Hiken!
Issei memblok pukulan api yang dilancarkan Naruto menggunakan pedangnya. Ia kemudian menciptakan pedang lagi dari pasir besi disekitarnya, lalu menyerang Naruto dari atas.
Dengan reflek yang ada, Naruto berhasil menghindar dari serangan milik Issei, ia melempar beberapa bola api kepada Issei. Ia menyeringai menatap pemandangan yang baru saja diciptakan olehnya, tapi seringai itu tidak bertahan lama.
"Aku baru saja mendapat ingatan lagi. Yah, sangat cepat aku mendapatkan ingatanku." Issei menghilangkan kedua pedangnya, ia kemudian merentangkan kedua tangannya. Ia menyeringai menatap Naruto yang sekarang ini memasang wajah datar. "Ingatan masa laluku memang belum pulih, tapi ingatan tentang kekuatanku sudah pulih. Jadi...
[[Aku, pemilik petir agung. Seorang Dewa yang memimpin para Dewa—Zeus!]]
Sekarang, tubuh Issei diselimuti oleh petir berwarna putih, begitu pula dengan kedua bola matanya. "Ah, aku suka dengan petir milikku. Jadi, kita akan melanjutkan pertarungan ini atau, menghentikannya?"
Naruto mendecih tidak suka, detik kemudian ia menunjukkan sebuah seringai kepada Issei. "Kita lanjutkan dengan intensitas yang lebih! Boosted gear!"
Issei terdiam dengan sebuah gauntlet yang keluar dari tangan kiri Naruto. Ia menatap intens gauntlet tersebut. "Aku merasa nostalgia dengan Gauntlet tersebut, benarkan Ddraig?"
Seketika sebuah cahaya berwarna hijau muncul di punggung tangan Issei. [Aku tidur berapa lama? Tunggu dulu, oi Partner, kenapa ada auraku di iblis kuning tersebut?]
"Hm, aku juga tidak tahu, yang pasti, kita berada di dunia lain."
[Hoho, begitu kah? Aku mengerti-aku mengerti, lalu apa yang akan kau lakukan, partner?]
Issei hanya tersenyum polos sambil menatap Naruto. Ia sedikit menggelengkan kepalanya, lalu kembali menatap Naruto. Maksud dari Issei, ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Tapi yang pasti, urusannya dengan Naruto belumlah selesai.
"Aku tidak tahu... Tapi... Aku akan menyelesaikan hal ini. BERSIAPLAH IBLIS!" Issei menyeringai menatap Naruto. Ia kemudian melesat dengan kecepatan penuh untuk menyerang Naruto yang sudah memasuki Balance Breaker.
Highschool DxD & Naruto bukan milik saya.
Warning: OOC, AU, Typo, Overpower!Issei, Strong!Naruto, SacredGear!Naruto, etc
Pair: ?
.
..
Destiny: Another Dimension
..
.
Chapter 2
Enjoy it!
"Sepertinya kau anak dari seorang manusia serta seorang Iblis? Dilihat dari Sacred Gear yang kau punya." Issei terlihat berdiri dengan santai, ia menatap Naruto yang tengah berusaha untuk berdiri.
Armor merah yang menyelimuti tubuh Naruto mulai retak, begitu juga dengan helm yang melindungi kepalanya, nafasnya terengah-engah. Ia tidak menyangka kalau orang didepannya itu sangatlah kuat, melebihi yang ia bayangkan saat bertemu pertama kali.
"Ayolah, kukira kau adalah Kaisar Naga Merah yang kuat, tapi yang kulihat sekarang... Meh, seorang pemuda arogan yang punya Sacred Gear Longinus." Ujar Issei yang mulai memanasi Naruto. Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju Naruto, tapi sebelum ia mendekati Naruto, Rias-Tunangan dari Naruto datang, dan berdiri di hadapan Naruto.
"Aku tidak akan membiarkanmu melukai Naruto!"
Issei tidak menggubris pernyataan Rias, ia malah menghilang dari hadapan Rias, dan berdiri dibelakang Naruto. Tangannya yang sudah terselimuti petir putih itu berayun untuk memenggal kepala Naruto. "Maaf, tapi aku tidak peduli dengan ocehanmu, Rias Gremory."
Tap!
Issei sedikit terkejut dengan serangannya yang di patahkan oleh Naruto. Ia kemudian tersenyum miring sambil menatap sebuah tangan yang dibalut Zirah berwarna merah. "Aku tidak akan mati sebelum menjadi yang terkuat di Underworld!"
Tekad yang ada dikedua mata Naruto membuat Issei kagum, ia kemudian menendang punggung Naruto dengan keras, membuat Iblis muda itu terpental ke depan bersamaan dengan Rias yang masih terkejut akan kecepatan Issei.
Iblis pirang itu langsung memeluk tubuh Rias, ia kemudian menggunakan kedua kakinya untuk bertumpu di atas tanah yang sudah tergerus. "Kau tidak apa-apa Rias?"
"I-iya. A-aku baik-baik saja..."
Issei menatap Rias dan Naruto melalui ekor matanya, wajahnya terlihat sangat datar. Ia menghilangkan semua petir yang menyelimuti seluruh tubuhnya. "Cih, kau hanyalah seongok sampah yang mengatasnamakan dirinya sebagai Sekiryuutei terkuat sepanjang masa." Issei mulai berjalan menjauh dari Naruto. "Heh, persetan dengan Kaisar Naga Merah zaman sekarang, kau bukanlah Kaisar Naga Merah. Balance Breaker!"
Issei pun terbang meninggalkan Naruto serta Rias. Pemuda pirang itu mendecih tidak suka karena dia merasa terhina oleh ejekan yang baru saja dilontarkan Issei.
Dilain pihak, Issei terbang menggunakan Sacred Gear miliknya. Ia merasa kalau dirinya akan terlibat masalah ketiga Fraksi, seharusnya ia sudah tewas dan berada di alam dimana Hades berada. Mungkin ia bisa menjadi salah satu Grim Reaper milim Hades.
Hah! Konyol.
Issei yang seharusnya mati, kini berada di dimensi lain, dan bertemu dengan Kaisar Naga Merah yang lain. Masalahnya sekarang, ia masih menjadi kaisar Naga Merah, walaupun disini ada Kaisar Naga Merah lainnya. Otak milik Issei mulai berjalan, ia memikirkan bagaimana caranya kembali ke dimensi miliknya sendiri, dan tidak mengganggu waktu di dimensi ini.
Issei pun sampai di sebuah dermaga dipinggiran kota Kuoh, ia merasa akan ada Azazel yang bakal memancing di tempat tersebut. Karena memang, Azazel selaku memancing di tempat ini.
"Oh, ada apa hingga seorang pengguna Sacred Gear datang kemari?"
Issei terkejut dengan seseorang yang sedang duduk dipinggiran dermaga. Rambut hitam panjang, telinga yang seperti Elf, dan kulit putih pucat. "Kokabiel..."
"Ya, itu namaku. Ada apa nak?"
Issei menggeleng pelan, ia kemudian berjalan ke Kokabiel yang tengah duduk sambil memandangi air yang ada dibawahnya. "Kenapa... Kau disini, seharusnya Azazel yang ada disini..."
"Azazel? Oh, dia sangat sibuk dengan rancangannya. Terkadang, aku membantu nya membuat sebuah Sacred Gear buatan."
Issei terdiam mendengar penjelasan dari Kokabiel, ia tidak menyangka kalau Kokabiel akan setenang ini kalau bertemu dengan pengguna Sacred Gear seperti dirinya. Seharusnya, Kokabiel akan langsung menyerang seperti saat penyerangan Kuoh, serta perang besar tersebut. Tapi Issei menemukan seorang Kokabiel yang gila perang sedang duduk sambil memandangi air.
"Nak, kau tahu. Dunia ini begitu damai, jika ada Dia. Tapi, sekarang agak kacau karena sebuah kejadian dimasa lalu."
"...Tuhan tewas dalam perang kan?"
Kokabiel langsung menatap Issei, ia berdiri dari tempatnya duduk. "Bagaimana kau bisa tahu, nak?"
"Maaf Kokabiel, aku sudah hidup sangat lama sekali. Jadi, aku tahu rahasia terbesar di dunia ini." Issei meremas tangannya dengan erat, ia menggertakkan giginya marah. "Dan aku harus menerima sebuah takdir dimana sesosok makhluk yang akan datang, dan aku harus membunuhnya."
Kokabiel terdiam dengan pernyataan Issei, ia kemudian kembali duduk di serta memandangi air yang memantulkan bayangan dirinya. "Tidak kusangka, ada seorang manusia yang sudah hidup ribuan tahun setelah perang besar."
"Aku sudah bosan hidup, Kokabiel. Dan ingin sekali mati."
Kokabiel tertawa pelan mendengar penuturan Issei, ia memandangi langit malam yang ditabur bintang-bintang. "Nak, siapa namamu? Aku ingin tahu orang yang sangat menginginkan kematian."
"Issei, Hyoudou Issei."
"Hm, nama yang bagus. Baik, ikutlah bersamaku ke Grigory. Azazel mungkin bisa membantumu."
.
..
TBC
..
.
A/N: em, salah satu Reviewer-Guest lagi. Namanya Kazeryuu, well, kamu belum tahu kalau di Fandom ini, Chara Naruto banyak yang OOC, atau nggak sesuai dengan characternya. Nggak bisa dipungkiri sih, lah wong slogan di FFN adalah, "Unleash Your Imagination." Lucu jika kamu komen kalau Naruto tidak sesuai, karena memang ini FFN sih.
Untuk Reader lain, saya sangat berterima kasih karena sudah membaca Fict saya. Saya akan berusaha menghormati komentar kalian, jika itu membangun. Kalau tidak, mungkin respect saya akan hilang pada kalian.
Masalah Issei, ia Gray. Kalau Naruto dan Rias, khusus Naruto. Dia agak saya udah sifatnya seperti Raiser, untuk Chara Naruto lainnya, bisa masuk kesini. Tenang saja.
Oke, segitu saja, sama sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah menyempatkan diri untuk membaca fict saya.
Shinn out! Adios!
