Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae (Eunhae)

Genre : Romance, Angst

Rate : T

Disclaimer : Donghae hanya milik Hyukjae. Hyukjae hanya milik Donghae.

.

.

~ Sorry, I Love U ~

by : Park Jieun aka Tata

.

.


Hyukjae's POV

.

.

Aku mohon, Donghae. Berhentilah memberiku tatapan seperti itu. Pedih yang terpancar dari sorot matamu, hanya dapat membuat hatiku terus bergejolak tak karuan. Rasa bersalah kerap kembali muncul tanpa kenal lelah, menyayat dan menghancurkan semua yang ada dalam lubuk kalbu.

Pernyataan cintamu saat itu, kuakui cukup menusuk jantungku. Meninggalkan luka perih tak kasat mata di dalam sana.

Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat agar kau tak menangis. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan agar tak membuatmu terluka. Bahkan aku sendiri juga tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk menutup lukaku yang mungkin sama perihnya denganmu saat itu.

Semua yang kulakukan hanya diam. Menatapmu dalam hening yang menyesakkan dada. Memandangmu dalam raut keterkejutan yang tak bisa diuraikan dalam kata. Dan kemudian meninggalkanmu sendiri, agar aku tak menangis di hadapanmu.

Aku memang seorang pecundang yang hebat. Sungguh hebatnya hingga aku pun tak bisa jujur dengan perasaanku sendiri.

Semua yang kulakukan padamu ini, semata-mata untuk kebaikan kita semua. Kau, aku, Super Junior, dan semua orang yang menyayangi kita. Bagaimanapun aku sadar, kita dilahirkan bukan untuk menjadi sepasang kekasih abadi, layaknya Romeo dan Juliet. Kita dilahirkan, dipertemukan, dan menjalani kehidupan bersama, hanya untuk menjadi sepasang sahabat. Tidak lebih dari itu.

Karena kau adalah sahabat terbaikku.

Dan sampai kapanpun akan terus berjalan demikian.

.

.

Bertahun-tahun aku memendam rasa yang sama. Dan selama bertahun-tahun itu pula aku hanya dapat menekan egoku, memendam seorang diri hingga tiada seorang pun yang tahu. Bahkan aku telah berulang kali berusaha menghapus ukiran namamu dari hati. Namun sia-sia. Kau terus berkelana dalam benak. Tiap menit. Tiap detik. Tiap saat. Tanpa permisi.

Seharusnya aku bahagia. Seharusnya aku senang saat mengetahui bahwa ternyata perasaanku bukanlah cinta sepihak. Tapi mengapa yang muncul hanyalah luka?

Mungkin aku terlalu takut menerima tanggapan negatif dari orang lain tentang kita.

Mungkin aku terlalu takut Super Junior akan terkena imbas dari perasaan egois kita.

Mungkin aku terlalu takut jika kita tak bisa lagi bersama saat nantinya banyak orang yang menentang kita.

Dan mungkin,

…karena aku memang seorang pecundang.

.

.

Super Junior adalah segalanya bagiku. Bukankah kau pun juga pernah berkata demikian? Begitu pula bagi member lain.

Mungkin sebagian besar ELF menaruh harapan sama sepertiku, bahwa hubungan kita bisa benar-benar terjalin nyata sebagai sepasang kekasih. Tapi bagaimana dengan orang lain diluar sana? Bagaimana jika nantinya banyak orang diluar sana yang mungkin memandang jijik pada hubungan yang tidak wajar ini?

Dan saat itu terjadi, aku takut Super Junior akan hilang dalam sekejap mata. Super Junior yang telah menjadi segalanya bagiku─aku mau itu abadi. Aku tak ingin Super Junior lenyap hanya karena perasaan ini.

Aku mohon mengertilah.

.

.

Setiap malam, aku mengendap masuk ke dalam kamarmu, hanya untuk memandang wajah damaimu saat tertidur. Aku sadar, hanya saat itulah kesempatanku.

Tiap kali kau terjaga, aku berusaha keras untuk tidak mendekatimu dan menjalin kontak mata denganmu. Semua itu kulakukan agar perasaan ini tidak semakin menggebu. Baik itu perasaanku, maupun perasaanmu.

Biarlah seperti ini.

Hingga kau berhenti mencintaiku.

Hingga kita bisa bercanda riang seperti dulu.

Percayalah, yang kulakukan saat ini memang yang terbaik untuk kita.

Waktu yang akan menjawab.

Ketahuilah, aku selalu menjagamu dalam diamku.

Maaf karena aku tak bisa menerima perasaanmu, meski jauh dalam hatiku aku sangat ingin memilikimu. Maaf karena aku hanya bisa menambah torehan luka dalam hati tulusmu. Maaf karena aku tidak bisa berbuat apa-apa.

.

.

Dan maaf karena aku mencintaimu, Donghae-ah.


FIN


.

.

A/N : Makasih untuk 20 reviewer di chapter pertama *peluk satusatu*. Maaf kalau chapter ini nggak sesuai harapan. Maaf juga karena nggak happy ending *digolok Hyuk, Hae, sama Eunhae shipper*. Ntar deh aku bikin mereka happy end di fic-fic aku selanjutnya. Eh ngomong-ngomong tapi angst-nya dapet nggak, chingu? Review ya? ^^