Selamaat siaaaang minna saan * lambai-lambai ala putri Indonesia *
Well, for the first time di dunia per-fanfict-an saya menerima kritik untuk tidak memisahkan pairing favorite di cerita ini. Haha. Mending baca dulu sampai selesai deh baru beri kritik.
Anyway,,terimakasih atas reviewnyaa..
C E G I D O T !
CT belongs to Yoichi Takahashi
TWINS belongs to Chappy Ruki Oguri
== Happy Reading ==
Sao Paulo , Brazil
"Ayaaaaah…cepatlah! Aku bisa ketinggalan pesawat!" teriak seorang anak perempuan berumur 10 tahun. Hana , itulah namanya.
"Iya..sebentar!" jawab sang ayah sambil mengenakan mantelnya dengan tergesa-gesa.
Sang anak hanya manyun melihat tingkah ayahnya yang selalu saja tidak pernah bersegara untuk urusan selain bola.
"Ayo! Ayah siap berangkat!" katanya semangat. Sang gadis kecil yang awalnya cemberut kini tersnyum riang. Mereka pun kini berangkat menuju bnadara.
Hari ini adalah hari libur musim panas pertama. Sesuai rencana anak Tsubasa , Hana , akan mengikuti Summer Camp yang diadakan lembaga yang sudah lama bekerja sama dengan sekolahnya. Summer Camp ini bukan diadakan di sekolah melainkan di suatu daerah di suatu Negara. Dan tahun ini , Jepang akan menjadi lokasi Summer Camp. Itu artinya hari ini Hana akan terbang menuju negara kelahiran ayahnya tercinta.
Awalnya Tsubasa agak keberatan karena para orang tua siswa yang ikut Summer Camp ini tidak diijinkan ikut. Katanya sih melatih kemandirian. Dengan sekuat tenaga Hana meyakinkan sang ayah untuk ikut dan tidak perlu khawatir karena beberapa guru akan ikut bersamanya. Usaha Hana pun berhasil.
Dan hari keberangkatanpun tiba. Sekarang Tsubasa dan anak tercintanya kini sudah berada di bandara Internasional Guarulhos. Di sana sudah ada teman-teman Hana yang juga akan ikut ke Jepang.
"Hanaaa!" panggil salah satu teman Hana sambil melambaikan tangan.
Hana tersenyum lebar dan balas melambainya. Mereka pun berpelukkan satu sama lain.
"Selamat pagi, Hana. Hari ini Hana ceria seperti biasa." Ucap wanita yang notabene adalah ibu dari teman Hana.
"Baik Tante." Jawab gadis yang selalu berpenampilan tomboy dengan senyuman lebar.
Hanapun kini ikut bergabung dengan teman-temannya. Mengobrolkan tentang ketidaksabaran masing-masing untuk Summer Camp tahun ini.
"Hai Tsubasa! Apa kau tidak berpikir untuk mencarikan Hana ibu baru? Sepertinya dia butuh sesosok ibu." Kata Pepe , teman setin di Sao Paulo FC sekaligus ayah dari teman Hana.
"Iya..sepertinya dia merindukan sesosok ibu. Apa perlu aku kenalkan kau dengan temanku? Mungkin saja cocok." Tambah istri Pepe.
Tsubasa hanya tersenyum dan menjawab
"Sepertinya tidak perlu. Aku bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk Hana. Lagi pula Hana melarangku untuk menikah lagi. Aku hanya boleh menikah lagi dengan… dengan ibu kandungnya."
"Kalau begitu minta saja Sanae untuk menikah denganmu lagi."
"Eh? Tidak semudah itu. Kami bahkan tidak pernah berkomunikasi lagi. Mungkin kini dia sudah menemukan pria lan yang lebih mencintainya."
Pepe dan istrinya saling bertatapan.
"Apa kau masih mencintai Sanae, Tsubasa ?"
"Eh?"
"Kurasa iya. Benarkan ?" tambah Pepe lagi.
"Mungkin" jawab Tsubasa dengan senyum.
"Semangat Tsubasa! Kalau kalian memang ditakdirkan untuk bersama selamanya psti suatu hari nanti kalian akan bersama lagi."
"Ayah..pesawatnya 20 menit lagi berangkat. Hana pamit dulu yaa!"
"Ah. Iya sayang. Hati-hati selama di sana. Jangan berbuat yang aneh-aneh. Ayah akan sering-sering telpon."
"Baik , ayah ganteng. Hana sayang ayah." Mereka pun berpelukan dan cium pipi kanan kiri.
Hana dan teman-temannya kini mulai menghilang dar pandangan para orang tua yang mengantar.
Tsubasa : Gara-gara pembicaraan dengan Pepe tadi aku jadi teringat oleh Sanae. Sanae, apa kabarnya dia sekarang? Apakah masih ingat denganku? Atau malah sudah punya pria lain? Aarrghtt…berhenti berpikir tentang Sanae, Tsubasa!
C
R
O
Paris , Prancis
"Yukari, hari ini aku minta meeting-meetingku diundur. Hari ini aku akan mengantarkan Yuki ke bandara untuk liburan musim panasnya. .. Baik .. yaa .. terima kasih Yukari."
Tut. Suara ponsel dimatikan.
"Yuki sudah siap?" Tanya Sanae putrinya , Yuki yang sedang menyisir rambutnya rapi di depan cermin.
"Iya ibu! Aku siap!" jawab Yuki dengan penuh ceria dan berlari , memeluk ibunya yang cantik.
"Lihat! Sekarang anak ibu sudah menjadi gadis manis dan cantik seperti ini."
"Ini kan karena ibu yang sudah membesarkanku dengan baik." Jawab Yuki dengan penuh senyum.
"OK! Baiklah. Cepat pamit pada kakekmu dan kita berangkat!" pinta Sanae pada putrinya.
Sanae , semenjak menjadi seorang single parents , dia memutuskan untuk mengajak ayahnya untuk tinggal bersamanya. Daripada tinggal di Jepang sendirian , lebih baik dia ajak tinggal di Paris. Toh ibunya sudah mennggal dan Sanae adalah anak semata wayang ayahnya. Jadi lebih baik ayahnya tinggal dengannya bukan?
"Baik! Kita sudah sampai!"
Untuk musim panas kali ini di sekolah Yuki mengadakan Summer Camp ke Jepang. Dan hari ini adalah hari keberangkatannya. Terlihat sekali Yuki sangat bersemangat karena untuk pertama kalinya dia diijinkan pergi sendiri , tanpa ibunya. Bukannya tidak boleh pergi sendiri , kadang Sanae hanya ingin memberikan perlindungan extra untuk putrinya. Selama ini kalau mau pergi ya harus dengan Sanae. Begitulah Sanae yang sangat menyayangi putrinya walaupun sibuk luar biasa dengan urusan butiknya.
Di bandara Charles de Gaulle sudah terlihat segerombohan anak seusia Yuki menanti dan masih ditemani orang tuannya. Ada yang diberi wejangan oleh orang tuanya tidak boleh begini , tidak boleh begitu , makan ini di sana , nanti di sana begini , di sana begitu dan wejangan lain para orang tua yang tidak tega melihat anaknya pergi sendiri.
"Hai Yuki !" Sapa Ale teman sekolah Yuki.
"Hai Ale ! aku sudah tidak sabar nih liburan ke Jepang!"
"BAGI ANAK-ANAK YANG MENGIKUTI SUMMER CAMP KE JEPANG HARAP SEGERA BERKUMPUL KARENA KITA AKAN SEGERA BOARDING !"
"Iyaaaaa…" jawab anak-anak Summer Camp dengan penuh semangat. Mereka berpamitan dengan orang tua masing-masing.
"Ibuku sayang .. Yuki pamit dulu. Ingat selama Yuki di Summer Camp tidak boleh ada laki-laki yang mendekati ibu kecuali ayah."
"Eh?" Sanae kaget. Sontak dia langsung menjajarkan tubuhnya dengan gadis kecil berusia 10 tahun itu.
"Yuki , anak hebat! Hati-hati saat di sana ya.. Ibu percaya Yuki akan menjadi anak baik di sana." Wejangan Sanae , kemudian mengecup kening anaknya , tidak menanggapi ucapan Yuki yang terakhir.
"Caoooo ibuu "
Semua rombongan Summer Camp satu per satu mulai menghilang dari hadapan orang tuanya masing-masing.
"Sepertinya Yuki rindu ayahnya."
"Eh?" Sanae kaget mendengar orang yang tiba-tiba memberikan pernyataan di belakangnya.
"Yukari ? apa yang kau lakukan di sini?"
"Hai Sanae, hehe. Aku hanya menjemputmu untuk segera ke kantor… Umm.. mengenai Yuki..sebaiknya kau pertemuan dia dengan ayahnya barang sebentar. Dia terlihat tersiksa karena merindukan ayahnya." Kata Yukari , asisten Sanae panjang lebar.
"Jangan sok tau seperti itu. Sebelumnya dia tidak pernah berkata seperti tadi. Baru tadi saja."
"Itu karena dia takut jika dia meminta padamu untuk dipertemukan ayahnya kau akan marah besar. Anakmu ini pintar juga bisa memahami lebih dalam ibunya."
"Haah..sudah tidak usah dibahas!"
"Jika kau memang tidak ingin mempertemukannya dengan ayahnya sbaiknya kau mencarikan segera sosok ayah yang bisa menggantikan ayah kandungnya."
"Kau mulai lagi! Diam atau kupecat!"
"hei tunggu! Aku hanya memberikan solusi untuk permasalahan anakmu. Jangan seenaknya main pecat begitu." Yukar melangkah mengikuti Sanae yang sudah duluan menuju parkiran sambil terus berceloteh ria.
Sanae : Yuki dan aku bisa hidup tanpa siapapun termasuk tanpa Tsubasa. Toh Tsubasa tidak ernah peduli pada keadaanku atau pun Yuki. Mungkin juga kini dia sudah menemukan penggantiku yang lebih bisa diajak berbicara tentang bola. Haahh… apa peduliku!"
TBC
Fiuuuh! PRESTASI ! Satu chapter jadi dalam waktu sehari.
Sedikit clue tentang chapter ini.
Summer Camp itu tiap tahun selalu diadakan di negara berbeda. Cuma orang kaya bener yang bisa ngikut.
Ciri-ciri anak Sanae Tsubasa:
Rambut hitam kayak Tsubasa, pendek kayak Sanae waktu kecil, mata coklat kayak Sanae.
Hana itu anak yang tomboy , persis sanae waktu kecil.
Yuki , karena didisik Sanae sopan santun dan tata karma sedari kecil jadi yaa anggun dan feminism.
Tsubasa masih ada rasa sama Sanae dan gag pernah nyari wanita pengganti Sanae. Dia lebih mlih membesarkan sendiri anaknya dan berperan ganda jadi bapak dan ibu. Sanae juga.
Yup! Akhir kata .
Delete or continue ? kasih tau lewat review dan pendapat kalian tentang chapter ini via kotak review..
