My Sacrifice Ch.2

Cast: Byun BaekHyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Kim JongIn

Byun Kevin (Baekhyun's Hyung)

Length: Chaptered

Disclaimer: Semua cast di FF ini adalah milik tuhan, orang tua dan agency nya. But, FF ini murni milik saya. Kalau ada kesamaan jalan cerita atau yang lain, mohon maklum karena otak manusia itu sama.

Warning: Typo (Always)

Summary: Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu, orang yang sangat kucintai setelah kedua orang tuaku. Park Chanyeol.

.

.

.

.

Baekhyun bangun dari tidurnya, beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Kembali memulai aktifitasnya disekolah. Hanya jelang beberapa minggu sebelum ujian kelulusan tiba. Itu artinya semakin dekat dengan kepindahannya. Baekhyun tahu akan kepindahannya. Kris sudah memberi tahukannya dari jauh hari, tidak mungkin kan jika Kris mengambil keputusan sepihak? Kris sangat menyayangi adiknya, karena itu, semua keinginan serta kebutuhan Baekhyun terpenuhi seluruhnya.

Baekhyun tahu, status sahabat diantara dirinya dan Chanyeol tak akan pernah berubah. Cinta sepihak yang dialami Baekhyun. Setelah tahu dia akan pindah ke kanada setelah lulus, Baekhyun memutuskan untuk membantu Chanyeol mendapatkan cintanya. Meskipun sakit, namun menurutnya ini adalah hal terakhir yang bisa ia lakukan untuk kebahagiaan sahabatnya sebelum mereka berpisah.

.

.

.

.

"Baekhyun, aku ingin kau tampil di festival perpisahan kita. Aku sudah mendaftarkanmu ke panitia. Jangan khawatir aku juga ikut berpartisipasi" Kyungsoo memberikan selembaran berisi peraturan-peraturan tentang acara perpisahan mereka pada Baekhyun. "Ah, Kyungsoo terimakasih. Tapi aku tidak tahu akan bernyanyi apa nanti. Kau tahu kan aku selalu demam panggung ketika berada disana." Jawab Baekhyun.

Seseorang ikut bergabung diantara perbincangan kecil itu. Merangkul pundak kekasihnya sayang. "Ya, kau disini rupanya. Hai Baekhyun." Chanyeol tersenyum kearah Baekhyun. Semenjak memiliki keasih –Kyungsoo-, Chanyeol menjadi jarang sekali bertemu dengannya, tetapi Baekhyun memakluminya. Baekhyun membalas senyuman Chanyeol dengan manisnya. Namun terbersit senyuman sedih melihat kemesraan sepasang kekasih dihadapannya ini

"Ingin kutemani mencari lagu? Chanyeol juga bisa membantumu" Kyungsoo menawarkan bantuan. Namun sepertinya itu bukan bantuan bagi Baekhyun.

"Boleh, tapi itu pun jika tidak merepotkan sepasang kekasih yang sedang kasmaran ini, haha" Baekhyun berkata dangan wajah cerianya. Mengabaikan rasa sakit yang menjalar hingga ulu hatinya. "Kau terlalu berlebihan Baekhyun. Tentu saja aku akan dengan senang hati membantu sahabat yang paling aku sayangi ini" Chanyeol memeluk Baekhyun.

.

.

.

.

"Yeongwonhi idaero jamdeulgil baredo. Ah aku tidak bisa. Nadaku selalu tidak masuk" ucap Baekhyu lesu dan Chanyeol terpaksa harus menghentikan permainan gitarnya. Ini sudah yang kesekian kalinya. Baekhyun selalu tidak fokus. Bagaimana bisa fokus jika seseorang yang mengiringi gitar saja sibuk ber lovey dovey ria bersama pasangannya. Kyungsoo selalu merangkul Chanyeol. Memberikan kata semangat untuk Baekhyun yang sebenarnya malah semakin memperbutuk keadaan.

"Mungkin memang aku ditak cocok diiringi olehmu. Kau bisa iringi Kyungsoo. Aku akan bermain sendiri." Baekhyun berjalan keluar ruang musik, lebih memilih memasuki kolam renang indoor yang ada di sekolahnya. Duduk dipinggir kolam, membasuh wajahnya. Menyamarkan lelehan air mata yang terus mengalir dari mata beningnya.

Ternyata untuk berpura-pura saja sangat sulit.

Baekhyun tersenyum miris. Malam perpisahan tinggal lusa. Dan itu berarti sedikit lagi waktu yang akan ia dapatkan untuk bersama Chanyeol. Baekhyun tahu jika kepindahannya ke Kanada tidak akan mengembalikannya ke Seoul. Mungkin menyatakan persaannya pada Chanyeol bukan hal yang buruk.

.

.

.

.

"Hyung, sehari setelah malam perpisahan, aku ingin langsung berangkat ke Kanada." Ucap Baekhyun. "Kau yakin? Baiklah hyung akan membeli tiketnya malam ini juga. Sekarang sebaiknya kau tidur. Besok adalah wisudamu" Kris mengecup kening adiknya. Sebagai pengantar tidur. "Aku ingin menelfon Tao gege, hyung. Aku ingin mendengar suaranya" Manja Baekhyun. "Hm, baiklah. Tapi jangan terlalu lama. Aku tidak ingin kau telat bangun besok" Kris memberikan ponselnya pada Baekhyun lalu keluar dari kamar Baekhyun.

"Halo, ge?"

"Iya? Oh, Baekkie. Kenapa menelfon?

"Aku hanya tidak sabar ingin bertemu dengan gege"

"Hei, hanya tinggal dua hari lagi Baek. Aku juga sudah sangat rindu denganmu. Sudah satu tahun setengah kita tidak bertemu"

"Ge, aku ingin cerita banyak denganmu jika sudah sampai disana nanti"

"Dan aku siap untuk mendengar ocehanmu sepanjang hari, sayang"

"Kau ingat Chanyeol, ge? Sahabatku yang bertelinga lebar dan panjang itu"

"Ya, tentu saja aku ingat. Bocah iseng dan nakal"

"Dia sudah memiliki kekasih ge"

"Oh ya? Siapa? Kau? Hahaha"

"Bukan ge, namanya Do Kyungsoo. Dan dia sangat mencintai Kyungsoo. Apa aku terlalu jahat pada mereka jika aku mengutarakan perasaanku yang sebenarnya?"

"Kurasa itu tidak terlalu bermasalah. Kau bebas menentukannya. Juga kuharap mereka bisa mengerti. Kalian sudah dewasa dan bebas menentukan pilihan."

"Yasudah ge, aku tidur dulu. Pai Tao-ie gege"

"Bye sayang"

Dan sambungan itupun terputus. Baekhyun menaruh ponsel sang kakak dinakasnya dan beranjak mememui alam tidurnya. Menemui esok hari. Hari terakhirnya bisa menatap Chanyeol, hari terakhirnya bisa menyapa Chanyeol.

.

.

.

.

Hari wisuda telah tiba. Chanyeol berhasil membuktikan bahwa ia adalah murid tercerdas diangkatannya dan memberikan pidato atas rasa bangganya. Baekhyun tersenyum dengan bangga melihat sahabatnya telah berhasil dan lulus dengan nilai yang hampir mendekati kata sempurna. Baekhyun juga tak kalah dengan Chanyeol. Hanya selisih sepuluh poin dalam mata pelajaran bahasa inggris.

"Selamat Chanyeol. Kau lulus dengan nilai yang sempurna" Puji Baekhyun setelah Chanyeol turun dari podium. "Kau juga tidak terlalu mengecewakan Baek." Chanyeol memeluk Baekhyun dan Baekhyun pun membalasnya. Sangat hangat berada dipelukan orang yang kau kasihi bukan?.

Apa aku harus menyatakannya sekarang?

Dan saat Baekhyun ingin menyatakannya pada Chanyeol, Kyungsoo datang dan langsung memberikan kecupan selamat di bibir Chanyeol. Ya, Baekhyun melihat itu semua dan ia hanya bisa memberikan senyuman. Apa urusan dia untuk melarang?

"Baek, nanti malam mau aku jemput? Aku membawa mobil." Ucap Chanyeol, menawarkan untuk berangkat bersama. "Tidak usah, sebaiknya kau berangkat bersama Kyungsoo, lagipula Kris hyung juga akan datang, jadi aku akan diantar oleh Kris hyung" Baekhyun tersenyum dan menolak secara halus penawaran Chanyeol.

"Baekhyun, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada Chanyeol. Bagaimanapun juga kalian adalah sahabat. Iya kan Channie?" Kyungsoo tersenyum pada Baekhyun. Kris datang memberikan sebuket bunga pada Baekhyun dan mencium kening adiknya. "Aku tahu kau bisa. Kau adikku yang terhebat." Kris mengusak kepala sang adik dan dihadahi cubitan pelan di pinggang dari Baekhyun. "Kau merusak rambutku hyung" Baekhyun merajuk. "Akan lebih bagus kalau Tao ada disini juga." Kris tersenyum menyingat kekasihnya

"Chanyeol, aku pulang duluan. Sampai bertemu nanti malam" Baekhyun berpamitan karena harus pulang dan memrsiapkan diri dan suaranya untuk nanti malam.

.

.

.

.

"Mau hyung belikan jas baru?" Tawar Kris. "Hyung terlalu berlebihan, jas ini masih bagus untukku. Ini cocok sekali" Jawab Baekhyun sambil memutar badannya, memperhatikan lekuk tubuhnya yang dibalut setelan jas berwarna biru dan kemeja berwarna putih, tak lupa juga dasi kupu-kupu yang melekat indah di kerahnya.

"Tapi itu jas lamaku, Baek. Ah, seharusnya aku membuangnya saja. Sudah tahu mengecil masih saja aku simpan" Kris terus menggerutu dibelakan Baekhyun, sedangkan Baekhyun terkekeh kecil melihat bayangan hyungnya. "Justru karena ini punyamu, aku ingin sekali memakainya, hyung" Baekhyu tersenyum. "Yasudah, terserah kau saja. Aku tunggu dimobil lima menit lagi" Setelah itu Kris turun menuju mobilnya.

Tak memakan waktu terlalu lama , akhinya Baekhyun dan Kris sampai di bangunan sekolah Bakehyun. "Hyung langsung saja duduk ditempat wali murid. Aku akan bersiap kebelakang panggung".

Baekhyun berjalan dilorong sekolahnya, melewati kelas-kelas yang ada disekolahnya. Berkeliling sambil menikmati sekolahnya. Berharap memorinya masih cukup untuk sekedar mengingat sekolah ini. Tak sengaja, Baekhyun melihat Kyungsoo sedang berada didalam kelas berniat ingin menghampiri jika saja matanya tidak menangkap seseorang yang berada disamping Kyungsoo. Itu bukan Chanyeol, lalu ada urusan apa orang itu dengan Kyungsoo?

"Kai, aku tahu. Aku juga tidak bisa menolaknya. Bertahanlah sebentar lagi. Aku hanya menghargai usaha Baekhyun. Setelah itu aku akan melepasnya"

"Aku tidak bisa, Soo. Ini sudah berjalan dua bulan dan kau sama sekali tidak menolaknya. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi"

Percakapan mereka terus Baekhyun dengar dan pada akhirnya mata Baekhyun membelalak. Orang itu mencium Kyungsoo dengan kasar. Tapi Kyungsoo sama sekali tidak menolaknya. Malah terkesan membalasnya.

Dan saat itu, Baekhyun tahu bahwa Kyungsoo telah menghianati Chanyeol.

Baekhyun berlari dengan cepat sebelum dilihat oleh Kyungsoo dan Kai. Kim Jong In, satu tingkat dibawahnya. Selingkuhan Kyungsoo. Baekhyun tidak bisa membiarkan ini. Dia tidak ingin sahabatnya jatuh cinta pada orang yang salah. Dan pada akhirnya, Baekhyun merelakan Chanyeol pada orang yang salah. Menurutnya.

.

.

.

.

Baekhyun mengatur napasnya. Chanyeol sudah berada disampingnya. Memegang gitarnya bersiap untuk mengiringi nganyian Baekhyun.

"Aku harap tidak ada kesalahan" Baekhyun menundukkan kepalanya , berdoa. "Ayo Baek. Giliran kita". Chanyeol dan Baekhyun berjalan menaiki panggung. Oh tidak. Baekhyun mulai demam panggung. Tapi dengan cepat Chanyeol menenangkan Baekhyun dengan genggamannya.

"Saya mengungkapkan rasa sukur karena saya bisa berdiri dihadapan kalian. Terimakasih untuk seseorang yang telah mendampingiku, mengurusku dan menyekolahkanku hingga aku lulus. Kris hyung. Lagu ini untuk Kris hyung dan seseorang yang sangat berharga untukku." Baekhyun tersenyum melihat Kris tersenyum. Walau duduknya tidak didepan, tetapi Baekhyun masih bisa melihat Kris.

Geunyuhga doraoneyo mianhadago haneyo

Iksukhaedon geugeuriwoon geu songilro eorumanjyeoyo

Nal boneun ansseuron nungil

Deutgo sipdon geu mokseori

Dajeonhage ijen uljimalaneyo

Neol naepume aneumyeon sarajeo beorigo nunmuli heulro beaerul jeoksimyeon

Nan geujaeya jameseo gaeoyo achimeun neulirokhae my love…

Yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo yeojonghi geunyeoro gaeonado

Dasineun ggumguji angireul baraedo oneuldo geunyeoro naneun jamideulsuga.. iseo

Ya, hanya didalam mimpi, aku bisa merasakan pelukan hangatmu yang hanya kau tujukan untukku. Hanya didalam mimpi, aku bisa mendengar pernyataan cinta dari bibirmu. Alunan suara indah yang hanya diperdengarkan untukku. Semuanya hanya untukku, tidak ada orang lain. Ingin sekali aku tidak bangun dan terus melanjutkan mimpi indahku sampai akhir. Tapi kenyataan menamparku. Aku selalu bangun dengan bantal yang basah. Bukan karena keringat melainkan cairan yang tirun dari balik kelopak mataku.

Semua orang bertepuk tangan setelah Baekhyun mengakhiri lagunya. Kris berdiri disana. Memberikan tepukan tangan yang paling keras dan bersemangat. Merasa bangga dengan adiknya.

Setelah turun dari panggung, Chanyeol mangajaknya melihat pesta kembang api yang dibuat oleh teman sekelasnya. Sangat indah. Menyambut hidup baru dengan langkah awal berdoa agar diberi kemudahan. Kini kehidupan mereka bukan lagi di bangku sekolah, melainkan didunia yang sesungguhnya.

Aku harus mengatakannya. Aku tidak ingin Chanyeol berakhir sama denganku

"Chanyeol. Ada yang ingin aku sampaikan" Baekhyun bersuara. "Hey, sejak kapan Baekhyun meminta izin untuk berbicara? Buakankan Baekhyun sahabatku ini cerewet sekali? Hahaha" Chanyeo tertawa dengan suaranya yang bisa dibilang menyeramkan, bagi anak-anak tentunya.

"Tadi aku melihat Kyungsoo bersama pria lain." Baekhyun menjeda sejenak, menunggu reaksi Chanyeol. "Dan mereka, berciuman. Didalam ruangan kelas" Baekhyun terus metap Chanyeol. Menunggu reaksi dari sahabatnya.

Chanyeol tersenyum kecut. "Mana mungkin Kyungsoo seperti itu, Baek? Aku sangat mengenal Kyungsoo. Dan itu sama sekali bukan dia. Kau hanya salah lihat Baekhyun. Aku yakin".

"Tidak Chanyeol. Aku bahkan berdiam diri disana cukup lama. Walaupun aku tak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan." Baekhyun berusaha meyakinkan Chanyeol tentang apa yang telah dilihatnya. "Baekyun, kenapa kau seperti ini? Kau tidak seperti biasanya." Ucap Chanyeol memandang wajah Baekhyun dengan tatapan yang berbeda. Chanyeol sungguh kecewa dengan Baekhyun. Bagaimana bisa Baekhyun menjelekkan kekasihnya? Ini sangat keterlaluan. Bahkan sampai memfitnah Kyungsoo.

"Chanyeol, kumohon. Dengarkan aku. Aku- aku sangat menyayangimu lebih dari apapun. Aku, mencintaimu. Dan aku tidak ingin kau memilih orang yang salah." Baekhyun menundukkan kepalanya. Kali ini dia tidak mau melihat wajah kecewa yang ditunjukkan oleh Chanyeol.

"Aku sudah bisa menebaknya sekarang". Chanyeol tersenyum mengejek kearah Baekhyun. "Kau sengaja memfitnah Kyungsoo agar aku berpaling bukan? Byun Baekhyun, kau tahu betapa aku sangat mencintai Kyungsoo. Dan aku sama sekali tidak percaya akan ucapanmu. Kau seharusnya sadar posisimu. Kau hanya sahabatku. Tidak lebih" Ucap Chanyeol dengan nada sinisnya.

"Aku tahu Chan. Tapi aku tidak bisa menahannya. Percayalah, aku juga sangat medukung hubunganmu dengan Kyungsoo. Namun setelah semuanya, Kyungsoo telah menghianatimu Chan-"

"CUKUP BYUN BAEKHYUN!" Perkataan Baekhyun terputus karena bentakan Chanyeol. Bahkan beberapa murid kelasnya menatap mereka.

Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan yang sedih. Sungguh, dia tidak tahu bahwa ini yang akan terjadi. Tapi dia harus memberitahu Chanyeol.

"Aku kira kau adalah orang yang paling mendukung hubunganku dengan Kyungsoo. Tapi ternyata tidak sama sekali. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Kau egois Baekhyun" Chanyeol menatap kecewa kearah Baekhyun. "Kau salah Chanyeol. Aku sangat mendukung hubungan kalian. Kau lupa? Selama ini aku selalu membantumu mendapakan hatinya. Aku yang mendorongmu dari belakang saat kau ingin mendekatinya. Apa selama ini aku tak terlihat olehmu? Atau karena aku selalu ada dibelakangmu, kau tidak ingin menengok kearahku?" Chanyeol bungkam melihat wajah Baekhyun dengan seluruh tatapan sedihnya.

"Aku mencintaimu, dan sialnya sangat mencintaimu. Tapi aku cukup tahu diri dengan posisiku. Hanya sahabat dan itu tidak akan pernah lebih. Dari pada berusaha memilik, lebih baik membantu untuk kebahagiaan orang yang aku sayangi. Kau pikir mudah untukku menahan senyumku saat berada didepan kau dan Kyungsoo? Kau tahu rasanya? Seperti ingin berteriak dan memberi tahukanmu bahwa disini juga ada seseorang yang sangat mencintaimu, melebihi rasa cintamu pada Kyungsoo. Tapi aku memilih diam. Diam untuk kebaikan." Baekhyun mengutarakan apa yang selama ini ia rasakan. Tidak mudah memang. Apalagi sekarang cairan dari matanya sudah mendesak untuk meminta keluar.

Chanyeol membalikkan badannya, membelakangi Baekhyun. "Aku tidak ingin medengar apapun lagi. Kau sungguh mengecewakan"

"Besok aku akan pergi ke Kanada." Memandang punggung Chanyeol.

"Dan tidak akan pernah kembali. Hiduplah dengan tenang, karena aku akan menjauh perlahan. Walaupun sangat sulit. Bertahanlah untuk cintamu. Dan saat itu kau akan sadar, betapa sulitnya mencintai seseorang yang tidak mencintai mu." Baekhyun menyeka air matanya yang sudah turun sejak berbaliknya Chanyeol .

"Aku pergi. Jangan coba mencariku karena itu semua akan percuma." Baekhyun berjalan mundur perlahan. Ingin rasanya memeluk punggung tegap Chanyeol sangat lama tapi harus ia tahan. Daripada terjatuh, lebih baik berlari. Berusaha menemukan sang kakak yang ternyata sudah lama menunggunya.

"Sudah ingin pulang?" Kris bertanya saat Baekhyun sudah berada didepannya. "Ya. Aku ingin pulang sekarang hyung." Jawab Baekhyun. Dan Kris memeluk bahu Baekhyun, berjalan menuju parkiran. Memasuki mobil dan menjalankan mobilnya menuju rumah mereka.

"Hyung, bisa kita berangkat menuju Kanada malam ini?" Baekhyun memadang keluar jendela. Berusaha mengusir ingatan tentang percakapannya dengan Chanyeol tadi. Sungguh dia tidak menyangka jika akan seperti ini jadinya.

"Mengapa cepat sekali berubah pikirannya? Bersabarlah. Besok pagi kita akan berangkat" Kris mengusap kepala Baekhyun. "Aku ingin sekarang, hyung" Baekhyun tetap memaksa dan Kris mengehela napasnya. "Hm, baiklah. Setelah sampai rumah, bersiaplah. Jam sebelas malam ini kita akan langsung terbang ke Kanada" Kris tersenyum melihat adiknya tersenyum.

.

.

.

.

"Tao, kemungkinan besok siang aku sudah ada di bandara Kanada. Bersiaplah."

"Kau berangkat sekarang ge? Kenapa berubah lagi?"

"Ya, aku sudah berada di Incheon sayang. Entahlah, tiba-tiba Baekhyun berubah pikiran dan meminta ingin berangkat sekarang juga"

"Jangan terlalu lelah ge. Suruh Baekhyun tidur jika sudah take off. Uri Baekhyunnie tidak boleh sakit"

"Iya sayang. Saat ini saja dia sudah menaruh kepalanya di pundakku. Sepertinya lelah karena habis menghadiri festifal malam perpisahannya."

"Jangan lupa untuk menyelimutinya, ge"

"Disini seperti kau yang kakak kandungnya. Jangan lupa untuk menyiapkan kamar Baekhyun"

"Tidak akan aku lupakan. Sehun bersedia membagi kamarnya"

"Anak kecil itu"

"Kris, dia adikku jika kau tidak lupa."

"Ya, ya, ya. Dan dia sangat manja"

"Haish. Sudahlah. Berhati-hati dijalan, oke?"

"Baiklah baby. Pesawatnya sudah ingin take off. Aku tutup, bye"

"Bye, ge"

Tao menaruh ponselnya di nakas setelah mengakhiri percakapan singkatnya dengan sang kekasih. "Ge, aku ingin tidur denganmu saja. Aku tidak ingin berbagi kamar dengan Baixian. Dia pasti sangat mengganggu" Sehun menggerutu. "Hei. Kau belum tahu betapa serunya berbagi kamar dengan Baixian. Dan jangan panggil dia Baixian. Dia tidak akan suka. Sehun"

"Heh, dasar. Aku tahu Baixian pasti sangat manja pada Kris gege." Sehun menaruh pekerjaan rumahnya pada lemari belajar. "Lalu apa bedanya dengan kau?" Tao mengusak rambut sehun dan tersenyum melihat adiknya merajuk.

"Baiklah. Ayo tidur."

Dan Sehunpun langsung mengambil posisi tidur yang menurutnya nyaman. Dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pengganggu ketenangannya. Baixian.

CHANYEOL SIDE

"Besok aku akan pergi ke Kanada"

Apa aku tidak salah dengar? Kanada katanya? Itu sungguh sangat jauh. Ingin aku bertanya untuk memastikan pekataannya. Dan apa tadi katanya? Tidak usah mencariku?

Aku sangat ingin menyingkirkan ego ku dan membalikkan badanku untuk memeluknya. Kumohon ini semua adalah candaan. Semua yang ia ucapkan adalah candaan semata. Namun saat aku telah membalikkan tubuhku, Baekhyun sudah tak ada lagi. Sudah menghilang.

TBC.

.

.

.

Hyaa. Janjinya ditepatinkan. Hehe. Semoga tidak mengecewakan. Maaf juga kalau masih ada typo yang sangat banyak mau dimunculin semua official couple nya. Tapi nanti kebanyakan cast, jadi bingung deh. Palingan Cuma nambah Luhan hahaa.

Yasudah. Keep review aja deh hehe.

Ohiyahh satu lagi.

Huaahhh makasih bangettt buat ka yutaaa (Yuta CBKSHH). Seneng deh ff aku dibaca sama kaka hehee. Mudah mudahan ga mengecewakan, walaupun ga sebagus karya kaka dan masih banyak typo yang pasti sangat mengganggu mata. Hehee. Eh ngomong-ngomong tau aja kalo aku suka Baekhyun disakitin. Emang hobinya nyebuat uke tersiksa kkk.

Fighting buat ff nya juga ya kaa^^

Dan buat perjalanan dari Seoul ke Kanada (Toronto) itu memakan waktu lebih dari 25 jam. Dan perbedaan waktu antara Seoul dan Kanada itu hampir 24 jam. Dan lagi Seoul itu lebih cepat satu hari dibanding Kanada. Jadi di Seoul udah hari senin, di Kanada baru hari minggu. Ngerti gaakk hehee. Jadi Kris otomatis nyampenya Siang. Ga salah kan yaa hehee XD.

PAII