H/Z
.
Disclaimer : naruto bunkan punya ane
.
Warning : ,Typo,Gaje,EYD rusak, dll.
.
Chapter 2 [Sepertinya akan terjadi perang antar Manusia dengan Zombie}
.
"Hahh..apa maksudmu Uzumaki-san?"
Kakashi yang merupakan wali kelas Naruto menatap Naruto tidak percaya, tak cuma Kakashi tapi semua guru yang berada diruangan tersebut.
Mengatakan ada zombie dihalaman sekolah memang terdengar konyol dan tidak masuk akal.
Didunia ini tidak ada yang namanya zombie, tapi Narutolah buktinya yang secara langsung melihatnya dengan mata kepalannya sendiri bahwa fakta tentang zombie itu ada dan karena Naruto peduli akan hal nyawa temannya, ia mengatakan apa yang ia lihat kepada gurunya melalui kata-katanya dan memerintahkan untuk menyiarkan tentang zombie itu melalui radio sekolah agar semua siswa untuk berhati-hati.
Namun seperti kalian liat..tidak ada yang percaya dan siapa coba yang mau percaya tentang ucapannya.
"Tapi...sensei, saya tidak berbohong kalau diluar memang ada zombie jika perlu silahkan sensei buktikan sendiri dengan melihat keluar jendela!"
Kakashi hanya menghela napas sedalam-dalamnya, lalu secara perlahan ia berdiri dari kursinya menuju kearah jendela.
"Uzumaki-san jika kau berbohong maka kau akan mendapatkan hukuman karena telah mempermainkan seorang guru." Naruto hanya menganggukan kepalanya.
Kakashi pun melihat keluar jendela membuktikan ucapan Naruto. Mata Kakashi langsung terbelalak kaget. Karena tidak ada halangan arah pandangannya,
Kakashi dengan jelas melihat banyak orang yang aneh yang dikatakan oleh Naruto (zombie) masuk kedalam halaman sekolahannya.
Dan kebetulan sekali Kakashi melihat dihalaman sekolahnya ada salah satu terkena gigitan dari zombie itu. Setelah melihat kejadian itu Kakashi langsung percaya omongan Naruto, dan tanpa babibu lagi mengumumkan kepada seluruh muridnya, tak peduli jika seluruh murid percaya atau tidak.
Guru yang lainpun juga bersiap siaga, mencari senjata untuk melawan para zombie seperti saran Kakashi yang tadi disiarkan diradio sekolah.
"Ugh..aku tak percaya kalau zombie itu benar-benar ada. Dan Uzumaki-san apakau tahu dari mana asal zombie itu datang?."
"Saya tidak tau sensei, tapi menurutku zombie sudah ada dikota lalu menyembar dan sampailah disekolahan ini." Naruto menjawab apa yang ia ketahui saja.
"Begitu ya..nah Uzumaki-san aku membe-" ucapan Kakashi dipotong oleh Naruto.
"Ah..maaf sensei tugas saya disini sudah selesai..saya memohon pergi dulu!"
Naruto langsung pergi menuju keluar pintu ruangan guru, ia baru ingat jika tugasnya selesai maka ia akan mencari Kurama.
Naruto tidak bisa membiarkan Kurama sendiri tanpa ada dirinya..dengan kata lain Naruto khawatir kepada Kurama yang notabene tidak bisa berkelahi dan takut jika nantinya Kurama terkena virus dari zombie itu.
Kakashi lagi lagi hanya menghela napasnya..belum sempat ia selesai berbicara sudah terlebih dahuku dipotong oleh Naruto, padahal ia ingin memberikan tugas yang cocok kepada Naruto.
"Baiklah bagi para guru sekalian kita akan membagi tugas masing masing sesuai kelompok yang aku pilih..jadi apakah kalian setuju!"
Kakashi membalikan badannya lalu berbicara terhadap guru lainnya.
"KAMI SETUJU!" ucap semua guru yang ada diruangan tersebut.
.
Keringat membasahi tubuh Naruto, rasa lelah terus menghampiri Naruto tanpa henti. Entah sudah berapa kelas Naruto lewati dan entah berapa orang siswa yang Naruto lihat memasang muka bingung.
Naruto tidak memperdulikan akan hal itu, percaya atau tidak Naruto tetap tidak peduli. Dan Naruto juga tidak ingin mengulangi pengumuman dari sang wali kelasnya, lalu membuat mereka percaya ataupun mencari bantuan dari mereka yang percaya tentang pengumuman itu.
Naruto tidak ingin melakukan itu.
Tujuannya sekarang yang jauh lebih penting adalah mencari Kurama. Tempat yang Naruto tuju pastilah kekantin, bukan keatap notabene adalah tempat yang sering Kurama kunjungi pada saat jam makan siang.
Karena cuaca yang sedang tidak baik adalah alasan Naruto mengapa dirinya memilih kekantin dari pada keatap sekolah.
Dan sialnya kantin berada dibawah, jadi Naruto harus turun lagi dan Naruto juga berharap semoga Kurama baik baik saja karena kantin adalah tempat yang terdekat dari halaman.
Setelah langkah demi langkah, satu dengan satu langkah lainnya yang makin cepat akhirnya Naruto telah sampai diteras sekolah yang dapat menghubungkan masing masing tempat salah satunya adalah kantin.
Dan ditanggalah Naruto berada, ia harus mensiapkan mental untuk melawan zombie-zombie yang kini menantinya dibawah, entah sejak kapan dan berapa zombie itu telah meyebar mengigit siswa siswi disekolah ini.
Naruto mengeratkan gagangan pelnya yang tadi sempat ia ambil ntah dimana, lalu dengan sekali napas dalam dan mental yang sudah siap Naruto langsung berlari menuruni tangga dan segera menuju kekantin secepatnya.
Setelah menyabet banyak zombie akhirnya Naruto telah sampai didepan pintu kantin.
"KKUUURRRAAAMMMAAAA!"
Setelah sampai Naruto langsung berteriak. Dirinya sangat khawatir kepada Kurama, misalnya kantin sudah dibilang zona tidak aman lagi. Banyak murid yang telah menjadi korban dari para zombie terbukti dengan banyak zombie yang berpakaian sekolahnya.
Naruto berdecih sial. Dikantin ia tidak menemukan Kurama seharusnya ia terlebih dahulu meng-cek diatap.
Naruto telah membuat pilihan yang salah, ia terlalu percaya diri terhadap pilihannya.
Naruto telah mengutuk dirinya sendiri karena membuat sesuatu kesalahan...
'Sial..sial..sial kenapa aku salah tempat! Apa Kurama telah pergi dari kantin lalu menuju keatap? Tapi rasanya itu terlalu mustahil karena disini sudah rawan zombie dan jika melawannya sama dengan bunuh diri. Apakah tidak ada tempat sembunyi disekitar kantin?'
..sampai akhirnya Naruto mengingat suatu tempat yang berada disekitar kantin, yaitu..
'Toilet! Benar, aku harus mencoba mencarinya disana..siapa tau Kurama bersembunyi disana.'
Naruto langsung membalikkan badannya, dan ingin segera pergi namun hal itu tidak terjadi setelah dirinya terkepung para zombie dari arah segala arah. Naruto tidak tau mengapa para zombie yang tidak terlalu mempedulikan dirinya jadi mengarah kepada dirinya.
Otaknya terus berjalan cepat seperti mensin yang baru. Terus mencari jawaban. Mencari letak kesalahannya. Apa yang telah ia perbuat.
'Hmm..kesalahan. Sepertinya tidak..lalu apa yang aku perbuat hanya melawan zombie itu dan meneriaki nama Kurama tadi..'
dan akhirnya..
'..jangan-jangan para zombie itu menghampiriku gara-gara aku berteriak sehingga membuat suara..'
..Naruto menemukan jawabannya.
'..ternyata zombie itu tidak bisa melihat orang namun hanya bisa mendengar sebuah suara..berarti jika aku membuat suara maka mereka akan menghampiri asal suara itu.'
Narutopun mencari objek yang bisa ia gunakan untuk menghasilkan suara. Matanya terus mengamati satu per satu setiap sudut ruangan kantin tersebut.
Dan pada akhirnya mata Naruto tertuju pada sebuah mesin kupon yang biasanya memilih pesanan dan karena benda itupula Naruto dapat ide untuk menghasilkan sebuah suara.
Tanpa babibu lagi Naruto melaksanakan idenya.
Pertama yang harus Naruto lakukan adalah mencopot sepatunya, lalu yang kedua melemparkannya kearah mesin tersebut.
Setelah syarat pertama terpenuhi, Naruto mengambil ancang-angcang untuk melempar sepatunya. Dilihat dari jaraknya,
Naruto tidak yakin jika lemparannya itu akan sampai..tapi apa salahnya untuk dicoba bukan?
Dan HAP.
Lemparan pertama Naruto kurang begitu kencang sehingga sepatunya tidak sampai malah mengenai salah satu botak zombie tersebut
Meskipun begitu Naruto masih mempunyai sebelah dari pasangan sepatunya dengan begitu Naruto masih mempunyai satu kesempatan lagi dan jika kesempatan itu gagal maka fic ini langsung TAMAT.
Dengan wajah yang penuh konsentrasi Naruto mengincar sasaran. Sebelum Naruto melemparkan sepatunya, Naruto kepada sesepuhnya karena dirinya jarang ngelayat kemakam sesepuhnya.
"Kyaa..rasakan ini lemparan sepatu no jutsu!"
Dengan kecepatan SUNGGUH TERLALU sepatu itu terbang dari Naruto menuju kemesin tersebut. Dengan telak sepatu Naruto mengenai sasarannya yang entah kenapa ditengah ada bunderan berwarna merah.
Naruto bersyukur, sepatunya dapat mengenai targetnya dan menghasilkan suara DHUAARR seperti boom.
Mendengar suara yang lebih baru, para zombie tersebut melacaknya dengan indra pendengaran mereka.
Naruto tidak boleh senang dulu karena zombie yang lain masih ada, dengan cepat Naruto mengambil salah satu kursi yang kaki kaki terbuat dari besi.
Narutopun mengangkatnya lalu membawanya keluar.
Naruto menghadapkan tubuhnya kesisi kanan, tanpa buang-buang waktu lagi Naruto melempar kursi tersebut kearah kanan, sisi yang Naruto lewati agar mencapa kekantin.
'klontang'
Walapun lemparan Naruto tidak cukup jauh, kursi tersebut tetap menghasil suara, sehingga membuat para zombie itu menuju kearah asal suara
Sekarang sisi kiri, tidak seperti tadi Naruto cukup hanya melawannya karena para zombie tersebut tidaklah banyak.
"Yosh..Kurama aku akan menyelamatkanmu!"
'Glek'
Naruto menelan ludahnya. Sekarang ini dirinya sudah berada ditoilet.
Dikarenakan Kurama adalah wanita maka ia harus masuk kedalam toile wanita juga..dan karena itulah membuat Naruto bingung antara masuk atau tidak.
Bagaimanapun juga masuk ketoilet berbeda adalah sesuatu hal yang tidak sopan. dan kesopananlah yang merupakan hal penting bagi Naruto.
Persetan dengan toilet wanita. Naruto langsung masuk, untungnya didalam tidak ada zombie membuat Naruto bernapas lega karena tidak perlu repot-repot harus melawan dulu.
"Kurama...apakah kau berada didalam sini?" ucap Naruto sedikit berteriak.
Tidak ada jawaban. Naruto sedikit kesal, apakah ia salah pilihan, memilih untuk kekantin mencari Kurama atau jangan-jangan Kurama telah terkena virus zombie itu.
Jika itu benar, maka Naruto tidak akan memaafkan dirinya sendiri untuk seumur hidupnya.
Kurama adalah orang yang selalu menyemangati dirinya ketika ia mulai sendiri, selalu ada disisi Naruto dengan kepribadiannya yang dianggap ia mengganggu..lalu apa balasnya ia terhadap Kurama? Hanya memasang muka datar dihadapannya dan cuek, itulah balasannya..dan sekarang hanya ini yang bisa Naruto lakukan..menyelamatkan Kurama.
Naruto hampir putus asa setelah meniliti disetiap kamar mandi ternyata tidak ada orang dan sekarang adalah bagian terakhirnya..jika Kurama tidak ada disini mungkin dirinya akan benar-benar putus asa.
Dengan gerakan perlahan Naruto memegang knop pintu, entah kenapa saat ini menelan ludahnya sulit dilakukan oleh Naruto. Naruto memegang knop pintunya, secara perlahan membukanya.
Dan…
''RASAKAN INI ZOMBIE!''
Naruto mendapatkan pukulan dikepalanya, membuat Naruto pusing dengan mata spiral yang berputar kencang.
T.B.C
Akhirnya selesai juga chap 2 ini..dan untuk pera reader terima kasih telah mereview fict ini..soal fic ini memang terinspirasi dr anime HOTD tapi karena jln cerita nya agak lupa munkin author akan membuat jalan ceritanya yg tentunya amat gaje..mungkin itu saja, sampai berjumpa di chap 3 ..daahhh jangan lupa REVIEW biar semangat
