Same Fate, Same Tragedy, Different Life?
By: Yuuki Aika Uchiha
Disclaimer: NARUTO belongs to Kishimoto Masashi-sama.
Anime/Manga - Naruto – Sasuke U. - Adventure/Friendship – AU – OOC - rated T
Madara Uchiha mengetahui tentang kehamilan Kushina Namikaze beberapa bulan sebelumnya. Agar Minato tidak dapat menyegel Kyuubi kedalam anak kandungnya, Madara menyerang Konoha tiga bulan lebih awal. Penyerangan Kyuubi-Madara terhadap Konoha berakhir saat klan Uchiha mengorbankan anak pemimpin klan yang baru lahir, Uchiha Sasuke, sehingga Sandaime Hokage, Hiruzen Sarutobi dapat menyegel Kyuubi ke tubuhnya dan ke bayi itu dengan Shiki Fuuin. Apakah Sasuke akan menempuh takdir, permasalahan, dan hidup yang sama dengan Jinchuuriki canon, Naruto Uzumaki?
temukan jawabannya disini...
CHAPTER II
THE PEACE AND SOON-TO-BE WAR
"KCHING!"
Suara scythe bercabang tiga milik Hidan bersuara keras saat bergesekan dengan ninjato seorang chuunin penjaga, di hutan timur laut perbatasan Konohagakure.
"Matilah kau, ninja sampah sialan, bersiap-siap lah menjadi pengorbanan bagi Jashin-sama!" teriak Hidan sang penganut agama ajaran Dewa Jashin, bersiap-siap untuk menyiksa ninja Konoha itu sampai mati...
"Hidan, kecilkan suaramu, ini kan penyusupan, jangan sampai diketahui oleh ANBU Konoha, rencana Madara-sama bisa hancur. Seperti yang dia perintahkan, tugas kita hanya membersihkan daerah ini untuk Madara-sama sebelum dia sampai dengan Kyuubi." tegur Konan, satu-satunya anggota perempuan di Akatsuki, dan juga salah satu tangan kanan Madara, disekitarnya bertumpukkan sisa-sisa tubuh manusia yang telah dibunuhnya.
"Kalian semua sama sekali tidak mengerti, kematian harus terjadi dengan siksaan, bukan kematian cepat yang menyedihkan itu." kata Hidan lagi, setelah menjilati bibirnya yang baru saja meminum darah korbannya.
Memang sih, dia hanya perlu setetes untuk memenangkan pertarungannya, namun, lama-lama ia terbiasa meminum darah, dan sekarang malah menyukai rasa dan aromanya...
Mungkin terdengar aneh, tapi bukan Akatsuki lagi namanya kalau anggotanya hanya ninja yang normal dan biasa-biasa saja.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari atas yang mengagetkan mereka, "Konan-sama, Hidan, Madara-sama dan Kyuubi sudah hampir siap, kita diminta untuk kembali ke base kita di gua dan menunggu sementara Madara-sama bertarung." kata Sasori yang duduk diatas seekor burung summon disamping Pain Chikusodo.
"Dasar! Padahal aku baru mengorbankan 15 manusia sialan... Konan mengambil semua bagianku... Dasar wanita ***!" teriak Hidan, sebelum beranjak dari hutan tersebut via shunsin, mengejar Konan yang sudah terlebih dahulu beranjak dari sana.
Beberapa jam kemudian, di sebuah sore yang sejuk di Konohagakure...
Itachi's POV
"Itachi, kamu mau kemana, bawa-bawa kunai dan shuriken gitu? hari minggu kan gak ke akademi.." tanya kaa-chan dari dalam dapur.
Duh, kok bisa ketahuan sih, Tachi kan sudah pake jurus yang dikasitau Tokuma-Sensei di Akademi..
Tokuma-sensei itu bodoh, Tachi kan udah bilang, Bunshin no jutsu ini ngak penting, aku yang juara satu di kelas, waktu pakai jutsu ini aja bisa langsung ketahuan Kaachan, di sekolah juga langsung ketauan sensei...
Waktu dia 'nyalain' mata putihnya itu, kalo gak Tachi kan bisa dapat seratus, mata putih sialan! (maksudnya byakugan)
"Tachi mau ke rumahnya Obito-nii, dia dan kawan-kawannya mau latian dan ngajak Tachi untuk ikut..."
Duh, kaa-chan akan ngijinin Tachi pergi gak yah, sejak perut kaa-chan makin besar dan ada adik bayi didalam, kayanya kaa-chan jadi banyak marah deh...
Mengerikan!
MIKOTO'S POV
Ya ampun ini anak, keluyuran aja kerjanya...
Biarkan dia pergi sajalah, capek banget ngurusin dia kalo lagi di rumah, mana ini perut udah gede banget..
Sasuke-chan, cepatlah lahir, aku ngak tahan lagi...!
Habis ini kan harus latian kilat dan ikut ujian jounin di Kumo, peduli amat si Fugu bilang apa, masa aku kalah dari anaknya Sakumo-sensei, si bocah Kakashi itu? Ngak banget deh..!
"Ok, kamu pergi main, tapi jangan sampai luka-luka ya." jawabku pelan sambil tersenyum pada anak sulungku yang sebentar lagi akan menjadi seorang kakak. Itachi benar-benar anak yang manis, dia pasti akan jadi seorang kakak yang baik untuk Sasuke-chan.
"Ha'i, pasti Kaa-chan..." teriaknya kegirangan dan langsung berlari keluar.
"Ingat pulang saat makan malam!" "Haa'ii!"
Itachi pun langsung berlari keluar dari rumah ke tengah kota, dengan tangan dipenuhi dengan lusinan kunai, shuriken, dan bom kertas...
Sigh, seandainya aku masih muda dan bisa sebebas itu...
~Nii Yugito x Kakashi~
Minggu sore di sektor ninja desa Konohagakure tampak ramai dengan adanya para ninja, sektor khusus untuk area latihan tersebut dipenuhi oleh genin dan chuunin dalam berbagai usia (dan tentunya jenis kelamin) yang tengah sibuk berlatih untuk menjalankan misi pada keesokan paginya.
Itachi berlari-lari kecil melewat gerbang masuk ke 'daerah latihan 15' dimana Kakashi, Rin, Obito, serta beberapa teman mereka yang lain, Kurenai Yuuhi, Nawaki Senjuu dan adik angkat Nawaki, Tenzo Senjuu telah mulai berlatih...
Setelah menyelesaikan serangkaian push-ups dan sit-ups, Nawaki pun bangkit berdiri dan mengumumkan istirahat.
Cucu sang Hokage pertama yang paling muda itu pun duduk di lantai disamping Itachi, yang sudah terlebih dahulu duduk dan istirahat, tentunya karena dia belum punya stamina sebaik kakak-kakaknya ini, yang sebagian besar sudah menjadi chuunin dan genin.
"Tachi sudah bisa Katon: Goukakyou no jutsu, kan?" tanya Nawaki tiba-tiba, Tenzou yang berdiri disampingnya sedang minum isotonik pun menaikkan sebelah alis matanya, menatap Itachi dan Nawaki secara bergantian. Tampak sebuah kilatan kesenangan tampak di kedua matanya, ciri khas sang 'Tuan Muda,' sebagaimana dia biasa dipanggil jika sedang jahil.
"Udah bisa, kok, emangnya kenapa, nii?" tanya Itachi.
"Latihan sama Onii-chan yok, kita akan tunjukkin sulap yang keren deh, bisa ngalahin Tokuma Hyuuga-Sensei..." ajak Nawaki disertai cengiran khas-nya yang ceria.
"Ah, masa sih?" tanya Itachi tidak percaya, namun sebenarnya dia cukup penasaran dan tidak sabar mencobanya. Salah satu keinginan terbesar Itachi adalah bisa mengalahakan orang dewasa yang menganggap remeh dirinya, seorang Uchiha. Dan orang-orang dewasa yang akan dia kalahkan dimulai dari seorang pria, 20 tahun, guru Academi Ninja Konoha, bernama Tokuma Hyuuga...
"Beneran deh, coba ya, Tokuma-sensei ngajarinnya gimana? e\Elemen api kalah dari air kan? Onii-chan bisa buktikan itu Sa-Laahh...!
Goukakyou tachi bisa ngalahin air, percaya gak? Coba tes tabrakkin dengan jurusnya Tenzou..." jelasnya lagi.
Itachi mengangguk dan menyuarakan sebuah "Oke" sebelum memulai sekelompok segel tangan yang tampak cukup rumit dan meneriakan "Katon: Goukakyou no jutsu" dan menghembuskan sebuah bola api raksasa berukuran kira-kira lima kali tubuh mungilnya.
Sementara itu Tenzou juga sedang menyusun segelnya dan meneriakkan "Suiton: Daibakuunha" dan menyemburkan sebuah bola air dengan kecepatan tinggi menuju Itachi.
Itachi menatap dengan tidak percaya saat bola air tersebut habis diuapkan oleh bola api raksasanya, membayangkan wajah terkejut dan mulut menganga Tokuma-sensei saat dia memprotes hal tersebut di akademy...
"Sugoii! keren banget Tenzou nii-chan!" teriaknya dengan mata berbinar-binar.
Itachi kemudian tiba-tiba dengan refleks menoleh kebelakang dan siap-siap berjalan pergi saat melihat Rin akan menghampiri mereka. Demikian juga dengan Nawaki dan Tenzou...
Itachi yang sudah memutuskan akan 'mencari Kaka-nii untuk belajar Raiton ninjutsu' pun kebingungan mencari di sudut mana bocah berambut perak itu berada, sampai...
"Nawaki! Tenzou! Apa-apaan ini? Jangan mengajarkan yang tidak-tidak pada Itachi, Itachi masih tahun pertama di akademi, belum perlu mempelajari tentang kedudukan elemen, dan Nawaki! siapa yang menyuruhmu mengajarkan kepadanya untuk mencari-cari kesalahan Tokuma-Sensei...?" Rin pun merepet panjang lebar pada kedua lelaki sebayanya itu. Maklum, Kurenai yang anggota tim mereka terlalu sibuk ber-IchaIcha-ria dengan Kakashi di pojok belakang untuk memperhatikan dan mengawasi tingkah mereka. Sehingga Rin sebagai murid perempuan yang 'cukup' baik saat masa Academy mereka pun ditugaskan oleh sensei-nya, Minato Namikaze, untuk mengawasi para bocah laki-laki yang seangkatan dengannya ini.
Untunglah Obito telah menarik Itachi pulang sebelum si Uchiha muda membaca buku terkutuk itu...
Kalau Mikoto-sama sampai tahu...
Yakinlah, Tidak ada yang bisa menahan saat duo Lady Namikaze dan Lady Uchiha sedang marah, bahkan suami mereka sekalipun...
Dan tampaknya takdir memutuskan agar hal itu terjadi malam ini.
"NGAKK MAU! pokoknya nama anak ku harus Naruto-Fishcake!" teriak Kushina.
"Duh, ayolah Kushi-Chan, Naruto-Maelstorm terdengar lebih keren! Masa pada kesempatan pertama aku jadi Ayah, langsung anaknya nama makanan...!" protes Minato.
Padahal alasan sebenarnya adalah...
'Ayolah, ini sama sekali tidak lucu. Hampir setiap hari aku mengejek Fugu tentang nama pemberian Mikoto pada anak sulung mereka, Itachi-Musang-Weasel. Sekarang? Dia akan mendapat 1001 kali lebih banyak cara untuk mengejek nama fishcake. Dasar perempuan, tak bisakah memilih nama yang bisa menaikkan ego seorang pria? Bukan malah mengenggelamkan ego ku!'
Memang sih, sang Yondaime Hokage berambut pirang ini pernah mendengar suatu gossip. Well, mau dibilang gossip juga tidak cocok, karena hal itu sudah terbukti saatini. Bahwa, perempuan yang hamil 7 bulan keatas emosinya meledak-ledak, dan karena Kushina sedang ingin makan ramen, ia malah berkeinginan menamai anaknya dengan 'Fish Paste Cake'.
Karena perdebatan mereka tak kunjung reda, Minato menanyakan pendapat dari murid-murid didikannya, yang hasilnya sangat tidak memuaskan...
Pendapat Rin berkisar diantara 'Fishcake terdengar sangat kawaii' serta hal yang berkaitan dengan hormon estrogen-progestron lainnya.
Sedangkan 'takdir-yang-kejam' memutuskan Kakashi dan Obito sedang sedikit miring dari biasanya, sehingga dapat menyatakan pendapat yang SAMA...!
yaitu, nama 'Maelstorm of Whirlpool-Naruto Uzumaki' dan nama 'Maelstorm of Wind and Waves-Naruto NamiKaze' terlalu membosankan, sehingga lebih baik jika diberi suasana yang berbeda.
Maka jadilah hari itu dengan Kushina yang menikmati ramennya, anggota team Minato yang duduk manis menatap makanan itu didepan istri sensei mereka, dan sang Yondaime Hokage yang bersumpah akan melibas ketiga muridnya itu besok pagi saat latihan...
~SaSuSaKuLoVeRs~
Konoha, 22nd July, 03:44 AM
"DHUARR!" suara ledakan yang sangat kuat membelah keheningan dan kegelapan pagi itu, bahkan saat matahari masih belum menunjukkan batang hidungnya.
Ternyata Konan telah meledakkan gerbang utara Konohagakure dengan bom kertas terbaiknya.
Sasori sedang mempersiapkan kugutsu Sandaime Kazekage kebangaannya dan Madara sedang menyiapkan sederet segel yang sangat kompleks, Hidan, Kakuzu, serta Kisame berjaga disampingnya.
"POOF" asap putih tebal segera menyelimuti daerah tersebut dan dibalik asap tersebut tiba-tiba muncul seekor makhluk buas raksasa bagaikan monster...
Berbentuk seperti seekor rubah raksasa, bergigi sangat tajam, berbulu lebat yang liar, sembilan ekor berayun dibelakangnya, dan bermata Mugen Mangekyoshi Sharinggan. Madara berdiri tepat diatas kepalanya dengan tegak, kebencian dan kepercayaan diri memancar dari dalam dirinya.
Suasana di daerah tersebut tiba-tiba menjadi terasa sangat gelap, penuh keputus-asaan, rasa takut dan rasa tertekan yang luar biasa karena hawa membunuh Kyuubi yang sangat besar. Madara pun mengontrol Kyuubi dengan sharinggan-nya agar menurunkan tingkat hawa membunuh tersebut.
Para personel Akatsuki pun akhirnya bisa bernafas lega, meskipun mereka semua ninja-ninja kelas S yang sangat berpengalaman dengan harga kepala jutaan ryou, mereka tidak dapat berkutik saat dihadapkan dengan makhluk terkuat dari semua Bijuu.
~somewhere else in Konoha~
Di suatu tempat disekitar Konoha, terdengar jeritan seorang wanita yang tampaknya sangat kesakitan... "KYAAA! SAAAAKKIIIIIIITTT!"
~TBC~
Para reader sekalian... chapter kedua dari Same Fate, Same Tragedy, Different Life!
Hope you enjoy it, chapter ini memang pendek dan tidak ada banyak action maupun Sasuke, but, we promise, chapter depan akan sangat emosional dan penuh action, dan tentunya juga kelahiran tokoh utama kita... :D
Kita tahu chap ini kurang panjang, isinya sangat ringan, dan pastinya akan ada sangat banyak miss-type karena tidak sempat di re-check...
So, tolong tolong tolong banget, aku minta tolong beri kritik, saran, flame, komentar, dan semacamnya dalam review!
anyway thanks untuk review chapter lalu, sekarang kita gabisa bales review dulu maybe next chap kita bakal bales
thanks
~Yuuki n Aika Uchiha~
