Persona 3x4 - The 2nd Chance of The Truth

Ongoing Series

by ajibana aiko

Disclaimer : Persona 3, Pesona 3 FES, Persona 3 Portable, Persona 4, Persona 4 The Golden by ATLUS with no doubt.

Warning : OC, OOC, Death Character,Crossover, Typo, ke-Ga-Je-an.

Review anda sangat berarti bagi pengembangan dan kelanjutan cerita ini. Setiap review anda adalah berharga, jadi akan saya hargai setiap review yang telah anda sempatkan tulis pada Fic ini.

Seperti kata Reborn, "Please watch(read) with your dying will!"

Thanks!


Tatsumi Port Island, Stasiun Iwatodai, beberapa waktu yang lalu…

Mereka pun tiba di stasiun dan mendapati Minato sedang berdiri di salah satu sudut pintu masuk stasiun. Ia tampak memang sudah menunggu para anggota S.E.E.S. lain datang. Ia tampak agak sayu dan pucat, namun tidak mengurangi tampangnya yang super cool itu. Headset dan MP3 Player kesayangannya pun tampak dipakai. NP-nya, Burn My Dread (jadi ingat pertama kali ia datang ke stasiun port island dan memutar lagu yang sama *mengingat kenangan~*)

"Minato! Seru seseorang dari jauh.

Mendengar namanya di panggil oleh suara yang sangat familiar, ia melepas headsetnya dan mengalihkan pandangannya pada asal suara tersebut. Seorang wanita muda berambut merah agak panjang. Siapa lagi kalau bukan sang ketua OSIS berkarisma Kirijo Mitsuru?

"Hai, Mitsuru…kalian juga. Cepat juga datangnya." Jawab Minato sambil beranjak dari tempatnya berdiri. Ia tampak celingukan seperti sedang menunggu seseorang. Namun tampaknya tidak ada yang begitu peduli soal itu.

"Jadi bagaimana…medical check upnya..tadi..?" Tanya Mitsuru dengan agak di tahan..

"Ya katanya aku masih harus banyak istirahat. Mungkin baru minggu depan aku bisa masuk sekolah."

"O-oh…begitu…syukurlah kau tidak apa-apa…"

"Hei, sobat, kau bikin cemas saja!" celetuk Junpei yang menghampiri Minato kemudian.

"Junpei…aku yakin kau lupa bilang…" kata Minato datar.

"A-aku minta maaf…nah, tapi gara-gara itu aku bisa lihat wajah tsundere-nya Mitsuru-senpai lho! Tahu tidak? Tadi waktu kau 'menghilang' mendadak itu, Mitsuru-senpai menunjukkan wajah khawatirnya yang an—"

Junpei pun terbang ditonjok Mitsuru.

"Nah, Minato, ada apa kita dipanggil mendadak kemari?" Tanya Mitsuru dengan tersenyum (yang bahkan nggak bisa kubayangkan apa dia pernah tersenyum ala manga shoujo sebelumnya)

"Mitsuru,,kau mengertikan…" jawab Minato agak takut.

"Ya?" tanyanya lagi pura-pura tidak tahu dengan senyum yang lebih lebar (kalau aku mungkin akan segera mengungsi dari situ)

". . . ." Minato hanya memandang Mitsuru datar.

"Sudah..cepat katakan saja…" geram Mitsuru akhirnya (yey! Dia kembali!)

"Tunggu sebentar lagi, aku sedang menunggu seseorang."

"Seseorang, siapa?"

"Anggap saja orang yang bangkit kemabli dari kuburnya."

"A-apa?!"

"Hey Minato! Kau sudah lama menunggu?" teriak sesorang dari jauh.

Mereka memandang pada asal suara itu. Tampak seorang anak laki-laki berwajah tanpa dosa dengan rambut model landak yang mengenakan syal panjang berwarna kuning dengan senyumnya yang….(nggak nahan deh…)

"Wah! Semuanya datang ya?" serunya senang.

Semua memandang anak itu dengan kaget dan mata terbelalak. Semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"GYAAAAAAAAA! ORANG YANG BANGKIT DARI KUBUR! SELAMATKAN DIRI KALIAN!" teriak Junpei yang datang entah dari mana.

Dia kembali terbang ditendang oleh Yukari.

"Tidak usah copy paste sambil teriak-teriak begitu, Stupei!" geram Yukari kesal. Sesudah memastikan Junpei telah sampai di planet entah di mana, ia beralih memandang anak laki-laki itu dengan takut. "Ke-kenapa..dia…?!"

Ken dan Koromaru bersembunyi di belakang Fuuka, sedangkan Fuuka bersembunyi di belakang Yukari, Yukari bersembunyi di belakang Akihiko, lalu Akihiko menggeser sedikit kebelakang Mitsuru, kemudia Mitsuru bersembunyi dibelakang Minato. Dan, oh ya! Junpei masih belum kembali dari perjalanannya di langit angkasa nan luas di sana.

"Ka-kalian mau main anak ayam?" Tanya Minato bingung.

"KAU NGGAK BISA LIAT RYOUJI DISITU?!" protes semua orang dibelakangnya.

"Ya..terus kenapa? Apa dia terlihat akan membunuh kalian?"

Semua terdiam tertunduk.

"Sudah kubilang kan, Minato…sebaiknya kau tidak usah bilang aku ada di sini…"kata Ryouji sedih. "Baiklah aku akan pergi sekarang."

"Tunggu…hei Fuuka, aku yakin kau tahu kalau Nyx sudah tidak ada…kau mengerti maksudku kan?"

"Ya.."jawab Fuuka singkat.

Singkat cerita mereka kembali ke dormitory agar Fuuka dapat menggunakan kekuatan personanya dengan leluasa. Ia mendapati bahwa Avatar Nyx tidak ada di dalam Ryouji dan dari situ semua percaya kalau ia tidak berbahanya lagi. Namun Fuuka menemukan persona yang mirip Avatar Nyx itu. Ryouji pun bahkan baru tahu kalau ia mempunyai persona dan nama persona itu masih Nyx juga (sangking tidak ada ide nama lain untuk persona baru Ryouji ini).

Dan ditengah kehiruk-pikukkan itu, Minato terus memandangi kunci berwarna biru dongker ditangannya. Mitsuru pun angkat bicara.

"Itu…kunci apa?"

"VelvetHeadquaterMansion. Inilah alasan mengapa aku ingin memanggil kalian sebenarnya. Jadi aku ingin kau, Akihiko-san, dan Junpei ikut denganku kali ini sesuai instruksi Igor."

"Velvet Headquater…Mansion?"