kalangan para remaja maupun orang dewasa. Disanalah gadis berambut coklat madu itu menapakkan kakinya. Tubuhnya yang ideal dan kulitnya yang putih mulus membuat beberapa pegawai berdecak kagum melihatnya. Apalagi jika ia membuka kacamata hitam yang bertengger manis di hidungnya. Mungkin mereka akan sangat-sangat terpesona pada kecantikan wanita ini.

"Kita langsung ke tempat planing officer saja. Kai tadi langsung menyuruh kita untuk bertemu dengannya." Ucap seorang gadis yang tak kalah memepesonanya dengan gadis berkacamata di sampingnya. Ia adalah Byun Baekhyun. Manager dari seorang model di samping kanannya, Xi Luhan.

Gadis berkacamata hitam itu, Luhan, hanya diam tak menanggapi ucapan sang manager. Terkesan angkuh memang, karena seperti itulah presepsi para pengkritik di LA, tempatnya tinggal.

"Ada yang bisa saya bantu, nona?" tanya seorang resepsionis bernama Choi Sulli

"Saya Byun Baekhyun, manager dari model Xi Luhan. Kami di beritahu untuk bertemu dengan Planning officer, Park Jiyeon?" jelas Baekhyun

"Oh, anda sudah membuat janji. Mari saya antarkan ke ruang perencanaan"


.


Mobil keluaran Nissan itu berhenti tepat di depan gedung SL Entertainment. Seorang pemuda berkulit tan itu keluar dari mobil dan beranjak memasuki gedung beringkat itu. Beberapa pegawai membungkuk memberi hormat padanya yang di balas anggukan dan senyum ramah. Dia adalah Kim JongIn atau sering di panggil Kai oleh kakaknya. Kim Junmyeon, CEO SLEnt.

"Oh, Kau datang?" sambut Junmyeon yang tengah memeriksa berkas-berkas. Salah satunya perpindahan seorang model ke perusahaan mereka.

Kai mengangguh "Uhm, tentu saja." Kai mendudukkan dirinya di sofa. "Kudengar kali ini seorang model. Apa ia akan menetap lama atau hanya kontrak dengan jangka waktu pendek?"

Junmyeon menata berkas-berkas yang berserakan di mejanya sembari berkata, "Entahlah, jika ia mendapatkan tawaran lain selain menjadi Brand ambassador OXC. Kemungkinan besar kontrak jangka waktu lama. Paling lama 5 tahun"

Kai menganggukkan kepalanya, mengerti. "Jadi, kenapa kau menyuruhku kemari?"

"Well, sebenarnya ini permintaan appa-" Kai mendengus "-kuharap kau tidak keberatan. Appa menyuruhku untuk membagi fokus akan artist SL."

Junmyeon menghampiri Kai dan duduk di sofa depan Kai, "Ini berkas-berkas artist yang kau tangani. Appa dan Aku harap kau melakukannya dengan baik"

Kai mengambil berkas yang Junmyeon berikan, "Tenang saja, Aku wakil CEO yang baik dan cerdas"

Junmyeon terkekeh mendengar ucapan adiknya, "Ya sudah pergilah, aku akan ada tamu setelah ini"

"Kau mengusirku, eoh?" seru Kai sarkastik

"Bisa jadi"


.


Kwon Boa

Im Yoonah

ShineBoy

Xi Luhan

"Eoh? Bukankah ini model itu?" tanya lelaki yang hampir setinggi tiang tapi mirip dobi itu, Park Chanyeol.

"Kau mengenalnya?" tanya Kai

Kini mereka tengah berada di studio yang biasa di gunakan Chanyeol untuk mengcomposse lagu bersama Lay, istri sang CEO yang ia anggap eommanya.

"Tentu saja. Apalagi rumor ia pindah ke perusahaan ini membuatnya semakin excited. Dan sekarang, itu ternyata bukan rumor. Astaga... aku satu agency dengan seorang bidadari.. woaaa daebak" cerocos Chanyeol tidak jelas.


.


"Appa! Cepat! Nanti Haowen terlambat" teriak bocah kecil berumur 5 tahun dari depan pintu rumah keluarga Oh.

"Haowen, jangan berteriak di depan rumah" Sahut sang Appa, Sehun, yang kini berjalan mendahului putranya masuk ke dalam mobil.

"Appa~~" Para maid dan pengasuh Haowen terkekeh melihat wajah kesal Haowen. Jarang-jarang tuan muda mereka seperti ini jika tidak bersama Appa-nya atau pengasuh pribadinya, Victoria Song.

"Tuan muda hati-hati" ucap Victoria saat Haowen berlarian di tangga menuju mobil appa-nya. Memang dasarnya anak kecil Haowen tidak mengikuti perkataan Victoria dan hampir jatuh, tapi untung ada Sehun yang langsung menangkapnya.

"Anak appa nakal, eoh? Tidak menuruti Vic imo"

Haowen tersenyum membuat matanya berubah menjadi bulan sabit yang lucu "Hehe. Mian Appa, Mian Imo" ucap Haowen pada Sehun maupun Victoria.

Setelah lama berbasa-basi akibat Haowen yang membuat kelucuan di pagi hari Sehun akhirnya mengantarkan anak satu-satunya dan kesayangannya ke Taman kanak-kanak.

"Haowen jangan nakal, eoh? Nanti apa yang jemput, ok?" ujar Sehun saat mereka telah sampai di depan taman kanak-kanak, Dream Kindergarten.

"Ne, Appa"

Sehun lalu melesat pergi ke kantornya setelah melihat putra kecilnya telah memasuki gedung sekolahnya.


.


"Selamat pagi, Presdir Oh" ucap Kyungsoo sembari memberi hormat. Gadis itu adalah salah satu asisten pribadi Sehun yang paling ia percaya sekaligus sunbaenya saat masih berada di Sekolah menengah.

"Pagi, Noona. Apa schedule untuk hari ini?" tanya Sehun begitu ia duduk di kursi kerjanya lalu membuka-buka berkas baru yang sudah ada di mejanya.

"Tidak ada, Presdir-" Kyungsoo lalu mengecek ponselnya karena merasa ada pesan yang masuk. Gadis itu membaca pesan itu cepat lalu berkata "-Kami baru mendapat kabar dari Planning Officer Park, bahwa Luhan baru saja menandatangani kontrak dengan perusahaan"

"Luhan?" tanya Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang terlihat mengasikkan baginya.

"Ya, Presdir. Dari sekian banyak model kami akhirnya memilih Xi Luhan atas rekomendasi CEO Kim yang sebelumnya meletakkan Jessica Jung sebagai Brand ambassador, juga rekomendasi dari nona Jessica sendiri" Jelas Kyungsoo

Sehun mensisihkan salah satu berkas dan memberkannya pada Kyungsoo "Beritahu pada Taeyeon bahwa rancangan yang ia buat bagus, tapi aku tidak suka motif yang ia ambil. Atau kau bisa tunjukkan ini kepada Sena dulu tanyakan pendapatnya"

"Baik Presdir" ucap Kyungsoo. Gadis itu memberi salam lalu pergi sesuai perkataan presdir-nya.


.


"Nona Xi Luhan? Silahkan duduk" ucap Sena ramah. Luhan tersenyum sembari duduk di sofa yang ditunjukkan.

"Karena Presdir Oh belum datang, maka anda bisa menandatangani kontraknya dengan saya" ucap gadis itu, Sena. Wajahnya kurang lebih mirip dengan Sehun mungkin hanya sikapnya yang sedikit ramah dari Sehun-lah yang membedakan keduanya. Namun jika hanya bertemu sekilas akan berpikiran jika keduanya sama, padahaln Sena lahir 2 tahun setelah Sehun lahir.

"Anda bisa melihat kontraknya terlebih dahulu, kurang lebih ini gadis bersar syarat antara CEO Kim juga Presdir Oh berikan. Setuju atau tidak anda dapat membicarakan ini langsung dengan presdir Oh dan CEO Kim" terang Sena

Baekhyun yang lebih mengerti tentang kontrak kerja membaca semua persyaratan kontrak tersebut, "Setuju" ucap Baekhyun "Kontrak ini tidak merugikan kami sama sekali"

Sena tersenyum puas dengan reaksi Baekhyun, "Baiklah, bagaimana dengan nona Luhan?"

"Setuju. Aku akan menandatanganinya sekarang juga" ucap Luhan lalu menandatangani kontrak dengan tinta merah yang diberikan Sena

"Terimakasih atas kerjasamanya, semoga berjalan lancar untuk kita semua" ucap Sena.

Setelah Luhan dan manajernya pergi kini giliran Kyungsoo yang memasuki ruangan. "Ada apa, eonni?" tanya Sena yang memang dekat dengan Kyungsoo.

"Presdir menyuruh saya untuk menanyakan pendaoat anda tentang design dari nona Kim Taeyeon" ucap Kyungsoo lalu memberikan sebuah berkas di lapisi map berwarna merah.

Sena menerimanya lalu membuka halaman perhalaman, "Apa yang dikatakan, Oppa?" tanya gadis itu

"Presdir mengatakan, menyukai rancangannya tapi tidak dengan motif yang di kenakan"

"Sena menutup map itu dan memberikannya pada Kyungsoo, "Kalau begitu aku sama"


.


Kyungsoo melangkahkan kaki jenjangnya yang di hias high heels setinggi 7 cm ke ruang design. Ia memilih memasuki kawasan design baju dan bertemu langsung dengan Kim Taeyeon selaku sang leader. Gadis cantik itu mempersilahkan Kyungsoo duduk di meja yang biasa di pakai untuk sekedar berbincang atau mengadakan meeting kecil-kecilan. "Jadi nona Do, apa yang membawa anda kemari?" tanya Taeyeon tanpa basa-basi.

Kyungsoo memberikan map berwarna merah yang ia bawa pada Taeyeon "Presdir Oh maupun Vice President Oh , keduanya menyukai rancangan yang anda buat-" Kyungsoo dapat melihat jelas senyuman senang dari wajah Taeyeon "-Tapi mereka kurang suka dengan motifnya."

Taeyeon mengangguk mengerti, "Baiklah kalau itu masalahnya, Kami akan memperbaiki dan memberikannya lagi secepatnya"

Kyungsoo berdiri dari duduknya, "Kalau begitu..." Ia memberi sakam lalu pergi

"Ada apa Taeyeon-ah?" tanya Heechul

"Mereka mengatakan rancangan kita bagus, hanya mereka kurang suka dengan motifnya" ujar Taeyeon

"Tuh... makannya sudah kubilang motif pink-pink begini kurang bagus. Tapi kau terus memaksa" omel Heechul pada Tiffany yang merengut kesal di meja kerjanya.


.


Luhan menghempaskan tubuhnya ke sof setelah seharian penuh ia pergi ke sana kemari untuk menandatangani kontrak dan lain-lainnya di perusahaan. Sebenarnya cukup Baekhyun saja yang datang juga tidak masalah, mengingat ia adalah model papan atas di Canada, namun ia juga ingin melihat seperti apa tempat kerjanya nanti bukan?

Luhan mendongakkan kepala saat melihat segelas orange jus di letakkan di depannya, "Minumlah, hari ini melelahkan sekali bukan?" ujar Baekhyun

Luhan mengangguk, dan berkata- "Sangat" –sebelum meneguk habis orange jus-nya

"Haaah.. leganya" Baekhyun mengempaskan tubuhnya ke sebelah Luhan, "Kau berutang penjelasan padaku" gumam Baekhyun

"Apa? Aku tidak ingat pernah berhutang apapun padamu..."


Go To Chapter 2